Anda di halaman 1dari 4

PEMBAHASAN PENYAKIT DEFINISI FRAKTUR Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang, tulang rawan

sendi, tulang rawan epifisis baik bersifat total ataupun parsial yang umumnya disebabkan oleh tekanan yang berlebihan. Trauma yang menyebabkan tulang patah dapat berupa trauma langsung dan trauma tidak langsung. Trauma langsung menyebabkan tekanan langsung pada tulang dan terjadi fraktur pada daerah tekanan. Trauma tidak langsung, apabila trauma dihantarkan ke daerah yang lebih jauh dari daerah fraktur, misalnya jatuh dengan tangan ekstensi dapat menyebabkan fraktur pada klavikula, pada keadaan ini biasanya jaringan lunak tetap utuh. MEKANISME PENYEBAB FRAKTUR Trauma penyebab fraktur dapat bersifat: 1. Trauma langsung  Frakur terjadi di daerah yang mengalami tekanan langsung  Biasanya kopmunitif  Jaringan lunak mengalami kerusakan  Trauma dihantarkan dari daerah yang lebih jauh dari fraktur  Jaringan lunak utuh 2. Trauma tidak langsung ANATOMI CLAVICULA Dalam anatomi manusia, tulang selangka atau clavicula adalah tulang yang membentuk bahu dan menghubungkan lengan atas pada batang tubuh. Clavicula berbentuk kurva-ganda dan memanjang. Ini adalah satu-satunya tulang yang memanjang horizontal dalam tubuh. Terletak di atas tulang rusuk pertama. Pada ujung medial, clavicula bersendi pada manubrium dari sternum (tulang dada) pada sendi sternoclavicularis. Pada bagian ujung lateral bersendi dengan acromion dari scapula (tulang belikat) dengan sendi acromioclavicularis. Pada wanita, clavicula lebih pendek, tipis, kurang melengkung, dan permukaannya lebih halus. Fungsi clavicula berguna untuk:  Sebagai pengganjal untuk menjauhkan anggota gerak atas dari bagian dada supaya lengan dapat bergerak leluasa.  Meneruskan goncangan dari anggota gerak atas ke kerangka tubuh (aksial). Walaupun dikelompokkan dalam tulang panjang, clavicula adalah tulang satu-satunya yang tidak memiliki rongga sumsum tulang seperti pada tulang panjang lainnya. Clavicula tersusun dari tulang spons. Perlekatan Otot-otot dan ligamentum yang berlekatan pada clavicula: Permukaan superior:  Otot deltoideus pada bagian tuberculum deltoideus  Otot trapezius Permukaan inferior  Otot subclavius pada sulcus musculi subclavii  Ligamentum conoideum (bagian medial dari ligamentum coracoclaviculare) pada tuberculum conoideum  Ligamentum trapzoideum (bagian lateral dari ligamentum coracoclaviculare pada linea trapezoidea Batas anterior:  Otot pectoralis mayor  Otot deltoideus  Otot sternocleidomastoid  Otot sternohyoideus

 type 3 : fraktur yang mengenai sendi akromioklavikularis. INDIKASI OPERASI  Fraktur terbuka. Fraktur yang terjadi kearah medial terhadap fragment maka ujung luar mungkin tampak bergeser kearah belakang dan atas. Kadangkala penderita datang dengan pembengkakan pada daerah klavikula yang terjadi beberapa hari setelah trauma dan kadang-kadang fragmen yang tajam mengancam kulit. PEMERIKSAAN RADIOLOGIS Pemeriksaan rontgen anteroposterior dan klavikula biasanya dapat membantu menegakkan diagnosis dan fraktur. Otot trapezius Perkembangan Clavicula adalah tulang pertama yang mengalami proses pengerasan osifikasi selama perkembangan embrio minggu ke-5 dan 6. Fraktur biasanya terjadi pada 1/3 tengah dan fragmen luar terletak dibawah fragmen dalam. nyeri pada lokasi taruma. FRAKTUR CLAVICULA     Cukup sering sering ditemukan (isolated. atau disertai trauma toraks. Biasanya penderita datang dengan keluhan jatuh dan tempat tidur atau trauma lain dan menangis saat menggerakkan lengan. Mekanisme trauma dapat berupa trauma langsung dan trauma tak langsung pada bagian lateral bahu yang dapat menekan klavikula ke sternum . sehingga membentuk benjolan dibawah kulit. hanya 5% dan seluruh fraktur klavikula. Fraktur 1/3 medial klavikula Insiden jarang. Clavicula juga yang merupakan tulang terakhir yang menyelesaikan proses pengerasan yakni pada usia 21 tahun. kecuali kalau diperoleh foto tambahan pada bahu. Jika fraktur terdapat pada ligament korako-klavikula maka ujung medial klavikula sedikit bergeser karena ditahan ligament ini. yang dapat dibagi:  type 1: undisplaced jika ligament intak  type 2 displaced jika ligamen korako-kiavikula rupture. PEMERIKSAAN KLINIS Fraktur klavikula sering terjadi pada anak-anak. Fraktur 1/3 lateral klavikula fraktur klavikula lateral dan ligament korako-kiavikula. Lokasi fraktur klavikula umumnya pada bagian tengah (1/3 tengah) Deformitas. Jatuh dengan tangan terkadang dalam posisi abduksi.  Fraktur dengan gangguan vaskularisasi  Fraktur dengan “scapulothorcic dissociation” (floating shoulder) . Fraktur mid klavikula ( Fraktur 1/3 tengah klavikula)  paling banyak ditemui  terjadi medial ligament korako-klavikula ( antara medial dan 1/3 lateral)  mekanisme trauma berupa trauma langsung atau tak langsung ( dari lateral bahu) 2. Ditemukan adanya nyeri tekan pada daerah klavikula. Mekanisme trauma pada type 3 biasanya karena kompresi dari bahu. PATOFISIOLOGI Pada fraktur sepertiga tengah klavikula otot stemokleidomastoideus akan menarik fragmen medial keatas sedangkan beban lengannya akan menarik fragmen lateral ke bawah. Foto Rontgen tampak fraktur klavikula KLASIFIKASI FRAKTUR KLAVIKULA 1. Fraktur pada 1/3 lateral klavikula dapat terlewat atau tingkat pergeseran salah dikira kecil. atau disertai trauma pada sendi bahu ). 3.

untuk menarik bahu sehingga dapat mempertahankan alignment dan fraktur. menggunakan bantalan yang bagus. Fraktur lateral Undisplaced fraktur dapat diterapi dengan sling. Kosmetik TEKNIK PENANGANAN TERAPI KONSERVATIF DAN OPERASI Penatalaksanaan Fraktur Klavikula: 1. Bila dibiarkan tanpa terapi akan terjadi deformitas dan dalam beberapa kasus rasa tidak enak dan kelemahan pada bahu karena itu terapi diindikasikan melalui insisi supraklavikular. Suatu bantal dapat diletakkan di antara scapula untuk menjaga tarikan dan kenyamanan. Komplikasi lanjut  non-union : jarang terjadi dapat diterapi dengan fiksasi interna dan pencangkokan tulang yang aman. fragmen diaposisi dan dipertahankan dengan pen yang halus. Jika pergeseran lebih dari setengah diameter klavikula harus direduksi dan internal fiksasi. Jari juga akan kaku dan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk memperoleh kembali gerakan. Displaced fraktur fraktur dengan gangguan kosmetik diterapi dengan menggunakan commersial strap yang berbentuk angka 8 (“Verband figure of eight”) sekitar sendi bahu. Komplikasi dini kerusakan pada pembuluh darah atau saraf ( jarang terjadi) 2. Displaced fraktur dapat diterapi dengan sling atau dengan open reduction dan internal fiksasi. Hindari juga diseksi subperiosteal pada fracture site. 2. hanya sementara. Lakukan reduksi fragmen fraktur jika memungkinkan pasang lag screw melintasi fraktur. yang biasanya hilang pada waktunya. untuk memperoleh basil kosmetik yang baik dan cepat dapat menjalani terapi yang lebih drastis yaitu fraktur direduksi dibawah anastesi dan dipertahankan reduksinya dengan menggunakan gips yang mengelilingi dada ( wirass)  kekakuan bahu sering ditemukan. kecuali kalau dilatih. 2. Hindari flap kulit undermining dan kerusakan saraf supraklavikula. menarik kedua bahu. KOMPLIKASI OPERASI 1. Plating Clavikula Gunakan insisi sesuai garis Langer untuk mengekspos permukaan superior clavikula.  mal-union : 1. tidak menutupi aksila. Pemakaian strap yang baik: 1. melawan tekanan dipusat. Fraktur 1/3 tengah Undisplaced fraktur dan minimal displaced fraktur diterapi dengan menggunakan sling. dan daerah interscapula selama penarikan fraktur. meninggalkan suatu benjolan. 4. luka operasi ditutup dengan jahitan subcuticular. yang dapat mengurangi nyeri. Strap harus dijaga supaya tidak terlalu ketat karena dapat mengganggu sirkulasi dan persyarafan. yang menembus kearah lateral melalui fragmen sebelah luar dan akromion dan kemudian kembali ke batang klavikula. Lengan ditahan dengan kain gendongan selama 6 minggu dan sesudah itu dianjurkan melakukan pergerakan penuh. . 2. tidak mengganggu sirkulasi dan persyarafan kedua lengan. akibat rasa takut untuk menggerakkan fraktur. Plate diletakkan di sisi superior clavikula dengan 3 screw pada masing-masing sisi fraktur untuk mencapai fiksasi yang solid. untuk kenyamanan dan hygiene. 3. ini biasanya digunakan untuk anak yang berusia <10 tahun.      Fraktur dengan displaced glenoid neck fraktur Brachial plexus injury Ruptur ligamentum korakoklavikulare Delayed/ non union penderita aktif yang segera akan kembali pada pekerjaan semula. Jika commersial strap tidak dapat digunakan balutan dapat dibuat dari “tubular stockinet”. Jika diperlukan diletakan subkutaneus drain.

PERAWATAN PASCABEDAH Rehabilitasi Commersial strap yang berbentuk angka 8. Strap ini harus dikencangkan secara teratur. Anak anak <10 tahun menggunakan strap atau splint selama 3-4 minggu sampai bebas nyeri. Pasien dianjurkan untuk melakukan pergerakan seperti biasa begitu nyeri berkurang (strap/splint/sling sudah dilepas). sedangkan orang dewasa biasanya membutuhkan waktu 4-6 minggu. harus di follow up apakah sudah cukup kencang. .