Anda di halaman 1dari 1

2.1.1.

Menghargai hasil kinerja anak buah Dengan adanya rasa menghargai kepada anak buah, tentu menjadi suatu motivasi yang jitu dalam memacu semangat kerja mereka.Dengan kita memberikan pujian terhadap hasil karya mereka walaupun itu menurut pikiran kita remeh atau gampang dilakukan.Perlu diketahui bahwa hasil tersebut dilakukan dengan sekuat tenaga oleh anak buah anda. Dengan memberikan pujian pada waktu dan kesempatan yang tepat maka anak buah akan merasa dihargai. Hal ini akan berdampak pada kemajuan kinerja dari anak buah anda nantinya. 2.1.2. Kesalahan pada anak buah merupakan tanggung jawab pemimpin Seringkali saat kita membawahi beberapa anak buah dalam team.Ketika hendak mengerjakan suatu tugas tentu setiap anak buah memiliki tugas masing-masing.Ketika anak buah tidak dapat menyelesaikan tugas yang diberikan tepat waktu tentu pemimpin harus mengambil alih.Pertanggung-jawaban kepada atasan yang lebih tinggi harus dilakukan oleh pemimpin team tersebut.Pemimpin harus mampu memberikan alasan kuat yang mendasari penyebab kegagalan dari staffnya.Alangkah baiknya bila pemimpin juga ikut membantu serta memperbaiki hasil kerja anak buahnya. 2.1.3. Mengajari tanpa henti dan tidak ragu memberikan ilmu Pemimpin yang baik tentu memiliki skill yang bersifat generalisasi.Artinya pemimpin tersebut memiliki wawasan yang luas dalam aplikasi kerja sehari-hari.Nah, ketika memdapati anak buah yang kesal karena mengalami kegagalan dalam mengerjakan tugasnya tentu pemimpin harus menjadi solusi. Ketika anak buah bingung untuk menyelesaikan tugasnya tentu pemimpin-nya akan menjadi sarana pengaduan. Bila anda menjadi pemimpin yang ternyata mengerti solusi cara menyelesaikan masalah dari anak buah tentu akan sangat menguntungkan. Tidak ada salahnya anda mengerjakan tugas anak buah tersebut sambil memberikan petunjuk-petunjuk solusi.

2.1.4. Peduli terhadap kepentingan dan kesibukan staff Seringkali terdengar beberapa anak buah mengeluh terhadap pemimpinnya. Biasanya adanya otoritas yang muncul karena sang pemimpim tidak mau tahu apa yang akan dilakukan oleh anak buahnya. Pokoknya tugas yang diberikan harus selesai pada tanggal sekian, jam sekian! titik!. Nah, inilah faktor yang akan menghancurkan rasa hormat dari staff. Berikan perhatian yang berkala dan teratur.Usahakan anda kunjungi masing-masing anak buah anda pada saat mereka bekerja.Pantau kegiatan mereka dan sesekali berikan komentar yang membangun atas hasil kerja mereka saat itu.Pentingnya memberikan kelonggaran / jeda waktu supaya anak buah anda bisa terlepas dari kejenuhan pekerjaannya. Bila anda peduli terhadap staff maka hasil kerja akan memuaskan nantinya. 2.1.5. Jadilah panutan dan tepat waktu Kinerja staff akan mengacu pada pemimpinnya. Bila anda dalam bekerja terlihat rajin,sibuk,ulet dan keras tentu akan memberikan inspirasi bagi orang-orang sekitar anda untuk menirunya. Adanya sifat sungkan untuk malas akan terbentuk bila anda membiasakan sibuk dan rajin pada tiap jam-jam kerja anda. Disiplin terhadap waktu menjadi sangat sensitif bila anda sendiri juga tepat waktu dalam setiap pekerjaan. 2.1.6. Ceritakan masalah perusahaan yang layak diketahui anak buah. Anda sebagai pemimpin tentu terkadang dihadapkan dengan banyak sekali masalah perusahaan.Pilah-pilah masalah perusahaan tersebut berdasarkan kerahasiaannya.Bila ada informasi masalah yang bersifat universal tentu perlu anda ceritakan kepada anak buah anda.Dengan menceritakan masalah yang ada, seolah-olah anak buah anda merasa mendapatkan tempat yang spesial di perusahaan.Menjadi orang yang dipercaya untuk mengetahui masalah yang ada dan berusaha membuat solusi harus ditanamkan pada anak buah anda. 2.1.7. Low profile. Tentu sesekali anda perlu menyempatkan diri untuk membuat hubungan sosial dengan anak buah anda. Bila anda mampu menempatkan diri dalam lingkungan mereka tentu hal ini akan sangat berguna. Kesan bersahabat akan muncul bila anda juga turun kedalam kegiatan mereka sehari-hari. Contoh paling mudah adalah sempatkan diri anda untuk makan siang bersama mereka. Buat suasana tidak ada sekat dan semua memiliki posisi yang sama yaitu manusia biasa yang butuh makan. Anggapan pemimpin yang low profile akan terbentuk di hati anak buah anda nantinya.