Anda di halaman 1dari 9

5.

Seorang wanita 34 tahun , anak 2 orang, terkecil 5 tahun, keluhan utama : perdarahan yang banyak dan lama saat haid sejak 6 bulan yang lalu.Riwayat KB(-). Riwayat Hipertensi (-), DM(-), tiroid (-), Hepar(-), ginjal (-). Jelaskan kemungkinan diagnosa dan penatalaksanannya. Jawab: 1. Menoragia ec susp DUB + Infertiliti sekunder 5 tahun 2. Menoragia ec susp Mioma Uteri + Infertiliti Sekunder 5 tahun.

Ad 1. Menoragia ec DUB + Infertiliti Sekunder 5 tahun.
Pasien sebelumnya telah dilakukan tes kehamilan dengan hasil tes negative  bukan kehamilan. Anamnesa: • Keluar darah yang banyak dari kemaluan pada siklus haid yang lamanya lebih 6 hari sejak 6 bulan yang lalu. • • • • • • • • • Riwayat bengkak pada perut bawah (-) Post Coital Bleeding (-) Riwayat keputihan, demam, trauma (-) Riwayat penyakit hepar, ginjal, DM, hipertensi, tiroid , kelainan darah(-) Penurunan berat badan (-) Riwayat keluarga dengan penyakit keturunan (-) Riwayat stress emosional, masalah keluarga, dan lain-lain biasanya ada. Riwayat berhubungan dengan suami teratur 2 kali seminggu. Riwayat menstruasi: menarche usia 13 tahun, siklus teratur, 1 X 28 hari, lamanya 5-7 hari, banyaknya 2-3 kali ganti duk/ hari, nyeri haid (-)

Hentikan segera perdarahan. sonde uterus dalam batas normal. Rawat jika perdarahan banyak dan perbaiki keadaan umum. 4. Pemeriksaan Ginekologis Muka Mamae Genitalia • : Inspekulo : tampak darah warna merah kehitaman merembes dari : tidak ada kelainan. Etiologi DUB usia reproduksi diduga terjadi gangguan sentral akibat gangguan psikis. Setelah perdarahan dihentikan. 3. sep : mioma. Tapi pasien biasanya tidak mengaku sedang menderita gangguan psikis karena suatu masalah. Cari sumber perdarahannya. laserasi(-). • VT Bimanual : uterus dan kedua adneksa dalam batas normal. atur siklus haid 3 bulan berturut-turut. USG  untuk menilai uterus dan kedua adneksa. USG berguna untuk menyingkirkan kelainan organik pada uterus. Laboratorium : dalam batas normal. Pemeriksaan Penunjang: 1. Jika anemis karena perdarahan banyak  transfusi. polip. Singkirkan kelainan organik dan kelainan darah 2. bisa juga haemoglobin rendah ( < 10 gr %) karena perdarahan banyak. adenomiosis. 2. bisa juga anemis karena perdarahan banyak saat haid selama 6 bulan.Vital Sign : Bisa dalam batas normal. tanda -tanda kehamilan (-) : tidak ada kelainan. Penatalaksaan DUB usia reproduksi : Prinsip dasar penanganan DUB : 1. tumor(-). tanda-tanda kehamilan (-) kanalis sevicalis. Biopsi endometrium  kuret PA untuk menhentikan perdarahan yang banyak dan menyingkirkan keganasan pada endometrium. .

siklus haid anovulasi beri pemicu ovulasi berupa clomifen sitrat. 3. Kemudian dilakukan USG ulang. Pada umumnya pasien dengan keluhan menoragia ini mempunyai siklus haid yang ovulasi. fibrinogen. Estrogen kombinasi (Estradiol Valerat 2 mg). Kuret D/C : bila respon  follow up bila tidak respon (perdarahan (+)) diberikan preparat hormone PSI (Prostaglandin Syntetic Inhibitor) yang berfungsi menghambat pengaktifan plasminogen menjadi plasmin yang penting untuk degenerasi fibrin.625-1. USG ulang : Ditemukan kelainan PA  berarti terdapat kelainan organic . epimestrol. atau hormone gonadotropin.25 mg). 2.  Setelah perdarahan akut dan siklus haid teratur 3 bulan kemudian dicari apakah siklus haid tersebut ovulasi atau anovulasi dengan : 1.Perdarahan bisa distop dengan : 1. Jika pengobatan berhasil  follow up Jika pengobatan tidak respon dilakukan kuret D/C. Biopsi endometrium  atrofi. Progestin (MPA 5-10 mg/2X/hari selama 3 hari) 2. proliferatif  anovulasi 3. Suhu badan basal  monofasik  anovulasi 2. factor V dan VII. siklus haid ovulasi. Sitologi  tidak ada pengaruh  anovulasi  Ada 2 kemungkinan siklus haid pada pasien ini : 1. Estrogen konjugasi (0.

pasien tidak membutuhkan fungsi reproduksi dan usia diatas 35 tahun dilakukan histerektomi dan ablasi endometrium sedangkan pada pasien yang masih ingin punya anak dilakukan kuret ulang O/C.- Tidak ditemukan kelainan PA (perdarahan (+)) gagal medikamentosa Pada kasus gagal medikamentosa dilihat keadaan pasien. Berdasarkan PA derajat hiperplasia endometrium dibagi dalam 4 jenis yaitu :  Hiperplasia simpleks sering ditemukan pada umur kurang dari 35 tahun. Sehingga terjadi penebalan endometrium yang dapat meliputi sebagian atau keseluruhan dari endometrium. Jika haid telah teratur dengan siklus yang ovulatoar. kelenjar berkelompok dengan ukuran dan besar yang masih sama serta terdapat pseudostratifikasi ringan. pucat. pemberian hormon . Kemungkinan menjadi ganas mencapai 1 %  Hiperplasia kistik Sering ditemukan pada umur kurang dari 35 tahun. Diantanya terdapat kelenjar kecil – kecil yang padat dengan epitel kelenjar bertumpuk tanpa sekresi. Perdarahan haid yang ditimbulkan adalah anovulasi. Hiperplasia endometrium merupakan jenis terbanyak dan merupakan 90 % kasus perdarahan uterus disfungsional. Stroma mengandung . Menoragia ec hyperplasia endometrium. Endometrium menunjukkan gambaran hiperplastik. Secara mikroskopik kelenjar – kelenjar melebar kistik dan disebut sebagai hiperplasia keju swiss ( Swiss cheese hyperplasia). Secara klinis hiperplasia merupakan proliferasi endometrium akibat rangsangan estrogen yang terus menerus dalam jangka waktu lama tanpa adanya pengaruh dari progesteron. Secara makroskopik endometrium menunjukkan gambaran tebal. Dapat menyebabkan keganasan 1-2 %. dan PSI. maka dilakukan pemeriksaan infertilitas menyeluruh pada pasien dan suami pasien jika mereka masih menginginkan anak. apabila jumlah anak cukup. dan granuler. Hiperplasia endometrium adalah suatu spektrum dari gangguan morfologik dan gangguan biologik kelenjar endometrium beserta stroma.

Secara makroskopik tampak endometrium menebal. Hanya 20 – 50 % yang memberikan gejala klinis. Terdapat pula tonjolan – tonjolan kelumen kelenjar dengan epitel kelenjar berbentuk kuboid atau torak berlapis dan tak bersekresi. Kemungkinan menjadi adenocarsinoma mencapai 5 %  Hiperplasia Adenomatosa Sering ditemukan pada umur 40 -50 tahun. Gambaran ini disebut juga sebagai karsinoma in situ. pucat. Gejala klinis Kebanyakan wanita dengan mioma uteri tanpa gejala. dengan permukaan tidak teratur disretai pertumbuhan polopoid. Tidak ditemukan sel atipik. pleomorfik dan hiperkrom. Secara mikroskopik sel – sek kelenjar berkelompok tersususun saling membelakangi dengan bentuk dan ukuran tidak sama. distorsi dan kongesti pembuluh darah sekitarnya khususnya vena – vena atau ulserasi sepanjang endometrium.sinusoid vaskuler yang melebar dan berdinding tipis. perubahan degeneratif pada mioma dan apakah pasien sedang hamil atau tidak. Ad 2. Kemungkinan menjadi ganas 50%. . Kemungkinan menjadi ganas 25 %  Hiperplasia atipik Secara makroskopik dan mikroskopik tampak hiperplasia adenomatosa tetapi dijumpai sel sel atipik yaitu sel dengan nukleus besar. Menoragia ec susp mioma uteri Untuk kasus ini jenis mioma yang mungkin adalah mioma intramural dan mioma submukosum. Gejala dari mioma uteri tergantung dari lokasi. 1. Perdarahan pada mioma submukosa terjadi karena terganggunya aliran darah menuju endometrium. Perdarahan Perdarahan uterus abnormal merupakan gejala yang paling banyak dijumpai pada mioma uteri (>30%). Pasien ini kemungkinan besar adalah hiperplasia endometrium simplek dan kistik karena sering usia kecil 35 tahun. ukuran.

Penekanan Mioma intramural dapat mendistorsi atau menyumbat pelbagai organ. Adanya riwayat pertumbuhan mioma yang sangat cepat terutama pada wanita postmenopause. Abortus spontan Insiden terjadinya abortus spontan pada mioma uteri adalah 2 kali lebih besar daripada wanita hamil normal 4. perdarahan pervaginam. partus prematurus. premenstrual spotting atau perdarahan intermenstruasi. Mioma yang besar dapat menimbulkan rasa berat pada pelvic atau rasa tidak enak disebut sebagai “ bearing-down” . Pertumbuhan mioma juga cepat selama kehamilan. . dilatasi servik oleh miom submukosa yang keluar melalui servik atau degenerasi merah.Bertambahnya ukuran kavum uteri dan permukaan endometrium akan meningkatkan jumlah perdarahan. Parasitic miom dapat menyebabkan obtruksi intestinal jika ukurannya besar. Tumor yang besar juga dapat menekan persarafan pada pelvic yang menimbulkan nyeri yang menjalar ke punggung atau ektremitas bawah. Keganasan Perubahan mioma uteri kearah keganasan sangat jarang. kongesti vena pelvic dan edem ekstremitas bawah. Pasien akan mengeluhkan perdarahan yang banyak ketika haid (menoragia). Pada kehamilan mioma uteri dapat menyebabkan abortus. Masa tumor yang besar dapat mengisi rongga pelvis dan menyebabkan kompresi ureter. Nyeri disebabkan oleh putaran pada tangkai miom. vesika urinaria dan rectum. kurang dari 0. Nyeri Nyeri jarang dikeluhkan pada pasien dengan mioma uteri kecuali telah terjadi perubahan pada miom itu sendiri. perlu dipikirkan suatu keganasan. kelainan letak dan perdarahan postpartum. dispareunia dan infertilitas. 3.13 %. seharusnya dilakukan pengangkatan massa tumor. melibatkan omentum atau saluran cerna. Pertumbuhan yang cepat pada wanita mubda dimana suatu kehamilan telah disingkirkan dan pada wanita tua sebelum menopause. 2. Mioma servikal bias menyebabkan vagina discharge serosanguious.

Mioma uteri intramural akan menyebabkan obtruksi atau disfungsi ostium tuba. ultrasonografi tidak dapat menggantikan peran pemeriksaan pelvic manual. Pemeriksaan Ginekologis : . Perubahan arah servik yang berat akan mempengaruhi kemampuan sevik untuk mengumpulkan sperma pada ostium servik. Infertiliti Mioma uteri menyebabkan terjadinya infertility sekitar 1-2. Lebih lanjut. Pada pasien dengan fertilisasi in vitro distorsi kavum uteri oleh mioma akan menurunkan angka kehamilan (pregnancy rate} dan angka abortus spontan akan meningkat sampai 50 % kasus. Mioma uteri juga akan menyebabkan keguguran berulang. Walaupun demikian. USG sangat bermanfaat untuk mendiagnosa mioma uteri pada pasien obesitas. . USG dapat membantu menilai mioma. USG Pemeriksaan ultrasonografi pelvic (USG) telah mencapai tahap yang memuaskan dan sangat berguna pada kasus dengan mioma uteri. pembesaran kavum uteri yang mempengaruhi implantasi normal atau transport sperma. Kebanyakan ahli berpendapat bahwa akan terdapat peningkatan angka kehamilan setelah tindakan bedah. uterus teraba lebih besar dengan massa tumor di fundus / corpus. tanda hamil tidak ada.4 % pasien dan sering terjadi pada mioma submukosa atau distorsi.Palpasi Abdomen : teraba massa kenyal. padat di bagian bawah perut. . kenyal padat.Muka dan mamae dalam batas normal. tidak nyeri. gerakan terbatas. 2.5. masa pada pelvic lainnya dan dalam mengidentifikasi suatu kehamilan.Palpasi bimanual : Massa (+). bisa berbenjol – benjol. Bila massa tumor digerakkan uterus ikut bergerak dan portio juga Pemeriksaan penunjang 1. Histerosalphingografi .

masih ingin punya anak.Histerosalphingografi dipakai untuk menilai mioma uteri pada pasien dengan infertilitas. besar mioma < kehamilan 12 mg. Magnetic Resonance Imaging (MRI) Magnetic Resonancie Imaging (MRI) sangat akurat dalam menentukan jumlah. Histeroskopi Histeroskopi digunakan untuk mengidentifikasi dan mengangkat mioma uteri submukosa. Hal ini sangat bermanfaat pada waktu operasi untuk mengetahui posisi anatomi ureter dan ginjal. . Urografi intravena Urografi intravena sangat bermanfaat dalam menilai masa pada pelvic karena bisa menunjukkan terdapatnya deviasi atau kompresi uretra dan mengidentifikasi kelainan urinaria. multiple mioma. tapi jarang digunakan karena biayanya mahal. 3. o Histerektomi supra / totalis : mioma > kehamilan 12 mg. ukuran dan lokasi mioma uteri. Ekspektatif  Jika tidak ada keluhan. Laparoskopi digunakan untuk menentukan dengan tepat asal mioma uteri dan dipakai dalam miomektomi (laparoscopic myomectomi) . 4. perdarahan banyak. follow up tiap 6 bulan ( ekspectatif) Medikamentosa (GnRH analog + estrogen. 5. wanita muda. pertumbuhan cepat. Histerosalphingografi efektif dalam menilai bentuk kavum uteri dan patensi kedua pada pasien dengan infertilitas dengan mioma uteri dan pada pasien yang akan dilakukan fertilisasi invitro. tidak perlu fungsi reproduksi. Penatalaksanaan : Penatalaksanaan mioma uteri bisa memakai satu atau kombinasi dari penatalaksanaan dibawah ini: • • progestin) • Operatif (miomektomi atau histerektomi) : o Miomektomi : mioma subserosum / bertangkai.

jumlah anak dan usia ibu sudah cukup dan informed consent yang jelas. thermal ablasi) Radioterapi : jika tidak mungkin dioperasi. usia akan menopause dan keinginan mempertahankan uterus. cryosurgery. keadaan umum pasien. Pada pasien ini karena masih memerlukan fungsi reproduksi untuk memperoleh anak maka sebaiknya dilakukan miomektomi jika terdapat mioma uteri intramural. kemungkinan keganasan. besar mioma > kehamilan 3 bulan. Jika dari pemeriksaan ditemukan mioma uteri submukosa harus dilakukan histerktomi supravaginal atas dasar pardarahan banyak yang mengancam jiwa pasien. keinginan punya anak. berat ringannya gejala. lokasi miom. tidak dilakukan pada wanita muda (menopause prekok) Pemilihan dari terapi ini harus mempertimbangkan banyak factor diantaranya umur. ukuran dan jumlah miom. .• • • Embolisasi arteri uterine (uterine artery embolization) Miolisis (laser CO2. paritas.