Anda di halaman 1dari 13

ANALISA KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN AIR PADA DAS SAMPEAN

Indra Kusuma Saria, Lily Montarcih Limantarab, Dwi Priyantorob Program Magister Teknik Pengairan, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya b Jurusan Pengairan, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya e-mails : dzelove.lovely@yahoo.co.id, lilymont2001@yahoo.com, dwi_prie@ub.ac.id ABSTRAK Perkembangan wilayah pada suatu daerah akan menyebabkan kebutuhan air terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Pemenuhan kebutuhan pangan dan aktivitas penduduk selalu erat kaitannya dengan kebutuhan akan air. Tuntutan tersebut tidak dapat dihindari, tetapi haruslah diprediksi dan direncanakan pemanfaatan sebaik mungkin. Kecenderungan yang sering terjadi adalah adanya ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air. Untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan air dan ketersediaan air di masa mendatang, diperlukan upaya pengkajian komponen-komponen kebutuhan air, serta efisiensi penggunaan air. Kebutuhan air domestik dan Non Domestik sebesar 50,93 lt/dt untuk saat ini, 68,34 lt/dt untuk 2 tahun mendatang, 87,09 lt/dt untuk 5 tahun mendatang, 111,96 lt/dt untuk 10 tahun mendatang dan sebesar 160,06 lt/dt untuk 20 tahun mendatang. Kebutuhan air irigasi total sebesar 37.305,7 lt/dt mengairi sawah seluas 36.180 ha. Kebutuhan air Industri sebesar 4,68 lt/dt untuk saat ini, 4,74 lt/dt untuk 2 tahun mendatang, 4,84 lt/dt untuk 5 tahun mendatang, 5,04 lt/dt untuk 10 tahun mendatang dan sebesar 5,54 lt/dt untuk 20 tahun mendatang. Kebutuhan air Perikanan sebesar 281,72 lt/dt untuk saat ini, 296,13 lt/dt untuk 2 tahun mendatang, 319,92 lt/dt untuk 5 tahun mendatang, 366,52 lt/dt untuk 10 tahun mendatang dan sebesar 495,48 lt/dt untuk 20 tahun mendatang. Dari hasil perhitungan diatas daerah layanan yang mengalami defisit air pada saat ini : Pakem, Botolinggo, Tlogosari, Bondowoso, 2 tahun mendatang : Pakem, Botolinggo, Tlogosari, Bondowoso, 5 tahun mendatang : Pakem, Botolinggo, Tlogosari, Bondowoso, Tenggarang, Sukosari, 10 tahun mendatang : Pakem, Botolinggo, Tlogosari, Bondowoso, Tenggarang, Sukosari, Maesan, 20 tahun mendatang : Pakem, Botolinggo, Tlogosari, Bondowoso, Tenggarang, Sukosari, Maesan, Prajekan, Curahdami Ketersediaan dan Kebutuhan air pada Das Sampean mengalami defisit pada beberapa daerah layanan yang pada kondisi 2,5,10 hinggga 20 mendatang semakin bertambah daerah layanan yang mengalami defisit, Kebutuhan air yang mendominasi penggunaan air permukaan di Das Sampean adalah kebutuhan air irigasi, pada kondisi di daerah studi penggunaan air untuk kebutuhan industri dan perikanan banyak menggunakan air dari saluran irigasi yang mengakibatkan berkurangnya kapasitas air yang masuk pada petak sawah. Keadaan ini ditunjang dengan belum dimanfaatkan dan minimnya sarana bangunan air dari sumber-sumber air lainnya. Oleh sebab itu direkomendasikan agar dilakukan studi dan survey lebih lanjut dari aspek topografi, geologi, hidrologi untuk mengatasi penyediaan air pada daerah defisit, baik interkoneksi dari daerah surplus ke daerah defisit serta perlu dilakukan studi, survey dan investigasi lebih lanjut untuk mencari sumber air baru (bawah permukaan, permukaan) sebagai pemenuhan kebutuhan domestik dan non domestik Kata kunci : Ketersediaan, Kebutuhan, Neraca Air.
a

requirements. surface) as the fulfillment of the needs of domestic and non domestic water supply. The food needs of people's activities are always closely related to water requirements. on study areas condition. This demand can not be avoided.68 liters/sec for the time being. Key words : availability.06 for the next 20 years. Bondowoso.92 liters /sec for the next 5 years. Untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan air dan ketersediaan air di masa mendatang. tlogosari. the need for water which dominates the use of surface water in das sampean is the necessity for irrigation water demand. 68. sukosari. tenggarang. botolinggo.84 liters/sec for the next 5 years. curahdami. the use of water for many industrial and fishery. hydrology.96 liters/sec for the next 10 years and 160.74 liters/quotation for the next two years. To achieve a balance of water demand and water availability in the future. From that calculation.09 liters/sec for the next 5 years. geology. Tuntutan tersebut tidak dapat dihindari. botolinggo. is that the imbalance between availability and demand of water. botolinggo. Pemenuhan kebutuhan pangan dan aktivitas penduduk selalu erat kaitannya dengan kebutuhan akan air. sukosari. Total irrigation water requirements of 37305. Therefore be recommended for further study and survey of aspects of topography. the next 5 years: pakem. studying and surveying the components of water demand and water use efficiency are needed. Availability and water demand in das sampean. 366.10 and 20 years the areas will Progressively increasing in deficit. Bondowoso. tlogosari.34 liters/sec for the next 2 years. Fishery water needs of 281. in the next 2 years: pakem. it must be predicted and go with planned utilization instead.48 liters/sec for the next 20 years. tenggarang. on the condition of the next 2. 296. and next 20 years: pakem. maesan. Bondowoso. 319. to overcome the water supply in deficit areas. that result for reduced capacity of water supply for the wet rice fields. maesan. This situation is worsen by the lack of facilitation use from other water sources.72 liters/sec for the time being. tlogosari. uses water supply from irrigation channels.13 liters/second for 2 years. the next 10 years: pakem. 4.7 liters per second to irrigate rice fields that covering an area of 36. The tendency that often go with it. tlogosari.54 liters/sec for the next 20 years. Industrial water needs 4. 5.180 ha. botolinggo. tlogosari. prajekan. sukosari. 4. botolinggo.ABSTRACT The development of the territory in an area will cause the water demand increased continually. 87.5. both interconnection of surplus areas to deficit areas and necessarily to study. diperlukan upaya pengkajian komponen- . 111. The needs of domestic and non domestic water are 50. Bondowoso. deficit in some areas of services. lined with population growth. the service areas with deficit water are: pakem. Kecenderungan yang sering terjadi adalah adanya ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air.Bondowoso.93 liters / sec for the time being. tenggarang. water balance PENDAHULUAN Perkembangan wilayah pada suatu daerah akan menyebabkan kebutuhan air terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk.52 liters/sec for the next 10 years and 495. tetapi haruslah diprediksi dan direncanakan pemanfaatan sebaik mungkin.04 liters/sec for the next 10 years and 5. survey and further investigations to find new water sources (subsurface.

2002 terjadi penyusutan yang begitu drastis hutan rakyat. 2006) Secara keseluruhan jumlah air di planet bumi ini relatif tetap dari masa ke masa (Suripin. sungai atau danau dan sebagian lagi akan meresap jatuh ke tanah sebagai pengisian kembali (recharge) pada kandungan air tanah yang ada (Anonim. (Proyek Penatagunaan dan Perencanaan Sumberdaya Air WS. masalah pengelolaan DAS yang tidak sebagaimana mestinya juga turut memicu ketidakseimbangan siklus hidrologi yang terjadi yang . Konsep siklus hidrologi adalah bahwa jumlah air di suatu luasan tertentu di hamparan bumi dipengaruhi oleh masukan (input) dan keluaran (output) yang terjadi. Hujan yang jatuh di atas permukaan pada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS) atau Wilayah Sungai (WS) sebagian akan menguap kembali sesuai dengan proses iklimnya. industri dan perikanan). Mengingat kecenderungan ketersediaan air khususnya dari air permukaan (sungai) yang tetap sedangkan kebutuhan yang terus meningkat. 2002). hutan rakyat diganti dengan tanaman perkebunan dan semusim. dengan indikator Indeks Penggunaan Air (IPA) > 1 masuk dalam kategori buruk. hal ini penting dilakukan karena kebutuhan air untuk irigasi merupakan komponen yang paling tinggi kebutuhan airnya.mengakibatkan ketidakseimbangan ketersediaan dan kebutuhan air ditunjukkan dengan hasil penelitian oleh Departemen Kehutanan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kehutanan Balai Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.Bapenas. direktorat Pengairan dan irigasi tahun 2007 (www.komponen kebutuhan air. mengacu pada Rencana Tata Ruang wilayah pada daerah studi bahwa pengembangan kota akan diarahkan pada perkembangan beberapa sektor tersebut. agar tidak terjadi kekurangan air maka harus segera dilakukan upaya-upaya efisiensi pemakaian air. Hal ini karena ketersediaan air mengandung unsur variabilitas ruang (spatial variability) dan variabilitas waktu (temporal variability) yang sangat tinggi. air permukaan dan air tanah. Komponen-komponen yang paling berpengaruh untuk menghitung neraca air adalah kebutuhan air irigasi dan kebutuhan air untuk RKI (rumah tangga. Berdasarkan beberapa hasil analisa dari ketiga sumber tersebut maka perlu dilakukan analisa ketersediaan dan kebutuhan air pada DAS Sampean. sering sulit untuk diatur dan diprediksi dengan akurat. Dengan demikian hendaknya dilakukan suatu perencanaan yang tepat agar kebutuhan air dapat terpenuhi. 10 hingga 20 tahun mendatang TINJAUAN PUSTAKA Ketersediaan air dalam pengertian sumberdaya air pada dasarnya berasal dari air hujan (atmosferik). Fenomena diatas didukung oleh data yang terdapat pada situs Bappenas. Perbandingan antara tegakan hutan rakyat yang ditebang dengan penanaman adalah 3:1 yang mengakibatkan recharge area pada DAS Sampean semakin berkurang. serta efisiensi penggunaan air.id) menunjukkan pada Kabupaten Bondowoso yang wilayahnya merupakan sebagian besar dari das Sampean akan mengalami satu bulan defisit air selama satu tahun mulai dari tahun 2015 hingga dua puluh tahun mendatang. Diperkuat dengan pernyataan dari Balai Pengelolaan Wilayah Sungai Sampean Baru yang menempatkan kekeringan merupakan isu pokok. Ketersediaan air yang merupakan bagian dari fenomena alam.Sampean Baru. 2002). Kebutuhan air di kehidupan kita sangat luas dan selalu diinginkan dalam jumlah yang . Diharapkan analisa ini dapat memberikan masukan dan pedoman dalam mengatasi pengelolaan air dalam kurun waktu 2. Khusus kebutuhan air untuk irigasi diperlukan pengkajian dan perencanaan unit kebutuhan airnya secara cermat dan teliti.go. Sebagian besar petani menebang tegakan hutannya karena harga kayu yang tidak menguntungkan menurut ukuran petani. 5. perkotaan. sebagian akan mengalir melalui permukaan dan sub permukaan masuk ke dalam saluran.

35 Juta km3 atau hanya sekitar 1 % dari air tawar yang ada di bumi (Suripin. Yang termasuk air permukaan meliputiair sungai (rivers). 2006). maka kekurangan air ini harus ditambah dalam suatu usaha pemanfaatan air. 2006). danau dan waduk. Untuk mengetahui ketersediaan air disungai diperlukan data yang cukup panjang dan handal. dimana semua ini merupakan bagian dari sistem sungai yang menyeluruh. yang akan digunakan sebagai acuan adalah andalan dari pencatatan yang ada. danau. Apabila penyadapan air akan dilakukan dari sungai yang masih alami. Untuk analisis ketersediaan air permukaan. waduk dan lainnya. Metode debit rata-rata minimum. karakteristik Metode Debit Rata-rata minimum antara lain dalam satu tahun hanya diambil satu data (data debit rata-rata harian dalam satu tahun). namun pemanfaatan air tanah membutuhkan biaya operasional pompa yang sangat mahal (M. saluran (stream). 2006). . jika sirkulasi tidak merata maka akan terjadi bermacam kesulitan diantaranya sirkulasi yang kurang. Untuk aliran sungai yang memiliki data pengukuran. Anis A dkk. Yang paling berperan dalam studi ketersediaan air permukaan adalah data rekaman debit aliran sungai. (Prakarsa Strategis Pengelolaan Sumber Daya Air Untuk Mengatasi Banjir Dan Kekeringan Di Pulau Jawa. 2009). Dari ketiga sumber air tersebut di atas.cukup pada saat yang tepat. begitu halnya dengan air yang mengalir ke dalam tanah. Dengan data yang cukup panjang dapat digunakan analisis statistika untuk mengetahui gambaran umum secara kuantitatif besaran jumlah air . Debit andalan adalah debit yang tersedia sepanjang tahun dengan besarnya resiko kegagalan tertentu ( Montarcih. Terdapat empat metode untuk analisa debit andalan (Montarcih. maka diperlukan rekaman data dari periode-periode aliran rendah yang kristis yang cukup panjang. Jumlah air permukaan diperkirakan hanya 0. 2002). Oleh karena itu. Aliran yang terukur di sungai atau saluran maupun danau merupakan ketersediaan debit air permukaan. Menurut pengamatan dan pengalaman. Penggunaan air tanah sangat membantu pemenuhan kebutuhan air baku maupun air irigasi pada daerah yang sulit mendapatkan air permukaan. sehingga informasi keragaman debit terhadap waktu kejadian debit rendah dan tinggi dapat tercakup dan mewakili kejadian-kejadian tersebut. 1980). (Sosrodarsono. kandungan air yang tersimpan dalam tanah merupakan ketersediaan debit air tanah. Debit Sungai dan Debit Intake Untuk kebutuhan usaha pemanfaatan air. yang mempunyai ketersediaan paling besar untuk dimanfaatkan adalah sumber air permukaan dalam bentuk air di sungai. sumber (springs). Rekaman tersebut harus berkesinambungan dalam periode waktu yang dapat digunakan untuk pelaksanaan proyek penyediaan air. 2009) antara lain : 1. Peluang terjadinya atau terlampauinya suatu besaran debit atau yang dalam literatur dinyatakan dengan debit andalan. sehingga besar pasok air dapat diketahui. analisis kuantitatif dan kualitatif harus dilakukan secermat mungkin agar dapat dihasilkan informasi yang akurat untuk perencanaan dan pengelolaan sumberdaya air. ketersediaan airnya dapat ditentukan peluang terjadinya atau terlampauinya yang dapat dihitung dengan metode statistika. pengamatan permukaan air sungai dilaksanakan pada tempat-tempat di mana akan dibangun bangunan air seperti bendungan dan bangunan–bangunan pengambilan air dan lain-lain (Sosrodarsono. saluran. Air Permukaan Air permukaan adalah air yang mengalir secara berkesinambungan atau dengan terputus-putus dalam alur sungai atau saluran dari sumbernya yang tertentu. Air permukaan yang dibutuhkan untuk kehidupan dan produksi adalah air yang terdapat dalam proses sirkulasi air (siklus hidrologi).

telaga. ranu. dan mata air (spring water). Untuk menghitung besarnya debit intake yang datanya bersifat hipotetic menggunakan nilai modus. mengingat pembangunan bendung yang besar untuk pengukuran aliran memerlukan biaya yang besar.metode ini sesuai untuk daerah aliran sungai dengan fluktuasi debit maksimum dan debit minimum tidak terlalu besar dari tahun ke tahun serta kebutuhan relatif konstan sepanjang tahun. Untuk debit berbasis tahun kering adalah jika debit rata-rata tahunannya lebih kecil dari debit rata-rata keseluruhan tahun. maka debit dapat dihitung. Metode ini cocok untuk DAS dengan fluktuasi debit maksimum dan debit minimum relatif besar dari tahun ke tahun. baik yang terdapat diatas. Jika permukaan air di udik bendung sudah diketahui. Angka modus lebih bermanfaat sebagai angka prakiraan besarnya nilai tengah dan sebagai indikasi pusat penyebaran data (Chay. tahun kering dan tahun basah. yaitu debit yang dilampaui oleh debit-debit sebanyak 95 hari dalam 1 tahun. waduk. maupun di bawah permukaan tanah. 2. Metode ini paling sering dipakai karena keandalan debit dihitung bulan Jabuari sampai dengan Bulan Desember.3 % ƒ Debit air normal. embung. 2006). Pola tata tanam yang direncanakan untuk suatu daerah irigasi merupakan jadual . Sedangkan untuk debit berbasis tahun basah adalah jika debit rata-rata tahunannya lebih kecil dari debit rata-rata keseluruhan tahun. kebutuhan relatif tidak konstan sepanjang tahun. antara lain. yaitu debit yang dilampaui debit-debit sebanyak 355 hari dalam 1 tahun. Umumnya di bidang irigasi dipakai debit dengan keandalan 80 %. berhubungan dengan basis tahun normal. jadi lebih bisa menggambarkan keadaan pada musim kemarau dan penghujan. Kebutuhan air Irigasi Pola tata tanam akan memberikan gambaran tentang jenis dan luas tanaman yang akan diusahakan dalam satu tahun.7 % ƒ Debit air cukup. Metode Tahun Dasar Perencanaan. Jadi permukaan air diudik bendung harus dicatat (Sosrodarsono. keandalan : 50. Metode flow characteristic. keandalan : 26. Yang dimaksud debit berbasis tahun normal adalah jika debit rata-rata tahunannya kurang lebih sama dengan debit rata-rata keseluruhan tahun.3 % ƒ Debit air rendah. Biasanya bendung hanya digunakan pada tempat yang kecil debitnya. Metode Bulan Dasar Perencanaan.0 % 3. keandalan : 97. analisa debit andalan menggunakan Metode ini biasanya digunakan dalam perencanaan atau pengelolaan irigasi. mata air adalah tempattempat atau wadah-wadah air. keandalan : 75. yaitu debit yang dilampaui oleh debit-debit sebanyak 185 hari dalam 1 tahun.2004). sehingga rumus untuk menentukan tahun dasar perencanaan adalah sebagai berikut : n +1 R80 = 5 Dengan : n = kala ulang pengamatan yang diinginkan R80 = debit yang terjadi < R80 adalah 20% 4. situ. yaitu debit yang dilampaui oleh debit-debit sebanyak 275 hari dalam 1 tahun. dan data yang tersedia cukup panjang. analisa debit andalan menggunkan metode ini hampir sama dengan Metode Flow Characteristic yang dianalisa untuk bulan-bulan tertentu. Mata Air Menurut undang-undang no 11 tahun 1974 pasal 1 ayat 3. Keandalan berdasar kondisi debit dibedakan menjadi 4 antara lain : ƒ Debit air musim kering. Sedangkan menurut Undang no 7 Tahun 2004 pasal 35 ayat 2 yang dimaksud dengan sumber air permukaan lainnya.

000 3. Kota besar : (30 – 45) % x kebutuhan air domestik 2.000.000 – 1. (Anonim. maka nilai/angka-angka tersebut dinamakan koefisien tanaman atau luas polowijo relatif (LPR). ƒ Untuk proses industri Diklasifikasikan pada Tabel 3 Tabel 3.000 – 20.000 – 2. Berbagai jenis tanaman untuk pertumbuhannya memerlukan kebutuhan air yang berbeda.0 (polowijo) berdasarkan pada kebutuhan air tanaman polowijo dan faktor-faktor lain ditentukan berdasarkan jenis tanaman dengan persamaan: Nilai LPR= Luas x K dengan: Nilai LPR = nilai luas polowijo relatif (pol. Tabel 2 Standar Kebutuhan Air Rumah Tangga Berdasarkan Jenis Kota dan Jumlah Penduduk Kebutuhan air non domestik 1.000 100. Berbagai jenis tanaman mempunyai kebutuhan air yang bervariasi.000 500.000 Jenis Kota Jumlah Kebutuhan Air (l/org/hari) >210 150 . Bila kebutuhan air tersebut dibandingkan dengan kebutuhan air untuk tanaman polowijo. Besarnya standar kebutuhan air industri adalah sebagai berikut: ƒ Untuk pekerja industri Kebutuhan air untuk pekerja industri merupakan kebutuhan air domestik yang telah disesuaikan dengan kebutuhan pekerja pabrik.000 – 500. hidran umum. Kebutuhan Air Rumah Tangga Kebutuhan air rumah tangga adalah air yang diperlukan untuk rumah tangga. 2000). kota kecil : (10 – 20) % x kebutuhan air domestik Kebutuhan Air Industri Untuk menghitung kebutuhan air irigasi digunakan standar kebutuhan air industri. biasanya diperoleh dari sumur dangkal.000. Kota sedang : (20 – 30) % x kebutuhan air domestik 3.000. Kebutuhan Air Industri Berdasarkan Beberapa Proses Industri .000.120 90 – 100 60 .000 1. perpipaan.5 0 1 0 1 1 Jumlah Penduduk > 2.000 20.210 120 – 150 100 . bergantung pada jenis dan tahap pertumbuhan tanaman.000 – 100.100 Metropolitan Metropolitan Besar Besar Sedang Kecil Sumber : Anonim. Standar kebutuhan air industri ini berdasarkan proses atau jenis industri yang ada pada wilayah yang akan dikembangkan dan rencana jumlah pekerja pada industri tersebut. 2000 Pada metode ini harga dasar LPR ditentukan 1.ha) Luas = luas lahan yang ditanami (ha) K = faktor tanaman (pol) Total nilai LPR didapat dari jumlah nilai LPR untuk tiap jenis tanaman dalam tiap tahap. Adapun jumlah kebutuhan air tersebut adalah 60 liter/pekerja/hari. Tabel 1 Harga K untuk berbagai jenis tanaman Jenis Tanaman Padi (periode pembibitan) Padi (periode persiapan lahan) Padi (masa pertumbuhan) Tebu (masa muda) Tebu (masa dewasa) Polowijo Tanah kosong Padi liar t b h Tembakau (semua ) tahap Faktor Tanaman (pol) 20 6 4 1.tanam yang disesuaikan dengan ketersediaan airnya.

Secara kuantitatif air yang diberikan harus mampu mengairi seluruh areal perkolaman. Menurut Mather (1978) istilah neraca air mempunyai beberapa arti yang berbeda tergantung dari skala ruang dan waktu : • Skala makro : neraca air dapat digunakan dalam pengertian yang sama seperti siklus hidrologi. Tahapan Kajian .000 – Disesuai 97. mingguan. dalam hal ini adalah kolam. bulanan ataupun tahunan sesuai dengan keperluan(I Gede. neraca global tahunan dari air di lautan. atau cm). Neraca air merupakan perimbangan antara masukan (input) dan keluaran (output) air di suatu tempat pada suatu saat/ periode tertentu. • Skala meso : neraca air dari suatu wilayah atau suatu drainase basin utama.35 juta Proses pengolahan tekstil 400 – 700 I/kapita/h ari Industri besar • Skala mikro : neraca air yang diselidiki dari lapangan bervegetasi.600 – 11. 2000 Kebutuhan Air Perikanan Budidaya ikan air tawar. Dalam perhitungan digunakan satuan tinggi air (mm.Jenis Industri Industri rumah tangga Industri kecil Industri sedang Jenis Proses Industri Kebutuh an Air Mutu Air (I/hari) Belum ada. mempunyai pengertian teknis yaitu suatu perairan buatan yang luasnya terbatas. Metode yang digunakan dalam kajian ini bersifat deskriptif yang merupakan analisa fenomena/kejadian pada masa lampau dan bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pada periode tertentu sebagai dasar perencanaan untuk masa mendatang berdasarkan data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuannya berdasarkan analisa secara teoritis dan empiris yang kemudian ditarik kesimpulan dari hasil analisa yang telah dilakukan. sengaja dibuat manusia dan mudah dikuasai.000 industri dan biota perairan lainnya – 1.206 km2 . sehingga budidaya ikan tidak tersendat-sendat dan kolam bisa dipergunakan sebagaimana mestinya.200 Industri es 18. Minuman ringan 1. Satuan waktu yang digunakan dapat dipilih satuan harian. dan mudah diatur menurut kehendak kita. atmosfer dan bumi pada semua fase. tegakan hutan atau kejadian individu pohon. Lokasi Studi Gambar 1. Debit air yang baik untuk kolam tidak kurang dari 10 – 15 lt/dt/ha. Karena ketersediaan air di sungai tergantung dari kondisi alamiah Daerah Aliran Sungai yang mana merupakan kesatuan wilayah tata air. Mudah dikuasai dapat diartikan mudah diisi. Lokasi Studi Daerah Aliran Sungai (DAS) Sampean digunakan dasar untuk perencanaan sumberdaya air dalam analisa neraca air memerlukan keterpaduan dari semua aspek. METODE STUDI Lokasi studi Analisa Ketersediaan dan Kebutuhan Air pada Daerah Aliran Sungai Sampean yang terletak pada Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Situbondo dengan luas DAS 1. rekomendasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan air rumah tangga.2009). dekad (10 harian). Neraca Air Penyusunan neraca air di suatu tempat dan pada suatu tempat dimaksudkan untuk mengetahui jumlah netto dari air yang diperoleh sehingga dapat diupayakan pemanfaatannya sebaik mungkin (I Gede. dikeringkan.000 – proses 78 juta Industri pembekuan ikan 225.000 kan dengan Minuman ringan 65.000 – 67.000 Kecap 12. Industri tekstil Sumber: Anonim.2009).

11 19. 2. 1. maka ditentukan upaya – upaya pencegahan dan penanganan serta rekomendasi berdasarkan hasil analisa pada langkah nomor 6.78 160.15 sampai 20 Tahun mendatang .794 jiwa dan akan meningkat menjadi 929. non domestik.16 12. 20 tahun mendatang No 1 2 3 4 5 6 Total (lt/dt) Daerah Layanan Maesan Tamanan Tlogosari Sukosari Pakem Curahdami Kebutuhan Air Tahun (lt/dt) 2007 6.12 7.00 6. 2.53 50. 2007) maka dimungkinkan adanya penggunaan air yang tidak melebihi kebutuhan pokok seharisehari.54 111. 2.176 jiwa 10 tahun mendatang dan 2. Tabel 5. secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut: 1.745 jiwa pada 20 tahun mendatang.87 87. Menghitung kebutuhan air total yaitu . Kapasitas mata air pada bangunan penangkap air yang disediakan oleh PDAM sebagai penyuplai kebutuhan air domestik dan non domestik.16 19.18 % per tahun.34 2012 12.18 15. Debit andalan berdasarkan data pengukuran debit Sungai dan debit intake pada setiap bendung dengan periode 10 th.61 39.53 6. irigasi dan perikanan untuk masing – masing periode waktu kajian.02 % (RTRW Kabupaten Bondosowo.72 7. Kebutuhan Air Industri Kebutuhan air industri adalah kebutuhan air untuk proses industri dan kebutuhan pekerja industri.010.85 10. 3.90 2009 9. 10 dan 20 tahun mendatang Dari hasil perhitungan water balance pada langkah nomor 5 di atas.77 12.47 9. 1. 10 tahun dan 20 tahun kedepan 5. Pada saat ini jumlah penduduk pada DAS Sampean jika dipandang dari parameter jumlah penduduk termasuk kategori kota besar akan tetapi kebutuhan dan penggunaan akan air tidak dapat dipandang sama besarnya karena bagaimanapun melihat kondisi kondisi perekonomian Kabupaten Bondowoso yang 90 % wilayahnya masuk sebagai bagian dari DAS Sampean mengalami perkembangan perekonomian yang relatif kecil pertahunnya yaitu 0.Tahapan – tahapan kajian disajikan pada Gambar 3.30 49.06 Sumber : Hasil Perhitungan Jumlah penduduk total yang menduduki DAS Sampean sampai saat ini adalah 886. Pengumpulan data-data yang telah dilakukan. Melakukan analisa kebutuhan air total di DAS Sampaen untuk proyeksi 2 tahun.06 11. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan data jumlah penduduk dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bondowoso dan Situbondo tahun 2003 sampai dengan tahun 2007.5.53 26.06 10.55 16.09 31.66 15.13 8.21 17. 5. rumah tangga. 10. dapat diketahui kondisi daerah yang mengalami defisit dan surplus untuk kondisi saat ini. Kebutuhan Air Domestik dan Non Domestik Tabel 4 Rekapitulasi Kebutuhan Air Domestik dan Non Domestik pada saat ini. agar ketersediaan air di DAS Sampean dapat dimanfaatkan secara efisien dalam penggunaannya.64 8.540 jiwa 5 tahun mendatang. Kebutuhan Air Industri Pada DAS Sampean 2.154 jiwa 2 tahun mendatang.55 68. 4. Dilakukan analisa neraca air dari perhitungan nomor 5 di atas.83 22.75 26.09 2017 15. b.210. 5. laju pertumbuhan penduduk rata-rata pada Das Sampean adalah 3.96 2027 19. 5 tahun. Melakukan analisa neraca air (water balance) pada masing-masing daerah layanan dari ketersediaan dan kebutuhan air hasil perhitungan langkah sebelumnya 6.042.60 4. industri. Menghitung debit ketersediaan air pada DAS Sampean dengan menghitung ketersediaan debit pada bangunan air yang ada : a.

4 2 3 2 5.9 16 4 2 .789 jiwa . .8 4 3 40 .521 0. sementara 10 daerah layanan yang lain pemenuhan kebutuhan airnya berasal dari layanan PDAM menggunakan sumur Bor dan 10 daerah layanan yang lain menggunakan sumur Bor sendiri tidak menggunakan layanan dari PDAM. Tabel 6 Kebutuhan Air Perikanan Pada DAS Sampean 2.3 90 19 .977 0.1 73 3 3 . Pada studi ini analisa dilakukan pada ketersediaan air permukaan.450 0.3 73 4 0 .3 9 0 1 7 .3 90 1 5.338 0.232 0.8 23 7 6 . Kebutuhan Air Irigasi Pola tanam yang diterapkan pada masing-masing daerah irigasi di DAS Sampean didasarkan pada pola tanam yang diterapkan pada daerah studi.4 60 7 . konveksi. sandang kulit.232 0.4 3 7 2 .3 62 3 8 .7 94 7 .521 0. 5.4 98 5 6 . kimia.016 0.4 06 3 5 .467 0. dan batu hias dengan total 8 unit industri dengan tenaga kerja total sejumlah 1906 jiwa yang paling banyak membutuhkan air disamping ke 13 daerah layanan lainnya.467 0. Berdasarkan hasil perhitungan didapat kebutuhan air tertinggi pada daerah layanan Situbondo dengan kebutuhan rata-rata per tahun sebesar 7455.2 22 2 . Kebutuhan Air Perikanan Debit air yang baik untuk kolam 10 lt/dt/ha.103 0.521 0.5 90 2 2 .1 0 1 7 .1 70 1 1 .8 58 1 0.7 4 3 6 .303 0.8 7 9 3 7 .7 8 7 2 1 .7 1 6 28 .663 0.675 0.419 0.9 37 1 4 .1 6 3 Jumlah total lahan perikanan sampai tahun terakhir adalah 31.0 2 8 13 . Berdasarkan perhitungan di atas terlihat daerah layanan Grujugan membutuhkan kebutuhan air industri paling besar dikarenakan terdapat beberapa pusat industri pada kecamatan grujugan diantaranya industri kimia.303 0.218 0.218 0.5 1 8 22 .2 6 0 1 .338 0. batu hias dan batik yang pada saat ini berjumlah 57 unit dengan total pekerja sejumlah 7.3 5 7 12 .6 2 5 9 .0 8 0 7 .7 00 1 9.3 9 0 2 3 . meubel rokok.7 4 7 2 2 .8 59 2 6 .232 0.521 0. Kebutuhan air yang besar terdapat pada musim tanam 1 sampai dengan karena pola tanam pada daerah studi adalah padipadi palawija-padi palawija.3 5 7 6 .9 08 1 .4 57 4 8 .103 0.3 4 3 39 .467 0.218 0.036 0. Seperti telah dinyatakan pada pembahasan sebelumnya bahwa 90 % wilayah DAS Sampean secara administratif berada pada Kabupaten Bondowoso (23 Kecamatan) dan 10 % (3 kecamatan) pada Kabupaten Situbondo.459 0.0 42 1 0 .723 Jumlah industri di DAS Sampean mencapai 57 unit industri kecil antara lain industri makanan dan minuman.4 4 0 23 .232 0.4 7 5 2 0 .016 0.4 34 8 .5 0 0 9 . Perhitungan Debit dengan debit andalan menggunakan metode basic month.054 0.551 1.036 0.4 00 1 2 .2 7 5 1 7 .5 34 2 7 .4 74 6 .054 0.487 0.3 9 0 1 6 .103 0.303 0.521 0.4 18 6 . oleh sebab itu dilakukan perhitungan debit andalan (tabel 7) dengan keandalan yang ada pada mata air yang ditangkap oleh bangunan penangkap air (bronkaptering) dengan kapasitas dimnafaatkan bangunan penangkap.551 1.6 1 7 7 .303 0. berdasarkan perhitungan diatas didapatkan kebutuhan air perikanan terbesar terdapat pada daerah layanan Sukosari memiliki luas lahan perikanan terbesar di DAS Sampean. industri meubel.467 0.7 14 1 0 .036 0.52 ha.303 0.551 1.6 44 9 .232 0.5 41 4 7 .054 0.9 43 1 1 .551 1.2 25 1 7.338 0.3 11 3 2 .8 57 4 1 .7 9 8 3 2.8 14 1 3 .6 0 5 55 .3 60 7 4 .1 3 8 49 .338 0.103 0.6 2 4 1 3 .016 0.6 33 6 .547 0.551 1.6 56 1 4 .6 0 8 11 .534 0.9 26 7 .0 00 3 7.0 97 2 7 .5 97 6 .338 0.054 0.016 0.6 87 2 0 .5 0 5 4 0.3 5 2 1 8 . Ketersediaan Air Mata air merupakan air permukaan untuk memenuhi kebutuhan domestik dan non domestik masyarakat sekitarnya.016 0. Pemenuhan Kebutuhan Domestik dan Non Domestik pada 6 daerah layanan dilayani oleh Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Bondowoso dengan menggunakan mata air yang ditangkap melalui bangunan penangkap air (bronkaptering).No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Water District (Daerah Layanan) Maesan Prajekan Jambesari Pakem Tenggarang Botolinggo Klabang tamanan Grujugan Curahdami Pujer Tapen Bondowoso Kebutuhan Air saat ini 2 th 5 th (Lt/dt) 10 th 20 th 0.1 23 9 .036 0.6 0 0 2 8.2 4 8 14 .98 lt/dt mengairi sawah seluas 8613 ha dan kebutuhan air terendah pada daerah layanan Grujugan dengan kebutuhan rata-rata pertahun sebesar 88.01 lt/dt mengairi sawah seluas 179 ha.054 0. 10 sampai dengan 20 Tahun mendatang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 W a te r D i stri ct (D a e ra h L ay a na n) M ae s a n C e rm e e P ra jek a n J am b e sa ri P a k em te n gg a ran g B in a k a l W on os a ri B o to ling g o K la b a ng T a m a na n G ru ju g an C u ra hd am i T log o s ar i S u ko s ari B o n do w o so K e b u tuh an Air s a a t in i 2 th 5 th ( L t /d t ) 1 0 th 2 0 th 1 2.4 81 19 .036 0.467 0.218 0.218 0.2 18 3 0 .103 0. kuningan. industri rokok.

92 3877.01 3119.90 1091.08 501.86 244.76 2.14 794.20 1.87 224.6 lt/dt.00 6.08 Sumber : Hasil Perhitungan Berdasarkan hasil perhitungan diatas pada 7 (Tujuh) daerah layanan debit sungai dengan keandalan 80% lebih besar dari debit intake.98 1661.08 1153.58 4597.50 4236.95 Qandalan 50.29 608. ini menunjukkan limpasan yang terjadi cukup besar sehingga dapat ditinjau kembali pola operasi pintu pengambilan dengan kesesuaian debit yang digunakan untuk pemenuhan kebutuhan air didaerah layanan tersebut.00 JUNI 6.00 1.00 3.51 3951.0 % mencapai 594.38 5423.79 44.75 3.80 3.77 399.12 2279.28 947. dapat diterjemahkan bahwa sebenarnya jumlah air di bumi ini adalah tetap.3 % mencapai 85. industri dan perikanan yang terlayani dari sungai dilakukan perhitungan debit andalan menggunakan metode basic month.10 970. Pada ke 12 (dua belas) daerah layanan lainnya dengan keandalan debit sungai 80 % debit sungai lebih kecil dari debit intake.05 2328.08 3399.08 11.97 1827. kondisi ini menunjukkan pada sebagian bendung tidak ada air yang melimpas ke hilir.00 2.7 % 821.80 3.50 3767.67 893.00 APRIL 14.00 2.37 3550.93 841.65 2996. 2001).96 938.56 1107.20 3.07 959.81 2424.80 3.30 2.56 2143.35 3164.48 3663.98lt/dt.40 Qandalan 75.25 1.39 2789.89 606.33 1383.00 9.00 618. debit air cukup (keandalan 26 %).50 AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOPEMBER DESEMBER Rerata lt/dt 10.77 16.92 2.75 3.00 1.00 2.00 10.65 247.40 10.56 880.40 7815.21 Sumber : Hasil Perhitungan Sungai sebagai salah satu bentuk air permukaan merupakan pemenuh kebutuhan Sektor Irigasi.80 3. Melihat ketersediaan air yang dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan yang harus terpenuhi sepanjang tahun maka perlu diketahui keandalan berdasarkan empat kondisi debit sepanjang tahun diantaranya debit air musim kering (keandalan 97.01 472.00 JULI lt/dt 6.04 279.50 661.41 1228.50 15.40 10.20 3.73 11201.34 2721.3 %).40 10. debit air normal (keandalan 50.51 3524.16 835.25 1712.12 886.77 Qandalan 26 % 922.89 201.04 1148.58 1236.64 598. Debit Sumber Ketersediaan Untuk Kebutuhan Domestik Dan Domestik DEBIT SUMBER NO 1 2 3 4 5 6 DAERAH LAYANAN Maesan Tamanan Tlogosari Sukosari Pakem Curahdami JANUARI PEBRUARI 7. dengan keandalan 97.80 3. Tabel 7.92 218.13 1520.96 830. Tabel 8 Debit Andalan Sungai dan Modus Debit Intake   No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Daerah Layanan Maesan Cermee Prajekan Jambesari Pakem Tenggarang Binakal Wonosari Botolinggo Bendung Q rerata Qandalan Qandalan 97.3 % 702.50 16.55 194418. Bangunan air pemenuh kebutuhan air irigasi adalah bendung dengan intake untuk pengambilan air dari sungai. debit air rendah (keandalan 75.00 MEI 14.70 9.65 1438.00 1.80 2.43 997.54 22836.39 16900.40 10.80 3.83 1526.93 1096.72 4461.97 4486.50 892.86 1123.00 2807.81 924.00 1017.80 10.00 10.40 17.34 1205.222.97 2540.50 16.80 2.99 1160.32 1728. dikarenakan studi ini tidak membahas perencanaan bangunan melainkan membahas antara kebutuhan dan ketersediaan air.00 1.50 15.00 MARET 15.49 772.13 2089.7 %).52 1138. Besarnya debit intake didapatkan dari data pengukuran pada masing – masing bangunan. Besarnya debit sungai didapatkan dari menjumlahkan antara data pengukuran debit intake dan debit limpasan .18 16484.87 2632.28 18217.00 1.63 8286. Ketersediaan air irigasi didapatkan dengan menghitung debit yang sering muncul pada bangunan pengambilan (intake).00 2.21 3.51 12007.12 578.04 Q Intake Dam Suger Dam Bunutan Dam Bluncong Dam Clangap Dam Gubri Dam Garu Dam Kabuaran Dam Batu Dam Asem Dam Pager Gunung Dam Celeng Dam Pring Jagung Dam Gunung Piring Dam Pakisan Dam Pinang Pait Dam Selokambang Sampean Baru Sampean Lama 817.62 2072.50 9.36 972.50 816.07 1311.50 16.11 15.30 12494.3 %).40 10.80 3.37 3392.20 1699.63 778.14 865. Industri dan Perikanan pada DAS Sampean.50 16.15 632.77 16.95 1370. Air di bumi ini mempunyai siklus yang disebut dengan daur hidrologi (Chay Asdak.24 1857. Sedangkan debit air musim kering yaitu debit yang dilampaui debit-debit sebanyak 355 hari dalam 1 tahun.49 4100. sedangkan untuk mengetahui total ketersediaan air untuk irigasi.75 1973.11 5705.38 297.40 10.32 1.30 9.94 1201.77 16.73 2587. Berdasarkan hasil perhitungan debit air cukup.38 1453. karena semua masuk ke pintu pengambilan mengiindikasikan pengambilan air berlebihan di hulu.00 1.71 1252.85 2301.73 2905.80 2.00 1.96 4201.24 1724.50 15.73 2.16 2972.15 776.00 3.33 238.19 649.21 19278.04 1177.40 17.77 4.34 985.48 1.34 968.19 12718.00 1.19 10 Klabang 11 Tamanan 12 Grujugan 13 Curahdami 14 Tlogosari 15 Sukosari 16 Bondowoso 17 Tapen 18 Situbondo 116111.Besarnya angka probabilitas yang akan diambil adalah 90 % dengan pertimbangan bahwa keandalan 90 % ini merupakan keandalan operasi.00 10.00 1.48 15.65 1358. Timbulnya daerah rawan banjir di daerah hulu seperti pada daerah layanan prajekan terjadi karena perubahan fisiografis lahan hutan yang berubah fungsi .37 68094.3 % 80 % 603. yaitu debit yang dilampaui oleh debit-debit sebanyak 95 hari dalam 1 tahun dengan keandalan 26.77 16.80 2.80 2865.

2.04 lt/dt mengairi sawah seluas 29.80 1.98 lt/dt. 4.80 1.57 516.47 20 thn -166.806.97 875.25 917.90 3.66 10 thn -160.97 11498.28 947.16 837. tabel 21 – 25 berikut : Neraca Air Berdasarkan perhitungan diatas dapat disajikan besarnya total ketersediaan dan Tabel 9.86 98.40 539.13 -446.15 -1256.60 2.09 2.2 % untuk debit mata air dan debit sungai yang diamati pada 21 daerah layanan dan diwakili 21 bendung pada sungai 20 sungai orde 1 dan 20 sungai orde 2 mengalami debit air cukup dengan keandalan 26.22 910.84 5.33 759.96 lt/dt untuk saat ini.986.39 11498. 4.28 959.06 lt/dt untuk 20 tahun mendatang.mengakibatkan perubahan perilaku kebutuhan air pada DAS Sampean pada hidrologi.48 3.6 lt/dt.62 117.27 759.68 -1347.98 saat ini -150. Daerah layanan yang mengalami defisit air pada : • Saat ini : Pakem. d. 345.01 472.78 -1450.141. Sukosari .455.47 72.53 3.65 35.63 4.222.36 -244.51 12007.24 62.98 5 thn 781.887.40 83.456.455.04 1297. Tenggarang.36 -968.26 -1254.33 759.106.08 1.10 79.99 1.11 7.91 504. 2.66 Neraca Air (lt/dt) 5 thn -153.80 5.29 1.03 1.287. Tlogosari.429.90 3.957.52 914.80 1.94 81. Kebutuhan air irigasi total sebesar 37.03 218.22 -404.63 4.22 2.59 3963.52 732.42 ‐5759. 3.18 16484.54 87.424.90 1.26 1296.65 717.36 -1270.03 1.04 lt/dt untuk 10 tahun mendatang dan sebesar 5.81 1.94 2.10 833.124.74 lt/dt untuk 2 tahun mendatang.986.93 1099.36 -976.26 514. 10 dan 20 tahun mendatang No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Water District (Daerah Layanan) Maesan Cermee Prajekan Jambesari Pakem Tenggarang Binakal Wonosari Botolinggo Klabang Tamanan Grujugan Curahdami Tlogosari Sukosari Bondowoso Tapen Situbondo Ketersediaan Air (lt/dt) 628.07 1311.410. Botolinggo.50 795.31 -1352.262.72 lt/dt untuk saat ini.473.68 875.06 4. Bondowoso • 2 tahun mendatang : Pakem.413.957.887.46 4551.98 10 thn 789.64 1289.62 216.15 -1256.60 -1264.470. c.04 1.43 592.39 11498.3 % mencapai 85. 319.11 89.42 lt/dt untuk 5 tahun mendatang.61 919. 5.455.42 ‐5618. Kebutuahan air Industri sebesar 4.33 2.486.11 7.11 7. 111.30 1293.51 879.60 1.68 -286.813. Botolinggo.957.344 ha.986.892.70 1.43 592.02 908.80 1.986.94 -11.55 145.245.48 4.99 2.08 1.33 -24.11 7.81 796. sedangkan debit air musim kering dengan keandalan 97.93 lt/dt untuk saat ini.25 2.23 79.12 -1493.54 lt/dt untuk 20 tahun mendatang. Ketersediaan air pada DAS Sampean untuk pemenuhan sektor domesik dan non domestik berasal dari mata air yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum pada enam bangunan penangkap dengan kapasitas total sebesar 44 lt/dt .84 lt/dt untuk 5 tahun mendatang.37 3550.30 1.806.97 1827.22 877. Neraca Air pada DAS Sampean untuk saat ini.98 20 thn 794.34 731.11 7.26 727.110. 396.810.99 1.34 731.986. Bondowoso.09 lt/dt untuk 5 tahun mendatang.40 83.13 592.22 2540.957.39 11498.42 ‐5824. Tlogosari. Bondowoso • 5 tahun mendatang : Pakem.36 -968.62 216.07 lt/dt untuk 10 tahun mendatang dan sebesar 535.78 -1450.94 1.17 119.889.68 875.34 lt/dt untuk 2 tahun mendatang.55 220. 68.427.97 1.96 lt/dt untuk 10 tahun mendatang dan sebesar 160.26 -1348. Kebutuhan air yang digunakan pada DAS Sampean sebagai berikut : a.71 5.36 -921.424.17 119.39 11498.42 ‐5716.21 4551.54 522.06 3.68 -1347.46 lt/dt untuk 2 tahun mendatang.957.84 -1347. 5.20 -1466.10 514.77 592.41 100.88 227.26 514.887.25 -1446.836.248.34 -407.86 98.30 4551.10 79.38 5.81 215.89 4551.39 Sumber : Hasil Perhitungan     PENUTUP Kesimpulan 1. b.74 -286.49 912. 87. Botolinggo.455.473.248.94 2.59 719.34 -407.34 2721.Berdasarkan data selama 10 tahun terakhir debit relatif tidak mengalami perubahan yang signifikan dengan pergeseran 25.64 602.69 841.99 566.95 -7.05 919.47 -286.88 2.46 4551.68 83.81 796.38 5.40 Kebutuhan Air (lt/dt) saat ini 778.94 -11.42 ‐5716.57 908.60 -421.455. Kebutuhan air domestik dan Non Domestik sebesar 50.0 % mencapai 594.413. Tlogosari.758.15 592.80 1.88 2.54 522.05 919.17 lt/dt untuk 20 tahun mendatang.54 759.02 908.39 4.91 129.73 1216.16 807.68 -286.423.36 -972.98 2 thn 781.97 477.64 2 thn -153.26 1296. Kebutuhan air Perikanan sebesar 303.480.99 -41.431.110.

Ray K. permukaan) sebagai pemenuhan kebutuhan domestik dan non domestik c. 2002. Tlogosari. Pembuatan instalasi pengelolaan air hujan sehingga dapat mengurangi penggunaan air baku. baik interkoneksi dari daerah surplus ke daerah defisit. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.1989. Air merupakan kebutuhan yang vital bagi makhluk hidup. I Nyoman G W. 2009. Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah. Anonim. Anna Arbor Science. mengingat sebagian besar wilayah DAS Sampean berada pada 1 daerah administratif. L. dengan tindakan konkrit diantaranya : kembali waduk 1. DAFTAR PUSTAKA Anis. Undang-undang Pengelolaan Sumber Daya Air. geologi. Anonim. Direktorat Jenderal Sumberdaya Air. 1980. Buletin Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Tlogosari. Malang Lonsley.• • 10 tahun mendatang : Pakem. Perlu dilakukan studi dan survey lebih lanjut dari aspek topografi. Tenggarang. Sukosari. Tenggarang. ada beberapa saran yang perlu dilakukan untuk menjaga keseimbangan air pada DAS Sampean : a. Jakarta Purbawa. Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Water Supplay Engineering Design. Maesan. Pedoman Perencanaan Sumberdaya Air Wilayah Sungai (Buku 1 s/d 10). Pembuatan sumur resapan dan penampung air hujan pada setiap pemukiman.Sampean Baru. b. 2008. Sukosari. Gadjah Mada University Press. Prajekan. 2009. oleh karena disarankan untuk melakukan penghematan dan pelestarian sumber daya air.M Al Layla. Chay. Dinas Pengairan Propinsi Jawa Timur. Perlu dilakukan studi. Menggunakan lapangan yang selama ini sudah tidak difungsikan 2. Bondowoso. Botolinggo. Fokusmedia. Volume 5 no. Menjaga kelestarian lahan hijau pada recharge area 3. d. I Gede A. 2006. University of Mosul. Teknik Sumber Daya Air. Analisis Spasial Normal Ketersediaan Air Tanah Bulanan di Provinsi Bali. dkk. Proyek Penatagunaan dan Perencanaan Sumberdaya Air WS. Citra. Botolinggo.2004. hidrologi untuk mengatasi penyediaan air pada daerah defisit. untuk mengatasi defisit air ini dirasa perlu bagi pemerintah daerah setempat untuk melakukan penataan dan pendayagunaan kembali sumber daya air pada DAS Sampean dengan menetukan kebijakan penggunaan air sesuai dengan tingkat kebutuhan. Maesan 20 tahun mendatang : Pakem. 2 Juni 2009 . 2000. Erlangga. dan sebagian kecil pada 1 daerah administratif hal ini memudahkan dalam pengambilan kebijakan dalam melestarikan DAS Sampean secara holistic. Bandung Asdak. Hidrologi Teknik Sumber Daya Air. Yogyakarta Limantara. 4. Bondowoso. melakukan studi potensi air tanah guna memenuhi kebutuhan air baku dan menambah debit limpasan dengan membuat tampungan air (waduk). Curahdami Saran Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan. M. Jakarta Anonim. Prakarsa Strategis Pengelolaan Sumber Daya Air Untuk Mengatasi Banjir dan Kekeringan di Pulau Jawa. Anonim. Defisit air dibeberapa daerah layanan air pada DAS Sampean. survey dan investigasi lebih lanjut untuk mencari sumber air baru (bawah permukaan.

Wikipedia. R. 1 Tahun 2007 Suripin. Jurnal Alami Volume 12 No.org . Sosrodarsono.5 – 62. Pradnya Paramita. 2002. Praptisih D.Ir. 3 New York http/www.go. C. Arif. Bappenas. 1957. Tronthwaite.1976.id http/www. W and J. X. Instruction and table for Computing Potential Evapotranspiration and the Water Balance. Mather. No. Hidrologi Untuk Pengairan. 2007. Andi. Safei. Jogjakarta. Eko S. Suyono. Jakarta. Studi Neraca Air Mock untuk Menghitung imbuhan air tanah yang berasal dari air hujan pada Daerah Karst-Gombang Selatan.Rachmat. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Budi B. Publication in Climate Vol.