Anda di halaman 1dari 12

ARTIKEL KESEHATAN : NEBULIZER

A. DEFINISI  Adalah alat yang digunakan untuk merubah obat dari bentuk cair ke bentuk partikel aerosol.bentuk aerosol ini sangat bermanfaat apabila dihirup atau dikumpulkan dalam organ paru. Efek dari pengobatan ini adalah untuk mengembalikan kondisi spasme bronkus.  Adalah alat medis yang digunakan untuk memberikan cairan obat dalam bentuk uap/ aerosol ke dalam saluran pernafasan.  Alat dengan mesin tekanan udara yang membantu untuk pengobatan asma dalam bentuk uap/ aerosol basah. Terdiri dari tutup, “ mouthpiece” yang dihubungkan dengan suatu bagian atau masker, pipa plastik yang dihubungkan ke mesin tekanan udara. B. JENIS NEBULIZER  “Disposible nebulizer”, sangat ideal apabila digunakan dalam situasi kegawatdaruratan/ ruang gawat darurat atau di rumah sakit dengan perawatan jangka pendek. Apabila nebulizer di tempatkan di rumah daapt digunakan beberapa kali lebih dari satu kali , apabila dibersihkan setelah digunakan. Dan dapat terus dipakai sampai dengan 2 minggu apabila dibersihkan secara teratur. Daapt digunakan oleh orangtua, babysitter, saat bepergian, sekolah, atau untuk persediaan apabila terjadi suatu serangan.  “Re-usable nebulizer” , dapat digunakan lebih lama sampai kurang lebih 6 bulan. Keuntungan lebih dari nebulizer jenis ini adalah desainnya yang lebih komplek dan dapat menawarkan suatu perawatan dengan efektivitas yang ditingkatkan dari dosis pengobatan. Keuntungan kedua adalah dapt direbus untuk proses desinfeksi. Digunakan untuk terapi setiap hari C. MODEL-MODEL NEBULIZER  Nebulizer dengan penekan udara ( Nebulizer compressors ), memberikan tekanan udara dari pipa ke tutup ( cup ) yang berisi obat cair. Kekuatan dari tekanan udara akan memecah cairan ke dalam bentuk partikel- partikel uap kecil yang daapt dihirup secara dalam ke saluran pernafasan.  Nebulizer ultrasonik ( ultrasonic nebulizer), menggunakan gelombang ultrasound, untuk secara perlahan merubah dari bentuk obat cair ( catatan: pulmicort tidak dapat digunakan pada sebagian nebulizer ultrasonic) ke bentu uap/ aerosol basah.  Nebulizer generasi baru ( A new generation of nebulizer)digunakan tanpa menggunakan tekanan udara maupun ultrasound. Alqat ini sangat kecil, dioperasikan dengan menggunakan baterai, dan tidak berisik. D. INDIKASI DARI PERAWATAN DENGAN MENGGUNAKAN NEBULIZER.  Rasa tertekan di dada

Hipokalemia dan atrial atau ventricular disritmia dapat ditemui pada pasien dengan kelebihan dosis. lanjutkan perawatan ini sampai obat habis ( antara 9 sampai 10 menit).  Penambahan gas pada ventilator dari nebulizer juga dapat menyebabkan kipas ventilator tidak berjalan selama proses nebulasi.  Spasme bronkus atau iritasi pada saluran pernapasan  Alat aerosol atau adapter yang digunakan dan teknik penggunaan dapat mempengaruhi penampilan karakter dari ventilator terhadap sensitifitas system alarm. Hubungkan pipa ke kompresor aerosol dan tutup nebulizer. 8.  Tekanan darah tinggi ( autonomic hiperrefleksia)  Nadi yang meningkat/ takikardia  Riwayat reaksi yang tidak baik dari pengobatan.  Pemberian dosis tinggi dari beta agonis akan menyebabkan efek yang tidak baik pada system sekunder penyerapan dari obat tsb. 5. letakkan dalam posisi yang tepat dan nyaman pada bagian wajah. hati-hati dalam menghitung pengobatan secara tepat sesuai dengan perintah dan letakkan dalam tutup nebulizer. duduk dalam posisi tegak baik dalam pangkuan atau kursi. nyalakan kompresor untuk memastikan alat tersebut bekerja dengan baik. KONTRAINDIKASI PERAWATAN DENGAN MENGGUNAKAN NEBULIZER. 4. G. 9. aliran dan tekanan puncak saluran udara. apabila menggunakan (mouthpiece) letakkan secara tepat antara gigi dan lidah.  Nacl. F. Lepaskan selang dari kompresor .  Obat-obatan untuk pernapasan. apabila pasien merasa pusing atau gelisah. KERUSAKAN/ KOMPLIKASI-KOMPLIKASI  Henti nafas. hentikan perawatan dan istirahat selama .  Nebulizer. 12. 7. 11. Letakkan kompresor udara pada permukaan yang mendukung untuk beratnya.  Dosis yang kurang tepat karena kurang tepat dalam menggunakan alat ataupun tekniknya. sebelum melakukan perawatan ini. 2. H.  Penambahan gas pada circuit ventilator dari nebulizer dapat meningkatkan volume. pasang/ gunakan tutup nebulizer dan masker atau sungkup. 3. Peningkatan produksi secret. apabila menggunakan masker.  Pneumonia ( kongesti) dan atau atelektasis.  Tabung tekanan udara (untuk menjalankan nebulizer)  Selang oksigen. Secara periodic ambil nafas dalam dan tahan selama 2 sampai 3 detik sebelum melepaskan nafas. E. bernafaslah secara normal lewat mulut. 10. cuci tangan terlebih dahulu dengan subun kemudian keringkan.  Kurang dalam pemberian obat karena malfungsi dari alat tsb. PROSEDUR PERAWATAN DENGAN NEBULIZER 1. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN UNTUK TERAPI PERNAPASAN DENGAN NEBULIZER. 6.

 Bilas dengan disemprot air selama 30 detik  Rendam selama 30 menit dalam cairan cuka dan air matang 1 : 2. Jangan pernah meletakkan mesin kompresor udara dalam air. Pindahkan pipa atau selang dan rapikan disekitarnya. Satu kali sehari  Lepaskan masker atau mouthpiece dan juga bagian yang berbentuk T” dari tutup.  Rangkai kembali bagian-bagian tersebut seperti semula dan sambungkan ke kompresor  Nyalakan mesin selama 10 – 20 detik untuk mengeringkan bagian dalam dari nebulizer. Gunakan dengan air yang telah direbus atau air steril bila memungkinkan o Keringkan masker atau mouthpiece dengan kertas tissue atau diangin-anginkan. J. o Lepas kembali selang dari pipa kompresor. I. Masukkan nebulizer ke dalam tas plastic tertutup 3. Gunakan air yang telah direbus atau air steril untuk membilas apabila memungkinkan  Keringkan masker atau mouthpiece dengan kertas tissue atau diangin-anginkan. Satu kali atau dua kali dalam seminggu  Lepaskan masker atau mouthpiece dan juga bagian yang berbentuk T” dari tutup. Masukkan nebulizer ke dalam tas plastic tertutup 2. atau spons.kurang lebih 5 menit. Pindahkan pipa atau selang dan rapikan disekitarnya. Bisa juga dengan alcohol atau desinfektan. Gunakan air matang atau air steril bila memungkinkan. o Rangkai kembali bagian-bagian tersebut seperti semula dan sambungkan ke kompresor o Nyalakan mesin selama 10 – 20 detik untuk mengeringkan bagian dalam dari nebulizer.. dan cairan tersebut sekali pakai. PERAWATAN NEBULIZER 1. Selang atau pipa tidak boleh dicuci atau dibilas  Cuci masker atau mouthpiece dan bagian penghubung atau penyambung dengan air mengalir atau sabun cuci dan air hangat.  Bilas dengan disemprot air selama 30 detik. kain dibasahi sabun.PERAWATAN SECARA UMUM . o Rangkai kembali bagian-bagian tersebut seperti semula dan sambungkan ke kompresor o Nyalakan mesin selama 10 – 20 detik untuk mengeringkan bagian dalam dari nebulizer. o Lepas kembali selang dari pipa kompresor.  Bilas bagian-bagian nebulizer dan juga spuit obat dengan air hangat yang dialirkan untuk 1 menit. Selang atau pipa tidak boleh dicuci atau dibilas Bilas masker atau mouthpiece dan bagian penghubung dengan air hangat yang mengalir selama 30 detik. Setelah digunakan / sehabis dipakai  Lepaskan masker atau mouthpiece dan juga bagian yang berbentuk T” dari tutup.  Lepas kembali selang dari pipa kompresor. o Keringkan masker atau mouthpiece dengan kertas tissue atau diangin-anginkan. Pindahkan pipa atau selang dan rapikan disekitarnya. Masukkan nebulizer ke dalam tas plastic tertutup  Bersihkan permukaan mesin kompresor dengan kain lembab. Selang atau pipa tidak boleh dicuci atau dibilas Cuci masker atau mouthpiece dan bagian penghubung atau penyambung dengan air mengalir atau sabun cuci dan air hangat.

htm 2. http://calder.meddean.org/childcare/cc_usingnebulizer. http://www. Periksa beberapa kali. http://www.a. b.html 6.com/online_resources/cpgs/sdabertmvpcpg. Obat-obatan harus diletakkan pada tempat yang kering dan dingin.luc. Tutup kompresor dengan menggunakan penutup yang bersih. c. segera buang dang anti dengan obat yang baru.rcjournal.aanma.htm 3.edu/pointis/nebulizer.edu/lumen/MedEd/medicine/Allergy/Asthma/asthws14.med. http://www. http://www. http://www. Daftar Pustaka 1. d.org/nebulizer. Apabila terjadi perubahan warna atau menjadi kristal.htm . http://www.asthmastuff.htm 4. Jangan meletakkan kompresor udara di lantai. Jaga agar tetap kering dengan menyeka dengan kain bersih dan lembab.com/nebcleaninst.asthmastuff.html 5.medox.html 7. Periksa filter kompresor udara secara langsung.miami.com/nebulizer.

dan pada penyakit paru-paru misalnya asma bronkial. sebelumnya kita harus memahami anatomi dan fisiologi pernapasan terlebih dahulu. seperti eleminasi di hati. Dengan demikian. DEFINISI Terapi inhalasi adalah pemberian obat ke dalam saluran napas dengan cara inhalasi. seperti dengan menggunakan respirator atau alat penghasil aerosol. dan sering obatnya mengiritasi epitel paru.2 Terapi inhalasi dapat menghantarkan obat langsung ke paru-paru untuk segera bekerja. Obat yang diberikan dengan cara ini absorpsi terjadi secara cepat karena permukaan absorpsinya luas. 1. Penumpukan mukus di dalam saluran napas. sukar mengatur dosis.2 2.TERAPI INHALASI RESPIRATORY 3 Jun 2 Votes 1. TINJAUAN ANATOMI-FISIOLOGIS SALURAN NAPAS Untuk memahami tentang penggunaan serta farmakokinetik (terutama absorpsi dan bioavailabilitas) dan farmakodinamik obat secara inhalasi. efek samping dapat dikurangi dan jumlah obat yang perlu diberikan adalah lebih sedikit dibanding cara pemberian lainnya. PENDAHULUAN Terapi inhalasi merupakan satu teknik pengobatan penting dalam proses pengobatan penyakit respiratori (saluran pernafasan) akut dan kronik. 1. terapi inhalasi memainkan peranan penting di dalam merawat penyakit asma dan penyakit paru lainnya. Tidak seperti penggunaan obat secara oral (tablet dan sirup) yang terpaksa melalui sistem penghadangan oleh pelbagai sistem tubuh. terhindar dari eliminasi lintas pertama di hati. 1 Setelah sekian lama. . peradangan dan pengecilan saluran napas ketika serangan asma dapat dikurangi secara cepat dengan obat dan teknik penggunaan inhaler yang sesuai. Sayangnya pada cara pemberian ini diperlukan alat dan metoda khusus yang agak sulit dikerjakan. 4 3. 3 Terapi inhalasi juga dapat diartikan sebagai suatu pengobatan yang ditujukan untuk mengembalikan perubahan-perubahan patofisiologi pertukaran gas sistem kardiopulmoner ke arah yang normal. obat dapat diberikan langsung pada bronkus.

Adapun yang termasuk ke dalam konduksi adalah rongga hidung. sinus bronkur dan bronkiolus nonrespiratorius. 3 5. rongga mulut. Terapi inhalasi ini baik digunakan pada terapi jangka panjang untuk menghindari efek samping sistemik yang ditimbulkan obat. kemudian menempel pada epitel selanjutnya diabsorpsi dan sampai pada target organ bisa berupa pembuluh darah. laring. epitel silindris bertingkat bersilia pada rongga hidung. duktus alveolaris. menurunkan hipereaktiviti bronkus. yang terdiri dari bronkiolus respiratorius. Di bawah lapisan epitel tersebut terdapat lamina propria yang berisi kelenjarkelenjar. Obat masuk dengan perantara udara pernapasan (mekanisme inspirasi dan ekspirasi) melalui saluran pernapasan. keadaan atau penyakit lain dengan sputum yang kental dan lengket. INDIKASI Penggunaan terapi inhalasi ini diindikasikan untuk pengobatan asma. atrium dan sakus alveolaris. Dan berikutnya terdapat otot polos dan serabut elastin. terutama penggunaan kortikosteroid. 4. maka ukuran partikel obat harus disesuaikan dengan ukuran/diameter saluran napas. 5 Secara histologis epitel yang melapisi permukaan saluran pernapasan terdiri dari epitel gepeng berlapis berkeratin dan tanpa keratin di bagian rongga mulut. serabut saraf dan kartilago. akan tetapi organ tersebut selain sebagai konduksi juga berfungsi sebagai proteksi dan pengaturan kelembaban udara. serta mengatasi infeksi. pembuluh darah. Pada bagian konduksi. 5 Pada bagian respirasi akan terjadi pertukaran udara (difus) yang sering disebut dengan unit paru (lung unit). dan bronkus. trakea.Secara fungsional saluran pernapasan dibagi atas bagian yang berfungsi sebagai konduksi (penghantar udara) dan bagian yang berfungsi sebagai respirasi (pertukaran gas). Biasanya terapi inhalasi ditujukan untuk mengatasi bronkospasme. trakea. faring. 2 . 3 Penggunaannya terbatas hanya untuk obat-obat yang berbentuk gas atau cairan yang mudah menguap dan obat lain yang berbentuk aerosol. sindrom obstruktif post tuberkulosis. penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). epitel kuboid selapis bersilia pada bronkiolus respiratorius. maka penggunaan terapi inhalasi sangat bermanfaat pada keadaan serangan yang membutuhkan pengobatan segera dan untuk menghindari efek samping sistemik yang ditimbulkannya. epitel silindris rendah/kuboid bersilia dengan sel piala pada bronkiolus terminalis. udara bolak-balik di antara atmosfir dan jalan napas seakan organ ini tidak berfungsi (dead space). fibrosis kistik. TUJUAN DAN SASARAN Karena terapi inhalasi obat dapat langsung pada sasaran dan absorpsinya terjadi secara cepat dibanding cara sistemik. kelenjar dan otot polos. Agar obat dapat sampai pada saluran napas bagian distal dan mencapai target organ. 6 Dari semua itu barulah kita pahami bagaimana obat dapat masuk dan bekerja pada paru-paru. meng-encerkan sputum. dan epitel gepeng selapis pada duktus alveolaris dan sakus alveolaris serta alveolus. bronkiektasis.

Bila bagian kotak yang mengandung zat ini dibuka (ditekan). Inhaler dikocok lebih dahulu agar obat homogen. yaitu (1) inhaler dosis terukur (MDI. dan tangan kanan memegang kanester inhaler à tekan kanester sehingga obat akan masuk ke dalam spacer. 1.3 Pemakaian inhaler aerosol dengan ruang antara (spacer). 3. 8 6. metered dose inhaler). Pada umumnya digunakan pada pasien yang sedang berobat jalan dan jarang dipergunakan di rumah sakit. (3) inhalasi dengan intermitten positive pressure breathing (IPPB). tarik sampai tombol terlihat à tekan kedua tombol dan keluarkan talam bersamaan rodanya à letakkan diskhaler pada roda. pegang kedua sudut tajam. pastikan tidak ada kebocoran à tangan kiri memegang spacer. Dari segi kenyamanan dalam penggunaan. lalu kedua bibir dikatupkan. Lepaskan tutup pelindung diskhaler. letakan . yaitu bagian kotak yang mengandung zat dan bagian mouthpiece. angka 2 dan 3 letakkan di depan bagian mouth piece à masukan talam kembali. dan turbohaler.7 MDI terdiri atas 2 bagian. 3 Pemakaian diskhaler. kemudian mulut inhaler dimasukan ke dalam lubang ruang antara à mouth piece diletakan di antara kedua bibir. Hal ini bisa diulang sampai merasa yakin obat sudah terhirup habis. maka inhaler akan keluar melalui mouthpiece. (2) penguapan (gas powered hand held nebulizer). 7 Dengan terapi inhalasi obat dapat masuk sesuai dengan dosis yang diinginkan.3. Prosedur tadi dapat diulangi setelah 30 detik sampai 1 menit kemudian tergantung dosis yang diberikan oleh dokter. Inhaler dikocok lebih dahulu dan buka tutupnya. Kemasan obat juga menguntungkan karena dalam satu botol bisa dipakai untuk 30 atau sampai 90 hari penggunaan. serta (4) pemberian melalui intubasi pada pasien yang menggunakan ventilator. sehingga menjadi pilihan utama pagi penderita asma. Indikasi relatif pada pasien dengan alergi terhadap bahan atau obat yang digunakan.7 Pemakaian inhaler aerosol. lalu keluarkan napas lagi. kemudian dilakukan maksimal ekspirasi pelan-pelan à mulut inhaler diletakan di antara kedua bibir. lalu katupkan kedua bibir dan lakukan inspirasi pelanperan. Pada waktu yang sama kanester ditekan untuk mengeluarkan obat tersebut dan penarikan napas diteruskan sedalam-dalamnya à tahan napas sampai 10 detik atau hitungan 10 kali dalam hati. rotahaler. KONTRA INDIKASI Kontra indikasi mutlak pada terapi inhalasi tidak ada. INHALER DOSIS TERUKUR Inhaler dosis terukur atau lebih sering disebut MDI diberikan dalam bentuk inhaler aerosol dengan/tanpa spacer dan bubuk halus (dry powder inhaler) yaitu diskhaler. tahan napas sejenak.7 7. kemudian tarik napas perlahan dan dalam.1. cara terapi MDI banyak disukai pasien karena obat dapat mudah di bawa ke mana-mana. 1. Cara ini sangat mudah dan dapat dibawa kemana-mana oleh pasien. CARA PENGGUNAAN BERBAGAI TERAPI INHALASI Ada beberapa cara dalam terapi inhalasi.Pada penyakit Asma dan Chronic Obstructive pulmonal disease (COPD = PPOK & PPOM) terapi inhalasi merupakan terapi pilihan. langsung berefek pada organ sasaran. 1. 3 7. lalu tutupnya dibuka à inhaler dipegang tegak.

rapatkan kedua bibir sehingga tidak ada kebocoran di sekitar mouth piece kemudian tarik napas dengan tenang sekuat dan sedalam mungkin à sebelum menghembuskan napas. Jika yang diberikan lebih dari satu dosis ulangi tahapan 2 – 5 (tanda panah) dengan selang waktu 1 – 2 menit – pasang kembali tutupnya.2. 1 Bagaimana cara untuk mengetahui inhaler sudah kosong. Ini untuk mengurangi/menghilangkan obat yang tertinggal di dalam rongga mulut dan tenggorokan. bernapas melalui mulut sepat dan dalam. Pegang bagian mulut rotahaler secara vertikal. keluarkan turbohaler dari mulut. tangan lain memutar badan rotahaler sampai terbuka à masukan rotacaps dengan sekali menekan secara tepat ke dalam lubang epat persegi sehingga puncak rotacaps berada pada permukaan lubang à pegang permukaan rotahaler secara horizontal dengan titik putih di atas dan putar badan rotahaler berlawanan arah sampai maksimal untuk membuka rotacaps à keluarkan napas semaksimal mungkin di luar rotahaler. Cusi bekar serbuk yang tertinggal di corong inhaler. Contoh di bawah akan menerangkan bagaimana untuk menentukan kandungan obat di dalam inhaler. Jika botol obat mengandungi 200 hisapan dan kita harus mengambil 8 hisapan sehari. 1 Cara mencuci. kemudian tahan napas. 3 Pemakaian turbohaler. Larutan nebulizer diletakan di dalam nebulizer chamber. à putar diskhaler dosis berikut dengan menarik talam keluar dan masukan kembali. juga untuk mencegah timbulnya penyakit di mulut akibat efek obat (terutama kortikosteroid). Cara ini memerlukan latihan khusus dan banyak digunakan di rumah sakit. à lalu keluarkan rotahaler dari mulut. 7. Basuh dan kumur dengan menggunakan air. 3 Pemakaian rotahaler. 3 Setelah penggunaan inhaler. Keuntungan dengan cara . Keluarkan belas obat dan basuh inhaler dengan air hangat dengan sedikit sabun.mendatar dan tarik penutup sampai tegak lurus dan tutup kembali à keluarkan napas. jangan menutupi lubang udara. Jika kita mula menggunakan inhaler pada tanggal 1 Mei. lalu keluarkan napas perlahan-lahan. masukan rotahaler dan rapatkan bibir dengan kepala agak ditinggikan dengan kepala agak ditengadahkan ke belakang à hiruplah dengan kuat dan dalam. Kegagalan mencuci inhaler dengan cara yang benar akan menimbulkan sumbatan dan pada akhirnya dapat mengurangi jumlah/dosis obat. Setiap inhaler telah dilabelkan dengan jumlah dos yang ada. PENGUAPAN (NEBULIZER) Cara ini digunakan dengan memakai disposible nebulizer mouth piece dan pemompaan udara (pressurizer) atau oksigen. kemudian tahan napas selama mungkin. maka obat habis dalam 25 hari. Keringkan dan masukan kembali ke dalam tempatnya. Tulis tanggal mula menggunakan inhaler pada botol obat untuk menghindari kesalahan. Kedudukan botol obat di dalam air menggambarkan kandungan obat dalam inhaler. sambil keluarkan napas secara perlahan-lahan. masukan diskhaler dan rapatkan bibir. Putar dan lepas penutup turbohaler à pegang turbohaler dengan tangan kiri dan menghadap atas lalu dengan tangan kanan putar pegangan (grip) ke arah kanan sejauh mungkin kemudian putar kembali keposisi semula sampai terdengar suara klik à hembuskan napas maksimal di luar turbohaler à letakkan mouth piece di antara gigi. Kandungan inhaler juga boleh diperkirakan dengan cara memasukkan botol obat ke dalam air. maka gantikan inhaler tersebut dengan yang baru pada/atau sebelum tanggal 25 Mei.

Untuk pengenceran biasanya digunakan larutan NaCl. sehingga dapat terjadi reaksi. maka uap yang keluar dihirup perlahan-lahan dan dalam inhalasi ini dilakukan terus menerus sampai obat habismasker. maka tombol pengeluaran aerosol ditekan sewaktu inspirasi.ini adalah dapat digunakan dengan larutan yang lebih tinggi konsentrasinya dari MDI. Tekan tombol “on” pada nebulizer à jika memakai masker. 7 8. alat tipe ini menggunakan frekuensi vibrator yang tinggi. yakni antara 10 – 30 mikron. VENTILATOR Dapat dengan menggunakan MDI atau hand held nebulizer. 1. Digunakan untuk pengobatan laring. Beberapa bentuk jet nebulizer dapat pula diubah sesuai dengan keperluan. sehingga dengan mudah dapat mengubah cairan menjadi partikel kecil yang bervolume tinggi. sehingga cara ini dianggap kurang efektif dibandingkan dengan MDI. Kerugiannya adalah hanya 50 – 70% saja yang berubah menjadi aerosol.7 7. dimana dihubungkan dengan gas kompresor. 7 7. dan sisanya terperangkap di dalam nebulizer itu sendiri. AEROSOL DAN KEBERHASILAN TERAPI . Oleh karena itu alat ini hanya dipakai secara intermiten. Untuk pengobatan di rumah cara yang terbaik adalah dengan menggunakan MDI. terutama untuk pasien yang tidak dapat bernapas dalam dan pasien-pasien yang sedang dalam keadaan gawat yang tidak dapat bernapas spontan.7 Cara menggunakannya yaitu: Buka tutup tabung obat.3. partikel yang dihasilkan cukup besar. Jet nebulizer. sehingga dapat digunakan pada ventilator dan IPPB. Cara ini jauh lebih mahal dan mempunyai indikasi yang terbatas. 7 Jumlah cairan yang terdapat di dalam hand held nebulizer adalah 4 cc dengan kecepatan gas 6 – 8 liter/menit. masukan cairan obat ke dalam alat penguap sesuai dosis yang ditentukan à gunakan mouth piece atau masker (sesuai kondisi pasien). Besarnya partikel adalah 5 mikron dan partikel dengan mudah masuk ke saluran pernapasan. Biasanya dalam penggunaannya digabung dalam mukolitik (asetilsistein) atau natrium bikarbonat. Dengan cara ini sebenarnya tidak efektif oleh karena banyak aerosol yang mengendap. yakni untuk menghasilkan sputum dalam masa yang pendek pada pasien dengan sputum yang kental. terutama pada pasien dengan intubasi trakea. hirup uap yang keluar perlahan-lahan dan dalam. 3 Beberapa contoh jenis nebulizer antara lain: Simple nebulizer. 7 Antomizer nebulizer. yakni mencapai 6 cc/menit dengan partikel yang uniform. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai obat habis (10 – 15 menit). INTERMITEN POSITIVE PRESSURE BREATHING Cara ini biasanya diberikan di rumah sakit dan memerlukan tenaga yang terlatih. 7 Ultrasonik nebulizer. yakni antara 2 – 8 mikron. yakni melalui bronkodilator Tee. Bila memakai mouth piece. Biasanya tipe ini mempunyai tabel dan paling banyak dipakai di rumah sakit.4. seperti bronkospasme dan dispnoe. menghasilkan partikel yang lebih halus.

7 Sifat-sifat dari pernapasan. yaitu: Ukuran partikel. 7 Keuntungan dari aerosol ini baik diberikan secara aerosol maupun dengan inhaler. 7 Gravitasi (gaya berat).8 10. Molekul air mempunyai massa yang lebih besar daripada molekul gas di dalam saluran pernapasan. Partikel yang ada di bronkus lebih mudah bertabrakan daripada partikel yang ada di saluran pernapasan yang besar. Aerosol elektrik yang dihasilkan oleh ultrasonik nebulizer bermuatan lebih besar daripada mekanikal nebulizer. maka akan semakin besar kemungkinan terjadinya tabrakan di antara aerosol dan akan semakin mudah terjadinya kolisi dan selain itu juga akan semakin mudah partikel tersebut bergabung. sementara itu pengaruh sistemiknya hampir tidak ada. Pada prinsifnya jumlah dari aerosol yang berubah menjadi cairan ditentukan pula oleh volume tidal. Akan tetapi keadaan ini juga tergantung pada viskositas dari bahan pelarut yang dipakai. adalah memberikan efek bronkodilator yang maksimal yang lebih baik dari cara pemberian lain. Oleh karena itu cara pengobatan ini adalah merupakan cara yang paling optimal. frekuensi pernapasan. 7 9. EFEK SAMPING DAN KOMPLIKASI . 7 Aktivitas kinetik. dan apakah bernapas melalui mulut atau hidung. bitolterol (Tornalat). Partikel dengan ukuran 8 – 15 mikron dapat sampai ke bronkus dan bronkiolus. isoetarin (Bronkosol). seperti metaprotenolol (Alupen). 7 Inersia. Semakin besar energi kinetik yang digunakan. 1. Akan tetapi partikel dengan ukuran 40 mikron hanya dapat sampai di bronkus utama. Semakin besar suatu partikel. sedangkan partikel dengan ukuran 2 mikron dapat sampai le alveolus. Semakin kecil diameter saluran pernapasan. triamnisolon (Azmacort). maka akan semakin cepat pula partikel tersebut menempel pada saluran pernapasan.5 mikron. 7 Sifat-sifat alamiah dari partikel. flunisolid ( Aerobid). Sifat-sifat alamiah dari partikel ditentukan oleh tonik (osmotik). Partikel yang banyak digunakan pada terapi aerosol adalah partikel yang berukuran antara 8 – 15 mikron. albuterol (Venolin dan Proventil). OBAT/ZAT PADA TERAPI INHALASI Obat/zat yang biasanya digunakan secara aerosol pada umumnya adalah beta 2 simpatomimetik. Pada temperatur yang panas molekul-molekul akan mempunyai ukuran yang lebih besar dan akan mudah jatuh. Keadaan ini dialami oleh partikel yang lebih kecil dari 0. kecepatan aliran inspirasi. Antikolinergik seperti atropin dan ipratropium (Atrovent). dan Antihistamin sebagai pencegahan seperti natrium kromolin (Intal). maka akan semakin besar pula pengaruh dari inersia gas. dan juga memeriksa faal pernapasan pada umumnya.7.Berhasil atau tidaknya pengobatan aerosol ini tergantung pada beberapa faktor. terbutalin (Bretaire). Steroid seperti beklometason (Ventide). Larutan yang hipotonik akan mudah kehilangan air akibat dari penguapan. Inersia menyebabkan partikel didepositkan.

sukar mengatur dosis.my/patient_educa tion/inhalation_malay. menurunkan hipereaktiviti bronkus. Setelah penggunaan inhaler. KESIMPULAN Terapi inhalasi adalah pemberian obat ke dalam saluran napas dengan cara inhalasi.gov. Berhasil atau tidaknya pengobatan aerosol ini tergantung pada beberapa faktor. yaitu: ukuran partikel. serta (4) pemberian melalui intubasi pada pasien yang menggunakan ventilator. aktivitas kinetik. (3) inhalasi dengan intermitten positive pressure breathing (IPPB).Jika aerosol diberikan dalam jumlah besar. 7 11. Seperti untuk mengatasi bronkospasme. terutama infeksi nosokomial juga dapat terjadi. sifat alamiah partikel. Kontra indikasi mutlak pada terapi inhalasi tidak ada. Sayangnya pada cara pemberian ini diperlukan alat dan metoda khusus yang agak sulit dikerjakan. Terapi Inhalasi. Terapi inhalasi dapat menghantarkan obat langsung ke paru-paru untuk segera bekerja. (2) penguapan (gas powered hand held nebulizer). antikolinergik. dan antihistamin. basuh dan kumur dengan menggunakan air. dan sering obatnya mengiritasi epitel paru. maka penggunaan terapi inhalasi sangat bermanfaat pada keadaan serangan yang membutuhkan pengobatan segera dan untuk menghindari efek samping sistemik yang ditimbulkannya. efek samping dapat dikurangi dan jumlah obat yang perlu diberikan adalah lebih sedikit dibanding cara pemberian lainnya. Kontra indikasi relatif pada pasien dengan alergi terhadap bahan atau obat yang digunakan Ada beberapa cara dalam terapi inhalasi.pharmacy. Terapi inhalasi merupakan satu teknik pengobatan penting dalam proses pengobatan penyakit respiratori (saluran pernafasan) akut dan kronik. metered dose inhaler). Penggunaannya terbatas hanya untuk obat-obat yang berbentuk gas atau cairan yang mudah menguap dan obat lain yang berbentuk aerosol. serta mengatasi infeksi. DAFTAR PUSTAKA 1. juga untuk mencegah timbulnya penyakit di mulut akibat efek obat (terutama kortikosteroid). gaya gravitasi. maka dapat menyebabkan penyempitan pada saluran pernapasan (bronkospasme). yaitu (1) inhaler dosis terukur (MDI. Karena terapi inhalasi obat dapat langsung pada sasaran dan absorpsinya terjadi secara cepat dibanding cara sistemik. dan sifat dari pernapasan pasien. . inersia partikel. Ini untuk mengurangi/menghilangkan obat yang tertinggal di dalam rongga mulut dan tenggorokan. kortikosteroid. Bahaya iritasi saluran napas dan terjadinya bronkospasme serta reaksi hipersensitivitas (obat atau vehikulum) dapat terjadi pada penggunaan terapi ini.shtml. Dengan demikian. Disamping itu bahaya iritasi dan infeksi pada jalan napas. Available from: URL: http://www. Obat/zat yang biasanya digunakan secara aerosol pada umumnya adalah beta 2 simpatomimetik. meng-encerkan sputum.

4. Available from: URL: http://www. 59-64. 7. Ed. Prosedur Tindakan Bidang Paru dan Pernapasan–Diagnostik dan Terapi. Harjono RM. Ganong WF. 1994. 6. Alih Bahasa: Andrianto P. Brady LW. Balai Penerbit FKUI.html. Fordiastiko.unc/~chooper/classes/voice/ webtherapy/inhalationtx. Jakarta. Hipokrates. Ilmu Penyakit Paru. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran (Review of Medical Physiology). Farmakologi dan Terapi. EGC. Bia FJ. Qlintang S. 6. Zunilda SB. Rogayah R. Nafrialdi. Inhalation Therapy. Oswari J. Suyatna FD. 1910. 1-19. Alih Bahasa: Harjono RM. Edisi IV. 3. et al. Rab T. Jakarta. Brady JP. 674-81.2. Oswari J. 1995. 1995. Suyatna FD. Jakarta. 5. Jakarta. 1996. Purwantyastuti. Bagian Pulmonologi FKUI. Jakarta. Jakarta. Ed. 609-21. Zubaedah. Elsina S. Setiawati A. Hipokrates. 1996. Setiabudy R. et al. . Japaries W. Rab T. 2001. Ed. Kamus Kedokteran Dorlan. Hartono A. Ed. Bagian Farmakologi FKUI. 8. Rasmin M. Wihastuti R. Pengantar Farmakologi. Prinsip Gawat Paru. EGC. Ronardy DH. Dalam: Ganiswara SG. et al.