Anda di halaman 1dari 11

Ginjal merupakan organ pada tubuh manusia yang menjalankan banyak fungsi untuk homeostasis, yang terutama adalah

sebagai organ ekskresi dan pengatur kesetimbangan cairan dan asam basa dalam tubuh. Terdapat sepasang ginjal pada manusia, masing-masing di sisi kiri dan kanan (lateral) tulang vertebra dan terletak retroperitoneal (di belakang peritoneum). Selain itu sepasang ginjal tersebut dilengkapi juga dengan sepasang ureter, sebuah vesika urinaria (buli-buli/kandung kemih) dan uretra yang membawa urine ke lingkungan luar tubuh

Secara umum, ginjal terdiri dari beberapa bagian:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Korteks, yaitu bagian ginjal di mana di dalamnya terdapat/terdiri dari korpus renalis/Malpighi (glomerulus dan kapsul Bowman), tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distalis. Medula, yang terdiri dari 9-14 pyiramid. Di dalamnya terdiri dari tubulus rektus, lengkung Henle dan tubukus pengumpul (ductus colligent). Columna renalis, yaitu bagian korteks di antara pyramid ginjal Processus renalis, yaitu bagian pyramid/medula yang menonjol ke arah korteks Hilus renalis, yaitu suatu bagian/area di mana pembuluh darah, serabut saraf atau duktus memasuki/meninggalkan ginjal. Papilla renalis, yaitu bagian yang menghubungkan antara duktus pengumpul dan calix minor. Calix minor, yaitu percabangan dari calix major. Calix major, yaitu percabangan dari pelvis renalis. Pelvis renalis, disebut juga piala ginjal, yaitu bagian yang menghubungkan antara calix major dan ureter.

10. Ureter, yaitu saluran yang membawa urine menuju vesica urinaria.
Adanya batu atau kalkulus yang dibentuk oleh kristalisasi larutan urin (kalsium oksolat asam urat, kalium fosfat, struvit dan sistin) yang berada dalam ginjal.

Batu terbentuk pada tubuli ginjal kemudian berada di kaliks, infundibulum, pelvis ginjal, dan bahkan bisa mengisi pelvis serta seluruh kaliks ginjal. Batu yang mengisi pielum dan lebih dari dua kaliks ginjal memberikan gambaran menyerupai tanduk rusa, sehingga disebut batu staghorn. Kelainan dan obstruksi pada sistem pelvikalises ginjal (penyempitan infundibulum dan stenosis uteropelvik) mempermudah timbulnya batu saluran kemih.
5

Di Amerika Serikat 5-10% penduduknya menderita penyakit ini, sedangkan di seluruh dunia, rata-rata terdapat 1-12% penduduk yang menderita batu saluran kemih. Penyakit ini merupakan salah satu dari tiga penyakit terbanyak di bidang urologi disamping infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat benigna Di Indonesia, belum ada data epidemiologis tentang pasien yang datang dengan keluhan kolik renal namun angka kejadian batu ginjal, sebagai penyebab kolik renal, tahun 2005 berdasarkan data yang dikumpulkan dari rumah sakit di seluruh Indonesia adalah sebesar 37.636 kasus, jumlah pasien yang dirawat adalah sebesar 19.018 orang, dengan jumlah kematian adalah sebesar 378 orang.1

Ada bbrpp faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih pada seseorang. garam dan kalsium serta diet rendah sitrat. b. Penggunaan obat antasida dan diuretika golongan thiazide jangka panjang. d. aminoasiduria dan fosfaturia yang akhirnya mengakibatkan batu kalsium oksalat dan gagal ginjal. pola hidp Didukung juga dengan kurangnya aktifitas dan olah raga dan perilaku sering menahan BAK. Pada suku bangsa tertentu. heredter = Riwayat BSK bersifat keturunan. kebiasaan minum softdrink/soda (tinggi oksalat). Faktor intrinsik itu antara lain adalah : 1.25 dehidro ksi vitamin D sehingga penyerapan kalsium di usus meningkat. Geografi di negara yang mulai berkembang terdapat banyak batu saluran kemih bagian bawah. proteinuria. e. sedangkan daerah Bantu di Afrika Selatan hampir tidak dijumpai penyakit batu sauran kemih. misalnya suku bangsa Bantu di Afrika Selatan. pada keadaan ini terjadi poliuria. baik dari batu saluran kemih bagian bawah maupun batu saluran kemih bagian atas.Pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenal sebagi daerah stone belt (sabuk batu). f. ras Pada bangsa kulit hitam lebih sering terkena daripada bangsa kulit putih. Iklim dan temperatur ernah dilaporkan bahwa pada musim panas kasus batu ginjal. Penyakitpenyakit heriditer yang menyebabkan BSK antara lain: 1). c. Umur Penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun c. terutama terdapat di kalangan anak. glikosuria. kasusnya meningkat di daerah Eropa. a. b. hal ini ada hubungannya dengan faktor diet. Asupan air Kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi. 2). dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih. Di negara yang sedang berkembang. hiperkalsiuria dan nefrokalsinosis. Dent’s disease yaitu terjadinya peningkatan 1. Pekerjaan Penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktivitas atau sedentary life. Jenis kelamin Jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan. akibat hiperkalsiuria. . khusus nya batu jenis kalsium dan oksalat. penyakit batu saluran kemih sangat jarang. Faktor-faktor itu adalah faktor intrinsik yaitu keadaan yang berasal dari tubuh seseorang dan faktor ekstrinsik yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan sekitarnya. insidensi batu saluran kemih relatif rendah. Sindroma Barter. berat jenis air kemih rendah. Diet dan pola hidup Diet tinggi purin. g. menyerang beberapa orang dalam satu keluarga.

Beberapa teori pembentukan batu adalah : 1.Secara teoritis batu dapat terbentuk di seluruh saluran kemih terutama pada tempattempat yang sering mengalami hambatan aliran urine (stasis urine). Teori matriks Matriks merupakan mukoprotein yang terdiri dari 65% protein. Teori supersaturasi Tingkat kejenuhan kompone-komponen pembentuk batu ginjal mendukung terjadinya kristalisasi. divertikel. Adapun matriks menyebabkan penempelan kristal-kristal sehingga menjadi batu. Keluhan yang disampaikan oleh pasien tergantung pada posisi atau letak batu. dan buli-buli neurogenik merupakan keadaan-keadaan yang memudahkan terjadinya pembentukan batu. Penghambatan kristalisasi Urine orang normal mengandung zat penghambat pembentuk kristal. pirofosfat.4 Batu pada kaliks ginjal memberikan rada nyeri ringan sampai berat karena distensi dari kapsul ginjal. 3-5 heksosamin dan 10% air. berkaitan dengan sakit yang dalam dan terus menerus di area kostovetebral. agregat kristal masih rapuh dan belum cukup mampu membuntu saluran kemih. dapat bermanifestasi tanpa gejala sampai dengan gejala berat. Ion magnesium (Mg2+) dikenal dapat menghambat pembentukan batu karena jika berikatan dengan oksalat. Protein Tamm Horsfall (THP) / uromukoid 3. Beberapa protein atau senyawa organik lain mampu bertindak sebagai inhibitor dengan cara menghambat pertumbuhan kristal. maupun menghambat retensi kristal. dan penyulit yang telah terjadi. menghambat agregasi kristal. 3. besar batu. Teori Nukleasi Batu terbentuk di dalam urine karena adanya inti batu sabuk batu (nukleus). akan memudahkan terbentuknya batu di dalam saluran kemih. oliuria. Nefrokalsin 4. obstruksi infravesika kronis seperti pada hyperplasia prostat benigna. mukoprotein dan beberapa peptida. sitrat. Glikosaminoglikan (GAG) 2. Osteopostin. adanya hematuria. tetapi hingga kini masih belum jelas teori mana yang paling benar. yaitu pada sistem kalises ginjal atau buli-buli. antara lain : magnesium. Untuk itu agregat Umumnya gejala batu saluran kemih merupakan akibat obstruksi aliran kemih dan infeksi. Kristal yang banyak menetap menyebabkan terjadinya agresi kristal kemudian timbul menjadi batu. Adanya kelainan bawaan pada pelvikalises (stenosis uretero-pelvis). Nyeri yang berasal dari area renal menyebar secara anterior dan pada wanita ke bawah . Meskipun ukurannya cukup besar. rasa terbakar. membentuk garam magnesium oksalat sehingga jumlah oksalat yang akan berikatan dengan kalsium (Ca2+) untuk membentuk kalsium oksalat menurun. Jika kadar salah satu atau beberapa zat itu berkurang. 3.7 Banyak teori yang menerangkan proses pembentukan batu di saluran kemih. Begitu juga baru pada pelvis renalis. 10% heksose. 2. Senyawa itu antara lain : 1. Batu di piala ginjal. stiktura.

nyeri dirasakan pada daerah testis ipsilateral atau labia. Jika batu menyebabkan obtruksi pada leher kandung kemih menyebabkan retensi urin. yang disebabkan oleh batu yang memasuki ureter. Nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) can often cause gastric irritation and GI upset. menyebabkan penekanan yang akan menggelembungkan ginjal (hidronefrosis) dan pada akhirnya bisa terjadi kerusakan ginjal. ` Nausea and vomiting occur in at least 50% of patients with acute renal colic. Pasien kolik renal dengan flank pain yang sering disertai dengan muntah karena persarafan nervus splanchnic selain mempersarafi ginjal. . gejala GI akibat dari refleks renointestinal dan proksimitas anatomik ginjal ke lambung. Batu di kandung kemih. Saat batu mencapai sepertiga distal ureter. which often induce nausea and vomiting through a direct effect on gastrointestinal (GI) motility and an indirect effect on the chemoreceptor trigger zone in the medulla oblongata. Nausea is caused by the common innervation pathway of the renal pelvis.mendekati kandung kemih sedangkan pada pria mendekati testis. Rasa ingin berkemih tetapi hanya sedikit urin yang keluar. Jika penyumbatan ini berlangsung lama.5-1 cm. Renal colic can be associated with nausea and vomiting due to the embryological association of the kidneys with the intestinal tract. air kemih akan mengalir balik ke saluran di dalam ginjal. This is often compounded by the effects of narcotic analgesics. Mual disebabkan oleh jalur persarafan yang umum dari pelvis renal. Nyeri mendadak menjadi akut disertai nyeri tekan diseluruh area kostovertebral dan muncul mual dan muntah (episode kolik renal). Batu di ureter. pankreas dan usus besar. Batu pada ureter proksimal menyebabkan nyeri pada daerah pinggang atau abdomen anterior bagian atas. lambung. stomach. juga mempersarafi víscera abdominal. sehingga terjadilah infeksi. akut dan kolik yang menyebar ke paha dangenitalia. menyebabkan nyeri yang luar biasa. muntah. usus melalui serabut saraf aferen vagal dan sumbu celiac. mual. distensi abdomen. Jika batu menyumbat aliran kemih. batu akan keluar dengan diameter 0. Kebanyakan pasien mengalami kolik sedang sampai berat. Dapat terjadi diare dan ketidaknyaman abdominal. Batu bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. and intestines through the celiac axis and vagal nerve afferents. bakteri akan terperangkap di dalam air kemih yang terkumpul diatas penyumbatan. menyebabkan gejala iritasi dan berhubungan dengan infeksi traktus urinarius dan hematuria. Batu pada daerah perbatasan ureter dan vesika urinaria sering menyebabkan disuria dan diduga sebagai infeksi traktus urinarius bagian bawah.

Nyeri muncul tiba-tiba dan bisa sangat berat sehingga digambarkan sebagai nyeri terberat yang dirasakan manusia seumur hidup. atau ureter. hiperperitalsis. yang menyebabkan penurunan produksi urin. Suatu obstruksi konstan akan memicu berbagai mekanisme autoregulasi dan refleks yang akan membantu meredakan nyeri. Kalau obstruksi bersifat parsial. persepsi. pelvis renal. Faktor yang menyebabkan terjadinya kolik renal adalah batu ginjal ( nephrolithiasis). Batu ginjal umumnya tanpa gejala kecuali batu tersebut sudah berada di kaliks. Nyeri ini timbul akibat peregangan. dan demam. Istilah kolik sebetulnya mengacu kepada sifat nyeri yang hilang timbul ( intermittent) dan bergelombang seperti pada kolik bilier dan kolik intestinal namun pada kolik renal nyeri biasanya konstan. serta kecepatan maupun derajat perubahan tekanan hidrostatik di dalam ureter dan pelvis renal proksimal. pelvis renal atau ureter oleh batu.The presence of a renal or ureteral calculus is not a guarantee that the patient does not have some other. unrelated medical problem causing the GI symptoms. Faktor-faktor ini menyebabkan kolik renal yang berintensitas tinggi berdurasi kurang dari 24 jam. hingga ke daerah kemaluan. dan spasme otot polos pada sistem pelviokalises ginjal dan ureter sebagai usaha untuk mengatasi obstruksi. Kolik renal sering disertai mual dan muntah. hematuria. . Nyeri dapat berat Dan biasanya pasien akan kesulitan untuk menemukan posisi yang comfort. dan (3) edema interstitial yang menyebabkan peningkatan lymphatic drainage. Peningkatan peristaltik itu menyebabkan tekanan intraluminalnya meningkat sehingga terjadi peregangan dari terminal saraf yang memberikan sensasi nyeri. Nyeri dirasakan di flank area yaitu daerah sudut kostovertebra kemudian dapat menjalar ke dinding depan abdomen. ke regio inguinal. Peristaltik ureter dan perpindahan batu ginjal dapat memicu eksaserbasi akut rasa nyeri. (2) penurunan aliran darah arteri renal. Kolik renal adalah nyeri yang disebabkan oleh obstruksi akut di ginjal. bila disertai infeksi PATOF Pola nyeri bergantung pada ambang rangsang nyeri seseorang. perubahan-perubahan yang sama terjadi. Dua puluh empat jam setelah obstruksi ureteral total. namun pada derajat yang lebih ringan dan waktu yang lebih lama. tekanan hidrostatik akan menurun karena (1) penurunan peristalsis ureteral.

Gangguan usus (IBS /Iritable bowel syndrom) 3. atau sifat abrasi batu ginjal. Keluhan ini dapat disertai dengan penyulit berupa demam. terlihat tanda-tanda gagal ginjal. Obstruksi pada calyx dapat menyebabkan nyeri pinggang yang lebih ringan tapi episodik. Bekuan darah atau fragmen jaringan juga dapat menyebabkan hal yang sama. retensi urine. bahkan pada batu ureter distal sering ke kemaluan. neoplasma dari ginjal dan traktus urinarius. trauma. tanda-tanda gagal ginjal. teraba ginjal pada sisi sakit akibat hidronefrosis. Mual dan muntah sering menyertai keadaan ini. Nyeri bersifat tajam dan episodik di daerah pinggang (flank) yang sering menjalar ke perut. bukan pada keras. biasanya pada pertemuan pelvis renal dengan ureter (ureteropelvic junction). mual. tuberkulosis. diare. dan infark pada ginjal. Kolik renal dapat pula dirasakan pada daerah tubuh yang tidak patologis (referred pain). malformasi vaskular renal. Bertambah parahnya nyeri bergantung pada derajat dan tempat terjadinya obstruksi. Kolik sesungguhnya terjadi karena refluks vesikoureteral. kista renal. anuria.4 Pola nyeri bergantung pada ambang rangsang nyeri seseorang. perdarahan setelah biopsi renal perkutan. hematuria. Nyeri kolik terjadi karena aktivitas peristaltik otot polos sistem kalises ataupun ureter meningkat dalam usaha untuk mengeluarkan batu dari saluran kemih. Riwayat ISK dengan batu saluran kemih . Hematuria dapat juga terjadi. Riwayat keluarga dengan penyakit batu saluran kemih 2. serta kecepatan maupun derajat perubahan tekanan hidrostatik di dalam ureter dan pelvis renal proksimal. keinginan buang air kecil yang mendadak dan sering. Pasien seringkali dapat menunjuk pada lokasi nyeri. retensio urin. disuria. persepsi. Lesi obstruktif pada ureterovesical junction (hubungan ureter dan kandung kemih) ataupun segmen intramural dari ureter dapat menyebabkan disuria. Nyeri non kolik terjadi akibat peregangan kapsul ginjal karena terjadi hidronefrosis atau infeksi pada ginjal. Kolik renal dapat disertai muntah-muntah hebat. nekrosis papilar. Osteoporosis 5. Kolik karena bekuan darah sering ditemui pada penyakit gangguan pembekuan darah herediter atau didapat. ukuran. yang kemungkinan besar adalah situs obstruksi ureteral. Peningkatan peristaltik itu menyebabkan tekanan intraluminalnya meningkat sehingga terjadi peregangan dari terminal saraf yang memberikan sensasi nyeri. Anamnesis 7 Pasien mempunyai keluhan yang bervariasi mulai dari tanpa keluhan. sakit pinggang ringan sampai dengan kolik.4 Etiologi kolik tipikal bisa juga menyebabkan kolik atipikal. Peristaltik ureter dan perpindahan batu ginjal dapat memicu eksaserbasi akut rasa nyeri. ataupun nyeri ringan yang tidak biasa sehingga memungkinkan kesalahan diagnosis. atau lipat paha. Penyakit terdahulu : 1. dan jika disertai infeksi didapatkan demam-menggigil. serta nyeri yang menjalar ke atas atau bawah. Nyeri ini disebabkan oleh karena adanya batu yang menyumbat saluran kemih.Etiologi paling umum adalah melintasnya batu ginjal. dan ureter. Fraktur tulang 4. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan nyeri ketok pada daerah kosto-vertebra.

fosfatase alkali serum. Selain itu PIV dapat mendeteksi adanya batu semi-opak ataupun batu non opak yang tidak Opak Semiopak Non opak Radioopasitas Tabel 1. lekosituria. oksalat. Urutan Radioopasitas Beberapa Jenis Batu Saluran Kemih3 . elektrolit. Pemeriksaan faal ginjal bertujuan mencari kemungkinan terjadinya penurunan fungsi ginjal dan untuk mempersipkan pasien menjalani pemeriksaan foto PIV. protein. asam urat. Kultur urin. kalsium. Supra simfisis : nyeri tekan. asam urat. Batu-batu jenis kalsium oksalat dan kalsium fosfat bersifat radio opak dan paling sering dijumpai diantara batu lain. Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan nyeri ketok di daerah kosto-vertebra.6. fosfat maupun urat dalam darah dan urine). 3 2. Pemeriksaan urin rutin untuk melihat eritrosituri. bakteriuria (nitrit). Ureum. Pielografi Intra Vena (PIV) Pemeriksaan ini bertujuan menilai keadaan anatomi dan fungsi ginjal. 1. menentukan fungsi ginjal. natrium. pH urin dan kultur urin. pembesaran ginjal 2. Genitalia eksterna : teraba batu di uretra 4. teraba ginjal pada sisi yang sakit akibat hidronefrosis. blood cell count. kreatinin. Solitari Ginjal 8. febris. Foto Polos Abdomen Pembuatan foto polos abdomen bertujuan untuk melihat kemungkinan adanya batu radio opak di saluran kemih. struvite 2. Sudut kosto vertebra : nyeri tekan. Serum Blood sample. Pemeriksaan fisik umum : hipertensi. Renal Insufficiency 10. anemia. Colok dubur : teraba batu pada buli-buli (palpasi bimanual) Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mencari kelainan kemih yang dapat menunjang adanya batu di saluran kemih.5 : lithiasis karena infeksi pH < 5. sedangkan batu asam urat bersifat non opak (radio lusen). Kelainan anatomi 9. Jenis Batu Kalsium MAP Urat/Sistin 2. Riwayat Gout 7. Urinalysis : pH > 7. dan menentukan sebab terjadinya batu. Pemeriksaan Mikroskopik Urin. buli-buli penuh 3. Pemeriksaan kultur urine mungkin menunjukkan adanya adanya pertumbuhan kuman pemecah urea.5 : lithiasis karena asam urat dan sistin Perlu juga diperiksa kadar elektrolit yang diduga sebagai penyebab timbulnya batu salran kemih (kadar kalsium. untuk mencari hematuria dan Kristal pembentuk batu.2. untuk mecari adanya infeksi sekunder. retensi urine dan jika disertai infeksi didapatkan demam/menggigil. fosfat. teraba batu. nyeri ketok. syok Pemeriksan fisik khusus urologi 1. Urutan radioopasitas beberapa batu saluran kemih seperti pada tabel 1. Batu dengan komposisi : cystine. ditemukan tanda-tanda gagal ginjal. 1.9. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik pasien dapat bervariasi mulai tanpa kelainan fisik sampai tandatanda sakit berat tergantung pada letak batu dan penyulit yang ditimbulkan.

pyeloureter dan vesicoureteric junction. Efek radiasi yang tinggi dengan NCCT dapat dikurangi dengan CT dosis rendah pada pasien dengan BMI <30. yang dapat menentukan diameter batu dan densitasnya. metformin should be stopped 48 hours before and after the procedure. . However the newest guidelines published by the Royal College of Radiologists suggests this is not as important for patients having <100mls of contrast.6 4. Pemeriksaan IVP tidak boleh dilakukan pada pasien-pasien berikut : 1. karena masih mendaptkan sensitivitas 86% untuk batu ukuran < 3 mm. sebagai penggantinya adalah pemeriksaan pielografi retrograd. NCCT dapat mendeteksi batu asam urat dan xanthine. Dengan level kreatinin serum > 200μmol/L (>2mg/dl) 3. serta dapat digunakan untuk menentukan posisi batu selama tindakan pembedahan untuk mencegah tertingggalnya batu. menentukan ruang dan lumen saluran kemih. the drug metformin has been required to stop 48 hours pre and post procedure. di kaliks. wang berupakan radiolusen di foro polos. Non-contrast CT scan NCCT menjadi standar diagnosis nyeri kolik akut. Pemeriksaan USG dapat menilai adanya batu di ginjal atau di buli-buli (yang ditunjukkan sebagai echoic shadow). serya struktur dalam batu dan jarak kulit dengan batu. who have a normal renal function.dapat terlihat oleh foto polos abdomen. Dalam pengobatan metformin Historically. atau pengkerutan ginjal.[2] 4. 100% batu ukuran >3 mm. as it known to cause a reaction with the contrast agent. Namun informasi tentang fungsi renal dan anatomi sistem kolekting urinarius tidak dapat dilihat. Pemeriksaan ultrasonografi dapat untuk melihat semua jenis batu. Ultrasonografi USG dikerjakan bila pasien tidak mungkin menjalani pemeriksaan PIV. hidronefrosis. Jika PIV belum dapat menjelaskan keadaan sistem saluran kemih akibat adanya penurunan fungsi ginjal. If renal impairment is found before administration of the contrast. pionefrosis. dan pada wanita yang sedang hamil. yaitu pada keadaan-keadaan: alergi terhadap bahan kontras. faal ginjal yang menurun. Dengan myelomatosis 3. pelvis. Dengan alergi kontras media 2.

kolik ini juga dapat disertai demam. akibat rangsangan dan inflamasi. Pembedanya dari kolik renal adalah nyeri tersebut bergantung dengan posisi tubuh. Selain itu pada perempuan perlu juga dipertimbangkan adneksitis. Ini disertai konstipasi dan darah samar di tinja. perlu dipertimbangkan kemungkinan tumor ginjal mulai dari jenis ginjal polikistik hingga tumor Grawitz. dan ikterus ringan. Yang paling membedakan dengan kolik renal adalah diare hebat dan bising usus hiperaktif. Pada batu ginjal dengan hidronefrosis. yang tidak lazim pada kolik renal. b. berbeda dengan pasien kolik renal. a. 6 Bila terjadi hematuria. Kolesistitis akut dapat menyebabkan nyeri ke bahu kanan atau subskapula. atau apendisitis akut. khususnya yang kanan. . Pasien biasanya berbaring tenang. c. Kecuali kolik renal atipikal. d. Jika terdapat infeksi ginjal. Diagnosis dapat ditegakkan dengan anamnesis pasien. Kolik bilier Nyeri pada kuadran kanan atas abdomen. Selain itu. perlu dipertimbangkan kemungkinan kolik saluran cerna. leukositosis. umumnya gejala kolik renal sangat khas dan tidak seperti nyeri karena penyakit intra abdominal atau retroperitoneal lainnya. perlu dipertimbangkan kemungkinan keganasan apalagi bila hematuria terjadi tanpa nyeri. jauh lebih ringan dari kolik renal dan seringkali ada abdominal tenderness. Divertikulitis dan irritable colon syndrome Divertikulitis yaitu nyeri pada sisi kiri dekat ureter bagian bawah. nyeri terlokalisasi di titik Mc Burney. kandung empedu. Apendisitis Nyeri setelah 4-6 jam di periumbilikus. perlu juga diingat bahwa batu saluran kemih yang bertahun-tahun dapat menyebabkan terjadinya tumor yang umumnya karsinoma epidermoid. mual dan muntah yang menetap. abdominal tenderness adalah gejala kolik bilier.jika dicurigai terjadi kolik ureter maupun ginjal. Nyeri pada pelvis dapat terjadi karena lesi obstruktif dan berciri khas unilateral yang menjalar ke bagian sakral. yang dapat hilang dengan imobilitas. Irritable colon syndrome disertai distensi abdomen dan nyeri hebat yang berhubungan dengan nyeri punggung bawah. paha. atau lipat paha (paling sering L4-5 dan L5-S1). Nyeri muskuloskeletal Protrusi diskus intervertebral lumbalis dapat menyebabkan nyeri punggung unilateral yang menjalar ke pinggul.

NSAIDs may further diminish renal function in patients with an obstruction. particularly those with preexisting renal impairment.14.16. and ureteral smooth-muscle stimulation. nonsteroidal antiinflammatory drugs (NSAIDs) and cyclooxygenase-2 (COX-2) inhibitors also provide effective analgesia by blocking afferent arteriolar vasodilatation. edema. double-blind trials are lacking. intractable pain is controlled by decompressing the obstruction.23 Because the pain is due to renal capsular distention. When NSAIDs are used for acute renal colic.17 Nonetheless.The pain associated with ureteral stones has traditionally been managed with narcotics.21 although data on this approach are limited.17. In rare instances. However.). However. since the objective of treatment is to reduce ureteral spasms.22 Acupuncture may also reduce pain. If NSAIDs.15. pain relief is achieved most rapidly by intravenous administration. COX-2 inhibitors.12-15 NSAIDs are less likely than narcotics to cause nausea.12. but it has not been compared directly with commonly used medications.18 Although randomized. One randomized.13.19. data indicate that in typical doses ketorolac — which is commonly used for colic — poses little risk of renal failure and does not increase the risk of surgical bleeding (Table 1Table 1Drugs Commonly Used to Treat Colic. thereby reducing diuresis. patients may have intractable . Alternative approaches to pain relief have been less well studied.20 Renal colic may also be managed with the antidiuretic desmopressin. prospective trial demonstrated that the pain from renal colic may be reduced by wrapping the patient's abdomen in a resistive heating blanket set to 42°C. ketorolac and diclofenac appear to be at least as effective as narcotics. or desmopressin is used. overhydration should be avoided.

These patients also require decompression and intravenous hydration. .vomiting.