Anda di halaman 1dari 11

Nama : Anita Yuliana NIM : 123.0004 Pemberian obat secara IV 1. Pengertian Pemberian obat melalui vena 2.

Tujuan a. Memasukkan obat secara cepat b. Mempercepat penyerapan obat 3. Indikasi a. Pemberian obat yang langsung b. IV pada waktu di infus tidak ada unsure menyakiti. c. Pada klien dengan kulit abrasi ini sering menimbulkan reaksi yang cepat. d. Obat-obat yang harus segera diberikan, dan reaksinya tidak menyebabkan shock. e. Untuk evaluasi duktus biliaris pada pasien dengan cholecystectomi f. Untuk evaluasi duktus biliaris pada non-cholecystectomi, yakni pasien : g. Pada kasus dimana biliary tract tidak nampak pada pemeriksaan OCG h. Pada kasus dimana, karena vomiting dan diarrhea, pasien tidak mampu menerima pemasukan MK secara oral 4. Kontraindikasi a. Pasien dengan liver desease b. Non-intact duktus biliaris c. Pasien dengan peningkatan bilirubin ( lebih dari 2 mg/dl) d. Untuk pasien dengan obstructive jaundice dan post cholecystectomy, maka USG dpt digunakan. e. Klien dengan phlebitis 5. Persiapan alat a. Catatan pemberian obat b. Obat c. Spuit sesuai ukuran d. Kapas alcohol e. Cairan pelarut f. Bak injeksi g. Bengkok h. Perlak dan alasnya i. Tourniquet 6. Prosedur kerja

Refrensi Hidayat. Ambil obat dan masukkan ke dalam spuit sesuai dengan dosis dan letakkan dalam bak injeksi d. (1996). Dokumentasi 7.H. b. c. buku 2. Desinfeksi dengan kapas alcohol h. Jakarta : EGC http://endra-ndruu.blogspot.a.com/2011/08/prosedur-keperawatan-pemberianobat. R. Jika ada darah lepaskan bendungan dan masukkan obat secara perlahan hingga habis k. Menimbulkan kecemasan.net/4nakmans4/prinsip-dan-teknik-pemberian-obatoral-sublingual-ic-sc-dan-im . Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. K & Everlyn. 8. Setelah jarum masuk lakukan aspirasi spuit. Mencuci tangan m. 2. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. Jelaskan prosedur b. Jakarta : salemba Medika Joyce. Komplikasi a. Lakukan penyuntikan dengan lubang jarum menghadap ke atas dan sudut 15°-30° j.html http://www. AAA.slideshare. Setelah selesai ambil spuit dengan menarik spuit dan tekan daerah penyuntikan dengan kapas alcohol kemudian spuit yang telah digunakan letakkan kembali ke dalam bengkok l. Periksa area yang akan dilakukan penyuntikan e. Lakukan pembendungan vena g. Mencuci tangan c. IV sangat berbahaya karena reaksinya terlalu cepat. (2006). Lakukan penyuntikan i. Resikonya masuknya obat secara langsung ke pembuluh darah. Pasang perlak di bawah vena yang akan dilakukan penyuntikan f.

Regangkan dengan tangan non dominan area tersebut h. Tujuan Pemberian obat melalui jaringan sub kutan ini pada umumnya dilakukan dengan program pemberian insulin yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah. Spuit 3 cc d. Kapas alcohol e. 3.Pemberian obat secara SC 1. Prosedur kerja a. Bak injeksi g. Pasang perlak di bawah area lengan yang akan diberikan injeksi e. Catatan pemberian obat b. Cairan pelarut f. Jelaskan prosedur b. Perlak dan alasnya 6. Desinfeksi area yang akan dilakukan insersi dengan kapas alcohol g. Lakukan aspirasi. Kontraindikasi Obat dalam dosis besar dan tidak larut dalam air atau minyak. Imunisasi 4. Pengertian Pemberian obat yang dilakukan dengan suntikan di bawah kulit 2. Bebaskan area yang akan dilakukan penusukan d. Pemberian insulin terdapat 2 tipe larutan yaitu jernih dan keruh karena adanya penambahan protein sehingga memperlambat absorbs obat atau juga termasuk tipe lambat. Mencuci tangan c. Ambil obat sesuai dengan dosis yang akan diberikan lalu siapkan dalam bak injeksi f. Bengkok h. Indikasi a. Pemberian insulin b. Persiapan alat a. Obat dalam tempatnya c. Jika tidak ada darah semprotkan obat secara perlahan . 5. Lakukan penusukan dengan lubang jarum menghadap ke atas dan sudut 45° terhadap permukaan kulit i.

l.blogspot. (2006). (1996). buku 2.H. m.com/2011/03/makalah-cara-pemberianobat.j. Tarik spuit dan tahan dengan kapas alcohol Catat reaksi pemberian obat Mencuci tangan Dokumentasi 7.html . Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. Refrensi Hidayat. K & Everlyn. k. AAA. Jakarta : salemba Medika Joyce. R. Komplikasi Kumpulan obat dalam jaringan dapat menimbulkan abses steril yang tak tampak seperti gumpalan yang mengeras dan nyeri di bawah kulit. Jakarta : EGC http://ferdiansy-darkinside. 8. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia.

alergi. Bak injeksi g. Catat reaksi pemberian l. infeksi kulit 5. Indikasi Klien yang akan diberikan obat antibiotic 4. Catatan pemberian obat b.Pemberian obat secara IC 1. Pasang perlak di bawah area lengan yang akan diberika injeksi e. Spuit 1 cc d. Jelaskan prosedur b. Bebaskan area yang akan dilakukan penusukan d.5 cc dan encerkan kembali menjadi 1 cc lalu siapkan dalam bak injeksi f. Perlak dan alasnya 6. Kapas alcohol e. Kontraindikasi luka. Mencuci tangan c. Tarik spuit dan jangan lakukan massase k. Regangkan dengan tangan non dominan area tersebut h. Desinfeksi area yang akan dilakukan insersi dengan kapas alcohol g. Persiapan alat a. Semprotkan obat hingga timbul gelembung tipis di permukaan kulit j. Lakukan penusukan dengan lubang jarum menghadap ke atas dan sudut 15° terhadap permukaan kulit i. Pengertian Pemberian obat yang dilakukan dengan cara memasukkan obat ke dalam jaringan kulit 2. Ambil obat encerkan dengan pelarut dengan cara ambil dalam spuit 4 cc lalu ambil 0. Bengkok h. Obat dalam tempatnya c. Tujuan Untuk tes alergi terhadap obat 3. Mencuci tangan . berbulu. Prosedur kerja a. Cairan pelarut f.

Jakarta : EGC http://ferdiansy-darkinside. Komplikasi Terjadi iritasi pada kulit jika terdapat alergi pada obat 8. (2006). Dokumentasi 7.blogspot. AAA. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. buku 2. K & Everlyn. Refrensi Hidayat.H. Jakarta : salemba Medika Joyce.com/2011/03/makalah-cara-pemberianobat. (1996).html . R. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia.m.

Tempat obat c. diare. . Obat-obatan b. Tujuan a. Indikasi a. Membagi obat ke pasien: • Mencuci tangan • Mengambil daftar obat kemudian obat diteliti kembali sambil membuka bungkus obat. tidak kooperatif. Pada pasien yang tidak membutuhkan absorbsi obat secara cepat. Prosedur kerja a. Menghindari pemberian obat yang dapat menyebabkan nyeri 3. Pada pasien yang tidak mengalami gangguan pencernaan 4. Pengertian Pemberian obat melalui oral merupakan pemberian obat melalui mulut dengan tujuan mencegah. mengobati. Membagi obat ketempat obat: • Mencuci tangan • Membaca instruksi pada daftar obat • Mengambil obat-obatan • Menyiapkan obat dengan tepat menurut daftar obat (obat masih dalam kemasan) • Menyiapkan obat cair beserta gelas obat b. Menghindari pemberian obat yang dapat menyebabkan kerusakan kulit dan jaringan c. tidak sabar. b.Pemberian obat secara oral 1. Daftar buku obat/ jadwal pemberian obat d. Persiapan alat a. Kontraindikasi Tidak efektif jika pengguna sering muntah-muntah. iritasi pada saluran cerna 5. Air minum dalam tempatnya 6. dan mengurangi rasa sakit sesuai dengan jenis obat 2. Menyediakan obat yang memiliki efek local atau sistemik melalui saluran gastrointestinal b.

buku 2. R. Mencuci tangan 7.Menuangkan obat cair kedalam gelas obat. jaga kebersihan etiket obat Membawa obat dan daftar obat ke pasien sambil mencocokan nama pada tempat tidur dengan nama daftar obat • Memastikan pasien benar dengan meanggil nama pasien sesuai dengan nama pada daftar obat • Memberi obat satu per satu ke pasien sambil menunggu sampai pasien selesai minum c. dan evaluasi respon terhadap obat dengan mencatat hasil peberian obat d. Jakarta : EGC http://kumpulan-askep3209. Refrensi Hidayat. (2006). (1996).H. K & Everlyn.com/2012/06/pengobatan-secaraoral. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan.html • • . Catat perubahan. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. reaksi terhadap pemberian.blogspot. AAA. Jakarta : salemba Medika Joyce.

Memperoleh efek local dan sistemik b. K & Everlyn. e. hingga terlarut seluruhnya. Refrensi Hidayat. Pengertian Pemberian obat melalui sublingual merupakan rute pemberian obat yang absorpsinya baik melalui jaringan. kapiler di bawah lidah. c. 4.Pemberian obat secara sublingual 1. Tujuan a. d. R. Memberikan obat kepada pasien. Karena tidak melalui lambung. Obat-obat ini mudah diberikan sendiri. sifat kelabilan dalam asam dan permeabilitas usus tidak perlu dipikirkan 2.H. (1996). tidak minum dan berbicara selama obat belum terlarut seluruhnya 5. Memperoleh aksi kerja obat yang lebih cepat dibanding dengan secara oral c. Cuci tangan. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta:EGC . Persiapan alat Obat yang sudah ditentukan dalam tempatnya. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. buku 2. Memberitahu pasien agar meletakkan obat pada bagian bawah lidah. Menghindari kerusakan obat oleh hepar 3. (2006). AAA. Prosedur kerja a. b. Menganjurkan pasien agar tetap menutup mulut. Jakarta : salemba Medika Joyce.

Kertas tisu 6. Kain kasa e. Anjurkan klien dalam posisi sims g. Indikasi a. Kontraindikasi a. Tujuan Memberikan efek local dan sistemik 3. Mencuci tangan k. Sarung tangan c. Dokumentasi . Polip pada rectum 5. Anjurkan tetap berbaring telungkup/miring selama 15 menit j. Buka pembungkus obat dan pegang dengan kain kasa e.Pemberian obat secara rektal 1. Persiapan alat a. Pada anak yang mengalami kejang 4. Pengertian Pemberian obat yang dilakukan melalui anus/rectum 2. Mencuci tangan c. Pada klien yang akan dilakukan pembedahan b. Prosedur kerja a. Obat suppositoria b. Ca kolon b. Olesi ujung obat dengan vaselin sebagai pelicin f. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan b. Regangkan anus dengan tangan non dominan masukkan obat dengan perlahan kurang lebih 10 cm pada orang dewasa dan 5 cm pada anak-anak h. Jika selesai bersihkan area anus i. Menggunakan sarung tangan d. Vaselin d.

K & Everlyn. Jakarta : EGC . buku 2.7. AAA. Refrensi Hidayat. Jakarta : salemba Medika Joyce. (2006).H. Farmakologi Pendekatan Proses Keperawatan. R. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. (1996).