Anda di halaman 1dari 39

CASE REPORT SESSION GANGGUAN MENTAL DAN PERILAKU

Oleh : Gusti Made Odi Sidharta 1301-1211-0555 Vengadesh A/L Varatharajoo 1301-1211-3602 Poulomi Choudhury 1301-1211-3592

KETERANGAN UMUM


 


  

Nama Umur Jenis Kelamin Pekerjaan Status Perkawinan Agama Pendidikan Alamat Cicalengka Sumber

: Nn. T : 29 tahun : perempuan : IRT : Menikah : Islam : SMP : Tanjung Waras, : Ruangan

ANAMNESIS
Keluhan Utama: Memukul kaca di rumah, berbicara kacau

Namun karena pasien menjadi gelisah. bicara dan tertawa sendiri. Pasien menjadi lupa terhadap anaknya sendiri. Dua minggu setelah melahirkan. pasien terlihat mengalami perubahan perilaku seperti marah-marah. pasien dibawa ke RSUD Sumedang.Riwayat Penyakit Sekarang Heteroanamnesis  3 bulan SMRS pasien melahirkan bayi perempuan. Karena perilaku tersebut. Pasien juga terlihat tidak bisa tidur. Persalinan normal ditolong oleh bidan. pasien dibawa pulang tanpa diperiksa dokter . sementara antrian pasien masih panjang.

 Dua hari sebelum masuk rumah sakit. memukul kaca. bicara tidak nyambung dan tidak mau makan . pasien semakin terlihat gelisah. mondar-mandir.

Riwayat Penyakit Dahulu   Riwayat kejang tidak ada Riwayat demam tidak ada .

ibu pasien dalam keadaan sehat  Mengandung selama 9 bulan  Lahir spontan dibantu oleh bidan .RIWAYAT HIDUP  Masa Dikandungan dan Sekitar Persalinan  Pasien adalah anak kedua dari dua bersaudara  Ketika mengandung.

 Masa Bayi  Pasien mendapat ASI selama 2 tahun  Pasien merupakan anak yang tidak rewel dan perkembangannya sesuai dengan anak seusianya .

 Masa Prasekolah  Pasien sudah tidak mengompol sejak usia 3 tahun dan pasien masuk sekolah dasar saat usia 6 tahun .

Masa Sekolah dan Prapubertas  Pasien hanya bersekolah sampai taraf SMP dan tidak melanjutkan ke tingkat lebih tinggi karena keadaan ekonomi .

 Riwayat Pekerjaan  Pasien belum pernah bekerja  Riwayat Perkawinan  Pasien sudah menikah  Kepribadian sebelum sakit  Pasien adalah orang yang periang. rajin membantu pekerjaan di rumah Pasien memiliki ketertarikan pada lawan jenis  Kehidupan Psikoseksual  .

Pemeriksaan Fisik  Tanda vital  TD : 100/80 mmHg  N : 76x/menit  RR : 18 x/menit  T : Afebris  Pemeriksaan fisik dalam batas normal .

STATUS PSIKIATRIKUS  Identifikasi pribadi Pasien kooperatif  Roman muka biasa  Kontak / Rapport: Ada / adekuat  Perilaku/aktivitas psikomotor : tidak ada kelainan   Bicara  Spontan. kesesuaian afek: sesuai . verbalisasi jelas  Mood dan afek  Mood eutimik. produktivitas cukup.

asosiasi longgar Perepsi: Halusinasi dan ilusi disangkal Kesadaran kompos mentis Orientasi baik Memori baik Konsentrasi cukup Dasar pengetahuan sesuai tingkat pendidikan Berpikir abstrak kurang Tilikan derajat 2  Sensorium dan kognisi        Tilikan  . Pikiran dan persepsi   Pikiran autistik.

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL      Aksis I : Gangguan mental dan perilaku berat yang berhubungan dengan masa nifas YTK Aksis II : belum ada diagnosis Aksis III : belum ada diagnosis Aksis IV : masalah keluarga Aksis V : GAF scale 50-41 .

TERAPI  Psikofarmaka :  Risperidon 2 mg 2 x 1 tab .

PROGNOSIS   Quo ad vitam : ad bonam Quo ad functionam : dubia ad malam .

PEMBAHAS AN .

    memecahkan kaca di rumah sering gelisah sering mundar-mandir nafsu makan menurun .DIAGNOSIS Diagnosis dan gejala pada pasien:     Onset gejala dalam 2-3 minggu setelah melahirkan anak. Terdapat perubahan perilaku seperti: pasien sering marah-marah sampai megamuk bicara sendiri     tertawa sendiri tidak bisa tidur pasien tidak mengenal anaknya sendiri sering bicara kasar.

and they may have episodes of tearfulness and emotional lability. influenced. insomnia.DIAGNOSIS • The symptoms of postpartum psychosis:time to onset is within 2 to 3 weeks and almost always within 8 weeks of delivery. confusion. . • Later. • Delusional material may involve the idea that the baby is dead or defective. incoherence. and restlessness. • Patients begin to complain of fatigue. • Patients may deny the birth and express thoughts of being unmarried. suspiciousness. and obsessive concerns about the baby's health and welfare may be present. virginal. or perverse. irrational statements. persecuted.

DIAGNOSIS Hallucinations with similar content may involve voices telling the patient to kill the baby or herself.  . stand. lability of mood. or walk are also common. restlessness. agitation. and mild cognitive deficits.  The onset of florid psychotic symptoms is usually preceded by prodromal signs such as insomnia. Complaints regarding the inability to move.

DIAGNOSIS Comparison between Post-partum depression and post-partum psychosis .

DIAGNOSIS .

PENATALAKSANAAN   Obat yang digunakan untuk menangani pasien seperti ini adalah anti-psychotics. Risperidon adalah obat antipsychosis yang berperan sebagai dopamine agonist yang mempunyai cirri-ciri antiserotonergic. Psikofarmaka yang diberikan adalah risperidon karena efeknya dalam menekan gejala positif pada pasien. antiadrenergic and antihistaminergic . antidepressants atau mood stabilizers.

Risperidone merupakan antagonis monoaminergik selektif dengan afinitas tinggi terhadap reseptor serotonergik 5-HT2 dan dopaminergik D2. .PENATALAKSANAAN   Risperidone termasuk antipsikotik turunan benzisoxazole. Risperione tidak memiliki afinitas terhadap reseptor kolinergik. Risperidone berikatan dengan reseptor α1-adrenergik.

hal tersebut menyebabkan berkurangnya depresi aktivitas motorik dan induksi katalepsi dibanding neuroleptik klasik. dimana dapat memperbaiki gejala positif skizofrenia. dia memperluas aktivitas terapeutik terhadap gejala negatif dan afektif dari skizofrenia. Antagonisme serotonin dan dopamin sentral yang seimbang dapat mengurangi kecenderungan timbulnya efek samping ekstrapiramidal. .PENATALAKSANAAN  Meskipun risperidone merupakan antagonis D2 kuat.

Absorpsi risperidone tidak dipengaruhi oleh makanan. Hidroksilasi merupakan jalur metabolisme terpenting yang mengubah risperidone menjadi 9-hidroxylrisperidone yang aktif.PENATALAKSANAAN   Farmakokinetik Risperidone diabsorpsi sempurna setelah pemberian oral. . konsentrasi plasma puncak dicapai setelah 1-2 jam.

Keluarga dapat menerima perubahan yang terjadi pada pasien . Selain itu.B. dan untuk memilih dan melaksanakan solusi konsensual terbaik. sehingga dapat membahas dan menentukan sikap yang tepat dari masalah. Non-farmakologis → Psikoterapi : Terapi Keluarga Tujuan : .Menemukan faktor pencetus sehingga nantinya pasien bersama keluarga dapat menurunkan kambuhnya gejala pasien akibat berulang timbulnya faktor pencetus . untuk dapat mempertimbangkan solusi alternatif lainnya.Terapi ini juga mendorong keluarga untuk mengadakan pertemuan keluarga setiap kali masalah timbul. .

PROGNOSIS    Usia Semakin muda prognosis semakinburuk. tetapi bila gejala utama pasien skizofrenia maka prognosis buruk . Prognosis baik. Faktor pencetus Pada pasien ini diketahui faktor pencetusnya. Gejala utama Bila gejala utama pasien afektif maka prognosis baik. sehingga kemungkinan serangan berikutnya dapat dicegah.

dan kemampuan kognitif melemah .Relaksasi otot : rasa lemas. dll . cepat lelah.Sedasi : rasa mengantuk. kewaspadaan berkurang. kinerja psikomotor menurun.PENATALAKSANAAN  Efek samping clobazam yang dapat terjadi dari obat ini adalah : .

Studi risperidone dosis tunggal menunjukkan konsentrasi zat aktif dalam plasma yang lebih tinggi dan eliminasi yang lebih lambat pada lanjut usia dan pada pasien dengan gangguan ginjal. . Waktu paruh eliminasi dari fraksi antipsikotik yang aktif adalah 24 jam. Konsentrasi plasma tetap normal pada pasien dengan gangguan fungsi hati.

kecurigaan dan rasa permusuhan) dan atau dengan gejalagejala negatif yang terlihat nyata (seperti.Indikasi:  Terapi pada skizofrenia akut dan kronik serta pada kondisi psikosis yang lain.  gejala afektif (seperti. perasaan bersalah dan cemas) yang berhubungan . dengan gejala-gejala tambahan (seperti. sulit berbicara). blunted affect. gangguan pola pikir. delusi. halusinasi. depresi. menarik diri dari lingkungan sosial dan emosional.

1-2 x sehari  Hari ke-2 : 4 mg/hari. Dosis umum  Hari ke-1 : 2 mg/hari. 1-2 x sehari  Dosis umum 4-8 mg per hari . 1-2 x sehari (titrasi lebih rendah dilakukan pada beberapa pasien)  Hari ke-3 : 6 mg/hari.Kontraindikasi:  Hipersensitif terhadap risperidone.

rinitis.Efek samping  Umunya: insomnia. disfungsi orgasme. nyeri abdominal. pusing. mual/muntah. disfungsi ejakulasi. priapismus. ruam dan reaksi alergi lain. rasa cemas. kelelahan. konstipasi. disfungsi ereksi. gangguan penglihatan. sakit kepala. konsentrasi terganggu. .  Efek samping lain: somnolen. dispepsia. inkontinensia urin. agitasi.

   Gejala ekstrapiramidal mungkin terjadi seperti: tremor. Jika bersifat akut. edema dan peningkatan kadar enzim hati kadang-kadang terjadi. Risperidone dapat menyebabkan kenaikan konsentrasi prolaktin plasma yang bersifat dose-dependent. Kenaikan berat badan. distonia akut. bradikinesia. hipersalivasi. dapat berupa galactorrhoea. gangguan siklus menstruasi dan amenorrhoea. . rigiditas. akathisia. gejala ini biasanya ringan dan akan hilang dengan pengurangan dosis dan/atau dengan pemberian obat antiparkinson bila diperlukan. gynaecomastia.

Pada tipe ini menitik beratkan dalam hal interpretasi.Psikoterapi     psikoterapi ekspresif interpretasi dari konflik untuk memunculkan wawasan (insight) dari dalam diri pasien. psikoterapi suportif untuk memperkuat pertahanan diri pasien dan membantu pasien dalam beradaptasi dan memecahkan masalah. .

Faktor pencetus  Pada pasien ini diketahui faktor pencetusnya. Durasi manik  Pada pasien ini episode manik diketahui 2 bulan 2  . sehingga kemungkinan serangan berikutnya dapat dicegah.PROGNOSIS Identifikasi and intervensi secara dini prognosisnya pada wanita yang mengalami serangan adalah biasannya baik. semakin dewasa prognosisnya semakin baik. Prognosis baik. Usia  Pada pasien ini usia 24 tahun.

prognosis baik. Riwayat gangguan psikiatri dan fisik  Pada pasien ini tidak terdapat riwayat gangguan psikiatri. Terapi  Dengan terapi adekuat. Support system  Adanya dukungan dari keluarga yang harmonis dan lingkungan yang baik akan memberikan pengaruh positif bagi pasien dalam menghadapi penyakit. prognosis baik. Prognosis baik .dan tidak ada gangguan fisik.PROGNOSIS Gagasan bunuh diri  Pada pasien tidak terdapat gagasan bunuh diri.

TERIMA KASIH .