Anda di halaman 1dari 17

HIPOSPADIA

Oleh:
Alian Setiawan Anggie Ariandhita Nessia Caesaria Propan Hanggada Rizkiyani Astuti Titisari Khoiria .Q G0006038 G0007035 G0007215 G0006138 G0007224 G0007162

Pembimbing : Dr. Amru Sungkar Sp.B Sp.BP

KEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN UNS / RSU DR. MOEWARDI SURAKARTA 2009

Spadon = celah – Kelainan bawaan pada penis – Muara urethra terletak proksimal dan ventral ujung glans penis – Preputium dorsal berlebihan (dorsal hood) – Penis angulasi ke ventral (chordee) . Hipo = bawah.PENDAHULUAN Hipospadia – Greek.

INSIDENSI    3 : 1000 kelahiran bayi laki – laki 1:300 kelahiran bayi laki-laki di Amerika Serikat Insiden terbanyak di negara Eropa .

2. 3. . Gangguan keseimbangan hormon • Gagalnya testis memproduksi testosteron dalam jumlah yang cukup • Sel – sel struktur genital kekurangan reseptor androgen • Sel – sel kekurangan enzim 5 alfa reduktese sehingga rangsangan androgen untuk menjadi testosterone menjadi dihydrotestosteron menjadi tidak adekuat.ETIOLOGI Belum diketahui pasti. Lingkungan polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi. diduga : 1. Genetika mutasi pada gen yang mengode sintesis androgen  ekspresi dari gen tidak terjadi.

ANATOMI .

PATOLOGI ANATOMI .

EMBRIOLOGI • Minggu 2: ektoderm dan endoderm lekukan ditengah (mesoderm) memisahkan ekto dan endoderm yang kemudian bersatu di kaudal. • Minggu 6 : terbentuk genital tuberkel dan di lateral terdapat genital fold • Minggu 7 : genital tuberkel membentuk glans  Bila terjadi agenesis dari dari mesoderm maka genital tuberkel tidak terbentuk sehingga penis tidak terbentuk .

dan genital fold membentuk sisi – sisi dari sinus urogenitalia Bila genital fold gagal bersatu di atas sinus urogenitalia maka akan terjadi hipospadia  .EMBRIOLOGI  Bagian anterior dari membrana kloaka akan ruptur dan membentuk sinus.

KLASIFIKASI   Anterior (50%) Granular : muara penis terletak pada proksimal glans penis  Subcoronal : muara penis terletak pada sulcus coromalia Middle (30%) : meatus terletak antara glands penis dan skortum.  Distal penile  Mid shaft  Proximal penile      Posterior (20%) Penoscrotal Scrotal Perineal .

DIAGNOSIS • Gejala klinis:  Meatus uretra tidak terdapat di ujung penis.  Chordee  jaringan fibrosa yang mengelilingi meatus dan membentang ke distal sampai basis glans penis yang menyebabkan pelekukan dan pembengkokan batang penis  Bentuk penis yang abnormal (kulit penis bagian ventral kurang atau tidak ada sama sekali)  Kesulitan mengarahkan aliran urine  Penis melengkung ke arah bawah yang tampak jelas saat ereksi (problem infertilitas)  Terjadi peningkatan insidens undesensus testis .

DIAGNOSIS Pemeriksaan Lab. & Endoskopik • Apusan buccal dan karyotipe untuk membantu menentukan jenis kelamin  • Uretroskopi dan sistoskopi memastikan organ-organ seks internal terbentuk secara normal • Urografi untuk mendeteksi kelainan kongenital lain pada ginjal dan ureter . X-Ray.

. Flip Flap. misalnya teknik Santanelli procedure. Dengan:  Memperlebar meatus  Memperbaiki kurvatura  Rekonstruksi bagian yang hilang dari uretra  Restorasi aspek normal genitalia eksterna CARA: Flap lokal dengan basis meatus (meatotomi) . MAGPI (Meatal Advancement and Glanuloplasty).PENATALAKSANAAN TUJUAN: Memperbaiki fungsi berkemih&seksual.

Chordectomy Memotong uretra plat distal.TEKNIK OPERASI Perbaikan dua tahap:  1. meluruskan penis sehingga meatus tertarik lebih proksimal  .

Urethroplasty • Penutupan kulit bagian ventral dilakukan dengan memindahkan preputium dorsal dan kulit penis mengelilingi bagian ventral dalam tahap uretroplasty .2.

.

KOMPLIKASI POST OP Komplikasi jangka pendek:  Perdarahan  Infeksi  Dehisensi  Nekrosis flap  Edema. Komplikasi jangka panjang :  Fistel uretrokutaneus  Striktur  Divertikulum  Residual chordee/rekuren chordee  .

TERIMA KASIH .