Anda di halaman 1dari 23

4.

Teknologi Tepat Lingkungan SOLAR THERMAL DRYER


TEKNOLOGI SEDERHANA DAN TEPAT LINGKUNGAN UNTUK PENGERING SIMPLISIA
Tanaman Obat Tanaman obat merupakan sumber daya alam yang kaya manfaat bagi kesehatan tubuh manusia, karenanya tanaman obat perlu di kembangkan dan disebarluaskan jenis dan manfaatnya. Jika masyarakat cukup mengenal tanaman obat, maka keberadaannya di alam akan tetap lestari. Tanaman obat dapat diartikan sebagai tanaman ataupun tumbuhan yang secara alamiah memiliki kemampuan menyembuhkan berbagai penyakit. Manfaat tanaman obat bagi tubuh manusia antara lain: 1. Mampu mencegah gangguan kesehatan. 2. Mampu memulihkan gangguan kesehatan. 3. Mampu mengobati penyakit dan gejalanya. 4. Dapat meningkatkan daya tahan tubuh. 5. Dapat memperbaiki gizi keluarga. 6. Dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Menurut jenis dan bagian tanaman obat, maka cara pemanfaatannya dapat dilakukan dengan beberapa cara : 1. Diminum dalam bentuk segar yakni dengan cara direbus dan di minum airnya. 2. Diminum dalam bentuk serbuk yang diaduk dalam air (jamu instan), airnya setelah tanaman dipanen mengalami perlakuan dicuci, dikeringkan dan dibuat serbuk. 3. Diminum dengan cara diseduh atau dimasukkan dalam kapsul 4. Diminum sebagai obat kumur. Sama dengan tanaman/komuditi yang lain, tanaman obat juga akan mengalami kerusakan (fisik maupun kimiawi) setelah pemanenan. Supaya tanaman obat lebih awet dan mudah dalam pemanfaatannya, salah satu pengolahannya ialah dalam bentuk simplisia.

Teknologi Tepat Lingkungan | 55

Simplisia dan Manfaatnya


Pengertian dari Simplisia ialah bahan alamiah yang dipakai sebagai tanaman obat yang belum mengalami proses setengah jadi, seperti pengeringan. Bagian tanaman yang dapat dipakai sbagai simplisia adalah akar, rizoma, herba, daun, bunga, buah, pati, minyak, getah, damar, malam, kulit, kayu, dan umbi lapis. Simplisia dapat diseduh langsung, atau dibuat racikan sesusai dengan resep obat yang kemudian dijadikan bubuk. Bentuk bahan obat yang berupa bahan kering selain mempunyai daya simpan yang lama juga akan mempermudah masyarakat yang ingin mengkonsumsinya. Dalam bentuk kering, simplisia tidak mudah rusak. Penghentian reaksi enzimatis akan mencegah penurunan mutu atau perusakan simplisia. Permintaan masyarakat yang kian meningkat terhadap produk natural/alami untuk obat ataupun suplemen menjadikan simplisia mempunyai prospek yang cerah untuk usaha bisnis maupun pengembangan sebagai pengetahuan baru untuk masyarakat dalam mengenal jenis jenis tanaman obat dan khasiatnya.

Pengolahan Simplisia
Secara tradisional pengeringan bahan tanaman obat ada yang dihamparkan ditempat terbuka dan dijemur di bawah sinar matahari langsung, kemudian dalam

pengembangannya dihamparkan dan dikering anginkan (tidak terkena sinar matahari langsung). Kelemahan dari system jemur matahari langsung di tempat terbuka ialah berkurangnya kadar kandungan khasiat bahan tanaman obat yang cukup besar akibat penguapan dan suhu yang terlalu tinggi. Suhu yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan perubahan perubahan yang tidak dikehendaki pada bahan, demikian pula panas yang berlebihan dapat menyebablan case hardening, suatu keadaan dimana bagian luar pangan/komoditi menjadi keriput dan keras, sedangkan air terperangkap didalamnya, air ini tidak bisa menerobos menerobos bahan dengan proses difusi secara normal atau secara kapiler. Selain itu browning atau pencoklatan juga sulit dicegah dan kemungkinan besar pula spora jamur dan debu dapat menempel pada bahan. System kering angin lebih dapat menjaga kandungan khasiat bahan, namun browning, serta menempelnya spora dan debu masih dapat terjadi. Suhu dan kelembaban udara sekitar bahan selama proses pengeringan berubah ubah dapat memicu pertumbuhan jamur, dan sulit dicapai kadar air akhir pada bahan kering yang ideal. Kadar air sangat berperan dalam bahan kering. Kadar
Teknologi Tepat Lingkungan | 56

air yang masih terlalu tinggi akan menyebabkan produk mudah rusak dan penurunan kualitas kadar kandungan dalam bahan. Pengeringan simplisia dapat dilakukan dengan dikeringkan langsung atau dirajang terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dengan suhu yang tidak terlalu tinggi, 50-60C dan waktu pengeringan relative singkat. Suhu yang terlalu tinggi dan waktu pengeringan yang lama akan mengakibatkan perubahan kimia pada kandungan senyawa aktifnya. Reaksi enzimatis tidak berlangsung bila kadar air dalam simplisia kurang dari 10%, karena proses enzimatis dalam sel bisa dihentikan jika kadar air kurang dari 10% (Depkes, 1985). System pengeringan yang paling ideal adalah penggunaan oven listrik yang tertutup dan dapat ditentukan suhu yang tepat, namun teknologi ini amatlah mewah bagi kalangan petani rempah rempah maupun kelompok masyrakat/petani yang ingin mengembangkan produk simplisia yang dapat member nilai tambah bagi komoditi tanaman obat mereka budidayakan. Uraian diatas mendasari ide pembuatan Solar Thermal Dryer (STD), suatu teknologi tepat lingkungan yang sederhana, murah, dan mudah untuk ditiru serta dikembangkan lebih lanjut.

Solar Thermal Dryer


Pengertian
Solar Thermal Dryer (STD) adalah system pengering yang menggunakan tenaga panas dari sinar matahari. Panas sinar matahari akan diperangkap didalam ruang tertutup untuk mengeringkan bahan dalam ruangan tersebut dan uap air dibuang melewati lubang sirkulasi udara.

Teknologi Solar Thermal Dryer


Solar Thermal Dryer (STD) sudah banyak dibuat dan digunakan untuk pengering kakao dan panili. Biasanya STD dibuat dari bahan plastic poliethylen sebagai penutup, sedang rangka dibuat dari aluminium. Bentuknya ada yang menyerupai kerucut ada pula yang berbentuk terowongan matahari. Dibandingkan dengan penjemuran langsung di bawah sinar matahari yang membutuhkan waktu selama beberapa hari, system
Teknologi Tepat Lingkungan | 57

terowongan matahri hanya perlu 6-8jam untuk mengeringkan hasil panen (cengkeh, vanili, jagung) maupun hasil perikanan (teri, kerapu). Contoh STD skala kecil yang dibuat di PPLH, karena tujuan utama untuk pengeringan simplisia, maka bentuk dan pilihan bahannya lain dengan STD untuk pengering kakao atau panili. Ukurannya relative kecil, bentuk berupa paduan kubus dan limas segiempat dengan volume kubus sebesar 216 cm, dan diatasnya terdapat limas segiempat dengan panjang rusuk 60 cm. bahan penutup terbuat dari kaca, dan bahan rangka terbuat dari kayu yang dicat dengan warna hitam. Sirkulasi udara terdapat dialas bagian bawah dari kubus, terbuat dari bahan triplek yang diberi lubang lubang untuk keluar masuknya udara. Pada bagian ruang yang berbentuk kubus terdapat dua tempat untuk rak pengering (atas dan bawah). Rak dibuat dari kawat kasa dengan rangka kayu yang juga dicat hitam. Rak dibuat dari kawat kasa untuk tempat bahan yang dikeringkan. STD dari bahan kaca dan kayu. Pemilihan bahan kaca selain lebih awet disbanding plastic, kaca juga tidak berpengaruh pada kualitas bahan yang dikeringkan, meski menurut standard pengolahan produk Departemen Pertanian bahan plastic dari poliethylen masih diperbolehkan. Bahan untuk rangka dibuat dari kayu yang dicat hitam, bahan kayu dipertimbangkan tidak akan menimbulkan suhu lebih dari yang dibutuhkan yakni hanya sekitar 50-60 C. Suhu ini adalah suhu ideal pada pengering simplisia untuk meminimalisasi berkurangnya kualitas kandungan bahan yang harus tetap terpelihara selama proses pengolahan/pengeringan, serta tercapainya kadar air yang sesuai untuk simplisia, yakni dibawah 10%.

Eksperimen A. Suhu dalam Solar Thermal Dryer (STD)


Setelah rancangan STD sederhana dibuat dengan pilihan bahan kaca dan kayu yang dicat hitam, selanjutnya dilakukan pendataan suhu dalam STD baik pada musim panas maupun saat mendung/musim hujan. Perhitungan dilakukan dengan alat thermometer yang diletakkan pada rak atas dan rak bawah, kemudian suhu didata setiap jam, sejak pagi sampai sore. Pada tiap rak diberi dua thermometer untuk validitas data. Data yang diperoleh selanjutnya dirata-rata (Tabel 1 dan Tabel 2), kemudian dibuat dalam bentuk grafik untuk memudahkan analisa.

Teknologi Tepat Lingkungan | 58

Tabel 1. Suhu rata-rata STD Musim Kemarau selama 1 hari Pukul (WIB) Suhu Rak Atas rata-rata T (C) Suhu Rak Bawah rata-rata T (C) 08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 16.00 Suhu Rata-rata 46 52 60 60 59 57 52,5 48 38 52,5 46 52,5 60 59 58 57 56 49 39 52,9

Tabel 2. Suhu rata-rata STD Musim Penghujan selama 1 hari. Pukul (WIB) Suhu Rak Atas rata-rata T (C) Suhu Rak Bawah rata-rata T (C) 08.00 09.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 16.00 Suhu Rata-rata 25 27 30 44 53 59 56 29 25 38,7 25 26,5 31 43 49 61 53 30 25 38,3

Teknologi Tepat Lingkungan | 59

Dari kedua tabel diatas dapat dilihat bahwa suhu rata-rata dalam sehari pada STD ialah sebesar 52,7C (suhu rata-rata dari rak atas dan rak bawah) pada musim kemarau. Rata-rata suhu musim kemarau selama sehari pad rak atas 52,5C dan pada rak bawah 52,9C. Selisih suhu rata-rata rak atas dan rak bawah sebesar 0,4C . Suhu rata-rata dalam sehari pada musim penghujan ialah sebesar 38,5C (suhu rata-rata dari rak atas dan rak bawah). Suhu rata-rata pada rak atas sebesar 38,7C , sedang suhu rata-rata pada rak bawah sebesar 38,7C . Berbeda dengan suhu pada musim kemarau , rata-rata suhu di musim penghujan pada rak bawah lebih tinggi dibanding rak atas , dengan selisih 0,5C .

Dari kedua tabel rata-rata suhu musim kemarau dan penghujan dengan selisih 0,4-0,5C , dapat disimpulkan bahwa suhu pada rak atas dan rak bawah dapat dikatakan tidak jauh berbeda atau mendekati angka yang sama.

Grafik Suhu STD Musim Kemarau


70 60 50 Suhu (T) 40 30 20 10 0 Suhu Rak Atas, (C) Suhu Rak Bawah, (C)

Pukul (WIB)

Gambar 3. Garfik suhu rata-rata STD pada musim kemarau Gambar 1. Menunjukan grafik suhu rata-rata dalam STD pada musim kemarau . Pada grafik tersebut dapat dilihat bahwa suhu cukup konstan antara pukul 10.00 sampai pukul 14.00 WIB , yakni sekitar 58C . Suhu paling tinggi terdapat pada pukul 10.00-11.00 WIB yakni sebesar 60C , sedamg suhu paling rendah terdapat pada pukul 16.00 WIB , yakni sebesar 39C .

Teknologi Tepat Lingkungan | 60

Grafik Suhu STD Musim Kemarau


70 60 50 Suhu (T) 40 30 20 10 0 Suhu Rak Atas, (C) Suhu Rak Bawah, (C)

Pukul (WIB)

Gambar 4. Grafik suhu rata-rata STD pada musim penghujan Grafik pada gambar 2. Dapat menunjukkan bahwa perubahan suhu pada musim penghujan dalam ruangan STD cukup fluktuatif . Suhu konstan hanya terdapat pada sekitar pukul 12.00-14.00 WIB . Suhu paling tinggi terdapat pada pukul 13.00 , yakni 61C (rak bawah) , sedang suhu paling rendah terdapat pada pukul 08.00 WIB dan pukul 16.00 WIB , yakni sebesar 25C (rak bawah dan rak atas). B. Pembuatan Simplisia dan Perhitungan Kadar Air Setelah dilakukan pengamatan suhu , dan diketahui bahwa suhu rata-rata dalam STD cukup sesuai untuk pengeringan simplisia , selanjutnya dibuat simplisia dari beberapa tanaman obat dan dihitung kadar airnya untuk mengetahui waktu kadaluarsa. Jenis tanaman dan kadar air dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Jenis Tanaman Obat dan Kadar Air Jenis Tanaman Obat Rimpang : Kunci Pepet Kunyit 14,2 6,4 Kadar Air (%)

Teknologi Tepat Lingkungan | 61

Temu Mangga Temu Lawak Buah : Mahkota Dewa Daun : Jinten Pegangan Kumis Kucing

4,6 9,7 10,5 19,2

5,0 4,3 6,3

Perhitungan Kadar Air dilakukan dengan membandingkan berat bahan kering dan berat bahan basah untuk dihitung penyusutan airnya. Lebih jelas dapat digunakan rumus seperti ini : Kadar Air (KA) = Berat Kering (bk) x 100% Berat kering diperoleh dengan menimbang berat bahan setelah dikeringkan , sedang berat basah diperoleh dari hasil timbangan berat bahan sebelum mengalami proses pengeringan . Selanjutnya kadar air simplisia diperoleh dengan membandingkan berat kering dan berat basah seperti rumus diatas. Kadar air pada tiga bagian bahan tanaman , angka paling rendah terletak pada jenis daun , berikutnya rimpang , dan kadar air paling tinggi terdapat pada bagian buah . Pada musim kemarau pengeringan dari tiga daun selama 2 hari dalam STD menunjukkan kadar air paling rendah terdapat pada daun pegangan / kaki kuda (Centella asitica Urban ) yakni sebesar 4,3% , sedangkan kadar air paling tinggi terdapat pada daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) yakni sebesar 6,3% . Kadar air pada bagian rimpang dan buah dalam tabel 3. Setelah dikeringkan dalam STD selama 3 hari , kadar air paling rendah terdapat pada rimpang Temu mangga (Curcuma mangga Val) sebesar 4,6% . Kadar air rimpang paling tinggi terdapat pada
Teknologi Tepat Lingkungan | 62

Jahe merah (Zingeber officinalle Roxb) yakni sebesar 10,5% . Kadar air buah mahkota Dewa setelah dikeringkan selama 3 hari dalm STD pada musim penghujan masih cukup tinggi yakni sebesar 19,2% . Setelah disimpan selama tiga bulan dengan kemasan plastik yang tertutup rapat , produk simplisia dari ketiga jenis daun : Jinten (Coleus ambonicius Lour) . Pegangan / kaki kuda (Centella asiatica Urban) , dan Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) , masih berkualitas cukup tinggi , dan belum ditemukan tumbuhnya jamur pada simplisia dari daun Kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) , sehingga dapat disimpulkan bahwa simplisia dengan kadar air di bawah 10% dapat digunakan dalam jangka waktu 3-4 bulan. Adapun khasiat dari beberapa tanaman obat yang dipakai untuk contoh perhitungan kadar air (Tabel 3) adalah sebagai berikut : 1. Kunci Pepet (Kamferia Sp.) Khasiat Rimpang : Sari rapet wanita , kanker , dan menambah nafsu makan. 2. Kunyit (Curcuma domestica Val) Khasiat Rimpang : Menambah nafsu makan , hepatitis , mengatasi ganggguan lambung , penurun panas , memperlancar menstruasi , dan menurunkan tekanan darah. 3. Temu Mangga (Curcuma mangga Val) Khasiat Rimpang : Kanker Rahim , tumor , melancarkan menstruasi. 4. Temu Lawak (Curcuma xantotorrhiza Roxb) Khasiat Rimpang : Hepatitis , menambah nafsu makan , mengobati penyakit kuning , menghilangkan bau badan , membersihkan darah , dan pegal-pegal. 5. Jahe Merah (Zingeber officinalle Roxb) Khasiat Rimpang : Pereda Kejang , vitalitas tubuh , batuk , asam urat , rematik, masuk angin , dan memperbaiki pencernaan 6. Mahkota Dewa Khasiat Bauh : Knker , tumor , asam urat , TBC 7. Jinten (Coleus amboinicus Lour) Khasiat Daun : Obat batuk , sakit kepala , sariawan 8. Pegangan / kaki kuda (Centella asiatica Urban)

Teknologi Tepat Lingkungan | 63

SOLAR WATER HEATER (PENGHANGAT AIR TENAGA SURYA)


Pemanfaatan energi matahari secara langsung untuk kehidupan manusia sudah berjalan semakin lama, akan tetapi penggunaan secara efektif baru dilakukan beberapa decade belakangan ini. Dengan diketemukannya teknologi-teknologi pengubah energi yang lain untuk memenuhi kebutuhan manusia. Efektifitas pemenfaatan energi surya secara langsung dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan panas yang disebut KOLEKTOR. Dari pengumpulan panas ini akan diperoleh suhu yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena panas yang dapat difokuskan kesatu titik atau panas-panas yang dapat disimpan terus menerus dengan penurunan suhu yang lambat. Salah satu pemanfaatan energi matahari secara langsung disini adalah suatu alat yang difungsikan untuk menghasilkan air hangat dan memasak secara mudah, efisien dan murah tanpa perawatan yang berarti lain, tidak berdampak negative terhadap lingkungan. Sistem penghangat air dan memasak ini menggunakan Prinsip Efek Rumah Kaca, yaitu panas yang sudah masuk sulit keluar, sehingga semakin lama suhu yang ada didalam semakin panas. Disamping itu elemen yang ada di dalam, semua dicat hitam agar dapat menyerap panas lebih efektif dan bahan yang digunakan sebaiknya dari bahan yangmempunyai sifat penghantar panas yang baik (besi, alumunium, dan logam lainnya). Alat-alat penghangat dan memasak yang ada pada saat ini dan banyak dijual dipasaran memang banyak yang menggunakan prinsip diatas, akan tetapi harganya jelas lebih mahal dari yang kita buat sendiri. Untuk memudahkan bagaimana membuat penghangat air dan pemasak dengan tenaga surya sendiri berikut uraiannya. Cara Kerja: Bentuk piramid memungkinkan menerima sinar matahari pada semua sisinya, sehingga kita tidak usah menggeser-geser mengikuti sudut datangnya sinar matahari. Pada siang hari didalam kaca akan menjadi panas, begitu juga air dalam pipa dan tandon. Air dingin dari tandon bagian bawah mengalir kedalam pipa dan naik sambil dipanasi untuk kemudian masuk lagi ketandon bagian atas. Sesuai dengan prinsip ilmu

Teknologi Tepat Lingkungan | 64

alam, air hangat akan tetap dibagian atas sedangkan air dingin tetap dibagian bawah walaupun didalam satu tempat. Tandon air berbentuk piramid ini dihubungkan dengan tandon kecil lain. Kalau air diambil, permukaan air kedua tandon akan turun sesuai dengan prinsip Bejana Berhubungan. Sedangkan pengisian air di tandon kecil dikontrol dengan pelampung.

PENGOLAHAN AIR TERCEMAR DENGAN SISTEM TUMBUH-TUMBUHAN (WATER THREATMENT)


Salah satu cara untuk membersihkan air tercemar tanpa bahan kimia, sehingga tidak ada dampak lain terhadap lingkungan sekitar akibat proses. Keuntungan pengolahan air tercemar dengan system tumbuh-tumbuhan yaitu lebih murah dari pengolahan lain dan tidak memerlukan energi dalam prosesnya. Hasil pengolahan air hanya mengandung sedikit Nitrit (NO2), Nitrat (NO3), dan Phospat (PO4) bahkan kandungan-kandungan berbahaya lain tidak ada sama sekali. Dalam hal ini kita bisa membuat sendiri ataupun perkelompok.

Cara Pengolahan Air Dengan Tumbuh-Tumbuhan Air tercemar dari dapur, toilet dan kamar mabdi. Pertama masuk dlam septic tank, dalam septic tank ini sudah mulai ada proses yaitu sedimentasi (pengendapan) dan pengapungan (biji-bijian). Ini adalah proses mekanis yang mana terjadi tanpa bantuan seperti listrik ataupun mesin. Dan juga sudah mulai ada proses anaerob. Setelah dari septic tank, air dialirkan ke system tumbuh-tumbuhan. Dalam system ini air yang mengalir harus melewati tiga bagian yaitu: Bagian Pertama: Tempat masuknya air dari septic tank (bak pertama). Ukurannya 2,5m x 1m x 0,45m, disi dengan kerikil kasar berdiameter 12mm, dengan ukuran kanna. Fungsi bagian ini adalah untuk masukan air dan menyimpan air untuk sementara. Disini mulai proses aerob dengan bantuan

Teknologi Tepat Lingkungan | 65

bakteri-bakteri. Bakteri pantogen mulai berkurang karena adanya perbedaan tempat. Bagian Kedua : Pengolahan air pertama. Ukurannya 2,5m x 8,4m x 0,5m diisi dengan kerikil halus yang berdiameter 312mm. tanaman kanna semacam rumput. Fungsi bak kedua adalah : Untuk proses aerob dan anaerob. Untuk mengoksidasi zat organic dan zat gizi dari tanah. Mengurangi bakteri pantogen produksi makanan ternak Memanfaatkan gizi dalam tanah. Bagian Ketiga : Campuran air. Ukuran 2,5m x 2,6m x 0,55m diisi dengan kerikil halus (pasir). Tanaman kanna berfungsi sebagai keluaran air jernih, saringan (filter),sedangkan fungsi tumbuhan dalam system ini adalah untuk merubah N organic menjadi Nitrit dan Nitrat dengan bantuan bakteri yang mana tumbuhan sebagai penyalur oksigen kedalam tanah dan juga melalui proses, karena ada pengambilan gizi dari tanah oleh tumbuhan.

TENAGA SURYA (SOLAR BOX COOKER)


Memasak dengan kotak karton? Buktikan bila ingin percaya. Bukan hanya sebuah pekerjaan tapi juga sebuah kesenangan. Hamper setiap semua orang tahu bagaimana memasak dengan api. Sinar matahari dimanfaatkan untuk memasak. Namun saat ini kurang dari 1% yang mengetahui caranya. Terpencar-pencar untuk mempromosikan solar cooking (memasak dengan teenaga surya) hasilnya sangat mengecewakan. Sekarang bahan bakar mengakibatkan polusi tanah dan udara. Umat manusia didunia menderita kekurangan bahan bakar untuk memasak. Akibatnya banyak mengganggu umat manusia. Berikut akan dijelaskan bagaimana membuat SOLAR BOX COOKER dan MENGAPA MESTI DENGAN TENAGA SURYA? Ditinjau dari keadaan alam lingkungan sekitar 1,5 milyar umat manusia sekarang menderita kekurangan bahan bakar kayu. Mereka memperkirakan meningkat menjadi 2,4 milyar menjalang tahun 2000.
Teknologi Tepat Lingkungan | 66

Sebagai Bahan Alternatif Separuh kayu di dunia dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang terbanyak di Negara-negara diatas 90% dimanfaatkan untuk memasak. The world research institute telah mengusulkan menoleh pada sinar matahari sebagai jawaban tepatnya. Termasuk oven tenaga surya. Kelangkaan bahan bakar berarti waktu yang dipergunakan perharinya untuk mengumpulkan kayu atau subtitusinya seperti kotoran hewan atau semak hijau. Pada bagian ini di hilmalaya afrika sahel, wanita serta anak anak dipergunakan antara 100 300 per harinya untuk mengumpulkan kayu bakar. Artinya membuang waktu untuk bertani dan memanen. Kira-kira 30% pemasukan masyarakat kota dipergunakan untuk membeli bahan bakar untuk memasak dan banyak pemerintah yang melakukan import dan mensubsidi bahan bahan gas dan minyak bumi yang semakin langkah dan mahal. Irigasi dan pengawetan tanah Penggundulan hutan bedrdampak sangat komplek. Namun tidak sedikti daerahdaerah local telah peduli hanya semata-mata karena bahan bakar. Diperkirakan bila memasak dengan bahan bakar kayu butuh sekitar 680 kg kayu pertahun dan bila memakai arang kayu diperlukan dua kali lipatnya. Pohon pohon hilang akan terjadi erosi tanah . kemudian pemerintah membelanjakan banyak uang untuk membersihkan selokan. Petani tidak sanggup lagi memanfaatkan tanahnya dengan baik karena dihadapkan relief yang kering. Tanah akan tercici dalam air dan air akan dibutuhkan untuk irigasi tidak akan tersedia lagi. Harga sembako mahal khususnya harga beras yang tinggi. Dan terjadilah akibat lain seperti udara bersih,Sedikit pembakaran, penyakit paru-paru dan mata. Alat masak yang berasap menyebabkan masalah paru-paru dengan 200 batang rokok perharinya. Mata akan menjadi karena asap. Cara Kerja: 1. Sebuah reflector dengan daya tangkap sinar matahari ekstra yang juga akan berfungsi sebagai penutup/jendela solar box. 2. Jendela yang terang tersebut selebar bagian solar oven memungkinkan sinar matahari masuk. 3. Panic berwarna gelap yang akan ditutup dengan penampan gelap mengubah sinar matahari menjadi panas. 4. box yang disekat menjadi panas untuk memasak makanan dalam panci.
Teknologi Tepat Lingkungan | 67

5. Bagian box yang mengkilap memantulkan cahaya ke panic tertutup dan gelap serta dasar yang juga gelap dimana energy sinar menjadi panas. Sisi mengkilapnya juga merintangan yang lembab untuk menjaga tetap kering.

BAHAN BAHAN DAN SUBTITUSINYA Alat yang diperlukan : Pisau (cutter) Gunting Bahan bahan: Baca ukuran 50x61 cm (20x24 inch) Subtitusinya : plastic yang tahan panas. Karton. Aluminium foil 20 meter. Subtitusinya : metal, kaleng, polyester bermetal, cat putih mengkilap. Lem air 1 liter. Subtitusinya : dempul silicon. Isolator dari remasan Koran. Penampan tambaga tipis berwarna cat hitam dan panic hitam tertutup. Tampar dan tongkat atau kawat.
Teknologi Tepat Lingkungan | 68

SEPULUH LANGKAH MUDAH MEMBUAT SOLAR BOX 1. Rekatkan aluminium foil pada karton. Potonglah karton untuk membuat kotak dalam dua ukuran (besar dan kecil). Tempelkan aluminiu foil pada karton dengan lem serata mungkin. Untuk ukuran kotak besar aluminium foil ditempelkan pada satu sisi (atas) dan kotak kecil pada kedua sisinya (atas bawah) 2. Buat kotak karton yang telah dilapisi aluminium foil dilipat hingga membentuk kotak menjadi dua ukuran (besar dan kecil) 3. Beri ganjal atau isolator yang dibuat dari remasan kertas Koran pada lapisan bawah. 4. Rongga antara kotak besar dan kotak kecil yang diisi dengan isolator remasan kertas Koran. 5. Buatlah penutup pada rongga yang diisi isolator tersebut. 6. Berilah nampan yang dicat hitam pada kotak bagian dalam. Buat reflector pada penutup bagian atas. 7. Buat jendela (membiaskan cahaya yang ditangkap oleh reflector kedalam kaca pada jendela bingkai) 8. Penyempurnaan atau Finishing.

MEMASAK DENGAN SOLAR BOX COOKER 1. Letakkan bahan yang akan dimasak terlebih dahulu kedalam panic 2. Masukkan panic kedalam solar box cooker 3. Jangan menggunakan air untuk memasak buah , sayur, daging 4. Aturlah kotak sesuai denga datangnya sinar matahari. 5. Tidak perlu diaduk saat memasak 6. Gunakan kain lap untuk memegang atau mengangkat panic 7. Nikmati hasil makanan anda pertama kali dengan solar box cooker

Waktu yang diperlukan dalam cuaca cerah untuk 4 kg: Waktu 1-2 jam : telor, sayur, beras, ikan, buah, daging, ayam Waktu 3-4 jam : kentang, umbi, buncis, roti Waktu 5-8 jam : sop, rebusan air, daging

KETERANGAN: Sebagian besar yang sulit untuk dimasak yait: sayur sop, rebusan air, daging panggang, dan sebagian buncis yang kering
Teknologi Tepat Lingkungan | 69

MEMASAK DENGAN TENAGA SURYA Memasak dengan kotak karton?


Buktikan bila ingin percaya. Bukan hanya sebuah pekerjaan tapi juga sebuah kesenangan. Pengatahuan adalah sebuah kekuatan. Hampir setipa orang semua tahu bagaimana memasak dengan api. Sinar matahari juga di manfaatkan untuk memasak. Namun saat ini kurang dari 1% yang mengetahui caranya. Percobaan yang terpencar-pencar untuk mempromosikan solar cooking ( memasak dengan tenaga surya ) di pelosok dunia hasilnya sangat mengecewakan. Ada yang mengatakan bahwa solar cooking tidak memiliki masa depan. Hal ini didasarkan pada pengalaman para pendahulu mereka yang mangatakan bahwa solar cooking merupakan alat memasak yang memusingkan. Sekarang bahan bakar mengakibatkan polusi tanah, udara dan seperempat umat manusia di dunia menderita kekurangan bahan bakar untuk memasak. Akibatnya banyak perubahan yang mengganggu umat manusia. Berikut akan di jelaskan dan di ceritakan bagaimana membuat dan menggunakan SOLAR BOX COOKER yang sederhana dan praktis. Juga panduan tentang jangka waktu untuk memasak.

MENGAPA MESTI DENGAN TENAGA SURYA

Ditinjau dari keadaan alam lingkungan sekarang sekitar 1,5 milyar umat manusia ( lebih dari seperempat umat manusia di dunia ) sekarang menderita kekurangan bahan bakar kayu. Mereka memperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi 2,4 milyar menjelang tahun 2000.

Sebagai bahan bakar alternatif.

Separuh kayu di dunia dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang terbanyak di negaranegara miskin dan diatas 90% dimanfaatkan untuk memasak. The world Reserch Instute telah mengusulkan untuk langsung menoleh pada sinar matahari sebagai jawaban tepatnya, termasuk oven bertenaga surya. Kelangkaan bahan bakar berarti waktu yang dipergunakan perharinya untuk mengumpulkan, membawa dan menyimpan kayu atau substitusinya seperti kotoran hewan

Teknologi Tepat Lingkungan | 70

atau semak hijau. Pada bagaian pedesaan di Himalaya dan African Sahel, Wanita sertaanakanak mempergunakan antara 100-300 perharinya pertahun untuk mengumpulkan kayu bakar, berarti membuang banyak waktu untuk bertani dan mengurangi hasil panen. Kirakira 30% pemasukan masyarakat kota dipergunakan membeli bahan bakar untuk memasak. Untuk memenui kebutuhan bahan bakar tersebut banyak pemerintah yang melakukan import dan mensubsidi bahan bakar ( gas dan minyak bumi ) yang semakin langka mahal.

Reboisasi dan Pengawetan tanah

Penggundulan hutan berdampak sangat komplek. Namun tidak sedikit daerah-daerah lokal telah digunduli hanya semata-mata demi bahan bakar. Diperkirakan bila memasak dengan bahan bakar kayu diperkirakan sekitar 680 kayu pertahun perorang dan bila memakai arang kayu diperlukan dua kali lipatnya. Bila pohon-pohon hilang akan terjadi erosi tanah. Kemudian pemerintah membelanjakan banyak uang untuk membersikan selokan. Petani tidak sanggup lagi memanfaatkan tanahnya dengan baik karena dihadapkan masalah relief yang kering. Tanah akan tercici dalam air yang dibutuhkan untuk irigasi tidak tersedia lagi. Lalu harga sembako mahal khususnya harga beras tinggi. Terjadilah akibat lain dalam suatu lingkaran tanpa akhir. Usaha-usaha untuk melindungi pohon-pohon langka gagal bila manusia tidak punya jalan yang alternatif untuk memasak. Udara bersih, sedikit pembakaran, penyakit paru-paru dan mata. Api yang terbuka seringkali membakar anak-anak kecil. Alat masak yang berasap menyebabkan masalah paru-paru yang dengan 200 batang rokok perharinya. Mata akan menjadi Karena asap.

Cara kerja : 1. Sebuah reflektor dengan daya tangkap sinar matahari ekstra yang juga akan berfungsi sebagai penutup/jendela solar box. 2. Jendela yang terang tersebut selebar bagaian solar oven memungkinkan sinar matahari masuk. 3. Panci berwarna gelap yang tertutup dengan penampan gelap mengubah sinar matahari menjadi panas.
Teknologi Tepat Lingkungan | 71

4. Box yang disekat menjadi panas untuk memasak makanan dalam panci 5. Bagaian box yang mengkilap memamntulkan cahaya ke panci tertutup dan gelap serta sebuah penampan dasar yang juga gelap dimana energi sinar menjadi panas. Sisi mengkilapnya juga menyediakan sebuah rintangan yang lembab untuk menjaga tetap kering. Solar box dapat dibuat dengan material sederhana dengan biaya murah. Pertama, buatlah solar box standard seperti yang diuraikan di sini. Selanjutnya dapat di kembangkan sesuai keperluan.

Matahari Sedang Bersinar

Sinar matahari

Teknologi Tepat Lingkungan | 72

BAHAN-BAHAN DAN SUBTITUSINYA Alat-alat yang dipergunakan : Pisau (cuter ) - Gunting

Bahan-bahan : Kaca ukuran 50 x 61cm (20 x 24 inch ) Substitusinya : plastik yang tahan panas. Karton. Alumunium foil 20 meter. Substitusinya: Metal/ tembaga tipis, kaleng yang rata, polyester bermetal, cat putih mengkilap. Lem air 1 liter. Substitusinya : dempul silikon. Isolator dari remasan koran. Penampan tembaga tipis bewarna cat hitam dan panci hitam bertutup. Tampar dan tongkat atau kawat.

SEPULUH LANGKAH MUDAH MEMBUAT SOLAR BOX 1. Merekatkan alumunium foil pada karton. Potonglah karton untuk membuat kotak dalm dua ukuran (besar dan kecil). Tempelkan alumunium foil pada potongan karton dengan lem serata mungkin. Untuk ukuran kotak besar alumunium foil ditempelkan pada satu sisi (atas) dan untuk kotak kecil pada kedua sisinya (atas-bawah). 2. Membuat kotak Karton yang telah dilapisi alumunium foil dibentuk (dilipat) hingga membentuk kotak menjadi dua ukuran (besar dan kecil). 3. Berilah pengganjal atau (isolator yang telah dibuat dari remasan kertas koran) pada lapisan bawah. 4. Rongga antara kotak besar dan kotak kecil yang diisi dengan isolator remasan kertas koran. 5. Buatlah penutup pada rongga yang diisi isolator tersebut. 6. Berilah nampan yang dicat hitam pada kotak bagaian dalam. Buatlah reflektor pada tutup bagaian atas. 7. Buatlah jendela (untuk membiaskan cahaya yang ditangkap oleh reflektor kedalam kotak). Tempelkan kaca pada jendela (bingkai). 8. Penyempurnaan.

Teknologi Tepat Lingkungan | 73

MEMASAK DENGAN SOLAR BOX COOKER Ikuti langkah-langkah berikut : 1. Letakkan bahan yang akan dimasak terlebih dahulu kedalam panci. 2. Masukkan panci kedalam solar box cooker. Anda bisa memasak sekaligus untuk siang hari dan malam. Sebagaian besar masakan dimasak dalam panci tertutup dan berwarna hitam. 3. Jangan menggunakan air untuk memasak buah, sayur, dan daging. 4. Aturlah kotak sesuai dengan datangnya sinar matahari. 5. Tidak perlu diaduk saat memasak. 6. Gunakan kain lap untuk memegang atau menggangkat panci. 7. Nikmati hasil masakan anda yang pertama dengan solar box cooker. Waktu yang diperlukan dalam cuaca serah untuk 4 kg : Waktu 1 2 jam Waktu 3 4 jam Waktu 5 8 jam : Telor, Sayur, Beras, Ikan, Buah, Daging, Ayam. : Kentang, Umbi-umbian, Buncis, Roti. :Sop dan Rebusan air, Daging.

KETERANGAN Sebagaian besar agak sulit untuk dimasak yaitu: sayur Sop, Rebusan air, Daging panggang berukuran besar, Sebagaian buncis yang kering.

Teknologi Tepat Lingkungan | 74

Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman

Pemanfaatan energi matahari secara langsung untuk kehidupan manusia sudah berjalan semakin lama, tapi penggunaan secara efektif baru decade belakangan ini. Dengan diketemukannya teknologi pengubah mataharimenjadi bentuk energi lain untuk memenuhi kebutuhan. Efektifitas pemanfaatan energi surya secara langsung dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan yang biasa disebut KOLEKTOR. Dari pengumpulan panas ini akan diperoleh suhu yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan Karen panas yang didapat difokuskan ke suatu titik atau panas yang didapat disimpan secara terus menerus, dengan penurunan suhu yang lambat. Salah satu pemanfaatan energi matahri secara langsung di sini, adalah suatu alat yang difungsikan menghasilkan air hangat dan memasak secara mudah, efisien dan murah tanpa perawatan yang berarti tidak negative terhadap lingkungan. Penghatan air dan memasak ini menggunakan Prinsip Efek Rumah Kaca, yaitu panas yang sudah suli keluar, sehingga semakin lama suhu yang ada di dalam semkain panas. Di samping itu Elemen yang dalam, semua dicat htam agar dapat menyerap panas secara efektif dan bahan sebaiknya dari bahan yang mempunyai sifat penghantar panas yag baik (aluminium, besi, dan logam lainnya). Alat-alat penghangat yang ada saat ini yang dijual di pasaran memeng cukup banayk dengan memakai prinsip seperti yang diterapkan tetapi harganya jelas lebih mahal daripada yang kita buat sendiri. Untuk memudahkan bagaimana penghangat air dan memasak dengan tenaga surya sendiri,ikutilah uraian di bawah ini!

Teknologi Tepat Lingkungan | 75

PENGHANGAT AIR TENAGA SURYA SEDERHANA (SOLAR WATER HEATER)


Cara Kerja :
Bentuk Piramid memungkinkan menerima sinar maahari pada semua sisinya, sel usah mengesergeser mengikuti sudut datangnya sinar matahari. Pada siang hari di dalam kaca akan menjadi panas begitu juga air di dalam pipa dan tandontandon bagian bawah mengalir ke dalam piap dan naik sambil dipanasi untuk kemudian dipanasi ke tendon bagian atas. Sesua dengan prinsip ilmu alam, air hangat akan tetap di bagian atas dingi tetap di bawah walaupun di dalam suatu tempat Tandon air berbentuk piramid ini dihubungkan dengan tandonkecil lain, kalu air di atas, air kedua tendon akan turun sesuai dengan prinsip Bejana Berhubungan sedangkan tendon kecil dikontrol dengan pelampung.

Bahan-bahan :
Kaca polos segitga sama kaki ukuran as 164 cm dan tinggi 162,5 cm sebanyak 4 tebal 5,5 mm Lem kaca (lem slikon) Pipa dim 6 batang jenis BS Keni dm 36 biji Cat hitam dof secukupnya ( kg) Seng tebak 4 lembar Siolasi pipa 1 gulng Paku (angker0 4 biji Pembuatan bak beton : semen, pasir, kerikil, besi beton 6mm bekisting kayu, Tambahan ayam dan bahan lainnya Alat control air (pelampung)

Teknologi Tepat Lingkungan | 76

PEMBUATAN SOLAR WATER HEATER


Membuat bak beton, sebaiknya dengan ketebalan sekitar 6-7 m dengan mutu bahan yang baik dan pegecoran yang ebnar untuk menghindari kebocoran. Selain it sebelum pengecoran sebaiknya dipasang pipa-pipa pemasukan. Pengeluaran dan pipa penghangat yangberhubungna dengan air yang ada di dalam tendon, sehingga dapat sambungan pipa dengan tendon lebih baik. Pemasangan seng yang dicat hitam dof di semua sisi piramid (melingkar-melingkar) sampai di ujung pyramid (jumlah dan jarak antara pipa dapat dilihat pada potongsn gambar di bawah ini), dengan prinsip semakin panjang pipa yang melingkar pada pyramid ini akan semakin hangat airnya. Pemasangan rangka logam di ujung pyramid untuk landasan kaca dan pemasangan angker di bagian sisi .. untuk peletakan kaca. Pemasangan kaca rasa di bagian dan dilanjutkan pemasangan kaca pyramid. Pada prinsipnya pemasangan ini harus rapat di mana udara yang ada di dalam dan yang ada di luar tidak bias keluar masuk, pada hubungan sudut-sudut dan antara tendon dengan kaca pyramid dapat digunakan lem silikon. Pastikan berikutnya tendon dengan instalasi pengahngat sudah terpasang semua, dihungkan dengan tandon control air dan instalasi luar lainnya untuk dipergunakan.

Identifikasi

Daya tampung tendon pyramid 0,75 ml Suhu maksimum air hangat yang didapat 43 0 C Waktu penggunaan (cuaca cerah) ulai jam 16.00-18.00 Bentuk pyramid dapat digunakan sebagai hiasan halaman rumah Tanpa biaya operasional.

Teknologi Tepat Lingkungan | 77