Anda di halaman 1dari 4

III-2

3.1.2

Persiapan Balok untuk Pabrik Pengolahan Tahapan selanjutnya adalah membagi balok besar secara vertical menjadi balok-balok yang lebih kecil.Pemboran dilakukan dengan spasi dua puluh lima centimeter dengan densitas bahan peledak sekitar tiga puluh sampai delapan puluh gram per meter kubik.Balokbalok yang dihasilkan berukuran panjang tiga sampai enam meter,lebar satu koma lima sampai tiga meter dan tinggi empat sampai enam meter.Selanjutnya balok-balok ini dapat diperkecil lagi hingga mencapai ukuran lima belas sampai tiga puluh ton,tergantung kapasitas alat muat (wheel loader) dan ukuran mesin pemotong utama atau bias disebut Primary Saw,pada pabrik pengolahan.Dalam penambangan batuan marmer di daerah pengukuran ini perlu menjadi perhatian utama adalah bidang belahannya karena akan mempengaruhi kualitas produk akhir.Pemotongan batuan harus dilakukan sejajar dengan arah bidang belahan dengan cara ini,disamping mempermudah pelepasan balok dari batuan induknya juga akan menghasilkan kuat tekan produk akhir yang maksimum.

3.2

Pengolahan Pengolahan bertujuan untuk menghasilkan lempengan yang berukuran tertentu sesuai standar pabrik atau yang besar salah satu sisinya dipoles.Pemotong yang digunakan intan jenis diamond tipped saw dengan metoda kakron. Perhitungan cadangan dilakukan dalam beberapa tahap dan pada setiap tahap dilakukan koneksi reduksi.Berdasarkan perhitungan ini secara kasar di daerah pengukuran terdapat cadangan prospek sebesar kurang lebih seratus lima puluh juta meter kubik.

III-3

3.3

Analisa Finansial Perkiraan besarnya biaya investasi yang diperlukan dalam usaha pertambangan dan pengolahan marmer di desa Sipagapaga Kabupaten Mandailing Natal ini dapat dikelompokan menjadi : 3.3.1 Investasi Pendahuluan Termasuk ke dalam investasi ini adalah biaya yang dikeluarkan untuk survey pendahuluan ,perizinan dan pembebasan lahan. 3.3.2 Investasi Peralatan Investasi ini mencakup pembelian peralatan,antara lain peralatan penambangan,pengolahan,kantor bengkel dan peralatan penunjang lainnya. 3.3.3 Investasi Bangunan Investasi bangunan meliputi bangunan kantor,perumahan karyawan,jalan,saranan penunjang,pabrik pengolahan,bengkel,gudang dan tempat penimbunan.

3.4

Pangkalan Kerja Berdasarkan pola morfologi dari hasil pengukuran diperlukan ketelitian untuk menempatkan lokasi pangkalan kerja syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam penetapan pangkalan kerja ini adalah bentuk topografi daftar,tidak ada daerah berpotensi longsor,relative dekat ke lokasi penambangan,sumber air ada dan pencapaian lokasi mudah.

III-4

3.5

Pengelolaan Lingkungan Upaya pengelolaan lingkungan yang harus dilakukan pada setiap tahap antara lain adalah : 3.5.1 Tahap Persiapan Tahap persiapan yang akan dilakukan adalah Melaksanakan ganti rugi tanah kepada pemilik tanah,pengaturan penempatan tanah penutup sesuai rencana tambang untuk segera dimanfaatkan kembali,penggunaan tenaga local untuk pekerjaan-pekerjaan non-skill dan pelaksanaan mobilisasi tenaga kerja pendatang dengan tenaga kerja lokal. Marmer merupakan jenis batu dimensi yang banyak diusahakan.Saat ini Indonesia terdapat sekitar tiga puluh perusahaan marmer dengan kapasitas pabrik terpasang keseluruhan empat koma dua puluh Sembilan juta meter persegi per tahun dengan bentuk produk berupa tile dan roofing.Produksi marmer Indonesia saat ini telah mencapai dua koma lima juta meter persegi pertahun. 3.5.2 Tahap Operasional Tahap operasional yang akan dilakukan adalah melakukan kegiatan penambangan sesuai dengan rencana kerja penambangan,penggunaan air dilakukan secara recycle,membuat sebuah dam-dam atau kolam penampungan limbah sesuai dengan kapasitas produksi,melakukan penyiraman pada jalan-jalan tambang secara rutin,membuat saluran drainase secara baik dan melakukan pendekatan secara manusiawi dengan penduduk setempat. Marmer merupakan jenis batu dimensi yang banyak diusahakan.Saat ini Indonesia terdapat sekitar tiga puluh perusahaan marmer dengan kapasitas pabrik terpasang keseluruhan empat koma dua puluh Sembilan juta meter persegi per tahun dengan bentuk produk berupa

III-5

tile dan roofing.Produksi marmer Indonesia saat ini telah mencapai dua koma lima juta meter persegi pertahun.Sedangkan konsumsinya mencapai empat juta meter persefi per tahun. Konsumen marmer terutama adalah gedung-gedung mewah milik swasta maupun pemerintah seperti pasar swalayan, hotel, perkantoran dan lain-lain.