Anda di halaman 1dari 30

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Masalah

Setiap makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Begitu pula dengan tanaman. Dalam proses pertumbuhan tanaman sangat dipengaruhi oleh banyak factor diantaranya jenis air yang digunakan. Jenis air yang digunakan merupakan suatu medium yang memungkinkan tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Begitu banyak macam air yang ada di lingkungan kita. Penulis menggunakan air tawar (ledeng/PDAM), air bekas cucian beras, air soda, dan air hujan sebagai sample penelitian. Penelitian diharapkan untuk memperoleh tanah yang baik diantara kedua jenis air tersebut yang memungkinkan tanaman kacang hijau tumbuh dan berkembang lebih cepat.

1.2.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, dapat dirumuskan permasalahan yang akan diteliti sebagai berikut : 1. Apakah perbedaan jenis air yang diberikan akan mempengaruhi proses pertumbuhandan perkembangan pada tumbuhan kacang hijau? 2. Jenis air apakah yang paling baik untuk proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman, khususnya kacang hijau ? 3. Apakah pemberian air bekas cucian beras, ar hujan, air tawar(ledeng), dan air soda (coca-cola) akan optimal bagi pertumbuhan kacang hijau? 1.3 . Tujuan Penelitian 1. Mengetahui perbedaan berbagai jenis air pada proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kacang hijau 2. Mengetahui jenis air yang paling baik pada proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan kacang hijau

3. Mengetahui optimal atau tidaknya pemberian air bekas cucian beras, air hujan, air tawar (ledeng) dan air soda (coca-cola) bagi pertumbuhan kacang hijau.

1.4. Manfaat penelitian 1. Sebagai sumber informasi bagi sebagian orang yang belum mengetahui pengaruh airbagi tumbuhan, khususnya kacang hijau. 2.Sebagai sumber informasi dalam pengembangan pada teknologi pertanian.

1.5. Hipotesa Biji-biji kacang hijau yang diberi perlakuan dengan air bekas cucian beras akan mengalami pertumbuhan paling optimal dibandingkan dengan kacang hijau diberi perlakuan dengan jenis air yang lain. Hal ini dikarenakan, air bekas cucian beras memiliki kandungan keasaman dan zatzat yang mirip dengan pupuk . Serta memiliki hara paling tinggi dibandingkan jenis air lainnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori Pertumbuhan, Perkembangan, dan Perkecambahan

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan dua proses hidup yang selalu terjaipada setiap makhluk hidup. Pertumbuhan berbeda dengan perkembangan. Pertumbuhan dapat diartikan sebagai pertambahan ukuran (volume, massa maupun jumlah) sel yangdapat dinyataka dengan satuan (kuantitatif), bersifat permanen dan tidak dapat kembali(irreversibel). Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan menuju kedewasaan ataupun proses pematangan sel menjadi sel dewasa yang fungsional, tidak dapatdinyatakan dengan satuan (kualitatif) dan dapat kembali ke semula (reversibel) Proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan terdiri dari beberapatahap, sebagai berikut : a. Tahap pembelahan sel, yaitu sel induk membelah menjadi beberapa sel anak b. Tahap pembesaran sel, yaitu pembesaran atau peningkatan volume sel anak. Padatumbuhan, peningkatan tersebut biasanya disebabkan oleh penyerapan air kedalamvakuola c. Tahap diferensiasi, yaitu perkembangan sel anak yang telah mencapai ukuran tertentumenjadi bentuk khusus (terspesialisasi d. Pada akhirnya terbentuk jaringan, organ, dan individu Pertumbuhan dan Perkembangan awal Pertumbuhan awal tumbuhan berbiji dimulai dari biji. Biji mengandung potensi-potensi yang dibutuhkan untuk tumbuh menjadi individu baru, seperti embrio,cadangan makanan, dan bakal daun (bakal akar). Sebutir biji mengandung 1 embrio.Embrio terdiri atas radikula (yang akan tumbuh menjadi akar) dan
3

Plumula (yang akantumbuh menjadi kecambah). Cadangan makanan bagi embrio tersimpan dalam kotiledon yang didalamnya terkandung pati, protein, dan beberapa jenis enzim.Kotiledon memiliki lapisan pelindung yang kuat bernama testa. Testa berfungsi melindungi kotiledon serta mencegah kerusakan embrio dan masuknya bakteri/jamur kedalam biji . Testa memiliki sebuah lubang kecil yang disebut mikropil . Di dekatmikropil terdapat hilum yang menggabungkan kulit kotiledon

Biji memiliki kandungan air yang sangat sedikit. Pada saat biji terbentuk, airdidalamnya dikeluarkan sehingga biji mengalami dehidrasi. Akibatnya, biji tidak dapatmelangsungkan proses metabolismenya dan mulai mengalami dormansi (istirahatpanjang). Dormansi biji sangat bermanfaat pada kondisi yang tidak kondusif (sepertisuhu lingkungan yang ekstrim) karena struktur biji yang kuat akan melindungi embrio agar tetap bertahan hidup.

Perkembangan Embrio Embrio berkembang di dalam biji. Setelah proses fertilisasi, zigot mengalamiserangkaian pembelahan sel. Salah satu dari dua sel yang terbentuk dari mitosis zigotakan berkembang menjadi embrio asli, sedangkan sel yang lain menjadi bahan awaldari jaringan suspensor.Embrio di dalam ovulum (bakal biji) berkembang menjadi massa bulat yangmengandung ratusan sel. Massa sel tersebut berkembang menjadi jaringan primer danakhirnya membentuk seluruh jaringan utama tumbuhan dewasa, termasuk kotiledonyang berfungsi untuk perkecambahan dan menyimpan cadangan makanan.Pada kutub embrio ditemukan dua massa sel yang belum terdiferensiasi, yaitumeristem apikal batang dan meristem apikal akar. Sel sel tersebut berada dalamkondisi dorman ketika biji berada pada masa dormansi. Setelah biji berkecambah,kedua massa sel tersebut berkembang menjadi daerah pertumbuhan batang dan akar

Perkembangan embrio terhenti setelah mencapai tahapan tertentu, yaitu saatbakal biji telah menjadi biji matang. Biji tersebut sesuai untuk perkecambahan

Perkecambahan Perkecambahan merupakan proses pertumbuhan embrio dan komponen komponen biji yang memiliki kemampuan untuk tumbuh secara normal menjadi tumbuhan baru. Komponen biji tersebut adalah bagian kecambah yang terdapat dalambiji, misalnya radikula dan plumula

Tahapan Perkecambahan Perkecambahan biji berhubungan dengan aspek kimiawi. Proses tersebutmeliputi beberapa tahapan, antara lain imbibisi, sekresi hormon dan enzim, hidrolisiscadangan makanan, pengiriman bahan makanan terlarut dan hormon ke daerah titiktumbuh atau daerah lainnya serta asimilasi (fotosintesis) Imbibisi atau proses penyerapan cairan pada biji terjadi melalui mikropil. Airmasuk ke dalam kotiledon dan menyebabkan pembengkakan yang pada akhirnyamemecah testa. Awal perkembangan didahului dengan pengaktifan enzim hidrolase (protease,lipase dan karbohidrase) dan hormon pada kotiledon atau endosperma oleh adanya air. Enzim protease segera mengubah molekul protein menjadi asam amino. Asam amino digunakan untuk membuat molekul protein baru bagi membran sel dansitoplasma. Timbunan pati diuraikan menjadi maltosa kemudian menjadi glukosa.Sebagian glukosa akan diubah menjadi selulosa, yaitu bahan untuk membuat dindingsel bagi sel sel yang baru. Bahan makanan terlarut berupa maltosa dan asam aminoakan berdifusi ke embrio.Proses proses tersebut memerlukan energi.
5

Biji memperoleh energi melaluipemecahan glukosa saat proses respirasi. Pemecahan glukosa yang berasal daritimbunan patimenyebabkan biji kehilangan bobotnya. Setelah beberapa hari, plumulatumbuh diatas permukaan tanah. Daun pertama akan membuka dan memulai prosesfotosintesis Tipe Perkecambahan Tipe perkecambahan berdasarkan posisi kotiledon dalam prosesnya dapatdibedakan menjadi dua, yaitu hipogeal dan epigealHipogeal merupakan pertumbuhan memanjang dari epikotil yangmenyebabkan plumula keluar menembus kulit biji dan muncul diatas tanah, kotiledonrelatif tetap pada posisinya. Contoh tipe ini dapat dijumpai pada jagung dan kacangkapri. Sementara itu pada tipe epigeal, hipokotil lah yang tumbuh memanjangsehingga menyebabkan kotiledon dan plumula terdorong ke permukaan tanah.Perkecambahan tipe ini terjadi pada kacang hijau dan jarak

Macam Pertumbuhan Pada Tanaman Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang, baik yang terjadipada ujung batang maupun akar. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif dengan menggunakan alat auksanometer. Pertumbuhan primer pada ujung batang dan ujung akar dapat dibedakan menjadi 3 daerah, sebagai berikut :
a. b.

Daerah pembelahan sel, terdapat di bagian ujung akar. Selselnya bersifat meristematik (aktif membelah ) Daerah perpanjangan sel, terletak dibelakang daerah pembelahan.Merupakan daerah yang ukuran selnya mengalami perpanjangan
6

c.

Daerah diferensiasi sel, terletak di epidermis akar. Pada daerah ini terdapat jaringan khusus (epiblem) yang membentuk rambut akar yang berguna untukmemperluas daerah penyerapan

Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameterbatang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel sel meristem sekunder yaitukambium dan kambium gabus. Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan dikotil Faktor faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Pada Tanaman 1. Faktor eksternal/lingkungan merupakan faktor luar yang erat sekali hubungannya dengan proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah : a. Air dan mineral b. Kelembaban c. Suhu d. Cahaya 2. Faktor internal, faktor yang melibatkan hormon dan gen yang akanmengontrol pertumbuhan dan perkembangan tanaman Pengaruh Air Terhadap Proses Pertumbuhan dan Perkembangan Air memegang peranan terpenting dalam proses perkecambahan biji. Air adalah factor yang menentukan didalam kehidupan tumbuhan. Tanpa adanya air,tumbuhan tidak bisa melakukan berbagai macam proses kehidupan apapun. Kira-kira70% atau lebih daripada berat protoplasma sel hidup terdiri dari air. Fungsi air dalam perkecambahan adalah sebagai berikut:

1.

2.

3.

4.

5.

Air yang diserap oleh biji berguna untuk melunakkan kulit biji danmenyebabkan pengembangan embrio dan endosperm. Hal ini mengakibatkanpecah atau robeknya kulit biji Air memberikan fasilitas untuk masuknya oksigen kedalam biji. Dinding sel yangkering hamper tidak permeable untuk gas, tetapi apabila dinding sel diimbibisioleh air, maka gas akan masuk kedalam sel secara difusi. Apabila dinding selkulit biji dan embrio menyerap air maka supply oksigen meningkat kepada sel-sel hidup sehingga memungkinkan lebih aktifnya pernafasan. Sebaliknya juga CO2 yang dihasilkan oleh pernapasan tersebut lebih mudah mendifusi keluar. Air berguna untuk mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkanbermacam-macam fungsinya. Sebagian air didalam protoplasma sel-sel embriodan bagian hidup lainnya pada biji, hilang sewaktu biji tersebut telah mencapaimasak sempurna dan lepas dari induknya (seed are shed) Semenjak saat iniaktifitas protoplasma hamper seluruhnya berhenti sampai perkecambahandimulai. Sel-sel hidup tidak bias aktif melaksanakan proses-proses yang normal separti pencernaan(digestion) , pernapasan (respiration), asimilasi(assimilation), dan tumbuh (growth), apabila protoplasma tidak mengandungsejumlah air yang cukup. Air berguna sebagai alat transport larutan makanan dan endosperm ataucotyledon kepada titik tumbuh pada embryonic axis, didaerah mana diperlukanuntuk membentuk protoplasma baru Tanaman dengan jenis air yang kurang tepat tidak dapat tumbuh secara normal,bahkan akan terhambat pertumbuhannya. Oleh karena itu, air merupakan faktor penting pada pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman.

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Alat dan Bahan a. Alat 4 buah wadah botol bekas aqua gelas Penggaris Gunting / cutter Kapas b. Bahan Biji kacang hijau Air bekas cucian beras secukupnya Air hujan secukupnya Air bersih (ledeng) secukupnya Air soda (tebs) 1 botol kecil

3.2. Cara kerja 1. 2. 3. 4. 5. Menyiapkan wadah botol gelas aqua Membuang atas plastik gelas aqua Memasukkan kapas ke gelas aqua Memberikan label pada tiap tiap aqua Meletakkan biji-biji kacang hijau pada tiap botol aqua sebanyak 2 atau 3 biji 6. Menyirami tiap-tiap gelas aqua dengan ketentuan : a. Gelas 1 dengan air bekas cucian beras b. Gelas 2 dengan air hujan c. Gelas 3 dengan air ledeng (air bersih biasa) d. Gelas 4 dengan air soda (tebs) 7. Meletakkan wadah wadah tersebut di tempat yang terkena sinar matahari langsung 8. Mengamati dan mengukur tinggi kecambah selama 7 hari.

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 DEKRIPSI DATA Dari hasil praktikum yang telah kami lakukan, kini kami dapat mendeskripsikan data hasil penelitian. Dalam bab ini kami memperhatikan sikap ilmiah yakni mampu bersikap jujur, objektif, terbuka dan berlaku umum. Percobaan terhadap biji kacang hijau yang telah dilakukan selama 7 hari telah memberikan hasil data yang sesuai dengan teori serta hipotesa yang telah kami nyatakan.

Hasil penelitian dapat dilihat pada table dibawah ini :

DATA HASIL PENGAMATAN a. Gelas 1 (air bekas cucian beras)

HARI/TANGGAL

TINGGI

KETERANGAN

Foto

sabtu, 10 agustus 2013

0 cm

penanaman

10

Minggu, 11 agustus 2013

0,5 cm

Testa membelah, Radikula tumbuh

Senin 12 agustus 2013

1,7 cm

Kotiledon mulai membelah, muncul daun muda.

Selasa 13 agustus 2013

2,5 cm

Biji mulai terangkat oleh radikula, kotiledon semakin membelah.

11

Rabu 14 agustus 2013

7,5 cm

Kotiledon mengecil, batang bertambah tinggi.

Kamis 15 agustus 2013

11 cm

Kotiledon mulai hilang, batang bertambah tinggi, daun melebar.

Jumat 16 agustus 2013

13,5 cm

Kotiledon hilang, daun melebar

12

Gelas 2 (air hujan)


HARI/TANGGAL TINGGI KETERANGAN Foto

Sabtu, 10 agustus 2013

0 cm

penanaman

Minggu, 11 agustus 2013

0,2 cm

Testa membelah, radikula tumbuh

Senin 12 agustus 2013

1, 3 cm

Radikula memanjang

13

Selasa 13 agustus 2013

2 cm

Kotiledon mulai membelah. Muncul daun muda

Rabu 14 agustus 2013

7 cm

Kotiledon terangkat. Batang semakin tinggi

Kamis 15 agustus 2013

9 cm

Kotiledon mengecil. Batang semakin tinggi

14

Jumat 16 agustus 2013

11 cm

Kotiledon hilang. Batang semakin tinggi. Daun terlihat kurang segar.

b. Gelas 3 (air ledeng/PDAM) HARI/TANGGA L sabtu 10 agustus 2013 TINGG I 0 cm KETERANGA N penanaman Foto

15

Minggu 11 agustus 2013

0,4 cm

Testa membelah, radikula tumbuh

Senin 12 agustus 2013

1,1 cm

Testa terkelupas. Akar semakin memanjang

Selasa 13 agustus 2013

1, 5 cm

Kotiledon membelah sedikit. Mulai muncul pucuk daun.

16

Rabu 14 agustus 2013

5 cm

Kotiledon terangkat. Muncul daun muda

Kamis 15 agustus 2013

7 cm

Batang semakin tinggi. Daun terlihat kurang segar.

Jumat 16 agustus 2013

9 cm

Kotiledon mulai hilang. Daun terlihat layu

17

c. Gelas 4 (air soda/tebs) HARI/TANGGAL TINGGI KETERANGAN sabtu 10 agustus 0 cm penanaman 2013 Foto

Minggu 11 agustus 2013

0 cm

Biji belum tumbuh

Senin 12 agustus 2013

0 cm

Biji belum tumbuh

18

Selasa 13 agustus 2013

0 cm

Biji belum tumbuh

Rabu 14 agustus 2013

0 cm

Biji belum tumbuh

Kamis 15 agustus 2013

0 cm

Biji belum tumbuh

Jumat 16 agustus 2013

0 cm

Biji membusuk

19

4.2. Interferensi Data

Dari percobaan yang telah kami lakukan, maka diperoleh hasil pengamatan secara kuantitatif. Pada tanaman yang diberi perlakuan dengan air bekas cucian beras mengalami pertumbuhan paling optimal dibandingkan tanaman dengan perlakuan air lain. Tanaman yang diberi air bekas cucian beras mengalami pertumbuhan lebih cepat dan lebih segar daripada air air PDAM (ledeng/air biasa) dan air hujan, baik dari segi panjang batang, maupun daun . Sedangkan tanaman yang diberi air soda (tebs) sama sekali tidak menunjukkan pertumbuhan ataupun perkembangan. Dimulai dari hari pertama hingga terakhir tanaman yang diberi air soda tetap tidak tumbuh.

4.3. Variabel dan Definisi Operasional Variabel Variabel merupakan faktor - faktor yang mempengaruhi dan memiliki nilai nilai tertentu. Dalam sebuah penelitian, ada beberapa variabel yang mempengaruhi hasil penelitian, yaitu : Variabel Bebas Variable terikat : varibel penyebabatau faktor yang memberi pengaruh : variabel akibat atau faktor yang nilainya bergantung pada nilai variabel lainnya Variable antara : variabel lain yang ikut berpengaruh terhadap hasil penelitian, tetapi tidak dianggap memiliki pengaruh utama. Variable control : sebagai pembanding dalam hasil penelitian

20

Dari definisi berbagai variabel di atas, kami pun dapat menentukan variabel - variabel yang mempengaruhi hasil penelitian kami yang berjudul Pengaruh Beberapa Jenis Air Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Kacang Hijau, antara lain : 1. Variabel bebas : Pengaruh perbedaan jenis air terhadap pertumbuhan kacang hijau. 2. Variabel terikat : Pertumbuhan kacang hijau dengan indicator jumlah 3. Variabel kontrol : Tanaman kacang hijau dengan perlakuan diberi air hujan, air bekas cucian beras, air tawar(PDAM), dan air soda.

4.4. Pembahasan Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan dibedakan atas faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam yang mempengaruhi pertumbuhan pada tumbuhan, yaitu Gen dan Hormon. Sedangkan faktor luar yang mempengaruhi pertumbuhan yaitu iklim seperti cahaya, temperatur udara, air, angin, matahari, dan gas. Tanah meliputi tekstur dan struktur tanah, bahan organic, ketersediaan nutrient, dan pH, Biologis seperti gulma, serangga, mikroorganisme penyebab penyakit, Nematoda, Macam-macam tipe herbivora, Mikroorganisme tanah seperti bakteri pemfiksasi N2 dan bakteri derutrifikasi, serta mikorhiza. Air merupakan suatu zat yang sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhan suatu tanaman. Jenis air di bumi ini ada berbagai macam, yaitu air hujan yang mengandung air asam, air sabun yang mengandung basa, air bekas cucian beras, air sumur, air PDAM, air cuka, air teh, air kopi, air susu, air gula, dan berbagai macam jenis air yang lainnya. Air hujan di
21

Indonesia sudah dikategorikan sebagai hujan asam Karena kandungan pHnya yang sangat tinggi. pH yang terukur di Indonesia berkisar antara pH 6,0 hingga 4,0. Sedangkan batas ambang batas pH air hujan normal adalah 5,6 hingga 4,0. Sehingga dapat merusak pertumbuhan suatu tanaman. Air beras baik untuk pertumbuhan tanaman, karena terdapat mineral yang terkandung dalam kulit bagian dalam beras. Selain itu, Air beras juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B6, dan vitamin B12. Dan Fungsinya adalah sebagai katalis dalam proses asimilasi karbon (fotosintesis), jadi akan terjadi efisiensi energi dan penggunaan nutrisi dalam pembentukan fotosintak (hasil fotosintesis-->C6H12O6 yg biasa disebut

karbohidrat/pati/starch). Fungsi lainnya adalah sebagai sumber energi dan percepatan regenerasi dan duplikasi sel.

22

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan Pertumbuhan perkecambahan kacang tanah yang disiram

menggunakan air beras mengalami pertumbuhan yang lebih cepat dari pada pertumbuhan perkecambahan kacang tanah yang disiram menggunakan air tawar (PDAM). Pertambahan tinggi tanaman pada kacang hijau ini di

karenakan air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat bisa jadi perantara terbentuknya hormon auksin dan giberelin. Dua jenis bahan yang banyak digunakan dalam zat perangsang tumbuh (ZPT) buatan. Hormon auksin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk merangsang pertumbuhan pucuk dan kemunculan tunas baru seperti pertambahan jumlah daun sedangkan giberelin berguna untuk merangsang pertumbuhan Akar Untuk itu, pertumbuhan perkecambahan kacang tanah yang disiram menggunakan air cucian beras sangatlah baik, karena dapat tumbuh subur. Menurut buku yang saya baca air cucian beras mengandung Vitamin B1, Vitamin B6, dan Vitamin B12 yang berfungsi sebagai katalis sebagai proses asimulasi karbon (fotosintesis)

23

5.2

Saran 1. Sebelum melakukan penanaman, pastikan kacang hijau yang dipilih dalam keadaan yang benar-benar segar 2. Masyrakat harus bisa memanfaatkan limbah rumah tangga seperti air cucian beras sebagai pupuk yang alami sebagai pemanfaatan yang efektif dan efesien serta ekonomis dibandingkan dengan pupuk yang lain.

24

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/91135044/Pengaruh-Air-Terhadap-PertumbuhanKacang-Hijau https://www.google.com/search?q=perkecambahan+pada+kacang+hijau&client=fi refox-a&hs=hFC&rls=org.mozilla:enUS:official&noj=1&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=vvkJUqfmEMvKkwWh t4CYDA&ved=0CC4QsAQ&biw=1024&bih=632 http://biologi.blogsome.com/2011/07/30/epigeal-dan-hipogeal/ http://jiwocore.wordpress.com/2010/09/28/kandungan-nutrisi-pada-kacang-hijau/ http://blog.uad.ac.id/rindapurnamasari/2011/12/10/perkecambahan-biji/ http://www.scribd.com/doc/85008426/Makalah-Biologi-Pertumbuhan-KacangHijau

25

LAMPIRAN
Gambar Alat dan Bahan :

Gunting :

Penggaris :

26

Kapas :

Kacang hijau :

Bekas gelas aqua :

27

Air bekas cucian beras :

Air soda / tebs :

28

Gambar-gambar gelas aqua yang telah dibedakan(ditulis) : Gelas bekas cucian beras

Gelas PDAM

29

Gelas Air hujan

Gelas Air Soda

30