Anda di halaman 1dari 18

GANGGUAN MENELAN

MARGARITA MEGA PERTIWI 0910.211.117

Odynophagia
Definisi : nyeri saat menelan menelan. Dapat terjadi bersama dengan disfagi. Dapat dirasakan sebagai sensasi ketat atau nyeri membakar, tidak dapat dibedakan dari nyeri ulu hati di bagian tengah dada. Dapat disebabkan oleh spasme esofagus akibat peregangan akut, atau dapat terjadi sekunder akibat peradangan mukosa esofagus.

Regurgitasi
Definisi : aliran balik isi lambung ke dalam rongga mulut. regurgitasi tidak disertai oleh mual dan masih belum keluar dari mulut. dirasakan dalam tenggorokan sebagai rasa asam atau cairan panas yang pahit. sering terjadi pada bayi akibat perkembangan sfingter esofagus bawah yang tidak sempurna.

Pada orang dewasa, regurgitasi mencerminkan adanya inkompetensi sfingter esofagus bagian bawah dan kegagalan sfingter esofagus bagian atas untuk bertindak sebagai sawar regurgitasi.

Phagophobia
Definisi : rasa takut menelan, dan menolak untuk menelan. Post traumatic type Bisa terjadi pada hysteria, paralysis faring. Gejala : penurunan BB, cemas, panik, depresi, ketakutan, peningkatan nadi iregular, nafas pendek dan cepat, mual, mulut kering, gemetaran dan berkeringat

Aphagia
Definisi : tidak dapat menelan. Etiologi : obstruksi esofagus yg komplit,biasanya akibat sangkutnya bolus. merupakan suatu darurat medik.

globus hystericus
Globus pharyngeus/globus sensation Definisi : perasaan adanya gumpalan di kerongkongan, tapi tidak ada kesulitan menelan. Dijumpai kontinu tapi tdk berhubungan dgn menelan. Penyebab umum globus sensation : anxiety disorder, Early hypopharyngeal cancer, goiter.

Akalasia
Definisi : gangguan hipomotilitas yang ditandai oleh peristaltik korpus esofagus yang lemah dan tidak teratur, meningkatnya tekanan esofagus bagian bawah, dan kegagalan sfingter esofagus bagian bawah untuk berelaksasi secara sempurna sewaktu menelan.

Etiologi : belum diketahui pasti tapi dapat terjadi karena degenerasi pleksus Auerbach yang menyebabkan hilangnya kontrol neurologis. akibatnya, gelombang peristaltik primer tidak mencapai sfingter esofagus bagian bawah untuk merangsang relaksasi.

Akalasia primer idiopatik : paling banyak dijumpai di Amerika Serikat. Akalasia sekunder dapat disebabkan oleh karsinoma lambung yang menginvasi esofagus melalui radiasi dan toksin atau obat-obat tertentu.

lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan pada anak. Timbulnya secara perlahan. gejala paling mencolok adalah disfagi terhadap makanan cair dan padat. Komplikasi : peradangan, erosi, kanker esofagus (pada beberapa kasus)

Pengobatan akalasia bersifat paliatif, yaitu perbaikan obstruksi esofagus bagian bawah. Tidak terdapat cara untuk memperbaiki peristaltik normal korpus esofagus. Dua bentuk terapi yang efektif menghilangkan gejala adalah dilatasi sfingter esofagus bagian bawah dan esofagomiotomi.

Dilatasi dilakukan dengan memasukkan tabung berisi air raksa yang disebut bougie atau yang lebih lazim, dilatasi dengan kantong pneumatik yang diletakkan pada daerah sfingter esofagus bagian bawah dan ditiup dengan kuat. Bila dilatasi gagal menghilangkan gejala ini, dapat dilakukan pembedahan.

esofagomiotomi Heller, yaitu pembelahan serabut-serabut otot perbatasan esofagus lambung. Piloroplasti (pelebaran pintu keluar lambung) sering dilakukan bersamaan agar dapat mengosongkan isi lambung dengan cepat dan mencegah refluks ke dalam esofagus.

Terapi obat. Isosorbid (nitrat kerja lama) dan nifedipin (antagonis kalsium) menurunkan tekanan esofagus bagian bawah

Tindakan lain yang membantu mengurangi gejala adalah makan secara perlahan dan menghindari alkohol serta makanan panas, dingin, atau pedas. Penderita sebaiknya dianjurkan tidur dengan kepala terangkat untuk menghindari terjadinya aspirasi.