P. 1
Contoh rumusan Masalah

Contoh rumusan Masalah

|Views: 2,897|Likes:
Dipublikasikan oleh Muhammad Wira Wijaya
Contoh Rumusan Masalah dalam penelitian.
Kunjungi blog kutu kuliah untuk mendapatkan informasi tentang ini
Contoh Rumusan Masalah dalam penelitian.
Kunjungi blog kutu kuliah untuk mendapatkan informasi tentang ini

More info:

Published by: Muhammad Wira Wijaya on Aug 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/01/2015

kutukuliah BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Peningkatan pendapatan masyarakat, bertambahnya jumlah penduduk, naiknya kesadaran masyarakat pada pemenuhan gizi, serta meningkatnya standar hidup masyarakat telah menyebabkan naiknyapermintaan masyarakat pada hasil ternak. Perkembangan perekonomian yang semakin kompleks dan kompetitif, adanya sistem liberal pada perdagangan internasional telah melibatkan Indonesia dalam perdagangan global (AFTA, APEC dan WTO). Agenda utama sistem liberal dalam perdagangan adalah penghapusan hambatan non tarif (proteksi) dan penurunan tarif perdagangan internasional, sehingga terjadi kenaikan volume perdagangan antar negara diseluruh dunia,dalam teori ekonomi kapitalisme jika volume perdagangan antar negara bertambah maka diharapkan akan menjadi motor penggerak bagi kecepatan pertumbuhan ekonomi dunia yang berkelanjutan. Persaingan dengan barang-barang dari luarnegeri akan semakin tinggi, sehingga membutuhkan kreatifitas yang tinggi dalam produksi, termasuk didalamnya dalam pengelolaan keuangan. Produsen dituntutmempunyai efisiensi tinggi dalam hal keuangan pada tiap jenis usaha, tidak terkecuali usaha peternakan. Usaha yang tidak efisien secara alami akan tergeser dan kalah dalam persaingan. Salah satu cara untuk menilai efisiensi kinerja keuangan dari suatu usaha dalam manajemen keuangan adalah dengan menggunakan analisis profitabilitas. Data dan informasi tentang keuntungan, penjualan, dan total modal dapat digunakan untuk mengetahui pengembangan modal atas penjualan, pengembangan modal atas keuntungan, margin laba bersih, dan margin laba kotor. Analisis profitabilitas diperlukan untuk menilai besar kecilnya produktifitas usaha sebuah perusahaan. Penilaian profitabilitas ini menggunakan beberapa kriteria antara lain: Gross Profit Margin,Net Profit Margin, Total Assets Turnover, Return on Investment. Kecamatan Ngantang merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Malang yang menjadikan peternakan sebagai salah satu mata pencaharian penduduknya. Desa Banturejo adalah salah satu pusat peternakan yang ada di kecamatan Ngantang. desa ini merupakan salah satu bagian dari wilayah kerja KUD “Sumber Makmur”. Wilayah desa Banturejo memiliki ketinggian rata-rata adalah 625 di atas permukaan laut, dengan curah hujan pertahunnya 245 mm. Suhu harian berkisar antara 17-26 C, suhu harian ini sangat cocok

sebagai tempat untuk pemeliharaan sapi perah, karena kebanyakan sapi perah yang diternakkan di Indonesia adalah jenis sapi PFH, yang merupakan peranakan sapi FH dari Eropa yang suhunya berkisar antara 15-210 C. Alasan pemilihan lokasi pada usaha peternakan milik Bapak Tampi sebagai tempat penelitian adalah karena peternakan tersebut telah lama berdiri dan belum pernah dilakukan analisis profitabilitas. Waktu usaha yang cukup lama ini dapat menggambarkan pengelolaan keuangan yang telah dilakukan, sehingga perlu dilakukan analisis profitabilitas. Usaha yang dikembangkan oleh peternakan sapi perah milik Bapak Tampi ada dua macam usaha yakni pembibitan dan pemerahan. Dua macam usaha ini dikembangkan sebagai bentuk diversifikasi produk yang dilakukan untuk menghindari berbagai kemungkinana resiko yang harus ditanggung jika mengusahakan satu jenis produk, yakni kerugian material tanpa ada cadangan pemasukan dari sumber yang lain. Usaha pembibitan dilakukan dengan membeli pedet yang baru lahir dari peternak didaerah sekitar kemudian dijual kembali setelah jangka waktu pemeliharaan selama empat bulan, sedangkan pada usaha pemerahan, peternak memelihara induk sapiperah yang selama masa laktasi akan memproduksi susu segar, disisi lainpeternak juga mendapat keuntungan tambahan dari pedet yang lahir setiap tahun. 1.2 Rumusan Masalah Kelangsungan suatu usaha peternakan ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan sehingga terjadi efisiensi. Keuntungan usaha yang didapatkan oleh usaha peternakan milik Bapak Tampi yang didirikan pada tahun 1982 dapat menjamin kelangsungan usahanya hingga berkembang saat ini. Banyak komponen diluar keuntungan yang menentukan kelangsungan usaha, hal ini bisa berupabesarnya biaya produksi maupun hutang perusahaan. Berdasarkan uraian tersebutdidapatkan beberapa permasalahan tentang analisis profitabilitas pada usaha peternakan milik Bapak Tampi yaitu sebagai berikut: 1. Bagaimana cara meningkatkan efisiensi usaha untuk mempertahankan kelangsungan usaha, mengembalikan modal, dan mendapat keuntungan maksimal. 2. Bagaimana nilai profitabilitas suatu usaha sehingga diharapkan kerugian yang berkelanjutan dapat dihindari.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->