Anda di halaman 1dari 15

Hasil

Karakteristik Subyek Di antara 1.763 penghuni panti jompo yang memenuhi kriteria penyaringan studi tersebut, 572 (32,4%)memenuhi semua kriteria kelayakan, dimana 323 diantaranya menderita demensia lanjut (56,5%) dan perawatan kesehatan mereka telah direkrut.

Usia rata-rata penghuni adalah 85,3 tahun (median, 86.0), 85,4% dari penghuni adalah perempuan, dimana: 89,5% berkulit putih 10,2% berkulit hitam 0,3% adalah Asia 19,8% sudah menikah 61,0%menjadi janda 19,2% bercerai atau tidak pernah menikah.

Lama rawatan home stay rata-rata adalah 3,0 tahun, dengan interval sejak didiagnosia demensia adalah 6,0 tahun. Penghuni yang memiliki kecacatan fungsional berat (skor rata-rata dari Bedford Alzheimers Nursing Severity Subscale, 21,0) dan kecacatan kognitif (72,7% memiliki skor 0 pada Test for Severe Impairment).

Usia rata-rata perawatan kesehatan adalah 59,9 tahun, dimana 63,8% dari wali adalah perempuan, dan hubungan dengan penghuni itu dikategorikan: anak (67,5%), pasangan (10,2%), anggota keluarga lainnya (17,7%), penjaga (3,1%) teman (1,5%).

Kelangsungan Hidup Dan Komplikasi Klinis


Lebih dari setengah 323 penghuni (177, atau 54,8%) meninggal selama 18 bulan penelitian. Kelangsungan hidup rata-rata adalah 478 hari yang disesuaikan , dan probabilitas kematian dalam waktu 6 bulan adalah 24,7%. Sebagian besar kematian terjadi di rumah jompo (93,8%).

Selama masa penelitian ( dalam periode 18 bulan): pneumonia adalah 41,1%, satu episode demam, 52,6% masalah makan, 85,8%

Tingkat kematian yang sesuai 6 bulan : Pneumonia 46,7%, Demam 44,5%, , dan masalah makan 38,6%,

Sebanyak 42 peristiwa selama 18 bulan periode studi: Kejang menyumbang 14 dari 42 kejadian (33,3%), Perdarahan gastrointestinal untuk 11 (26,2%), Patah tulang pinggul sebenyak 3 (7.1.0%), patah tulang lainnya untuk 4 (9,5%), stroke sebanyak 3 (7,1%), pulmonary embolus untuk 1 (2,3%), infark miokard selama 1 (2,3%), dan penyakit lainnya 5 (11,9%).

Gejala Yang Menperberat


Proporsi penghuni yang memiliki gejala yang memperberat di beberapa titik selama 18 bulan masa follow up dalah sebagai berikut: 46,0%, dyspnea ( 5 hari per bulan), 39,1%, nyeri ( 5 hari per bulan), 38,7%, ulkus tekanan (grade II atau lebih tinggi), 53,6%, agitasi, dan 40,6%, aspirasi

Intervensi Yang Memberatkan


Selama periode 18-bulan follow-up: 34,4% mendapat terapi parenteral 16,7% dirawat di rumah sakit 9,6% dibawa ke ruang gawat darurat 8,0% yang tubefed

Di antara 177 penghuni yang meninggal, jumlah penghuni yang menerima intervensi selama 3 bulan terakhir kehidupan adalah sebagai berikut: 52 (29,4%) menerima terapi parenteral 22 (12,4%) dirawat di rumah sakit, 5 (2,8%) dibawa ke ruang gawat darurat, 13 (7,3%) menjalani tubefed, dan 72 (40,7%) mengalami salah satu dari intervensi ini. Alasan paling umum untuk rawat inap adalah 22 pneumonia, yang menyumbang 15 dari mereka (68,2%), diikuti oleh infeksi lain, terhitung 3 (13,6%) gagal jantung 2 (9,1%); hip fraktur 1 (4,5%), dan dehidrasi 1 (4,5%).

Arahan Rumah Sakit


(29,9%) menerima arahan rumah sakit, yang terjadi pada interval berikut sebelum kematian: 0sampai 7 hari, 26,4% 8 sampai 90 hari, 30,2% 91 sampai 180 hari, 17,0% lebih dari 181 hari, 26,4%.

Pandangan Perawat Kesehatan


Di antara semua 323 perawat kesehatan, 96,0% percaya kenyamanan adalah tujuan utama dari perawatan. Hanya 18,0% dari perawat kesehatan menyatakan bahwa mereka telah menerima informasi prognostik dari dokter.

Sedangkan 81,4% dari wali merasa mereka mengerti mana komplikasi klinis yang didapatkan demensia lanjut, hanya 32,5% menyatakan bahwa dokter telah menasihati mereka tentang komplikasi ini.