Anda di halaman 1dari 26

REFERAT HEMATOCHEZIA

Pembimbing: Dr. YM. Agung, Sp.PD Oleh : Grata Vendy P J500070023

BAB IPendahuluan
Perdarahan saluran cerna akut merupakan keadaan gawat darurat yang harus ditangani secara cepat dan tepat karena dapat menyebabkan kematian. Sementara perdarahan saluran cerna yang sifatnya kronik walaupun tidak terlihat nyata bila tidak Penyebab utamanamun kehilangan darah ditangani juga sangat berbahaya. dari saluran pencernaan bagian bawah yang akut adalah divertikulosis dan angiodisplasia penyebab utama perdarahan saluran cerna bagian bawah yang kronik adalah keganasan dan penyakit di daerah perianal. Perdarahan dapat menyebabkan syok hipovolemik dan kematian. Sehingga penentuan sumber perdarahan dan resusitasi menjadi hal yang sangat penting

BAB II Tinjauan pustaka


1. DEFINISI
Hematochezia diartikan sebagai darah segar atau berwarna merah maroon yang keluar melalui anus dan merupakan manifestasi tersering dari perdarahan saluran cerna bagian bawah.
(Setiyohadi,2006)

2. EPIDEMIOLOGI
UPER GASTROINTESTINA L 75 %- 80 % MORTALITAS 3,5 % - 7% GI BLEEDING LOWER GASTROINTESTINA L 25 % MORTALITAS 3,6 %

(Greenberger, 2009)

3. KLASIFIKASI
Akut 10-15% kasus yang pada awalnya bermanifestasi sebagai perdarahan saluran cerna bagian bawah ternyata memiliki sumber perdarahan di saluran cerna bagian atas.1 Petunjuk kemungkinan terjadinya perdarahan saluran cerna bagian atas yang diawali dengan hematochezia adalah ketidakstabilan Outlet-type bleeding terlihat darah selama atau sesudah defekasi pada kertas toilet atau handuk, tapi tanpa gejala ataupun faktor resiko khusus untuk ca colorectal. kronik-intermitten Manifestasi klinis pada pasien ini adalah tes Guaiac positif, atau anemia atau keduanya. Biasanya terjadi pada pasien-pasien rawat jalan yang tidak menyadari terjadinya perdarahan saluran cerna bagian bawah namun mengalami anemia kronis (Greenberger, 2009)

4. etiologi
DIVERTIKULUM ANGIODISPLASIA ARTERIOVENOUS MALFORMATION KOLITIS PENYAKIT PERIANAL NEOPLASIA KOLON DIVERTIKULUM MECKEL (Wandono, 2007) PERDARAHAN SALURAN CERNA BAGIAN BAWAH

DIVERTIKULUM

Divertikel adalah kantong yang terjadi karena penonjolan kearah luar usus melalui lapisan

keluhan mulai dari yang ringan seperti

mual, nyeri pada perut kiri bawah, sembelit dan diare oleh karena gangguan pengerasan usus sampai keluhan berat seperti pecahnya usus, abses dan perdarahan

ANGIODISPLASIA

lesi degeneratif yang

berkaitan dengan penuaan.


Bersifat kronis Diagnosis : kolonoskopi,

angiography

ARTERIOVENOUS MALFORMATION

Penyebab perdarahan SCBB = 3-4% >50% Berlokasi di kolon kanan Diagnosis : angiography

KOLITIS
Inflasmasi pada kolon Tanda dan gejala

klinis :
nyeri abdomen, diare

dan perdarahan rektum


Diagnosis :
CT scan, kolonoskopi,

sigmoidoskopi

PENYAKIT PERIANAL
Menimbulkan perdarahan

tidak bercampur feses


Contoh : hemoroid,

fissura ani
Diagnosis :
Anoskopi, kolonoskopi

NEOPLASIA KOLON
Gambaran mirip

divertikulum
Tidak menyebabkan

perdarahan masif
Perderahan bersifat

tersembunyi (occult bleeding)


Diagnosis:
Kolonoskopi Biopsi

DIVERTIKULUM MECKEL
suatu kelainan bawaan, yang

merupakan suatu kantung (divertikula) yang menonjol dari dinding usus halus
Berhubungan dengan kegagalan

organogenesis.
Kantung/ divertikula sekresi asam

ulkus/ perdarahan
Darah berwarna ungu dan kehitaman Bisa menyebabkan peradangan

divertikulitis

5. MANIFESTASI KLINIS
PERDARAHAN AKUT PERDARAHAN KRONIS

- Syok

a. anemia def.Fe b. palpitasi c. lemas d. sesak napas e. anoreksia f. insomnia.

6. DIAGNOSA
ANAMNESIS PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN PENUNJANG

6. DIAGNOSA
ANAMNESIS

Volume , Intensitas, dan riwayat penyakit terdahulu Feses terbungkus darah hemoroid Darah bercampur dengan feses perdarahan lebih ke proksimal Diare berdarah, terdapat tenesmus ani IBD Diare berdarah, demam dan nyeri abdomen Kolitis terdapat nyeri saat defekasi hemoroid atau fissura anal feses menjadi bentuk panjang seperti pensil + penurunan berat badan Ca Colon Perdarahan yang terjadi tanpa disertai (Greenberger, 2009)

6. DIAGNOSA
PEMERIKSAAN FISIK

MATA

TURGOR KULIT

AUSKULTASI JANTUNG

ABDOMEN VITAL SIGN EKSTREMITAS COLOK DUBUR

6. DIAGNOSA
PEMERIKSAAN PENUNJANG

LABORATURIUM DARAH LENGKAP ELEKTROLIT LIVER FUNGSI TEST SERUM KREATININ FAKTOR PEMBEKUAN

PENCITRAAN KOLONOSKOPI SIGMOIDOSKO PI ANOSKOPI BARIUM ENEMA ANGIOGRAPH Y

7. KOMPLIKAS I SYOK HIPOVOLEMIK


KOMPLIKASI TRANSFUSI

8. PENATALAKSANAA N
PRINSIP PENATALAKSANAAN:
STABILISASI HEMODINAMIK HENTIKAN PERDARAHAN AKTIF CEGAH PERDARAHAN ULANG CARI PENYEBAB PERDARAHAN

INFUS KOLOID

1. RESUSITASI

O2 2-4 L/MNT

2. (cross matched blood)

- As. Tranexamat - Vit K - Estrogenprogesteron (pd angiodisplasia) - Anti inflamasi (pd IBD)

3. Hb, Ht, Trombosit, LeukositTransf usi

4. Medikamentosa

Pemberian transfusi segera pada :8 - penderita syok - perdarahan terusmenerus - gejala-gejala angina pectoris - hematokrit < 20% - Pasien resiko tinggi : orang tua, CHD, Sirosis hepatis diberikan transfusi PRC sampai Hematokrit > 30 % - Koagulopati dan trombositopenia harus dikoreksi segera

5. Observasi

Intensitas Perdarahan
Perdarahan Ringan

Gambaran klinis
Denyut nadi dan Hb normal

Infus IV / transfusi
- Mempertahankan akses intravena sampai diagnosis jelasmemasatikan tersedia darah

Tujuan akhir

Perdarahan Sedang

Denyut nadi istirahat > 100x/mnt dan`/ atau Hb < 10g/dl

menggantikan cairan Mempertahankan Hb> 9 meminta 4 unit preparat PRC g/dl

Perdarahan Hebat

Kolaps dan atau syok tek. Sistolik < 100 mmHg denyut nadi >100x/mnt

gantikan cairan dengan cepat pastikan tersedia darah lakukan transfusi menurut pengkajian klinis dan kadar HB/Ht

mempertahankan vol urin > 0,5 ml/kgBB/jam mempertahankan tek sistolik >100 mmHg mempertahankan Hb > 9 g/dl

Tanda-tanda vital

SCBB

hemodinamik tidak stabil

Resusitasi Tes darah

tanda kehilangan cairan/ Perdarahan berkurang

Golongan darah dan crossmatch Infus NaCl, PRC dan Perdarahan factor lain jika dibutuhkan

aktif berkurang Endoskopi elektif Lokasi perdarahan tidak teridentifikasi


Endoskopi SCBA -OMD follow through

Perdarahan aktif,dicurigai SCBB

Perdarahan aktif,dicurigai SCBA

Kolonoskopi segera atau scintigrafi eritrosit + angiografi

Endoskopi SCBA segera

al rm o n

Lokasi ditemukan
Kauterisasi elektrik , injeksi zat sklerotik, angiografi embolisasi BEDAH

Perdarahan berulang Supleme n zat besi

Perdarahan masif
Pertimbanga n: Angiografi Enteroskopi operasi Kolektomi pasial

Enterosko pi

9. KESIMPULAN
Hematoschezia adalah perdarahan saluran cerna bagian bawah

yang berwarna merah segar atau merah marun, dan pendarahan ini terletak di bawah ligamentum Treitz ke anus.
penyebab hematoschezia adalah divertikulosis, angiodisplasia,

neoplasma, kelainan perianal,divertikulum Meckeli, infeksi dan non-infeksi kolitis, intususepsi.


Diagnosis dan terapi hematoschezia bisa sebagian besar

dilakukan melalui endoskopi, hanya sebagian kecil bagian memerlukan intervensi bedah untuk diagnosis. Untuk kasus hematochezia yang akut, diperlukan penatalaksanaan yang tepat karena perdarahan yang masif beresiko kematian, diperlukan pantauan terus terhadap tanda-tanda vital pasien.

DAFTAR PUSTAKA
Greenberger,Norton.Blumberg,Richard.Burakoff,Robert: Current Diagnosis and Treatment

Gastroenterology,Hepatology,&Endoscopy. McGraw-Hill,Lange.2009 : 343-351.


Kasper,Dennis.Braunwald,Eugene.Hauser,Stephen, et al.Harrisons Principles of Internal

Medicine, 16th edition.McGraw Hill: 235-238.


Sudoyo,Aru.Setiyohadi,Bambang.Idrus,Alwi.et al.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi

4.Pusat Penerbit Ilmu Penyakit Dalam FKUI. Jakarta 2006 : 289-297.


Syamsi,Rusi Muhaimin.WHO: Penggunaan Klinis Darah.EGC,Jakarta 2004:161. Wandono,Hadi. Acta Med Indonesia Vol 39 .October - December 2007 Malueka,Rusdi Ghazali: Radiologi Diagnostik.Pustaka Cendekia Press,Yogyakarta:2006. http:// www.kalbe.co.id diakses tanggal 08/11/09 8. http://www.akademik.unsri.ac.id diakses tanggal 08/11/09 9. http://content.karger.com/ProdukteDB/produkte.asp diakses tanggal 09/11/09