JURUSAN TEKNIK SIPIL– FT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

HAND OUT REKAYASA PONDASI 2
PONDASI TIANG PANCANG

HANGGORO TRI CAHYO A.

REVISI JANUARI 2006

Terimakasih kepada Prof Bengt B Broms pada situs Foundation Engineering by Prof Bengt B Broms www.geoforum.com, atas pencerahannya

Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

1

SESI 1 : PRINSIP DAN APLIKASI PONDASI TIANG

Pondasi tiang diperlukan untuk mendukung struktur atas untuk kondisi-kondisi sebagai berikut : a. Lapisan-lapisan tanah atas sangat kompresibel dan terlalu lemah mendukung struktur atas. Dalam hal ini pondasi tiang diperlukan untuk meneruskan beban kedalam lapisan tanah keras (bedrock). Jika pondasi tiang tidak mencapai tanah keras, maka beban struktur atas akan ditahan oleh friksi antara tiang dan tanah.

Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

2

b. Jika pondasi harus menahan beban horizontal. Pondasi dalam dapat menahan momen dan vertikal secara bersamaan. Contohnya adalah pondasi untuk gedung tinggi, jembatan, dermaga dsb.

c. Pada tanah yang ekspansif. Tanah yang ekspansif dapat mengalami pengembangan (swelling) dan penyusutan (shrinkage) tergantung kepada kondisi kadar airnya. d. Pondasi harus menahan uplift forces. Hal ini misalnya terjadi pada basement dengan muka air tanah yang tinggi.
Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

3

e. Adanya erosi tanah pada abutment dan pier jembatan.

f. Pondasi harus menahan gerakan tanah lateral. yang berdiri di atas tanah berlereng.

Pondasi tiang dapat

digunakan sebagai perkuatan lereng atau sekaligus sebagai pondasi bangunan

Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

4

Bagaimana pondasi tiang dapat menahan beban aksial kolom ? Qultimit = Qujung + Qfriksi = q.Aujung + f.Aselimut Qultimit = Kapasitas ultimit pondasi tiang tunggal (kN) Qujung = Tahanan ujung tiang (kN) Qfriksi = Tahanan gesek tiang (kN) Qultimit q = Kapasitas dukung tanah pada ujung tiang (KN/m2) Luas permukaan ujung tiang (m2) Gesekan pada selimut tiang atau adhesi tanah dengan selimut tiang (kN/m2) Aujung = f = L Qfriksi Aselimut = = O L = = Luas permukaan selimut tiang (m2) O. 5 . L Keliling tiang (m) Panjang tiang (m) Qujung Struktur Pondasi Tiang Pancang .Hanggoro Tri Cahyo A.

Hanggoro Tri Cahyo A.Apa perbedaan tiang friction dan end bearing ? Struktur Pondasi Tiang Pancang . 6 .

Pada saat pembebanan tiang. perpindahan tiang ke arah bawah diperlukan untuk memobilisasi tahanan gesek tiang (Qfriksi). Tanpa memperhatikan jenis tanah. 7 . besarnya perpindahan relatif ini biasanya tidak melebihi 0. Beban pondasi akan ditransfer melalui tahanan gesek tiang (Qfriksi) dan tahanan ujung tiang (Qujung). Secara umum tahanan gesek tiang ultimit (Qfriksi) termobilisasi lebih awal daripada tahan ujungnya (Qujung). Perpindahan ujung tiang yang dibutuhkan agar tahanan ujung tiang (Qujung) termobilisasi seluruhnya lebih besar daripada gerakan yang dibutuhkan untuk termobilisasinya tahanan gesek tiang (Qfriksi) secara penuh. Struktur Pondasi Tiang Pancang .5 cm meskipun ada yang sampai mendekati 1. jenis tiang dan dimensinya.Hanggoro Tri Cahyo A.0 cm.Bagaimana mekanisme transfer bebannya ? Mekanisme transfer beban dari tiang ke dalam tanah adalah sangat kompleks.

Ketika beban dilepas dan kemudian dibebani kembali dengan beban yang lebih besar. sebagian besar beban didukung oleh tahanan gesek tiang (Qfriksi) pada tiang bagian atas. jenis tiang. sebagian beban akan didukung oleh tahanan ujung tiang (Qujung).Mekanisme transfer beban juga tergantung pada jenis tanah. 8 . Pada saat terjadi keruntuhan. maka tidak ada lagi kenaikan transfer beban ke tahanan gesek tiang (Qfriksi) dan tahanan ujung tiang (Qujung) telah mencapai nilai maksimumnya. jika tahanan gesek tiang (Qfriksi) telah mencapai maksimum. Struktur Pondasi Tiang Pancang . panjang tiang dan seberapa tinggi tingkat pembebanannya. Pada umumnya. saat awal pembebanan. dimana pergerakan vertikal tiang terus bertambah hanya dengan penambahan beban yang sedikit.Hanggoro Tri Cahyo A.

9 . Struktur Pondasi Tiang Pancang .Apa perbedaan Qijin dan Qultimit ? Faktor aman (S. Untuk memberikan keamanan terhadap penyerderhanaan profil tanah serta parameternya yang digunakan dalam desain. Alasan diperlukannya faktor aman dalam mendesain pondasi tiang antara lain adalah : • • • • Untuk memberikan keamanan terhadap tidak kepastian metode hitungan yang digunakan. Untuk meyakinkan bahwa penurunan tidak seragam di atara tiang-tiang masih dalam batas toleransi.Hanggoro Tri Cahyo A. Untuk meyakinkan bahwa penurunan total yang terjadi pada tiang tunggal atau kelompok tiang masih dalam batas toleransi.F) diperlukan untuk memprediksi besarnya kapasitas ijin pondasi tiang tunggal (Qijin) berdasarkan prediksi nilai Qultimit.

1 sampai dengan Gambar 1. faktor (1) ekonomis. 10 . maka penggunaan pondasi tiang sangat disarankan.3.Kondisi tanah yang bagaimana yang perlu menggunakan pondasi tiang ? Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain struktur pondasi adalah : Berdasarkan pengalaman di lapangan.Hanggoro Tri Cahyo A. maka perlu dilihat terlebih dahulu seberapa besar beban yang akan didukung oleh tanah. (5) kemudahan pelaksanaan dan (6) dampak lingkungan merupakan bahan pertimbangan untuk pemilihan beberapa sistem pondasi yang masih memenuhi persyaratan (2) kapasitas dukung tanah dan (3) penurunan tanah. grafik sondir dapat di kelompokan menjadi 5 tipe grafik seperti Gambar 1. Selain itu. Untuk memenuhi persyaratan (2) kapasitas dukung tanah dan (3) penurunan tanah. Struktur Pondasi Tiang Pancang .5. Jika tanah pendukung sangat kompresibel dan terlalu lemah mendukung struktur atas seperti pada Gambar 1.

Besarnya beban struktur atas berpengaruh pada pemilihan sistem pondasi footing atau tiang.1.Hanggoro Tri Cahyo A.Gambar 1. Struktur Pondasi Tiang Pancang . 11 .

Hanggoro Tri Cahyo A. Pemilihan sistem pondasi tiang pancang ditujukan untuk mempercepat proses konstruksi karena meminimalkan pekerjaan penggalian dan pengurugan.2. Struktur Pondasi Tiang Pancang . 12 .Gambar 1.

3. Pondasi tiang diperlukan untuk meminimalkan resiko penurunan dan beda penurunan pada struktur atas. Struktur Pondasi Tiang Pancang .Gambar 1.Hanggoro Tri Cahyo A. 13 .

Gambar 1. . 14 Struktur Pondasi Tiang Pancang .Hanggoro Tri Cahyo A. Adanya lapisan lensa yang tipis masih memungkinkan digunakannya pondasi footing untuk beban kolom yang relatif kecil.4.

Adanya lapisan lensa yang tebal memungkinkan digunakannya pondasi footing untuk beban kolom yang sesuai. Struktur Pondasi Tiang Pancang .Gambar 1.Hanggoro Tri Cahyo A. 15 .5.

00 15.Hanggoro Tri Cahyo A.50 14.50 145.50 7.00 121.80 10944.00 8.30 5678.50 300 115 350 145 400 195 450 235 500 290 600 395 A2 A3 B C A1 A3 B C A2 A3 B C A1 A2 A3 B C A1 A2 A3 B C A1 A2 A3 B C 6-13 K-13 452 6-15 K-13/K-25 582 6-16 K-25/K-35 765 6-16 K-35 929 6-16 K-35/K-45 1159 6-16 K-45 1570 Panjang tiang interval per m’ dengan mutu beton K-600 *) untuk tipe diesel hammer.00 6.70 17949.50 10.5 18. SPESIFIKASI PILES Tabel 2.00 243.0 11.00 5.60 18263.00 252.30 9.75 15.60 114.m) Crack 2.50 10727.90 185.25 12.25 9.50 4.00 34.0 12.SESI 2 : SPESIFIKASI PONDASI TIANG PANCANG A.00 3693.00 12.00 Ultimate 3.1 Spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles Ex-WIKA Outside Diameter (mm) Unit Weight (kg/m) Class Panjang Tiang (m) dan Diesel Hammer*) Concrete Cross Section (cm2) Section Modulus (m3) 2368.80 7929.25 6.70 2389.20 7591.00 22.40 85.20 238.40 111.10 89.80 139.00 19.70 249.75 18.50 4.00 17.60 7717.50 9.40 93.50 28.70 3646.00 45.75 4.75 13.20 174.30 8.80 25.00 27.60 17482.50 10.00 15.10 134.70 178.60 2431.50 12.30 10653.75 67.30 229.75 21.40 2478.90 169.40 5591.00 3.00 58.00 Allowable Axial Load (ton) 72.50 5537.50 6.00 11.00 25.60 5483.50 149.30 181.20 5.00 10579.60 7655.40 Bending Momen Capacity (ton.90 3741.00 5.50 3.00 7. angka dibelakang K menunjukkan berat ram dalam satuan kN.60 70. 16 .50 86.70 3787.50 33.00 10505.10 7783.80 17577.00 19.10 117.70 17792.00 3.50 6. Struktur Pondasi Tiang Pancang .50 8.00 29.50 65.00 25.80 143.00 17.

75 Ult.1 Bentuk penampang persegi.2 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-TONGGAK AMPUH Dimensi Tiang (cm) 30 x 30 35 x 35 40 x 40 45 x 45 50 x 50 55 x 55 60 x 60 Max.8 23.5 165. Moment Cap P=0 to Max Ultimate Tension Strength (ton) 17. Beban Axial (Ton) 121.m) 11.0 23.49 – 1.69 0.2 42.3 486. mutu beton K-500 Struktur Pondasi Tiang Pancang .4 27.3 94.0 90.5 128.8 236.6 56.5 29.5 31.6 103.72 1.2 37.3 Max.9 121.4 (ton) 91.000 Compression Allowable Ultimate (ton) 44.5 Max.93 0. 17 .3 283.4 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-FRANKI MINIPILE RECOMMENDED MAXIMUM SAFE WORKING LOAD OF MINI FRANKI PILE TYPE SIZE COMPRESSION MF-28 25 TON Δ 28 x 28 x 28 MINI FRANKI PILE per 6 meter MF-32 40 TON Δ 32 x 32 x 32 MINI FRANKI PILE per 6 meter TENSION 5 TON 5 TON Bentuk penampang segitiga.0 Berat per Meter (kg/m) 220 300 392 496 612 741 862 Bentuk penampang persegi.0 69.Hanggoro Tri Cahyo A.47 – 1. mutu beton K-500 Tabel 2.4 17. Panjang Tanpa Sambungan (m) 22.37 – 1.9 38.3 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex.5 (ton-m) 0.3 216.6 26. mutu beton K-500 B.3 52.0 195.5 58.9 51.340 40.0 28.0 Max.948 44.62 – 1.Tabel 2.06 0.5 25.6 107.6 118.5 27.5 408.8 17. SPESIFIKASI MINIPILES Tabel 2.PASIFIC PRESTRESSED Size Type L (m) 28x28x28 32x32x32 20x20 PA PB PA PB PA PB 3∼6 3∼6 3∼9 3∼6 Concrete Area (mm2) 33. Ultimate Bending Moment (Ton.3 162.4 27.76 – 1.0 273.7 49.9 88.21 0.3 337.04 – 2. Final Presetressing Force (Ton) 74.

0 20.1 – 2.1 2.00 M 29. Panjang Tanpa Sambungan (m) 18.3 Berat per Meter (kg/m) 98 153 Tabel 2.0 82.948 44.m) 3.8 14.7 Spesifikasi Reinforced Concrete Mini Pile Ex-PASIFIC PRESTRESSED Size Type L (m) 28x28x28 32x32x32 20x20 RA RB RA RB RA RB 3∼6 3∼6 3∼9 3∼6 Concrete Area (mm2) 33.7 1.6 1.00 M 59 Ton Segitiga 32x32x32 K-350 3 D 16 φ6 3.6 Bentuk penampang persegi. Final Presetressing Force (Ton) 33.5 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-TONGGAK AMPUH Dimensi Tiang (cm) 20 x 20 25 x 25 Max.0 110.1 Ultimate Tension Strength (ton) 14.0 29.0 1.3 Ton Segitiga 37x37x37 K-350 3 D 16 φ6 3.6 57.0 Ult.0 (ton) 94.6 75.340 40.5 – 3.00 M 26.8 47.0 21.6 59.Hanggoro Tri Cahyo A.4 Max.Tabel 2.00 M 54 Ton Tabel 2.00 M 6.0 21.7 – 4.5 – 3.0 18. Moment Cap P=0 to Max (ton-m) 1.0 130. Ultimate Bending Moment (Ton.2 – 2.4 – 4.0 Max.6 Spesifikasi Reinforced Concrete Mini Pile Ex-PATON BUANA SEMESTA BENTUK Mutu Beton Tulangan Utama Beugel Panjang Section Daya Dukung izin Material Tiang Persegi 20x20 K-350 4 D 13 φ6 3. 18 .8 Ton Persegi 25x25 K-350 4 D 16 φ6 3.00 M 6.000 Compression Allowable Ultimate (ton) 56.0 113.4 6.0 58.00 M 6.3 Max. Beban Axial (Ton) 54. mutu beton K-500 Struktur Pondasi Tiang Pancang .0 84.9 1.0 98.4 118.00 M 6.

1. 19 . Struktur Pondasi Tiang Pancang .Hanggoro Tri Cahyo A.SESI 3 : KAPASITAS TIANG TUNGGAL BERDASARKAN DATA UJI LAPANGAN A. Rumus kapasitas dukung tiang berdasarkan data N-SPT Mayerhof (1967) dapat digunakan pada data hasil pemboran ini. BERDASARKAN DATA SPT Gambar 3.

Hanggoro Tri Cahyo A.Li) fi q = 2 x Ni = 40.Rumus kapasitas dukung tiang berdasarkan data N-SPT Mayerhof (1967) dalam Cernica (1995) untuk tanah non-kohesif : ftotal = Σ (fi. ftotal = Qultimit / SF Qvultimit Qvijin SF O = = = = Kapasitas ultimit pondasi tiang tunggal (kN) Kapasitas ijin pondasi tiang tunggal (kN) Faktor aman yang nilainya dapat diambil 2. Luas permukaan ujung tiang (m2) Keliling tiang (m) Aujung = Struktur Pondasi Tiang Pancang .5 s/d 3. 20 .N ftotal = Total gesekan pada selimut tiang atau adhesi tanah dengan selimut tiang untuk setiap lapisan yang dijumpai (kN/m’) Li fi D L q = Tebal lapisan tanah ke-i (m) = Gesekan pada selimut tiang atau adhesi tanah dengan selimut tiang untuk lapisan tanah ke-i (kN/m2) = Diameter tiang (m) = Total panjang tiang (m) = Kapasitas dukung tanah pada ujung tiang (KN/m2) Qultimit Qijin = Aujung .N (L/D) < 400. q + O .

Kapasitas dukung ijin (kN) berdasarkan nilai tahanan ujing bawah tiang pancang pada tanah non-kohesif (Wika PC Piles. Jawab : Nilai SPT untuk perhitungan Qfriksi No 1 2 3 Lapisan Tanah Pasir sedikit lempung Lempung kepasiran Pasir Depth (m) 0-16.1..5-24 Tebal Li (m) 16. N = 16000 kN/m2 Sehingga diambil q = 16000 kN/m2 Struktur Pondasi Tiang Pancang .Li 396 162 288 846 kN/m fi = 2 x Ni (kN/m2) ftotal Nilai SPT untuk perhitungan Qujung Nilai N-SPT pada kedalaman 24 meter adalah 40 sehingga.1.Tabel 3.Hanggoro Tri Cahyo A. 21 .5 Ni 12 27 32 fi 24 54 64 300 240 280 330 380 430 470 520 570 350 320 380 440 510 570 640 700 760 DIAMETER TIANG (mm) 400 450 410 520 500 630 580 740 670 840 750 950 830 1050 920 1160 1000 1270 500 650 780 910 1040 1170 1300 1430 1570 600 940 1130 1310 1500 1690 1880 2070 2260 fi. SH Semarang seperti pada Gambar 3. 2001) NILAI SPT 25 30 35 40 45 50 55 60 1 Ton = 10 kN Contoh Soal 3.1 : Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan SPT Hitunglah kapasitas dukung tiang minipile 25x25 dengan kedalaman (L) = 24 m. q = 40 .5-19. N = 40 . Bahan minipile adalah beton bertulang dengan Qijin bahan = 590 kN. 24/0.5 3 4. 40 .5 16.25 = 153600 kN/m2 Nilai maksimum q = 400 .5 19. N (L/D) < 400 . Data penyelidikan tanah bor mesin menggunakan data Proyek Gedung Pascasarjana Undip Jalan Imam Barjo.

Aujung)/3 + (Tf .252) . O)/10 Struktur Pondasi Tiang Pancang . O)/10 Berdasarkan pengalaman desain. O)/5 Qujung Qfriksi Untuk pemancangan tiang pada tanah lempung Wesley (1977) menyarankan penggunaan faktor aman yang lebih besar dari tiang dalam pasir. 846 = 1846 kN Qijin = Qultimit / SF = 1846 / 3 = 615 kN ( ≈ 600 kN) Chek terhadap kekuatan bahan tiang pancang Bahan direncanakan menggunakan beton bertulang dimensi 25x25 panjang per segmen 6 meter. q + O . ftotal = (0. Aujung)/5 + (Tf . Kapasitas ijin bahan minipiles (Qijinbahan) = 590 kN. Sehingga Kapasitas tiang tunggal (Qijin) diambil 590 kN (pilih yang terkecil dari Prediksi Qijin dan kekuatan materialnya) B. Aujung)/3 + (Tf . BERDASARKAN DATA SONDIR Dalam Wesley (1977) disebutkan kapasitas dukung tiang ijin untuk tiang yang dipancang sampai lapisan pasir : Qijin = (qc . Dalam Suryolelono (1994) untuk pemancangan tiang pada tanah lempung dapat digunakan rumus : Qijin = (qc .25x4) . biasanya pemancangan tiang pada tanah lempung jika ujung tiang telah mencapai tanah keras dapat digunakan rumus : Qijin = (qc .Hanggoro Tri Cahyo A.Qultimit = Aujung . 16000 + (0. 22 .

Data sondir perlu diverifikasi dengan data hasil pemboran dan N-SPT agar menghasilkan desain yang aman.Hanggoro Tri Cahyo A.Qvijin qc Tf Aujung O = Kapasitas ijin pondasi tiang tunggal (kg) = Perlawanan Ujung sondir (kg/cm2) = Total friction sondir (kg/cm’) = Luas permukaan ujung tiang (cm2) = Keliling tiang (cm) Gambar 3. .2. 23 Struktur Pondasi Tiang Pancang .

4 cm qc = 80 kg/cm2 Tf = 750 kg/cm Qijin = = = = (qc . 452 = 1591 cm2 Keliling tiang (O) = π D = π . Jika ditentukan spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles adalah Ex-WIKA Klas-C dengan Qijin bahan = 1349 kN. maka rumus yang digunakan adalah : Qijin = (qc .Hanggoro Tri Cahyo A.2. O)/10 (80 x 1591)/5 + (750 x 141. Aujung)/5 + (Tf . 45 = 141. Jawab : Karena tiang belum mencapai tanah keras (qc ≥ 200 kg/cm2).Contoh Soal 3. Data penyelidikan tanah sondir menggunakan data Proyek Gedung PLN APJ Pekalongan seperti pada Gambar 3. A)/5 + (Tf . O)/10 Qujung Qfriksi Untuk diameter tiang (D) = 45 cm maka. 24 . Luas ujung tiang (A) = ¼ π D2 = ¼ π.2 : Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan sondir Hitunglah kapasitas dukung tiang D45 jika dipancang hingga kedalaman tanah 18 meter.4)/10 25456 + 10605 36061 kg ≈ 360 kN Sehingga Kapasitas tiang tunggal (Qijin) diambil 360 kN (pilih yang terkecil dari Prediksi Qijin sondir dan kekuatan materialnya) Struktur Pondasi Tiang Pancang .

Untuk kondisi jarak antar pile (pusat ke pusat) < 3.SESI 4 : KELOMPOK TIANG A. Floating atau friction piles --------. KAPASITAS DUKUNG TIANG KELOMPOK (Pijin) Pijin ≥ 3D O Pile cap ≥ 3D O ≥ 3D Qijin Qijin L D Pijin = Qijin.Eg diasumsikan 1.0 2.7 ≤ Eg ≤ 1.n. End bearing piles --------.Hanggoro Tri Cahyo A.0 Nilai Eg bertambah linear dari 0. End bearing piles --------.0 UNTUK TANAH KOHESIF Untuk kondisi jarak antar pile (pusat ke pusat) ≥ 3. UNTUK TANAH NON-KOHESIF 1.0 untuk S=8D.7 untuk S=3D hingga 1.Eg diasumsikan 1. Struktur Pondasi Tiang Pancang . Floating atau friction piles --------.Eg ≥ 3D n = jumlah tiang dalam satu pile cap.Eg diasumsikan 1.0 2.D : Kapasitas Pijin dihitung dengan keruntuhan blok SF=3.0. 25 .D : 1.

Proyek terletak di kota Pekalongan dengan data tanah yang tersedia adalah data sondir seperti pada Gambar 3. Chek apakah pondasi tiang aman untuk beban aksial (P)=100 ton? Jawab : 135 135 350 O 135 215 Pijin O Pile cap Tiang D45 L=12 m 135 Struktur Pondasi Tiang Pancang .Contoh Soal 4.Hanggoro Tri Cahyo A.1 : Diketahui : Tiang pancang dengan diameter (D)=45 cm tersusun dalam sebuah pile cap seperti dibawah ini memiliki kedalaman tiang (L)=12 meter.2. Ditanya : Hitunglah kapasitas dukung tiang kelompok (Pijin). 26 .

B. x i Σ(x ) 2 ± Mx . Σ (y2) = jumlah kuadrat jarak y terhadap titik pusat berat kelompok tiang (O). 27 Struktur Pondasi Tiang Pancang . yi Σ(y2) = jumlah tiang dalam satu pile cap. Mx dan My dalam sebuah pile cap adalah : kI ≥3D kII ≥3D kIII ≥3D kIV bIII ≥3D y B O + + x bII ≥3D bI L P Pile cap O P My h Pile cap O Mx h Tiang ≥3D ≥3D ≥3D ≥3D ≥3D Tiang kI kII kIII kIV bI bII bIII P Qi = n n ± My . Σ (x2) = jumlah kuadrat jarak x terhadap titik pusat berat kelompok tiang (O). .Hanggoro Tri Cahyo A. = jarak tiang ke-i terhadap titik O searah sumbu y. DISTRIBUSI BEBAN STRUKTUR ATAS KE KELOMPOK TIANG Beban yang didukung oleh tiang ke-i (Qi) akibat beban P. xi yi = jarak tiang ke-i terhadap titik O searah sumbu x.

5 202.m = -700 kN.5 202.24 = 6500.90.5 Ditanyakan : Berapa beban yang didukung oleh masing-masing tiang (Qi) ? Struktur Pondasi Tiang Pancang .m Pile cap O 120 P=6000 kN Mx= -700 kN.3.m O Pile cap 120 Tiang D45 Tiang D45 kI kII kIII kIV bI 135 bII 135 bIII 67.55.5 67.Contoh Soal 4. 28 .976 kN = 820 kN.m = 24 kN/m3 P=6000 kN My= 820 kN.4.2.2 : Diketahui : Beban yang bekerja pada titik berat tiang ( O ) : Ptotal bII 135 9 10 11 12 kI 135 1 kII 135 2 kIII 135 3 kIV 4 bIII 135 y 355 5 6 O 7 x 8 bI 490 My Mx γbeton = P + Berat pile cap = 6000 + 1.Hanggoro Tri Cahyo A.

xi Σ(x ) 2 ± ± Mx .352) = 14.67 481. Langkah 2 : Perhitungan besarnya distribusi beban ke tiang n = 12 buah Σ(x2) = 6 (2.19 456.35 0.675 -1.82 586.675 1.675 0 0.976 = 12 ± My .0) dan berimpit pada titik berat pile cap.025 -1.675 1.Hanggoro Tri Cahyo A.32 626.50 561.675 -1.025 0 -2.025 1.49 545. xi 27.025 1.58 m2 Ptotal Qi = n 6500.35 2.35 -0.01 521.025 0 -0.99 602.35 0.18 537.025 -1.58 820 .35 -0. yi 14.3375 No.81 667. Letak titik berat tiang berada pada koordinat (0.30 (minimum) (maksimum) Struktur Pondasi Tiang Pancang .Jawab : Langkah 1 : Menghitung letak titik berat tiang (O) Perhitungan letak titik berat tiang tidak perlu dilakukan karena susunan tiang yang simetris baik pada arah x dan y.35 -2.Tiang i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 POSISI xi (m) yi (m) -2.3375 m2 2 Σ(y ) = 8 (1.69 497.35 2.35 Qi kN 416.6752) = 27.0252) + 6 (0. 29 . yi Σ(y2) ± -700 .675 0 2.

Contoh Soal 4.3 : Diketahui : Tiang pancang dalam sebuah pile cap memiliki susunan seperti gambar di bawah ini. P=4200 kN kI 135 kII 200 bIII 135 355 135 bI y x 240 180 Tiang D45 kIII Kolom 60x60 Pile cap 90 bII 135 Ditanyakan : Berapa beban yang didukung oleh masing-masing tiang (Qi) ? Jawab : Langkah 1 : Menghitung letak titik berat tiang (O) Letak titik berat tiang terhadap baris kI : 9 xo = 3 .35 xo = 1.Hanggoro Tri Cahyo A. 1. 3.35 m 355 yO 135 200 200 y+ x+ 135 135 xO 240 Struktur Pondasi Tiang Pancang . Susunan yang tidak simetris ini disebabkan adanya struktur pondasi bangunan lama yang membuat tiang baris KIII sulit untuk dipancang sehingga digeser hingga 65 cm.70 yo = 1.56667 m Letak titik berat tiang terhadap baris bI : 9 yo = 3 . 2.35 + 3 . 1.35 + 3 . 180 30 .

55.0. 31 .4 – 1.87 kN.Hanggoro Tri Cahyo A.425 = 0.10833 = 1749.2.5 200 3 135 x 6 135 9 Struktur Pondasi Tiang Pancang .425 = 0.56667 – 0.9) 24 = 4522 kN My = Pkolom .3. expoer = 4200 . 0.m Mx = 0 42. exkolom + Ppoer .40833 + 322 .5 135 1 2 y 355 yO 7 xO 240 180 8 4 5 exKolom + + 42.40833 m Eksentrisitas titik berat pile cap terhadap titik berat pondasi : expoer = 2.1 – 1. 0.56667 – 0.Langkah 2 : Menghitung Eksentisitas Beban kolom dan pile cap Eksentrisitas kolom terhadap titik berat pondasi : exkolom = 2.10833 m Beban yang bekerja pada titik berat pondasi (O) : γbeton = 24 kN/m3 P = Pkolom + Ppoer = 4200 + (4.

xi 17.045 m2 Ptotal Qi = n 4522 = 9 ± My . xi Σ(x2) 1749.216672) + 3 (1.566672) + 3 (0. 32 .Langkah 3 : Perhitungan besarnya distribusi beban ke tiang n=9 Σ(x2) = 3 (1.783332) = 17.Hanggoro Tri Cahyo A.87 .Tiang i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 xi (m) POSISI yi (m) Qi kN Struktur Pondasi Tiang Pancang .045 ± No.

m Beban lateral (H) = 3000 kN. 33 . Kapasitas dukung tiang tunggal end bearing persegi 50x50 berdasarkan hasil sondir dan SPT menghasilkan Qijin dukung tiang tunggal arah horisontal (Hijin) = 100 kN. berat sendiri abutmen dan oprit bekerja pada titik berat tiang pancang (O) : Beban aksial (P) = 12000 kN. Kapasitas 11 STRUKTUR ABUTMENT Mx P H O Pile Cap -9. 45 45 200 200 200 200 45 1 Tiang 50x50 5 y x 6 O Abutment 150x890 cm 10 200 15 45 Tanah Urugan 200 ±0. Chek apakah pondasi abutment tersebut aman ? Struktur Pondasi Tiang Pancang .00 200 45 200 45 Beban jembatan rangka baja bentang 60 m. Ditanyakan : a. Berapa beban yang didukung oleh masing-masing tiang ? b.75 Tiang 50x50 1H:4V -27. Beban momen memutar sumbu x (Mx) = 2500 kN.00 = 1100 kN.4 : Diketahui : Abutment setinggi 9.Contoh Soal 4.75 m dari dasar pondasi memiliki susunan pile cap seperti dibawah ini.Hanggoro Tri Cahyo A.

yi Struktur Pondasi Tiang Pancang . • Nilai yang terbesar dari distribusi beban vertikal (Qi) ke masing-masing tiang : Qi = 953.25 kN Untuk baris tiang 6 s/d tiang 10. Distribusi yang terjadi pada tiang 1 s/d 5 untuk arah vertikal : Qiv = Qi / m.8 KN > Hijin (=100 kN) . Tidak Aman.5 kN Distribusi yang terjadi pada tiang 1 s/d 5 untuk arah horisontal : Qih = Qi / m = 925/4 = 231. yi = 2. • Nilai yang terbesar dari distribusi beban horisontal (Hi) ke masingmasing tiang : Beban horisontal yang didukung tiang miring = 5 x 231.0 sehingga untuk masing-masing tiangnya Qi = 925 kN Tiang pada baris ini memiliki kemiringan taing 1H:4V maka m=4. (22) = 40 m2 P Qi = n = 12000 + 15 Untuk baris tiang 1 s/d tiang 5.0 sehingga untuk masing-masing tiangnya Qi = 675 kN b. Untuk mengecek apakah pondasi abutment tersebut aman jika diketahui kapasitas dukung tiang tunggal end bearing Qijin = 1100 kN dan kapasitas dukung tiang tunggal arah horisontal (Hijin) = 100 kN. Beban yang didukung oleh masing-masing tiang adalah : Σ(y2) = 10. . yi Σ(y2) 2500.Jawab : a. 34 40 ± Mx .5 kN < Qijin (= 1100 kN) .√(1+42) = 953.5 = 1157 kN Sehingga beban horisontal masing-masing tiang. yi = -2.. Aman.Hanggoro Tri Cahyo A. yi = 0 sehingga untuk masing-masing tiangnya Qi = 800 kN Untuk baris tiang 11 s/d tiang 15. Hi = (3000-1157) /15 =122..√(1+m2) = 925/4.

Proses pemancangan tiang berhenti berdasarkan hasil kalendering.Hanggoro Tri Cahyo A.SESI 5 : PELAKSANAAN PEKERJAAN TIANG PANCANG Bagaimana proses pemancangan tiang ? Gambar 5.1. Struktur Pondasi Tiang Pancang . 35 .

lb. K13 7800 2870 13200 25390 4.m 1 ft = 3.93 – 9.35 39 .S SPESIFIKASI Berat Hammer Tinggi Jatuh Daya Dukung izin Tiang Pondasi PB 135 1. 36 .ft = 1.119. Ram Stroke (mm-max) Number of blows lb.75 M 25 – 30 Ton Tabel 2.35 39 . Explosive force -3 1 lb.90 M 20 – 25 Ton PB 200 2.00 Ton 0.Hanggoro Tri Cahyo A.2 Spesifikasi Diesel Hammer Kobelco 1971 untuk Piles.Lb. lb. Blows /min lb.35 Ton 1.05 x 10-1 m Struktur Pondasi Tiang Pancang .60 – 8. ft.85 40-60 149900 K25 13200 5510 23500 51540 4.35 39 .60 330800 K45 25300 9920 39000 92760 3.60 421200 ft. SPESIFIKASI HAMMER Total weight Weight of ram Energy per blow (mm-max) .60 238100 K35 19100 7720 31700 72150 4.50 Ton 0.00 M 20 – 25 Ton PB 150 1.1 Spesifikasi Drop Hammer untuk Minipiles – Paton B.26 – 9.Tabel 2.305 x 10 kN.

81 ton.1 x Wr + Wp x S + 0.Kapan penghentian pemancangan ? FINAL SET UNTUK PEMANCANGAN MINIPILES DENGAN DROP HAMMER FORMULA MODIFIED ENR eh x Wr x h Qijin = S + 0.50 Faktor Keamanan = 6 Final set untuk satu kali pukulan (cm) Contoh 5.502 + 288) 1 0.1 : Final set untuk tiang minipiles Diketahui : Minipiles 20X20 panjang 3 meter = 288 Kg.1 S = 0. Qijin Wp Wr H eh N SF S x Wr + Wp Wr + (N2 + Wp) x SF 1 = = = = = = = = Kapasitas dukung tiang (kg) Berat tiang pancang (kg) Berat Hammer (kg) Tinggi Jatuh (cm) Faktor Efisiensi = 0.Hanggoro Tri Cahyo A. 37 . Drop Hammer menggunakan berat hammer 1600 kg dan tinggi jatuh 90 cm.1 dengan. Ditanyakan : Berapa besarnya final set untuk 10 kali pukulan hammer ? Jawab : eh x Wr x h Qijin = S + 0.778 cm 1600 + 288 Wr + (N2 + Wp) x SF 1 x 6 1600 + (0. maka final set = 8 cm (untuk 10 kali pukulan) Struktur Pondasi Tiang Pancang . dengan kapasitas dukung minipiles (Qijin) = 21.90 x 1600 x 90 21810 = Jadi untuk mencapai daya dukung = 21.90 Koefisiensi Restitusi = 0.81 ton.

(2) kalendering dan (3) penyambungan segmen tiang. Kendali mutu pelaksanaan pemancangan tiang di lapangan antara lain (1) ketegaklurusan tiang. 38 . Struktur Pondasi Tiang Pancang .2.Hanggoro Tri Cahyo A.Gambar 5.

010 0.L/2 0-0.0025 C1 C2 C3 Struktur Pondasi Tiang Pancang .L/2 0.Wp x SF 1 Nilai Easy Driving p = 35 kg/cm2 0.013 0.006.0025 Medium Driving p = 70 kg/cm2 0.003 0.0025 Hard Driving p = 105 kg/cm2 0. Qijin Wp Wr H eh N SF S = = = = = = = = Kapasitas dukung tiang (ton) Berat tiang pancang yang terakhir dipancang (ton) Berat Hammer (ton) Tinggi Jatuh hammer (m) Faktor Efisiensi = 1.0 Koefisiensi Restitusi = 0.002.L/2 0. 2. 39 .006 0.L/2 0.008.0025 Very Hard Driving p = 140 kg/cm2 0.Wr.h Qijin = S + (C1+C2+C3)/2 dengan.004.FINAL SET UNTUK PEMANCANGAN PILES DENGAN DIESEL HAMMER Hiley Formula untuk hammer desel eh .25 Faktor Keamanan = 3 Final set (m) x W r + Wp Wr + N2.Hanggoro Tri Cahyo A.

Untuk diameter tiang (D) = 45 cm maka.4 cm TIPS : Untuk perediksi awal. O)/10 Qujung Qfriksi Diameter piles diambil D45 (besarnya dimensi piles tergantung beban kolom dan kemudahan pelaksanaan di lapangan). Mutu beton digunakan K-400 dan tulangan digunakan BJTD39.m Desainlah pondasi tiang pancang dengan menggunakan data SPT dan CPT yang berdekatan.PROSEDUR PERHITUNGAN PERENCANAAN STRUKTUR PONDASI TIANG PANCANG Sebuah gedung bertingkat memiliki kolom 60x60 cm dengan pembebanan tetap (beban hidup + beban mati) sebesar : Beban aksial kolom (P) = 2408 kN Momen memutar sumbu x (Mx) = 3. 452 = 1591 cm2 Keliling tiang (O) = π D = π . Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan CPT Qijin = (qc . . diameter tiang dapat diperbesar.4)/10 106066 + 27573 133639 kg ( ≈130 ton) = 1300 kN 40 Struktur Pondasi Tiang Pancang .08 kN. kedalaman tiang disarankan mencapai tanah keras dengan diambil diameter tiang terkecil dari spesifikasi yang ada. Kedalaman Tanah keras 20 m (qc > 200 kg/cm2 atau N-SPT > 40) qc = 200 kg/cm2 Tf = 1950 kg/cm Qijin = = = = (qc . Luas ujung tiang (A) = ¼ π D2 = ¼ π. JAWAB : A.Hanggoro Tri Cahyo A.m Momen memutar sumbu y (My) = 5.42 kN. A)/3 + (Tf . Aujung)/3 + (Tf . Jika tiang yang dibutuhkan dalam satu kolom terlalu banyak. 45 = 141. O)/10 (200 x 1591)/3 + (1950 x 141.

41 .Hanggoro Tri Cahyo A.Struktur Pondasi Tiang Pancang .

46 / 3 = 1052. N (L/D) < 400 . 42 . Nilai SPT untuk perhitungan Qujung Nilai N-SPT pada kedalaman 20 meter adalah 42 sehingga.1.45 = 74666 kN/m2 Nilai maksimum q = 400 . Nilai SPT untuk perhitungan Qfriksi No Lapisan Depth Tebal Li 1 2 3 Tanah Lempung Coklat tua Lempung Hitam Breksi (m) 2–7 7 – 12 12 – 20 (m) 5 5 8 Ni 3 4 17 fi 6 8 34 fi. 16800 + 1.9 Ton = 1349 kN Sehingga Kapasitas tiang tunggal (Qijin) diambil 1050 kN (pilih yang terkecil dari Prediksi Qijin CPT.46 kN Qijin = Qultimit / SF = 3156. q = 40 . 20/0.B.88 + 483.Li 30 40 272 342 kN/m fi = 2 x Ni (kN/m2) ftotal B. q + O . N = 40 . Radius pile (R) = 22. ftotal = 0. Chek terhadap kekuatan bahan tiang pancang Bahan diambil dari spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles ExWIKA Klas-C dengan Qijin bahan = 134.5 cm B.414 .Hanggoro Tri Cahyo A. Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan SPT Panjang pile (L) = 20 m. 42 . N = 16800 kN/m2 Sehingga diambil q = 16800 kN/m2 Qultimit = Aujung . 342 = 2672.2.156 kN ( ≈ 1050 kN) C.1591 .588 = 3156. SPT dan kekuatan materialnya) Struktur Pondasi Tiang Pancang .

Hanggoro Tri Cahyo A. 43 .Struktur Pondasi Tiang Pancang .

D.1482 kN < Qijin. lebih baik jumlah pile dibesarkan dari kebutuhan tiang terhadap beban aksial kolomnya.276 buah Jumlah tiang dibulatkan jadi 4 buah.8518 kN > 0 . TIPS :jika momen yang terjadi cukup besar. E. (1. tarik tiang.m Jarak tiang diambil 3. Distribusi beban kolom ke masing-masing tiang Jika telah diketahui jumlah pile yang dibutuhkan adalah 4 buah maka desain pile cap atau poer dapat dipilih dengan susunan : Kolom 60x60 Tie Beam 40 1 135 y 40 2 3 Distribusi beban kolom ke masingmasing tiang dalam pile cap adalah : Qi Σx2 Σy2 n = = = = P/n ± My.7 Jumlah tiang yang dibutuhkan (n) = P/(Qijin.y/(Σy2) 4.(0. Jika Qi menderita tarik (-) maka tiang harus didesain menahan tarik.m Momen memutar sumbu y (My) = 5.D = 3 x 45 cm = 135 cm Dengan jarak tiang 3.8815 602.0.8225 m2 4 buah Pile Cap x 4 215 Pile D45 Q1 = = = Q2 = Q3 = Q4 = 2408/4 + 3.42.42 kN. tidak perlu hitung kap.35/2)2 = 1. (1.(-0.3852 kN 598.08 kN.D nilai efisiensi tiang kelompok (Eg) = 0. Struktur Pondasi Tiang Pancang .7) = 3.2667 + 1.08.675)/1.Hanggoro Tri Cahyo A. Jumlah tiang yang dibutuhkan dalam desain Jumlah tiang yang dibutuhkan dalam satu kolom dengan beban : Beban aksial kolom (P) = 2408 kN Momen memutar sumbu x (Mx) = 3.6148 kN 605.8225 + 5.x/(Σx2) ± Mx.8225 602 – 1. 44 .7 = 735 kN) .Eg) = 2408 / (1050.0.OK! 601.Eg (=1050.35/2)2 = 1.675)/1..8225 m2 4.

2 meter eh = Faktor Efisiensi = 1.006 + 0.0025)/2 =0.002.Hanggoro Tri Cahyo A.013 0.008.01325 Struktur Pondasi Tiang Pancang . 45 .0025 Wr + N2.9 = 2.L/2 0.h Qijin = S + (C1+C2+C3)/2 dengan.0025 Very Hard Driving p = 140 kg/cm2 0.004.004.0025 Hard Driving p = 105 kg/cm2 0.0025 Medium Driving p = 70 kg/cm2 0.F.010 0. Segmen tiang untuk total 20 meter adalah 12 + 9 meter. 2. Hiley Formula untuk hammer desel pada tanah medium driving eh .003 0. Qijin = Kapasitas dukung tiang (ton) Wp = Berat tiang pancang.006.006 0.L/2 0.5 ton H = Tinggi Jatuh hammer Tinggi jatuh hammer dilapangan direncanakan 1.115 ton Wr = Berat Hammer Untuk K-35 Diesel Hammer berat hammer = 3. Perhitungan Final Set untuk penghentian pemancangan tiang Tiang direncanakan dipancang dengan mesin diesel hammer K35 (spesifikasi diesel hammer untuk tiap diameter tiang berbeda).235.L/2 0-0. L = 9 m maka beratnya 0.9/2 + 0.L/2 0. Untuk D45.Wr.Wp x W r + Wp x 1 SF Nilai C1 C2 C3 (C1+C2+C3)/2 = (0.0 N = Koefisiensi Restitusi = 0.25 SF = Faktor Keamanan = 3 S = Final set Easy Driving p = 35 kg/cm2 0.

Restitusi (N) : Berat 1 Section (Wp) : Faktor keamanan (SF): Final Set (s) (C1+C2+C3)/2 Pall per pile 1. 40 135 40 y 1 2 x 4 3 215 Distribusi beban untuk setiap tiang pancang : Q2 = 605.250 2.000 3.8518 kN.0040 ton m ton m 0.3852 kN Q4 = 598.6148 kN Q3 = 601.1482 kN. Q1 = 602. 46 .115 3.PERHITUNGAN FINAL SET Faktor Efisiensi (Eh) : Berat Hammer (Wr) : Tinggi Jatuh (h) : Koef. geser satu arah dan geser pons. Menghitung Tinggi Pile Cap dan Penulangannya Untuk menghitung besarnya momen. diperlukan data perhitungan : Dimensi kolom 60 cm x 60 cm. Beban aksial kolom (P) = 2408 kN.Hanggoro Tri Cahyo A. Struktur Pondasi Tiang Pancang .000 ton 4 cm Final Set (s) untuk 10 x Pukulan = Sehingga final set untuk 10 x pukulan adalah 4 cm.200 0.01325 105.500 1. G.000 0.

66 kN Qu2 = 1. Pile D45 47 .mati) + 1.4 x 2408 = 3371.4.6148 = 843.6 .33.4 x 601.39 kN.2 (beb. 0.d (MPa = N/mm2) = 0.2 MPa) Mutu tulangan baja fy=390 MPa Untuk menghitung struktur betonnya.2 kN 45° Pile Cap Tulangan As th Keliling bidang kritis geser pons (bo) : bo = 2 (b + d) + 2 (h + d) = 2 (600 + 800) + 2 (600 + 800) = 5600 mm φ Vc pons = 0.4 x 602.4 x P = 1.4 x 598. 5600 .20 kN. Beban kolom ultimate : Pu = 1.√f’c. √33. Vu pons = Pu = 3371. 800 = 5.2 .6.8518 = 838.4 x 605.bo.3852 = 841. beban perlu dikalikan dengan faktor beban : U=1.83 kN Qu4 = 1.hidup) Namun jika yang diketahui hanya nilai (beban mati + beban hidup) tanpa mengetahui besarnya masing-masing dapat dilakukan pendekatan nilai faktor beban 1.33 . Qu3 = 1.6 (beb.Hanggoro Tri Cahyo A. d 40 135 40 1 ½d b h 2 ½d 4 Bidang Kritis Pons 3 B = 215 cm Kolom 60x60 Chek Terhadap Geser Pons : Besarnya tinggi efektif (d) pile cap dicoba 80 cm.0.2 kN Beban per pile ultimate : Qu1 = 1.1482 = 847.111 x 106 N = 5111 kN Vu pons < φ Vc pons ……OK Struktur Pondasi Tiang Pancang .Mutu bahan yang digunakan : Mutu beton K-400 (f’c=33.

66 .Hanggoro Tri Cahyo A.65 Untuk f’c = 332 kg/cm2 maka nilai β1 = 0. 1.17.6. 1. Sehingga tebal pile cap (th) = d + 15 cm + selimut beton + ½. Jika pengecekan akan dilakukan langkah perhitungannya : Vu geser lentur = Total Qu tiang diluar bidang geser yang terbentuk baik untuk arah potongan x-x maupun y-y.m = 1.√f’c .35/2) = (843.35/2) + (Qu2 .d (MPa = N/mm2) Syarat : Vu geser lentur > φ Vc geser lentur Jika belum memenuhi maka perbesar tinggi efektif (d) Perhitungan Tulangan Pile Cap Momen terhadap titik berat kolom : Mu = (Qu1 .0.B. 48 .8 = 14262500 kg.0008 (f’c – 300) Jika β1 < 0.85 – 0.65 maka β1 = 0.tul pile cap = 80 + 15 + 5 + 2.dia.5/2 = 101.cm B d f’c f’y = 215 cm = 80 cm = 33.Chek Terhadap Geser Lentur Pengecekan geser lentur pada kasus ini tidak dilakukan karena untuk d = 80 cm tiang pancang berada di dalam bidang geser yang terbentuk.2 .8244 Mn = Mu/0.35/2) = 1141 kN.2 MPa = 332 kg/cm2 = 390 MPa = 3900 kg/cm2 Mencari nilai β1 : Jika f’c ≤ 300 kg/cm2 maka β1 = 0.25 ≈ 105 cm.cm Struktur Pondasi Tiang Pancang .85 f’c > 300 kg/cm2 maka β1 = 0.141 x 107 kg.35/2) + (847. 1. 1. φ Vc geser lentur = 0.

B. f’c fy = 0. B . 4500 6000 + fy = 0. f’c 2 14262500 215 .85 .0025 ( nilai ρmin untuk plat) Asmin = ρmin . Struktur Pondasi Tiang Pancang .d = 25.03743. π .90625 cm2 = 46.8 cm2 (10D19) .585 4. d = 0. 0. 0.0025 .585cm2 ρmin = 0.03743 = 0.495 ≈ 10 D25. 49 . 215 . 215 . B .90625 = 9. 802 .85 . 2. d . 0.85 .3747 F ≤ Fmax → Tulangan tunggal F > Fmax → Tulangan rangkap Karena kondisi F < Fmax maka digunakan perhitungan untuk tulangan tunggal As = F . 332 = 0. 332 3900 = 46.03673 F Fmax =1–√1–2K = β1 . Jumlah tulangan (As) Untuk tulangan atas (As’) = 0. 80 .Hanggoro Tri Cahyo A.15%.52 = 4. 80 = 43 cm2 digunakan As > Asmin dipasang diameter tulangan D25 dengan jumlah tulangan : A∅25 = ¼ . d .85 .K = Mn = B . 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful