JURUSAN TEKNIK SIPIL– FT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

HAND OUT REKAYASA PONDASI 2
PONDASI TIANG PANCANG

HANGGORO TRI CAHYO A.

REVISI JANUARI 2006

Terimakasih kepada Prof Bengt B Broms pada situs Foundation Engineering by Prof Bengt B Broms www.geoforum.com, atas pencerahannya

Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

1

SESI 1 : PRINSIP DAN APLIKASI PONDASI TIANG

Pondasi tiang diperlukan untuk mendukung struktur atas untuk kondisi-kondisi sebagai berikut : a. Lapisan-lapisan tanah atas sangat kompresibel dan terlalu lemah mendukung struktur atas. Dalam hal ini pondasi tiang diperlukan untuk meneruskan beban kedalam lapisan tanah keras (bedrock). Jika pondasi tiang tidak mencapai tanah keras, maka beban struktur atas akan ditahan oleh friksi antara tiang dan tanah.

Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

2

b. Jika pondasi harus menahan beban horizontal. Pondasi dalam dapat menahan momen dan vertikal secara bersamaan. Contohnya adalah pondasi untuk gedung tinggi, jembatan, dermaga dsb.

c. Pada tanah yang ekspansif. Tanah yang ekspansif dapat mengalami pengembangan (swelling) dan penyusutan (shrinkage) tergantung kepada kondisi kadar airnya. d. Pondasi harus menahan uplift forces. Hal ini misalnya terjadi pada basement dengan muka air tanah yang tinggi.
Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

3

e. Adanya erosi tanah pada abutment dan pier jembatan.

f. Pondasi harus menahan gerakan tanah lateral. yang berdiri di atas tanah berlereng.

Pondasi tiang dapat

digunakan sebagai perkuatan lereng atau sekaligus sebagai pondasi bangunan

Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

4

Bagaimana pondasi tiang dapat menahan beban aksial kolom ? Qultimit = Qujung + Qfriksi = q.Hanggoro Tri Cahyo A.Aujung + f. L Keliling tiang (m) Panjang tiang (m) Qujung Struktur Pondasi Tiang Pancang .Aselimut Qultimit = Kapasitas ultimit pondasi tiang tunggal (kN) Qujung = Tahanan ujung tiang (kN) Qfriksi = Tahanan gesek tiang (kN) Qultimit q = Kapasitas dukung tanah pada ujung tiang (KN/m2) Luas permukaan ujung tiang (m2) Gesekan pada selimut tiang atau adhesi tanah dengan selimut tiang (kN/m2) Aujung = f = L Qfriksi Aselimut = = O L = = Luas permukaan selimut tiang (m2) O. 5 .

Apa perbedaan tiang friction dan end bearing ? Struktur Pondasi Tiang Pancang .Hanggoro Tri Cahyo A. 6 .

perpindahan tiang ke arah bawah diperlukan untuk memobilisasi tahanan gesek tiang (Qfriksi). Beban pondasi akan ditransfer melalui tahanan gesek tiang (Qfriksi) dan tahanan ujung tiang (Qujung). jenis tiang dan dimensinya.5 cm meskipun ada yang sampai mendekati 1. besarnya perpindahan relatif ini biasanya tidak melebihi 0.Hanggoro Tri Cahyo A. Pada saat pembebanan tiang. Perpindahan ujung tiang yang dibutuhkan agar tahanan ujung tiang (Qujung) termobilisasi seluruhnya lebih besar daripada gerakan yang dibutuhkan untuk termobilisasinya tahanan gesek tiang (Qfriksi) secara penuh.Bagaimana mekanisme transfer bebannya ? Mekanisme transfer beban dari tiang ke dalam tanah adalah sangat kompleks. Tanpa memperhatikan jenis tanah. 7 . Struktur Pondasi Tiang Pancang .0 cm. Secara umum tahanan gesek tiang ultimit (Qfriksi) termobilisasi lebih awal daripada tahan ujungnya (Qujung).

jenis tiang.Hanggoro Tri Cahyo A. maka tidak ada lagi kenaikan transfer beban ke tahanan gesek tiang (Qfriksi) dan tahanan ujung tiang (Qujung) telah mencapai nilai maksimumnya. sebagian beban akan didukung oleh tahanan ujung tiang (Qujung). dimana pergerakan vertikal tiang terus bertambah hanya dengan penambahan beban yang sedikit. Pada saat terjadi keruntuhan. Struktur Pondasi Tiang Pancang . Pada umumnya. Ketika beban dilepas dan kemudian dibebani kembali dengan beban yang lebih besar. panjang tiang dan seberapa tinggi tingkat pembebanannya. sebagian besar beban didukung oleh tahanan gesek tiang (Qfriksi) pada tiang bagian atas. saat awal pembebanan. 8 .Mekanisme transfer beban juga tergantung pada jenis tanah. jika tahanan gesek tiang (Qfriksi) telah mencapai maksimum.

Untuk meyakinkan bahwa penurunan tidak seragam di atara tiang-tiang masih dalam batas toleransi. Untuk meyakinkan bahwa penurunan total yang terjadi pada tiang tunggal atau kelompok tiang masih dalam batas toleransi. Struktur Pondasi Tiang Pancang . Untuk memberikan keamanan terhadap penyerderhanaan profil tanah serta parameternya yang digunakan dalam desain. 9 .Hanggoro Tri Cahyo A. Alasan diperlukannya faktor aman dalam mendesain pondasi tiang antara lain adalah : • • • • Untuk memberikan keamanan terhadap tidak kepastian metode hitungan yang digunakan.Apa perbedaan Qijin dan Qultimit ? Faktor aman (S.F) diperlukan untuk memprediksi besarnya kapasitas ijin pondasi tiang tunggal (Qijin) berdasarkan prediksi nilai Qultimit.

Selain itu.Kondisi tanah yang bagaimana yang perlu menggunakan pondasi tiang ? Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain struktur pondasi adalah : Berdasarkan pengalaman di lapangan.1 sampai dengan Gambar 1. maka penggunaan pondasi tiang sangat disarankan. maka perlu dilihat terlebih dahulu seberapa besar beban yang akan didukung oleh tanah.5. Jika tanah pendukung sangat kompresibel dan terlalu lemah mendukung struktur atas seperti pada Gambar 1. faktor (1) ekonomis. grafik sondir dapat di kelompokan menjadi 5 tipe grafik seperti Gambar 1. Untuk memenuhi persyaratan (2) kapasitas dukung tanah dan (3) penurunan tanah.Hanggoro Tri Cahyo A. 10 . Struktur Pondasi Tiang Pancang . (5) kemudahan pelaksanaan dan (6) dampak lingkungan merupakan bahan pertimbangan untuk pemilihan beberapa sistem pondasi yang masih memenuhi persyaratan (2) kapasitas dukung tanah dan (3) penurunan tanah.3.

Hanggoro Tri Cahyo A. 11 . Besarnya beban struktur atas berpengaruh pada pemilihan sistem pondasi footing atau tiang.1.Gambar 1. Struktur Pondasi Tiang Pancang .

Gambar 1.Hanggoro Tri Cahyo A. Pemilihan sistem pondasi tiang pancang ditujukan untuk mempercepat proses konstruksi karena meminimalkan pekerjaan penggalian dan pengurugan. 12 .2. Struktur Pondasi Tiang Pancang .

Struktur Pondasi Tiang Pancang . 13 .3. Pondasi tiang diperlukan untuk meminimalkan resiko penurunan dan beda penurunan pada struktur atas.Hanggoro Tri Cahyo A.Gambar 1.

Gambar 1. .Hanggoro Tri Cahyo A. 14 Struktur Pondasi Tiang Pancang .4. Adanya lapisan lensa yang tipis masih memungkinkan digunakannya pondasi footing untuk beban kolom yang relatif kecil.

Adanya lapisan lensa yang tebal memungkinkan digunakannya pondasi footing untuk beban kolom yang sesuai. Struktur Pondasi Tiang Pancang .5. 15 .Hanggoro Tri Cahyo A.Gambar 1.

30 9.80 7929.40 2478.50 86.Hanggoro Tri Cahyo A.30 5678.10 89.00 34.00 58.50 10.50 7.00 15.00 3.60 5483. Struktur Pondasi Tiang Pancang .50 28.00 15.00 5.00 12.25 12.00 3.00 8.50 4.00 3693.00 6.50 12.50 9.60 7655.00 19.40 93.50 8.75 18.00 Allowable Axial Load (ton) 72.00 25. 16 .00 17.60 2431.90 169.50 65.00 7.60 114.00 252.80 17577.00 Ultimate 3.20 174.00 27.00 45.25 9.80 25.00 5.00 19.00 10579.75 15.75 21.80 139.50 6.20 5.90 185.50 14.40 111.25 6.00 121.00 11. angka dibelakang K menunjukkan berat ram dalam satuan kN.40 5591.00 243.60 17482.60 70.75 13.80 143.80 10944.70 17949.50 5537.70 17792.m) Crack 2.20 238.70 249.70 3787.60 18263.30 229.1 Spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles Ex-WIKA Outside Diameter (mm) Unit Weight (kg/m) Class Panjang Tiang (m) dan Diesel Hammer*) Concrete Cross Section (cm2) Section Modulus (m3) 2368.30 10653.50 300 115 350 145 400 195 450 235 500 290 600 395 A2 A3 B C A1 A3 B C A2 A3 B C A1 A2 A3 B C A1 A2 A3 B C A1 A2 A3 B C 6-13 K-13 452 6-15 K-13/K-25 582 6-16 K-25/K-35 765 6-16 K-35 929 6-16 K-35/K-45 1159 6-16 K-45 1570 Panjang tiang interval per m’ dengan mutu beton K-600 *) untuk tipe diesel hammer.00 22.10 134.75 4.50 10727.90 3741.70 178.0 12.10 117.40 85.5 18.50 145.70 3646.30 8.30 181.20 7591.50 3.00 17.10 7783.00 25. SPESIFIKASI PILES Tabel 2.50 6.00 29.60 7717.00 10505.75 67.50 10.50 4.70 2389.0 11.50 33.SESI 2 : SPESIFIKASI PONDASI TIANG PANCANG A.50 149.40 Bending Momen Capacity (ton.

mutu beton K-500 Tabel 2.47 – 1.37 – 1.0 273.6 118.0 69.6 26.4 (ton) 91.0 Berat per Meter (kg/m) 220 300 392 496 612 741 862 Bentuk penampang persegi.5 31.Tabel 2.1 Bentuk penampang persegi.3 283. Ultimate Bending Moment (Ton.21 0.948 44.6 56. mutu beton K-500 Struktur Pondasi Tiang Pancang .5 29.76 – 1.3 337.0 90.4 17.5 128.2 37.2 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-TONGGAK AMPUH Dimensi Tiang (cm) 30 x 30 35 x 35 40 x 40 45 x 45 50 x 50 55 x 55 60 x 60 Max.62 – 1.9 38.3 94.3 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex. 17 .4 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-FRANKI MINIPILE RECOMMENDED MAXIMUM SAFE WORKING LOAD OF MINI FRANKI PILE TYPE SIZE COMPRESSION MF-28 25 TON Δ 28 x 28 x 28 MINI FRANKI PILE per 6 meter MF-32 40 TON Δ 32 x 32 x 32 MINI FRANKI PILE per 6 meter TENSION 5 TON 5 TON Bentuk penampang segitiga.3 486.3 Max.5 58.9 51.72 1. mutu beton K-500 B.0 28.0 23.Hanggoro Tri Cahyo A. Beban Axial (Ton) 121.06 0.69 0.8 236.6 107.3 162.5 25.49 – 1.75 Ult.0 195.340 40.3 216.4 27.0 Max.6 103. Final Presetressing Force (Ton) 74. Panjang Tanpa Sambungan (m) 22.8 17.PASIFIC PRESTRESSED Size Type L (m) 28x28x28 32x32x32 20x20 PA PB PA PB PA PB 3∼6 3∼6 3∼9 3∼6 Concrete Area (mm2) 33.000 Compression Allowable Ultimate (ton) 44. Moment Cap P=0 to Max Ultimate Tension Strength (ton) 17.2 42.5 408.5 Max.3 52.93 0.8 23.5 (ton-m) 0.5 27.9 88.4 27.5 165.04 – 2.9 121.m) 11.7 49. SPESIFIKASI MINIPILES Tabel 2.

8 47.8 Ton Persegi 25x25 K-350 4 D 16 φ6 3.4 – 4.000 Compression Allowable Ultimate (ton) 56. Final Presetressing Force (Ton) 33.3 Max.5 – 3.948 44.4 6.6 57.0 21.0 29.6 75.7 – 4.0 Max.00 M 26.00 M 6.7 Spesifikasi Reinforced Concrete Mini Pile Ex-PASIFIC PRESTRESSED Size Type L (m) 28x28x28 32x32x32 20x20 RA RB RA RB RA RB 3∼6 3∼6 3∼9 3∼6 Concrete Area (mm2) 33.0 82.7 1. 18 .2 – 2.3 Berat per Meter (kg/m) 98 153 Tabel 2.0 18.0 113.6 59. Panjang Tanpa Sambungan (m) 18.00 M 6.0 Ult.0 110.8 14.0 130.1 – 2.0 58. mutu beton K-500 Struktur Pondasi Tiang Pancang .Tabel 2.1 Ultimate Tension Strength (ton) 14.00 M 6.0 98.6 1.6 Bentuk penampang persegi.5 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-TONGGAK AMPUH Dimensi Tiang (cm) 20 x 20 25 x 25 Max.9 1.4 Max.00 M 59 Ton Segitiga 32x32x32 K-350 3 D 16 φ6 3.0 84.0 1.0 (ton) 94.340 40.0 21.5 – 3.4 118.0 20.m) 3.6 Spesifikasi Reinforced Concrete Mini Pile Ex-PATON BUANA SEMESTA BENTUK Mutu Beton Tulangan Utama Beugel Panjang Section Daya Dukung izin Material Tiang Persegi 20x20 K-350 4 D 13 φ6 3.00 M 6.00 M 54 Ton Tabel 2.Hanggoro Tri Cahyo A. Ultimate Bending Moment (Ton.3 Ton Segitiga 37x37x37 K-350 3 D 16 φ6 3.1 2.00 M 29. Moment Cap P=0 to Max (ton-m) 1. Beban Axial (Ton) 54.

Hanggoro Tri Cahyo A. BERDASARKAN DATA SPT Gambar 3.SESI 3 : KAPASITAS TIANG TUNGGAL BERDASARKAN DATA UJI LAPANGAN A.1. 19 . Rumus kapasitas dukung tiang berdasarkan data N-SPT Mayerhof (1967) dapat digunakan pada data hasil pemboran ini. Struktur Pondasi Tiang Pancang .

N (L/D) < 400. Luas permukaan ujung tiang (m2) Keliling tiang (m) Aujung = Struktur Pondasi Tiang Pancang . q + O . 20 .Li) fi q = 2 x Ni = 40.N ftotal = Total gesekan pada selimut tiang atau adhesi tanah dengan selimut tiang untuk setiap lapisan yang dijumpai (kN/m’) Li fi D L q = Tebal lapisan tanah ke-i (m) = Gesekan pada selimut tiang atau adhesi tanah dengan selimut tiang untuk lapisan tanah ke-i (kN/m2) = Diameter tiang (m) = Total panjang tiang (m) = Kapasitas dukung tanah pada ujung tiang (KN/m2) Qultimit Qijin = Aujung .Rumus kapasitas dukung tiang berdasarkan data N-SPT Mayerhof (1967) dalam Cernica (1995) untuk tanah non-kohesif : ftotal = Σ (fi.5 s/d 3. ftotal = Qultimit / SF Qvultimit Qvijin SF O = = = = Kapasitas ultimit pondasi tiang tunggal (kN) Kapasitas ijin pondasi tiang tunggal (kN) Faktor aman yang nilainya dapat diambil 2.Hanggoro Tri Cahyo A.

5 3 4. N (L/D) < 400 . Data penyelidikan tanah bor mesin menggunakan data Proyek Gedung Pascasarjana Undip Jalan Imam Barjo. 2001) NILAI SPT 25 30 35 40 45 50 55 60 1 Ton = 10 kN Contoh Soal 3. q = 40 .5 19. 21 . Kapasitas dukung ijin (kN) berdasarkan nilai tahanan ujing bawah tiang pancang pada tanah non-kohesif (Wika PC Piles.Li 396 162 288 846 kN/m fi = 2 x Ni (kN/m2) ftotal Nilai SPT untuk perhitungan Qujung Nilai N-SPT pada kedalaman 24 meter adalah 40 sehingga.Hanggoro Tri Cahyo A. Bahan minipile adalah beton bertulang dengan Qijin bahan = 590 kN. N = 40 .1.5-24 Tebal Li (m) 16.5-19. SH Semarang seperti pada Gambar 3..1. N = 16000 kN/m2 Sehingga diambil q = 16000 kN/m2 Struktur Pondasi Tiang Pancang .1 : Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan SPT Hitunglah kapasitas dukung tiang minipile 25x25 dengan kedalaman (L) = 24 m.5 16.Tabel 3.5 Ni 12 27 32 fi 24 54 64 300 240 280 330 380 430 470 520 570 350 320 380 440 510 570 640 700 760 DIAMETER TIANG (mm) 400 450 410 520 500 630 580 740 670 840 750 950 830 1050 920 1160 1000 1270 500 650 780 910 1040 1170 1300 1430 1570 600 940 1130 1310 1500 1690 1880 2070 2260 fi. Jawab : Nilai SPT untuk perhitungan Qfriksi No 1 2 3 Lapisan Tanah Pasir sedikit lempung Lempung kepasiran Pasir Depth (m) 0-16.25 = 153600 kN/m2 Nilai maksimum q = 400 . 24/0. 40 .

biasanya pemancangan tiang pada tanah lempung jika ujung tiang telah mencapai tanah keras dapat digunakan rumus : Qijin = (qc . Aujung)/5 + (Tf .Hanggoro Tri Cahyo A. 846 = 1846 kN Qijin = Qultimit / SF = 1846 / 3 = 615 kN ( ≈ 600 kN) Chek terhadap kekuatan bahan tiang pancang Bahan direncanakan menggunakan beton bertulang dimensi 25x25 panjang per segmen 6 meter. ftotal = (0. Dalam Suryolelono (1994) untuk pemancangan tiang pada tanah lempung dapat digunakan rumus : Qijin = (qc . Aujung)/3 + (Tf . BERDASARKAN DATA SONDIR Dalam Wesley (1977) disebutkan kapasitas dukung tiang ijin untuk tiang yang dipancang sampai lapisan pasir : Qijin = (qc . q + O . Sehingga Kapasitas tiang tunggal (Qijin) diambil 590 kN (pilih yang terkecil dari Prediksi Qijin dan kekuatan materialnya) B. O)/5 Qujung Qfriksi Untuk pemancangan tiang pada tanah lempung Wesley (1977) menyarankan penggunaan faktor aman yang lebih besar dari tiang dalam pasir.Qultimit = Aujung . 22 . O)/10 Struktur Pondasi Tiang Pancang . Kapasitas ijin bahan minipiles (Qijinbahan) = 590 kN.252) . Aujung)/3 + (Tf .25x4) . 16000 + (0. O)/10 Berdasarkan pengalaman desain.

.2. 23 Struktur Pondasi Tiang Pancang . Data sondir perlu diverifikasi dengan data hasil pemboran dan N-SPT agar menghasilkan desain yang aman.Qvijin qc Tf Aujung O = Kapasitas ijin pondasi tiang tunggal (kg) = Perlawanan Ujung sondir (kg/cm2) = Total friction sondir (kg/cm’) = Luas permukaan ujung tiang (cm2) = Keliling tiang (cm) Gambar 3.Hanggoro Tri Cahyo A.

Jika ditentukan spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles adalah Ex-WIKA Klas-C dengan Qijin bahan = 1349 kN.Contoh Soal 3. A)/5 + (Tf . O)/10 (80 x 1591)/5 + (750 x 141.Hanggoro Tri Cahyo A. Luas ujung tiang (A) = ¼ π D2 = ¼ π. Data penyelidikan tanah sondir menggunakan data Proyek Gedung PLN APJ Pekalongan seperti pada Gambar 3.4 cm qc = 80 kg/cm2 Tf = 750 kg/cm Qijin = = = = (qc . 45 = 141. maka rumus yang digunakan adalah : Qijin = (qc . 24 . 452 = 1591 cm2 Keliling tiang (O) = π D = π .2 : Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan sondir Hitunglah kapasitas dukung tiang D45 jika dipancang hingga kedalaman tanah 18 meter. Aujung)/5 + (Tf .4)/10 25456 + 10605 36061 kg ≈ 360 kN Sehingga Kapasitas tiang tunggal (Qijin) diambil 360 kN (pilih yang terkecil dari Prediksi Qijin sondir dan kekuatan materialnya) Struktur Pondasi Tiang Pancang .2. Jawab : Karena tiang belum mencapai tanah keras (qc ≥ 200 kg/cm2). O)/10 Qujung Qfriksi Untuk diameter tiang (D) = 45 cm maka.

SESI 4 : KELOMPOK TIANG A. KAPASITAS DUKUNG TIANG KELOMPOK (Pijin) Pijin ≥ 3D O Pile cap ≥ 3D O ≥ 3D Qijin Qijin L D Pijin = Qijin.n.0 2.0 untuk S=8D.0.0 UNTUK TANAH KOHESIF Untuk kondisi jarak antar pile (pusat ke pusat) ≥ 3. Untuk kondisi jarak antar pile (pusat ke pusat) < 3.D : Kapasitas Pijin dihitung dengan keruntuhan blok SF=3. End bearing piles --------.Hanggoro Tri Cahyo A. Floating atau friction piles --------. End bearing piles --------.7 ≤ Eg ≤ 1.7 untuk S=3D hingga 1.D : 1.Eg ≥ 3D n = jumlah tiang dalam satu pile cap. Floating atau friction piles --------.Eg diasumsikan 1.Eg diasumsikan 1.Eg diasumsikan 1. UNTUK TANAH NON-KOHESIF 1. 25 . Struktur Pondasi Tiang Pancang .0 2.0 Nilai Eg bertambah linear dari 0.

26 . Proyek terletak di kota Pekalongan dengan data tanah yang tersedia adalah data sondir seperti pada Gambar 3.Hanggoro Tri Cahyo A.1 : Diketahui : Tiang pancang dengan diameter (D)=45 cm tersusun dalam sebuah pile cap seperti dibawah ini memiliki kedalaman tiang (L)=12 meter. Chek apakah pondasi tiang aman untuk beban aksial (P)=100 ton? Jawab : 135 135 350 O 135 215 Pijin O Pile cap Tiang D45 L=12 m 135 Struktur Pondasi Tiang Pancang . Ditanya : Hitunglah kapasitas dukung tiang kelompok (Pijin).Contoh Soal 4.2.

B. xi yi = jarak tiang ke-i terhadap titik O searah sumbu x. yi Σ(y2) = jumlah tiang dalam satu pile cap.Hanggoro Tri Cahyo A. = jarak tiang ke-i terhadap titik O searah sumbu y. DISTRIBUSI BEBAN STRUKTUR ATAS KE KELOMPOK TIANG Beban yang didukung oleh tiang ke-i (Qi) akibat beban P. Mx dan My dalam sebuah pile cap adalah : kI ≥3D kII ≥3D kIII ≥3D kIV bIII ≥3D y B O + + x bII ≥3D bI L P Pile cap O P My h Pile cap O Mx h Tiang ≥3D ≥3D ≥3D ≥3D ≥3D Tiang kI kII kIII kIV bI bII bIII P Qi = n n ± My . x i Σ(x ) 2 ± Mx . Σ (x2) = jumlah kuadrat jarak x terhadap titik pusat berat kelompok tiang (O). . Σ (y2) = jumlah kuadrat jarak y terhadap titik pusat berat kelompok tiang (O). 27 Struktur Pondasi Tiang Pancang .

5 202.m = 24 kN/m3 P=6000 kN My= 820 kN.5 202.2.55.5 67.Contoh Soal 4.24 = 6500.2 : Diketahui : Beban yang bekerja pada titik berat tiang ( O ) : Ptotal bII 135 9 10 11 12 kI 135 1 kII 135 2 kIII 135 3 kIV 4 bIII 135 y 355 5 6 O 7 x 8 bI 490 My Mx γbeton = P + Berat pile cap = 6000 + 1.90.4.m = -700 kN.m O Pile cap 120 Tiang D45 Tiang D45 kI kII kIII kIV bI 135 bII 135 bIII 67.3.m Pile cap O 120 P=6000 kN Mx= -700 kN. 28 .Hanggoro Tri Cahyo A.976 kN = 820 kN.5 Ditanyakan : Berapa beban yang didukung oleh masing-masing tiang (Qi) ? Struktur Pondasi Tiang Pancang .

675 0 0.025 1.025 1.35 0.35 0.99 602.675 1.352) = 14.Jawab : Langkah 1 : Menghitung letak titik berat tiang (O) Perhitungan letak titik berat tiang tidak perlu dilakukan karena susunan tiang yang simetris baik pada arah x dan y.025 0 -2.18 537.35 -0.01 521.32 626.675 -1.025 0 -0.30 (minimum) (maksimum) Struktur Pondasi Tiang Pancang .025 -1.0252) + 6 (0.0) dan berimpit pada titik berat pile cap.81 667. xi Σ(x ) 2 ± ± Mx .675 1.58 820 .35 2.3375 No.976 = 12 ± My . 29 .58 m2 Ptotal Qi = n 6500.35 Qi kN 416.3375 m2 2 Σ(y ) = 8 (1.67 481. yi Σ(y2) ± -700 .49 545.6752) = 27.82 586.Tiang i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 POSISI xi (m) yi (m) -2. Letak titik berat tiang berada pada koordinat (0. Langkah 2 : Perhitungan besarnya distribusi beban ke tiang n = 12 buah Σ(x2) = 6 (2. yi 14.35 -2. xi 27.69 497.35 -0.025 -1.675 0 2.19 456.675 -1.50 561.Hanggoro Tri Cahyo A.35 2.

56667 m Letak titik berat tiang terhadap baris bI : 9 yo = 3 .35 m 355 yO 135 200 200 y+ x+ 135 135 xO 240 Struktur Pondasi Tiang Pancang . Susunan yang tidak simetris ini disebabkan adanya struktur pondasi bangunan lama yang membuat tiang baris KIII sulit untuk dipancang sehingga digeser hingga 65 cm. 1. 2. 1.3 : Diketahui : Tiang pancang dalam sebuah pile cap memiliki susunan seperti gambar di bawah ini. 180 30 .35 xo = 1.35 + 3 .Contoh Soal 4. 3.70 yo = 1.35 + 3 .Hanggoro Tri Cahyo A. P=4200 kN kI 135 kII 200 bIII 135 355 135 bI y x 240 180 Tiang D45 kIII Kolom 60x60 Pile cap 90 bII 135 Ditanyakan : Berapa beban yang didukung oleh masing-masing tiang (Qi) ? Jawab : Langkah 1 : Menghitung letak titik berat tiang (O) Letak titik berat tiang terhadap baris kI : 9 xo = 3 .

425 = 0.56667 – 0.56667 – 0. 0.3.9) 24 = 4522 kN My = Pkolom .425 = 0.m Mx = 0 42.1 – 1. exkolom + Ppoer .2.Langkah 2 : Menghitung Eksentisitas Beban kolom dan pile cap Eksentrisitas kolom terhadap titik berat pondasi : exkolom = 2.5 135 1 2 y 355 yO 7 xO 240 180 8 4 5 exKolom + + 42.10833 m Beban yang bekerja pada titik berat pondasi (O) : γbeton = 24 kN/m3 P = Pkolom + Ppoer = 4200 + (4.87 kN.4 – 1.10833 = 1749.40833 + 322 .55. 31 .0.40833 m Eksentrisitas titik berat pile cap terhadap titik berat pondasi : expoer = 2.Hanggoro Tri Cahyo A. 0.5 200 3 135 x 6 135 9 Struktur Pondasi Tiang Pancang . expoer = 4200 .

xi Σ(x2) 1749.216672) + 3 (1. xi 17.045 m2 Ptotal Qi = n 4522 = 9 ± My .566672) + 3 (0.045 ± No.Langkah 3 : Perhitungan besarnya distribusi beban ke tiang n=9 Σ(x2) = 3 (1.783332) = 17.Hanggoro Tri Cahyo A. 32 .Tiang i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 xi (m) POSISI yi (m) Qi kN Struktur Pondasi Tiang Pancang .87 .

Beban momen memutar sumbu x (Mx) = 2500 kN. Berapa beban yang didukung oleh masing-masing tiang ? b. 33 .00 200 45 200 45 Beban jembatan rangka baja bentang 60 m.Contoh Soal 4. Chek apakah pondasi abutment tersebut aman ? Struktur Pondasi Tiang Pancang .75 Tiang 50x50 1H:4V -27. Ditanyakan : a.4 : Diketahui : Abutment setinggi 9.m Beban lateral (H) = 3000 kN.75 m dari dasar pondasi memiliki susunan pile cap seperti dibawah ini. 45 45 200 200 200 200 45 1 Tiang 50x50 5 y x 6 O Abutment 150x890 cm 10 200 15 45 Tanah Urugan 200 ±0.Hanggoro Tri Cahyo A. berat sendiri abutmen dan oprit bekerja pada titik berat tiang pancang (O) : Beban aksial (P) = 12000 kN.00 = 1100 kN. Kapasitas dukung tiang tunggal end bearing persegi 50x50 berdasarkan hasil sondir dan SPT menghasilkan Qijin dukung tiang tunggal arah horisontal (Hijin) = 100 kN. Kapasitas 11 STRUKTUR ABUTMENT Mx P H O Pile Cap -9.

yi Σ(y2) 2500.0 sehingga untuk masing-masing tiangnya Qi = 675 kN b. yi = 0 sehingga untuk masing-masing tiangnya Qi = 800 kN Untuk baris tiang 11 s/d tiang 15.Hanggoro Tri Cahyo A.√(1+42) = 953. Tidak Aman. yi = -2.√(1+m2) = 925/4.Jawab : a. • Nilai yang terbesar dari distribusi beban vertikal (Qi) ke masing-masing tiang : Qi = 953.. Distribusi yang terjadi pada tiang 1 s/d 5 untuk arah vertikal : Qiv = Qi / m. Aman. Untuk mengecek apakah pondasi abutment tersebut aman jika diketahui kapasitas dukung tiang tunggal end bearing Qijin = 1100 kN dan kapasitas dukung tiang tunggal arah horisontal (Hijin) = 100 kN. • Nilai yang terbesar dari distribusi beban horisontal (Hi) ke masingmasing tiang : Beban horisontal yang didukung tiang miring = 5 x 231. Hi = (3000-1157) /15 =122. (22) = 40 m2 P Qi = n = 12000 + 15 Untuk baris tiang 1 s/d tiang 5. yi = 2. Beban yang didukung oleh masing-masing tiang adalah : Σ(y2) = 10.25 kN Untuk baris tiang 6 s/d tiang 10. yi Struktur Pondasi Tiang Pancang .5 = 1157 kN Sehingga beban horisontal masing-masing tiang.5 kN < Qijin (= 1100 kN) .5 kN Distribusi yang terjadi pada tiang 1 s/d 5 untuk arah horisontal : Qih = Qi / m = 925/4 = 231. ..0 sehingga untuk masing-masing tiangnya Qi = 925 kN Tiang pada baris ini memiliki kemiringan taing 1H:4V maka m=4.8 KN > Hijin (=100 kN) . 34 40 ± Mx .

Proses pemancangan tiang berhenti berdasarkan hasil kalendering.Hanggoro Tri Cahyo A.1. 35 .SESI 5 : PELAKSANAAN PEKERJAAN TIANG PANCANG Bagaimana proses pemancangan tiang ? Gambar 5. Struktur Pondasi Tiang Pancang .

35 39 .S SPESIFIKASI Berat Hammer Tinggi Jatuh Daya Dukung izin Tiang Pondasi PB 135 1.60 330800 K45 25300 9920 39000 92760 3.60 238100 K35 19100 7720 31700 72150 4.26 – 9.2 Spesifikasi Diesel Hammer Kobelco 1971 untuk Piles.93 – 9.ft = 1.05 x 10-1 m Struktur Pondasi Tiang Pancang .Hanggoro Tri Cahyo A.90 M 20 – 25 Ton PB 200 2. lb. Ram Stroke (mm-max) Number of blows lb. Blows /min lb. K13 7800 2870 13200 25390 4.00 Ton 0.305 x 10 kN.60 421200 ft.m 1 ft = 3.75 M 25 – 30 Ton Tabel 2.Tabel 2.Lb. Explosive force -3 1 lb. lb. 36 .119. SPESIFIKASI HAMMER Total weight Weight of ram Energy per blow (mm-max) .1 Spesifikasi Drop Hammer untuk Minipiles – Paton B.50 Ton 0.35 39 . ft.00 M 20 – 25 Ton PB 150 1.85 40-60 149900 K25 13200 5510 23500 51540 4.35 Ton 1.35 39 .60 – 8.

81 ton.Hanggoro Tri Cahyo A. maka final set = 8 cm (untuk 10 kali pukulan) Struktur Pondasi Tiang Pancang . 37 .1 S = 0. Drop Hammer menggunakan berat hammer 1600 kg dan tinggi jatuh 90 cm.1 dengan. dengan kapasitas dukung minipiles (Qijin) = 21.778 cm 1600 + 288 Wr + (N2 + Wp) x SF 1 x 6 1600 + (0. Qijin Wp Wr H eh N SF S x Wr + Wp Wr + (N2 + Wp) x SF 1 = = = = = = = = Kapasitas dukung tiang (kg) Berat tiang pancang (kg) Berat Hammer (kg) Tinggi Jatuh (cm) Faktor Efisiensi = 0.50 Faktor Keamanan = 6 Final set untuk satu kali pukulan (cm) Contoh 5.502 + 288) 1 0.1 : Final set untuk tiang minipiles Diketahui : Minipiles 20X20 panjang 3 meter = 288 Kg.81 ton.1 x Wr + Wp x S + 0.Kapan penghentian pemancangan ? FINAL SET UNTUK PEMANCANGAN MINIPILES DENGAN DROP HAMMER FORMULA MODIFIED ENR eh x Wr x h Qijin = S + 0.90 x 1600 x 90 21810 = Jadi untuk mencapai daya dukung = 21.90 Koefisiensi Restitusi = 0. Ditanyakan : Berapa besarnya final set untuk 10 kali pukulan hammer ? Jawab : eh x Wr x h Qijin = S + 0.

2.Hanggoro Tri Cahyo A. Kendali mutu pelaksanaan pemancangan tiang di lapangan antara lain (1) ketegaklurusan tiang.Gambar 5. 38 . (2) kalendering dan (3) penyambungan segmen tiang. Struktur Pondasi Tiang Pancang .

006 0.0 Koefisiensi Restitusi = 0.L/2 0.004.L/2 0-0.h Qijin = S + (C1+C2+C3)/2 dengan. 2.003 0.0025 Very Hard Driving p = 140 kg/cm2 0.L/2 0.013 0.0025 Medium Driving p = 70 kg/cm2 0.Wr.Hanggoro Tri Cahyo A.L/2 0.Wp x SF 1 Nilai Easy Driving p = 35 kg/cm2 0.010 0. Qijin Wp Wr H eh N SF S = = = = = = = = Kapasitas dukung tiang (ton) Berat tiang pancang yang terakhir dipancang (ton) Berat Hammer (ton) Tinggi Jatuh hammer (m) Faktor Efisiensi = 1.008.25 Faktor Keamanan = 3 Final set (m) x W r + Wp Wr + N2. 39 .006.FINAL SET UNTUK PEMANCANGAN PILES DENGAN DIESEL HAMMER Hiley Formula untuk hammer desel eh .0025 C1 C2 C3 Struktur Pondasi Tiang Pancang .002.0025 Hard Driving p = 105 kg/cm2 0.

O)/10 Qujung Qfriksi Diameter piles diambil D45 (besarnya dimensi piles tergantung beban kolom dan kemudahan pelaksanaan di lapangan). 45 = 141. JAWAB : A.Hanggoro Tri Cahyo A. Luas ujung tiang (A) = ¼ π D2 = ¼ π.4 cm TIPS : Untuk perediksi awal.PROSEDUR PERHITUNGAN PERENCANAAN STRUKTUR PONDASI TIANG PANCANG Sebuah gedung bertingkat memiliki kolom 60x60 cm dengan pembebanan tetap (beban hidup + beban mati) sebesar : Beban aksial kolom (P) = 2408 kN Momen memutar sumbu x (Mx) = 3. Kedalaman Tanah keras 20 m (qc > 200 kg/cm2 atau N-SPT > 40) qc = 200 kg/cm2 Tf = 1950 kg/cm Qijin = = = = (qc . O)/10 (200 x 1591)/3 + (1950 x 141. diameter tiang dapat diperbesar. . 452 = 1591 cm2 Keliling tiang (O) = π D = π . Aujung)/3 + (Tf .m Momen memutar sumbu y (My) = 5.m Desainlah pondasi tiang pancang dengan menggunakan data SPT dan CPT yang berdekatan. Untuk diameter tiang (D) = 45 cm maka.42 kN.08 kN. Jika tiang yang dibutuhkan dalam satu kolom terlalu banyak. kedalaman tiang disarankan mencapai tanah keras dengan diambil diameter tiang terkecil dari spesifikasi yang ada. Mutu beton digunakan K-400 dan tulangan digunakan BJTD39.4)/10 106066 + 27573 133639 kg ( ≈130 ton) = 1300 kN 40 Struktur Pondasi Tiang Pancang . A)/3 + (Tf . Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan CPT Qijin = (qc .

Struktur Pondasi Tiang Pancang . 41 .Hanggoro Tri Cahyo A.

1591 . q = 40 . 342 = 2672.46 / 3 = 1052. Chek terhadap kekuatan bahan tiang pancang Bahan diambil dari spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles ExWIKA Klas-C dengan Qijin bahan = 134.B.88 + 483.Hanggoro Tri Cahyo A. N = 16800 kN/m2 Sehingga diambil q = 16800 kN/m2 Qultimit = Aujung . SPT dan kekuatan materialnya) Struktur Pondasi Tiang Pancang .414 .156 kN ( ≈ 1050 kN) C. Radius pile (R) = 22.2. q + O . Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan SPT Panjang pile (L) = 20 m. 20/0. Nilai SPT untuk perhitungan Qfriksi No Lapisan Depth Tebal Li 1 2 3 Tanah Lempung Coklat tua Lempung Hitam Breksi (m) 2–7 7 – 12 12 – 20 (m) 5 5 8 Ni 3 4 17 fi 6 8 34 fi. N = 40 .588 = 3156.1. Nilai SPT untuk perhitungan Qujung Nilai N-SPT pada kedalaman 20 meter adalah 42 sehingga.9 Ton = 1349 kN Sehingga Kapasitas tiang tunggal (Qijin) diambil 1050 kN (pilih yang terkecil dari Prediksi Qijin CPT. 42 . ftotal = 0.5 cm B. 42 .46 kN Qijin = Qultimit / SF = 3156. 16800 + 1. N (L/D) < 400 .Li 30 40 272 342 kN/m fi = 2 x Ni (kN/m2) ftotal B.45 = 74666 kN/m2 Nilai maksimum q = 400 .

Hanggoro Tri Cahyo A. 43 .Struktur Pondasi Tiang Pancang .

(1.675)/1. E. tidak perlu hitung kap.8225 m2 4 buah Pile Cap x 4 215 Pile D45 Q1 = = = Q2 = Q3 = Q4 = 2408/4 + 3. tarik tiang.x/(Σx2) ± Mx. lebih baik jumlah pile dibesarkan dari kebutuhan tiang terhadap beban aksial kolomnya.8225 + 5.35/2)2 = 1. 44 .8815 602.6148 kN 605. Jumlah tiang yang dibutuhkan dalam desain Jumlah tiang yang dibutuhkan dalam satu kolom dengan beban : Beban aksial kolom (P) = 2408 kN Momen memutar sumbu x (Mx) = 3. TIPS :jika momen yang terjadi cukup besar. Jika Qi menderita tarik (-) maka tiang harus didesain menahan tarik.42.7 Jumlah tiang yang dibutuhkan (n) = P/(Qijin.8518 kN > 0 .m Momen memutar sumbu y (My) = 5.42 kN.D = 3 x 45 cm = 135 cm Dengan jarak tiang 3.8225 602 – 1.276 buah Jumlah tiang dibulatkan jadi 4 buah.Eg) = 2408 / (1050.D.m Jarak tiang diambil 3.8225 m2 4.675)/1.2667 + 1.0.y/(Σy2) 4.0.7) = 3.35/2)2 = 1.Eg (=1050.(0.3852 kN 598.1482 kN < Qijin.08 kN. Struktur Pondasi Tiang Pancang .(-0. (1.OK! 601. Distribusi beban kolom ke masing-masing tiang Jika telah diketahui jumlah pile yang dibutuhkan adalah 4 buah maka desain pile cap atau poer dapat dipilih dengan susunan : Kolom 60x60 Tie Beam 40 1 135 y 40 2 3 Distribusi beban kolom ke masingmasing tiang dalam pile cap adalah : Qi Σx2 Σy2 n = = = = P/n ± My.08.Hanggoro Tri Cahyo A..D nilai efisiensi tiang kelompok (Eg) = 0.7 = 735 kN) .

115 ton Wr = Berat Hammer Untuk K-35 Diesel Hammer berat hammer = 3.9 = 2.L/2 0.004.h Qijin = S + (C1+C2+C3)/2 dengan. 45 .25 SF = Faktor Keamanan = 3 S = Final set Easy Driving p = 35 kg/cm2 0.0025 Hard Driving p = 105 kg/cm2 0. Segmen tiang untuk total 20 meter adalah 12 + 9 meter.F.003 0. Perhitungan Final Set untuk penghentian pemancangan tiang Tiang direncanakan dipancang dengan mesin diesel hammer K35 (spesifikasi diesel hammer untuk tiap diameter tiang berbeda). Qijin = Kapasitas dukung tiang (ton) Wp = Berat tiang pancang. Hiley Formula untuk hammer desel pada tanah medium driving eh .01325 Struktur Pondasi Tiang Pancang .9/2 + 0.L/2 0-0.0 N = Koefisiensi Restitusi = 0.006. L = 9 m maka beratnya 0.004.5 ton H = Tinggi Jatuh hammer Tinggi jatuh hammer dilapangan direncanakan 1.0025 Very Hard Driving p = 140 kg/cm2 0.0025)/2 =0.0025 Wr + N2.L/2 0.006 0.002.013 0.Wp x W r + Wp x 1 SF Nilai C1 C2 C3 (C1+C2+C3)/2 = (0.0025 Medium Driving p = 70 kg/cm2 0. 2.L/2 0.235. Untuk D45.006 + 0.2 meter eh = Faktor Efisiensi = 1.008.Hanggoro Tri Cahyo A.Wr.010 0.

000 ton 4 cm Final Set (s) untuk 10 x Pukulan = Sehingga final set untuk 10 x pukulan adalah 4 cm.200 0. Beban aksial kolom (P) = 2408 kN.01325 105. G.Hanggoro Tri Cahyo A.6148 kN Q3 = 601.250 2.1482 kN. Menghitung Tinggi Pile Cap dan Penulangannya Untuk menghitung besarnya momen. Q1 = 602. Struktur Pondasi Tiang Pancang .115 3. 40 135 40 y 1 2 x 4 3 215 Distribusi beban untuk setiap tiang pancang : Q2 = 605.000 3.0040 ton m ton m 0.PERHITUNGAN FINAL SET Faktor Efisiensi (Eh) : Berat Hammer (Wr) : Tinggi Jatuh (h) : Koef. geser satu arah dan geser pons. diperlukan data perhitungan : Dimensi kolom 60 cm x 60 cm. 46 .3852 kN Q4 = 598. Restitusi (N) : Berat 1 Section (Wp) : Faktor keamanan (SF): Final Set (s) (C1+C2+C3)/2 Pall per pile 1.000 0.8518 kN.500 1.

6 (beb. Vu pons = Pu = 3371. Qu3 = 1. d 40 135 40 1 ½d b h 2 ½d 4 Bidang Kritis Pons 3 B = 215 cm Kolom 60x60 Chek Terhadap Geser Pons : Besarnya tinggi efektif (d) pile cap dicoba 80 cm.6. Pile D45 47 . 800 = 5.0.4 x 602.39 kN.20 kN.Hanggoro Tri Cahyo A.mati) + 1.33. beban perlu dikalikan dengan faktor beban : U=1.d (MPa = N/mm2) = 0.4 x 605.4 x P = 1.4.Mutu bahan yang digunakan : Mutu beton K-400 (f’c=33.6148 = 843.4 x 601.66 kN Qu2 = 1. 5600 .2 MPa) Mutu tulangan baja fy=390 MPa Untuk menghitung struktur betonnya.1482 = 847.bo.3852 = 841. √33. 0.111 x 106 N = 5111 kN Vu pons < φ Vc pons ……OK Struktur Pondasi Tiang Pancang .2 kN Beban per pile ultimate : Qu1 = 1.2 kN 45° Pile Cap Tulangan As th Keliling bidang kritis geser pons (bo) : bo = 2 (b + d) + 2 (h + d) = 2 (600 + 800) + 2 (600 + 800) = 5600 mm φ Vc pons = 0.√f’c.2 .83 kN Qu4 = 1.4 x 598.8518 = 838.hidup) Namun jika yang diketahui hanya nilai (beban mati + beban hidup) tanpa mengetahui besarnya masing-masing dapat dilakukan pendekatan nilai faktor beban 1.6 . Beban kolom ultimate : Pu = 1.33 .4 x 2408 = 3371.2 (beb.

cm B d f’c f’y = 215 cm = 80 cm = 33.5/2 = 101. φ Vc geser lentur = 0.√f’c .Hanggoro Tri Cahyo A. 1. 1.35/2) = 1141 kN. 48 .65 Untuk f’c = 332 kg/cm2 maka nilai β1 = 0. Sehingga tebal pile cap (th) = d + 15 cm + selimut beton + ½.66 .65 maka β1 = 0.8244 Mn = Mu/0.2 .2 MPa = 332 kg/cm2 = 390 MPa = 3900 kg/cm2 Mencari nilai β1 : Jika f’c ≤ 300 kg/cm2 maka β1 = 0.dia. 1.0. Jika pengecekan akan dilakukan langkah perhitungannya : Vu geser lentur = Total Qu tiang diluar bidang geser yang terbentuk baik untuk arah potongan x-x maupun y-y.8 = 14262500 kg.cm Struktur Pondasi Tiang Pancang .25 ≈ 105 cm.m = 1. 1.B.35/2) + (Qu2 .85 – 0.tul pile cap = 80 + 15 + 5 + 2.141 x 107 kg.17.d (MPa = N/mm2) Syarat : Vu geser lentur > φ Vc geser lentur Jika belum memenuhi maka perbesar tinggi efektif (d) Perhitungan Tulangan Pile Cap Momen terhadap titik berat kolom : Mu = (Qu1 .6.35/2) + (847.35/2) = (843.Chek Terhadap Geser Lentur Pengecekan geser lentur pada kasus ini tidak dilakukan karena untuk d = 80 cm tiang pancang berada di dalam bidang geser yang terbentuk.0008 (f’c – 300) Jika β1 < 0.85 f’c > 300 kg/cm2 maka β1 = 0.

K = Mn = B . B . 0. 332 = 0.585 4. 2.85 .B.495 ≈ 10 D25.d = 25. d . d = 0. Struktur Pondasi Tiang Pancang . 0.0025 ( nilai ρmin untuk plat) Asmin = ρmin .90625 = 9.585cm2 ρmin = 0.85 . B . 0.03743 = 0. 802 .15%.03743.8 cm2 (10D19) .03673 F Fmax =1–√1–2K = β1 . 4500 6000 + fy = 0. 215 . 0. Jumlah tulangan (As) Untuk tulangan atas (As’) = 0.0025 . π . f’c 2 14262500 215 . 332 3900 = 46. 80 = 43 cm2 digunakan As > Asmin dipasang diameter tulangan D25 dengan jumlah tulangan : A∅25 = ¼ . f’c fy = 0. 49 . 80 .85 .85 .52 = 4.90625 cm2 = 46. d . 215 .3747 F ≤ Fmax → Tulangan tunggal F > Fmax → Tulangan rangkap Karena kondisi F < Fmax maka digunakan perhitungan untuk tulangan tunggal As = F .Hanggoro Tri Cahyo A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful