P. 1
Hand Out Pondasi 2

Hand Out Pondasi 2

|Views: 25|Likes:
Dipublikasikan oleh Akbar Indrawan S

More info:

Published by: Akbar Indrawan S on Aug 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/07/2014

pdf

text

original

Sections

  • SESI 1 : PRINSIP DAN APLIKASI PONDASI TIANG
  • SESI 2 : SPESIFIKASI PONDASI TIANG PANCANG
  • SESI 3 : KAPASITAS TIANG TUNGGAL BERDASARKAN DATA UJI LAPANGAN
  • SESI 4 : KELOMPOK TIANG
  • SESI 5 : PELAKSANAAN PEKERJAAN TIANG PANCANG
  • PERHITUNGAN FINAL SET

JURUSAN TEKNIK SIPIL– FT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

HAND OUT REKAYASA PONDASI 2
PONDASI TIANG PANCANG

HANGGORO TRI CAHYO A.

REVISI JANUARI 2006

Terimakasih kepada Prof Bengt B Broms pada situs Foundation Engineering by Prof Bengt B Broms www.geoforum.com, atas pencerahannya

Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

1

SESI 1 : PRINSIP DAN APLIKASI PONDASI TIANG

Pondasi tiang diperlukan untuk mendukung struktur atas untuk kondisi-kondisi sebagai berikut : a. Lapisan-lapisan tanah atas sangat kompresibel dan terlalu lemah mendukung struktur atas. Dalam hal ini pondasi tiang diperlukan untuk meneruskan beban kedalam lapisan tanah keras (bedrock). Jika pondasi tiang tidak mencapai tanah keras, maka beban struktur atas akan ditahan oleh friksi antara tiang dan tanah.

Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

2

b. Jika pondasi harus menahan beban horizontal. Pondasi dalam dapat menahan momen dan vertikal secara bersamaan. Contohnya adalah pondasi untuk gedung tinggi, jembatan, dermaga dsb.

c. Pada tanah yang ekspansif. Tanah yang ekspansif dapat mengalami pengembangan (swelling) dan penyusutan (shrinkage) tergantung kepada kondisi kadar airnya. d. Pondasi harus menahan uplift forces. Hal ini misalnya terjadi pada basement dengan muka air tanah yang tinggi.
Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

3

e. Adanya erosi tanah pada abutment dan pier jembatan.

f. Pondasi harus menahan gerakan tanah lateral. yang berdiri di atas tanah berlereng.

Pondasi tiang dapat

digunakan sebagai perkuatan lereng atau sekaligus sebagai pondasi bangunan

Struktur Pondasi Tiang Pancang - Hanggoro Tri Cahyo A.

4

Aselimut Qultimit = Kapasitas ultimit pondasi tiang tunggal (kN) Qujung = Tahanan ujung tiang (kN) Qfriksi = Tahanan gesek tiang (kN) Qultimit q = Kapasitas dukung tanah pada ujung tiang (KN/m2) Luas permukaan ujung tiang (m2) Gesekan pada selimut tiang atau adhesi tanah dengan selimut tiang (kN/m2) Aujung = f = L Qfriksi Aselimut = = O L = = Luas permukaan selimut tiang (m2) O.Hanggoro Tri Cahyo A. L Keliling tiang (m) Panjang tiang (m) Qujung Struktur Pondasi Tiang Pancang . 5 .Aujung + f.Bagaimana pondasi tiang dapat menahan beban aksial kolom ? Qultimit = Qujung + Qfriksi = q.

Hanggoro Tri Cahyo A. 6 .Apa perbedaan tiang friction dan end bearing ? Struktur Pondasi Tiang Pancang .

Tanpa memperhatikan jenis tanah.Hanggoro Tri Cahyo A. perpindahan tiang ke arah bawah diperlukan untuk memobilisasi tahanan gesek tiang (Qfriksi). Struktur Pondasi Tiang Pancang . besarnya perpindahan relatif ini biasanya tidak melebihi 0. Beban pondasi akan ditransfer melalui tahanan gesek tiang (Qfriksi) dan tahanan ujung tiang (Qujung). jenis tiang dan dimensinya. Perpindahan ujung tiang yang dibutuhkan agar tahanan ujung tiang (Qujung) termobilisasi seluruhnya lebih besar daripada gerakan yang dibutuhkan untuk termobilisasinya tahanan gesek tiang (Qfriksi) secara penuh.5 cm meskipun ada yang sampai mendekati 1.0 cm. Pada saat pembebanan tiang. Secara umum tahanan gesek tiang ultimit (Qfriksi) termobilisasi lebih awal daripada tahan ujungnya (Qujung).Bagaimana mekanisme transfer bebannya ? Mekanisme transfer beban dari tiang ke dalam tanah adalah sangat kompleks. 7 .

Mekanisme transfer beban juga tergantung pada jenis tanah. jenis tiang. maka tidak ada lagi kenaikan transfer beban ke tahanan gesek tiang (Qfriksi) dan tahanan ujung tiang (Qujung) telah mencapai nilai maksimumnya. Struktur Pondasi Tiang Pancang . saat awal pembebanan. 8 . dimana pergerakan vertikal tiang terus bertambah hanya dengan penambahan beban yang sedikit.Hanggoro Tri Cahyo A. sebagian beban akan didukung oleh tahanan ujung tiang (Qujung). Ketika beban dilepas dan kemudian dibebani kembali dengan beban yang lebih besar. Pada saat terjadi keruntuhan. Pada umumnya. panjang tiang dan seberapa tinggi tingkat pembebanannya. jika tahanan gesek tiang (Qfriksi) telah mencapai maksimum. sebagian besar beban didukung oleh tahanan gesek tiang (Qfriksi) pada tiang bagian atas.

Alasan diperlukannya faktor aman dalam mendesain pondasi tiang antara lain adalah : • • • • Untuk memberikan keamanan terhadap tidak kepastian metode hitungan yang digunakan.F) diperlukan untuk memprediksi besarnya kapasitas ijin pondasi tiang tunggal (Qijin) berdasarkan prediksi nilai Qultimit. Untuk memberikan keamanan terhadap penyerderhanaan profil tanah serta parameternya yang digunakan dalam desain. 9 . Untuk meyakinkan bahwa penurunan tidak seragam di atara tiang-tiang masih dalam batas toleransi.Apa perbedaan Qijin dan Qultimit ? Faktor aman (S. Struktur Pondasi Tiang Pancang .Hanggoro Tri Cahyo A. Untuk meyakinkan bahwa penurunan total yang terjadi pada tiang tunggal atau kelompok tiang masih dalam batas toleransi.

1 sampai dengan Gambar 1. Jika tanah pendukung sangat kompresibel dan terlalu lemah mendukung struktur atas seperti pada Gambar 1. grafik sondir dapat di kelompokan menjadi 5 tipe grafik seperti Gambar 1. 10 . maka penggunaan pondasi tiang sangat disarankan. Selain itu. maka perlu dilihat terlebih dahulu seberapa besar beban yang akan didukung oleh tanah. faktor (1) ekonomis.Kondisi tanah yang bagaimana yang perlu menggunakan pondasi tiang ? Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain struktur pondasi adalah : Berdasarkan pengalaman di lapangan. Untuk memenuhi persyaratan (2) kapasitas dukung tanah dan (3) penurunan tanah.5.3.Hanggoro Tri Cahyo A. Struktur Pondasi Tiang Pancang . (5) kemudahan pelaksanaan dan (6) dampak lingkungan merupakan bahan pertimbangan untuk pemilihan beberapa sistem pondasi yang masih memenuhi persyaratan (2) kapasitas dukung tanah dan (3) penurunan tanah.

1. Struktur Pondasi Tiang Pancang . Besarnya beban struktur atas berpengaruh pada pemilihan sistem pondasi footing atau tiang.Hanggoro Tri Cahyo A.Gambar 1. 11 .

Hanggoro Tri Cahyo A. Pemilihan sistem pondasi tiang pancang ditujukan untuk mempercepat proses konstruksi karena meminimalkan pekerjaan penggalian dan pengurugan. 12 . Struktur Pondasi Tiang Pancang .Gambar 1.2.

Gambar 1. 13 .3. Struktur Pondasi Tiang Pancang .Hanggoro Tri Cahyo A. Pondasi tiang diperlukan untuk meminimalkan resiko penurunan dan beda penurunan pada struktur atas.

14 Struktur Pondasi Tiang Pancang . Adanya lapisan lensa yang tipis masih memungkinkan digunakannya pondasi footing untuk beban kolom yang relatif kecil.Gambar 1.Hanggoro Tri Cahyo A.4. .

15 . Struktur Pondasi Tiang Pancang .Gambar 1. Adanya lapisan lensa yang tebal memungkinkan digunakannya pondasi footing untuk beban kolom yang sesuai.Hanggoro Tri Cahyo A.5.

50 4.40 93.75 18.40 111.00 6.00 10505.50 6.00 19.00 10579. angka dibelakang K menunjukkan berat ram dalam satuan kN.75 67.75 4.90 3741.00 58.20 174.70 17792.00 27.00 Ultimate 3.00 121.70 3646.50 10. 16 .75 15.20 238.00 25.40 2478.00 17.75 13.00 15.1 Spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles Ex-WIKA Outside Diameter (mm) Unit Weight (kg/m) Class Panjang Tiang (m) dan Diesel Hammer*) Concrete Cross Section (cm2) Section Modulus (m3) 2368.50 5537.70 2389.90 169.60 114.70 178.50 65.0 12.50 8.50 4.SESI 2 : SPESIFIKASI PONDASI TIANG PANCANG A.30 181.10 89.50 28.Hanggoro Tri Cahyo A.75 21.00 29.5 18.80 17577.00 12.50 10.00 25.10 134.30 229.70 3787.00 3.40 Bending Momen Capacity (ton.60 7717.00 5.60 5483.25 12.60 7655.00 5.30 8.50 10727.0 11.30 5678.00 11.40 85.50 7.00 243.00 8.20 7591.30 9.50 14.80 143.60 70.m) Crack 2.50 12.50 300 115 350 145 400 195 450 235 500 290 600 395 A2 A3 B C A1 A3 B C A2 A3 B C A1 A2 A3 B C A1 A2 A3 B C A1 A2 A3 B C 6-13 K-13 452 6-15 K-13/K-25 582 6-16 K-25/K-35 765 6-16 K-35 929 6-16 K-35/K-45 1159 6-16 K-45 1570 Panjang tiang interval per m’ dengan mutu beton K-600 *) untuk tipe diesel hammer.00 252.00 15.30 10653.50 9. Struktur Pondasi Tiang Pancang .80 25.70 17949.50 149.00 34.00 19. SPESIFIKASI PILES Tabel 2.00 Allowable Axial Load (ton) 72.60 2431.20 5.50 86.50 6.10 117.60 17482.40 5591.00 45.70 249.90 185.00 3.80 10944.50 33.00 17.25 9.10 7783.80 139.00 22.25 6.50 3.60 18263.00 3693.00 7.80 7929.50 145.

0 69.0 273.04 – 2.m) 11.69 0.5 Max.5 31.9 88.4 27. Final Presetressing Force (Ton) 74.3 94.PASIFIC PRESTRESSED Size Type L (m) 28x28x28 32x32x32 20x20 PA PB PA PB PA PB 3∼6 3∼6 3∼9 3∼6 Concrete Area (mm2) 33.Hanggoro Tri Cahyo A.3 486.3 52.4 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-FRANKI MINIPILE RECOMMENDED MAXIMUM SAFE WORKING LOAD OF MINI FRANKI PILE TYPE SIZE COMPRESSION MF-28 25 TON Δ 28 x 28 x 28 MINI FRANKI PILE per 6 meter MF-32 40 TON Δ 32 x 32 x 32 MINI FRANKI PILE per 6 meter TENSION 5 TON 5 TON Bentuk penampang segitiga.4 (ton) 91.2 42.3 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex. Moment Cap P=0 to Max Ultimate Tension Strength (ton) 17.8 236.6 26. 17 .93 0.9 38.000 Compression Allowable Ultimate (ton) 44. SPESIFIKASI MINIPILES Tabel 2.49 – 1.5 128.5 29.5 (ton-m) 0. mutu beton K-500 Tabel 2.9 121.6 56.948 44.47 – 1.3 216.0 90.3 Max.340 40.3 337.2 37.8 17.Tabel 2.37 – 1.3 283.8 23.5 25.6 103.0 Max. Ultimate Bending Moment (Ton.0 28.5 165.5 408. mutu beton K-500 Struktur Pondasi Tiang Pancang .2 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-TONGGAK AMPUH Dimensi Tiang (cm) 30 x 30 35 x 35 40 x 40 45 x 45 50 x 50 55 x 55 60 x 60 Max.76 – 1.21 0.3 162. Beban Axial (Ton) 121.75 Ult.7 49.5 27.0 Berat per Meter (kg/m) 220 300 392 496 612 741 862 Bentuk penampang persegi.1 Bentuk penampang persegi.4 17.0 23.0 195.6 107.6 118.06 0. Panjang Tanpa Sambungan (m) 22. mutu beton K-500 B.62 – 1.72 1.9 51.4 27.5 58.

6 59.00 M 6.00 M 59 Ton Segitiga 32x32x32 K-350 3 D 16 φ6 3. Panjang Tanpa Sambungan (m) 18.0 20.0 98. Moment Cap P=0 to Max (ton-m) 1.0 1.8 14.8 47.0 Ult.0 (ton) 94.00 M 54 Ton Tabel 2.6 75.1 Ultimate Tension Strength (ton) 14. Ultimate Bending Moment (Ton.m) 3.0 58.0 21.0 84.340 40.0 82.5 – 3.6 Bentuk penampang persegi.5 – 3.00 M 29.4 118.6 1. Final Presetressing Force (Ton) 33.1 – 2.0 113.00 M 6.00 M 6.0 110.7 Spesifikasi Reinforced Concrete Mini Pile Ex-PASIFIC PRESTRESSED Size Type L (m) 28x28x28 32x32x32 20x20 RA RB RA RB RA RB 3∼6 3∼6 3∼9 3∼6 Concrete Area (mm2) 33.0 130.0 Max.00 M 6. Beban Axial (Ton) 54.5 Spesifikasi Prestressed Concrete Piles Ex-TONGGAK AMPUH Dimensi Tiang (cm) 20 x 20 25 x 25 Max.7 1.4 – 4.8 Ton Persegi 25x25 K-350 4 D 16 φ6 3.0 18. mutu beton K-500 Struktur Pondasi Tiang Pancang . 18 .3 Ton Segitiga 37x37x37 K-350 3 D 16 φ6 3.7 – 4.3 Max.1 2.948 44.4 6.4 Max.Tabel 2.6 57.0 29.000 Compression Allowable Ultimate (ton) 56.3 Berat per Meter (kg/m) 98 153 Tabel 2.6 Spesifikasi Reinforced Concrete Mini Pile Ex-PATON BUANA SEMESTA BENTUK Mutu Beton Tulangan Utama Beugel Panjang Section Daya Dukung izin Material Tiang Persegi 20x20 K-350 4 D 13 φ6 3.9 1.Hanggoro Tri Cahyo A.0 21.2 – 2.00 M 26.

1.Hanggoro Tri Cahyo A. Struktur Pondasi Tiang Pancang . BERDASARKAN DATA SPT Gambar 3.SESI 3 : KAPASITAS TIANG TUNGGAL BERDASARKAN DATA UJI LAPANGAN A. 19 . Rumus kapasitas dukung tiang berdasarkan data N-SPT Mayerhof (1967) dapat digunakan pada data hasil pemboran ini.

Li) fi q = 2 x Ni = 40.N (L/D) < 400.5 s/d 3. Luas permukaan ujung tiang (m2) Keliling tiang (m) Aujung = Struktur Pondasi Tiang Pancang .Rumus kapasitas dukung tiang berdasarkan data N-SPT Mayerhof (1967) dalam Cernica (1995) untuk tanah non-kohesif : ftotal = Σ (fi.Hanggoro Tri Cahyo A. 20 . ftotal = Qultimit / SF Qvultimit Qvijin SF O = = = = Kapasitas ultimit pondasi tiang tunggal (kN) Kapasitas ijin pondasi tiang tunggal (kN) Faktor aman yang nilainya dapat diambil 2. q + O .N ftotal = Total gesekan pada selimut tiang atau adhesi tanah dengan selimut tiang untuk setiap lapisan yang dijumpai (kN/m’) Li fi D L q = Tebal lapisan tanah ke-i (m) = Gesekan pada selimut tiang atau adhesi tanah dengan selimut tiang untuk lapisan tanah ke-i (kN/m2) = Diameter tiang (m) = Total panjang tiang (m) = Kapasitas dukung tanah pada ujung tiang (KN/m2) Qultimit Qijin = Aujung .

5 19.Li 396 162 288 846 kN/m fi = 2 x Ni (kN/m2) ftotal Nilai SPT untuk perhitungan Qujung Nilai N-SPT pada kedalaman 24 meter adalah 40 sehingga.5 Ni 12 27 32 fi 24 54 64 300 240 280 330 380 430 470 520 570 350 320 380 440 510 570 640 700 760 DIAMETER TIANG (mm) 400 450 410 520 500 630 580 740 670 840 750 950 830 1050 920 1160 1000 1270 500 650 780 910 1040 1170 1300 1430 1570 600 940 1130 1310 1500 1690 1880 2070 2260 fi. N = 40 .. Jawab : Nilai SPT untuk perhitungan Qfriksi No 1 2 3 Lapisan Tanah Pasir sedikit lempung Lempung kepasiran Pasir Depth (m) 0-16.1.Hanggoro Tri Cahyo A.5-24 Tebal Li (m) 16. 21 .1.5 16. 2001) NILAI SPT 25 30 35 40 45 50 55 60 1 Ton = 10 kN Contoh Soal 3. N (L/D) < 400 .Tabel 3.1 : Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan SPT Hitunglah kapasitas dukung tiang minipile 25x25 dengan kedalaman (L) = 24 m. 24/0. Kapasitas dukung ijin (kN) berdasarkan nilai tahanan ujing bawah tiang pancang pada tanah non-kohesif (Wika PC Piles.25 = 153600 kN/m2 Nilai maksimum q = 400 . Data penyelidikan tanah bor mesin menggunakan data Proyek Gedung Pascasarjana Undip Jalan Imam Barjo. Bahan minipile adalah beton bertulang dengan Qijin bahan = 590 kN. 40 .5 3 4. SH Semarang seperti pada Gambar 3. N = 16000 kN/m2 Sehingga diambil q = 16000 kN/m2 Struktur Pondasi Tiang Pancang . q = 40 .5-19.

q + O . Aujung)/3 + (Tf . Kapasitas ijin bahan minipiles (Qijinbahan) = 590 kN. Aujung)/5 + (Tf .Qultimit = Aujung . biasanya pemancangan tiang pada tanah lempung jika ujung tiang telah mencapai tanah keras dapat digunakan rumus : Qijin = (qc .Hanggoro Tri Cahyo A. O)/10 Struktur Pondasi Tiang Pancang . O)/5 Qujung Qfriksi Untuk pemancangan tiang pada tanah lempung Wesley (1977) menyarankan penggunaan faktor aman yang lebih besar dari tiang dalam pasir. 16000 + (0. Aujung)/3 + (Tf . Dalam Suryolelono (1994) untuk pemancangan tiang pada tanah lempung dapat digunakan rumus : Qijin = (qc . O)/10 Berdasarkan pengalaman desain. 22 .252) .25x4) . 846 = 1846 kN Qijin = Qultimit / SF = 1846 / 3 = 615 kN ( ≈ 600 kN) Chek terhadap kekuatan bahan tiang pancang Bahan direncanakan menggunakan beton bertulang dimensi 25x25 panjang per segmen 6 meter. BERDASARKAN DATA SONDIR Dalam Wesley (1977) disebutkan kapasitas dukung tiang ijin untuk tiang yang dipancang sampai lapisan pasir : Qijin = (qc . ftotal = (0. Sehingga Kapasitas tiang tunggal (Qijin) diambil 590 kN (pilih yang terkecil dari Prediksi Qijin dan kekuatan materialnya) B.

23 Struktur Pondasi Tiang Pancang . Data sondir perlu diverifikasi dengan data hasil pemboran dan N-SPT agar menghasilkan desain yang aman.Hanggoro Tri Cahyo A. .Qvijin qc Tf Aujung O = Kapasitas ijin pondasi tiang tunggal (kg) = Perlawanan Ujung sondir (kg/cm2) = Total friction sondir (kg/cm’) = Luas permukaan ujung tiang (cm2) = Keliling tiang (cm) Gambar 3.2.

maka rumus yang digunakan adalah : Qijin = (qc . Data penyelidikan tanah sondir menggunakan data Proyek Gedung PLN APJ Pekalongan seperti pada Gambar 3.Contoh Soal 3.2 : Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan sondir Hitunglah kapasitas dukung tiang D45 jika dipancang hingga kedalaman tanah 18 meter.2. Aujung)/5 + (Tf .4)/10 25456 + 10605 36061 kg ≈ 360 kN Sehingga Kapasitas tiang tunggal (Qijin) diambil 360 kN (pilih yang terkecil dari Prediksi Qijin sondir dan kekuatan materialnya) Struktur Pondasi Tiang Pancang .Hanggoro Tri Cahyo A. Jika ditentukan spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles adalah Ex-WIKA Klas-C dengan Qijin bahan = 1349 kN. O)/10 Qujung Qfriksi Untuk diameter tiang (D) = 45 cm maka. 452 = 1591 cm2 Keliling tiang (O) = π D = π . 24 . A)/5 + (Tf . Luas ujung tiang (A) = ¼ π D2 = ¼ π.4 cm qc = 80 kg/cm2 Tf = 750 kg/cm Qijin = = = = (qc . 45 = 141. Jawab : Karena tiang belum mencapai tanah keras (qc ≥ 200 kg/cm2). O)/10 (80 x 1591)/5 + (750 x 141.

7 untuk S=3D hingga 1.0 2.0 2. UNTUK TANAH NON-KOHESIF 1. 25 .Hanggoro Tri Cahyo A. KAPASITAS DUKUNG TIANG KELOMPOK (Pijin) Pijin ≥ 3D O Pile cap ≥ 3D O ≥ 3D Qijin Qijin L D Pijin = Qijin.D : Kapasitas Pijin dihitung dengan keruntuhan blok SF=3.SESI 4 : KELOMPOK TIANG A.0 Nilai Eg bertambah linear dari 0. Floating atau friction piles --------. Struktur Pondasi Tiang Pancang . End bearing piles --------.Eg diasumsikan 1. Untuk kondisi jarak antar pile (pusat ke pusat) < 3.0 UNTUK TANAH KOHESIF Untuk kondisi jarak antar pile (pusat ke pusat) ≥ 3.D : 1.n.7 ≤ Eg ≤ 1.0.Eg ≥ 3D n = jumlah tiang dalam satu pile cap. End bearing piles --------.0 untuk S=8D.Eg diasumsikan 1. Floating atau friction piles --------.Eg diasumsikan 1.

Contoh Soal 4. Ditanya : Hitunglah kapasitas dukung tiang kelompok (Pijin). Chek apakah pondasi tiang aman untuk beban aksial (P)=100 ton? Jawab : 135 135 350 O 135 215 Pijin O Pile cap Tiang D45 L=12 m 135 Struktur Pondasi Tiang Pancang .2. Proyek terletak di kota Pekalongan dengan data tanah yang tersedia adalah data sondir seperti pada Gambar 3.1 : Diketahui : Tiang pancang dengan diameter (D)=45 cm tersusun dalam sebuah pile cap seperti dibawah ini memiliki kedalaman tiang (L)=12 meter. 26 .Hanggoro Tri Cahyo A.

Σ (y2) = jumlah kuadrat jarak y terhadap titik pusat berat kelompok tiang (O). Mx dan My dalam sebuah pile cap adalah : kI ≥3D kII ≥3D kIII ≥3D kIV bIII ≥3D y B O + + x bII ≥3D bI L P Pile cap O P My h Pile cap O Mx h Tiang ≥3D ≥3D ≥3D ≥3D ≥3D Tiang kI kII kIII kIV bI bII bIII P Qi = n n ± My . x i Σ(x ) 2 ± Mx .Hanggoro Tri Cahyo A. . 27 Struktur Pondasi Tiang Pancang .B. yi Σ(y2) = jumlah tiang dalam satu pile cap. DISTRIBUSI BEBAN STRUKTUR ATAS KE KELOMPOK TIANG Beban yang didukung oleh tiang ke-i (Qi) akibat beban P. xi yi = jarak tiang ke-i terhadap titik O searah sumbu x. = jarak tiang ke-i terhadap titik O searah sumbu y. Σ (x2) = jumlah kuadrat jarak x terhadap titik pusat berat kelompok tiang (O).

5 Ditanyakan : Berapa beban yang didukung oleh masing-masing tiang (Qi) ? Struktur Pondasi Tiang Pancang .2 : Diketahui : Beban yang bekerja pada titik berat tiang ( O ) : Ptotal bII 135 9 10 11 12 kI 135 1 kII 135 2 kIII 135 3 kIV 4 bIII 135 y 355 5 6 O 7 x 8 bI 490 My Mx γbeton = P + Berat pile cap = 6000 + 1. 28 .Contoh Soal 4.2.90.4.m O Pile cap 120 Tiang D45 Tiang D45 kI kII kIII kIV bI 135 bII 135 bIII 67.5 202.55.m = 24 kN/m3 P=6000 kN My= 820 kN.976 kN = 820 kN.5 67.m = -700 kN.3.24 = 6500.5 202.Hanggoro Tri Cahyo A.m Pile cap O 120 P=6000 kN Mx= -700 kN.

yi Σ(y2) ± -700 .675 -1.19 456.0252) + 6 (0.69 497.025 1.Tiang i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 POSISI xi (m) yi (m) -2.30 (minimum) (maksimum) Struktur Pondasi Tiang Pancang .35 0. Letak titik berat tiang berada pada koordinat (0. yi 14.675 0 0.58 820 . Langkah 2 : Perhitungan besarnya distribusi beban ke tiang n = 12 buah Σ(x2) = 6 (2.025 0 -2.35 -0.675 1.025 -1.82 586.67 481.0) dan berimpit pada titik berat pile cap.18 537.675 1.35 -2.49 545.35 Qi kN 416.675 -1.6752) = 27.35 0.58 m2 Ptotal Qi = n 6500.025 0 -0.35 -0.675 0 2.025 -1.50 561. 29 . xi Σ(x ) 2 ± ± Mx .32 626.01 521.3375 No.025 1.Hanggoro Tri Cahyo A.35 2.Jawab : Langkah 1 : Menghitung letak titik berat tiang (O) Perhitungan letak titik berat tiang tidak perlu dilakukan karena susunan tiang yang simetris baik pada arah x dan y.3375 m2 2 Σ(y ) = 8 (1. xi 27.35 2.976 = 12 ± My .352) = 14.99 602.81 667.

2.35 m 355 yO 135 200 200 y+ x+ 135 135 xO 240 Struktur Pondasi Tiang Pancang .3 : Diketahui : Tiang pancang dalam sebuah pile cap memiliki susunan seperti gambar di bawah ini.35 + 3 .70 yo = 1.Hanggoro Tri Cahyo A.35 xo = 1. 3.Contoh Soal 4. 1. 180 30 . Susunan yang tidak simetris ini disebabkan adanya struktur pondasi bangunan lama yang membuat tiang baris KIII sulit untuk dipancang sehingga digeser hingga 65 cm. 1.35 + 3 .56667 m Letak titik berat tiang terhadap baris bI : 9 yo = 3 . P=4200 kN kI 135 kII 200 bIII 135 355 135 bI y x 240 180 Tiang D45 kIII Kolom 60x60 Pile cap 90 bII 135 Ditanyakan : Berapa beban yang didukung oleh masing-masing tiang (Qi) ? Jawab : Langkah 1 : Menghitung letak titik berat tiang (O) Letak titik berat tiang terhadap baris kI : 9 xo = 3 .

expoer = 4200 . 0.Hanggoro Tri Cahyo A.4 – 1.56667 – 0.40833 + 322 . 0.10833 = 1749.5 135 1 2 y 355 yO 7 xO 240 180 8 4 5 exKolom + + 42.425 = 0. exkolom + Ppoer . 31 .Langkah 2 : Menghitung Eksentisitas Beban kolom dan pile cap Eksentrisitas kolom terhadap titik berat pondasi : exkolom = 2.5 200 3 135 x 6 135 9 Struktur Pondasi Tiang Pancang .56667 – 0.2.m Mx = 0 42.1 – 1.55.87 kN.3.0.40833 m Eksentrisitas titik berat pile cap terhadap titik berat pondasi : expoer = 2.425 = 0.9) 24 = 4522 kN My = Pkolom .10833 m Beban yang bekerja pada titik berat pondasi (O) : γbeton = 24 kN/m3 P = Pkolom + Ppoer = 4200 + (4.

566672) + 3 (0.Hanggoro Tri Cahyo A.216672) + 3 (1.Langkah 3 : Perhitungan besarnya distribusi beban ke tiang n=9 Σ(x2) = 3 (1.Tiang i 1 2 3 4 5 6 7 8 9 xi (m) POSISI yi (m) Qi kN Struktur Pondasi Tiang Pancang .87 . 32 . xi Σ(x2) 1749.045 m2 Ptotal Qi = n 4522 = 9 ± My .783332) = 17. xi 17.045 ± No.

00 200 45 200 45 Beban jembatan rangka baja bentang 60 m.Contoh Soal 4. Ditanyakan : a.Hanggoro Tri Cahyo A. Berapa beban yang didukung oleh masing-masing tiang ? b.m Beban lateral (H) = 3000 kN.4 : Diketahui : Abutment setinggi 9. 33 . 45 45 200 200 200 200 45 1 Tiang 50x50 5 y x 6 O Abutment 150x890 cm 10 200 15 45 Tanah Urugan 200 ±0. Chek apakah pondasi abutment tersebut aman ? Struktur Pondasi Tiang Pancang . berat sendiri abutmen dan oprit bekerja pada titik berat tiang pancang (O) : Beban aksial (P) = 12000 kN.75 Tiang 50x50 1H:4V -27. Beban momen memutar sumbu x (Mx) = 2500 kN.75 m dari dasar pondasi memiliki susunan pile cap seperti dibawah ini.00 = 1100 kN. Kapasitas 11 STRUKTUR ABUTMENT Mx P H O Pile Cap -9. Kapasitas dukung tiang tunggal end bearing persegi 50x50 berdasarkan hasil sondir dan SPT menghasilkan Qijin dukung tiang tunggal arah horisontal (Hijin) = 100 kN.

Beban yang didukung oleh masing-masing tiang adalah : Σ(y2) = 10. Untuk mengecek apakah pondasi abutment tersebut aman jika diketahui kapasitas dukung tiang tunggal end bearing Qijin = 1100 kN dan kapasitas dukung tiang tunggal arah horisontal (Hijin) = 100 kN.0 sehingga untuk masing-masing tiangnya Qi = 925 kN Tiang pada baris ini memiliki kemiringan taing 1H:4V maka m=4. yi = 0 sehingga untuk masing-masing tiangnya Qi = 800 kN Untuk baris tiang 11 s/d tiang 15. yi = -2. • Nilai yang terbesar dari distribusi beban vertikal (Qi) ke masing-masing tiang : Qi = 953. Tidak Aman.0 sehingga untuk masing-masing tiangnya Qi = 675 kN b. (22) = 40 m2 P Qi = n = 12000 + 15 Untuk baris tiang 1 s/d tiang 5. . Aman.Hanggoro Tri Cahyo A. yi Struktur Pondasi Tiang Pancang . yi = 2. Distribusi yang terjadi pada tiang 1 s/d 5 untuk arah vertikal : Qiv = Qi / m.√(1+42) = 953..5 = 1157 kN Sehingga beban horisontal masing-masing tiang. 34 40 ± Mx .Jawab : a.5 kN < Qijin (= 1100 kN) . yi Σ(y2) 2500.√(1+m2) = 925/4.8 KN > Hijin (=100 kN) .25 kN Untuk baris tiang 6 s/d tiang 10.5 kN Distribusi yang terjadi pada tiang 1 s/d 5 untuk arah horisontal : Qih = Qi / m = 925/4 = 231.. Hi = (3000-1157) /15 =122. • Nilai yang terbesar dari distribusi beban horisontal (Hi) ke masingmasing tiang : Beban horisontal yang didukung tiang miring = 5 x 231.

35 . Struktur Pondasi Tiang Pancang .SESI 5 : PELAKSANAAN PEKERJAAN TIANG PANCANG Bagaimana proses pemancangan tiang ? Gambar 5. Proses pemancangan tiang berhenti berdasarkan hasil kalendering.Hanggoro Tri Cahyo A.1.

Lb.2 Spesifikasi Diesel Hammer Kobelco 1971 untuk Piles.S SPESIFIKASI Berat Hammer Tinggi Jatuh Daya Dukung izin Tiang Pondasi PB 135 1.m 1 ft = 3. lb.35 Ton 1.26 – 9.75 M 25 – 30 Ton Tabel 2.00 Ton 0.60 330800 K45 25300 9920 39000 92760 3. Ram Stroke (mm-max) Number of blows lb. K13 7800 2870 13200 25390 4. Blows /min lb.93 – 9.Tabel 2. lb.05 x 10-1 m Struktur Pondasi Tiang Pancang .305 x 10 kN. SPESIFIKASI HAMMER Total weight Weight of ram Energy per blow (mm-max) .60 238100 K35 19100 7720 31700 72150 4.60 421200 ft.35 39 .00 M 20 – 25 Ton PB 150 1.35 39 .Hanggoro Tri Cahyo A. Explosive force -3 1 lb.50 Ton 0.119. ft.ft = 1.1 Spesifikasi Drop Hammer untuk Minipiles – Paton B.35 39 .90 M 20 – 25 Ton PB 200 2.60 – 8. 36 .85 40-60 149900 K25 13200 5510 23500 51540 4.

81 ton.Kapan penghentian pemancangan ? FINAL SET UNTUK PEMANCANGAN MINIPILES DENGAN DROP HAMMER FORMULA MODIFIED ENR eh x Wr x h Qijin = S + 0.1 x Wr + Wp x S + 0. 37 . Drop Hammer menggunakan berat hammer 1600 kg dan tinggi jatuh 90 cm. Qijin Wp Wr H eh N SF S x Wr + Wp Wr + (N2 + Wp) x SF 1 = = = = = = = = Kapasitas dukung tiang (kg) Berat tiang pancang (kg) Berat Hammer (kg) Tinggi Jatuh (cm) Faktor Efisiensi = 0.1 S = 0.90 Koefisiensi Restitusi = 0.50 Faktor Keamanan = 6 Final set untuk satu kali pukulan (cm) Contoh 5. maka final set = 8 cm (untuk 10 kali pukulan) Struktur Pondasi Tiang Pancang .1 : Final set untuk tiang minipiles Diketahui : Minipiles 20X20 panjang 3 meter = 288 Kg.Hanggoro Tri Cahyo A.90 x 1600 x 90 21810 = Jadi untuk mencapai daya dukung = 21.1 dengan.81 ton. Ditanyakan : Berapa besarnya final set untuk 10 kali pukulan hammer ? Jawab : eh x Wr x h Qijin = S + 0.502 + 288) 1 0. dengan kapasitas dukung minipiles (Qijin) = 21.778 cm 1600 + 288 Wr + (N2 + Wp) x SF 1 x 6 1600 + (0.

Gambar 5. (2) kalendering dan (3) penyambungan segmen tiang. Struktur Pondasi Tiang Pancang . Kendali mutu pelaksanaan pemancangan tiang di lapangan antara lain (1) ketegaklurusan tiang. 38 .2.Hanggoro Tri Cahyo A.

Qijin Wp Wr H eh N SF S = = = = = = = = Kapasitas dukung tiang (ton) Berat tiang pancang yang terakhir dipancang (ton) Berat Hammer (ton) Tinggi Jatuh hammer (m) Faktor Efisiensi = 1.L/2 0-0.Wr.010 0. 39 .0025 Medium Driving p = 70 kg/cm2 0.0025 Hard Driving p = 105 kg/cm2 0.FINAL SET UNTUK PEMANCANGAN PILES DENGAN DIESEL HAMMER Hiley Formula untuk hammer desel eh .004.0025 Very Hard Driving p = 140 kg/cm2 0.006 0.006.008. 2.0 Koefisiensi Restitusi = 0.h Qijin = S + (C1+C2+C3)/2 dengan.L/2 0.003 0.L/2 0.Hanggoro Tri Cahyo A.0025 C1 C2 C3 Struktur Pondasi Tiang Pancang .25 Faktor Keamanan = 3 Final set (m) x W r + Wp Wr + N2.L/2 0.002.Wp x SF 1 Nilai Easy Driving p = 35 kg/cm2 0.013 0.

45 = 141. 452 = 1591 cm2 Keliling tiang (O) = π D = π . A)/3 + (Tf .4 cm TIPS : Untuk perediksi awal. Kedalaman Tanah keras 20 m (qc > 200 kg/cm2 atau N-SPT > 40) qc = 200 kg/cm2 Tf = 1950 kg/cm Qijin = = = = (qc .4)/10 106066 + 27573 133639 kg ( ≈130 ton) = 1300 kN 40 Struktur Pondasi Tiang Pancang . O)/10 Qujung Qfriksi Diameter piles diambil D45 (besarnya dimensi piles tergantung beban kolom dan kemudahan pelaksanaan di lapangan). Mutu beton digunakan K-400 dan tulangan digunakan BJTD39.42 kN. . Luas ujung tiang (A) = ¼ π D2 = ¼ π. Untuk diameter tiang (D) = 45 cm maka.m Desainlah pondasi tiang pancang dengan menggunakan data SPT dan CPT yang berdekatan. Jika tiang yang dibutuhkan dalam satu kolom terlalu banyak.Hanggoro Tri Cahyo A.08 kN. diameter tiang dapat diperbesar. JAWAB : A. O)/10 (200 x 1591)/3 + (1950 x 141. Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan CPT Qijin = (qc .m Momen memutar sumbu y (My) = 5. Aujung)/3 + (Tf . kedalaman tiang disarankan mencapai tanah keras dengan diambil diameter tiang terkecil dari spesifikasi yang ada.PROSEDUR PERHITUNGAN PERENCANAAN STRUKTUR PONDASI TIANG PANCANG Sebuah gedung bertingkat memiliki kolom 60x60 cm dengan pembebanan tetap (beban hidup + beban mati) sebesar : Beban aksial kolom (P) = 2408 kN Momen memutar sumbu x (Mx) = 3.

Struktur Pondasi Tiang Pancang .Hanggoro Tri Cahyo A. 41 .

156 kN ( ≈ 1050 kN) C.588 = 3156. ftotal = 0. 342 = 2672. Prediksi kapasitas dukung tiang jika menggunakan SPT Panjang pile (L) = 20 m.45 = 74666 kN/m2 Nilai maksimum q = 400 . q = 40 . N = 16800 kN/m2 Sehingga diambil q = 16800 kN/m2 Qultimit = Aujung . 42 . 20/0. 42 . Chek terhadap kekuatan bahan tiang pancang Bahan diambil dari spesifikasi Prestressed Spun Concrete Piles ExWIKA Klas-C dengan Qijin bahan = 134.Li 30 40 272 342 kN/m fi = 2 x Ni (kN/m2) ftotal B.5 cm B.1. N = 40 .46 kN Qijin = Qultimit / SF = 3156. Radius pile (R) = 22.9 Ton = 1349 kN Sehingga Kapasitas tiang tunggal (Qijin) diambil 1050 kN (pilih yang terkecil dari Prediksi Qijin CPT.414 .46 / 3 = 1052.B.88 + 483.2. Nilai SPT untuk perhitungan Qfriksi No Lapisan Depth Tebal Li 1 2 3 Tanah Lempung Coklat tua Lempung Hitam Breksi (m) 2–7 7 – 12 12 – 20 (m) 5 5 8 Ni 3 4 17 fi 6 8 34 fi. 16800 + 1.Hanggoro Tri Cahyo A.1591 . Nilai SPT untuk perhitungan Qujung Nilai N-SPT pada kedalaman 20 meter adalah 42 sehingga. q + O . SPT dan kekuatan materialnya) Struktur Pondasi Tiang Pancang . N (L/D) < 400 .

Struktur Pondasi Tiang Pancang . 43 .Hanggoro Tri Cahyo A.

42.2667 + 1.7) = 3.35/2)2 = 1. (1.08.Eg (=1050.6148 kN 605.Hanggoro Tri Cahyo A.08 kN. Jumlah tiang yang dibutuhkan dalam desain Jumlah tiang yang dibutuhkan dalam satu kolom dengan beban : Beban aksial kolom (P) = 2408 kN Momen memutar sumbu x (Mx) = 3..D = 3 x 45 cm = 135 cm Dengan jarak tiang 3.Eg) = 2408 / (1050.675)/1.675)/1. 44 .y/(Σy2) 4.3852 kN 598.7 Jumlah tiang yang dibutuhkan (n) = P/(Qijin. lebih baik jumlah pile dibesarkan dari kebutuhan tiang terhadap beban aksial kolomnya.8225 + 5.1482 kN < Qijin. Struktur Pondasi Tiang Pancang .8815 602.m Jarak tiang diambil 3.8225 m2 4 buah Pile Cap x 4 215 Pile D45 Q1 = = = Q2 = Q3 = Q4 = 2408/4 + 3. Jika Qi menderita tarik (-) maka tiang harus didesain menahan tarik.D.8225 m2 4.m Momen memutar sumbu y (My) = 5.7 = 735 kN) .0.42 kN.D nilai efisiensi tiang kelompok (Eg) = 0.OK! 601.35/2)2 = 1.0.(-0.8518 kN > 0 .x/(Σx2) ± Mx. E.276 buah Jumlah tiang dibulatkan jadi 4 buah. (1. Distribusi beban kolom ke masing-masing tiang Jika telah diketahui jumlah pile yang dibutuhkan adalah 4 buah maka desain pile cap atau poer dapat dipilih dengan susunan : Kolom 60x60 Tie Beam 40 1 135 y 40 2 3 Distribusi beban kolom ke masingmasing tiang dalam pile cap adalah : Qi Σx2 Σy2 n = = = = P/n ± My.(0. tarik tiang.8225 602 – 1. tidak perlu hitung kap. TIPS :jika momen yang terjadi cukup besar.

006.L/2 0.235.013 0.115 ton Wr = Berat Hammer Untuk K-35 Diesel Hammer berat hammer = 3. Segmen tiang untuk total 20 meter adalah 12 + 9 meter.Hanggoro Tri Cahyo A.F.003 0.0025)/2 =0.0 N = Koefisiensi Restitusi = 0.2 meter eh = Faktor Efisiensi = 1.5 ton H = Tinggi Jatuh hammer Tinggi jatuh hammer dilapangan direncanakan 1. 2.006 0.h Qijin = S + (C1+C2+C3)/2 dengan.9/2 + 0.0025 Hard Driving p = 105 kg/cm2 0.9 = 2.0025 Very Hard Driving p = 140 kg/cm2 0.L/2 0.01325 Struktur Pondasi Tiang Pancang . Qijin = Kapasitas dukung tiang (ton) Wp = Berat tiang pancang.Wp x W r + Wp x 1 SF Nilai C1 C2 C3 (C1+C2+C3)/2 = (0. L = 9 m maka beratnya 0. 45 .L/2 0. Hiley Formula untuk hammer desel pada tanah medium driving eh . Untuk D45.002.Wr.008.0025 Wr + N2.004.004.L/2 0-0.010 0.25 SF = Faktor Keamanan = 3 S = Final set Easy Driving p = 35 kg/cm2 0.006 + 0.0025 Medium Driving p = 70 kg/cm2 0. Perhitungan Final Set untuk penghentian pemancangan tiang Tiang direncanakan dipancang dengan mesin diesel hammer K35 (spesifikasi diesel hammer untuk tiap diameter tiang berbeda).

0040 ton m ton m 0. geser satu arah dan geser pons.Hanggoro Tri Cahyo A.250 2.000 0. Beban aksial kolom (P) = 2408 kN.3852 kN Q4 = 598.115 3.200 0. 40 135 40 y 1 2 x 4 3 215 Distribusi beban untuk setiap tiang pancang : Q2 = 605. G. diperlukan data perhitungan : Dimensi kolom 60 cm x 60 cm.PERHITUNGAN FINAL SET Faktor Efisiensi (Eh) : Berat Hammer (Wr) : Tinggi Jatuh (h) : Koef. Struktur Pondasi Tiang Pancang .000 3. Menghitung Tinggi Pile Cap dan Penulangannya Untuk menghitung besarnya momen.8518 kN.500 1. 46 .000 ton 4 cm Final Set (s) untuk 10 x Pukulan = Sehingga final set untuk 10 x pukulan adalah 4 cm.01325 105.6148 kN Q3 = 601.1482 kN. Restitusi (N) : Berat 1 Section (Wp) : Faktor keamanan (SF): Final Set (s) (C1+C2+C3)/2 Pall per pile 1. Q1 = 602.

2 kN Beban per pile ultimate : Qu1 = 1.4 x P = 1.4 x 598. 800 = 5.83 kN Qu4 = 1. Vu pons = Pu = 3371. d 40 135 40 1 ½d b h 2 ½d 4 Bidang Kritis Pons 3 B = 215 cm Kolom 60x60 Chek Terhadap Geser Pons : Besarnya tinggi efektif (d) pile cap dicoba 80 cm.8518 = 838.4. 0.bo. Qu3 = 1.d (MPa = N/mm2) = 0.Hanggoro Tri Cahyo A. Pile D45 47 .4 x 601. 5600 .2 MPa) Mutu tulangan baja fy=390 MPa Untuk menghitung struktur betonnya.2 kN 45° Pile Cap Tulangan As th Keliling bidang kritis geser pons (bo) : bo = 2 (b + d) + 2 (h + d) = 2 (600 + 800) + 2 (600 + 800) = 5600 mm φ Vc pons = 0.0.6148 = 843.111 x 106 N = 5111 kN Vu pons < φ Vc pons ……OK Struktur Pondasi Tiang Pancang . beban perlu dikalikan dengan faktor beban : U=1. √33.4 x 602. Beban kolom ultimate : Pu = 1.6 .3852 = 841.4 x 605.20 kN.33.2 (beb.Mutu bahan yang digunakan : Mutu beton K-400 (f’c=33.66 kN Qu2 = 1.4 x 2408 = 3371.hidup) Namun jika yang diketahui hanya nilai (beban mati + beban hidup) tanpa mengetahui besarnya masing-masing dapat dilakukan pendekatan nilai faktor beban 1.6 (beb.2 .mati) + 1.39 kN.√f’c.6.1482 = 847.33 .

1.6. 1.Chek Terhadap Geser Lentur Pengecekan geser lentur pada kasus ini tidak dilakukan karena untuk d = 80 cm tiang pancang berada di dalam bidang geser yang terbentuk.dia.141 x 107 kg.85 – 0.8244 Mn = Mu/0.5/2 = 101.tul pile cap = 80 + 15 + 5 + 2.17.√f’c .85 f’c > 300 kg/cm2 maka β1 = 0.m = 1.65 Untuk f’c = 332 kg/cm2 maka nilai β1 = 0.d (MPa = N/mm2) Syarat : Vu geser lentur > φ Vc geser lentur Jika belum memenuhi maka perbesar tinggi efektif (d) Perhitungan Tulangan Pile Cap Momen terhadap titik berat kolom : Mu = (Qu1 .0008 (f’c – 300) Jika β1 < 0. φ Vc geser lentur = 0.65 maka β1 = 0. Jika pengecekan akan dilakukan langkah perhitungannya : Vu geser lentur = Total Qu tiang diluar bidang geser yang terbentuk baik untuk arah potongan x-x maupun y-y. 1.35/2) + (Qu2 . Sehingga tebal pile cap (th) = d + 15 cm + selimut beton + ½.35/2) + (847.35/2) = 1141 kN.2 .cm Struktur Pondasi Tiang Pancang .8 = 14262500 kg.66 .25 ≈ 105 cm.0. 1.cm B d f’c f’y = 215 cm = 80 cm = 33.Hanggoro Tri Cahyo A. 48 .B.35/2) = (843.2 MPa = 332 kg/cm2 = 390 MPa = 3900 kg/cm2 Mencari nilai β1 : Jika f’c ≤ 300 kg/cm2 maka β1 = 0.

2. 215 .90625 = 9.585 4. π .52 = 4. f’c 2 14262500 215 .K = Mn = B .03743 = 0. 0. d .03673 F Fmax =1–√1–2K = β1 . Struktur Pondasi Tiang Pancang .495 ≈ 10 D25.15%. d = 0. 802 . 332 = 0.0025 ( nilai ρmin untuk plat) Asmin = ρmin .85 . 80 = 43 cm2 digunakan As > Asmin dipasang diameter tulangan D25 dengan jumlah tulangan : A∅25 = ¼ . 0.d = 25. 0. 332 3900 = 46. 0.585cm2 ρmin = 0.3747 F ≤ Fmax → Tulangan tunggal F > Fmax → Tulangan rangkap Karena kondisi F < Fmax maka digunakan perhitungan untuk tulangan tunggal As = F . 4500 6000 + fy = 0. B .8 cm2 (10D19) . Jumlah tulangan (As) Untuk tulangan atas (As’) = 0. B .Hanggoro Tri Cahyo A. 80 . 215 .85 .B. 49 .85 . f’c fy = 0.90625 cm2 = 46.0025 . d .85 .03743.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->