P. 1
DAUN SIRSAK

DAUN SIRSAK

|Views: 1,088|Likes:
Dipublikasikan oleh aurea_yansiku
daun sirsak powerful
daun sirsak powerful

More info:

Published by: aurea_yansiku on Aug 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2014

pdf

text

original

Nutrasetikal, Wajib bagi Penderita Kanker Alternatif Mon, 25 Aug 2008 13:30:00 WIB Sepanjang hidup, tubuh manusia mengalami

enam sampai sepuluh kali erupsi sel-sel kanker. Masalah muncul bila sistem kekebalan tubuh terganggu, kekebalan melemah, daya tahan tubuh tak mampu mengendalikan mutasi genetik sel kanker. Pengobatan komplementer dan nutrasetikal adalah pendekatan yang lebih aman. Setiap orang memiliki sel kanker. Kanker sendiri merupakan penyakit akibat pertumbuhan sel jaringan tubuh yang tak normal. Menurut Dr. Paulus Wahyudi Halim, Sp.B, bila daya tahan lemah, tubuh kehilangan kemampuan membunuh sel kanker. Akibatnya, tubuh tak dapat mengendalikan pertumbuhan sel kanker. Lewat aliran darah dan getah bening, sel kanker leluasa menyebar ke jaringan sekitar dan organ lain. Kanker bukan penyakit ringan. Langkah awal pengobatan adalah dengan deteksi secara benar apakah gejala yang timbul, seperti benjolan pada tubuh, benar-benar sel kanker ganas. Umumnya deteksi ini dilakukan dengan biopsi, sehingga pengobatan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, dengan terapi pengobatan konvensional. Contohnya, pembedahan dengan membuang jaringan yang terserang sel-sel ganas, ditambah radioterapi dan kemoterapi untuk mematikan sel kanker. Ada kalanya terapi di atas masih ditambah terapi hormon, yang bertujuan mengatur keseimbangan hormon. Menurut Dr. Paulus, pengobatan kanker bisa dibarengi dengan terapi komplementer atau terapi pendamping berupa pemberian nutrisi. "Terapi nutrisi maksudnya dengan memperhatikan ekobiosistem tubuh. Terapi ini dilakukan dengan tidak memunculkan lingkungan dalam tubuh yang mendukung sel kanker untuk hidup dan berkembang biak," kata pria yang sudah belasan tahun meninggalkan bedah dan beralih sepenuhnya ke komplementer itu. Nutrasetikal "Cara efektif melawan kanker adalah jangan memberi sel kanker makanan yang disukainya. Penderita kanker wajib mengonsumsi makanan yang berfungsi sebagai obat atau bersifat nutrasetikal," ucapnya.

Nutrasetikal adalah bahan yang memberikan manfaat medis, termasuk mencegah atau mengobati penyakit. Nutrasetikal terdiri atas herbal, suplemen, dan minuman nutrasetikal. Herbal dapat berbentuk bumbu dapur, sayuran, dan buah-buahan. Suplemen berupa vitamin dan mineral. Minuman nutrasetikal meliputi air jahe, kunyit asam, beras kencur, air kacang hijau, susu kedelai, agar-agar, atau gula aren. Bila ingin mengonsumsi gula, sebaiknya pilih madu, gula aren, atau gula kelapa. Hindari pemanis buatan. Hindari pula susu sapi dan hasil olahannya karena susu sapi membuat tubuh memproduksi mucous, makanan bagi kanker. Sebagai penggantinya, konsumsi susu kedelai tanpa pemanis. Menurut Dr. Paulus, sel kanker senang dengan lingkungan asam. Daging misalnya, adalah bahan pangan yang bersifat asam. Daging mengandung residu antibiotik, hormon pertumbuhan, dan parasit. "Penderita kanker sebaiknya diet vegetarian. Hindari konsumsi lemak tinggi dan imbangi dengan makanan berserat tinggi. Jangan pula mengonsumsi makanan dalam kaleng atau yang mengandung bahan pengawet. Hindari konsumsi garam meja yang mengandung pemutih dan bahan kimia, sebaiknya konsumsi garam kasar," imbuhnya. Hal lain yang perlu dihindari, tambah konsultan Medical Radiaesthesi ini, adalah makanan yang telah direkayasa, seperti kedelai dan jagung transgenik, serta sayuran yang mengandung residu logam berat, pestisida, atau herbisida. Hindari juga makanan seperti jengkol, emping, melinjo, durian, buah bergetah seperti cempedak, nangka, sawo, duku, langsat, makanan yang dipanaskan dengan microwave, makanan yang dibekukan, dan makanan yang dipanaskan dengan suhu tinggi. Sebaiknya, setiap hari konsumsi 80 persen sayuran segar, biji-bijian, sereal, dan buah-buahan. Kacang-kacangan juga diperlukan, tetapi yang sudah dimasak. Kacang-kacangan memiliki antinutrisi, tetapi bila telah dimasak sifat negatifnya akan hilang. "Selain itu, hindari cabai dan santan yang kental," ujar mantan direktur Rumah Sakit Kusta Sintanala, Tangerang ini. Soal minuman, Dr. Paulus melarang semua yang mengandung kafein tinggi, seperti kopi, teh, cokelat, alkohol, dan soft drink. Ia menyarankan minum teh hijau karena mengandung zat antikanker. Peran herbal Untuk mendapatkan nutrasetikal dalam bentuk tanaman obat, Indonesia tak akan mengalami kesulitan. Negara kita merupakan sumber tanaman obat terbesar kedua di dunia setelah Brasil. Saat ini, diketahui terdapat sekitar 40 jenis tanaman obat asli Indonesia yang dipercaya mempunyai efek antikanker. Sayang sekali bila tak dimanfaatkan secara optimal. Di samping itu, masih banyak bahan nutrisi herbal yang tumbuh liar di belantara Indonesia. Keanekaragaman hayati tersebut, dijelaskan oleh Dr. Paulus, bisa menjadi sumber simplisia, yakni bahan alami yang telah dikeringkan dan belum mengalami pengolahan

apa pun, selanjutnya digunakan sebagai obat karena berkhasiat penyembuhan. Dalam praktik pengobatan kanker, tanaman obat yang kerap digunakan Dr. Paulus di antaranya beberapa jenis benalu, buah merah, daun dewa, keladi tikus, sambiloto, dan lingzhi. Lingzhi, katanya, bila dikonsumsi secara teratur dapat merangsang produksi interferon serta interleukin I dan II. "Interferon dan interleukin yang secara alamiah diproduksi tubuh bermanfaat sebagai antikanker. Produksinya kian meningkat jika seseorang rutin mengonsumsi lingzhi," ungkap dokter lulusan Universita' Degli Studi Padova, Italia ini. Secara tidak langsung lingzhi yang mengandung polisakarida 1,3-D-glukan dan beta-1,6-D-glukan juga bersifat antitumor yang kuat. Polisakarida juga dapat memperkuat makrofag, sel-sel kekebalan tubuh yang penting untuk melawan bakteri, virus, dan cendawan. Dalam sebuah riset, Cao QZ membuktikan ekstrak lingzhi bersifat antitumor. Cao menginduksi sel tumor sarkoma 180 pada mencit. Ia memberikan dosis berbeda untuk setiap kelompok percobaan, yakni 50, 100, dan 200 mg per kilogram bobot tubuh mencit. Persentase penghambatan masing-masing adalah 35,2; 45,2; dan 61,6 persen. Sambiloto juga bisa meracuni sel-sel kanker. Dalam tanaman itu diketahui terdapat senyawa saponin, flavonoid, tannin, andrografolida, deoksi-andrografolida, neo-andrografolida, keton, aldehida, adrografin, panikolina, dan beberapa mineral. Senyawa-senyawa tersebut diyakini mampu membunuh sel-sel kanker. Meski berbagai herbal bermanfaat sebagai obat, Dr. Paulus mengingatkan agar pemakaiannya harus alami. Bahannya pun harus mempertahankan sifat genetik alias bukan hasil rekayasa genetik. "Khasiatnya hilang bila telah mengalami iradiasi bahan genetika yang telah diubah dengan cara tidak alami dari sifat tanaman tersebut," ujarnya. Karena itu, membudidayakannya harus menggunakan prinsip-prinsip pertanian organik seutuhnya, yang bebas logam berat, pestisida, serta herbasida. Dr. Paulus juga mengingatkan, karena metabolisme tubuh masing-masing orang berbeda, ramuan tanaman obat pada setiap penderita juga tak sama. Keuntungan pasti memanfaatkan tanaman obat adalah tidak bersifat toksik, sehingga lebih aman bagi tubuh penderita kanker. Sayangnya, saat ini belum ada standar mutu bahan baku dan belum ada yang melakukan double line clinical trial (uji klinis) tentang efek tanaman obat secara menyeluruh. Alamat Praktek Jl. Suplir Blok F1/13 Sektor 1.5 Bumi Serpong Damai Tangerang Telp. 5380639
Praktek Senin, Rabu, Jumat.

Khasiat daun sirsak telah terbukti
Posted on May 13, 2011 Awal tahun 90-an ditemukan sebuah ‗jamu herbal‘ dari suku-suku di Amazon yang dapat menyembuhkan beberapa penyakit termasuk kanker. Setelah dilakukan penelitian oleh para ahli farmasi, ternyata ramuan tersebut berasal dari daun sirsak. Daun sirsak mengandung zat anti-kanker yang disebut Annonaceous Acetogenin, dapat membunuh sel-sel kanker tanpa mengganggu sel-sel sehat dalam tubuh manusia. Industri farmasi tersebut mencoba mematenkan temuan ini, namun gagal karena bahan aktifnya murni berasal dari tumbuhan di alam yaitu tanaman sirsak, artinya milik masyarakat umum. Ironisnya, hasil penelitian ini kemudian ‗dikubur‘, karena dikhawatirkan dapat merugikan industri kemoterapi yang saat itu merupakan alternatif terbaik dalam mengatasi penyakit kanker. Akibatnya sebuah obat anti-kanker yang sangat potensial dan murah menghilang untuk beberapa tahun sampai pada awal tahun 2000-an, salah seorang anggota tim peneliti farmasi tersebut membocorkan rahasia tersebut untuk membantu keluarga yang terserang kanker. Anggota famili tersebut sembuh dan menjadi bahan pembicaraan dokter-dokter yang merawatnya. Info ini kemudian tersebar luas dan diteliti ulang oleh para ahli farmasi/ kedokteran dari Korea dan Jepang. Hasilnya menakjubkan! Kini delapan jenis kanker sudah dapat diobati dengan daun sirsak ini. Ternyata obat kanker yg murah dan mujarab tersedia secara murah di sekitar kita dan ironisnya tidak banyak orang yang tahu. Masalahnya adalah pengobatan daun sirsak ini belum tuntas diteliti secara ilmiah, sehingga banyak orang farmasi/ kedokteran yang belum mengakui khasiatnya. Tetapi akhir-akhir ini menurut majalah trubus beberapa dokter telah memanfaatkan daun sirsak bagi pasien kanker-nya seperti : dr. Zainal Gani di Malang, Jawa Timur telah menyarankan pasiennya yang menderita kanker prostat untuk mengkonsumsi hasil rebusan daun sirsak. Karena tak mau repot sang pasien meminta kapsul ekstrak daun sirsak dan mengkonsumsinya 3 kali sehari. Dalam dua bulan kemudian gangguan yang dideritanya lenyap. dr. Setiawan Dalimartha di Jakarta, dokter ―meresepkan‖ daun sirsak kepada pasiennya yang menderita kanker nasofaring, bagian hulu tenggorokan yang berhubungan dengan hidung, stadium lanjut. Dari 20 lembar daun dalam 3 gelas air direbus hingga menjadi segelas, diminum sekali sehari. Sebulan kemudian tampak terjadi perbaikan kondisi tubuh dan tumor lenyap tidak teraba. dr. Paulus Wahyudi Halim di Serpong-Banten, beliau memberikan kombinasi herbal daun sirsaksambiloto-temulawak dalam kapsul, kepada pasiennya, seorang ibu 45 tahun, pengidap kanker payudara. Kondisi pasien memburuk bahkan setelah menjalani perawatan kemoterapi di Singapura. Setelah menjalani pengobatan herbal tersebut secara rutin, kondisinya membaik dan setelah sang pasien memeriksakan diri ke pusat kanker di Singapura, dilaporkan kanker lenyap tak berbekas. dr. Hardhi Pranata menyarankan rebusan daun sirsak kepada pasiennya yang mengidap kanker payudara stadium 2. Kondisi pasien dievaluasi terus membaik. dr. Erna Cipta Fahmi di Ciputat Tangerang Banten meresepkan sirsak untuk pasien kista dan penyakit-penyakit yang berhubungan dengan masalah ginjal.

Penyembuhan 19 jenis kanker dengan daun sirsak
sebagaimana pernah saya turunkan di artikel berjudul ―Agro topik: Lawan kanker, daun sirsak vs kemoterapi (ribuan kali lebih kuat)―. Kali ini adalah cerita tentang keberhasilan penggunaan tanaman itu sebagaimana diresepkan oleh dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir kepada para pasien 19 jenis kanker sejak 9 tahun lalu. Dia meresepkan daun sirsak untuk pengobatan kanker ini. ―Kondisi mereka membaik,‖ kata dokter ahli bedah dan kanker alumnus Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu. Penyakit maut itu memberi isyarat dengan sederhana, sekujur tubuh sering sakit dan pegal. ―Bila capai sedikit gampang masuk angin dan sakit perut,‖ kata Rustiani. Namun, makin hari kondisi Rustiani kian parah. ―Seluruh badan terasa sakit seperti ada binatang yang mengoyakngoyak,‖ kata perempuan 42 tahun itu. Tak tahan lagi menanggung siksa itu, Rustiani memeriksakan diri ke dokter di sebuah rumahsakit di Bandung, Jawa Barat. Ia menjalani rangkaian pemeriksaan seperti CT Scan (Computer Tomography), endoskopi, dan kolonoskopi. Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, dokter mendiagnosis Rustiani menderita kanker usus. Di ususnya terdapat massa sepanjang 7 – 10 cm. Ia tak mampu membendung air mata. ―Saya tak pernah membayangkan menderita kanker usus. Padahal, saya termasuk apik dalam hal makanan. Tidak pernah menggunakan penyedap rasa dalam masakan, tidak makan yang pedas-pedas, tidak sering mengonsumsi daging, dan tidak pernah minum alkohol,‖ kata Rustiani. Daun sirsak Untuk mengatasi penyakit maut itu, dokter menyarankan Rustiani untuk menjalani operasi bedah. Selain itu, ia juga harus menjalani 6 kali kemoterapi karena sel kanker menyebar ke hati. Namun, ia batal menjalani kemoterapi karena keterbatasan dana. ―Biaya sekali kemoterapi Rp11-juta. Saya harus menjalani 6 kali sehingga total biaya Rp66-juta hanya untuk obat saja, belum termasuk biaya rumahsakit dan dokter,‖ kata Rustiani. Di tengah kegalauan itu, ia teringat surat elektronik tentang sirsak. Setelah membaca detail dan berselancar, jadilah Rustiani mengonsumsi rebusan daun sirsak mulai 17 Agustus 2010. Ia merebus 10 daun sirsak dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Hasil rebusan itu ia minum dua kali pada pagi dan sore. Sepekan mengonsumsi, Rustiani mulai merasakan perubahan. ―Ngilu di bagian bawah perut yang sering terasa jadi hilang. Selain itu, perut kembung pascaoperasi juga kembali normal dan menjadi enak makan,‖ kata Rustiani. Menurut ahli terapi kolon, dr Oetjoeng Handajanto, gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi daging berlebihan memang penyebab dominan kanker usus. Pilihan makanan secara langsung mempengaruhi perkembangan kanker usus besar. ―Usus besar selalu dilewati oleh bahanbahan karsinogenik yang masuk ke tubuh,‖ kata dokter alumnus Fakultas Kedokteran Universitat Bochum, Jerman, itu. Sel-sel usus besar yang terpapar zat-zat kimia dari makanan, polusi, dan racun-racun dari sampah makanan akan memicu munculnya sel abnormal atau polip. Menurut dr Aru W Sudoyo SpPD dari Divisi Hematologi dan Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) penyebab kanker kolon beragam. ―Namun, makanan merupakan faktor paling penting dalam proses terjadinya kanker kolon. Makanan tinggi lemak, terutama hewani, merupakan faktor risiko kanker usus,‖ kata dr Aru. Penelitian terbaru menunjukkan perokok jangka panjang atau 30 – 40 tahun, berisiko 1,5 – 3 kali lebih besar terkena kanker kolon. Diperkirakan satu dari lima kasus kanker usus besar di Amerika Serikat karena merokok.

Di Indonesia jumlah kasus kanker kolon pada usia muda lebih banyak daripada di negara maju. ―Di negara maju kasus kanker kolon pada usia muda hanya 3%, sedangkan di Indonesia mencapai 30%,‖ kata dokter spesialis penyakit dalam itu. Lebih dari 30% pasien kanker kolon di tanahair berusia di bawah 40 tahun. Penyebab besarnya angka itu belum diketahui. Namun, diduga kuat akibat infeksi seperti diare, serta dipicu gaya hidup tidak sehat. Resep dokter Kasus yang menimpa Andi Emanto lain lagi. Bagi dia berkemih saat paling menyiksa. Urine menetes perlahan, interval panjang, dan rasa nyeri. Celakanya, setiap malam ia terbangun 4 – 5 kali untuk berkemih. Semula ia menduga anyang-anyangan, tetapi 2 bulan kemudian gangguan itu tak kunjung berakhir. Andi Emanto tak tahan lagi menanggung siksa itu. Ia bergegas memeriksakan diri di sebuah rumahsakit di Surabaya, Jawa Timur. Andi menjalani ultrasonografi, biopsi atau pengambilan sampel jaringan, dan tes darah. Dokter mendiagnosis Andi Emanto positif mengidap kanker prostat. Nilai PSA (prostate specific antigen atau indikator kanker prostat) Andi mencapai 40; angka PSA normal, 10. Dokter mengatakan kanker prostat itu termasuk grade II. Untuk mengatasi sumbatan itu, dokter hanya mengerok jaringan prostat. Harap mafhum, Andi Emanto mengalami hiperplasia alias pembengkakan prostat. Ketika organ itu membengkak atau hiperplasia, menekan uretra sehingga urine sulit keluar dan menumpuk di kantong kemih. Menurut ahli urologi, dr Ahmad Bi Utomo SpU di Surakarta, Jawa Tengah, pengerokan adalah mengambil sebagian prostat untuk melancarkan jalan urine. Usai pengerokan pria 74 tahun itu memang lancar berkemih. Namun, beberapa bulan kemudian, gangguan seperti di atas muncul lagi. Pada Oktober 2010, Andi menemui dr Zainal Gani di Malang, Jawa Timur. Ketika itulah Zainal Gani meresepkan daun sirsak. Konsultan pengembangan burung walet itu mengonsumsi hasil rebusan 7 daun sirsak dalam 3 gelas air. Setelah mendidih dan tersisa satu gelas, ia meminumnya 3 kali sehari. Karena menganggap repot, ia minta kapsul ektrak daun sirsak kepada dr Zainal Gani. Maka sebulan berselang, ia rutin mengonsumsi 3 kapsul 3 kali sehari. Bersamaan dengan itu ia juga menjalani hidup sehat seperti meninggalkan konsumsi daging sapi, kambing, dan ayam. Sejak dua bulan rutin mengonsumsi daun sirsak, ia lancar berkemih dan tanpa rasa nyeri. Sayang, ia belum memeriksakan diri ke dokter. Tertarik acetogenins Saat ini memang kian banyak dokter yang meresepkan atau sekadar menganjurkan daun sirsak kepada para pasien beragam kanker. Zainal Gani yang menangani Andi Emanto, salah satu di antaranya. Dokter alumnus Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu meresepkan daun sirsak sejak Agustus 2010 setelah memperoleh informasi hasil riset di mancanegara. Informasi itu berupa senyawa aktif acetogenins dalam daun sirsak yang sangat manjur dan selektif mengatasi target sasaran. Acetogenins hanya menyerang sel kanker dengan menghambat produksi adenosina trifosfat (ATP) sebagai sumber energi. Dampaknya mitosis atau pembelahan sel kanker, pun terhambat. Sel kanker membelah sangat cepat, yakni setiap 2 – 5 jam; sel normal, 7 – 14 hari. Pembelahan cepat keruan saja memerlukan energi besar dari ATP. Jika pasokan energi berkurang akibat ATP terhambat, maka aktivitas sel kanker melamban, dan terjadi apoptosis alias program bunuh diri sel. Tamat sudah riwayat sel kanker.

Zainal Gani mengutip hasil riset peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin yang bekerja sama dengan peneliti dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD (baca Daun Sirsak vs Kemoterapi Trubus Januari 2011). Itulah sebabnya ketika Andi berkonsultasi mengenai kanker prostat yang ia idap, dr Zainal Gani meresepkan daun sirsak. Untuk memudahkan pasien, dokter kelahiran Banyuwangi 10 November 1946 itu mengekstrasi daun sirsak. Kebetulan di halaman belakang rumahnya yang jembar, ia menanam sirsak. Umur 10 tahun, pohon sirsak itu tumbuh setinggi atap. Dari pohon itulah Gani membikin rata-rata 500 kapsul per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasien. Dokter yang meresepkan herbal sejak krisis moneter pada 1998 itu biasanya mengombinasikan daun sirsak dengan herbal lain. Kanker vs mukjizat? Walau memberikan simplisia daun sirsak kepada para pasien, tetapi dr Setiawan Dalimartha lebih senang disebut menganjurkan daripada meresepkan. ―Kalau meresepkan itu hanya untuk obat keras yang dibeli di apotek,‖ kata dokter yang menjadi Sekretaris Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) Provinsi Jakarta itu. Setiawan ―meresepkan‖ daun sirsak hanya kepada pasien kanker dari berbagai kota seperti Jakarta, Medan, dan Surabaya. ―Pasien umumnya datang pada stadium lanjut. Bahkan, setelah dokter menyatakan sebaiknya dirawat di rumah saja (kondisi pasien sangat parah, red),‖ kata dokter alumnus Universitas Tarumanagara itu. Sedangkan yang datang pada stadium dini pada umumnya pasien kanker payudara dan kanker paru. Salah seorang pasien, sebut saja Rengganis, datang dengan kondisi mengenaskan. Ia mengidap kanker nasofaring atau bagian hulu kerongkongan yang berhubungan dengan hidung. Celakanya sel kanker menyebar ke otak dan merusak os maxillaris sinistra alias tulang pipi kiri sebagaimana hasil pencitraan resonansi magnetik (MRI magnetic resonance imaging) dan foto tengkorak. Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur itu memberikan beberapa herbal, termasuk daun sirsak. Rengganis merebus 20 daun sirsak dalam 3 gelas air hingga mendididh dan tersisa 1 gelas. Ia mengonsumsi segelas rebusan daun sirsak setiap pagi. ―Ternyata responnya positif. Ada perbaikan kondisi tubuh, tumor tidak teraba lagi setelah mengonsumsi ramuan dan rebusan daun sirsak selama sebulan,‖ kata Setiawan. Menurut Setiawan, ―Ini salah satu kasus yang mengejutkan, karena kasus itu adalah kanker stadium lanjut yang umumnya sudah tidak respons dengan pengobatan. Untuk kasus-kasus seperti itu, dalam benak saya hanya ada satu jawaban, dia mendapat mukjizat dari Tuhan.‖ Dokter kelahiran 25 Agustus 1950 itu mengatakan senyawa dalam daun sirsak menyebabkan matinya sel kanker atau apoptosis. Senyawa alkaloid itu juga menghentikan atau memutus aliran darah ke sel kanker. Dampaknya sel kanker tidak mendapat pasokan makanan sehingga akhirnya pertumbuhan terhenti. 19 Kanker Dokter lain yang meresepkan daun Annona muricata kepada para pasien adalah dr Paulus Wahyudi Halim Med Chir di Serpong, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten. Menurut alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Degli Studi Padova, Italia, itu daya tembus senyawa aktif dalam daun sirsak ke sel kanker sangat kuat. Selain itu daun sirsak juga mampu melokalisir sel kanker. Ia meresepkan ekstraksi daun sirsak dalam kapsul kepada para pasien kanker sejak 2002.

Total ada 19 jenis penyakit kanker yang pasiennya ia resepkan daun sirsak seperti kanker payudara, kanker usus, dan paru-paru. Harap mafhum, ―Semua bagian tubuh manusia berpotensi terserang kanker, kecuali rambut dan kuku,‖ kata ahli kanker yang mendalami pengob atan tradisonal, dr Willie Japaries MARS. Pasien dr Paulus, dokter ahli bedah dan ahli lepra, 80% memang pasien kanker yang datang dari berbagai kota. Mantan direktur Rumahsakit Sitanala, Kabupaten Tangerang, Banten, itu senantiasa meresepkan daun sirsak secara majemuk. ―Tak ada peluru ajaib untuk menembak kanker. Tanaman obat harus campuran sehingga sinergis dan hasil maksimal. Sinergisme juga menetralisir efek samping,‖ kata Paulus. Menurut Paulus herbal pendamping itu sangat individual sehingga tak dapat digeneralisir. Dokter yang 8 tahun bertugas di Uganda dan Etiopia itu mencontohkan jika ginjal pasien kanker bermasalah, maka ia menambahkan kejibeling Strobilanthes crispus atau kumis kucing Orthosiphon aristatus. Paulus mengatakan peran daun sirsak dan herbal lain itu hanya 40%. Selebihnya andil banyak faktor seperti sikap, gaya hidup, dan kondisi kejiwaan. ―Penyerapan obat di usus lebih baik, jika (pasien) tak stres,‖ kata Paulus. Lihatlah kondisi Diana Darmawan yang mengidap kanker payudara ganas stadium 2C. Bobot tubuh perempuan 45 tahun itu anjlok, perut terasa panas, muntah terus-menerus, rambut, alis, dan bulu mata rontok tidak bersisa. Kulit yang semula putih bersih berubah warna menjadi ungu keabuabuan. Itu akibat kemoterapi di Pusat Kanker Nasional Singapura. Sepekan kemudian ia menemui dr Paulus. Meski kondisi memburuk, tetapi Diana optimis setelah memperoleh dukungan dari keluarga. Itu membantu mempercepat pemulihan. Untuk memulihkan kondisi tubuh, ibu 3 anak itu mengonsumsi kombinasi herbal, daun sirsak, sambiloto, dan temulawak resep dari dr Paulus. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari masing-masing sebuah kapsul. Tiga bulan kemudian, kondisi kian membaik dengan indikasi hilangnya keluhankeluhan itu. Kulit Diana juga kembali bersih. Akhir Januari 2011, ia kembali memeriksakan diri di Pusat Kanker Nasional Singapura. Hasilnya, sel kanker tak terdeteksi di tubuh Diana. Menurut dr Paulus, pascakemoterapi 20% sel kanker masih tersisa. Lebih luas Dokter kepresidenan, dr Hardhi Pranata SpS MARS, turut menganjurkan daun sirsak, terutama kepada pasien kanker usus besar, kanker paruparu, kankier prostat, dan kanker payudara. Selain itu Ketua Umum Himpunan Dokter Herbal Medik Indonesia itu juga menganjurkan pemanfaatan daun sirsak kepada pasien penyakit saraf. Menurut Hardhi, daun sirsak bersifat menenangkan. Seorang pasiennya mengidap kanker payudara studium 2, kondisinya terus membaik setelah rutin mengonsumsi rebusan daun sirsak. ―Acetogenins dalam daun sirsak mengendalikan mitokondria yang overacting. Bila mitokondria normal, maka pertumbuhan sel kanker dapat terkendali,‖ kata alumnus Universitas Indonesia itu. Hardhi menganjurkan pasien itu untuk menjalani kemoterapi. Kondisinya baik, rambut tak rontok. Bahkan nafsu makan meningkat sehingga bobot tubuh bertambah. ―Di sanalah tanaman herbal bekerja menjaga dan memulihkan tubuh,‖ kata Hardhi. Dokter dan herbalis di Ciputat, Kotamadya Tangerang Selatan, Kotamadya Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Erna Cipta Fahmi, juga meresepkan sirsak untuk para pasien, tetapi lebih banyak buah daripada daun. Selain kepada pasien kista, dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu juga meresepkan buah sirsak untuk mengatasi penyakit yang berhubungan dengan ginjal seperti asam urat dan hipertensi.

Dr Prapti Utami juga menganjurkan daun sirsak untuk mengatasi kanker. Kepada para pasien, pemilik Klinik Evergreen itu hanya menjelaskan cara mengolah, dosis dan frekuensi konsumsi daun sirsak. Pasienlah yang mesti mencari daun sirsak segar karena relatif mudah. Sayang, Prapti belum memantau kondisi para pasien pascakonsumsi daun sirsak. Dokter dan herbalis di Yogyakarta, dr Sidi Aritjahja belum meresepkan daun sirsak kepada para pasien. Sebab, pasokan bahan baku masih terbatas. Meski demikian ia tertarik meresepkan karena daun sirsak memiliki kelebihan ketimbang herbal untuk kanker lainnya. Sidi membandingkan dengan kunir putih Curcuma zedoaria yang juga berkhasiat antikanker. Tanaman anggota famili Zingiberaceae itu mengandung protein yang hanya efektif untuk menghambat mitosis sel kanker dari kelenjar. Beberapa contoh kanker kelenjar adalah kanker prostat dan adenokarsinoma alias pankreas. Bagaimana dengan daun sirsak? Alumnus Fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada itu mengatakan bahwa cakupan khasiat daun sirsak lebih luas daripada kunir putih. Selain mujarab mengatasi sel kanker dari kelenjar, daun sirsak juga tokcer mengendalikan kanker yang berasal dari sel jaringan ikat. Contohnya antara lain fibroadenokarsinoma pada kanker payudara dan kanker rahim.

Kombinasikan Khasiat Daun Sirsak untuk Kanker!
Saat ini, beredar begitu banyak obat herbal yang dianggap memiliki khasiat anti-kanker. Hal tersebut mungkin membuat Anda bertanya-tanya herbal mana yang paling ampuh untuk membantu orang-orang tercinta Anda menang dalam pertempuran melawan kanker. Sehubungan dengan penggunaan obat herbal, ada beberapa orang yang memilih mengkombinasikan penggunaan herbal dengan obat medis. Tetapi ada pula yang merasa cemas mencoba pengobatan medis seperti operasi dan kemoterapi sehingga memutuskan hanya menggunakan obat-obatan alami berupa herbal. Sebelum memutuskan mana yang terbaik bagi Anda dan keluarga Anda, penting untuk mengetahui cara kerja obat herbal pilihan Anda. Herbal dapat memerangi kanker secara langsung dan juga baik digunakan sebagai komplementer (pelengkap) pengobatan konvensional. Herbal dapat meningkatkan kekebalan, mengurangi efek samping atau komplikasi penyakit dan pengobatannya serta meningkatkan kualitas hidup. Secara spesifik, ada 2 herbal yang belakangan ini begitu banyak dicari oleh orang-orang yang mencari alternatif pengobatan kanker karena dikabarkan ampuh untuk melawan berbagai jenis kanker. Ulasan berikut ini dapat membantu Anda mendapatkan pencerahan untuk memahami 2 herbal yang paling banyak dicari orang saat ini untuk menumpas kanker—Sarang Semut dan Daun Sirsak.

Khasiat Daun Sirsak dan Sarang Semut
Dokter sekaligus herbalis dr. Paulus Wahyudi Halim menyatakan pendapatnya di majalah Trubus sehubungan dengan pengobatan kanker, "Tak ada peluru ajaib untuk menembak kanker.

Tanaman obat harus campuran sehingga sinergis dan hasilnya maksimal. Sinergisme juga menetralisir efek samping." Dari kutipan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengobatan secara alternatif akan lebih efektif jika mengonsumsi herbal yang sinergis sehingga saling melengkapi dalam membantu pengobatan. Sarang Semut dan Daun Sirsak sangat bagus jika digunakan secara bersamaan untuk saling melengkapi dalam membantu pengobatan kanker. Cara kerja kedua herbal yang sinergis ini dapat membantu efektifitas pengobatan yang Anda atau keluarga Anda jalani. Berikut ini paparan mengenai bagaimana khasiat Sarang Semut dan khasiat Daun Sirsak bekerja sama dalam melawan kanker. Sejak tahun 2006 herbal Sarang Semut sudah digunakan oleh ribuan orang untuk membantu pengobatan berbagai jenis kanker, dan khasiatnya sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, baik sebagai herbal tunggal maupun pelengkap. Rata-rata mereka yang menggunakan herbal ini merasakan perbaikan-perbaikan yang signifikan dalam waktu satu sampai dua bulan penggunaan saja. Jenis Sarang Semut yang sering dipakai sebagai obat tradisional adalah: Hydnophytum Formicarum Myrmecodia tuberosa, Myrmecodia Pendans (semut genus Ochetellus). Di Indonesia hanya kapsul ekstrak kering atau campuran ekstrak kental dengan bahan pengering yang diizinkan POM untuk dijual. Kapsul bubuk kering tanpa proses ekstraksi berbahaya lantaran senyawa-senyawa aktif di dalam kapsul tidak dengan serta merta terlepas di lambung atau usus sehingga ada ampas yang menyebabkan hati dan ginjal bekerja ekstra keras untuk detoksifikasi. Penggunaan dalam waktu lama dapat mengakibatkan kerusakan pada hati dan ginjal. Kalau sudah diekstrak, senyawa aktifnya mudah terlepas dan diserap usus sehingga aman bagi hati dan ginjal. Sarang Semut kaya antioksidan kuat seperti tokoferol, flavonoid dan tanin. Sarang Semut bekerja dengan memerangi radikal bebas yang memicu kanker sehingga mencegah sel-sel kanker berkembang dengan pesat. Anti oksidan bersifat imunomodulator yaitu menguatkan sel-sel yang sehat untuk menghadang kanker. Mekanisme yang sudah berhasil diungkap adalah sitotoksik (penghambatan siklus pembelahan sel) dan induksi apoptosis (merangsang proses bunuh diri sel kanker). Senyawa aktif yang sudah berhasil diidentifikasi antara lain adalah flavonoid glikosida, tanin, stigmasterol, dan inhibitor histone deacetylase (HDAC). Senyawa-senyawa itu memang dikenal luas sebagai golongan senyawa antikanker. Diduga kuat flavonoid glikosida dan stigmasterol berperan dalam mekanisme sitotoksik sedangkan tanin lebih mengarah ke induksi apoptosis. Sarang Semut juga menghambat enzim xantin oksidase sehingga tak terjadi radikal bebas. Enzim lain yang dapat dihambat agar tidak kelebihan produksi antaran lain dismutase, glutation dan reduktase. Dismutase berlebih misalnya menyebabkan organ hati gagal mendetoksifikasi racun. Dampaknya hati terserang lever atau kanker hati. Sebagai herbal pelengkap Sarang Semut, dilaporkan khasiat daun Sirsak bersifat kemoterapi tetapi dengan kekuatan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan kemoterapi konvensional. Menurut

dr. Sidi Aritjahja, dokter yang juga herbalis di Yogyakarta, sebaiknya daun sirsak untuk kanker diresepkan bukan dalam bentuk tunggal. Daun sirsak bersifat asam. Jika diberikan kepada pasien kanker yang kondisi tubuhnya sedang lemah, dikhawatirkan dapat merusak dan memperparah kondisi lambung karena keasamannya meningkat. Bagus jika dipadukan dengan herbal yang dapat melindungi dinding lambung dari keasaman tinggi. Dalam hal ini Sarang Semut berperan besar dalam melindungi lambung dari keasaman daun Sirsak. Khasiat Daun Sirsak melawan kanker dikarenakan senyawa aktifnya yaitu acetogenins. Acetogenins hanya menyerang sel kanker dengan menghambat ATP (adenonsina trifosfat) yang memberi energi pada sel kanker. Dampaknya mitosis atau pembelahan sel kanker terhambat. Sel kanker membelah sangat cepat yakni setiap 2-5 jam, sedangkan sel normal 7-14 hari. Pembelahan cepat memerlukan energi besar dari ATP. Jika pasokan energi berkurang akibat ATP terhambat, maka aktivitas sel kanker melamban dan terjadi apoptosis alias program bunuh diri sel. Actogenins dalam daun sirsak mengendalikan mitokondria yang overacting. Bila mitokondria normal, maka pertumbuhan sel kanker dapat terkendali.

Padukan Khasiat Daun Sirsak dengan Sarang Semut
Dari paparan di atas, khasiat Sarang Semut dan khasiat Daun Sirsak jika digunakan secara sinergis akan memiliki kekuatan yang sangat besar dalam menggempur sel-sel kanker dan mencegahnya untuk tumbuh kembali. Para pengguna daun sirsak melaporkan merasa panas di seluruh tubuh selama beberapa hari pertama menggunakan herbal tersebut. Sarang Semut dapat mengurangi efek samping tersebut. Mereka yang mengonsumsi Sarang Semut melaporkan mengalami efek-efek positif seperti mengurang rasa lelah, menambah kebugaran, meningkatkan nafsu makan, mengurangi komplikasi terhadap organ lain dan membuat tidur lebih nyenyak karena radang dan demam terkendali. Obat herbal sifatnya individual. Jadi efek dan khasiat yang dirasakan berbeda-beda dari orang yang satu dengan yang lainnya. Setelah memilih herbal yang paling tepat, konsumsilah teratur dan konsisten. Jangan berharap kesembuhan dalam hitungan hari. Walau ada testimoni spektakuler yang sembuh hanya dalam beberapa hari. Khasiat satu herbal belum tentu berlaku sama bagi setiap orang. Dalam penyembuhan, herbal memperbaiki sistem metabolisme tubuh secara keseluruhan. Dampaknya memerlukan waktu lebih lama dibandingkan dengan obat-obatan konvensional. Oleh karena itu jangan berganti-ganti herbal secara cepat. Perkembangan penyakit perlu dimonitor terus dalam 1-3 bulan. Bila tidak ada perkembangan berarti, baru beralih ke herbal atau sistem pengobatan lain. Pilihan yang cocok bergantung pada jenis penyakit, kondisi awal penyakit, kecocokan dan keamanan obat-obatan herbal. Selain khasiat dari obat-obatan herbal itu sendiri, banyak faktor lain yang juga memiliki andil dalam menentukan sukses tidaknya suatu pengobatan alternatif yaitu sikap, gaya hidup, dan kondisi kejiwaan. Pengamatan para dokter menunjukkan bahwa penyerapan obat di usus lebih baik jika pasien tidak stress.

Daun sirsak dan penyakit kanker
Posted on May 14, 2011 Seperti pada pengobatan alternatif herbal, khasiat daun sirsak sebagai pilihan pengobatan kanker juga kerap masih diperdebatkan. Hal ini dapat dimaklumi karena umumnya belum banyak hasil penelitian ilmiah yang mendalami bahan-bahan herbal, seperti daun sirsak ini. Namun biasanya karena pertimbangan biaya, dan faktanya di Indonesia kaya hayati ini pengobatan berbahan herbal dapat jauh lebih murah dibandingkan pengobatan medis, pasien banyak yang mencoba menjalani pengobatan dengan menggunakan bahan herbal. Walau tanpa didukung penelitian ilmiah yang paripurna, tentunya penggunaan bahan herbal masih semata-mata berdasarkan pengalaman empirik mereka yang pernah mencobanya. Berdasarkan majalah Trubus edisi Maret dan April mengangkat dan mengupas manfaat daun sirsak sebagai topik utama. Pembuktian empirik dan penelaahan ilmiah bahan herbal ini didukung oleh pendapat beberapa praktisi medis serta pengalaman dari beberapa orang yang telah merasakan khasiat daun sirsak ini. Berikut ringkasannya. Daun sirsak vs. kanker otak Seorang ibu berusia 53 tahun divonis menderita kanker otak dan telah menjalani pengobatan medis, baik obat medis, operasi maupun kemoterapi. Ketika kondisi si ibu tak kunjung membaik, saudara dekatnya memberikan ekstrak daun sirsak yang disertai herbal lain seperti ramuan sambiloto. Yang terakhir ini dipercaya dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dosisnya tiga kapsul tiga kali sehari. Dilaporkan perkembangan yang signifikan mulai tampak setelah 12 hari mengkonsumsi ramuan herbal tersebut. Si ibu sudah mulai dapat diajak berbicara, bahkan di wawancara, dan mampu menggerakkan tangannya, sesuatu yang tidak mungkin dilakukan saat masih menjalani pengobatan medis saja. Daun sirsak vs. kanker usus Seorang ayah 2 anak menderita kanker usus. Tumor sebesar telur ayam tumbuh di usus besar, menghalangi keluarnya kotoran. Hasil pemeriksaan pascaoperasi menunjukkan kanker usus stadium 3b dan telah menjalar ke paru-paru dan liver. Dengan nilai CEA tinggi, yang menandakan sel kanker kambuh atau menyebar ke organ lain. Perubahan pola hidup yang dilakukan, ramuan herbal tiongkok yang dikonsumsi, dan bahkan 4 kali kemoterapi juga dijalankan, namun belum mengubah kondisi pasien. Nilai CEA melambung terus sampai 98ng/ml (normal 5ng/ml) dan trombositpun ikut melorot ke angka 67.000 (normal 150.000). Dua pekan setelah mengkonsumsi ramuan herbal atau jamu yang disarankan dari seorang herbalis, yang mengandung daun sirsak, sambiloto, temu mangga dan kulit manggis, kadar CEA pasien turun drastis jadi 60.66ng/ml dan trombosit naik sampai 74.000. Dan satu bulan kemudian pada tes terakhir, angka CEA tercatat jadi 41.42ng/ml dan trombosit normal. Sampai saat ini pasien tetap mengkonsumsi ramuan daun sirsak tersebut.

Daun sirsak vs. kanker payudara Seorang wanita 45 tahun dinyatakan menderita kanker payudara stadium 4, yang sudah menyebar ke organ-organ lain, dan kemoterapi secara rutin disarankan oleh dokter yang menanganinya. Sang pasien menolak dan memilih jalur herbal yang dianggapnya bisa diandalkan untuk mengendalikan kanker. Namun ramuan herbal China yang dikonsumsinya belum memperbaiki keadaan. Sampai suatu saat seorang sahabatnya mendapatkan informasi tentang manfaat daun sirsak. Mulailah dia mengkonsumsi air rebusannya. 33 lembar daun sirsak direbus dengan 9 gelas air sampai menjadi 3 gelas, diminum pagi-siang-malam. Dengan diet dan perubahan pola hidup juga dilakukannya. Hasilnya sebulan kemudian benjolan di payudara mengecil dan sel-sel kanker yang telah menyebar ke perut dan tangan menghilang. Hampir sama dengan yang dialamai seorang wanita 64 tahun dari tanjungpinang. Tahun 2004 didera kanker payudara dan telah diangkat melalui operasi serta menjalani 3 kali kemo. Hasilnya memuaskan karena tidak ada lagi tanda-tanda hadirnya sang kanker, sampai pemeriksaan September 2010 kanker payudaranya dinyatakan kambuh. Lebih buruk lagi dinyatakan stadium 4 padahal sebelumnya hanya di stadium 2. Atas saran kerabatnya, sambil menjalani kemoterapi, si ibu terus mengkonsumsi 2 gelas rebusan daun sirsak dan segelas jus sirsak setiap hari. Hasilnya, setelah 6 kali kemo dibarengi konsumsi rutin rebusan daun sirsak, pada Februari 2011, benjolan di payudara, leher dan ketiak sirna.

Daun sirsak : terbukti bisa melawan kanker
Posted on May 18, 2011 Ini adalah rangkaian artikel tentang manfaat daun sirsak untuk penyembuhan kanker. Artikel ini adalah hasil liputan majalah Trubus dan ditulis di Majalah Trubus terbaru bulan Mei 2011. Artikel pertama bertutur tentang pengalaman seorang penderita kanker, Hendarlin, yang sembuh dari penyakitnya berkat mengonsumsi daun sirsak. Semula, demikian pengakuannya, dia bukan orang yang percaya pada pengobatan herbal. Namun setelah melihat keampuhan daun sirsak untuk mengobati kanker, kini dia sangat percaya keampuhan herbal. Bentuk kepercayaan Hendarlin terhadap herbal antara lain dengan menanam sirsak Annona muricata di halaman depan dan belakang rumahnya. Sembilan pohon beragam umur itu tumbuh subur. Selain untuk keperluan sendiri, ia juga memberikan daun tanaman anggota famili Annonaceae itu kepada kerabat dan tetangga. Hendarlin sendiri yang menanam bibit sirsak yang kini tumbuh 1 – 1,5 meter. Pensiunan sebuah badan usaha milik negara itu menanam sirsak untuk mengobati kekecewaannya yang tak kunjung sirna. Dua tahun silam, istri Hendarlin, Tuti, berpulang ke pangkuan Tuhan setelah tujuh tahun berjuang melawan sel kanker payudara. Hendarlin menempuh berbagai jalan untuk menggapai kesembuhan istrinya. Namun, akhirnya seperti peribahasa Latin: homo proponit, sed Deus disponit, manusia berupaya, Tuhan yang menentukan.

Sesal kemudian Saat kerabatnya positif kanker payudara, setahun setelah kematian istri, Hendarlin memberikan daun sirsak. Kondisi kesehatan kerabatnya terus membaik dan akhirnya sembuh. Sejak itulah ia percaya khasiat herbal, terutama daun sirsak sebagai antikanker. Namun, di sisi lain, betapa menyesalnya Hendarlin. Ia merasa ―gagal menyelamatkan‖ istrinya. ―Sa ya sangat kehilangan dia. Sungguh ia istri yang baik dan sulit untuk mencari orang seperti dia,‖ kata Hendarlin sembari berlinang air mata. Penyesalan berkepanjangan itu karena Hendarlin merasa obat kanker ternyata murah harganya dan relatif mudah untuk mendapatkannya. Namun, karena ketidaktahuannya, tentu saja alumnus Universitas Indonesia itu tak dapat memberikan daun yang kaya senyawa acetogenins kepada belahan jiwa. Senyawa itulah yang bersifat antikanker dan bekerja dengan menekan produksi adenosina trifosfat (ATP) di mitokondria. Akibatnya sel kanker kehabisan energi dan tamatlah riwayatnya. Reni Hoegeng, anak Jenderal Hoegeng, mantan kepala Kepolisian, sejak Januari 2011 juga rutin mengonsumsi rebusan lima daun sirsak. Frekuensi konsumsi sekali sehari. Ia mengantisipasi serangan penyakit maut karena kerabatnya mengidap kista. Popularitas daun sirsak sebagai herbal antikanker memang menanjak pada empat bulan terakhir. Banyak orang kini mengonsumsi rebusan daun sirsak untuk mengatasi atau mencegah kanker, tumor, dan kista. Padahal, semula masyarakat hanya memanfaatkan daging buahnya yang manis-masam dan kaya antioksidan itu. Daun sirsak hampir ―tak terdengar‖ sebagai herbal antikanker, pada awalnya. Namun, kini kian banyak masyarakat memanfaatkannya. Meluasnya penggunaan daun sirsak mungkin karena masyarakat mudah memperoleh sediaan itu, murah, dan yang penting mujarab. Nelleke Sastromiharjo yang mengidap kanker otak, Titin Suprihatin (kanker payudara), Darma Adhi (kanker usus), dan Ng Tung Hauw (kanker pita suara) hanya beberapa pasien yang membuktikan khasiat daun sirsak. Kesembuhan atau membaiknya kondisi kesehatan mereka memang bukan semata-mata karena daun sirsak. Kepedulian keluarga dan kerabat turut berperan. Itulah sebabnya di halaman sampul majalah Anda, terdapat pita berwarna lavender alias ungu muda sebagai simbol kepedulian terhadap pasien kanker. Kaum perempuan pada era Romawi kuno memanfaatkan bunga anggota famili Lamiaceae itu untuk mengharumkan air mandi dan pakaian di lemari. Terkuaknya khasiat daun sirsak sebagai antikanker menambah khazanah pemanfaatan tanaman obat di tanahair. Sebagai negara megabiodiversitas, Indonesia memiliki 30.000 spesies tumbuhan, lebih dari 9.600 tumbuhan berkhasiat obat. Namun, yang sudah kita manfaatkan baru 350 tanaman obat. Konsumsi daun sirsak secara rutin semoga seperti makna kata lavender - mencuci atau membasuh. Biarkan daun sirsak ―membasuh‖ luka dan penyakit para pasien. (Trubus)

daun sirsak obat kanker
Posted on August 15, 2011

Beberapa bulan terakhir riset tentang sirsak terus berkembang. Dari beberapa referensi tentang penggunaan daun sirsak obat kanker secara tradisional juga dilakukan. Berikut metode pengobatan daun sirsak yang dapat dilakukan sendiri :

10 helai daun sirsak yg telah hijau tua, direbus dengan 3 gelas air (600cc), dan dibiarkan hingga tersisa satu gelas air (200 cc). Setelah dingin, lalu disaring dan diminum setiap pagi. Efeknya, perut akan terasa hangat/panas, lalu badan berkeringat deras. Perlu diingat proses pengobatan daun sirsak obat kanker perlu rutin selama 3-4 minggu efeknya baru kelihatan. Kondisi pasien membaik, bisa beraktifitas kembali, dan setelah diperiksa dokter ternyata sel-sel kankernya mengering, sementara sel-sel lain yang tumbuh (rambut, kuku, dll) sama sekali tidak terganggu. Di internet sudah banyak testimoni tentang para pasien yang mencoba pengobatan alternatif ini. Selain itu sudah ada beberapa perusahaan yg menjual daun sirsak ini dalam bentuk kapsul, shg lebih mudah dan praktis dipakai.

daun sirsak obat kanker Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi. Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat. Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi, bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal. Daun sirsak untuk obat kanker sebaiknya diambil dari tanaman pekarangan yang tumbuh di dataran rendah, sekitar 50m dpl.‖ Kata Prof. Sumali, guru besar Fakultas Farmasi, Universitas Indonesia. Itu karena tanaman yang tumbuh di dataran rendah mendapatkan intensitas matahari yang lebih tinggi sehingga zat aktif lebih banyak terbentuk. ―Sebaiknya daun diambil dari pohon sirsak yang telah berbuah agar zat kimia yang terkandung di dalamnya lebih lengkap,‖ lanjutnya.

Betulkah daun sirsak obat kanker?
Seperti telah dituliskan di awal artikel ini, perdebatan atas sebuah produk herbal akan terus berlangsung sampai munculnya hasil penelitian ilmiah yang lengkap, dan dalam hal ini belum ada untuk daun sirsak. Namun dari hasil liputan yang telah disarikan diatas, kita dapat sedikit belajar dari pengalaman para pasien dan juga mempertimbangkan pendapat dari para praktisi medis serta tenaga ahli. Semoga dapat membantu untuk Anda yang sedang membutuhkannya

Yanti Melawan Kanker Dengan Daun Sirsak
Posted on November 24, 2011

“Yanti membatalkan operasi dan merebus 10 lembar daun sirsak segar dalam 3 gelas air hingga mendidih.”
Yanti Sumiati mengetahui kanker serviks itu ketika ia memeriksakan diri di sebuah klinik di Warungbuncit, Kotamadya Jakarta Selatan. Bagian bawah perut sakit, ‗Seperti ditusuk-tusuk, nyeri sekali,‘ kata perempuan kelahiran Bogor, Jawa Barat, 20 Agustus 1978 itu. Rasa sakit menjalar ke kaki kiri. Kondisi itulah yang mendorong Yanti bergegas ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dr Slamet Zaeny SpOG, pada 6 Mei 2010. Dokter yang memindai Yanti menggeleng-gelengkan kepala. ‗Lihat di monitor, kankernya sebesar kepala bayi,‘ kata dr Slamet Zaeny SpOG seperti diulangi oleh Yanti. Kadar CA – indikator adanya sel kanker – 113,39 U/ml; normal, kurang dari 35 U/ml. Sambil berbaring, ia memandangi layar pemindai. Dokter menyarankan Yanti menjalani operasi. Namun, anak ke-3 dari 6 bersaudara itu memilih jalan lain. Sehari sebelum operasi, ia menemui kedua orangtuanya di Ciampea, Kabupaten Bogor. Ketika itulah Yanti berjumpa dengan tetangganya, pendiri Pusat Studi Biofarmaka Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ervizal AM Zuhud MS. Zuhud mempunyai informasi tentang khasiat daun sirsak dari beberapa hasil penelitian di mancanegara. Guru besar Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor itu menyarankan agar Yanti mencoba daun sirsak. Keesokan harinya, Yanti membatalkan operasi dan merebus 10 lembar daun sirsak segar dalam 3 gelas air hingga mendidih. Setelah rebusan dingin, ia meminum rebusan daun sirsak dengan frekuensi 3 kali sehari masingmasing segelas. Istri Fery Firmansyah itu juga menyantap daging buah sirsak sekali sehari. Ia memotong 4 bagian buah berukuran sedang, bobot 6 – 7 ons. Sepotong buah Annona muricata cukup untuk sehari. Pada 24 Agustus 2010, ia kaget bukan kepalang ketika mudah menarik risleting dan mengancingkan celana. Semula bukan hal gampang untuk mengenakan celana akibat perut yang kian membesar. Ia benar-benar baru sadar bahwa perut mengempis dan mendapat manfaat daun sirsak yang dikonsumsinya secara rutin. Khusus untuk pembaca http://daunsirsakobatkanker.com dapat mendownload gratis cara mengolah daun sirsak untuk obat kanker secara tradisional di halaman ebook gratis Pagi itu ia mencoba tidur, tetapi perutnya tanpa gelambir seperti sebelumnya. Ia miring ke kiri dan ke kanan beberapa kali, tetapi tak ada gumpalan dalam perut yang mengikuti gerakan seperti sebelumnya. ‗Saya menangis karena saking senangnya,‘ kata perempuan yang menikah pada 2007 itu. Sembuh? Begitulah dugaan Yanti. Sebulan berselang ia menemui dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Hasil pemindaian menunjukkan tak ada lagi berjalan di serviks. Menurut dokter sekaligus herbalis di Jakarta Timur, dr Willie Japaries MARS, hilangnya sel kanker dari serviks Yanti dapat melalui berbagai jalan seperti luruh bersama urine atau feses. Namun, menurut Yanti selama 14 hari konsumsi daun dan buah sirsak hingga perut mengempis, tak ada perubahan warna atau bentuk feses dan urine. Japaries mengatakan cara lain detoksifikasi adalah melalui keringat. ‗Pikiran saya lepas. Saya senang banget,‘ katanya dengan wajah berbinar. Setelah perutnya mengempis, Yanti lahap setiap kali makan sehingga tubuh kian segar. Insomnia juga sirna sehingga

kini ia bisa tidur nyenyak. Meski begitu hingga kini ia tetap mengonsumsi segelas rebusan daun sirsak sekali sehari. Pengalaman konsumsi daun sirsak ini juga dibagikan agar membantu banyak orang untuk sembuh dari kanker serviks yang pernah dideritanya. Perubahan kondisi perut yang semula seperti perempuan hamil lalu mengempis hanya dalam 2 pekan itu sangat cepat. Semula Zuhud memprediksi, perubahan itu baru tercapai setelah 3 bulan Yanti rutin mengonsumsi daun kerabat srikaya itu. Prediksi 90 hari itu berdasarkan informasi yang ia peroleh di internet.

Selain ke-3 jenis kanker – serviks, payudara, dan prostat, daun sirsak juga terbukti secara ilmiah mengatasi antara lain kanker paru-paru, ginjal, pankreas, dan usus besar. Begitulah hasil riset peneliti di Sekolah Farmasi Purdue University, Indiana, Amerika Serikat, Jerry L McLaughlin. Peneliti yang memperoleh daun sirsak dari Garut, Jawa Barat, itu membuktikan bahwa daun sirsak atau Annona muricata manjur mengatasi 7 sel kanker. Daun sirsak yang selama ini terabaikan itu ternyata mujarab mengganyang sel kanker.
Ada apa di balik khasiat daun sirsak itu? Peneliti di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD yang meriset daun sirsak bersama Jerry L McLaughlin menemukan senyawa aktif acetogenins. Mereka melakukan uji praklinis dengan memanfaatkan beragam sel kanker seperti sel kanker paru-paru dan pankreas. ‗Tujuan penelitian, mengembangkan ilmu pengobatan untuk mengatasi kanker,‘ kata doktor Biologi alumnus Champaign Urbane University, Amerika Serikat, itu. ‗Acetogenins menghambat ATP (adenosina trifosfat, red). ATP sumber energi di dalam tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP,‘ kata Sastrodihardjo. Acetogenins masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energi di dalam sel kanker pun berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Hebatnya acetogenins sangat selektif, hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP. Senyawa itu tak menyerang sel-sel lain yang normal di dalam tubuh. ‗Acetogenins mengganggu peredaran sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP. Hal ini yang membuat senyawa dalam daun sirsak dianggap selektif dan hanya memilih sel kanker untuk diserang,‘ kata Sastrodihardjo. Bukan hanya selektif, acetogenins dalam daun sirsak juga dahsyat! The Journal of Natural Product membeberkan riset Rieser MJ, Fang XP, dan McLaughlin, peneliti di AgrEvo Research Center, Carolina Utara, Amerika Serikat, bahwa daun sirsak membunuh sel-sel kanker usus besar hingga 10.000 kali lebih kuat dibanding adriamycin dan kemoterapi. Sumber : trubus, buku kedahsyatan daun sirsak menumpas kanker

Saya dari desa terpencil di kota Blitar. Seminggu yang lalu tepatnya tanggal 21 April 2009 setelah kami melakukan CT Scan dan Biopsy di RS. Dr. Soetomo Surabaya keluarga kami baru tahu bahwa bapak yang berusia 77 tahun ternyata telah menderita kanker paru stadium 4 lanjut dengan katagori Ganas. Menurut dokter ahli yang menangani, karena tumornya sudah menyebar maka pengobatannya hanya ada 2 alternatif, yaitu Kemoterapy atau Herbal. Seketika itu juga bapak kami bawa pulang dan kami sekeluarga secepatnya musyawarah serta mencari info alternatif terbaik demi kesembuhan bapak kami yang tercinta. Dari beberapa info dan saran yang kami peroleh akhirnya kami memutuskan (sama sekali bukan karena pertimbangan biaya) untuk melakukan terapy herbal. Alhamdulillah, setelah 4 hari ini bapak kelihatan mulai baik dan kami mempunyai keyakinan bahwa bapak akan sembuh total INSYA’ALLOH. Mohon Do’a restu dari semuanya. Amin. berobat ke dokter paulus w halim,di serpong ,telp : 5382114 Jl,Suplir sekt.1.5 blok F1 no.13,,,nggak pungut biaya..bayar obat herbal saja,,kira2 1 juta utk 1 bulan,,dan obatnya digodok,,harus vegetarian murni dan bnyk makan sayur dan jus buah2an,,,tanpa operasi,,karena tidak dianjurkan utk operasi,,tetapi dengan meningkatkan imum dan system tubuh kita sendiri,,sekarang cara yg effective adalah dengan minum jus buah dan sayur ,,,jgn yg kimia…

assalamu‘alaikum… ingin ikut berbagi. mama dulu juga terdiagnosa dengan kanker paru stadium IV… sudah metastase ke tulang belakang. sempat ri operasi karena mendesak sumsum tulang belakang… sakit sekali dan mama tidak bisa jalan. operasi memang tidak menyembuhkan, tapi mengurangi desakan di sumsum tulang, dan rasa sakit mama berkurang. walaupun hasilnya tetap tidak bisa berjalan. sejak di operasi, saya diam2 (tanpa sepengetahuan dokter) memberikan herbal berupa keladi tikus, daun dewa (karena ada pengentalan darah)dan tapak dara (untuk anti radangnya)… berlangsung kira2 3 bulan… saya rubah menjadi keladi tikus, kunir putih dan lingzie… herbal memang tidak terlihat secara langsung efeknya. dan perlu di perhatikan pula fungsi hati dan fungsi ginjal si pasien. bila fungsi kedua oran tersebut terganggu… penggunaan herbal harus di awasi ketat. Alhamdulillah, fungsi kedua organ tersebut baik jadi bisa di teruskan. hasilnya??? saat di kemo dan di radiotherapi… di saat pasien lain tidak tahan dengan kedua terapi tersebut… alhamdulillah, efek mual pada mama karena terapi tadi amat sangat berkurang di bandingkan pasien lain….apa ini efek dari herbal? Wallahualam. yang pasti sampai akhir hidup mama… walaupun beliau sering berkata bosan minum obat… tapi herbal tetap di minum. mama bisa bertahan hingga 2 tahun sejak terdiagnosis. alhamdulillah… hanya itu yang bisa saya ucapkan. mungkin itu yang terbaik tuk mama. tuk teman2 yang lain… pemakaian herbal menurut saya amat sangat membantu. tidak ada salahnya tuk di coba di kombinasikan dengan pengobatan modern. mudah2an membantu. tq

Dear All, Salam Kenal. Saya ingin berbagi info aja. Tante saya yg ke 4 menderita Tumor di rahim nya dan telah bertahan dengan meminum ramuan herbal sampai dokter nya meninggal dunia. dan sangat beruntung akhir nya tante saya dapet melanjutkan pengobatan nya dengan Dr, Paulus W Halim sehingga Tante saya dapet bertahan sampai sekarang ini (udah 20 tahun) masih sehat dan dapet bekerja seperti biasa nya. Yang sangat mengejutkan kami adalah ketika tante saya yang ke 5 juga di diagnosa kanker lidah stadium 2. yang bermula dari Sariawan yang tidak sembuh-sembuh (sariwan sampai 2 bulan ngak sembuh) dan ketika tante saya yg ke 4 berobat ke dokter Paulus ini maka tante saya yang ke 5 juga ikutan berobat. Dr. Paulus langsung mengatakan kalau tante saya yang ke 5 terkena kanker lidah. dan saya juga telah membawa tante saya yang ke 5 ini ke rumah sakit Dharmais ketemu dengan Dr. Walta. yang mengkonfirmasi bahwa tante saya yg ke 5 memang terkena kanker lidah stadium 2 dan di anjur kan operasi angkat 1/2 lidah nya. Tante saya tidak bersedia di operasi dan dia memilih untuk berobat dengan meminum ramuan herbal dari dr. Paulus. setelah kurang lbh 3 minggu meminum ramuan herbal tersebut. tubuh tante saya udah mulai enakan dan selera makan timbul (dulu tidak bisa makan karena nyeri sampai ke telinga) dan kanker nya udah mulai mengecil krn saya ada foto dari sejak di vonis kanker sampai saat ini. saya juga sabtu tgl 30 juli kemarin juga coba pergi ke sana utk mengobati diabetes dan Myoma saya. di kasih ramuan yang baru saya coba aroma jamu dan sedikit pahit. Alamat : Dr Paulus W Halim Jalan Suplir Sektor 1.5 F1 No. 13 BSD City Telepon : 5380639 Yang berobat ke dokter ini dari beragam penyakit. Dari Kanker, Tumor, dsb Prakter nya : Senin, Rabu dan Jumat serta Sabtu hanya sabtu minggu terakhir dalam bulan tersebut. Bagi yang ingin mencoba silahkan datang ke sana. Pendaftaran di buka dari Jam 5 Pagi dgn mengisi Form (hanya melayani 50 pasien setiap hari). jadi kalau mau mendaftar harus antri dari pagi. karena banyak pasien yang udah antri dari jam 12 malam dan tidur di mobil didepan prakter dokter tersebut. Jam 8 bagi nomor antrian bagi yang telah daftar di jam 5 pagi maka hrs hadir di jam 8 utk menerima nomor antrian. kalau tidak datang maka nomor akan di serah kan ke org lain (sesuai nomor urut daftar/Form) setelah bagi nomor baru lah pasien masuk ketemu dokter Paulus sesuai dengan nomor antrian tersebut. Setelah konsultasi kita akan tebus resep kurang lebih 2-3 jam lagi. Jadi kalau mau ke Dr. Paulus maka waktu yang di perlukan dari daftar sampai selesai bisa sampai 12 jam. Ini pengalaman saya sabtu 30 juli 2011 kemarin. Luar biasa ngantuk nya. Tapi ini kan bukan halangan yang penting kita bisa bertahan hidup dan bekerja seperti biasa nya. Selamat mencoba semoga kasih Tuhan berserta kita semua. Aminnnnn GBU all

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->