Anda di halaman 1dari 8

BASISDATA NAMA RUPABUMI DAN PENYUSUNAN GASETIR

Disusun oleh: Hermayulis, Agus Ginanjar dan Aji Putra Perdana Staf Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim Badan Informasi Geospasial

PENDAHULUAN
Nama rupabumi adalah salah satu layer yang terdapat pada peta dasar, sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 12 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial. Peta dasar terdiri atas: a. garis pantai; f. transportasi dan utilitas; b. hipsografi; g. bangunan dan fasilitas umum; c. perairan; dan d. nama rupabumi; h. penutup lahan. e. batas wilayah; Data nama rupabumi diperoleh melalui dua sumber, yaitu: 1. Dari koleksi atau pengumpulan di lapangan. Data dikumpulkan dari survey lapangan. Penentuan titik lokasi pada permukaan bumi dilakukan dengan bantuan GPS. 2. Dari peta yang sudah tersedia. Sebuah peta dibuat melalui integrasi beberapa sumber data digital (peta). Misalnya, peta analog dan dokumen kartografi lainnya dengan skala tertentu dapat didigitasi secara teknik manual, otomatis, atau semi otomatis. Untuk menyajikan kembali koordinat geografi (bujur, lintang) pada sebuah peta 2D, dibutuhkan sebuah sistem referensi (Mercator, UTM, dll). Integrasi dari berbagai sumber sering menimbulkan masalah ketidaksamaan skala dan sistem koordinat (misalnya akurasi data), permasalahan ini berkaitan dengan kualitas data. Nama rupabumi atau toponim adalah nama yang diberikan pada unsur rupabumi. Unsur rupabumi adalah bagian dari permukaan bumi yang berada di atas atau di bawah permukaan laut yang dapat dikenal identitasnya sebagai unsur alam atau unsur buatan manusia. Nama rupabumi terdiri dari elemen generik dan elemen spesifik. Elemen generik menerangkan dan/atau menggambarkan bentuk umum suatu unsur rupabumi dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah. Elemen spesifik menerangkan nama diri dari elemen generik. Gasetir adalah daftar nama rupabumi yang dilengkapi dengan informasi tentang: jenis unsure; posisi; lokasi; wilayah administrasi; dan informasi lain yang diperlukan. Pengolahan basisdata nama rupabumi mempergunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (SIG) dan penyusunan gasetir dilakukan dengan Ms. Acces yang mendukung format basisdata *.mdb yang dapat dihasilkan dari hasil penyimpanan basisdata nama rupabumi. Di dalam modul ini akan dijelaskan secara sederhana tahapan pembangunan basisdata nama rupabumi dan proses penyusunan gasetir. PELATIHAN TOPONIMI UNTUK PANITIA PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA di Jakarta, 9-12 April 2013 1

PENGOLAHAN BASISDATA NAMA RUPABUMI


Tahapan pengolahan basisdata nama rupabumi yang kemudian diproses untuk penyusunan gasetir bersumber dari data rupabumi Indonesia digital yang sudah tersedia dapat digambarkan dalam langkah kerja sebagai berikut:

Gambar 1. Tahapan Penyusunan Basisdata Nama Rupabumi


(Sumber: PPRT-BIG, 2012 dalam Perdana, dkk., 2012)

Tahap 1. Persiapan Dalam tahap awal ini, dilakukan pengecekan terhadap data dasar yang tersedia. Data dasar yang diperlukan semestinya ialah data RBI digital yang seamless atau gabungan. Apabila belum tersedia, maka dilakukan penggabungan dan editing terhadap peta dasar; setiap nomor lembar peta digabungkan menjadi per wilayah kabupaten/kota.

Gambar 2. Contoh penggabungan data wilayah administrasi

PELATIHAN TOPONIMI UNTUK PANITIA PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA di Jakarta, 9-12 April 2013 2

Tahap 2. Editing dan Reposisi Nama Unsur Rupabumi Editing teks; penulisan toponim untuk pembuatan basisdata harus lengkap (Generik Spesifik). Editing nama rupabumi dilakukan dengan memberi tanda koma (,) dari Generik Spesifik (Gunung Rinjani) menjadi Spesifik, Generik (Rinjani, Gunung). Hal ini untuk mempermudah pencarian nama dalam daftar nama rupabumi yang ada di dalam basisdata.

Gambar 3. Contoh editing teks

Reposisi teks; dilakukan dengan menggeser teks kedalam area unsur alam/buatan, terutama apabila terbelah oleh sheet/nomor lembar peta.

Sebelum reposisi teks

Setelah reposisi teks

Gambar 4. Contoh reposisi teks

Penentuan Hulu dan Muara sungai; teks sungai diletakkan pada masing-masing hulu dan muara sungai.

Gambar 5. Contoh penentuan hulu muara

PELATIHAN TOPONIMI UNTUK PANITIA PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA di Jakarta, 9-12 April 2013 3

Tahap 3. Pemberian Nilai Tinggi Teks Nama Unsur Rupabumi Memasukkan nilai ketinggian kedalam atribut teks toponim dimana nilai ketinggian tersebut di ekstrak dari DEM peta rupabumi digital.

Gambar 6. Contoh pemberian nilai tinggi teks nama unsur rupabumi

Tahap 4. Pembangunan basisdata nama rupabumi Apabila data toponim masih dalam format CAD maka dilakukan proses konversi ke format GIS mengikuti struktur tabel berikut:
Nama Field TOPONIM_ID ZONE_UTM NOMOR_PETA NAMA_PETA SKALA_PETA GRID_PETA UNSUR NAMA_UNSUR KODE_UNSUR NAMA_LOKAL NAMA_GEO1 NAMA_GEO2 NAMA_GEO3 KODE_TOPON KOORDINAT BUJUR LINTANG ELEVASI DESA KECAMATAN KABUPATEN PROVINSI KETERANGAN Tipe Integer Text Text Text Text Text Text Text Text Text Text Text Text Text Text Double Double Double Text Text Text Text Text Presisi 13 3 20 40 10 9 40 50 5 50 50 50 50 5 30 18 [9] 18 [9] 9 [2] 50 50 50 50 50

Data yang sudah digabungkan menjadi satu, menghasilkan satu file geodatabase baru. Unsur-unsur alam yang berada pada perbatasan wilayah, misalnya sungai, gunung, bukit, dan lain-lain harus diperlakukan sebagai obyek seamless dan mengikuti kaidah seamless, serta diberi keterangan tambahan mengenai daerah perbatasannya. PELATIHAN TOPONIMI UNTUK PANITIA PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA di Jakarta, 9-12 April 2013 4

PENGOLAHAN GASETIR
Pengolahan gasetir dilakukan untuk pembuatan buku gasetir kabupaten. Proses konversi yang dilakukan adalah dari data shapefile ke Excel atau Access untuk dicetak dalam ukuran A4. Untuk penyajian gasetir dipilih atribut yang diinginkan seperti terlihat pada tabel. Jenis Nama Keterangan Nama spesifik yang diikuti tanda koma di belakangnya dengan nama generik, kecuali untuk unsur pemukiman Nama generik untuk unsur geografis Posisi lintang (S / U) dan bujur (T) untuk unsur geografis Posisi lintang (S / U) dan bujur (T) hulu untuk unsur sungai / parit (linear) Nilai Tinggi dari unsur rupabumi Nama wilayah Kecamatan Sistem penomoran peta yang dikeluarkan oleh BIG

Unsur Koordinat Muara/Pusat Koordinat hulu

Elevasi Kecamatan Nomor Peta

Langkah penyusunan gasetir: 1. Jalankan program Microsoft Access. 2. PIlih data toponim dalam Microsoft Office Access Database (.mdb) yang telah dihasilkan dari proses pembangunan basisdata nama rupabumi. 3. Dari menu utama, pilih Create Query Wizard. Pilih Simple Query Wizard

4. Arahkan pada table TOPONIM dan pilihlah kolom NAMA_GEO3, KODE_TOPON, KOORDINAT, dan KOORDINAT1. Lalu pilih NEXT, pilih Modify the query design dan tekan FINISH. PELATIHAN TOPONIMI UNTUK PANITIA PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA di Jakarta, 9-12 April 2013 5

5. Buatlah QUERY untuk sungai HULU dan MUARA, untuk mengisi kolom KOORDINAT1. Dalam kolom [NAMA_GEO3] pilih menu Sort: Ascending serta pilih kolom [KODE_TOPON] dan ketikkan HULU pada menu Criteria. Lalu Save dan Close.

6. Sedangkan untuk QUERY MUARA, lakukan copy dan paste QUERY HULU, kemudian ganti dan isi kolom [KODE_TOPON] dan ketikkan MUARA menggantikan HULU.

PELATIHAN TOPONIMI UNTUK PANITIA PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA di Jakarta, 9-12 April 2013 6

7. Akan diperoleh dua Queries yaitu HULU dan MUARA. Kolom Koordinat Muara copy ke query hulu kolom KOORDINAT1, begitu juga sebaliknya Kolom Koordinat Hulu copy ke query muara kolom KOORDINAT1.

8. Langkah selanjutnya, buatlah QUERY kolom untuk bahan REPORT, kolom yang di QUERY yaitu kolom: NOMOR_PETA, NAMA_UNSUR, NAMA_GEO3, KODE_TOPON, KOORDINAT, KOORDINAT1, ELEVASI, KECAMATAN, KABUPATEN, PROVINSI, sedangkan untuk query isi kolom KODE_TOPON: Hulu sungai tidak diambil karena sudah diwakili oleh Muara sungai. 9. Buatlah Report melalui Report Wizard dengan mengambil informasi dari hasil query di atas.

PELATIHAN TOPONIMI UNTUK PANITIA PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA di Jakarta, 9-12 April 2013 7

10. Hingga diperoleh tampilan Report yang diatur sedemikian rupa sehingga seperti pada gambar di bawah ini:

11. Pilih Report tersebut dan tampilkan dalam print preview, maka akan diperoleh tampilan seperti berikut:

REFERENSI
Perdana, A.P., Agus G., Nur M., dan Ratna, M., 2012. Model Builder untuk Pembentukan Basisdata Nama Rupabumi guna Mendukung Penyusunan Bahan Gasetir Nasional, Seminar Internasional dan Forum Ilmiah Tahunan Ikatan Surveyor Indonesia dalam rangkat HUT Ke-40 Peran Informasi Geospasial dalam Percepatan Pembangunan Ekonomi, 17 Oktober 2012 --- Hotel BIDAKARA, Jakarta, Indonesia. PPRT-BIG, 2012. Draft Petunjuk Teknis Survei Kelengkapan Lapangan dan Pembuatan Gasetir untuk Pekerjaan Pemetaan Rupabumi, (tidak dipublikasikan). PUSAT PEMETAAN RUPABUMI DAN TOPONIM BADAN INFORMASI GEOSPASIAL, Bogor, Indonesia.

PELATIHAN TOPONIMI UNTUK PANITIA PEMBAKUAN NAMA RUPABUMI PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA di Jakarta, 9-12 April 2013 8