Anda di halaman 1dari 24

MANAJEMEN KEPEGAWAIAN

Oleh : BIRO KEPEGAWAIAN

PENGERTIAN MANAJEMEN
BAHASA LATIN ARTINYA : MENANGANI. BAHASA INGGERIS MANAGE, MANAGEMENT MANEGGIARE

ARTINYA : MENANGANI, MENGURUS, MENGATUR, MENGELOLA.

MANAJEMEN : ADALAH PROSES PEMANFAATAN SUMBER

DAYA (ALAM DAN MANUSIA) SECARA MAKSIMAL DAN


TERKOORDINIR UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG TELAH DITETAPKAN

KEPEGAWAIAN :
SELURUH ORANG YANG DIPEKERJAKAN DALAM SUATU BADAN TERTENTU BAIK SWASTA MAUPUN PEMERINTAH PEGAWAI : ORANG YANG MELAKUKAN PEKERJAAN DENGAN MENDAPAT IMBALAN JASA YAITU GAJI, TUNJANGAN DARI PEMERINTAH ATAU BADAN USAHA SWASTA

MANAJEMEN PNS BERDASARKAN UU. No.8 Th.1974 jo No.43 Th.1999


ADALAH KESELURUHAN UPAYA-UPAYA UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI, EFEKTIVITAS DAN DERAJAT PROFESIONALISME PENYELENGGARAAN TUGAS, FUNGSI, DAN KEWAJIBAN KEPEGAWAIAN

MELIPUTI PERENCANAAN, PENGADAAN, PENGEMBANGAN KUALITAS, PENEMPATAN, PROMOSI, PENGGAJIAN, KESEJAHTERAAN, DAN PEMBERHENTIAN

MANAJEMEN KEPEGAWAIAN (Menurut LAN RI, 2004)


PROSES DAN PROSEDUR TERTENTU DIBIDANG KEPEGAWAIAN YANG MENCAKUP KEGIATANKEGIATAN PENERIMAAN, PENEMPATAN, PENGGAJIAN, PROMOSI, PENILAIAN KINERJA, DAN PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI DILINGKUNGAN INSTANSI PEMERINTAH.

BERDASARKAN BEBERAPA PENGERTIAN TERSEBUT DAPAT DISIMPULKAN BAHWA RUANG LINGKUP MANAJEMEN KEPEGAWAIAN MELIPUTI PROSES DAN PROSEDUR :

PENGANGKATAN PEMINDAHAN
PEMBERHENTIAN

PEGAWAI

RUANG LINGKUP PENGANGKATAN


PENGANGKATAN CALON PEGAWAI

PERENCANAAN KEBUTUHAN, PENGADAAN, SELEKSI, PENERIMAAN, DAN PENEMPATAN CALON PEGAWAI

PENGANGKATAN DALAM PANGKAT

KENAIKAN PANGKAT

PENGANGKATAN DALAM JABATAN

PENGANGKATAN DALAM JABATAN STRUKTURAL DAN JABATAN FUNGSIONAL

PENGANGKATAN CALON PEGAWAI

PP. No. 97 Th.2000 jo No.54 Th.2003 Tentang Formasi PNS PP. No. 98 Th.2000 jo No.11 Th.2002 Tentang Pengadaan PNS Pengadaan Pegawai harus didasarkan pd kebutuhan & disesuaikan dgn beban kerja & tujuan yg hendak di capai Formasi : Perkiraan jumlah pegawai yg ideal, sebanding dgn beban kerja

PNS

KEBUTUHAN
FORMASI

Pegawai lebih dikurangi Pegawai kurang merekrut pegawai baru

Pasal 1 PP. No.98/2000 : Pengangkatan Calon Pegawai (Pengadaan PNS) adalah untuk mengisi formasi yang lowong Kegiatan Pengangkatan Calon Pegawai (Pengadaan PNS) meliputi : -Perencanaan -Pengumuman -Pelamaran -Penyaringan -Pengangkatan sebagai CPNS -Pengangkatan CPNS sebagai PNS

PENGANGKATAN DALAM PANGKAT (KENAIKAN PANGKAT PNS)

PP. No. 99 Th.2000 jo No.12 Th.2002 tentang Kenaikan Pangkat PNS


PANGKAT ADALAH KEDUDUKAN YANG MENUNJUKKAN TINGKAT SESEORANG PNS BERDASARKAN JABATANNYA DALAM RANGKAIAN SUSUNAN KEPEGAWAIAN DAN DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR PENGGAJIAN

KENAIKAN PANGKAT ADALAH PENGHARGAAN YANG DIBERIKAN ATAS PRESTASI KERJA & PENGABDIAN PNS TERHADAP NEGARA JENIS KENAIKAN PANGKAT PNS :

1. 2. 3. 4.

KENAIKAN PANGKAT REGULER UNTUK FUNGSIONAL UMUM KENAIKAN PANGKAT PILIHAN STRUKTURAL/JFK/MEMILIKI IJASAH KENAIKAN PANGKAT ANUMERTA TEWAS KARENA DINAS KENAIKAN PANGKAT PENGABDIAN PURNA BHAKTI

PENGANGKATAN DALAM JABATAN STRUKTURAL

PP. No. 100 Th.2000 jo No.13 Th.2002 tentang Pengangkatan PNS Kedalam Jabatan Struktural
PERSYARATAN :

Status PNS, Serendah-rendahnya berada 1 (satu) tingkat dibawah jenjang pangkat yg ditentukan, DP.3 2 Th. terakhir baik, Memiliki kualitas dan tingkat pendidikan yg ditentukan, Kompetensi jabatan serta Sehat Jasmani dan Rohani
FAKTOR LAIN YANG MENJADI PERTIMBANGAN : Senioritas, Usia, Diklat Pegawai dan Pengalaman PENGANGKATAN PEJABAT STRUKTURAL DILAKUKAN MELALUI MEKANISME BAPERJAKAT Dasar pelaksanaan : PMA No.9 Tahun 2007 tentang Baperjakat di lingkungan Kementerian Agama

PENGANGKATAN DALAM JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU

DASAR PELAKSANAAN : 1. PP. No. 16 Th.1994 tentang Jabatan Fungsional 2. Peraturan MENPAN tentang Jab. Fungsional Tertentu & Angka Kreditnya 3. SKB antara BKN dan Instansi Pembina tentang Petunjuk Pelaksanaan Jab.Fungsional Tertentu dan Angka Kreditnya
PENGANGKATAN JABATAN FUNSIONAL BERDASARKAN : 1 . INPASSING JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU 2. FORMASI CPNS UTK KETENAGAAN JAB. FUNGSIONAL TERTENTU 3. PERPINDAHAN DIAGONAL DARI JABATAN LAIN KEDALAM JABATAN FUNGSIONAL TERTENTU

RUANG LINGKUP PEMINDAHAN


PEMINDAHAN PEGAWAI DALAM RANGKA PENYEGARAN PEMINDAHAN ANTAR KAB/KOTA PEMINDAHAN ANTAR PROVINSI PEMINDAHAN ANTAR INSTANSI PERPINDAHAN VERTIKAL PERPINDAHAN HORISONTAL PERPINDAHAN DIAGONAL
DILAKUKAN DALAM RANGKA PEMBINAAN DAN ROTASI PEGAWAI MIN 5.MAKS.10 Th.

KEWENANGAN KANWIL UTK PNS MIN MK. 5 Th KECUALI IKUT SUAMI


KEWENANGAN PUSAT UTK PNS MIN MK. 5 Th KECUALI IKUT SUAMI KEWENANGAN BKN DGN PERSETUJUAN PEJABAT YG BERWENANG MASING-MASING PERPINDAHAN DALAM JENJANG JABATAN YG LEBIH TINGGI PERPINDAHAN DALAM JENJANG JABATAN YG SAMA (SELEVEL)

PERPINDAHAN JAB.STRUKTURAL KE DALAM JAB. FUNGSIONAL ATAU SEBALIKNYA

PEMINDAHAN PEGAWAI DALAM RANGKA PENYEGARAN

Ketentuan Pasal 22 UU.No : 8/1974 jo No.43/1999 Bahwa Utk Kepentingan Pelaksanaan Tugas Kedinasan dalam rangka pembinaan PNS dapat diadakan perpindahan Jabatan dan atau Perpindahan Wilayah Kerja
PERPINDAHAN DILAKUKAN DALAM RANGKA PEMBINAAN DAN ROTASI RUTIN SESUAI KEBUTUHAN ORGANISASI BAGI PNS YANG MEMILIKI MASA KERJA MIN 5.MAKS.10 Th. DASAR PELAKSANAANNYA SBB :

SE.SEKJEN No.Sj/B.II/1-b/Kp.00.1/1852/1996 Tgl.6 Mei 1996 Tentang Perpindahan Wiayah Kerja PNS : CPNS belum dapat dapat dipindahkan sebelum diangkat menjadi PNS dan Perpindahan dilakukan dalam status PNS MK.Minimal 5 Th sejak diangkat ditempat pertama bertugas SE.SEKJEN No.Sj/B.II/1-b/Kp.00.1/162/1997 Tgl.26 Nopember 1997 Tentang Perpindahan Wiayah Kerja PNS dilingkungan Depag bahwa Perpindahan PNS APS disetujui apabila PNS tsb. telah memiliki MK.Min.10 Th dengan pengecualian untuk mengikuti suami KEPUTUSAN SEKJEN No.675.A Th.2007 Tentang Juklak Mutasi Kepegawaian dilingkungan Depag: Persyaratan Pindah PNS antar Kab/Kota atau antar Provinsi adalah memiliki MK.Min 5 Tahun

KEWENANGAN PERPINDAHAN DIATUR DALAM KMA No.492/2003

PEMINDAHAN ANTAR KAB/KOTA

DILAKUKAN BAGI PNS YG TELAH MEMILIKI MK. MIN.5 Th DENGAN PENGECUALIAN DALAM RANGKA MENGIKUTI SUAMI
BAGI GOLONGAN III/d KE BAWAH KEWENANGAN KANWIL GOLONGAN IV/a KE ATAS KEWENANGAN PUSAT

PEMINDAHAN ANTAR PROVINSI

DILAKUKAN BAGI PNS YG TELAH MEMILIKI MK. MIN.5 Th DENGAN PENGECUALIAN DALAM RANGKA MENGIKUTI SUAMI KEWENANGAN PUSAT

PEMINDAHAN ANTAR INSTANSI

DILAKUKAN ATAS DASAR KEBIJAKAN PEJABAT YG BERWENANG ATAU KEBUTUHAN ORGANISASI BAGI PNS YG TELAH MEMILIKI MK. MIN.5 Th DENGAN PENGECUALIAN UNTUK MENGIKUTI SUAMI ADA PERSETUJUAN PINDAH (LOLOS BUTUH) DARI INSTANSI YG DITUJU DAN INSTANSI YANG MELEPAS SERTA PERSETUJUAN DARI KEPALA BIRO KEPEGAWAIAN SETJEN JAKARTA PROSES SK. PINDAH KEWENANGAN BKN JAKARTA

PEMINDAHAN VERTIKAL

DILAKUKAN DALAM RANGKA PROMOSI KEDALAM JENJANG JABATAN YG LEBIH TINGGI DGN KETENTUAN TELAH MEMILIKI MASA KERJA MINIMAL 2 TAHUN DALAM JABATAN TERAKHIRNYA CONTOH : PROMOSI DARI ESELON IV KE ESELON III dst. KEWENANGAN BAPERJAKAT PUSAT

PEMINDAHAN HORISONTAL

DILAKUKAN UNTUK KEPENTINGAN DINAS DALAM RANGKA MEMPERLUAS PENGALAMAN DAN MEMPERKOKOH PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA DISELENGGARAKAN PERPINDAHAN TUGAS DAN/ATAU WILAYAH KERJA PERPINDAHAN DALAM JENJANG JABATAN YANG SAMA (SELEVEL) MASA BHAKTI STRUKTURAL KMA 48/1996 MIN.3 TAHUN MAKS.5 TAHUN DAN BERDASARKAN PP.100/2000 Ps.9 AYAT (2) SECARA NORMAL PERPINDAHAN STRUKTURAL DAPAT DILAKUKAN DALAM WAKTU 2 S/D 5 TAHUN

PEMINDAHAN DIAGONAL

PERPINDAHAN DARI JABATAN FUNGSIONAL KE DALAM JABATAN STRUKTURAL DALAM RANGKA PROMOSI JABATAN BERLAKU KETENTUAN Ps.5 PP.100/2000 PERPINDAHAN DARI JABATAN STRUKTURAL KEDALAM JABATAN FUNGSIONAL UMUMNYA DILAKUKAN DALAM RANGKA MEMPERPANJANG MASA BHAKTI SEBELUM MENCAPAI BUP DIATUR DALAM KETENTUAN MENPAN SERTA SKB ANTARA BKN & INSTANSI PEMBINA MASING-MASING JAB.FUNGSIONAL TERTENTU

RUANG LINGKUP PEMBERHENTIAN


ATAS PERMINTAAN SENDIRI MENCAPAI BATAS USIA PENSIUN (BUP) PENYEDERHANAAN ORGANISASI PENGUNDURAN DIRI / USIA Min 50 Th MK.Min 20 Th. PENSIUN TELAH MENCAPAI USIA PENSIUN YG DITENTUKAN PERATURAN PENYEDERHANAAN INSTANSI KRN KEBIJAKAN PEMERINTAH PIDANA ANCAMAN 4 Th.LEBIH / MELANGGAR PS.104-161 KUHP TERGANGGUNYA KESEHATAN ATAU JIWANYA 2 BULAN GAJI DIHENTIKAN 3 BULAN DIPERTIMBANGKAN 6 BULAN PTDH WAFAT / HILANG DIANGGAP WAFAT STLH 12 BULAN PENSIUN

MELAKUKAN TINDAK PIDANA


TIDAK CAKAP JASMANI DAN ROHANI MENINGGALKAN TUGAS TANPA KET. YG SAH MENINGGAL DUNIA ATAU HILANG

KARENA HAL HAL LAIN

CLTN TDK LAPOR / MELANGGAR PERATURAN DISIPLIN PNS

PEMBERHENTIAN ATAS PERMINTAAN SENDIRI (APS)

PNS YG MEMINTA BERHENTI DIBERHENTIKAN DGN HORMAT TANPA HAK PENSIUN APABILA BERUSIA KURANG DARI 50 Th PNS YG MENGAJUKAN BERHENTI TELAH BERUSIA MIN.50 TH & MEMILIKI MK.MIN.20 TH DAPAT DIBERHENTIKAN DGN HORMAT DG HAK PENSIUN PNS YG MEMINTA BERHENTI DAPAT DITUNDA 1 TAHUN APABILA ADA KEPENTINGAN YG MENDESAK DAN DAPAT DITOLAK APABILA MASIH DALAM TERIKAT DINAS PEMBERHENTIAN MENCAPAI BATAS USIA PENSIUN

PNS BERUSIA 56 Thn DIPENSIUNKAN PEJABAT STRUKTURAL ESELON I & II BERUSIA 60 Thn DIPENSIUNKAN HAKIM BERUSIA 58 Thn DIPENSIUNKAN GURU DAN PENGAWAS BERUSIA 60 Thn DIPENSIUNKAN DOSEN LEKTOR KEPALA, LEKTOR/GURU BESAR BERUSIA 65 Thn DIPENSIUNKAN GURU BESAR EMIRITUS BERUSIA 70 Thn DIPENSIUNKAN

PEMBERHENTIAN KRN PENYEDERHANAAN ORGANISASI

AKIBAT KEBIJAKAN DOWNSIZING (PERAMPINGAN) ORGANISASI MAKA TERJADI KELEBIHAN PEGAWAI, KELEBIHAN TSB. DISALURKAN KE ORGANISASI LAINNYA

APABILA PENYELURAN TSB. TIDAK MUNGKIN DILAKSAKAN, MAKA PNS DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT SEBAGAI PNS ATAU DARI JABATAN NEGERI DIBERIKAN HAK-HAK KEPEGAWAIAN
PEMBERHENTIAN KARENA MELAKUKAN PELANGGARAN/TINDAK PIDANA/PENYELEWENGAN

MELANGGAR SUMPAH/JANJI DAN JABATAN NEGERI PNS ATAU MELANGGAR PERATURAN DISIPLIN DERHENTIKAN TIDAK DENGAN HORMAT TANPA HAK PENSIUN TINDAK PIDANA DIANCAM SETINGGI-TINGGINYA 4 TH PENJARA ATAU DIANCAM PIDANA DGN HUKUMAN YG LEBIH BERAT SERTA TINDAK PIDANA YG ADA HUBUNGAN DGN JABATAN ATAU TINDAK PIDANA KEJAHATAN YG MELANGGAR PASAL 104-161 KUHP DIBERHENTIKAN TIDAK DGN HORMAT TANPA HAK PENSIUN

PEMBERHENTIAN KARENA TIDAK CAKAP JASMANI/ROHANI

TIDAK DAPAT BEKERJA LAGI DALAM SEMUA JAB.NEGERI KARENA KESEHATANNYA MENDERITA SAKIT/KELAINAN YG BERBAHAYA BAGI DIRI DAN LINGKUNGANNYA SETELAH MENJALANI CUTI SAKIT MAKS. 1 th BELUM MAMPU BEKERJA KEMBALI, DIBERHENTIKAN DGN HORMAT ATAS DASAR SURAT KETERANGAN TIM PENGUJI KESEHATAN PEMBERHENTIAN KARENA MENINGGALKAN TUGAS

MENINGGALKAN TUGAS TANPA KETERANGAN YG SAH SELAMA 2 BULAN SECARA TERUS MENERUS DIHENTIKAN GAJINYA PADA BULAN KE 3
MENINGGALKAN TUGAS KURANG DARI 6 BULAN SECARA TERUS DAPAT DITUGASKAN KEMBALI APABILA ALASANNYA DAPAT DIPERTIMBANGKAN ATAU DIBERHENTIKAN DGN HORMAT APABILA KARENA KELALAIAN YG BERSANGKUTAN MENINGGALKAN TUGAS SELAMA 6 BULAN SECARA TERUS MENERUS DIBERHENTIKAN TIDAK DENGAN HORMAT SEBAGAI PNS

PEMBERHENTIAN KARENA MENINGGAL DUNIA/HILANG

PNS MENINGGAL DUNIA DIBERHENTIKAN DGN HORMAT DGN HAK PENSIUN PNS YG HILANG DIANGGAP TELAH MENINGGAL DUNIA PADA AKHIR BULAN KE 12 SETELAH NYATAKAN HILANG OLEH PEJABAT YG BERWAJIB PNS YG HILANG DAN TERNYATA DITEMUKAN KEMBALI MASIH HIDUP DIANGKAT KEMBALI SEBAGAI PNS DAN GAJI DIBAYAR SECARA PENUH SEJAK DINYATAKAN HILANG DGN MEMPERHITUNGKAN KEMBALI HAK-HAK KEPEGAWAIAN YG TELAH DITERIMA KELUARGANYA PEMBERHENTIAN KARENA HAL-HAL LAIN

HABIS CLTN TIDAK LAPOR KEPADA INSTANSI INDUK DI BERHENTIKAN DGN HORMAT PNS SETELAH CLTN MELAPOR KE INSTANSI INDUK DAPAT DIPEKERJAKAN KEMBALI APABILA FORMASI MASIH MENGIZINKAN DAN DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT APABILA TIDAK ADA LOWONGAN FORMASI

PNS YG MENJADI PENGURUS DAN ATAU ANGGOTA PARPOL DIBERHENTIKAN DENGAN HORMAT APABILA MELAPOR DAN TIDAK DENGAN HORMAT APABILA TIDAK MELAPOR (PP. 37/2004)

PNS YG MENCALONKAN DIRI SEBAGAI SALAH SATU PASANGAN CALON KEPALA /WAKIL KEPALA DAERAH APABILA DALAM 21 HARI SEJAK DIKETAHUI TIDAK TERPILIH DAN TIDAK MENGAJUKAN UNTUK AKTIF KEMBALI AKTIF SEBAGAI PNS DIJATUHI SANKSI HUKUMAN DISIPLIN (PERKA BKN. 10/2005)

PNS YG MENCALONKAN DIRI SEBAGAI CALON LEGISLATIF HARUS MENGUNDURKAN DIRI SEBAGAI PNS DAN TIDAK DAPAT DITARIK KEMBALI MAKA DITETAPKAN SURAT KEPUTUSAN PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT SEBAGAI PNS APABILA PADA SAAT PEMBERHENTIAN YANG BERSANGKUTAN BERUSIA Min.50 Th DENGAN MK.Min.20 Th DAPAT MENGAJUKAN PENSIUN (Ps.12 huruf K UU.10/2008)

SEKIAN TERIMA KASIH

SEMOGA BERMANFAAT
Created : Iwan.K