Anda di halaman 1dari 8

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR 036 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS UNSUR-UNSUR ORGANISASI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN, Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, maka dipandang perlu dilakukan perumusan tugas pokok, fungsi dan uraian tugas unsur-unsur organisasi Perangkat Daerah dan Unit Pelaksana Teknis Dinas dan Badan ; b. bahwa untuk menunjang kelancaran tugas Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum perlu ditetapkan tugas pokok, fungsi dan uraian tugas unsur-unsur organisasi Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, dipandang perlu ditetapkan tugas pokok, fungsi dan uraian tugas unsur-unsur organisasinya ; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan ; Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 Jo. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 antara lain mengenai Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 106). 2. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041 ) sebagaimana telah diubah dengan Undangundang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undangundang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890 ) ; 3. Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ; 5. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438) : 6. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593) ; 7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737). 8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Rrepublik Indonesia Nomor 4741 ) ; 9. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816) ; 10. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan ;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah ; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah ; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah ; 14. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 5 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 5 ) ; 15. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 6 ); 2

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS UNSUR-UNSUR ORGANISASI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM. BAB I KETEN TUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan : 1. 2. 3. 4 5. 6. 7. 8 9. 10. 11. 12 Daerah adalah Provinsi Kalimantan Selatan.

Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Gubernur adalah Gubernur Kalimantan Selatan. Rumah Sakit adalah Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Direktur adalah Direktur Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Wakil Direktur adalah Wakil Direktur Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Bagian adalah Bagian pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Bidang adalah Bidang pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Sub Bagian adalah Sub Bagian pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Seksi adalah Seksi pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Instalasi adalah instalasi di lingkungan Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Jabatan Fungsional pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.

BAB II TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Pasal 2 (1) Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan jiwa secara berdayaguna dan berhasilguna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dengan upaya peningkatan kesehatan jiwa serta pencegahan penyakit kejiwaan. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. membina dan mengkoordinasikan pelaksanaan usaha pelayanan kesehatan jiwa, promotif, kuratif, preventif dan pencegahan penyakit jiwa ; b. merumuskan dan mengkoordinasikan kesehatan dan pemulihan penyakit jiwa ; pelaksanaan usaha pelayanan

(2)

c. merumuskan dan mengkoordinasikan pelaksanaan pelayanan kesehatan jiwa rehabilitasi ; 3

d. merumuskan kebijakan pelayanan kesehatan jiwa, rawat jalan dan rawat inap ; e. merumuskan mengkoordinasikan kebijakan usaha pelayanan sistem kesehatan jiwa kemasyarakatan ; f. mengkoordinasikan pelaksanaan rujukan pengobatan penyakit tertentu (sistem riferal) ; g. mengkoordinasikan pelaksanaan usaha pelayanan rehabilitasi kesehatan umum dan lainnya. h. mengkoordinasikan dan memfasilitasi pelaksanaan kebijakan teknis Rumah Sakit dan kegiatan pendidikan riset dan penelitian tenaga kesehatan jiwa ; dan i. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya. 3. Untuk melaksanakan tugas tersebut pada ayat (1), Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum mempunyai fungsi : a. pelayanan kesehatan jiwa promotif, kuratif, preventif dan rehabilitatif ; b. pelayanan rawat inap dan rawat jalan ; c. pelayanan penunjang medis dan non medis ; d. pelayanan rujukan ; e. fasilitasi pendidikan tenaga kesehatan jiwa ; dan f. 4. pengelolaan urusan ketatausahaan.

Unsur-unsur organisasi Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum terdiri dari : a. Sub Bagian Tata Usaha ; b. Seksi Pelayanan Medik ; c. Seksi Penunjang Medik ; dan d. Seksi Keperawatan.

Pasal 3 (1) Sub Bagian Tata Usaha mempunyai tugas menyiapkan penyusunan program dan rencana kegiatan, evaluasi dan pelaporan urusan administrasi kepegawaian, keuangan, surat menyurat, penggandaan, rumah tangga, kehumasan dan ketatalaksanaan, dokumentasi, serta perpustakaan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyiapkan penyusunan program kerja rumah sakit dan melaksanakan evaluasi pelaksanaan program serta menyusun laporan serta membuat renstra rumah sakit, lakip, ketatalaksanaan yang berkaitan dengan uraian tugas, sistem dan prosedur ;

b. c.

menyiapkan bahan pembinaan kepagawaian, administrasi kepegawaian mutasi pegawai, kesejahteraan pegawai, diklat dan pengawasan ; menyiapkan bahan penyusunan Rencana Anggaran Satuan Kerja (RASK) dan Dokumen Anggaran Satuan Kerja (DASK) melaksanakan pembukuan pertanggung jawaban, perhitungan, evaluasi pebendaharaan dan urusan dibidang keuangan lainnya ; melaksanakan pengelolaan pendapatan rumah sakit yang diperoleh dari pelayanan seluruh instalasi ke kas daerah ; melaksanakan urusan pengelolaan surat menyurat, kearsipan, pengetikan, penggandaan tata naskah dinas ekspedisi dan melaksanakan pengelolaan administrasi rekam medis dan pelaporan ; melaksanakan urusan kebersihan dan keamanan perjalanan dinas, akomodasi dan keprotokolan ; kantor, administrasi

d. e.

f. g.

menyiapkan bahan pengelolaan sarana kebutuhan pengadaan pemeliharaan, distribusi, inventarisasi dan penghapusan perlengkapan kantor dan fasilitasnya lainnya ; melaksanakan layanan angkutan pasien ; dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai bidang tugas dan tangung jawabnya.

h. i.

Pasal 4 (1) Seksi Pelayanan Medik mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan rencana dan melayani kebutuhan instalasi dalam bidang pelayanan medis. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyiapkan rencana kegiatan pelayanan medik dan mencatat kebutuhan sarana dan prasarana instalasi dalam bidang pelayanan medis dan pengumpulan data dan informasi tentang jumlah pelayanan kegiatan medik ; menyiapkan bahan petunjuk teknis pelayanan medis untuk tindakan pelayanan medis ; menyiapkan dan melaksanakan evaluasi pelaksanaan kegiatan pelayanan medik dan pengawasan terhadap aktivitas pelayanan medis kesehatn jiwa ; mengkoodinasikan mengendalikan operasional kegiatan pelayanan medik ; menyiapkan bahan pelaksanaan hubungan kerjasama dengan unit kerja terkait dalam bidang kegiatan medik ; menyiapkan bahan pembinaan dan petunjuk teknis pemanfaatan sarana dan prasarana instalasi ; menyiapkan dan mengumpulkan bahan pelaporan pelaksanaan kegiatan Seksi Pelayanan Medik ; melaksanakan pengelolaan administrasi rekan pelayanan medis dan kesehatan jiwa ; dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya.

(2)

b. c. d. e. f. g. h. i.

Pasal 5 (1) 2) Seksi Penunjang Medik mempunyai tugas mengkoordinasikan penyusunan rencana dan melayani kebutuhan instalasi dalam bidang pelayanan medis. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. b. c. menghimpun dan mengolah data tenaga penunjang medis, para medis, teknisi medis dan non medis ; menyiapkan bahan pembinaan dan petunjuk teknis, perencanaan kebutuhan pemanfaatan dan penempatan tenaga medis, teknis medis dan non medis ; menyiapkan bahan dan kerjasama dengan unit kerja terkait dalam kegiatan penyusunan kebutuhan pemanfaatan dan standar tenaga penunjang medis, teknis medis dan non medis ; melaksanakan evaluasi dalam pelayan administrasi pasien dan pelayanan instalasi penunjang ; menyiapkan dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan penunjang medik secara periodik ; menyiapkan bahan dan menyusun pertimbangan khusus dalam peningkatan pelayanan instalasi ; melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pemanfaatan sarana dan prasarana penunjang medik ; dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 6 (1) 3) Seksi Keperawatan mempunyai tugas mengatur dan mengendalikan perawat dalam rangka tugas perawatan. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. f. g. h. menghimpun dan mengolah data tenaga perawat ; menyiapkan bahan pembinaan dan petunjuk teknis perawatan perencanaan, kebutuhan, pemanfaatan dan penempatan perawat ; menyiapkan bahan dan kerjasama dengan unit kerja terkait dalam kegiatan penyusunan kebutuhan pemanfaatan tenaga perawat ; melaksanakan evaluasi dalam pelayan administrasi pasien dan pelayanan instalasi penunjang ; menyiapkan bahan dan menyusun pertimbangan teknis dalam peningkatan pelayanan perawatan ; melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan perawatan ; dan menyiapkan bahan laporan kegiatan Seksi Keperawatan dalam berbagai bentuk ; dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai bidang tugas dan bertanggung jawabnya.

d. e. f. g. h.

BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 7 Pada saat Peraturan Gubernur ini mulai berlaku, maka semua ketentuan sebelumnya yang mengatur tugas pokok, fungsi dan uraian tugas Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, dinyatakan tidak berlaku. Pasal 8 Ketentuan lebih lanjut mengenai hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Gubernur ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya, ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.

Pasal 9 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Ditetapkan di pada tanggal Banjarmasin

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

H. RUDY ARIFFIN

Diundangkan di pada tanggal

Banjarmasin

SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN,

H. M. MUCHLIS GAFURI BERITA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2009 NOMOR