Anda di halaman 1dari 17

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN NOMOR TAHUN 2010 TENTANG URAIAN TUGAS UNSUR-UNSUR ORGANISASI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN, Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 23 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, maka dipandang perlu dilakukan perumusan uraian tugas unsur-unsur organisasi Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum ; bahwa untuk menunjang kelancaran tugas Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum dipandang perlu ditetapkan uraian tugas unsurunsur organisasi Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum ; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan ; Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 jo. Undang-undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 antara lain mengenai Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 106) ; Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041 ) sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839 ) ; Undang-undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3671) ; Undang-undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara

b.

c.

Mengingat

1.

2.

3.

4.

Republik Indonesia Nomor 4389) ; 5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844) ; Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438) ; Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pembinaan dan Pengawasan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593) ; Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737) ; Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Rrepublik Indonesia Nomor 4741 ) ;

6.

7.

8.

9.

10. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816) ; 11. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan ; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah ; 13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah ; 14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah ; 15. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 5 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 5 ) ; 16. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 23 Tahun 2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2009 Nomor 23, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 20).

MEMUTUSKAN Menetapkan :

PERATURAN GUBERNUR TENTANG URAIAN TUGAS UNSURUNSUR ORGANISASI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM.

BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Daerah adalah Provinsi Kalimantan Selatan. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Gubernur adalah Gubernur Kalimantan Selatan. Rumah Sakit adalah Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Direktur adalah Direktur Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Wakil Direktur adalah Wakil Direktur Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Bagian adalah Bagian pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Bidang adalah Bidang pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. Sub Bagian adalah Sub-Sub Bagian pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum.

10. Seksi adalah Seksi pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. 11. Instalasi adalah instalasi di lingkungan Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. 12. Kelompok Jabatan Fungsional adalah Kelompok Jabatan Fungsional pada Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum. BAB II URAIAN TUGAS UNSUR-UNSUR ORGANISASI RUMAH SAKIT JIWA SAMBANG LIHUM Bagian Pertama Rumah Sakit Pasal 2 (1) Rumah Sakit mempunyai tugas melaksanakan upaya kesehatan jiwa secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dengan upaya peningkatan kesehatan lainnya serta pencegahan penyakit kejiwaan. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut :

a. menetapkan kebijakan teknis penyelenggaraaan pelayanan kesehatan jiwa dan kesehatan lainnya sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku ; b. menetapkan kebijakan operasional penyelenggaraan pelayanan medik ; c. menetapkan kebijakan operasional penunjang medik ; d. menetapkan kebijakan oerasional pelayanan penyalahgunaan napza/narkoba ; e. menetapkan kebijakan operasional keperawatan ; penyelenggaraan pelayanan dan asuhan

f. menetapkan kebijakan operasional penyelenggaraan kesehatan jiwa rujukan ; g. menetapkan kebijakan pengembangan sumber daya manusia, penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang kesehatan ; h. memantau dan mengendalikan keuangan ; penyusunan anggaran dan pengelolaan

i. memantau dan mengendalikan penyusunan penyusunan program, evaluasi dan pelaporan ; j. memantau dan mengendalikan penelenggaraan urusan ketatausahaan ; k. melakukan koordinasi dengan instansi dan atau lembaga terkait lainnya dibidang pelayanan kesehatan jiwa dan kesehatan lainnya ; dan l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. (3) Unsur-unsur organisasi Rumah Sakit adalah sebagai berikut : a. Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan ; b. Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medik ; c. Bagian Tata Usaha ; d. Bagian Keuangan ; e. Bagian Program ; f. Bidang Pelayanan Medis ; g. Bidang Penunjang Medis ; dan h. Bidang Keperawatan. Bagian Kedua Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan Pasal 3 (1) Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan mempunyai tugas mengoordinasikan dan mengendalikan penyelengaraan urusan ketatausahaan, penyusunan anggaran, pengelolaan keuangan, organisasi, penyusunan program dan ketatalaksanaan rumah sakit. (2) berikut : a. merumuskan kebijakan, mengoordinasikan dan mengendalikan penyelengaraan urusan ketatausahaan ; b. merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan kegiatan penyusunan anggaran ; c. merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan pengelolaan keuangan ; Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai

d. merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan penyusunan program ;

kegiatan

e. merumuskan kebijakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan analisis dan efektivitas organisasi dan ketatalaksanaan rumah sakit jiwa ; f. merumuskan kebijakan, mengoordinasikan pengembangan sumber daya manusia di rumah sakit jiwa ; g. melaksanakan koordinasi dengan instansi dan atau lembaga terkait lainnya dibidang administrasi, umum dan keuangan ; dan h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. (3) Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan membawahi : a. Bagian Tata Usaha ; b. Bagian Keuangan; dan c. Bagian Program. Paragraf 1 Bagian Tata Usaha Pasal 4

(1) Bagian Tata Usaha mempunyai tugas menyelenggarakan urusan umum dan kepegawaian, pengelolaan ketatausahaan, rumah tangga, perlengkapan, organisasi dan ketatalaksanaan, hukum dan perundang-undangan serta hubungan masyarakat. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. merumuskan program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pengelolaan urusan surat menyurat, rumah tangga, perlengkapan dan pemeliharaan ; b. merumuskan program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pengelolaan administrasi kepegawaian ; c. merumuskan program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi penyelenggaraan pengelolaan urusan hukum dan perundang-undangan ; d. merumuskan program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi penyelenggaraan hubungan masyarakat, organisasi dan tatalaksana ; e. merumuskan program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan fasilitasi kerjasama/kemitraan dengan pihak ketiga ; f. melaksanakan koordinasi dengan instansi dan atau lembaga terkait lainnya dibidang ketatausahaan ; dan g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. (3) Unsur-unsur organisasi Bagian Tata Usaha terdiri dari : a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian ; dan b. Sub Bagian Hukum, Hubungan Masyarakat dan Ketatalaksanaan.

Pasal 5 (1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyelenggarakan dan mengelola urusan ketatausahaan, administrasi kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan dan pemeliharaan. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kegiatan umum, pengelolaan administrasi dan kepegawaian ; b. melaksanakan kegiatan surat menyurat, pengetikan, penggandaan dan pencetakan naskah dinas, pemilahan, pemberkasan, pemindahan, penyusunan jadwal retensi dan pemusnahan arsip in aktif ; c. melaksanakan pengaturan tata ruang kantor, penerangan, sarana komunikasi, penyediaan air bersih, pertamanan dan kebersihan lingkungan perkantoran, keamanan serta perparkiran ; d. menyiapkan bahan dan menyusun Rencana Kebutuhan Barang (RKBU) dan Rencana Tahunan Barang (RTBU), pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, distribusi, inventarisasi dan penghapusan barang inventaris ; e. melaksanakan pelayanan administrasi perjalanan dinas dan akomodasi tamu kedinasan dan keprotokolan ; f. menyiapkan bahan, melaksanakan analisa dan menyusun rencana kebutuhan pegawai dan pengembangan sumber daya manusia rumah sakit, menyusun Daftar Nominatif, Daftar Urut Kepangkatan serta mengelola dokumentasi dan menyajikan informasi kepegawaian ; g. menyiapkan bahan pembinaan kepegawaian meliputi pembinaan disiplin, pengawasan melekat, peningkatan kesejahteraan, cuti, pemberian penghargaan, hukum dan sanksi kepegawaian, evaluasi kinerja individual, pembinaan korps dan kode etik kepagawaian (PNS) ; h. menyiapkan bahan dan memproses mutasi kepegawaian meliputi mutasi kepangkatan, mutasi jabatan, mutasi gaji, mutasi perpindahan dan pemberhentian pegawai ; dan i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 6 (1) Sub Bagian Hukum, Hubungan Masyarakat dan Ketatalaksanaan mempunyai tugas memberikan bantuan dan perlindungan hukum, telaahan hukum kepada setiap unsur rumah sakit jiwa, hubungan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, organisasi dan tatalaksana serta kerjasama kemitraan dengan pihak ketiga. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. b. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kegiatan bantuan dan perlindungan hukum, hubungan masyarakat dan ketatalaksanaan ; menyiapkan bahan, mengolah dan kasus pelayanan rumah sakit ; menyusun telaahan hukum atas kasus-

(2)

(2)

c.

menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan kuasa hukum dalam pemberian bantuan hukum kepada setiap unsur rumah sakit jiwa dalam penanganan kasus-kasus pelayanan rumah sakit ; menyiapkan bahan, mengolah dan mengembangkan informasi dan sosialisasi kebijakan, pelayanan dan pemasaran rumah sakit ; menyiapkan bahan koordinasi dan melaksanakan kerjasama internal dan eksternal dalam rangka penyebaran informasi dan sosialisasi pelayanan rumah sakit. menyiapkan bahan dan melaksanakan analisis dan organisasi dan ketataksanaan ; evaluasi efektifitas

d. e.

f. g.

h. j. k.

menyiapkan bahan rencana fasilitasi kegiatan kerjasama kemitraan dengan pihak ketiga dalam rangka peningkatan kualitas dan pengembangan pelayanan rumah sakit jiwa ; menyiapkan bahan rencana program kegiatan kerja sama kemitraan dengan pihak ketiga ; menyiapkan bahan perjanjian kontrak dalam rangka kerjasama kemitraan dengan pihak ketiga ; dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Paragraf 2 Bagian Keuangan Pasal 7

(1)

Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan penyusunan anggaran, pengelolaan administrasi penerimaan dan pengeluaran, mobilisasi dana dan melaksanakan sistem akuntasi pemerintahan serta menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyusun program, mengatur dan mengevaluasi penyusunan anggaran rumah sakit jiwa ; b. menyusun program, mengatur dan mengevaluasi administrasi penerimaan dan pengeluaran ; c. melaksanakan verifikasi dan penatausahaan keuangan ; d. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan sistem akuntansi keuangan ; e. menyusun program, mengatur, mengendalikan, pemantauan dan evaluasi penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan ; dan f. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. kegiatan kegiatan koordinasi

(2)

pelaksanaan

(3)

Unsur-unsur organisasi Bagian Keuangan adalah : a. Sub Bagian Administrasi Penerimaan dan Mobilisasi Dana ; dan b. Sub Bagian Administrasi Pengeluaran dan Akuntansi Keuangan. Pasal 8

(1)

Sub Bagian Administrasi Penerimaan dan Mobilisasi Dana mempunyai tugas melaksanakan penyusunan anggaran, pengelolaan administrasi penerimaan, pendapatan dan melaksanakan upaya mobilisasi dana dari berbagai sumber yang sah.

(2)

Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun dan mengolah data anggaran, penerimaan dan pendapatan rumah sakit, sumber penerimaan yang sah ; b. menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis penyusunan rencana anggaran, pengelolaan administrasi penerimaan, pendapatan dan upaya mobilisasi dana ; c. menyiapkan bahan dan menyusun rencana anggaran rumah sakit jiwa ; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan unsur terkait dalam penyusunan anggaran rumah sakit jiwa ; e. menyiapkan bahan dan menyusun dokumen rencana dan pelaksanaan anggaran rumah sakit jiwa ; f. menyiapkan bahan dan melaksanakan penatausahaan penerimaan dan pendapatan rumah sakit jiwa ; g. menyiapkan bahan dan melaksanakan upaya mobilisasi dana dari berbagai sumber yang sah ; h. melaksanakan penyelesaian administrasi tunggakan pembayaran dan penagihan kepada pasien individu atau institusi lain ; dan i. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian Keuangan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya.

Pasal 9 (1) Sub Bagian Administrasi Pengeluaran dan Akuntansi Keuangan mempunyai tugas melaksanakan administrasi pengeluaran, verifikasi, penatausahaan keuangan, pelaksanaan sistem akuntansi keuangan, pemantauan dan laporan pertanggungjawaban keuangan.

(2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyiapkan bahan dan menyusun rencana administrasi pengeluaran dan akuntansi keuangan ; b. menghimpun dan mengolah data pengeluaran dana oprasional rumah sakit jiwa ; c. menyiapkan bahan dan melaksanakan penatausahaan dana operasional rumah sakit ; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan anggaran rumah sakit jiwa ; e. menyiapkan bahan dan melaksanakan verifikasi setiap penggunaan mata anggaran rumah sakit jiwa ; f. menyiapkan bahan dan melaksanakan analisa pelaksanaan dan perhitungan realisasi penggunaan anggaran oprasional rumah sakit jiwa ; g. menyiapkan bahan dan melaksanakan sistem akuntasi keuangan pengelolaan dana oprasional rumah sakit jiwa ; h. menyiapkan bahan dan melaksanakan pertanggungjawaban pengelolaan dana operasional rumah sakit ;

i. menyiapkan bahan dan menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan pengelolaan dana operasional rumah sakit ; dan j. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian Keuangan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya.

Paragraf 3 Bagian Program Pasal (1) 10

Bagian Program mempunyai tugas mengoordinasikan penyusunan program dan rencana kegiatan rumah sakit jiwa, menyusun rencana strategis, melaksanakan evaluasi dan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja serta rekam medik. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. mengoordinasikan penyusunan program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan koordinasi penyusunan program dan rencana kegiatan rumah sakit jiwa ; b. Mengoordinasikan penyusunan program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana strategis rumah sakit jiwa ; c. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan program dan rencana kegiatan rumah sakit jiwa ; d. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja rumah sakit jiwa ; e. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan rekam medik ; f. melaksanakan koordinasi dengan instansi dna atau lembaga terkait lainnya dibidang program dan perencanaan ; dan g. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan.

(2)

(3)

Unsur-unsur organisasi Bagian Penyusunan Program dan Rekam Medik adalah : a. Sub Bagian Penyusunan Program, Evaluasi dan Pelaporan ; dan b. Sub Bagian Rekam Medik.

Pasal 11 (1) Sub Bagian Penyusunan Program, Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama pengumpulan, pengolahan data dan penyusunan program dan rencana kegiatan, penyusunan rencana strategis, pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan akuntabilitas kinerja rumah sakit jiwa. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyiapkan bahan penyusunan rencana program dan rencana kegiatan rumah sakit jiwa bekerjasama dengan unit/instansi terkait ;

(2)

b. melaksanakan analisis, menyusun rencana program dan rencana kegiatan rumah sakit jiwa ; c. menyiapkan bahan penyusunan rencana strategis rumah sakit jiwa bekerjasama dengan unit/instansi terkait ; d. melaksanakan analisis dan menyusun rencana strategis rumah sakit jiwa ; e. menghimpun dan mengolah data pelaksanaan program dan kegiatan rumah sakit jiwa ; f. menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan unsur terkait dalam pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan program dan rencana kegiatan rumah sakit jiwa ; g. menyiapkan bahan dan menyusun laporan akuntabilitas kinerja rumah sakit jiwa ; dan h. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 12 (1) (2) Sub Bagian Rekam Medik mempunyai tugas melaksakan pengumpulan, pengolahan dan rekam medik. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyiapkan bahan dan melaksanakan kegiatan rekam medik ; b. mengumpulkan dan mengolah data rekam medik secara sistematik ; c. menyusun dan mengelola data pasien ; d. mengelola Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit ; e. menyediakan dan memberikan pelayanan data rekam medik ; dan f. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bagian Program sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Bagian Ketiga Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medik Pasal 13 (1) Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medik mempunyai tugas mengoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan pelayanan medik dan spesialistik, upaya rujukan, pengembangan fasilitas medik dan non medik, ketenagaan dan etika profesi, asuhan keperawatan dan tindakan medik lainnya. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. merumuskan kebijakan, mengoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan kegiatan pelayanan medik dan spesialistik ; b. merumuskan kebijakan, mengoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan upaya rujukan ; c. merumuskan kebijakan, mengoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan kegiatan mutu pelayanan rumah sakit ; d. merumuskan kebijakan, mengoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan kegiatan pengembangan fasilitas medik dan non medik ; Kepala Bagian Program

(2)

e. merumuskan kebijakan, mengoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan kegiatan penunjang medik dan fasilitas sarana prasarana rumah sakit ; f. mengoordinasikan dan mengendalikan penyelenggaraan kegiatan ketenagaan dan etika profesi, asuhan keperawatan dan tindakan medik lainnya ; g. merumuskan kebijakan, mengoordinasikan pengembangan dan pemberdayaan sumber daya manusia dalam bidang pelayanan dan penunjang medik ; h. melaksanakan koordinasi dengan instansi dan atau lembaga terkait lainnya dibidang pelayanan dan penunjang medik ; dan i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. (3) Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medik membawahi : a. Bidang Pelayanan Medis ; b. Bidang Penunjang Medis ; dan c. Bidang Keperawatan. Paragraf 1 Bidang Pelayanan Medis Pasal 14 (1) Bidang Pelayanan Medik mempunyai tugas mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pelayanan rawat inap dan rawat jalan, pemanfaatan dan pemantauan sarana dan prasarana serta evaluasi pelayanan rawat inap dan rawat jalan. (2)Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyusun program, mengatur, mengevaluasi penyelenggaraan koordinasi dan pengendalian penyelenggaraan pelayanan medik rawat inap ; b. menyusun program, mengatur, mengevaluasi penyelenggaraan koordinasi dan pengendalian penyelenggaraan pelayanan medik rawat jalan, intensif dan darurat ; c. menyusun program, mengatur, mengawasi, memantau dan mengevaluasi kebutuhan tenaga medis, peralatan medik, sarana dan prasarana pelayanan medik rawat inap ; d. menyusun program, mengatur, mengawasi, memantau dan mengevaluasi kebutuhan tenaga medis, peralatan medik, sarana dan prasarana pelayanan medik rawat jalan, intensif dan darurat ; e. melakukan pengawasan dan pengendalian upaya rujukan, penerimaan dan pemulangan pasien ; f. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelayanan medik rawat inap ; g. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelayanan rawat jalan, intensif dan darurat ; h. melaksanakan koordinasi dengan instansi dan atau lembaga terkait lainnya dibidang pelayanan medik ; dan i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Wakil Direktur Pelayanan Medik sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. (3) Unsur-unsur organisasi Bidang Pelayanan Medik terdiri dari :

a. Seksi Rawat Inap ; dan b. Seksi Rawat Jalan, Intensif dan Darurat. Pasal 15 (1) Seksi Rawat Inap mempunyai tugas menyiapkan pedoman dan petunjuk teknis pelayanan rawat inap, menyediakan dan memantau kebutuhan tenaga, peralatan medik dan pemanfaatan fasilitas sarana dan prasarana pelayanan medik serta melaksanakan evaluasi kegiatan rawat inap. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun dan mengolah data jumlah pasien rawat inap, peralatan, fasilitas sarana dan prasarana pelayanan rawat inap ; b. menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis pelayanan medik rawat inap ; c. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan peralatan medik, pemanfaatan fasilitas sarana dan prasarana pelayanan rawat inap ; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan kerja sama dengan unsur/unit kerja terkait dalam penyusunan rencana kebutuhan pemanfaatan sarana dan prasarana pelayanan rawat inap ; e. melaksanakan pemeriksaan dan penilaian atas kondisi kelaikan sarana dan prasarana pelayanan rawat inap ; f. melakukan koordinasi dengan unsur/unit kerja terkait dalam kegiatan pelayanan, inventarisasi peralatan medik, fasilitas sarana dan prasarana pelayanan rawat inap ; g. menyiapkan bahan dan menyusun laporan pemanfaatan peralatan medik, fasilitas sarana dan prasarana pelayanan rawat inap ; h. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pelayanan rawat inap ; dan i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 16 (1) Seksi Rawat Jalan, Intensif dan Darurat mempunyai tugas menyiapkan pedoman dan petunjuk teknis pelayanan rawat jalan, menyediakan dan memantau kebutuhan tenaga, peralatan medik dan pemanfaatan fasilitas sarana dan prasarana pelayanan medik serta melaksanakan evaluasi kegiatan pasien rawat jalan, intensif dan darurat.

(2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun dan mengolah data jumlah pasien rawat jalan, peralatan, fasilitas sarana dan prasarana rawat jalan, intensif dan darurat ; b. menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis pelayanan medik rawat jalan, intensif dan darurat ; c. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan peralatan medik, pemanfaatan fasilitas sarana dan prasarana pelayanan medik rawat jalan, intensif dan darurat ; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan kerja sama dengan unsur/unit kerja terkait dalam penyusunan rencana kebutuhan pemanfaatan sarana dan prasarana pelayanan medik rawat jalan, intensif dan darurat ; e. melaksanakan pemeriksaan dan penilaian atas kondisi kelaikan sarana dan prasarana pelayanan medik rawat jalan, intensif dan darurat ;

f. melakukan koordinasi dengan unsur/unit kerja terkait dalam kegiatan pelayanan, inventarisasi peralatan medik, fasilitas sarana dan prasarana pelayanan rawat jalan, intensif dan darurat ; g. menyiapkan bahan dan menyusun laporan pemanfaatan peralatan medik, fasilitas sarana dan prasarana pelayanan medik rawat jalan, intensif dan darurat ; h. melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pelayanan rawat jalan, intensif dan darurat ; dan i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Pelayanan Medis sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Paragraf 2 Bidang Penunjang Medis Pasal 17 (1). Bidang Penunjang Medis mempunyai tugas mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan perencanaan kebutuhan dan pemanfaatan tenaga, logistik penunjang serta penunjang diagnostik dan terapi, inventarisasi dan pemeliharaan fasilitas penunjang medik dan non medik serta penunjang diagnostis dan terapi. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi perencanaan kebutuhan logisistik penunjang medik, serta penunjang diagnostik dan terapi ; b. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan inventarisasi sarana dan prasarana penunjang medik dan non medik serta diagnostik dan terapi ; c. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pemeliharaan fasilitas penunjang medik dan non medik serta diagnostik dan terapi ; d. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pengawasan pemanfaatan penunjang medik dan non medik serta diagnostik dan terapi ; e. menyusun kebutuhan dan pengembangan tenaga penunjang medis dan obatobatan untuk pelayanan medis ; f. melaksanakan koordinasi dengan instansi dan atau lembaga terkait lanilla dibidang penunjang medik ; dan g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medik sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya . (3) Unsur-unsur organisasi Bidang Penunjang Medis terdiri dari : a. Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana ; dan b. Seksi Penunjang Diagnostik dan Terapi. Pasal 18 (1) Seksi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana mempunyai tugas menyusun rencana kebutuhan dan pengadaan, inventarisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang medik dan non medik. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun dan mengolah data sarana dan prasarana penunjang medik dan non medik ;

(2)

b. menyiapkan bahan kerjasama dengan unsur/unit terkait dalam kegiatan penyusunan rencana kebutuhan, inventarisasi dan pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang medik dan non medik ; c. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan dan rencana biaya pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang medik dan non medik ; d. berkejasama dengan unsur/unit terkait dalam kegiatan pengadaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang medik dan non medik ; e. menyiapkan bahan kerjasama dengan unsur/unit terkait dan melaksanakan pemeriksaan dan penilaian atas kondisi kelaikan sarana dan prasarana penunjang medik dan non medik ; f. melaksanakan inventarisasi dan penghapusan sarana dan prasarana penunjang medik dan non medik ; dan g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Penunjang Medis sesuai dengan bidang tugas dan tanggung jawabnya . Pasal 19 (1) Seksi Penunjang Diagnositik dan Terapi mempunyai tugas melaksanakan rencana kebutuhan sarana dan prasarana penunjang diagnostik dan terapi pada Instalasi terkait serta pengawasan pemanfaatannya. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun dan mengolah data sarana dan prasarana penunjang diagnostik dan terapi pada Instalasi terkait ; b. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan sarana dan prasarana penunjang diagnostik dan terapi pada Instalasi terkait ; c. menyiapkan bahan kerja sama dengan unsur/unit kerja terkait dalam penyusunan rencana kebutuhan dan pemanfaatan sarana dan prasarana penunjang diagnostik dan terapi pada Instalasi terkait ; d. menyiapkan bahan kerjasama dengan unsur/unit kerja terkait dalam rencana pemeliharaan sarana dan prasarana penunjang diagnostik dan terapi pada Instalasi terkait ; e. melaksanakan pemeriksaan dan penilaian atas kondisi kelaikan sarana dan prasarana penunjang diagnostik dan terapi pada Instalasi terkait ; f. menyiapkan bahan kerjasama dengan unsur/unit kerja terkait dalam kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana penunjang diagnostik dan terapi pada Instalasi terkait ; g. bekerjasama dengan unsur terkait dalam melaksanakan pengawasan pemanfaatan sarana dan prasarana penunjang diagnostik dan terapi pada Instalasi terkait ; dan h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Penunjang Medis sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. Paragraf 3 Bidang Keperawatan Pasal 20

(2)

(1)

Bidang Keperawatan mempunyai tugas mengoordinasikan, membina dan mengendalikan kegiatan penyediaan sarana dan tenaga keperawatan serta menyelenggarakan pembinaan etika, mutu pelayanan dan asuhan keperawatan. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyusun program, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan koordinasi dan pembinaan penyediaan sarana dan prasarana dan fasilitas keperawatan ; b. menyusun program, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan koordinasi dan pembinaan penyediaan dan pemenuhan tenaga keperawatan ; c. menyusun program, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan pembinaan mutu dan penegakan etika profesi keperawatan ; d. menyusun program, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan asuhan keperawatan ; e. melaksanakan koordinasi dengan instansi dan atau lembaga terkait lanilla dibidang keperawatan ; dan f. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Wakil Direktur Pelayanan dan Penunjang Medik sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

(2)

(3)

Unsur-unsur organisasi Bidang Penunjang Medis terdiri dari : a. Seksi Sarana dan Tenaga Keperawatan : dan b. Seksi Mutu dan Asuhan Keperawatan. Pasal 21

(1)

Seksi Sarana dan Tenaga Keperawatan mempunyai tugas menyiapkan bahan analisis kebutuhan, mengatur dan mengendalikan sarana, tenaga keperawatan, perlengkapan dan fasilitas keperawatan. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun dan mengolah data tenaga keperawatan, perlengkapan dan fasilitas keperawatan rumah sakit jiwa ; b. melaksanakan analisis dan menyusun rencana kebutuhan dan pemanfaatan tenaga keperawatan sebagai bahan formasi kebutuhan tenaga keperawatan rumah sakit jiwa ; c. menyiapkan bahan, mengatur dan mengendalikan keperawatan, perlengkapan dan fasilitas keperawatan ; pemanfaatan tenaga

(2)

d. menyiapkan bahan, melaksanakan pemantauan dan evaluasi pemanfaatan tenaga keperawatan, sarana, perlengkapan dan fasilitas keperawatan; e. menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan unsur/unit kerja terkait dalam penyusunan rencana kebutuhan dan pemanfaatan tenaga keperawatan ; f. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan sarana, perlengkapan dan fasilitas keperawatan ; dan g. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perawatan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 22

(1)

Seksi Mutu dan Asuhan Keperawatan mempunyai tugas menyiapkan bahan, mengatur, membimbing dan memantau pengembangan mutu, penegakan profesi dan penyelenggaraan asuhan keperawatan. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun dan mengolah bahan pengembangan mutu, penegakan profesi dan penyelenggaraan asuhan keperawatan ; b. menyiapkan bahan dan melaksanakan kajian dalam rangka peningkatan dan pengembangan mutu pelayanan keperawatan ; c. menyiapkan bahan dengan unsur/unit terkait dalam mengatur dan mengendalikan pengembangan mutu, penegakan profesi dan penyelenggaraan asuhan keperawatan ; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan pemantauan dan evaluasi mutu pelayanan keperawatan ; e. menyiapkan bahan kerjasama dengan unsur/unit terkait dalam kegiatan pengembangan mutu penegakan profesi dan penyelenggaraan asuhan keperawatan ; f. menyelenggarakan bimbingan teknis pengembangan mutu, penegakan profesi dan penyelenggaraan asuhan keperawatan ; g. menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis pengembangan mutu, penegakan profesi dan penyelenggaraan asuhan keperawatan ; dan h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Keperawatan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. BAB III KETENTUAN PENUTUP Pasal 23

(2)

Pada saat Peraturan Gubernur ini mulai berlaku, maka semua ketentuan sebelumnya yang mengatur tugas pokok, fungsi dan uraian tugas Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 24 Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Gubernur ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya, ditetapkan dengan/berdasarkan Keputusan Gubernur. Pasal 25 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Ditetapkan di pada tanggal Banjarmasin

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN

H. RUDY ARIFFIN Diundangkan di Banjarmasin pada tanggal SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN,

H.M. MUCHLIS GAFURI BERITA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2010 NOMOR