Anda di halaman 1dari 19

GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN

PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN


NOMOR 025 TAHUN 2009 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS UNSUR-UNSUR ORGANISASI BADAN KESATUAN BANGSA, POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN, Menimbang : a. bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, maka perlu dilakukan perumusan tugas pokok, fungsi dan uraian tugas unsur-unsur organisasi Perangkat Daerah ; b. bahwa untuk menunjang kelancaran tugas Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan perlu ditetapkan tugas pokok, fungsi dan uraian tugas unsur-unsur organisasinya ; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b , perlu menetapkan Peraturan Gubernur Kalimantan Selatan ; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1956 Jo. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 10 Tahun 1957 antara lain mengenai Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1106); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun1974 tentang PokokPokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3839); 3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);

4.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan UndangUndang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844 ); Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593); Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

5.

6.

7.

8. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816); 9. Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pengesahan, Pengundangan dan Penyebarluasan Peraturan Perundangundangan ; 10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2006 tentang Jenis dan Bentuk Produk Hukum Daerah ; 11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 16 Tahun 2006 tentang Prosedur Penyusunan Produk Hukum Daerah ; 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2006 tentang Lembaran Daerah dan Berita Daerah ; 13. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 5 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan yang menjadi Kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 5); 14. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Lembaran Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2008 Nomor 6);

MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS UNSUR-UNSUR ORGANISASI BADAN KESATUAN BANGSA, POLITIK DAN KESATUAN BANGSA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Provinsi Kalimantan Selatan. 2. Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. 3. Gubernur adalah Gubernur Kalimantan Selatan. 4. Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat adalah Badan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. 5. Kepala Badan adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. 6. Sekretariat adalah Sekretariat Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. 7. Bidang adalah Bidang-bidang di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Desa Provinsi Kalimantan Selatan. 8. Sub Bagian adalah Sub-sub Bagian pada Sekretariat Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. 9. Sub Bidang adalah Sub Bidang-Sub Bidang pada Bidang-Bidang di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan. BAB II TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS UNSUR-UNSUR ORGANISASI BADAN KESATUAN BANGSA, POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT Bagian pertama Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Pasal 2 (1) Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan Daerah di bidang kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat.

(2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud ayat (1) adalah sebagai berikut :

a. merumuskan dan menetapkan kebijakan teknis bidang kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku ; b. merumuskan dan menetapkan kebijakan operasional, memfasilitasi dan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan Daerah di bidang kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat ; c. merumuskan dan menetapkan kebijakan operasional, membina, mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan fasilitasi kegiatan bidang kesatuan bangsa ; d. merumuskan dan menetapkan kebijakan operasional, membina, mangatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan fasilitasi di bidang politik dalam negeri ; e. merumuskan dan menetapkan kebijakan oprasional, membina, mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan fasilitasi kegiatan pengembangan dan pengendalian organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan dan organisasi profesi ; f. g. merumuskan dan menetapkan kebijakan oprasional, membina, mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan fasilitasi kegiatan perlindungan masyarakat ; mengendalikan pengelolaan kesekretariatan ; dan

h. melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. (3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat mempunyai fungsi : a. perumusan kebijakan teknis di bidang kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Gubernur berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku ; fasilitasi dan dukungan atas penyelenggaraan pemerintahan Daerah di bidang kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat; perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi di bidang kesatuan bangsa ; perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaa fasilitasi dan pelaksanaan kegiatan di bidang politik dalam negeri ; perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi pengembangan dan pengendalian organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan dan organisasi profesi ; perumusan kebijakan operasional, pembinaan dan pelaksanaan fasilitasi kegiatan perlindungan masyarakat ; dan pengelolaan kegiatan kesekretariatan.

b. c. d. e.

f. g. (4)

Unsur-Unsur Organisasi Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat. adalah : a. b. c. d. e. f. Sekretariat ; Bidang Kesatuan Bangsa ; Bidang Politik ; Bidang Organisasi ; Bidang Perlindungan Masyarakat ; dan Kelompok Jabatan Fungsional.

Bagian Kedua Sekretariat Pasal 3 (1). Sekretariat mempunyai tugas mengoordinasikan penyusunan program dan rencana kegiatan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat mengelola urusan keuangan, mengelola urusan ketatausahaan, rumah tangga dan perlengkapan serta mengelola urusan administrasi kepegawaian. (2). Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyusun program, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data ; menyusun program, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penyusunan program dan rencana kegiatan serta pelaporan ; menyusun program, membina, mengatur, mengendalikan, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan penyusunan rencana anggaran ; menyusun program, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pengelolaan penatausahaan keuangan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan ; menyusun program, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan ; menyusun program, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pengelolaan urusan rumah tangga dan perlengkapan ; menyusun program, membina, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi efektivitas organisasi dan ketatalaksanaan serta pengelolaan administrasi kepegawaian ; dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya.

b.

c. d.

e. f. g.

h.

(3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat mempunyai fungsi : a. penyusunan program, pembinaan, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan penyusunan program dan rencana kegiatan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ; penyusunan program, pembinaan, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan penyusunan rencana anggaran, pengelolaan penatausahaan keuangan dan penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan ; penyusunan program, pembinaan, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pengelolaan urusan ketatausahan, rumah tangga dan perlengkapan, hubungan masyarakat dan keprotokolan ; dan penyusunan program, pembinaan, pengaturan, pengendalian dan evaluasi efektivitas organisasi dan ketetalaksanaan serta pengelolaan administrasi kepegawaian.

b.

c.

d.

(4)

Unsur-unsur organisasi Sekretariat adalah : a. b. c. Sub Bagian Program ; Sub Bagian Keuangan ; dan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 4

(1)

Sub Bagian Program mempunyai tugas menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasamapengumpulan, pengolahan dan analisa data, penyusunan program dan rencana kegiatan, pemantauan dan evaluasi serta penyusunan laporan kegiatan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masayarakat. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat a. b. (1) adalah sebagai berikut:

(2)

menyiapkan bahan dan dan melaksanakan pengumpulan, mengolah dan menganalisa data usulan program bidang ; menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis penyusunan program Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ; menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama penyusunan program dan kegiatan, pemantauan dan evaluasi serta laporan kegiatan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ; menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama penyusunan bahan Musyawarah Perencanaan Pembangunan dan Dokumen Perencanaan ; menyiapkan bahan dan menyusun dokumen-dokumen Rencana Stratejik Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ; menyiapkan bahan dan menyusun Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Gubernur/Laporan Penyelenggaraan Daerah Tahunan dan Lima Tahunan, Laporan Akuntabilitas Kinerja dan Laporan Tahunan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ; menyiapkan dokumen perencanaan kegiatan Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat ; dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya Pasal 5

c.

d. e. f.

g. h.

(1)

Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas menyusun rencana anggaran dan mengelola penatausahan keuangan serta menyiapkan laporan pertanggungjawaban keuangan. Uraian berikut: a. b. tugas segaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai

(2)

menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis penyusunan anggaran dan pengelolaan penatausahaan keuangan ; menyiapkan bahan penyusunan rencana anggaran belanja tidak langsung, anggaran belanja langsung, rencana penerimaan dan pendapatan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa ;

c. d.

menyiapkan bahan dan melaksanakan koordinasi dan konsultasi dengan instansi terkait ; menyiapkan anggaran; bahan penyusunan dan pengesahan dokumen

e. menyiapkan bahan dan melaksanakan ferivikasi terhadap administrasi pertanggungjawaban keuangan ; f. g. h. menyiapkan bahan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi realisasi keuangan ; menyiapkan bahan dan menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan ; dan melaksanakan tugas lain yang diberikan Sekretaris sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 6 (1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas mengelola urusan surat menyurat, ekspedisi dan kearsipan, urusan rumah tangga dan perlengkapan, hubungan masyarakat dan keprotokolan, organisasi dan ketatalaksanaan serta mengelola administrasi kepegawaian. Uraian tugas berikut: sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai

(2)

a. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kegiatan pengelolaan urusan ketatausahaan, rumah tangga dan perlengkapan, kehumasan dan keprotokolan, organisasi dan ketatalaksanaan serta pengelolaan administrasi kepegawaian ; b. c. d. e. mengelola urusan surat menyurat, pengetikan, penggandaan, pencetakan dan ekspedisi ; melaksanakan kegiatan penyimpanan, pemilahan, penjadwalan retensi serta pemusnahan arsip ; melaksanakan pelayanan administrasi perjalanan dinas ; melaksanakan pengaturan tata ruang kantor, penerangan, penyediaan air bersih, pengawasan keamanan dan kebersihan lingkungan kantor serta mengatur perparkiran ; menyiapkan kebutuhan ; bahan dan menyusun RKBU dan RTBU sesuai pemindahan dan

f. g. h. i. j.

melaksanakan kegiatan pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, distribusi, inventarisasi dan penghapusan barang-barang inventaris ; melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat dan keprotokolan ; menyiapkan pelayanan akomodasi tamu kedinasan ; menyiapkan bahan analisis dan organisasi dan ketatalaksanaan ; melaksanakan evaluasi efektivitas

k. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kebutuhan pegawai berdasarkan bezetting formatie ; l. menyiapkan bahan dan memproses mutasi kepegawaian meliputi mutasi jabatan, mutasi kepangkatan, mutasi gaji dan pemberhentian pegawai ; m. menyiapkan bahan pembinaan pegawai meliputi pembinaan kedisiplinan, pengawasan melekat, peningkatan kesejahteraan, pendidikan dan pelatihan, pemberian penghargaan dan sanksi kepegawaian,

n. menyiapkan bahan dan menyusun Daftar Urut Kepangkatan, dan mengelola dokumentasi / berkas kepegawaian, serta mengolah data dan menyajikan informasi kepegawaian ; o. menyiapkan bahan dan melaksanakan evaluasi kinerja individual kepegawaian dan pembinaan jiwa korps dan kode etik kepegawaian ; dan p. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Bagian Ketiga Bidang Kesatuan Bangsa Pasal 7 (1). Bidang Kesatuan Bangsa mempunyai tugas mengkoordinasi dan fasilitasi pelaksanaan kegiatan pembinaan demokratisasi dan wawasan kebangsaan, ketahanan bangsa dan pembauran bangsa. (2). Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyusun program, mengatur, membina, mengendalikan, mengevaluasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan fasilitasi ketahanan bangsa dan wawasan kebangsaan ; b. menyusun program, mengatur, membina, mengendalikan, mengevaluasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan fasilitasi kegiatan pembinaan ketahanan bangsa ; c. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan pelaksanaan program fasilitasi Bidang Kesatuan Bangsa ; mengevaluasi

d. menyusun program, mengatur dan mengendalikan pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pembinaan kesatuan bangsa ; dan e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. (3). Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Kesatuan Bangsa mempunyai fungsi : pada ayat (1), Bidang

a. penyusunan program, koordinasi, pengaturan dan pengendalian pelaksanaan fasilitasi kegiatan pembinaan ketahanan bangsa dan wawasan kebangsaan ; b. penyusunan program, koordinasi, pengaturan dan pengendalian pelaksanaan fasilitasi kegiatan pembinaan ketahanan bangsa ; c. d. penyusunan program, pengaturan dan mengevaluasi pelaksanaan program fasilitasi Bidang Kesatuan Bangsa ; dan penyusunan program, pengaturan dan pengendalian pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pembinaan kesatuan bangsa .

(4). Unsur-Unsur Organisasi Bidang Kesatuan Bangsa adalah : a. Sub Bidang Wawasan Kebangsaan ; dan b. Sub Bidang Ketahanan Bangsa .

Pasal 8 (1) Sub Bidang Wawasan Kebangsaan mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, fasilitasi dan bimbingan petunjuk teknis pemantapan ideologi politik, ekonomi dan seni budaya serta kewaspadaan nasional. (2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. mengumpulkan dan mengolah data serta informasi wawasan kebangsaan yang meliputi ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, kewaspadaan nasional, demokratisasi supra struktur dan inpra struktur politik, kehidupan masyarakat ; b. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kegiatan fasilitasi pembinaan pemantapan ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, kewaspadaan nasional, demokratisasi supra struktur dan inpra struktur politik, kehidupan masyarakat ; c. menyiapkan bahan koordinasi pembinaan dan fasilitasi pemantapan ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, kewaspadaan nasional, demokratisasi supra struktur dan inpra struktur politik, kehidupan masyarakat ; d. menyiapkan bahan dan petunjuk teknis pemantapan ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, kewaspadaan nasional, demokratisasi supra struktur dan inpra struktur politik, kehidupan masyarakat ; e. melaksanakan bimbingan teknis pelaksanaan pembinaan pemantapan ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, kewaspadaan nasional, demokratisasi supra struktur dan inpra struktur politik, kehidupan masyarakat ; f. menyiapkan bahan analisa kegiatan ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, kewaspadaan nasional, demokratisasi supra struktur dan inpra struktur politik, kehidupan masyarakat ; g. menyiapkan bahan dan kerja sama dengan instansi/unit kerja terkait dalam rangka keterpaduan pelaksanaan pemantapan ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, kewaspadaan nasional, demokratisasi supra struktur dan inpra struktur politik, kehidupan masyarakat ; h. menyiapkan bahan dan melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, kewaspadaan nasional, demokratisasi supra struktur dan inpra struktur politik, kehidupan masyarakat ; i. menyiapkan bahan dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pembinaan pemantapan ideologi, politik, ekonomi dan sosial budaya, kewaspadaan nasional, demokratisasi supra struktur dan inpra struktur politik, kehidupan masyarakat ; dan j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 9 (1) Sub Bidang Ketahanan Bangsa mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan, fasilitasi dan bimbingan petunjuk teknis pemantapan nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama.

(2)

Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. mengumpulkan dan mengolah data dan informasi nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama ; b. menyiapkan bahan dan menyusun rencana kegiatan pembinaan pemantapan nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama; c. menyiapkan bahan koordinasi pembinaan dan fasilitasi pemantapan pemantapan nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama; d. menyiapkan bahan petunjuk teknis pelaksanaan program pengelolaan pembinaan pemantapan nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama ; e. melaksanakan bimbingan teknis pelaksanaan kegiatan pembinaan pemantapan nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama ; menyiapkan bahan analisa dan pelaksanaan program pembinaan nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama ; menyiapkan bahan dan melaksanakan kerja sama dengan instansi atau unit kerja terkait dalam keterpaduan pembinaan nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama ; menyiapkan bahan sosialisasi nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama ; menyiapkan bahan dan melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan pelaksanaan pemantapan nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama ; menyiapkan bahan dan dan menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pembinaan pemantapan nilai-nilai kepahlawanan, kerjasama antar lembaga, pembauran bangsa, asimilasi antar suku dan kerukunan hidup beragama; dan melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Bagian Keempat Bidang Politik Pasal 10

f.

g.

h.

i.

j.

k.

(1)

Bidang Politik mempunyai tugas mengkoordinasikan dan memfasilitasi pembinaan dan hubungan dengan partai politik, lembaga politik dan dan lembaga legislatif serta pemberdayaan politik masyarakat. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyusun program, mengkoordinasikan, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pembinaan partai politik dan pemberdayaan politik masyarakat ; 10

(2)

b. menyusun program, mengkoordinasikan, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pembinaan hubungan dengan partai politik, lembaga politik dan dan lembaga legislatif ; c. menyusun program, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan pembinaan pemberdayaan politik masyarakat; d. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi bimbingan dan petunjuk teknis pembinaan dan hubungan dengan partai politik, lembaga politik dan dan lembaga legislatif serta pemberdayaan politik masyarakat ; e. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan program bimbingan dan petunjuk teknis hubungan dengan partai politik, lembaga politik dan dan lembaga legislatif serta pemberdayaan politik masyarakat ; dan f. melaksanakan tugas yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai bidang tugas dan tangung jawabnya (3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Politik mempunyai fungsi : a. penyusunan program, koordinasi, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pembinaan partai politik dan pemberdayaan politik masyarakat ; b. penyusunan program, koordinasi, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pembinaan pemberdayaan politik masyarakat ; c. penyusunan program, koordinasi, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pembinaan dan hubungan dengan partai politik, lembaga politik dan dan lembaga legislatif serta pemberdayaan politik masyarakat ; d. penyusunan program, koordinasi, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan program bidang politik ; dan e. penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pembinaan kelembagaan masyarakat dan pelatihan masyarakat serta pendataan potensi masyarakat. (4) Unsur-Unsur Organisasi Bidang Politik adalah : a. b. Sub Bidang Lembaga Politik ; dan Sub Bidang Pemberdayaan Politik Masyarakat. Pasal 11 (1) Sub Bidang Bina Lembaga Politik mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan dan fasilitasi hubungan antar partai politik, lembaga legislatif dan lembaga politik. Uraian tugas berikut : sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai

(2)

a. mengumpulkan dan mengolah data dan infromasi partai politik, lembaga legislatif dan lembaga politik ;

11

b. menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi kegiatan pembinaan dan fasilitasi hubungan antar partai politik, lembaga legislatif dan lembaga politik; c. melaksanakan bimbingan teknis pembinaan hubungan antar partai politik, lembaga legislatif dan lembaga politik ; d. menyiapkan bahan fasilitasi pembinaan hubungan antar partai politik, lembaga legislatif dan lembaga politik ; e. menyiapkan bahan dan melaksanakan kerja sama dengan instansi atau unit kerja terkait dalam keterpaduan pembinaan hubungan antar partai politik, lembaga legislatif dan lembaga politik f. menyiapkan bahan koordinasi pembinaan dan fasilitasi hubungan antar partai politik, lembaga legislatif dan lembaga politik ; g. menyiapkan bahan dan menyusun laporan pelaksanaan pembinaan lembaga masyarakat dan pelatihan masyarakat ; dan h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Politik sesuai tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 12 (1) Sub Bidang Pemberdayaan Politik Masyarakat mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi pembinaan dan fasilitasi pemberdayaan politik masyarakat.

(2) Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyiapkan bahan, mengumpulkan dan mengolah serta informasi kegiatan pemberdayaan politik masyarakat ; b. menyiapkan bahan dan melaksanakan inventarisasi dan permasalahan dalam rangka pemberdayaan politik masyarakat. ; c. menyiapkan bahan, menyusun, dan pemberdayaan politik masyarakat ; melaksanakan petunjuk teknis,

d. menyiapkan bahan dan mengembangkan kerjasama antar lembaga terkait dalam pemberdayaan politik masyarakat; e menyiapkan bahan fasilitasi kerjasama dalam rangka pemberdayaan politik masyarakat ; f. menyiapkan bahan masyarakat ; informasi dan sosialisasi pemberdayaan politik

g. menyiapkan bahan dan menyusun laporan kegiatan pemberdayaan politik masyarakat ; dan h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Politik sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

12

Bagian Kelima Bidang Organisasi Pasal 13 (1) Bidang Organisasi mempunyai tugas mengkoordinasikan dan memfasilitasi pembinaan organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi profesi lainnya. Uraian tugas sebagaimana dimaksud (1) adalah sebagai berikut : a. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan koordinasi pembinaan dan fasilitasi hubungan antar organisasi kemasyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda ; b. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan koordinasi pembinaan dan fasilitasi hubungan antar organisasi keagamaan dan profesi ; c. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pembinaan organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi profesi lainnya ; d. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan program koordinasi pembinaan dan fasilitasi hubungan antar organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi profesi ; dan e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. (3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Organisasi mempunyai fungsi : a. penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan koordinasi pembinaan dan fasilitasi hubungan antar organisasi kemasyarakat, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda ; b. penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan koordinasi pembinaan dan fasilitasi hubungan antar organisasi keagamaan dan profesi ; c. penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pegembangan usaha ekonomi masyarakat dan peningkatan sarana dan prasarana ekonomi pedesaan ; dan d. penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi program koordinasi pembinaan dan fasilitasi hubungan antar organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan organisasi profesi . 4) Unsur-Unsur Organisasi Bidang Organisasi adalah : a. Sub Bidang Organisasi Kemasyarakatan ; dan b. Sub Bidang Organisasi Keagamaan dan Profesi . pada ayat

(2)

13

Pasal 14 (1) Sub Bidang Organisasi mempunyai tugas melaksanakan menyiapkan bahan koordinasi dan fasilitasi hubungan antar organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun, mengumpulkan, mengolah data dan informasi organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda ; b. menyiapkan bahan, menghimpun dan melaksanakan pengkajian kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda ; c. menyiapkan bahan kerja sama dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pembinaan hubungan antar organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda ; d. menyiapkan bahan dan melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan dan hubungan antar organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda ; e. menyiapkan bahan dan melaksanakan bimbingan teknis pembinaan hubungan antar organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda ; f. menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis pembinaan hubungan antar organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda ; g. menyiapkan bahan dan menyusun laporan kegiatan pembinaan hubungan antar organisasi kemasyarakatan, lembaga swadaya masyarakat dan pemuda ; dan h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala Bidang Organisasi sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 15 (1) (2) Sub Bidang Organisasi Keagamaan dan Profesi mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi dan fasilitasi hubungan antar organisasi keagamaan dan profesi. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun, mengumpulkan, keagamaan dan profesi ; b. menyiapkan bahan, kebijakan dan peraturan keagamaan dan profesi ; mengolah data dan informasi organisasi

(2)

menghimpun dan melaksanakan pengkajian perundang-undangan di bidang organisasi

c.

menyiapkan bahan kerja sama dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka pembinaan hubungan antar organisasi keagamaan dan profesi ;

d. menyiapkan bahan dan melaksanakan pemantauan dan evaluasi kegiatan dan hubungan antar organisasi keagamaan dan profesi ; 14

e. menyiapkan bahan dan melaksanakan bimbingan teknis pembinaan hubungan antar organisasi keagamaan dan profesi ; f. menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis pembinaan hubungan antar organisasi keagamaan dan profesi ;

g. menyiapkan bahan dan menyusun laporan kegiatan pembinaan hubungan antar organisasi keagamaan dan profesi ; dan h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala Bidang Organisasi sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Bagian Keenam Bidang Perlindungan Masyarakat Pasal 16 (1) (2) Bidang Perlindungan Masyarakat mempunyai tugas mengoordinasikan pembinaan perlindungan masyarakat dan keterpaduan penanggulangan bencana. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembinaan perlindungan masyarakat ; b. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan koordinasi dalam rangka keterpaduan penanggulangan bencana ; c. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan pelaksanaan program bidang perlindungan masyarakat ; mengevaluasi

d. menyusun program, mengatur, mengendalikan dan mengevaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pembinaan perlindungan masyarakat ; dan e. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. (3) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Perlindungan Masyarakat mempunyai fungsi : Bidang

a. penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi kegiatan pembinaan perlindungan masyarakat ; b. penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan koordinasi dalam rangka keterpaduan penanggulangan bencana ; c. penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan bimbingan dan petunjuk teknis pembinaan perlindungan masyarakat ; dan d. penyusunan program, pengaturan, pengendalian dan evaluasi program pelaksanaan koordinasi dalam rangka keterpaduan penanggulangan bencana . (4) Unsur-Unsur Organisasi Bidang Perlindungan Masyarakat adalah : a. Sub Bidang Pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat ; dan b. Sub Bidang Penanggulangan Bencana .

15

Pasal 17 (1) Sub Bidang Pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat menyiapkan bahan pembinaan dan petunjuk teknis perlindungan masyarakat. sebagaimana dimaksud pada mempunyai tugas pembinaan satuan sebagai

(2) Uraian tugas berikut :

ayat (1) adalah

a. menghimpun, mengumpulkan, mengolah data Satuan Perlindungan Masyarakat, kemananan dan ketertiban masyarakat ; b. menyiapkan bahan dan melaksanakan kerja sama dengan instansi dan lembaga terkait pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat dalam rangka pemeliharaan kemananan dan ketertiban masyarakat ; c. menyiapkan bahan dan kerja sama dengan instansi dan lembaga terkait dalam rangka rekruitmen untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan bela negara dan perlindungan masyarakat ; d. menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis pembinaan satuan perlindungan masyarakat ; e. menyiapkan bahan melaksanakan analisa kegiatan pengembangan dan pemanfaatan satuan perlindungan masyarakat ; f. menyiapkan bahan, memantau dan mengevaluasi pembinaan satuan perlindungan masyarakat ; kegiatan program

g. menyiapkan bahan dan menyusun perlindungan masyarakat ; dan

laporan kegiatan pembinaan satuan

h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala Bidang Perlindungan Masyarakat sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Pasal 18 (1) (2) Sub Bidang Penanggulangan Bencana mempunyai tugas menyiapkan bahan koordinasi dalam rangka keterpaduan penanggulangan bencana. Uraian tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sebagai berikut : a. menghimpun, mengumpulkan penanggulangan bencana ; dan mengolah data bencana dan

b. menyiapkan bahan dan melaksanakan kerjasama dengan lembaga, instansi terkait dalam rangka penanggulangan bencana ; c. menyiapkan bahan dan menyusun petunjuk teknis penanggulangan bencana ; d. menyiapkan bahan dan menyusun peta rawan bencana serta perencanaan penanggulangan bencana ; f. menyiapkan bahan dan menginventarisasi kebutuhan korban bencana, dan rencana evakuasi ;

g. menyiapkan bahan dan memfasilitasi distribusi bantuan korban bencana ; 16

h. melaksanakan bencana ; i. j.

pemantauan

dan

evaluasi

kegiatan penanggulangan pelaksanaan kegiatan

menyiapkan bahan dan menyusun penanggulangan bencana.; dan

laporan

melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat sesuai bidang tugas dan tanggung jawabnya. Bagian Ketujuh Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 19

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat sesuai dengan keahlian dan kebutuhan. Pasal 20 (1). Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yang terbagi dalam kelompokkelompok sesuai dengan bidang keahliannya. (2). Setiap Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin dan dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditetapkan oleh Gubernur dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan. (3). Jumlah dan Jenis Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (4). Jenis, Jenjang dan tugas masing-masing Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. BAB III KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 21 (1) (2) Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan. Masing-masing bidang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Badan.

(3) Masing-masing sub bagian dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bagian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris. (4) Masing-masing sub bidang dipimpin oleh seorang Kepala Sub Bidang yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada masing-masing Kepala Bidang. Pasal 22 Pelimpahan wewenang dan penunjukan pejabat yang mewakili Kepala Badan dilaksanakan sesuai ketentuan sebagai berikut : a. dalam hal Kepala Badan berhalangan maka ditunjuk Sekretaris sebagai Pelaksana Harian (Plh) ; dan

17

b.

dalam hal Kepala Badan dan Sekretaris berhalangan, maka ditunjuk salah seorang Kepala Bidang sebagai Pelaksana Harian (Plh) berdasarkan senioritas. BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 23

Pada saat Peraturan Gubernur ini mulai berlaku, maka semua ketentuan sebelumnya yang mengatur tugas pokok, fungsi dan uraian tugas yang berkaitan dengan bidang kesatuan bangsa, politik dan perlindungan masyarakat dinyatakan tidak berlaku . Pasal 24 Ketentuan lebih lanjut mengenai hal-hal yang belum diiatur dalam Peraturan Gubernur ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya, ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. Pasal 25 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Ditetapkan di Banjarmasin pada tanggal 1 April 2009 GUBERNUR KALIMANTAN SELATAN,

H. RUDY ARIFFIN

Diundangkan di Banjarmasin pada tanggal 1 April 2009 SEKRETARIS DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN,

H.M. MUCHLIS GAFURI BERITA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2009 NOMOR 25.

18

19