Anda di halaman 1dari 10

BAB III LAPORAN KASUS

A.

Pengumpulan Identitas Pasien Nama : NS

Nomer rekam medis : 011244 Tanggal lahir JK Alamat : 12 Februari 2007 : Laki-laki : Perdos UH Tamalanrea blok H/14

Tanggal pemeriksaan : 27 Mei 2013 Ruangan : Poli Fisioterapi RS. Universitas Hasanuddin

B.

Physiotherapy Assesment (CHARTS) 1. Chief Of Complain Keterlambatan tumbung kembang (belum bisa berdiri dan berjalan) 2. History a. Riwayat penyakit anak : sejak anak berumur 9 bulan, anak mengalami kejang-kejang disebabkan demam tinggi. Anak dirawat di RS pada saat demam. Pada saat keluar, anak masih terpasang infus dan makan memakai sendok. Setelah keluar dari RS, anak tidak bisa berjalan dan kaki anak tidak sama tinggi. Memiliki riwayat kejang, anak batuk dan berlendir. Anak tidak sesak. Anak malas makan dan minum. BAK dan BAB terkesan lancar. b. Riwayat kehamilan ibu : pada saat mengandung kesehatan ibu baik

dan mendapatkan vitamin-vitamin. Nutrisi ibu pada saat hamil baik dan tidak ada gangguan pada saat kehamilan dan tidak ada riwayat aborsi. c. Riwayat persalinan : anak lahir dengan umur kehamilan 8 bulan dengan di sesar dan ditolong oleh dokter. Berat bayi lahir adalah 1800 gr dan panjang bayi 50 cm. Setelah lahir, bayi diinkubator selama 10 hari d. Riwayat Tumbang anak: anak mengalami gangguan berbicara. Anak dapat tengkurap dan duduk. Anak tidak dapat berdiri sendiri dan tidak dapat berjalan. Kontak mata sedikit ada. Merespon datangnya suara. Anak belum dapat menyendok makannya sendiri. Ketika makan, makanannya tidak berkumpul di satu tempat. Anak mendapatkan imunisasi BCG, DPT, polio, virus hepatitis, dan campak. e. Asupan nutrisi : anak diberikan ASI dan MPASI, ASI diberikan sampai anak usia 2 tahun, dan MPASI 3. Asimetrical a. Inspeksi statis Pasien terlihat matanya cekung Pasien tidak terlihat pucat Pasien tidak mengalami sianosis Kaki pasien tidak sama panjang pasien tidak koperatif dalam pemeriksaan club foot

Pola napas cepat dan dangkal Spastik pada tangan dan tungkai. Tangan dan tungkai dalam posisi flexi yang disertai dengan kelemahan. Pada posisi berdiri tampak tungkai dan lengan terlihat kaku dan anak berdiri dengan tumit berjinjit dan harus

dipegang/dibantu oleh ibunya, elbow terlihat fleksi dan kaku. b. Inspeksi dinamis Gerakan tangan dan kaki terbatas Mampu menoleh kiri dan kanan Pasien dapat duduk Pasien dapat berdiri menggunakan alat bantu dan pegangan Pasien tidak dapat berjalan dan mengalami gangguan berbicara Anak terlihat sangat aktif dan mampu memahami dan merespon komunikasi. c. PFGD d. Gerakan pasif Pada gerakan pasif, sendi-sendi terasa kaku digerakkan pada awal gerakan. e. Gerakan Aktif Pasien diminta melakukan gerakan secara mandiri atau tanpa bantuan. Pasien tidak melakukannya, hanya menatap pemeriksa saja.

4.

Restrictive Gangguan ADL berdiri dan berjalan.

5.

Tissue impairtment a. b. c. Gangguan pada otak Gangguan pada musculotendinogen Gangguan pada osteoarthrogen

6.

Specifik test a. Vital sign Tekanan darah : 90/60 mmHg HR RR Suhu : 112x/menit : 32x/menit : 36oC

b. Antropometri Berat Badan Tinggi Badan LLA : 13 kg : 108 cm : 17 cm

Lingkar Kepala : 45,5 cm Lingkar dada Lingkar Perut : 52 cm : 41 cm

c. Palpasi Nyeri tekan Oedem Turgor Tonus : (-) : (-) : normal : hipertonus

d.

Tes Tonus Skala Asworth Nilai 0 Penilaian (Interpretasi) Tidak ada peningkatan tonus otot Ada peningkatan sedikit tonus otot, ditandai dengan terasa tahanan minimal pada akhir 1 ROM pada waktu sendi digerakkan fleksi atau ekstensi 2 Ada penigkatan sedikit tonus otot, ditandai dengan adanya pemberhentian gerakan ( catch ) dan diikuti dengan adanya tahanan minimal sepanjang sisa ROM, tetapi secara umum sendi tetap mudah digerakkan. Peningkatan tonus otot lebih nyata sepanjang 3 sebagian besar ROM, tetapi sendi masih mudah digerakkan. Peningkatan tonus otot sangat nyata, gerak 4 pasif sulit dilakukan. Sendi atau ekstrimitas kaku ( rigid ) pada 5 geraka fleksi atau ekstensi. Hasil pemeriksaan : 3 Interpretasi : Peningkatan tonus otot lebih nyata

sepanjang sebagian besar ROM, tetapi sendi masih mudah digerakkan. e. Tes refleks primitif Tes reflex patologis : tidak normal Babinsky (+), ATNR (-), STNR (-), Palmar grasp (-), PSR (-), NSR (-), Routine reflex (-) f. Tes kontraktur : kontraktur pada otot-otot plantar fleksor ankle dekstra dan sinistra , fleksor elbow sinistra, dan fleksor wrist sinistra.

g. Pemeriksaan Motorik Parameter pertumbuhan dan perkembangan motorik normal anak (denver II) Hasil : Kepala, mata dan fungsi pendengaran terkontrol. Gerak fungsi lengan dan badan dapat meraih sesuatu, dapat berusaha untuk berputar dan duduk. Gerak fungsi tungkai yaitu dapat menggerakkan tungkai untuk berusaha duduk ke berdiri. Interpretasi : pertumbuhan dan perkembangan tidak normal

h. Pemeriksaan CT-Scan : tidak dapat dinilai karena hasil foto tidak dibawa. C. Diagnosis Gangguan fungsional tumbuh kembang anak akibat Cerebral palsy tipe spastic. D. Problem FT 1. Primer : spastic / hipertoni otot 2. Sekunder : kontraktur, gangguan postur, keseimbangan dan koordinasi 3. Kompleks : gangguan ADL berdiri,berjalan. E. Tujuan Penanganan Ft Penanganan FT yang diberkan terkait dengan kondisi pasien bertujuan untuk: 1. Tujuan jangka panjang Mengembalikan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional ADL penderita. 2. Tujuan jangka pendek

a. Melemaskan otot-otot yang kaku. b. Membangkitkan semangat anak untuk bergerak agar menghindari posisi spastic. c. Mengurangi kontraktur d. Meningkatkan keseimbangan pasien e. Meningkatkan koordinasi gerak pasien f. Memperbaiki ADL berjalan F. Rencana Program Intervensi Fisioterapi Problem Spastik hypertonus Metode/ teknik Dosis Neuro Development F = 1x / hari Treatment I = 8x grkan T = RIP & passive stretching T = 3 menit Kontraktur Exercise F: 1x/hari I: 6xgerakan T: stretching T: 2 menit Gangguan koordinasi Neuro Development F = 1x/ hari Treatment I = 8x grkan T = PNF T = 3 menit Gangguan Neuro Development F = 1x/ hari keseimbangan Treatment I = 8x grkan T = RIM & fasilitasi + approximasi T = 3 menit Gangguan ADL Exercise F =1x/ hari I = 8 langkah tiap sesi T = latihan berjalan T = 5 menit

G. Evaluasi Program Kemajuan terapi pada anak CP tidaklah cepat, karena kerusakan yang bersifat UMNL (upper motor neuron lesion) serta patologi yang ditampilkan

sangatlah

kompleks.

Dengan

demikian

pelaksanaan

fisioterapinya

memerlukan variasi metode yang tepat sesuai dengan gangguan CP yang ada dan berlangsung dalam waktu yang lama, oleh karena itu evaluasinya pun harus sistematis. Terdiri dari 2 yaitu: 1. Evaluasi sesaat : dilakukan setiap kali menerapkan terapi fisik berupa exercise untuk mengamati respon spontan dari anak terhadap satu macam perlakuan. 2. Evaluasi berkala : dilakukan untuk menilai adanya perubahan-perubahan postur, keseimbangan, Activity daily living (ADL), koordinasi serta sikap dan tanggapan anak. H. Modifikasi Mengikuti perubahan patofisiologi dan hasil evaluasi program fisioterapi yang akan diberikan, yaitu: 1. 2. Peningkatan dosis latihan AFPR dapat diberikan berupa permainan

I. Kemitraan Melakukan kolaborasi/kemintraan dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada pasien, diantaranya dengan: 1. 2. 3. Dokter Anak Bagian Radiologi Ahli Gizi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. ANATOMI & FISIOLOGI OTAK Otak atau enchepalon berada dalam cavum cranii terdiri dari 3 bagian besar yaitu brain stem, cerebellum dan cerebrum (hemispherium cerebri). Medulla spinalis terletak didalam canalis vertebralis, terdiri dari segmen cervical, thoracal, lumbal dan sacral. Di dalam otak dan medulla spinalis terdapat rongga-rongga, membentuk system ventriculi yang berisi liquor cerebrospinalis.6

Gambar 2.1. Enchepalon

Bagian-bagian dari otak yaitu:6 1. Meninx (selaput otak): merupakan suatu lembaran jaringan ikat yang membungkus otak dan medulla spinalis. Berfungsi memberikan

perlindungan terhadap trauma. Terdiri dari 3 lapis yaitu dura mater, arachnoid, dan pia mater. 2. Cerebrum (otak besar): merupakan bagian terluas dan terbesar dari otakm mengisi penuh bagian depan atas rongga otak. Pada cerebrum ditemukan beberapa lobus yaitu lobus frontalis, lobus parietalis, lobus temporalis dan

LAPORAN KASUS

MANAJEMEN FISIOTERAPI PADA GLOBAL DELAY DEVELOPMENT ec. CP

DISUSUN OLEH:

IRMA SURYANI S. Ft C13109269

PROGRAM STUDI S1 FISIOTERAPI PROFESI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN 2013