Anda di halaman 1dari 3

Pernyataan Bersama dan Perjanjian Ganti Rugi Bertanda tangan di bawah ini: 1.

Dedyanto Sudjono, Wiraswasta, bertempat tinggal di Jalan Pasir No.1 RT 01 RW I, Kelurahan Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman; yang dalam hal ini atas persetujuan istrinya bernama Nunung Nur Setyawati, Wiraswasta, bertempat tinggal di Jalan Pasir No.1, RT 01 RW I, Kelurahan Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman; Selanjutnya disebut sebagai Pihak Kesatu; 2. Endina Soviana Sudjono, Wiraswasta,bertempat tinggal di Ketanggungan WB 2, Nomor 460 Rukun Tetangga 01 Rukun Warga I, Kelurahan Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul; Selanjutnya disebut sebagai Pihak Kedua; Para Pihak terlebih dahulu telah saling pernyataan-pernyataan sebagai berikut : menyampaikan dan menerima baik

1. Bahwa Pihak Kesatu telah melakukan perbuatan yang merugikan Pihak kedua sebagaimana yang atas perbuatan tersebut Pihak Kedua telah melaporkan Pihak Kesatu kepada Kepolisian Republik Indonesia, sebagaimana yang atas laporan itu saat ini Pihak Kesatu sedang dalam proses pemeriksaan persidangan pidana di Pengadilan Negeri Yogyakarta; 2. Bahwa Pihak Kesatu kemudian menyampaikan itikat baik berupa permohonan perdamaian berupa penggantian atas kerugian keperdataan kepada Pihak Kedua tersebut sebagaimana Pihak Kedua pun menerima baik permohonan perdamaian dari Pihak Kesatu tersebut. Bertalian dengan segala hal tersebut di atas, dengan ini Para Pihak sepakat untuk membuat perjanjian penggantian kerugian keperdataan atas permasalahan di atas dengan ketentuan-ketentuan yang telah saling dimufakati dan diterima baik oleh Para Pihak, sebagai berikut : Pasal 1 (1) (2) Kerugian Pihak Kedua atas perbuatan Pihak Kesatu adalah sebesar Rp. 147.000.000,00 (seratus empatpuluh tujuh juta rupiah). Para Pihak sepakat membebaskan dan mengurangi jumlah penggantian atas kerugian keperdataan yang wajib dibayarkan oleh Pihak Kesatu kepada Pihak Kedua menjadi sebesar Rp. 73.500.000,- (tujuhpuluh tiga juta limaratus ribu rupiah). Pihak Kesatu wajib dan bersedia melunasi kewajiban pembayaran ganti rugi kepada Pihak Kedua selambat-lambatnya dalam waktu 60 (enampuluh) hari terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian ini.
1

(3)

(4)

Pihak Kesatu akan berusaha mencari pembeli sebidang tanah hak milik nomor 1709, Gambar Situasi tanggal 12 Januari 1996, nomor 546, luas 443 m2 (empat ratus empat puluh tiga meter persegi), yang terletak di Kelurahan Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, terdaftar atas nama Dedyanto Sudjono (Pihak Kesatu). Penjualan bidang tanah sebagaimana ayat (2) di atas dilaksanakan selambatlambatnya dalam waktu 60 (enampuluh) hari terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian ini. Pasal 2

(5)

(1)

Untuk menjamin pelaksanaan pembayaran kewajiban ganti rugi di atas di atas Pihak Kesatu bersedia dan wajib membuat dan menyerahkan akta kuasa menjual (notariil) kepada Pihak Kedua selaku penerima kuasanya atas bidang tanah hak milik nomor 1709, Gambar Situasi tanggal 12 Januari 1996, nomor 546, luas 443 m2 (empat ratus empat puluh tiga meter persegi), yang terletak di Kelurahan Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, terdaftar atas nama Dedyanto Sudjono tersebut kepada kepada Pihak Kedua beserta sertipikat hak milik asli, fotokopi KTP dan buku nikah/akta perkawinan Pihak Kesatu dan Istri serta bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pada saat penandatanganan perjanjian ini. Akta kuasa menjual Pihak kesatu kepada berlaku sejak Para Pihak wajib untuk saling memberi bantuan satu terhadap lainnya secara cuma-cuma untuk melaksanakan ketentuan ayat (2) dan (1) di atas. Pasal 3

(2)

(1)

Para Pihak memiliki wewenang untuk mencari dan mendapatkan calon pembeli atas bidang tanah di atas yang ditegaskan disini bahwa proses legal jual-beli tetap melalui Pihak Kedua selaku penerima kuasa menjual bidang tanah tersebut. Pihak Kedua secara langsung berhak memotong hasil penjualan atas bidang tanah tersebut sejumlah kekurangan kewajiban Pihak Kesatu di atas. Apabila jangka waktu 60 (enampuluh) hari di atas lewat dan Pihak Kesatu belum berhasil menjual bidang tanah di atas maka akta kuasa menjual Pihak Kedua menjadi berlaku dan Pihak Kesatu memberi izin kepada dan oleh karenanya Pihak Kedua berhak dan berwenang untuk menjual bidang tanah tersebut di atas sewaktu-waktu dengan harga penawaran tertinggi baik yang didapatkan oleh Pihak Kesatu maupun Pihak Kedua. Pasal 4

(2) (3)

(1) (2)

Segala sesuatu yang belum maupun belum cukup diatur dalam perjanjian ini akan dimusyawarahkan di antara Para Pihak. Para pihak wajib memberikan bantuan secara cuma-cuma dan sekali-kali dilarang melakukan sesuatu hal yang sekiranya akan atau dapat menyulitkan/merugikan pihak selebihnya dalam melaksanakan perjanjian ini.

Demikian perjankian ini, dibuat rangkap 2 (dua) yang masing-masing telah dibubuhi materai yang cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama. Sleman, 3 Juli 2008. Pihak Kesatu, Pihak Kedua,

Dedyanto Sudjono

Endina Soviana Sudjono