Anda di halaman 1dari 2

No. : 011/ADC/I/2007 Hal : Balasan 2 Lamp.

: -

Kepada Yth. PT. Ekajaya Esa Hutama Jl. Babaran No. 73, Yogyakarta u.p. Bapak R. Dwi Akseptoro TY, Amd IP, S.T. Dengan Hormat, Menunjuk kepada surat tanggapan PT. Ekajaya Esa Hutama tertanggal 26 Desember 2006, dengan ini Kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut: 1. Perlu saya tegaskan dan informasikan pula di sini bahwa besaran hutang awal Sdr. Hendhy A.S. Wibowo, S.T., dalam kedudukannya selaku Direktur PT. Ekajaya Esa Hutama, kepada klien kami adalah sebagaimana yang telah saudara ketahui adalah sebesar Rp. 75.000.000,00 (tujuhpuluh lima juta rupiah), yang seingat kami dibayarkan melalui transfer bank ke rekening perseroan pada 14 Juli 2004; kesemuanya dengan ketentuan akan dikembalikan selambat-lambatnya pada 14 Juni 2005 dengan tambahan keuntungan sebesar 15 % (limabelas persen) dan apabila lewat waktu maka akan dikenai denda 0,05 % (nol koma nol lima persen) untuk setiap hari keterlambatan atas jumlah hutang yang belum terbayarkan. Berkaitan dengan hal itu PT. Ekajaya Esa Hutama juga menyerahkan beberapa sertipikat hak atas tanah sebagai jaminan atas pembayaran hutang tersebut. Namun demikian pelunasan hutang telah lewat waktu dan dilakukan perhitungan oleh para pihak kemudian terbit Surat Kesanggupan tertanggal 6 Maret 2006 yang turut Saudara tandatangani. Selanjutnya realisasi atas Surat Kesanggupan tersebut adalah dilakukannya pembayaran melalui Bilyet-bilyet giro terhitung mundur dari PT. Ekajaya Esa Hutama, dan atas hal itu kami pun menyerahkan kembali sertipikat hak atas tanah yang pernah diserahkan kepada dan kami simpan; namun ternyata dari bilyet-bilyet giro terhitung mundur tersebut, terdapat 2 (dua) lembar Bilyet Giro dari PT. Ekajaya Esa Hutama yang ditolak pihak Bank dan tidak dapat kami cairkan dengan total nominal sebesar Rp. 66.000.000,00 (enam puluh enam juta rupiah). Sedemikian menjadi jelas bahwa PT. Ekajaya Esa Hutama telah melakukan wanprestasi. 2. Bahwa untuk menyelesaikan hal tersebut segera saja kita merealisasikannya dengan menandatangani pernyataan bersama dan perjanjian (draft terlampir) sesuai dengan opsi ke-6 yang dipilih oleh PT. Ekajaya Esa Hutama, dengan kesepakatan besaran kekurangan pembayaran atas kewajiban pelunasan pinjaman

kepada klien kami menjadi sebesar Rp. 65.000.000,00 (enam puluh lima juta rupiah) dalam 6 (enam) kali angsuran uang dibayarkan pada minggu pertama setiap bulannya. 3. Untuk kepentingan internal PT. Ekajaya Esa Hutama, kami akan menyampaikan fotokopi atas perjanjian tanggal 14 Juli 2004, setelah ada realisasi dari hal-hal sebagaimana tersebut pada butir 2 (dua) di atas; satu dan lain karena hal itu mengkait kepada urusan internal perseroan yang bukan merupakan porsi kami. 4. Mohon surat ini diberi tanggapan dalam waktu 7 (tujuh) hari sejak tanggal surat ini. Demikian surat balasan saya dan terimakasih. Sleman, 15 Januari 2007. Hormat takzim saya,

Zahru Arqom, S.H.