Anda di halaman 1dari 10

Mata Kuliah Penyusunan Laporan Hukum

Dosen : Zahru Arqom, S.H., M.H.Li

Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Syarat Umum Dokumen Hukum

1) 2) 3)

Subjek pembuat dokumen hukum; Objek atau muatan dokumen; Tempat dan Tanggal pembuatan / pengesahan dokumen;

4)

Tanda tangan.

Syarat Umum Penulisan Dokumen Hukum


Penulisan Hukum (Legal Writing) termasuk di

antaranya Dokumen Hukum yang baik setidaknya

memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut :


1. 2. 3. 4. Clear Writing (Penulisan yang Jelas) Concise Writing (Penulisan yang Ringkas/Singkat) Critical Writing (Penulisan yang Kritis / Berargumen) Conscientious Writing (Penulisan yang Berhati-hati)

Clear Writing Penulisan Yang Jelas


Dokumen disusun dan disampaikan secara jelas dan

tepat, serta mudah dimengerti oleh pembaca. Hal-hal


yang harus diperhatikan dalam menyusun tulisan Laporan Hukum yang jelas adalah sebagai berikut:
1) 2)

Menggunakan pilihan kata-kata yang tepat. Konsisten dengan kata-kata yang digunakan dan tujuan dari penggunaan kata-kata tersebut.

3)
4)

Menghindari kata-kata yang bersifat ambigu.


Terminologi kata yang digunakan harus dapat didefinisikan secara jelas dan tegas.

CONCISE WRITING Penulisan yang Singkat dan Padat


Penulisan Dokumen disusun dengan ringkas,

singkat, dan padat. Dokumen bukan ditujukan agar pembacanya memahami keadaan, kedudukan, fakta,

aturan, akibat yang mungkin terjadi dan pilihan


tindakan hukum yang dapat diambil. Sehingga disusun dengan tidak bertele-tele, to the point,

padat, ringkas dan mengena pada sasaran.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Laporan

Hukum yang memenuhi kaidah penulisan yang singkat dan padat :


1) Hindari penggunaan kata-kata yang tidak perlu. 2) Hindari penggunaan kalimat-kalimat yang panjang.

3) Hindari pengulangan kata dan/atau kalimat yang tidak perlu,

apabila diperlukan pengulangan maksud dari suatu kalimat, maka gunakan kata-kata dan bentuk yang berbeda.
4) Hindari penggunaan sinonim kata dalam satu kalimat. 5) Pergunakan kata-kata yang konkret daripada kata-kata abstrak. 6) Usahakan menulis sebagaimana layaknya sedang berbicara dengan

orang yang membaca tulisan tersebut.

CRITICAL WRITING Penulisan yang kritis (terdapat kajian hukum)


Penulisan Dokumen Hukum yang disusun dengan
metode tertentu, bermuatkan fakta-fakta hukum, ketentuan/dasar hukum, kajian atau pembahasan hukum dan kesimpulan. Kesimpulan dalam Dokumen hukum dapat pula berupa saran/advice atau sugesti kepada penerimanya. Dengan kata lain penulisan Dokumen harus logis dan argumentatif sehingga mampu meyakinkan pembacanya.

Untuk dapat menyusun Laporan Hukum yang kritis dan logis dengan
mengkaitkan fakta-fakta hukum dan peraturan yang berlaku, perlu diperhatikan beberapa hal, sebagai berikut:

1. 2.

Penguasaan Permasalahan. Mengikuti suatu skema penulisan.

3.

Letakan

masing-masing

argumentasi

atau

pokok

permasalahan dalam satu tempat yang sama. (tidak tersebar di beberapa tempat). 4. Memperhatikan struktur kalimat sesuai dengan kaidah bahasa. 5. 6. Mempergunakan tanda baca secara baik. Menggunakan urutan paragraf secara baik.

CONSCIENTIOUS WRITING Penulisan yang Berhati-Hati


Dalam melakukan penulisan Dokumen hukum harus berhati-hati dengan memperhatikan dan mempergunakan ketentuan tata bahasa yang baku dan baik. Selain itu, dalam membuat Dokumen hukum materinya ketentuan juga harus tepat, seperti penggunaan maupun peraturan perundang-undangan

yang berlaku secara tepat dan sesuai dengan pokok permasalahan yang ada.

Sumber Pustaka
Bagus S. Djati; Mempersiapkan Legal Writing; Pendidikan dan Pelatihan Kepengacaran II di FH UMY; November 2000. _____________; Legal Writing; In House Training Pusat Kajian dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (PKBH FH UGM); 2000.