DENGUE HEMORHAGIC FEVER Oleh : Gadur Blasius,S.Kep.

Ns
PENGERTIAN DHF adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, terutama menyerang pada anak-anak dengan ciri-ciri : demam tinggi mendadak disertai manifestasi perdarahan dan dapat menimbulkan syok (DSS) dan kematian. Penyakit ini ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti, yang membawa virus dengue (anthropad borne viruses) atau disebut arbo virus. DHF dapat menyerang semua umur tetapi terbanyak pada anak-anak. Dalam dekade terakhir, terdapat kecenderungan kenaikan proporsi penderita DHF pada orang dewasa. TANDA DAN GEJALA 1. Demam : demam tinggi timbul mendadak, terus menerus, berlangsung dua sampai tujuh hari turun secara cepat. 2. Perdarahan : perdarahan disini terjadi akibat berkurangnya trombosit (trombositopeni) serta gangguan fungsi dari trombosit sendiri akibat metamorfosis trombosit. Perdarahan dapat terjadi di semua organ yang berupa: • • • • • • • • • • Uji torniquet positif Ptekie, purpura, echymosis dan perdarahan konjungtiva Epistaksis dan perdarahan gusi Hematemesis, melena Hematuri

3. Hepatomegali : Biasanya dijumpai pada awal penyakit Pembesaran hati tidak sejajar dengan beratnya penyakit Nyeri tekan pada daerah ulu hati Tanpa diikuti dengan ikterus Pembesaran ini diduga berkaitan dengan strain serotipe virus dengue

yang timbul setelah shock berlangsung lama dan tidak teratasi. Pada kasus berat. di bawah peritonial. didapatkan adanya kerusakan sistim vaskuler dengan adanya peninggian permeabilitas diding pembuluh darah terhadap protein plasma dan efusi pada ruang serosa. pengurangan volume plasma sampai 30 % atau lebih. diare atau konstipasi serta kejang. Kerusakan dinding pembuluh darah bersifat sementara.000 /mm3 yang biasanya terjadi pada hari ke tiga sampai ke tujuh. disebabkan oleh karena : Perdarahan dan kebocoran plasma didaerah intravaskuler melalui kapiler yang rusak. dengan pemberian cairan yang cukup shock dapat diatasi dan efusi pleura biasanya menghilang setelah beberapa kali perawatan. Syok : Yang dikenal dengan DSS . Trombositopeni: Jumlah trombosit dibawah 150. Sebab lain kematian pada DHF adalah perdarahan hebat pada saluran cerna. 7. asidosis metabolik bahkan menyebabkan kematian.4. Menghilangnya plasma melalui endotelium ditandai oleh peningkatan oleh peningkatan nilai hematokrit yang mengakibatkan keadaan hipopolemik dan shock. Menurunnya volume plasma darah. jari dan kaki Gelisah dan Sianosis disekitar mulut Nadi cepat. sakit perut. Trombositopeni. lembab terutama pada ujung hidung. mual muntah. 6. Sedangkan tandatanda syok adalah: • • • • • Kulit dingin. Diatesis hemoragic\ Pada autopsi penderita DHF yang meninggal. lemah . pleural dan perikardial. Adanya hypotensi. Gejala-gejala lain : • • Anoreksi . yang dapat menimbulkan anoksia jaringan. Perdarahan ini disebabkan oleh . Penurunan kesadaran PATOFISIOLOGI DHF Yang menentukan beratnya penyakit adalah : Tingginya permeabilitas dinding pembuluh darah. kecil sampai tidak teraba Tekanan darah menurun (tekanan sistolik menurun sampai 80 mmHg atau kurang dari 80 mmHg) Tekanan nadi menurun (sampai 20mmHg atau kurang) 5. Hemokonsentrasi : Meningkatnya nilai hematokrit merupakan indikator kemungkinan terjadinya syok.

Derajad DHF Menurut WHO dibagi menjadi 4 Derajat : Derajat 1 : Demam disertai gejala tidak khas dan satu-satunya manifestasi perdarahan ialah uji Tourniquet positif Derajat 2 : Derajat 1 disertai perdarahan spontan di kulit dan atau perdarahan lain. VII. yaitu nadi cepat dan lembut. dan penderita menjadi gelisah Derajat 4 : Renjatan berat dengan nadi yang tidak diraba dan tekanan darah yang tidak dapat diukur ASUHAN KEPERAWATAN PENGKAJIAN a. IX. Aktifasi sistim komplemen juga memegang peranan penting dalam patogenesis DHF . V. lembab. komplek imun biasanya ditemukan pada hari ke 5 sampai ke 7 saat terserang shock terjadi. Pada pemeriksaan sel-sel pagosit didapatkan peningkatan daya pagositosis dan proliferasi sistim retikolo enditetial yang berakibat penghancuran terhadap trombosit yang telah mengalami metamorfosis seluler sehingga nampak adanya trombositopeni. Data Subyektif .trombositopeni serta gangguan fungsi trobosit disamping defisiensi ringan/sedang dari faktor I. II. X dan faktor kapiler. tekanan nadi menurun (<20 mmHg) atau hipotensi disertai kulit yang dingin. Derajat 3 : Ditemukannya kegagalan sirkulasi. Produksi aktivitas komplemen ini bersifat anafilaktoksin yang menyebabkan kerusakan dinding kapiler sehingga permeabilitas diding pembuluh darah meningkat.

Data Obyektif Suhu tinggi selama 2 . punggung dan kepala Haus b. Potensial terjadin syok hipopolemik sehubungan dengan perdarahan yang berlebuhan. Data Penunjang Hematokrit meningkat Trombositopenia Masa perdarahan dan protombin memanjang Diagnosa Keperawatan yang mungkin timbul : 1. dapat disertai tanda kesakitan Nadi cepat Selaput mukosa mulut kering Ruam dikulit lengan dan kaki Hiperemia tenggorokan Epistaksis Pembesaran hati dan nyeri tekan Pembesaran limfe Nyeri tekan pada epigastrik Hematomesis Melena Gusi berdarah Hipotensi • • • c. . persendian.        • • • • • • • • • • • • • • • Panas Lemah Nyeri ulu hati Mual dan tidak nafsu makan Sakit menelan Pegal seluruh tubuh Nyeri otot.7 hari Kulit terasa panas Wajah tampak merah .

fungsi dan peningkatan destruktif platelet. kurang informasi. kondisi kese-hatan. 4. 3. 6. Intake nutrisi yang adekuat. . Hipermetabolik. Pelaksanaaan Prioritas masalah Keperawatan : 1. Potensial terjadinya injuri/luka perdarahan yang berlebihan sehubungan dengan penurunan pembentukan. Cemas Penatalakasanaan perawatan pada pasien dengan DHF ditujukan pada upaya untuk mencegah terjadinya ke adaan syok akibat perdarahan. Mekanisme koping yang tidak efektif sehubungan dengan cemas. Hasil yang diharapkan: • Tanda vital stabil dalam batas normal. pengobatan. Mencegah komplikasi. Pada Pasien dengan perdarahan diupayakan seminimal mungkin untuk dapat mencegah terjadinya perdarahan. Potensial gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari yang dibutuhkan sehubungan dengan : • • • • perubahan kemampuan penye-rapan zat maka-nan (Gangguan neoromuskuler).2. 3. perdarahan dan infeksi. Imformasi tentang proses penyakit 5. Intake yang inadekuat 5. Mencegah terjadinya hipopolemik syok 2. Peningkatan suhu tubuh (Hiperthermi) sehubungan dengan Kerusakan kontrol suhu sekunder terhadap infeksi. Diagnosa Keperawatan Potensial terjadi syok hipovolemik sehubungan dengan perdarahan yang berlebihan. Kekakuan otot untuk mengunyah atau menelan. Kurangnya pengetahuan (kebu-tuhan belajar) . Pergantian cairan disesuaikan dengan drajat dehidrasi atau sesuai dengan indikasi. 4.

Ukur dan catat perdarahan yang keluar Diagnosa Keperawatan Gangguan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh sehubungan dengan intake yang tidak adekuat. kulit lembab dan dingin. 2. keringat dingin. Observasi jumlah makanan yang terkonsumsi\ 3. suhu.000/m 3 Hematokrit meningkat. Beri makanan sesuai dengan kebutuhan dan kesukaannya. Observasi perkembangan bintik-bintik merah di kulit. Hematokrit dalam batas normal : 37 . tak nafsu makan. keluhan lemah.43 % Analisa data Data subyektif : Pasien gelisah .\ Terapi cairan RL atau pengganti plasma Kalau perlu transfusi darah (trombosit) Monitor intake-output Cek Hemoglobin. sakit menelan. dan trombosit. perdarahan gusi. Laboratorium : Trombositopeni : kurang dari 100. epistaxis. muntah darah. frekuensi dan kedalaman pernafasan. Data obyektif : Perdarahan bawah kulit di lengan dan kaki. Sajikan menu yang menarik . lemah. frekuensi dan kedalaman nadi. Rencana tindakan : • • Observasi tanda-tanda vital: Tekanan darah. mual.• • • Kesadaran compos mentis Pasien dapat berkomunikasi dengan baik. Rencana tindakan : 1. Beri penjelasan pada pasien tentang nutrisi yang dibutuhkan dan kegunaannya. hematokrit. Kolaborasi dalam pemberian : • • • • • • Evaluasi : • Keseimbangan cairan dan elektrolit terpenuhi.\ 4.

Lakukan cek BB tiap 3 hari Diagnosa Keperawatan Peningkatan suhu tubuh (hipertermi) s. Berikan minum banyak -+ 2 liter perhari R/ Dapat mengimbangi akibat pengeluaran cairan lewat penguapan 5. 230-233. Washington. Toronto. RS. 2 Suhu tubuh turun 36 – 37. Carolus. merangsang termostat 4.5 ) 3 Klien tidak gelisah 4 RR 16x/menit. Nancy and Beckle. 2. The C. Kolaborasi dengan medis tentang keluhan untuk mendapatkan infus. Oktober 1995. . 3. St. 3.V.obat anti mual. Observasi tanda vital tiap 3 jam sekali R/ memantau perkembangan klien untuk tindakan perawatan selanjutnya. Soedarmo. Demam Berdarah Dengue. Lakukan kompres hangat didaerah permukaan tubuh R/ Mempercepat vasodilatasi sehingga terjadi penguapan . NCP fornPediatric Patient. Lanjutkan pemberian terapi IV 20 tetes/menit dan antipiretik 3 x 500 mg R/ Mempercepat proses penurunan panas Referensi : 1.5. nadi 80-88 x/menit. Laouis. p. Beri penjelasan pada klien penyebab panas R/ Dengan penjelasan diharapkan penderita mengerti dan mau berpartisipasi dalam perawatan. SP. Medika No. 1987. obat penambah nafsu makan. Mosby Company. Rencana tindakan : 1. 10 Tahun XXI.d kerusakan kontrol suhu sekunder terhadap infeksi Tujuan : Suhu tubuh turun sampai batas normal dalam waktu 4 jam setelah dilakukan tindakan keperawatan Kriteria hasil : 1 Klien mengungkapkan badanynya tidak terasa panas. Asuhan Keperawatan pada klien dengan DHF. 6. 2. Sint..

CVP). darah. yang mungkin disebabkan sirkulasi pembuluh darah kolaps . CVP digunakan untuk mengukur derajat kekurangan cairan dan respon dari pemulihan Palpasi puls perifer.Masalah keperawatan Diagnosa I Gangguan penurunan cardiac out put sehubungan dengan penurunan Stroke volume Independen Rasional Monitor tanda-tanda vital CVP (bila dipasang Takikardi menunjukkan variasi hipotensi. Catat adanya perubahan tekanan tergantung pada tingkat keurangan cairan. catat warna kulit. suhu. observasi peningkatan suhu. Kondisi ini merupakan cairan ekstrasel yang kaji kondisi mental dapat berakibat perfusi organ yang adekuat pada daerah tersebut.

keseimbangan cairan. sputum berbusa Kolaborasi: Bantu dengan mengidentifikasi atau mengobati penyebabnya. penurunan kesadaran. Kehilangan ataupun kekurangan cairan dapat trjadi pada hiponatremi. pasien dianjurkan juga untuk mencoba intake natrium peroral dan hindari pembatasan garam. Kondisi ini dapat mempercepat kekurangan cairan yang mengganggu sistim kardiovaskuler Merujuk pada aturan atau standart yang ada. intravenus segera. posisi tempat tidur. Catat frekuensi dan kedalama pernapasan. atau peningkatan tekanan CO2. pengikat yang lembut (bila perlu) Laporka segera bila ada nyeri dada . batuk basah. Anjurkan makan makanan yang mengandung cairan yang tinggi Berikan pengaman bila perlu. dan BB setiap hari. dyspnoe. pH. dyspnoe. Hemokonsentrasi dan peningkatan kekentalan darah dapat mengakibatkan adanya emboli sistemik. akurat volume cairan intravaskuler Lihat adanya udem misalnya pada abdomen dan tungkai Ketahui dengan pasti kondisi pasien dan jadwalkan selama 24 jam intake cairannya. lemah. hitung Indikator keseimbangan cairan adalah penting. Kolaborasi : Untuk mengevaluasi kebutuhan terapi dan Monitor elektrolit urine dan serum serta keefektifannya osmolaritas. Kaji tingkat kesadaran dan respon Kekurangan / defisit natrium dapat neuromuskuler mengakibatkan menurunnya tingkat kesadaran. sianosis. telur. seperti pengaman disisi tempat tidur.Timbang BB setiap hari (bila memungkinkan) Perubahan BB tidak bisa merefleksikan secara dan bandingkan dengan balans cairan 24 jam . diare. tambahkan masukkan parenteral (bila perlu) Penurunan perfusi cerebral sering berakibat perubahan kesadaran atau mental sehingga pasien perlu dijaga dari trauma atau kecelakaan (terjatuh). dan sebagainya. Anjurkan klien untuk minum dan makan Meskipun kekurangan natrium menyebabkan makanan yang banyak mengandung natrium gejala yang serius yang perlu pemberian seperti susu. Direncanakan observasi yang sering. Demam merupakan metabolisme dan reabsorbsi dari kehilangan cairan Diagnosa 2 : Hiponatremia sehubungan dengan pengeluaran natrium yang berlebihan melalui muntah. Tergantung dari hilangnya cairan . adanya kelemahan otot secara umum/kejang. glukosa. seperti: Diuretika Efektif dalam menurangi kelebihan cairan . Monitor sewaktu-waktu peningkatan tekanan darah. dan perdarahan. Mengukur derajat kekurangan cairan dan respon dari pemulihan . Berikan obat-obatan. Independent Rasional Monitor intake dan output. daging. sehingga ketidak seimbangan cairan dan elektrolit akan terlihat pada hasil laboratorium tersebut. ronchi. Monitor pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi seperti elektrolit . serta koagulasi Mengurangi haus dan rasa tidak nyaman dari membran mukosa mulut. Kekurangan natrium dapat menimbulkan pernapasan yang lambat sebagai kompensasi tubuh terhadap metabolisme alkalosis.

ganti posisi sesering mungkin. Apatis. Koreksi alkalosis akan meningkatkan serum potassium dan menurunkan kebutuhan.untuk mengoreksi kesimbangan KCl NaCl Untuk mengoreksi kekurangan kalium. AV dissosiation. Pedoman untuk menghitung kebutuhan cairan/kalium yang diperlukan. jeruk. the. Kelemahan otot pernapasan dapat menyebabkan paralisis dan akhirnya respiratory arrest. Pemberian potassium dapat dipertahankan melalui diet jika pasien boleh makan/minum. Keadaan ini hipokalimia. tetani. sensasi. khususnya pada penggunaan diuretika. takikardi. Observasi tanda-tanda alkalosis metabolik. Serum potassium. tomat dan sebagainya. Pertahanan cacat yang akurat tentang urine.. Independen Monitor frekuensi jantung dan irama jantung Rasional Takikardi dapat berkembang dan secara potensial mengancam kehidupan. peningkatan atril dysrhytmia. Hipokalemia sehubungan dengan pengeluaran kalium yang berlebihan melalui gastrointestinal dan intake yang tidak adekuat. Cek effek sampingnya. sinus takikardi. rasa ngantuk. seperti : hipoventilasi. Membantu mencari faktor pencetus dan penyebabnya. Berguna untuk memperbaiki kekurangan atau mencegah adanya kehilangan cairan lebih lanjut. pandangan kabur. muntah. hilangnya kalium dari gaster/luka. disritmia. dan coma dapat terjadi. block jantung) Kolaboratif: Bantu mengidentifikasi/mengatasi masalah berdasarkan penyebab. hantaran listrik jantung lambat. misalnya. parathesias. . Kadarnya hendaknya sering diperiksa selama pemberian terapi. Kelebihan / peningkatan yang tiba-tiba dapat menyebabkan cardiac dysrhytmia. nanas. Koreksi asidosis akan mengembalikan potassium kedalam sel mengakibatkan Analisa gas darah . Monitor pemeriksaan laboratorium. Observasi tingkat kesadaran dan fungsi neuromuskuler. ventrikuler takikardi. dan gerak. juga sering mengikuti Monitor fungsi pernapasan. Kadar potassium rendah meningkatkan efek digitalis. Observasi tanda-tanda intoksikasi digitalis jika digunakan (mengeluh mual. Anjurkan pasien untuk latihan batuk atau napas dalam. Meyakinkan pengobatan terkontrol untuk mencegah efek bolus dan mengurangi rasa tidak nyaman. Monitor kecepatan pemberian infus patassium intravenus menggunakan infus minidrop/microdrop. AV blok. Hipokalimia dapat menyebabkan lethal dysrhytmia. irritabilitas. khususnya bila ada kebocoran ginjal. Diagnosa 3. tetani. perubahan mental. Anjurkan makan/minum yang tinggi potassium seperti. kekuatan. kedalaman dan usaha napas.

Sint. RS. Panas dapat digunakan pada menyebabkan metabolisme jaringan. 6. hidrodiuril dapat menyebabkan penurunan kadar clorida dan potassium. menurun dapat terjadi ischemia. Oktober 1995. Toronto. Asuhan Keperawatan pada klien dengan DHF. suhu. . Referensi : 4. Ajarl\kan pasien tentang : Melibatkan pasien dan keluarga/orang Perawatan diri. jika arteri abdomen untuk merangsang refleks dilatasi tidak dilatasi secara normal. Laouis. Penggunaan diuretika misalnya : lasix. Soedarmo. Demam Berdarah Dengue. pentingnya latihan. menjaga kaki pembuatan keputusan tentang status tergantung. Slow-K) penurunan kadar serum potassium dan meningkatkan kebutuhan. St. Membantu vasodilatasi dan mencegah vasokontriksi yang disebabkan oleh rasa cemas. p. 230-233. vasokontriksi ( dingin. merokok ). perfusi jaringan pada arteri ekstremitas bawah. menyilangkan kaki.V. Pemberian parenteral hendaknya jangan melebihi 40 mEq/2 jam. perlunya menghindari penyebab kesehatannya. Independen Rasional Ubah posisipasien tiap 2 jam Mengurangi resiko kerusakkan kulit Monitor tanda vital dan irama jantung tiap 4 Nadi yang cepat dan tidak teratur dapat jam dan laporkan dan catat perkembangan menyebabkan penurunan CO yang kecepatan dan nadi yag irreguler. Nadi yang teraba dan kuat menunjukkan aliran darah arteri baik Observasi warna kulit. Diet suplemen dapat juga digunakan untuk mencapai keadaan equlibrium jika pasien dapat makan/minum. adanya daerah yang biru/hitam (cianosis). mengakibatkan penurunan perfusi jaringan. tekstur Penurunan perfusi jaringan menyebabkan sedikitnya tiap 4 jam.Serum magnesium Berikan potassium oral dan atau intravenus (Kcl elixir. 10 Tahun XXI. SP. Mosby Company. The C. dan catat serta laporkan perubahan warna kulit dan tekstur kuliut. perlunya terdekat dalam perawatan pasien dan diet rendah kalori dan kolesterol. Diagnosa IV. Nancy and Beckle. S-lor. menghindari memberikan kebebasan pasien dalam baju tebal. Washington. 1987. Carolus. Kontrol nadi perifer tiap 4 jam. Perubahan perfusi jaringan perifer sehubungan dengan menurunnya aliran darah arteri. Jangan gunakan panas langsung pada Pemenasan ekstremitas secara langsung ekstremitas. 5. Ajarkan tehnik relaksasi. stres. NCP fornPediatric Patient. Medika No.

SKEMA TERJADINYA SHOCK PADA DHF .

Infeksi sekunder Heterologous Dengue Replikasi Virus + Anamnestic Antibody Respon Virus Antibody Kompleks Komplemen meningkat Aktifasi Komplemen Histamin level meningkat dalam urin 24 jam Anaphylatoxin Permeabilitas Kapiler meningkat Hemetokrit meningkat Na Menurun Cairan pada rongga serosa Plasma Menurun Hipopolemik Shock Asidosis Anoksia .

INFEKSI PRIMER SEL FAGOSIT Sel Kuffer Monosit Makrofag Mekanisme Efektor Sel monosit teraktifasi Interaksi Sistem Humoral dan Komplemen (C3A. C5A) Mediator Permiabilitas Kapiler Dehidrasi Hipovolemik Syock .

& Mengaktifasi sistem Koagulasi Kebocoran Plasma Perdarahan Oedem Seluruh Organ Saluran cerna HEMEL INFEKSI SEKUNDER SEL FAGOSIT TUBUH BERKOMPENSASI LIMPOSIT T Sel Kuffer Monosit Makrofag TCD4 + Interferon α Merangsang Sel yang terinfeksi Monosit lisis Kompensasi Tubuh Mediator .

Trombosit Kebocoran plasma & Perdarahan Destruksi trombosit Oedem Sunsum Tulang Hematomesis Melena Dehidrasi Syok Megakariosit muda TROMBOSITOP ENIA PENGKAJIAN a. Data Subyektif • • • • Panas Lemah Nyeri ulu hati Mual dan tidak nafsu makan .

Intik nutrisi yang adekuat. perdarahan dan infeksi. dapat disertai tanda kesakitan Nadi cepat Selaput mukosa mulut kering Ruam dikulit lengan dan kaki Hiperemia tenggorokan Epistaksis Pembesaran hati dan nyeri tekan Pembesaran limfe Nyeri tekan pada epigastrik Hematomesis Melena Gusi berdarah Hipotensi c. . Mencegah komplikasi. punggung dan kepala Haus b. Data Obyektif Suhu tinggi selama 2 . 8.7 hari Kulit terasa panas Wajah tampak merah . Mencegah terjadinya hipopolemik syok 7.• • • • • • • • • • • • • • • • • • • Sakit menelan Pegal seluruh tubuh Nyeri otot. Data Penunjang • • • Hematokrit Trombositopenia Masa perdarahan dan protombin memanjang Prioritas masalah Keperawatan : 6. persendian.

8. RS. kondisi kese-hatan. St. Sint. Nancy and Beckle. Kurangnya pengetahuan (kebu-tuhan belajar) . Imformasi tentang proses penyakit 10. Medika No. Mosby Company. Potensial gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari yang dibutuhkan sehubungan dengan : • • • perubahan kemampuan penye-rapan zat maka-nan (Gangguan neoromuskuler). fungsi dan peningkatan destruktif platelet. 1987. Kekakuan otot untuk mengunyah atau mene-lan. 8. SP. Washington. Toronto. 9. Cemas Diagnosa Keperawatan yang mungkin timbul : 7. Demam Berdarah Dengue. p. 11. Carolus. Asuhan Keperawatan pada klien dengan DHF. Potensial terjadin syok hipopolemik sehubungan dengan perdarahan yang berlebuhan. pengobatan.9. 10 Tahun XXI. Oktober 1995. The C. Laouis. Referensi : 7.V. Hipermetabolik. Soedarmo. NCP fornPediatric Patient. 230-233. PATOFISIOLIGI DBD/DSS DENGUE INFEKTION Thrombocytope Fever Anorexia fomiting Hemorhagic Manifestatio n Hepatomega ly Incraeased Vascular Grade nia Ag Ab complex + complement . Potensial terjadinya injuri/luka perdarahan yang berlebihan sehubungan dengan penurunan pembentukan. 9. kurang im-formasi. Mekanisme koping yang tidak efektif sehubungan dengan cemas. 10.

karena kesukaran mendapatkan model binatang percobaan yang dapat dipergunakan untuk menimbulkan gejala klinis seperti pada manusia . IV Leakge of plasma Hemokonsentr asi Hypoproteinem ia Pleural efution Ascites III II I hemodinamika dan biokimiawi DBD belum diketahui secara pasti.fermeability Dehydration Dengue fever Hypopolemia shock DIC Anoxia GI Bleeding Death Acidosis DHF/DSS Catatan : Mekanisme sebenarnya tentang patofisiologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful