Perhitungan

53

LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA MASSA DAN NERACA PANAS REGENERATOR – REAKTOR A. Neraca Massa Regenerator
Flue Gas : CO : CO2 : O2 : N2 : SO2 : NO2 : H2O : Total :

Regenerator
Udara Pembakaran : 148722.25 lb/hr

Katalis + Coke : AlSiO3 + (C+H2) :

AlSiO3 regenerasi : 1727427.71 lb/hr

Basis Perhitungan : 1 jam operasi Data tanggal 19 Juli 2013 Komposisi Flue gas % mol (by GC method) CO CO2 O2+ Ar = 5.5 = 10.3 = 1.64 N2 SO2 NO2 = 82.56 =0 =0

Dengan mengambil data lembar pengesahan lampiran A maka data tanggal 19 Juli, lalu 22, 23, 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.1). Tabel B.1. Hasil Analisa Orsat (Flue Gas)
Komposisi Flue gas CO CO2 O2+Ar N2 SO2 NO2 Satuan %Vol %Vol %Vol %Vol %Vol %Vol 19/07/13 22/07/13 Tanggal 23/07/13 24/07/13 25/07/13

5.5 10.3 1.64 82.56 0 0

5 10.2 1.64 83.16 0 0

5.5 10.2 1.64 82.66 0 0

5.5 10.3 1.64 82.56 0 0

5.5 10.3 1.64 82.56 0 0

(Sumber pemeriksaan laboratorim Feed RFCCU PT. Pertamina RU III)

99072 0 0 = 0.64 – 0. dan untuk mendapatkan udara kering harus dikurangi dengan jumlah uap air dalam udara.158 0 0 5.2 0. Tabel B.2.652 0 0 5.54 1.551 0 0 5 10. Penyesuaian Komposisi Flue Gas Komposisi Flue gas CO CO2 O2 N2+Ar SO2 NO2 2.551 Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan penyesuaian flue gas tanggal 19 Juli.649 83.2).56) = 0.3 0.649 83. lalu 22.649 84.649 83.2 % dari kandungan Nitrogen.5 10.551 0 0 Menghitung udara masuk regenerator Udara masuk ke regenerator masih mengandung uap air.649 83. dengan cara : WDA = WWA x = (WMAB + WCAB) x .99072 % mol Komposisi flue gas setelah dikoreksi : CO CO2 O2 N2+Ar SO2 NO2 = = = = = = 5.5 10.5 10. 24 dan 25 Juli 2013 (Tabel B. Satuan %Vol %Vol %Vol %Vol %Vol %Vol Tanggal 19/07/13 22/07/13 23/07/13 24/07/13 25/07/13 dapat ditabulasikan seperti berikut 5. sehingga : Ar(0.649 = 83.3 1.012)(82. 23.56 + 0.2 0.5 10. Penyesuaian Komposisi Flue Gas Pada analisis GC komposisi oksigen (O2) termasuk dengan kandungan Ar sehingga harus dikoreksi untuk mengetahui kandungan oksigen sebenarnya kandungan Argon diasumsi 1.551 0 0 5.3 0.5 10.3 0.99072 82.

908 24/07/13 126764.550) lb/hr x = 138083.990 232413.550 .3. Tanggal 22/07/13 126764.542 H2O di udara 232309.167 23/07/13 126764.650 143850.160 3617.542 lb/hr Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan konversi udara pembakaran ke dry basis tanggal 19 Juli.160 3617. .990 233361.150 140232.500 17085.500 17085.3). Tabel B.008 3562.008 lb/hr = udara basah (masuk) – udara kering = 141645.500 17085. lalu 22.990 233320.160 3617.150 140232. Konversi Udara Pembakaran ke Dry Basis Parameter 19/07/13 (lb/hr) 124559.900 MAB 17085.990 233435.55 Keterangan : WDA : Flow rate udara kering (lb/hr udara kering) WWA : Flow rate udara basah (lb/hr H2O) WMAB : Flow rate MAB (lb/hr) WCAB : Flow rate CAB (lb/hr) WH2O : Flow rate uap air di udara (lb/hr) Dari hasil pengukuran pada suhu ambient (31˚C) didapat relative humidity = 90%.0258 lb H2O/lb udara kering) Udara kering Uap air = (141645. 23.650 143850.550 Udara basah Udara kering 138083. dan dari grafik didapat kelembapan = 0.160 3617.503 Menghitung Flue Gas Rate Untuk menghitung flue gas rate menggunakan analisa orsat dan dari hasil analisa orsat akan diketahui reaksi tiap komponen dalam regenerator.500 17085.725 Fresh Feed 3.008 lb/hr = 3562.650 143850. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.525 25/07/13 126764.650 CAB 141645.150 140232.650 143850.150 140232.138083.

56 Tabel B.258 4 4837. Mol Flue Gas Parameter ( ⁄ ) 1 4763. Komposisi Flue Gas Komposisi Flue gas CO CO2 O2 N2+Ar SO2 NO2 Satuan %Vol %Vol %Vol %Vol %Vol %Vol Hari ke1 2 3 5.649 83.5 5 5.126 lbmol/hr x 0.5. Tabel B. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B. lalu 22.260 4573.551 0 0 Aliran flue gas dihitung dari N2 balance dengan asumsi udara O2 N2 Udara kering BM udara Mol udara kering = = = = = = = 4763.649 0.652 0 0 0 0 0 0 4 5.5 10.99 lb lbmol = lbmol/hr flue gas x 0.79 N2 21 % 79 % 138083.694 2 4837.8355 mol inert gas = = 4503.260 4540. 23.4.649 83.5 10.3 0.126 4503.5 10.158 83.551 0 0 5 5.3 10.008 lb hr 28.260 4568.649 0.2 0.126 lbmol/hr N2 dalam udara kering = N2 dalam flue gas 4763.649 83.551 84.260 4573.791 udara kering flue gas .791 Hari ke3 4837.3 0.791 5 4837.5).2 10.694 lbmol/hr Flue gas Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan mol flue gas dan tanggal 19 Juli.

O2 dan N2 tanggal 19 Juli.00649 x 4503.976 107000.743 935.6.83551 x 4503.689 20410.391 107000.340 947.638 20728.703 lbmol/hr = 247. O2 dan N2 dalam Flue Gas Parameter ( ⁄ ) 1 6935.731 lb/hr N2 dalam Flue gas N2 = 0.638 20728.694 lbmol/hr CO2 = 463.070 932.703 lbmol/hr x 28 lb/lbmol = 6935. Menghitung kandungan karbon dalam coke Karbon ada di coke dihitung dari komposisi flue gas setiap satu mol C yang di bakar akan menghasilkan satu mol CO atau CO2 di flue gas .731 105360.228 lbmol/hr = 29.186 0 0 5 7043.694 lbmol/hr = 3762.694lbmol/hr = 29.117 20502.336 lb/hr Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan massa CO2. Tabel B.6).694 lbmol/hr = 247. lalu 22.228 lbmol/hr x 32 lb/lbmol = 935.743lb/hr O2 dalam Flue gas O2 = 0.689 lb/hr CO2 dalam Flue gas = 0.103 x 4503.295 107000.88 lbmol/hr x 28 lb/lbmol =105360.186 0 0 Hari ke3 7035.88 lbmol/hr = 463.88 lbmol/hr x 44 lb/lbmol = 20410.88 lbmol/hr =3762.107 20379.055 x 4503. Massa CO2.420 950.57 CO dalam Flue gas CO = 0.186 0 0 4 7043.420 950.336 0 0 2 6357.295 107000. 23. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.186 0 0 CO CO2 O2 N2 SO2 NO2 4.

Tabel B. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.659 5 722. lalu 22. 23.216 4 722.584 lbmol/hr Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan kandungan karbon (C) dalam coke tanggal 19 Juli.200 Hari ke3 717.7.694 lbmol/hr x = 711.58 C C C C + + O2 ½ O2 CO2 CO = CO2 + CO = mol flue gas x = 4503.584 2 690. Kandungan Karbon dalam Coke Parameter ( ⁄ ) 1 711. Perhitungan Kandungan Hydrogen dalam coke Kandungan hydrogen di coke dapat dihitung dari kesetimbangan oksigen (O2).659 Carbon 5. Adapun reaksi-reaksinya sebagai berikut : C C H2 S N + + + + + O2 ½ O2 ½ O2 O2 O2 CO2 CO H2O SO2 NO2 = excess O2 di flue gas + O2 bereaksi menjadi CO + O2 bereaksi menjadi CO2 + O2 bereaksi menjadi H2O + O2 bereaksi menjadi SO2 + O2 bereaksi menjadi NO2 Sehingga O2 untuk regenerasi .7).

256 lbmol Excess O2 di flue gas = mol flue gas  hr lbmolO 2 100 lbmol FG 0.694lbmol/hr  =123.5 lbmol O2 lbmol CO O2 bereaksi menjadi CO2 lbmol CO2 1 lbmol O2  100 lbmol FG lbmol CO2 = 4503 .694 lbmol hr  100 lbmol = 29.881lbmol O2 bereaksi menjadi SO2 O2 bereaksi menjadi NO2 O2 bereaksi menjadi H2O = 0 lbmol = 0 lbmol hr hr of O2 of O2 = O2 di regenerator – O2 yang bereaksi menjadi CO .649 lbmol = 4503.5lbmol CO 100 lbmol FG  0.O2 excess – O2 yang bereaksi menjadi CO2 .59 Dimana : O2 di udara = mol udara ker ing  21 mol O2 100 mol udara 21 lbmol O 2 = 4763.694 lbmol 10 .5 lbmol O2 lbmol CO 4503.126 lbmol hr  100 lbmol udara = 1000.22 lbmol O2 bereaksi menjadi CO = mol FG  hr lbmol CO 100 lbmol FG  0.852 lbmol/hr = mol FG  5.3 lbmol CO 2 1 lbmol O 2   hr 100 lbmol FG lbmol CO 2 hr of O2 = 463.

697 125.565 191.248 778.697 125. Tabel B.779 471.606 125.496 5 1015.256 lbmol lbmol lbmol lbmol  29.283 766.8.156 113.242 123.258 4 1015.000 0.881 hr hr hr hr = 383.565 383.565 2 1015.852  463. lalu 22.283lbmol hr of O2 Hydrogen yang terbakar oleh oksigen didalam regenerator adalah : H2 + ½ O2 H2O = O2 bereaksi menjadi H2O x = 383.565 .283 766.161 0.565 766.242  123.627 465.881 0.256 29.825 29. Kandungan Hydrogen (H2) dalam Coke Hari Ke Parameter O2 di udara regenerasi Excess O2 di flue gas O2 bereaksi menjadi CO O2 bereaksi menjadi CO2 O2 bereaksi menjadi SO2 O2 bereaksi menjadi NO2 O2 bereaksi menjadi H2O H2 yang terbakar oleh O2 Satuan 1 1000.989 819.565 Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan kandungan hydrogen (H2) dalam coke tanggal 19 Juli.000 394.283 x H2 yang terbakar oleh oksigen = 766.100 0.000 409.496 lbmol/hr H2 m: r: s: H2O yang dihasilkan dari pembakaran H2 + 1/2 O2 → H2O 766.000 389. 23.000 0.779 471.000 0.825 29.000 389.000 383.000 0.000 191.825 29.641 766.629 789.60  1000.852 463.962 0.100 0.641 0.977 3 1015. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.000 0.520 463.248 778.8).825 29.

565 lbmol/hr x BM H2O = 766.10). 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B. .916 lb/hr Coke Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan coke dari carbon (C) dan Hydrogen tanggal 19 Juli.61 H2O = 766. Perhitungan total berat coke dari carbon dan Hydrogen Total massa coke yang tebakar menjadi CO + CO2 + H2O adalah : Dari karbon = O2 bereaksi menjadi CO + x BM C = 123. Tabel B.652 4 14012.88 lb/hr H2 = 8585.565 lbmol/hr x 2 lb/lbmol =1533.565 lbmol/hr x 18 lb/lbmol = 13798.175 2 14759. lalu 22.572 lb/hr Dari Hydrogen = H2 yang terbakar oleh O2 x BM H2 = 766. 23. Massa H2O Hari Ke Parameter H2O dari pembakaran Satuan lb/hr 1 13798.881 lbmol/hr x 12 lb/lbmol = 5566.175 lb/hr Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan massa H2O yang terbentuk tanggal 19 Juli.224 lb/hr C +5566.852lbmol/hr x 12 lb/lbmol = 1486.9).572 lb/hr C + 722.131 lb/hr Total = 1486. lalu 22.933 5 14012.9. 23. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.224 lb/hr = O2 bereaksi menjadi CO2 + x BM C = 463.933 6.589 3 14206.

10.743lb/hr O2 = 935. Perhitungan Coke dari Carbon (C) dan Hydrogen Hari Ke Parameter Coke dari karbon Coke dari hidrogen Total coke Satuan lb/hr lb/hr lb/hr 1 7052.786 1533.549 5 7162.131 8585.731lb/hr N2 = 105360.217 1293797.557 1556.810lb/hr Katalis + Coke : AlSiO3 + (C+H2) =1302383.689 lb/hr CO2 = 20410.072 1578.916 141645.589 4 7162.810 .165 1639.954 8560.509lb/hr Regenerator Udara Pembakaran : 141645.11.593 lb/hr Tabel B.120 3 7099.717lb/hr Total = 1444800.55 1444029.517 8677.549 Flue Gas : CO = 6935.916 2 6920.059 Output (lb/hr) 151003.593 1444800.62 Tabel B.993 8719. Neraca Massa Regenerator Komponen Katalis dari reaktor Coke Udara Pembakaran Flue Gas Catalyst Regenerated Total Input (lb/hr) 1293797.993 8719.593 8585.336lb/hr SO2 = 0 lb/hr NO2 = 0 lb/hr H2O = 17360.557 1556.55 lb/hr AlSiO3 regenerasi : 1293797.

192 Long residue 208702.400 Tk 191/192 3766.373 Raw PP 29266. Tabel B.276 (Sumber: Data Shift and Morning Report PT.133 M/HVGO 8055.12.804 HCGO 20052.976 MTC 8294. 23. 24 dan 25 Juli 2013.701 240122.152 Coke Yield 240365. kemudian tanggal 22.676 LCGO 1423. Pertamina RU III tanggal 19 Agustus 2013) . Data Massa Feed dan Product Komponen Feed (lb/hr) Product (lb/hr) 19841.50 lb/hr Massa feed dan product diambil dari data shift and morning report PT Pertamina RU III Plaju Sungai Gerong pada tanggal 19 Juli.065 LPG 122079.63 B.674 Slurry 8979.725 Naftha 28999.808 Dry gas 21026.593 lb/hr Katalis + Coke : AlSiO3 + (C+H2) = 1302383. Neraca Massa Reaktor Product : Dry Gas Raw PP LPG Naftha LCGO HCGO Slurry Total = = = = = = = = Feed : Tk 191/192 Long residue M/HVGO MTC Total Reaktor =r = = = = AlSiO3 regenerasi : 1293797.

13.916 231143.676lb/hr = 1423.593 lb/hr Katalis + Coke : AlSiO3 + (C+H2) =1302383.192 lb/hr = 208702.065lb/hr = 122079.633 x 100% .124lb/hr Feed : Tk 191/192 Long residue M/HVGO MTC Total Reaktor = 19841.133 lb/hr = 8055.124 1534163.804 lb/hr = 20052.593 8585.64 Product : Dry Gas Raw PP LPG Naftha LCGO HCGO Slurry Total = 8294.701 1293797.725lb/hr = 28999. Neraca Massa Reaktor Input (lb/hr) 240365.696 %wt Tabel B.373 lb/hr = 29266.976 lb/hr = 240365.400lb/hr = 3766.294 1533526.593 - Output (lb/hr) 1293797.701lb/hr AlSiO3 regenerasi : 1293797.50 lb/hr Komponen Feed Catalyst Regenerated Spent Catalyst Coke Product Total Coke yield : = = = 3.808 lb/hr = 21026.674 lb/hr = 231143.

856 C.696 17. Tabel B. Coke yield dan % hydrogen dalam coke Parameter ( % wt ) Coke yield H2 in coke 1 3. Perhitungan Panas pembakaran Coke Panas dari pembakaran dapat dihitung berdasarkan temperatur tertinggi rata-rata di dalam regenerator.191 4 3.14).717 18.856 2 3. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.500  1317 .856 5 3.500 oF Hc(2C+O2 2CO) x mol O2 = (ΔH˚298 + (Cp x suhu terpanas rata-rata regenerator)) x membentuk CO .14.736 17. Neraca Panas Regenerator Gas Buang (flue gas) Panas yang hilang (radiation loss) Katalis terpakai (spent catalyst) Regenerator ΔH Reaction Coke Panas yang dibuang (Heat removal) Udara Katalis yang teregenerasi (regenerated catalyst) 1. kemudian tanggal 22.65 Menghitung H content dalam coke : = = = 17.158 Hari ke3 3.800  1287 .669 19.500 0 F 3 = 1287. Temperatur rata-rata dari dense bed. 23.856 %wt Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan % hydrogen dalam coke tanggal 19 Juli. dilute phase dan stack (flue gas) dihitung dengan dasar perhitungannya.752 17. Temp tertinggi rata-rata = 1257 .

838 Btu/hr Dengan basis 1 lb coke : ⁄ x  Hpembakaran coke = H pembakaran coke berat coke 172379370.445 Btu/hr Hc(2H2+O2 2H2O) ⁄ x mol x = (ΔH˚298 + (Cp x suhu terpanas rata-rata reagent)) x membentuk H2O x O2 = (104546 Btu/lbmol + (1.256 Btu/hr Panas pembakaran coke : = panas C  CO + panas C  CO2 + panas H  H2O = (11916660.5 Btu/lbmol.283 lbmol/hr = 81705654.838 BTU hr = 8585.852 = (ΔH˚298 + (Cp x suhu terpanas rata-rata regenerator)) x O2 membentuk CO2 = (169135 Btu/lbmol + (0.47 Btu/lbmol.˚F x 1287.992 .137 Btu/hr Hc(C+O2 CO2) x 123. BTU lb coke .500 ˚F)) x 383.˚F x 1287.445 + 81705654.256) Btu/hr = 172379370.500 ˚F)) x 463.916 lb hr = 20076.5 ˚F)) x lbmol/hr = 11916660.585 Btu/lbmol.66 = (46216 Btu/lbmol + (1.881 lbmol/hr = 78757056.˚F x 1287.137 + 78757056.

020 79978819.464 BTU lb coke  Hpembakaran =  Hpembakaran coke + koreksi = 20873 .192 175035832.838 20076.464 Btu/lb coke 18806.129 10920758.195 20670.529 BTU lb coke Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan panas pembakaran coke tanggal 19 Juli.15).625 169778.677 19225.464 18802.617 175030866. kemudian tanggal 22.158 12080844.970 -1445.6 (17.93 BTU lb coke   1270.922 5 48087.488 169770.445 81705654.1270.731 4 48083. 23.932 20073.204 -1315.955 -1270.137 78757056.967 176945981. Tabel B.992 -1270.456 79979455.491 .256 Btu/hr 172379370. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.550 106563.67 Panas pembakaran harus dikoreksi dengan kandungan coke hydrogen dengan menggunakan persamaan : Koreksi = 1133  134.6(wt % H ) = 1133  134.044 87391632.687 169776.529 Parameter Hc (2C + O2 → 2CO) Hc (C + O2 → CO2) Hc (2H2 + O2 → 2H2O DHc (2C + O2 → 2CO) DHc (C + O2 → CO2) DHc (2H2 + O2 → 2H2O DHc coke DHc coke dengan basis 1lb Koreksi DHc coke akhir Satuan 2 48100.476 20200.15.936 20073.856) = .200 106559.457 169771.750 106558.472 18884. Hasil Perhitungan Panas Pembakaran Coke 1 48108.584 12095810.750 Btu/lbmol 106586.165 169769.464 18803.184 78633590.298 82956237.842 175289069.403 79106299.864 12096808.231 84101925.050 106578.385 -1270.464 BTU lb coke = 18806.293 Hari Ke3 48082.284 82959569.688 11916660.

= 1 lb coke Panas yang dibutuhkan untuk memanaskan udara Regenerator Temperatur udara panas keluaran dari MAB = 327.997 5 3940. Specific heats of gases) .5 oF. kemudian tanggal 22.566 Hari ke3 3946.  T = udara ker ing  C P  T Total coke 138083.5  327 .Q Fig 3.48 Btu  Cp water pada temp 325.941 2 4036.25 Btu  Cp udara pada temp 325.181 Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan udara regenerasi Kandungan uap air di udara regenerasi akan dipanasi dari temperatur 343.94o F lb F Cp udara pada temp 1272.560  F  = 8585 .560 oF dengan temperatur ratarata tertinggi Regenerator 1287. Panas yang Dibutuhkan untuk Memanaskan Udara Regenerator Parameter 1 ∆Hudara. Specific heats of gases)  Hudara = n.94o F lb F Cp water pada temp 1298 oF = 0.52 Btu lb F (sumber : buku Process Heat Transfer Kern. BTU/lb coke 3.941 BTU lb coke Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan udara regenerator tanggal 19 Juli.008 lb hr udara hr coke  0. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B. 4013.916 lb lb  F = 4013. Tabel B.68 Basis 2.26 BTU  1287 .8 oF = 0. 23.16. D.Q Fig 3. D.27 Btu lb F (sumber : buku Process Heat Transfer Kern.5 oF dan = 0. = 0.Cp.376 4 3958.281oF menjadi 1287.16).

5  343 .034 Hari ke3 192. Panas yang Dibutuhkan untuk Memanaskan Uap Air Parameter 1 H H 2O .5 BTU   1287 . Panas yang dibutuhkan untuk memanaskan coke Coke yang dipanaskan dari temperatur reaktor 944. kemudian tanggal 22.542 lb hr H 2 O   0.17. kemudian tanggal 22.160 BTU lb coke   lb  F Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan coke tanggal 19 Juli.  T = H 2 O dalam udara  C P  T Total coke 3562.4 BTU = 137.17).Cp.18).916 coke hr = = 195. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.5 oF dengan kalor jenis = 0.892 BTU lb coke Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan uap air dalam Regenerator tanggal 19 Juli.281  F lb F lb 8585 .236 4.6 oF sampai ke temperatur tertinggi Regenerator 1287. 23. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.4 BTU lb  F  Hcoke = (Trata tertinggi regenerator – Triser reaktor) x CP = 1287.492 4 192. .69 H H 2O = n. 23.892 2 197.6  F  0.BTU/lb coke 195.975 5 192. Tabel B.5  F  944.

556 %  100 . Neraca panas Regenerator Panas Panas pembakaran coke di regenerator Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan udara pembakaran Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan kandungan air di udara pembakaran Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan coke Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan katalis Panas yang hilang di regenerator Total Efisiensi thermal Regenerator = Panas BTU/lb coke Input Output 18806.529 18806. 137.529 BTU 75. Panas yang Dibutuhkan untuk Memanaskan Coke Parameter 1 ∆Hcoke.941 195.160 14209.840 Neraca Panas Regenerator dan Efisiensi Regenerator Dengan menggunakan ketetapan Typical Regenerator Heat Loss 250 BTU lb coke H regenerasi katalis = H comb coke  H coke  H udara  H 2 O  H loss  H Re moved = 18806.493 5 132.70 Tabel B.529 14209.535 BTU lb coke Tabel B.529  137.535 BTU = = lb coke lb coke 18806.892  250  0 BTU lb coke = 14209.941  195.529 H regenerasi katalis H combustion of coke  100 4013.892 137.18.720 Hari ke3 130.160 2 135.535 250 18806. BTU/lb coke 5.160  4013.723 4 130.19.

Laju sirkulasi katalis CCR = ⁄ ⁄ = ⁄ = 1293797.067 75. Efisiensi thermal Regenerator Parameter 1 Hregenerated Catalyst.20.973 Hari ke3 14365.140 4 14270.535 dapat 2 14605. 23.731 18802.20).293 18884. ) ⁄ Efisiensi thermal Regenerator.922 18803.987 6.569 8. Tabel B. kemudian tanggal 22.895 75.007 %wt ⁄ x 100% .556 14209.59 75.457 5 14288. ( ( ⁄ Hcombustion of coke. 24 dan 25 Juli 2013 ditabulasikan seperti berikut (Tabel B. Delta coke (%-wt) Delta coke = x 100% ⁄ ⁄ = = 0.593 lb/hr 7. % ) 18806.973 76.71 Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan efisiensi thermal Regenerator tanggal tanggal 19 Juli. Rasio katalis/minyak Rasio katalis/minyak = ⁄ = = 5.234 19225.41 75.

kemudian tanggal 22.726 1386987. Panas yang dikonsumsi untuk memanaskan dan menguapkan Combined feed Entalpi dari raw oil feed diperoleh menggunakan metode persamaan UOP.846 0. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B. Tabel B.593 1339966. Raw Oil : Specific Gravity ˚API UOP K Faktor dari ˚API H pada 539.21).942 5. Laju Sirkulasi Katalis. Perhitungan Panas Reaktor Katalis terpakai (Spent Catalyst) Coke Produk (vapor) Reaktor ΔH Reaction Panas yang hilang (Radiation Loss) Katalis teregenerasi (Regenerated catalyst) Feed Steam Basis perhitungan : 1 lb raw oil feed 1.006 0.006 0.6 ˚F  T reaktor 944.015 1387022.926 5. 23.840 1364177.72 Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan laju sirkulasi katalis.6˚F = 0. Heat content of Petroleum Fractions) .21. Rasio C/O dan Delta Coke Parameter 1 Laju Sirkulasi Katalis ( ⁄ ) Rasio katalis/oil Delta coke (%wt) 2 Hari ke3 4 5 1293797.8867 = 28.007 5.6˚F = 380 Btu/lb = 695 Btu/lb (didapat dari grafik UOP.08 = 12 Feed dipanaskan dari suhu : dari furnace 539. rasio katalis/minyak dan delta coke tanggal 19 Juli.006 D.569 0.6˚F H pada 944.968 5.006 0.743 5.

960 4 73207936. Panas yang Dibutuhkan untuk Memanaskan Combined Feed Parameter DH Feed DH Combined Feed Satuan 1 BTU/lb BTU/lb 73177563.990 692 = fresh feed x ΔH feed = 232309. Panas yang dibutuhkan untuk memanaskan steam Steam yang masuk Reaktor akan dipanaskan dari temperatur steam 731.380) ⁄ ⁄ ΔH combined feed = = = ⁄ ⁄ ⁄ Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan combined feed tanggal 19 Juli. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.000 3 73056101.73 Tabel B.167 313.725 = 73177563.214 314. Entalpi Furnace dan Reaktor Parameter H dari furnace ( ⁄ H reaktor ⁄ ΔH feed 1 380 2 380 Hari ke3 380 4 380 5 380 695 693 692.22.820 312.000 2.000 Hari Ke2 73029212.23.375 315.375 ⁄ x (695 .990 5 72808788.960 694. Tabel B.5 ΔH steam = ⁄ .66˚F sampai temperatur reaktor 944.910 312. 23.23). kemudian tanggal 22.6˚F dengan panas jenis rata-rata 0.

2007) ΔH inert = (inert wt%) x Cp x ΔT (Treaktor – Tregenerator) = 0. Panas yang Dibutuhkan untuk Memanaskan Steam Parameter 1 ∆Hsteam. 24 dan 25 Juli 2013 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.2007) Panas jenis rata-rata (Cp) = 0. ⁄ 7.1298˚F) Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan panas gas inert tanggal 29 Februari .67 ⁄ ⁄ x (951.275 = .98 ˚F .800 2 7.903 Hari ke3 8. Panas dari gas inert yang terbawa dari regenerator ke reaktor oleh regenerated catalyst Diasumsikan jumlah inert gas yang terbawa ke Reaktor adalah 0.25).24). 21 dan 28 Maret 2012 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.74 = ⁄ ⁄ ⁄ = 7.80 Btu/lb raw oil Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan panas yang dibutuhkan untuk memanaskan steam tanggal 19 Juli.258 4 5 3. kemudian tanggal 22. 14. 23.24. Tabel B.007 x 0. lalu 7. .0. (General Operating Manual UOP.275 ⁄ (General Operating Manual UOP.7% fresh feed.

ΔH reaksi = = ΔH reaktor = = = ⁄ ⁄ ⁄ ⁄ + ΔH reaksi + ⁄ ⁄ x ⁄ ⁄ = ΔH reaktor x ⁄ ⁄ = ⁄ + ΔH reaksi + ⁄ .25. ⁄ 4.93 ⁄ ⁄ + ΔH reaksi + ΔH reaksi Kondisi dianggap steady state . ΔH Reaktor = ΔH combined feed + ΔH steam + ΔH inert + ΔH loss + ΔH reaksi = (315 + 7.67 (General Operating Manual UOP. Panas Gas Inert yang Terbawa Parameter 1 ∆Hinert.67) + 2) = 323.67 4 -0.60 + (-0.67 Hari ke3 -0.2007) Maka .67 2 -0.75 Tabel B. ΔH regenerator ⁄ Maka .72 5 -0. Panas Reaktor Dengan Menggunakan ketetapan Heat Loss Reaktor yaitu 2 ⁄ -0.

58 2 Hari ke3 4 5 Tabel B.22 966.16 974.26).67 Input (Btu/lb raw oil) Output (Btu/lb raw oil) 315 .15 988.13 2 7. Heat Balance Reaktor No.17 1252.60 -0. 1 Uraian Panas untuk memanaskan dan menguapkan combined feed 2 3 Panas untuk memanaskan steam Panas terbawa gas inert ke reaktor oleh regenerated catalyst 4 5 6 Radiation loss ΔH reaksi Panas reaktor Total 1312. 14.41 954.27. 21 dan 28 Maret 2012 dapat ditabulasikan seperti berikut (Tabel B.26.83 1288.15 1312. Tabel B.22 976.15 1288.67 1274. lalu 7.41 1312. Panas Reaksi dan Panas Reaktor Parameter 1 ΔH reaksi ⁄ ΔH reaktor ⁄ 988.76 Dengan cara yang sama maka hasil perhitungan panas reaksi dan panas reaktor tanggal 29 Februari.2 1312.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful