Anda di halaman 1dari 15

KLASIFIKASI HIPERTENSI WHO

ERWIN FERDIAN

prevalensi

Hal-hal yang mempengaruhi angka peningkatan angka prevalensi hipertensi: -Pola makan: vegetarian makanan cepat saji -Merokok usia muda dan alkohol -Kemudahan transportasi malas bergerak fisik obesitas faktor resiko hipertensi

Penegakkan Diagnosa

Anamnesa: -70-80 % Kasus hipertensi esensial didapat riwayat hipertensi dalam keluarga -Sebagian besar hipertensi esensial timbul pada usia 22-45 tahun, hanya 20% timbul pada <20 thn dan >50 thn. -Kebiasaan makan, tu. Asupan garam, alkohol dan merokok.

-Riwayat penyakit yang pernah diderita -Konsumsi obat penyakit lain yang sedang diderita. -Faktor stress psikis -Pada wanita riwayat kehamilan dan persalinan - Bila sudah menjalani pengobatan hipertensi: tanyakan jenis obat, dosis, efektifitas dan efek samping yang mungkin timbul

Gejala Fisik

-Sakit Kepala -Rasa tidak nyaman tengkuk -Sukar tidur - Migren - Mudah marah

Pemeriksaan Fisik

Pengukuran Ideal tekanan darah dilakukan dengan cara:


1. Pengukuran dilakukan setelah penderita berbaring 5 menit 2. Pengukuran 3-4x dgn interval 5-10 menit 3.Tensi dipompa sampai diatas sistolik, dibuka perlahan dgn kecepatan 2-3 mmHg perdenyut jantung. 4. Tekanan sistolikbunyi pertama (Korotkoff I), tekanan diastolik bunyi tidak terdengar Lagi (Korotkoff V)

Batasan Hipertensi

Lazim digunakan:
-Hipertensi ringan: tekanan diastolik 90-110 mmHg -Hipertensi Sedang: tekanan diastolik 110-130 mmHg -Hipertensi Berat: tekanan diastolik diatas 130 mmHg Batasan Hipertensi Menurut Kaplan sbb: 1. Pria usia 45 tahun hipertensi bila TD waktu berbaring 145/95 mmHg. 2. Pada wanita, TD diatas atau sama dengan

Klasifikasi WHO

Batasan hipertensi menurut WHO tanpa memandang usia dan jenis kelamin: -Tekanan darah 160/95 mmHg dinyatakan Hipertensi pasti. -Tekanan darah 140/90-160/95 disebut hipertensi perbatasan. Dengan memperhatikan tekanan sistolik, WHO membagi hipertensi: -sistolik 180 diastolik 95-104 disebut golongan rendah -sistolik 180 diastolik > 105 disebut golongan tinggi

PENATALAKSANAAN

UMUM:
Prinsipnya penatalaksanaan tanpa obat,tdd: 1.Diit rendah garam, dari 10 gram/hari jadi 5 gram/hari. 2. Diit rendah lemak 3. Berhenti merokok 4. Menurunkan BB: penurunan 1 kgBB menurunkan tekanan darah 1,5-2,5 mmHg. 5. Olahraga teratur 6. Relaksasi dan rekreasi serta istirahat cukup.

MEDIKAMENTOSA 1. Gol. Diuretik


A.Hidroklortiazid

25 mg (HCT) Indikasi: HT ringan sampai sedang Dosis: 1-2x 25-50 mg


B.

Furosemid 40 mg Indikasi: HT ringan sampai berat Dosis: 1-2x 40-80 mmHg

2. Golongan Inhibitor Simpatik ( Beta Blocker )


Propanolol 40 mmHg Indikasi: HT ringan sampai sedang Dosis: 3x 40-160 mg

3. Golongan Blok Ganglion a. Klonidin 0,15 mg Indikasi: HT sedang sampai berat Dosis: 2-3x 0,15-1,2 mg b. Reserpin 0,25 mg dan 0,1 mg Indikasi: HT sedang sampai berat Dosis: 1-2x 0,1-0,25 mg

4. Golongan

Penghambat Enzim Konversi

Angiotensin ( ACE I )

Captopril 25 mg Indikasi: HT ringan sampai berat Dosis: Dosis awal 2-3x 12,5-25 mg, bila 1-2 minggu belum respon dosis dinaikkan 2-3x 50 mg. A.Diltiazem 30 mg Indikasi: HT ringan sampai sedang Dosis: 3-4x 30 mg B. Nifedipin 10 mg Indikasi: HT ringan sampai sedang Dosis: 3x 10-20 mg

5. Golongan antagonis kalsium

Seni Terapi
1.Hipertensi Ringan ( Diastol 90-110 mmHg) Pilihan obat pertama: Diuretik atau beta blocker Obat tambahan: Diuretik+Beta blocker

2. Hipertensi Sedang ( Diastol 110-130 mmHg) Pilihan obat pertama: Diuretik + beta blocker Obat tambahan: Klonidin

3. Hipertensi Berat ( Diastol >130 mmHg) Pilihan obat pertama: Klonidin+ Diuretik Obat tambahan: Beta blocker

PENUTUP

Penghentian terapi hipertensi harus dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan penurunan tekanan darah Edukasi pasien penting dilakukan: 1. Kondisi yang memacu peningkatan tekanan darah 2. Kondisi yang membantu penurunan tekanan darah 3. Ketaatan dan kontrol teratur 4. Komplikasi yang mungkin timbul.

TERIMA KASIH