Anda di halaman 1dari 44

CASE REPORT :

RHEUMATIC HEART DISEASE


Sivaneasan Kandiah 0810314262
Perseptor : Dr. Rahmi Lestari Sp.A

TINJAUAN PUSTAKA

Etiologi
respon imunologis yang terjadi sebagai sekuel dari infeksi

streptokokus grup A Tingkat serangan demam rematik akut setelah infeksi streptokokus bervariasi tergantung derajat infeksinya, yaitu 0,3 sampai 3 persen. Faktor predisposisi riwayat keluarga yang menderita demam rematik, status sosial ekonomi rendah (kemiskinan, sanitasi yang buruk) usia antara 6 sampai 15 tahun (dengan puncak insidensi pada usia 8 tahun)

Patologi
Lesi peradangan dapat ditemukan di berbagai bagian

tubuh, terutama pada jantung, otak, sendi dan kulit. Karditis rematik pankarditis, dengan miokarditis sebagai bagian yang paling utama. komponen katup >> otot jantung,pericardium. kontraktilitas miokard jarang mengalami kerusakan dan kadar troponin serum tidak mengalami peningkatan. Kerusakan pada katup :
vegetasi pada permukaa katup,
pelebaran annulus korda tendineae tertarik

Katup mitral paling sering dan paling berat

Badan Aschoff tanda


Badan Aschoff terdiri dari lesi-lesi peradangan yang

disertai dengan pembengkakan, serat kolagen yang berfragmen, dan perubahan jaringan penyambung (sel miokardium yang mengalami nekrosis)

Manifestasi
Demam rematik akut didiagnosis dengan menggunakan

kriteria Jones. Kriteria tersebut dibagi menjadi tiga bagian :


lima gejala mayor empat gejala minor

bukti pemeriksaan yang mendukung adanya infeksi streptokokus

grup A

Gejala Mayor Karditis Poliartritis Khorea Eritema marginatum Nodul subkutan

Gejala Minor

Temuan klinis : Riwayat demam rematik atau penyakit jantung rematik Arthralgia Demam Temuan laboratorium: Peningkatan reaktan fase akut ( laju pengendapan eritrosit, protein C-reaktif) Pemanjangan interval PR

Bukti yang mendukung adanya infeksi streptokokus

grup A
Kultur tenggorok atau pemeriksaan antigen streptokokus hasilnya

(+) Peningkatan titer antibodi streptokokus

Diagnosis
Berdasarkan kriteria Jones :

minimal dua gejala mayor atau satu gejala mayor dan dua

gejala minor, ditambah adanya bukti pemeriksaan yang menunjukkan adanya infeksi streptokokus. Arthralgia atau pemanjangan interval PR tidak dapat digunakan sebagai gejala minor ketika menggunakan karditis dan arthritis sebagai gejala mayor.

Pengecualian dari kriteria Jones meliputi tiga keadaan

berikut ini:
Khorea mungkin timbul sebagai satu-satunya gejala klinis dari

demam rematik. Karditis indolen mungkin satu-satunya gejala klinis pada pasien yang datang ke tenaga medis setelah berbulan-bulan dari onset serangan demam rematik. Kadang-kadang, pasien dengan demam rematik rekuren mungkin tidak memenuhi kriteria Jones.

Tatalaksana

anamnesis dan pemeriksaan fisik

Pemeriksaa n laboratorium

foto Rontgen

Elektro kardiografi .

Ekho kardiografi

Farmakologi
Penisilin benzathine G 0,6 sampai 1,2 juta unit

disuntikkan secara intramuskular, diberikan untuk eradikasi streptokokus Pada pasien yang mempunyai alergi penisilin, dapat diberikan eritromisin dengan dosis 40 mg/kgBB perhari dalam dua sampai empat dosis selama 10 hari. Terapi anti-inflamasi atau supresi dengan salisilat atau steroid tidak boleh diberikan sampai ditegakkannya diagnosis pasti.

Untuk karditis ringan hingga sedang, penggunaan aspirin

saja sebagai anti inflamasi direkomendasikan dosis 90-100 mg/kgBB perhari yang dibagi dalam 4 sampai 6 dosis. Dosis ini dilanjutkan selama 4 sampai 8 minggu, tergantung pada respon klinis. Setelah perbaikan, terapi dikurangi secara bertahap selama 4-6 minggu selagi monitor reaktan fase akut.

Non Farmakologi
Bed Rest : Jangka waktu tirah baring bergantung pada tipe dan keparahan dari gejala dan berkisar dari seminggu (untuk arthritis) hingga beberapa minggu untuk karditis berat edukasi pasien dan orang tua tentang perlunya pemakaian antibiotik secara berkelanjutan untuk mencegah infeksi streptokokus berikutnya. Adanya keterlibatan jantung, diperlukan pemberian profilaksis untuk menangani endokarditis infektif

Untuk arthritis, terapi aspirin dilanjutkan selama 2 minggu

dan dikurangi secara bertahap selama lebih dari 2 sampai 3 minggu. Adanya perbaikan gejala sendi dengan pemberian aspirin merupakan bukti yang mendukung arthritis pada demam rematik akut. Pemberian prednisone ( 2 mg/kgBB perhari dalam 4 dosis untuk 2 sampai 6 minggu ) diindikasikan hanya pada kasus karditis berat

Penanganan gagal jantung kongestif istirahat total dengan posisi setengah duduk (orthopneic) Pemberian oksigen. Prednison untuk karditis berat dengan onset akut. Furosemid dengan dosis 1 mg/kgBB setiap 6 sampai 12 jam, jika terdapat indikasi.

Pencegahan
Pencegahan primer terapi penisilin selama 10 hari untuk faringitis karena streptokokus. Namun, 30% pasien berkembang menjadi subklinis faringitis dan oleh karena itu tidak berobat lebih lanjut. Sementara itu, 30% pasien lainnya berkembang menjadi demam rematik akut tanpa keluhan dan tanda klinis faringitis streptokokus. Pencegahan sekunder Pasien dengan riwayat demam rematik, termasuk dengan gejala khorea dan pada pasien dengan tidak adanya bukti pemeriksaan yang menunjukkan pasien menderita demam remati akut harus diberikan profilaksis terapi penisilin

Kategori Demam karditis rematik

Durasi tanpa Minimal selama 5 tahun atau sampai usia 21 tahun, yang mana lebih lama

Demam

rematik

dengan Minimal

10

tahun

atau

karditis tetapi tanpa penyakit hingga dewasa, yang mana jantung residual (tidak ada lebih lama kelainan katup)

Demam

rematik

dengan Minimal

10

tahun

sejak

karditis dan penyakit jantung episode terakhir dan minimal residual (kelainan katup sampai usia 40 tahun,

Identitas
Nama

:F No. MR : 74 79 97 Umur : 12 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki Alamat : Tanggal Masuk: 24 Juli 2013

ANAMNESIS
Seorang anak laki-laki berumur 12 tahun dirawat di bangsal Ilmu Kesehatan Anak RS DR. M. Djamil Padang sejak tanggal 24 Juli 2013 dengan:
Keluhan Utama: Sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang: Demam sejak 1 minggu yang lalu, tidak tinggi, hilang timbul, tidak berkeringat, tidak menggigil. Sesak nafas sejak 1 minggu yang lalu, semakin lama semakin bertambah sesak sejak 3 hari yang lalu, tidak dipengaruhi cuaca atau makanan, tidak berbunyi menciut, sesak terutama bila beraktivitas. Anak hanya sanggup berjalan 10m dan saat tidur menggunakan 2-3 bantal.

Kebiruan tidak ada Batuk pilek tidak ada Mual muntah tidak ada. Nyeri sendi berpindah tidak ada Riwayat nyeri menelan tidak ada

Bercak kemerahan dan benjolan pada kulit tidak ada.


Gerakan tidak terkendali tidak ada Nafsu makan berkurang sejak sakit Buang air kecil jumlah dan warna biasa. Nyeri saat BAK disangkal

Buang air besar warna dan konsistensi biasa

Riwayat Penyakit Dahulu Telah dikenal menderita decompesatio cordis fungsional grade II ec DRA pernah dirawat 2 kali di RSUP M Djamil pada bulan Juli dan September 2011, telah diperiksa echocardiography dengan hasil; Moderate-severe TR, Moderate-Severe MR. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini.

Riwayat Kehamilan Ibu Selama kehamilan ibu tidak pernah menderita penyakit berat, tidak mengkonsumsi obat-obatan atau jamu, tidak pernah mendapat penyinaran selama hamil, tidak merokok atau minum minuman beralkohol. Kontrol kehamilan ke bidan, teratur, mendapat suntikan TT 2x, masa kehamilan cukup bulan.

Riwayat Kelahiran Lahir spontan, ditolong bidan, saat lahir langsung menangis kuat, tidak ada kuning, tidak ada biru, berat badan lahir 3500 gram, panjang badan lahir lupa Riwayat Minuman dan Makanan Bayi: ASI : umur 0-18 bulan Susu formula : umur 9 bulan 1 tahun Bubur susu : umur 6-9 bulan Nasi tim : 9-12 bulan Anak:

Makanan utama Daging Ikan Telur Sayur mayur

: nasi 3x sehari, 1 piring : 1 x seminggu : 3 x seminggu : 2 x seminggu : 4 x seminggu

Kesan: Kualitas cukup dan kuantitas cukup

Riwayat Imunisasi Imunisasi dasar lengkap Riwayat Perkembangan motorik Tertawa : umur 3 bulan Miring : umur 3 bulan Tengkurap : umur 3,5 bulan Duduk : umur 6 bulan Merangkak : umur 7 bulan Berdiri : umur 10 bulan Berjalan : umur 11 bulan Lari : umur 12 bulan Gigi pertama : umur 7 bulan Bicara : umur 15 bulan

Riwayat Perkembangan Mental Isap jempol : (-) Gigit kuku : (-) Sering mimpi : (-) Mengompol : (-) Aktif sekali : (-) Apatik : (-) Membangkang : (-) Ketakutan : (-) Pergaulan jelek : (-) Kesukaran belajar : (-) Kesan : pertumbuhan fisik dan mental normal.

Keadaan Perumahan dan Lingkungan Rumah semi permanent, ventilasi cukup, penyinaran cukup. Sumber air minum dari sumur, buang air di WC dalam rumah, pekarangan ada, cukup luas, sampah dibakar Kesan: higiene dan sanitasi lingkungan kurang.

PEMERIKSAAN FISIK
Pemeriksaan Umum Keadaan umum : Tampak sakit sedang Kesadaran : Sadar / CMC Tekanan darah : 100/60 mmHg Frekuensi nadi : 114 x/menit Frekuensi napas : 26 x/menit Suhu : 38,50C Sianosis : Tidak ada Edema : Ada Anemis : Ada Ikterus : Tidak ada

Berat badan Tinggi badan Status gizi :

: 35 kg : 152 cm

BB/U = 35/43 x 100% = 81% TB/U = 152/152 x 100% = 100% BB/TB= 35/43 x 100% = 81% Kesan: gizi kurang

Pemeriksaan Sistemik Kulit : Teraba hangat, pucat KGB : Tidak ada pembesaran Kepala : Bentuk bulat, simetris, tidak ada deformitas Rambut : Hitam, tidak mudah dicabut Mata : Konjungtiva anemis, sklera tidak ikterik Pupil isokor, diameter 2 mm, refleks cahaya +/+ normal Tidak ada udem palpebra

Telinga

: Tidak ditemukan kelainan Hidung : Tidak ditemukan kelainan Mulut : Bibir dan mukosa mulut basah, sianosis tidak ada Tenggorokan : Tonsil T1-T1 tidak hiperemis, faring tidak hiperemis Leher : JVP 5 + 1 cmH2O

Dada
Paru I

: Normochest, simetris kiri sama dengan kanan statis dan dinamis P : Fremitus normal, kiri sama dengan kanan Pe : Sonor kiri sama dengan kanan A : vesikuler, Rhonki -/-, wheezing tidak ada

Jantung : I : Iktus kordis terlihat 1 jari lateral LMCS RIC VI P : iktus kordis teraba 1 jari lateral LMCS RIC VI Pe : Batas jantung:
Atas

: RIC II Kanan: LSD Kiri : 1 jari lateral LMCS RIC VI

: irama teratur, bising sistolik (+)

Perut: I : Tampak membuncit, distensi tidak ada P : Hepar teraba 1/2 1/3 dan Lien teraba S1. Pe : Timpani A : Bising usus (+) normal

Punggung : Tidak ditemukan kelainan Alat Kelamin

: Tidak ditemukan kelainan, Status pubertas

A1P1G1 Ekstremitas :
Akral hangat, perfusi baik, edema pretibia +/+ refleks fisiologis (+/+). Reflek patologis : -

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Darah : Hb : 10,5 gr% Leukosit : 16,500/mm3 Trombosit : 319,000 Hematocrit : 33% Eritrosit : 4,28 x 106 LED : 35 mm/jam Hitung Jenis : 0/0/2/78/16/4

MCH MCV MCHC Kesan

: 24,5 : 77,10 : 31% : Anemia normositik normokrom

Urin : Makroskopis Mikroskopis :


leukosit : 0-1 (PB) Eritrosit : 0-1 (PB) Silinder : (-) Kristal : (-) Epitel

: Warna kuning keruh

: gepeng (-)

Protein (-) Glukosa (-) Bilirubin (-) Urobilinogen (+)

Feses : Makroskopis lendir (-) Mikroskopis :


Eritrosit 0-1 leukosit 0-1 telur cacing (-)

: warna kuning, konsistensi lunak, darah (-),

Diagnosis Kerja: Decompesatio Cordis Fungsional Grade II-III ec PJR Rencana Pemeriksaan ASTO CRP Echocardiography

Terapi O2 2L DJ II 1800kkal IVFD KaEn 1B 49tts/i Lasix 1x30mg spironolactone 2x25mg IV Captopril 3x1 tab