Anda di halaman 1dari 23

9 MANAJEMEN MEMORI

MANAJEMEN MEMORI PEMARTISIAN STATIS


Tugas penting & kompleks dari memori:
Sebagai resource yg harus dialokasikan & dipakai bersama. Menyimpan program & data selama pelaksanaan. Agar proses tidak dibatasi kapasitas memori fisik

Fungsi Manajemen Memori


Mengelola informasi memori yg dipakai & tdk dipakai Mengalokasikan memori ke proses yg memerlukan Mendealokasikan memori dari proses yg telah selesai Mengelola swapping antara memori utama & disk

Memori Utama hrs diatur sebaik mungkin, agar:


Meningkatkan utilitas CPU sebesar2nya Data & instruksi dapat diakses dg cepat oleh CPU Memori utama memiliki kapasitas terbatas, shg pemakaiannya harus seefisien mungkin Transfer data dari/ke memori utama ke/dari CPU menjadi efisien

Memori Sebagai Penyimpanan


Internal Memory/Internal Storage
Memori yg terletak dlm CPU Setiap data yg akan disimpan akan ditempatkan dlm alamat tertentu shg komputer dg cepat menemukan data yg dibutuhkan Volatile Tdk dapat dimanfaatkan sbg media penyimpanan scr maksimal

Terbagi atas:
RAM (Random Access Memory)
Bagian memori yg bisa dipakai user utk menyimpan program & data.

ROM (Read Only Memory)


Menyimpan berbagai prgram dari pabrik komputer, biasanya berisi program BIOS.

Eksternal Memory/External Storage


Media penyimpanan data dan program Mengatasi masalah keterbatasan area Non Volatile Disket, hard disk, compact disk, flash disk, dll.

Persyaratan Pengelolaan Memori


Relokasi
Prosesor dan sistem operasi hrs dpt mentranslasikan memori referensi ke alamat fisik (physical address) yg mengalokasikan program dalam memori utama.

Proteksi
Proteksi bagian rutin SO dari penghancuran program pemakai Program pemakai dapat tersesat sehingga memanipulasi/menempati ruang yg digunakan rutin2 Sistem operasi.

Manajemen Memori
Berdasarkan Keberadaan Swapping Manajemen Tanpa Swapping Tanpa memindahkan citra proses antara memori utama dan disk selama eksekusi Manajemen Dengan Swapping Memindahkan citra proses antara memori utama dan disk selama eksekusi. Berdasarkan Alokasi Memori - Alokasi memori berurutan (kontigu) - Tiap proses menempati satu blok tunggal lokasi memori yg berurutan - Keunggulan: Sederhana, tidak terbentuk lubang2 memori, Proses dapat dieksekusi lebih cepat -Kekurangan: Memboroskan memori, tidak dapat memuat proses bila satu blok ada yg tidak cukup

Alokasi memori tak berurutan (nonkontigu)


Program dibagi menjadi beberapa blok/segmen. Keuntungan: memanfaatkan memori lebih efisien Masih mampu memanfaatkan lubang memori. Kelemahan: memerlukan pengendalian yg lebih rumit & sulit, memori dapat menjadi banyak lubang.

Hirarki Memori
Cache Memory

Memori Utama

Memori Sekunder

Manajemen Memori Tanpa Swapping


MONOPROGRAMMING
Paling sederhana Hanya mengijinkan satu program/pemakai berjalan pada satu waktu. Semua resource sepenuhnya dikuasai proses yg sdg berjalan.

Ciri-ciri:
Hanya satu proses pada satu saat Hanya satu proses menggunakan semua memori Pemakai memuatkan program ke seluruh memori dari disk atau tape Program mengembil kendali seluruh mesin

Gambar 1

Sistem Operasi di RAM Program Pemakai di RAM Memori tak Dipakai

Sistem Operasi di ROM Program Pemakai di RAM Memori tak Dipakai

Sistem Operasi di RAM Program Pemakai di RAM Memori tak Dipakai Device Driver di ROM
(c)

(a)

(b)

EMBEDDED SYSTEM
Sistem untuk mengendalikan suatu alat dg menggunakan mikroprosesor kecil. Bersifat intelligent-device dalam menyediakan satu fungsi spesifik.

PROTEKSI

Sistem Operasi di RAM

Pemroses
Register Batas

Program Pemakai di RAM

Memori tak Dipakai

MULTIPROGRAMMING DENGAN PEMARTISIAN STATIS


Mempermudah pemrogram Dapat memberi layanan interaktif Efisien menggunakan resource Eksekusi lebih mudah di pecah2 menjadi beberapa proeses kecil Mengerjakan sejumlah job secara simultan.

Pemartisian Statis Berukuran Sama


Kelemahan:
Bila ukuran program lebih besar maka tidak dapat dimuatkan, tidak dapat dijalankan. Utk program yg sgt kecil, banyak ruang yg tak terpakai sehingga boros.

Partisi 1 Partisi 2 Partisi 3 Partisi 4 Partisi 5 Partisi 6

100 Kb 100 Kb 100 Kb 100 Kb 100 Kb 100 Kb

Pemartisian Statis Berukuran Beda

Partisi 1 Partisi 2 Partisi 3 Partisi 4

50 Kb 75 Kb 100 Kb 200 Kb

Partisi 5

150 Kb

Sistem Operasi

100 Kb

Strategi Penempatan Program ke Partisi


Satu antrian untuk tiap partisi
Proses ditempatkan ke antrian partisi paling kecil yg dapat memuatnya

Keuntungan
Meminimalkan pemborosan memori

Kelemahan
Bisa terjadi satu partisi dg antrian panjang, sementara partisi lain antriannya kosong.

Partisi 1 Partisi 2 Partisi 3 Partisi 4

50 Kb 75 Kb 100 Kb 200 Kb

Partisi 5

150 Kb

Sistem Operasi

100 Kb

Satu antrian tunggal utk seluruh partisi


Proses segera ditempatkan pada partisi paling kecil yg dapat memuat.

Keuntungan
Lebih fleksibel Implementasi & operasi lebih minimal, karena hanya mengelola satu antrian

Kelemahan
Proses dapat ditempatkan pada partisi yg disiasiakan proses kecil pada partisi besar.

Partisi 1 Partisi 2 Partisi 3 Partisi 4

50 Kb 75 Kb 100 Kb 200 Kb

Partisi 5

150 Kb

Sistem Operasi

100 Kb

Kelemahannya diatasi dg prosedur pemindahan.


Proses besar -> Partisi Kecil Proses Kecil -> Partisi Besar Maka: Proses kecil di-swap ke partisi kecil Proses besar di-swap ke partisi besar.

Proteksi Pada Multiprogramming


Banyak partisi dg banyak proses di satu sistem secara bersamaan dikhawatirkan dapat terjadinya penggunaan/modifikasi daerah yg dikuasi proses lain (yg bukan menjadi haknya).

Solusi Menggunakan Base & Limit Register


Sistem Operasi di RAM Partisi 1
Pemroses
Register Basis

Register Batas

Partisi 2 Partisi 3

Fragmentasi
Penyiaan/pemborosan memori pd setiap organisasi penyimpanan Fragmentasi Internal
Proses tidak dapat mengisi penuh partisi yg telah ditetapkan utk proses

Fragmentasi Eksternal
Partisi dpt tdk digunakan krn ukuran partisi lebih kecil dibanding ukuran proses yg menunggu diantrian.