Anda di halaman 1dari 4

STRATIGRAFI FORMASI SEMILIR BAGIAN ATAS DI DUSUN BOYO, DESA NGALANG, KECAMATAN GEDANG SARI, KABUPATEN GUNUNG KIDUL,

DIY: PERTIMBANGAN UNTUK PENAMAAN ANGGOTA BUYUTAN


Moch. Indra Novian, Priantoro Kartika Dani Setiawan, Salahuddin Hussein Formasi Semilir sebagai salah satu formasi yang menyusun daerah Pegunungan Selatan bagian barat telah banyak dikenal dan diteliti. Penelitian-penelitian yang ada mengungkapkan batuan penyusun Formasi Semilir ini terdiri dari satuan batuan tufa, breksi pumis, dengan sisipan batulempung dan batupasir volkanik yang diinterpretasikan sebagai hasil endapan laut dengan sistem arus turbid. Singkapan batuan yang terletak di Dusun Boyo, Desa Ngalang, Kecamatan Gedang Sari, Kabupaten Gunung Kidul, DIY, merupakan bagian atas dari Formasi Semilir yang mempunyai lapisan pembawa batubara. Pengukuran stratigrafi pada daerah tersebut dapat menunjukkan mekanisme sedimentasi dan lingkungan pengendapan lapisan pembawa batubara. Selanjutnya sebaran satuan batuannya akan diketahui dengan mengkorelasikannya secara lateral terhadap singkapan-singkapan yang sama dengan daerah penelitian. Secara umum fasies pada daerah penelitian diendapkan pada lingkungan interdistributary bays delta dan menunjukkan kecenderungan ke arah dangkal atau darat. Bagian paling bawah dari daerah penelitian dijumpai fasies perselingan batulanau dan batupasir yang terkadang diselingi lapisan pembawa batubara. Fasies ini merupakan hasil endapan rawa yang berubah menjadi crevasse splay pada saat diendapkannya lapisan batupasir. Pada bagian atasnya diendapkan fasies batupasir cukup tebal dengan pola mengkasar ke atas dan menghalus ke atas yang diendapkan pada lingkungan channel, terkadang diikuti breksi lapili dan tuff sebagai material asal volkanik. Pola tersebut dijumpai berulang ke arah atas, mengindikasikan adanya fluktuasi muka air laut. Perbandingan dan korelasi litostratigrafi daerah penelitian dengan satuan batuan yang terletak di Dusun Buyutan yang terletak di sebelah timur daerah penelitian mengindikasikan satuan batuan yang mengandung batubara pada bagian atas Formasi Semilir tersebut memiliki penyebaran lateral yang cukup luas. Karena litostratigrafi daerah penelitian berbeda dengan litostratigrafi Formasi Semilir pada umumnya, maka litostratigrafi daerah penelitian tersebut dapat diusulkan untuk menjadi anggota tersendiri pada Formasi Semilir dengan nama Anggota Boyo atau Anggota Buyutan. Teknik Geologi FT UGM Yogyakarta

Stasiun Lapangan Geologi Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro Bayat, Kab. Klaten

Nama Kepala SLG: Dr. Arifudin Idrus, ST., MT. Deskripsi Stasiun Lapangan Geologi (SLG) Prof. R. Soeroso Notohadiprawiro berlokasi di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. SLG ini diresmikan penggunaannya tahun 1984. Selama lebih dari 25 tahun tersebut, SLG menjalankan fungsinya sebagai tempat kegiatan Kuliah Lapangan Geologi (KKL), baik untuk mahasiswa geologi maupun dari jurusan lain yang berkaitan dengan kajian kebumian yang datang dari berbagai Perguruan Tinggi baik dari DIY, Jawa Tengah, DKI maupun Jawa Timur. Daerah Bayat dan sekitarnya memiliki keunikan dan kelengkapan kondisi geologi, antara lain tersingkap batuan tertua sampai termuda di Pulau Jawa. Jenis batuan baik batuan beku, sedimen dan metamorf juga tersingkap dengan jelas. Selain itu, aspek geologi lain seperti geomorfologi, struktur geologi dan sumberdaya geologi juga cukup menarik dipelari di daerah ini. Aktivitas

Kuliah Kerja Lapangan

Sekitar 10 institusi yang berasal dari perguruan tinggi rutin memakai SLG Bayat sebagai tempat KKL setiap tahunnya. Pemilihan SLG sebagai tempat KKL yang ideal disebabkan oleh daerah Bayat dan sekitarnya memiliki keunikan dan kelengkapan kondisi geologi.

Kunjungan/ekskursi/geowisata

SLG Bayat sering dikunjungi oleh berbagai pihak/instansi (misalnya siswa SMA/SMK, Pertamina, Lemigas, Perguruan Tinggi, dan sebagainya) baik berupa kunjungan singkat, kegiatan ekskursi dan geowisata.

Riset

Kegiatan riset berbagai aspek geologi sudah sering dilakukan pada daerah Bayat dan sekitarnya, namun dirasakan masih kurang.

Potensi kegiatan yang dapat dilaksanakan

Pengembangan SLG tidak sekedar sebagai tempat KKL, namun sebagai Pusat Keunggulan Pendidikan dan Penelitian Geologi. Di bidang pendidikan misalnya menyelenggarakan kursus penyegaran dan praktek tentang metode dan teknik pemetaan geologi dan kursus-kursus geologi tematik untuk pengajar Perguruan Tinggi Pengguna SLG dan institusi lainnya. Sedangkan di bidang penelitian: advanced research kegeologian (stratigrafi, sedimentologi, geodinamik, magmatisme), kegunungapian, bencana geologi (gempa bumi, gerakan massa), geohidrologi, sumberdaya mineral dan sebagainya.

Fasilitas dan peralatan utama SLG Bayat dengan luas tanah 4100 m2 dan luas bangunan 1200 m2, terdiri dari 4 unit bangunan/gedung utama. Empat bangunan gedung tersebut berisi ruang aula/ruang kuliah, kantor, ruang kepala SLG, ruang dapur, ruang tidur dosen, ruang penjaga, ruang ibadah, ruang tidur mahasiswa dan mahasiswi serta gudang. Staf anggota SLG Bayat Ir. Ign Sudarno, MT. (Waka Bidang Sarana Prasarana & Administrasi) Dr. Lucas Donny Setijadji, ST., M.Sc. (Waka Bidang Riset dan Pengembangan) Widodo (Staf teknisi/laboran)

STUDI GEOFISIKA TERINTEGRASI UNTUK IDENTIFIKASI STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN DI DAERAH PIYUNGAN, BANTUL, YOGYAKARTA
Salwan Suheri, Faturrahmadani Hidayat, Firman Hakim, S. Renna Ertanti Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan daerah yang memiliki struktur geologi yang kompleks. Di daerah ini terdapat sesar Opak yang berada di sepanjang sungai Opak dari pantai selatan sampai Prambanan. Untuk mengetahui struktur bawah permukaan di daerah ini, khususnya di Kecamatan Piyungan, Bantul, dilakukan penelitian geofisika terintegrasi menggunakan metode magnetik, metode gravitasi dan metode Audio Magnetotellurik (AMT). Penelitian ini dilakukan dalam bentuk lintasan yang relatif tegak lurus dengan sesar Opak. Hasil penelitian terintegrasi ini menunjukkan adanya anomali di sekitar sesar Opak. Dari hasil pemodelan 2D metode gravitasi diketahui kondisi bawah permukaan daerah penelitian terdiri atas Endapan Merapi Muda (densitas 2.20 gr/cm3), Semilir (densitas 2.7125 gr/cm3), dan Nglanggran (densitas 2.5949 gr/cm3) serta terdapat sesar yang berada di dekat sungai Opak. Pemodelan 2D metode magnetik menujukkan keberadaan endapan Merapi Muda, formasi Semilir, Nglanggran, Sambipitu, dan Kebobutak. Keberadaan sesar Opak juga ditunjukkan dari pemodelan 2D metode magnetik. Hanya saja posisi sesar Opak yang diperoleh dari pemodelan metode gravitasi dan magnetik ini sedikit bergeser ke arah timur dari garis sesar yang diperkirakan pada peta geologi. Hal yang menarik ditunjukkan dari metode Audio Magnetotellurik yakni adanya nilai resistivitas tinggi disekitar sesar Opak yang diinterpretasikan sebagai batuan beku hasil intrusi.

Program Studi Geofisika UGM Sekip Utara unit 3 Bulaksumur Yogyakarta 55281

DI Yogyakarta
Halaman ini sedang dalam proses update. Halaman ini akan berisi informasi terbaru mengenai Komwil HAGI DI Yogyakarta. Kontak yang bisa dihubungi adalah Ketua Komwil HAGI DI Yogyakarta Bapak Wiwit Suryanto Lab Geofisika FMIPA-UGM Jl.Sekip Utara Bulak Sumur Yogyakarta 55281 email : wiwit [at] gadjahmada.edu