BABAD TANAH CIREBON Mengawali cerita sejarah ini sebagai Purwadaksina, Purwa Kawitan Daksina Kawekasan, tersebutlah kerajaan

besar di kawasan barat pulau Jawa PAKUAN PAJAJARAN yang Gemah Ripah Repeh Rapih Loh Jinawi Subur Kang Sarwa Tinandur Murah Kang Sarwa Tinuku, Kaloka Murah Sandang Pangan Lan Aman Tentrem Kawontenanipun. Dengan Rajanya JAYA DEWATA bergelar SRI BADUGA MAHARAJA PRABU SILIWANGI Raja Agung, Punjuling Papak, Ugi Sakti Madraguna, Teguh Totosane Bojona Kulit Mboten Tedas Tapak Paluneng Pande, Dihormati, disanjung Puja rakyatnya dan disegani oleh lawanlawannya. Raja Jaya Dewata menikah dengan Nyai Subang Larang dikarunia 2 (dua) orang putra dan seorang putri, Pangeran Walangsungsang yang lahir pertama tahun 1423 Masehi, kedua Nyai Lara Santang lahir tahun 1426 Masehi. Sedangkan Putra yang ketiga Raja Sengara lahir tahun 1428 Masehi. Pada tahun 1442 Masehi Pangeran Walangsungsang menikah dengan Nyai Endang Geulis Putri Ki Gedheng Danu Warsih dari Pertapaan Gunung Mara Api. Mereka singgah di beberapa petapaan antara lain petapaan Ciangkup di desa Panongan (Sedong), Petapaan Gunung Kumbang di daerah Tegal dan Petapaan Gunung Cangak di desa Mundu Mesigit, yang terakhir sampe ke Gunung Amparan Jati dan disanalah bertemu dengan Syekh Datuk Kahfi yang berasal dari kerajaan Parsi. Ia adalah seorang Guru Agama Islam yang luhur ilmu dan budi pekertinya. Pangeran Walangsungsang beserta adiknya Nyai Lara Santang dan istrinya Nyai Endang Geulis berguru Agama Islam kepada Syekh Nur Jati dan menetap bersama Ki Gedheng Danusela adik Ki Gedheng Danuwarsih. Oleh Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang diberi nama Somadullah dan diminta untuk membuka hutan di pinggir Pantai Sebelah Tenggara Gunung Jati (Lemahwungkuk sekarang). Maka sejak itu berdirilah Dukuh Tegal Alang-Alang yang kemudian diberi nama Desa Caruban (Campuran) yang semakin lama menjadi ramai dikunjungi dan dihuni oleh berbagai suku bangsa untuk berdagang, bertani dan mencari ikan di laut. Danusela (Ki Gedheng Alang-Alang) oleh masyarakat dipilih sebagai Kuwu yang pertama dan setelah meninggal pada tahun 1447 Masehi digantikan oleh Pangeran Walangsungsang sebagai Kuwu Carbon yang kedua bergelar Pangeran Cakrabuana. Atas petunjuk Syekh Nur Jati, Pangeran Walangsungsang dan Nyai Lara Santang menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah. Pangeran Walangsungsang mendapat gelar Haji Abdullah Iman dan adiknya Nyai Lara Santang mendapat gelar Hajah Sarifah Mudaim, kemudian menikah dengan seorang Raja Mesir bernama Syarif Abullah. Dari hasil perkawinannya dikaruniai 2 (dua) orang putra, yaitu Syarif Hidayatullah dan Syarif Nurullah. Sekembalinya dari Mekah, Pangeran Cakrabuana mendirikan Tajug dan Rumah Besar yang diberi nama Jelagrahan, yang kemudian dikembangkan menjadi Keraton Pakungwati (Keraton Kasepuhan sekarang) sebagai tempat kediaman bersama Putri Kinasih Nyai Pakungwati. Stelah Kakek Pangeran Cakrabuana Jumajan Jati Wafat, maka Keratuan di Singapura tidak dilanjutkan (Singapura terletak + 14 Km sebelah Utara Pesarean Sunan Gunung Jati) tetapi harta peninggalannya digunakan untuk bangunan Keraton Pakungwati dan juga membentuk prajurit dengan nama Dalem Agung Nyi Mas Pakungwati. Prabu Siliwangi melalui utusannya, Tumenggung Jagabaya dan Raja Sengara (adik Pangeran Walangsungsang), mengakat Pangeran Carkrabuana menjadi Tumenggung dengan Gelar Sri Mangana.

Tumenggung Sri Mangana (Pangeran Walangsungsang) untuk mengajarkan Agama Islam di daerah Carbon dan sekitarnya. bertepatan dengan 12 Shafar 887 Hijiriah atau 2 April 1482 Masehi yang sekarang diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Cirebon. Syarif Hidayatullah yang lebih kondang dengan sebutan Pangeran Sunan Gunung Jati menikah dengan Nyi Mas Pakungwati Putri Pangeran Cakrabuana dari Nyai Mas Endang Geulis. Bagdad. Syarif Hidayatullah datang ke Carbon untuk menemui Uwaknya. Akhirnya pusat kegiatan Wali Sanga dipindahkan dari Tuban ke Gunung Sembung di Carbon yang kemudian disebut puser bumi sebagai pusat kegiatan keagamaan. Selain hal tersebut Pangeran Syarif Hidayatullah melalui lembaga Wali Sanga rela berulangkali memohon Raja Pajajaran untuk berkenan memeluk Agama Islam tetapi tidak berhasil. Sebagai anggota dari lembaga tersebut. sedangkan sebagai pusat pemerintahan Kesulatan Cirebon berkedudukan di Keraton Pakungwati dengan sebutan GERAGE. maka dalam musyawarah Wali Sanga di Tuban. Peristiwa merdekanya Cirebon keluar dari kekuasaan Pajajaran tersebut. Sebagaimana lazimnya yang selalu dilakukan oleh Pangeran Cakrabuana mengirim upeti ke Pakuan Pajajaran. Pada Tahun 1479 Masehi. datang ke Pulau Jawa. Sejak saat itu Pangeran Syarif Hidayatullah dinobatkan sebagai Sultan Carbon I dan menetap di Keraton Pakungwati. . Itulah penyebab yang utama mengapa Pangeran Syarif Hidayatullah menyatakan Cirebon sebagai Negara Merdeka lepas dari kekuasaan Pakuan Pajajaran. mula-mula tiba di Banten kemudian Jawa Timur dan mendapat kesempatan untuk bermusyawarah dengan para wali yang dipimpin oleh Sunan Ampel. maka didirikanlah sebuah padepokan yang disebut pekikiran (di Gunung Sembung sekarang) Setelah Sunan Ampel wafat tahun 1478 Masehi. Campa dan Samudra Pasai. dicatat dalam sejarah tanggal Dwa Dasi Sukla Pakca Cetra Masa Sahasra Patangatus Papat Ikang Sakakala. Syarif Hidayatullah ditunjuk untuk menggantikan pimpinan Wali Sanga. Musyawarah tersebut menghasilkan suatu lembaga yang bergerak dalam penyebaran Agama Islam di Pulau Jawa dengan nama Wali Sanga.Pada Tahun 1470 Masehi Syarif Hiyatullah setelah berguru di Mekah. maka pada tahun 1482 Masehi setelah Syarif Hidayatullah diangkat menjadi Sulatan Carbon membuat maklumat kepada Raja Pakuan Pajajaran PRABU SILIWANGI untuk tidak mengirim upeti lagi karena Kesultanan Cirebon sudah menjadi Negara yang Merdeka.

Namun. Indang Geulis dan Rarasantang “dimasukkan” ke dalam cincin Ampal. Prabu Siliwangi mengutus Patih Arga untuk mencari sang putri. Walangsungsang –yang juga putra mahkota Kerajaan Pajajaran—berkeinginan untuk berguru agama Nabi Muhammad. Sanghyang Naga memberi petunjuk agar Samadullah melanjutkan perjalanan ke Gunung Kumbang menemui seorang pertapa yang bergelar Nagagini yang sudah teramat tua. Sang Danuwarsi mengganti nama Walangsungsang menjadi Samadullah dan menghadiahi sebuah cincin bernama Ampal yang berkesaktian dapat dimuati segala macam benda. Ia menuruti panggilan mimpi untuk berguru agama nabi (islam)kepada Syekh Nurjati. 24 bait. PUPUH KEDUA Kinanti. Nyai Sekati memberi petunjuk agar Rarasantang pergi ke gunung Cilawung menemui seorang pertapa. Selanjutnya. Setelah mengganti nama Samadullah menjadi Kyai Sangkan. dan menjabat sebagai pimpinan para wali. Sementara itu. Walangsungsang melarikan diri meninggalkan istana Pakuan Pajajaran. ia mengambil keputusan mengabdi di negeri Tajimalela. Ia tidak diperkenankan pulang jika tidak berhasil menemukan Rarasantang. Nyai Eling diberi petunjuk agar meneruskan perjalanan ke Gunung Merapi. perjalanan Rarasantang telah sampai ke Gunung Tangkuban-perahu dan bertemu dengan Nyai Ajar Sekati. Di Gunung Merapi. 13 Bait. Pada suatu malam. Prabu Siliwangi melarang bahkan mengusir Walangsungsang dari istana. Cerita beralih dengan menceritakan Resi Danuwarsi—yang juga dikenal dengan nama Ajar Sasmita—yang tengah mengajar Walangsungsang. 16 bait. Prabu Siliwngi. Rarasantang diberi pakaian sakti oleh Nyai Sekati sehingga ia bisa berjalan dengan cepat. Rarasantang amat bersedih hati ditinggalkan pergi oleh kakaknya. Walangsungsang bertemu dengan seorang pendeta Budha bernama Sang Danuwarsi. Setiap hari. Namun. PUPUH KETIGA Asmarandana. Pupuh ini menceritakan lolosnya Walangsungsang—putra Prabu Siliwangi—yang berkeinginan mencari agama Nabi Muhammad. Lalu. Samadullah beserta istri dan adiknya meninggalkan Gunung Merapi menuju bukit Ciangkup. Walangsungsang dinikahkan dengan putri Danuwarsi yang bernama Indang Geulis. Pupuh ini menceritakan perjalanan Rarasantang –adik Walangsungsang yang juga berkeinginan untuk mempelajari agama nabi –yang menyusul kakaknya hingga pertemuannya dengan Walangsungsang di Gunung Merapi. Ia terus menerus menangis. Jerit hatinya tak tertahankan lagi hingga akhirnya ia pun pergi meninggalkan istana Pakuan Pajajaran. usaha Patih Arga sia-sia belaka karenanya ia tidak berani pulang. Pupuh ini diawali oleh kalimat Bismillahi ya rakhman nirakhim.BABAD TANAH CIREBON PUPUH HIJI Dangdanggula. seorang pertapa asal Mekah di bukit Amparan Jati cirebon. Dalam perjalanan mencari Syekh Nurjati. Ketika keduanya tengah asyik berbincangbincang tiba-tiba datanglah Rarasantang yang serta merta memeluk kakaknya. dikasihi Tuhan. Di bukit Ciangkup—tempat bertapa seorang pendeta Budha bernama Sanghyang Naga—Samadullah diberi pusaka berupa sebilah golok bernama golok Cabang yang dapat berbicara seperti manusia dan bisa terbang. Di gunung Cilawung. Akhirnya. . ia mengutarakan maksudnya kepada ayahandanya. Lalu. Sesuai dengan petunuk Resi Danuwarsi. oleh ajar Cilawung nama Rarasantang diganti menjadi Nyai Eling dan diramal akan melahirkan seorang anak yang akan menaklukkan seluruh isi bumi dan langit.

PUPUH KELIMA Balakbak. PUPUH KEEMPAT Megatru. piring dapat mengeluarkan nasi kebuli. Hutan yang dirambah cukup luas sehingga pendatang-pendatang baru tidak perlu bersusah payah membuka hutan. Walangsungsang menghadap Syekh Nurjati yang juga bernama Syekh Datuk Kafi yang berasal dari Mekah. Raja Bango mengajukan permohonan agar tidak disembelih. Nagagini memberi nama baru bagi Walangsungsang. ohon-pohonan roboh dengan mudah. tetapi khawatir semuanya akan terbang jauh. sementara Walangsungsang tidur mendengkur. Dalam pada itu. Setelah ilmunya dianggap cukup. sedangkan bareng dapat mengeluarkan 100. Walangsungsang melihat pohon kiara yang setiap cabangnya dihinggapi burung bangau. namun ia terjebak masuk ke dalam perangkap dan tak dapat keluar. Burung-burung bangau tertarik melihat ikan dalam bubu hingga membuat suara berisik dan menarik perhatian raja bangau (Sanghyang Bango) yang segera mendekati “rakyatnya”. Raja Bango berubah menjadi seorang pemuda tampan dan menyerahkan benda pusaka berupa: periuk besi. yang di “masukkan” ke dalam cincin Ampal. 16 bait. Ketika tiba di Gunung Cangak. piring. Syekh Datuk Kafi memberi gelar kepada Walngsungsang dengan sebutan Ki Cakrabumi. Setibanya di gunung Jati. Cakrabumi membuka hutan dengan Golok Cabang. Periuk besi dapat dimintai nasi beserta lauk pauknya dalam jumlah yang tidak terbatas. lalu ia mengambil sebatang bambu untuk membuat bubu yang dipasang disalah satu cabang kiara. sedangkan pesantrennya diberi nama Panjunan. lalu golok mengeluarkan api dan membakar kayu-kayu hutan sehingga dalam waktu singkat pekerjaan sudah selesai. dan masih keturunan Nabi Muhammad dari Jenal Ngabidin. Perkampungan baru yang akan dibukanya kelak dikenal dengan nama Kebon Pesisir. Atas petunjuk Nagagini. berikut istri dan adiknya. Walangsungsang bermaksud menangkap salah seekor burung bangau itu. yakni Karmadullah. Ia teringat akan pusakanya kopiah waring yang khasiatnya menyebabkan ia tidak akan terlihat oleh siapapun termasuk jin dan setan.26 bait. hutan lebat telah dibabat dalam waktu singkat.000 bala tentara. dan mereka menamakan Cakrabuwana dengan sebutan Kuwu Sangkan. Lalu. pedukuhan baru itu sudah banyak penduduknya. PUPUH KEENAM Menggalang. dan akhirnya ditangkap oleh Walangsungsang. Syekh Datuk Kafi menyuruh Walangsungsang untuk mendirikan perkampungan di tepi pantai. Ia pun berangkat menuju Kebon Pesisir. 13 bait. dan ia menyatakan takluk kepada Walangsunsang serta mengundangnya untuk singgah di istananya guna diberi pusaka. Walangsungsang kemudian berangkat ke Gunung Cangak. serta umbulumbul yang harus diserahkan kepada putera Pajajaran. Ketika goloknya bekerja membabat hutan. Walangsungsang berguru kepada Syekh Nurjati dan menjadi seorang muslim dengan mengucapkan syahadat. Dalam waktu singkat. Dengan kesaktian Golok Cabang. Sanghyang Bango memberi nama Raden Kuncung kepada Walangsungsang yang kemudian melanjutkan perjalanan ke Gunung Jati. Raja Bango berusaha mengambil ikan dalam bubu. badong bathok (hiasan dada dari tempurung). Di dalam istana. Kopiah Waring segera ia pakai.Nagagini adalah seorang pendeta yang mendapat tugas dewata untuk menjaga beberapa jenis pusaka: kopiah waring. serta bareng. . Selanjutnya. Walangsungsang memenuhi perintah gurunya. Dalam bubu itu diletakkan seekor ikan.

Dalam perbincangan itu. Walangsungsang mematuhinya. . Syekh Bayan dan Walangsunsang tengah bercakap-cakap tentang rencana kembalinya ke tanah Jawa. Jemuran terasi yang dibuatnya membentang ke selatan hingga Gunung Cangak di tanah Girang. Walangsungsang. Raja Uttara sudah pulang ke rahmatullah. ternyata pengembaraan Walangsungsang telah sampai ke Aceh yang saat itu sedang terserang wabah penyakit. Syam. Patih Raja Uttara meminta Rarasantang utuk menjadi istri Raja Uttara di Bani Israil. Tetapi. Ia melihat tiga orang berjalan beriring-iringan. PUPUH KETUJUH Sinom. dan Mesir. Akhirnya. Syekh Datuk Kahfi menitipkan sepucuk surat untuk sahabatnya. ia terserang penyakit kolera dan tak tertolong lagi.Kuwu Sangkan sendiri tidak bertani karena pekerjaannya hanyalah menjala ikan dan membuat terasi. Ia meninggakan seorang anak perempuan yang belum diberi nama. Syekh Abdul Iman berhasil menyembuhkan Sultan Aceh dan putrinya. Ia segera mempersiapkan perahu dan berangkat sendiri dari pelabuhan Julda ( Jeddah ) menuju Cirebon. 24 bait. Utusan segera dikirim ke Mesir untuk memberi kabar Raja Uttara telah meninggal di rum. serta kisah kembalinya Walangsungsang ke tanah Jawa. 13 bait. Syekh Datuk Kahfi telah berada disana. Cerita beralih kepada kisah Raja Uttara. Syekh bayan yang menunggu Abdul Iman di Mekah hampir tiga bulan ternyata belum kembali juga. Walangsungsang yang telah berganti nama menjadi Abdul Iman meminta agar Syekh Bayan bersabar dahulu karena Abdul Iman ingin berkelana mengelilingi daerah Mekah hingga ke desa-desa. Sang Patih mengikuti mereka sampai ke rumahnya. ia pergi ke Mekah pada saat musim haji. PUPUH KEDELAPAN Asmarandana. Bustam. Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Menurut penglihatannya. apalagi masa kehamilannya telah mencapai usia 12 bulan. dan Rarasantang. 15 bait. Demikian pula Sultan Aceh —yang bernama sultan Kut—saat itu juga sedang sakit parah. Turki. baru satu hari Raja Uttara berada di Rum. Ia menyuruh patihnya agar mencari seorang wanita yang parasnya serupa benar dengan almarhumah permaisurinya. Rarasantang mirip sekali dengan almarhumah permaisuri Mesir. Permaisuri aceh meninggal karena terserang wabah penyakit. Syekh Bayan dan disarankan agar Walangsungsan beserta adiknya tinggal di rumah Syekh Bayan selama di Mekah. ia ditinggalkan suaminya yang bermaksud mengunjungi negeri Rum menengok pamannya. Kesedihan Rarasantang yang sedang hamil tua itu tak terbayangkan lagi mendengar kematian suaminya. Putri Aceh yang masih kecil kemudian diambilnya menjadi anak angkatnya dan dimasukkan ke dalam cincin Ampal. namun belum juga menemukan wanita yang diinginkan rajanya. Ketika Syekh Datuk Kahfi menemui Walangsungsang di Kebon Pesisir. Raja Yutta. ternyata gurunya. Syekh Bayan berkeinginan untuk turut serta ke pulau Jawa. Sementara itu. Pupuh ini menceritakan kesedihan Rarasantang yang ditinggal mati oleh suaminya. ia menganjurkan supaya Walangsungsang dan adiknya menunaikan ibadah haji ke Mekah. PUPUH KESEMBILAN Sinom. Rarasantang. Patih Raja Uttara mengembara ke neger Rum. Ia pun berangkat menunaikan ibadah haji bersama adiknya. seorang raja Bani Israil yang baru ditinggal mati oleh istrinya. di Mekah. Suatu ketika. ia pulang ke rumahnya yang terletak di Kanoman. Mereka adalah Syekh Bayan. Ketika Rarasantang tengah hamil tujuh bulan. ia bersedia menjadi istri raja Uttara dengan mas kawin sebuah sorban peningglan Nabi Muhammad SAW. Ternyata.

. Ia melahirkan bayi kembar laki-laki: anak pertama diberi nama Syarif Hidayat. Abdul Iman yang kembali ke Mekah setelah melakukan pengembaraan merasa ditipu oleh Syekh Bayan. Ketika ia pindah ke Lebaksungsang. Pupuh kesebelas Dangdanggula. 12 bait. Sementara itu. carilah dan bergurulah kepada Muhammad ). ternyata gurunya tidak ada. lalu ia kembali ke Panjunan untuk menemui gurunya. Abdul Iman teringat kepada gurunya. Ia bertani sambil mengasuh anak angkatnya yang bernama Nyi Wanasaba. yang juga terkenal dengan nama Nyi Gede Panguragan. hendaklah menyusul ke Pandanjalmi. Lebih-lebih Syarif Hidayat. Abdul Iman segera melesat ke Pulau Jawa. Abdul Iman melanjutkan perjalanannya mengembara sebagai pencari ikan. ia namakan desa Panguragan. gegurua ing Mukhamad( jika ingin menjdi manusia istimewa bergurulah kepada Muhammad ). Ketika mereka sudah berumur 14 tahun. Ibu dan anak hendaklah berguru kepada pemuda yang berasal dari Mekah itu”. Syekh Bayan tiba di Cirebon. tunggulah syekh Datuk Kahfi di Gunung Gajah. Cerita beralih pada kisah kelahiran Syarif Hidayat. Di tengah perjalanan. hatinya teguh hendak menuruti petunjuk kitab dan panggilan mimpi. dan yang ada hanyalah sepucuk surat yang ditinggalkan syekh Datuk Kahfi. ia selalu bermimpi melihat cahaya yang mengeluarkan suara: e Syarif Hidayat iki. Dengan mengucap bismillah. Dengan kesaktiannya. mereka rajin mempelajari ilmu agama. Ia menantikan kedatangan Syekh Bayan di tepi pantai dengan menyamar sebagai pencari ikan. berilah nama Pakungwati. sementara Syekh Bayan pergi ke Gunung Gajah. Abdul Iman pergi ke Pandanjalmi dan bertapa di Sendang. Tersebutlah Rarasantang di Mesir. anaknya berganti nama menjadi Nyi Gandasari dan ketika dukuhnya semakin besar. 21 bait. Dalam hatinya. Namun. jika datang seorang pemuda dari Mekah. serahkanlah peti itu kepadanya. melainkan ia menjelaskan bahwa jika Syekh Bayan ingin menjadi orang yang mulia dan menjadi wali. sedangkan anak kedua syarif (Ng)aripin. Ia percayakan desa itu kepada anaknya. ulatana sira guguru Mukhamad ( Hai Syarif Hidayat dengarkanlah petunjukku. Meskipun demikian. ia merasa pedih mengenang nasibnya yang tidak berayah sehingga tidak ada yang dapat menuntun mengkaji ilmu. Ratu Emas Gandasari. Syarif Hidayat merasa setengah tidak percaya terhadap amanat yang tertera dalam buku itu. Syekh Abdul Iman yang menyamar sebagai pencari ikan tidak menjawab pertanyaan syekh Bayan. ia menyerahkan sebuah peti kepada istrinya dengan pesan : “Kelak. jika engkau ingin menjadi manusia mulia sehingga dapat mengimbangi keramat nabi. dan menamakan dirinya Ki Gede Selapandan. segala macam kitab agama ia baca hingga akhirnya ia membaca sebuah kitab rahasia yang tertulis dengan tinta emas. dan tinggal di Gunung Jati. Ia memohon diri kepada ibunya dan sudah tak dapat dicegah lagi kemauannya. ia disambut oleh seorang pencari ikan. lamon sira arep mulya. Ia tidak tertarik pada kedudukan sebagai raja. Jika anak yang dalam kandunganmu lahir perempuan. Jika yang lahir laki-laki terserah. juga istrinya. 13 bait. Syekh Bayan memulai pelayarannya meninggalkan Mekah menuju Cirebon. Setelah membaca kitab rahasia yang menjelaskan bahwa lamun sira arep luwi. dalam setiap tidurnya. Akan tetapi. rungunen satutur isun. Pupuh keduabelas Sinom. Isi surat itu : jika ingin bertemu dengannya. nimbangi keramat Nabi. Ketika ia hendak pergi lagi mengembara. Ia bertanya kepada pencari ikan itu di manakah ia bisa menjumpai syekh Datuk Kahfi.PUPUH KESEPULUH Maskumambang.

) Akhirnya. Suatu ketika. bergelar Abdul Sapingi. pasti waras puli kadi du ing kuna ( jika aku benar-benar dapat bertemu dengan Nabi Muhammad pastilah engkau sembuh ). Cerita kembali ke Syarif Hidayat yang jatuh di Gunung Surandil. amung putranipun Syarip. nama Sultan Dul Sapingi. serta dihormati oleh umat manusia. Jika engkau benar-benar merindukan anakmu Syarip Hidayat. balik angungsiyang Jawa. kendi itu pun lenyap. Ia berziarah ke patilasan Nabi Musa dan Nabi Ibrahim di Mekah. Syekh Nataullah melesat jatuh di pulau jawa. ia melanjutkan perjalanan ke gunung Jambini. Sudah sepuluh tahun Rarasantang ditinggal putranya. ia melihat sebuah kendi berisi air sorga yang sangat harum baunya. ia bertemu dengan Naga Pratala yang menderita sakit bengkak. tetapi tidak berhasil. Pupuh ketigabelas Kinanti. ia akan menguasai seisi langit dan bumi. Syarif Hidayat melihat ada seorang pemuda bernama Syekh Nataullah sedang bertapa. Sang Naga minta diobati. Pemuda itu menjelaskan bahwa tidak ada harapan untuk menemui orang yang sudah tiada. Tiba-tiba meledaklah petir dari mulut Nabi Sulaeman sehingga yang sedang mengadu tenaga memperebutkan cincin tersebut terlempar. memuji Tuhan. Oleh Naga Pratala. Kemudian. lamon eman maring siwi. Pupuh keempatbelas Sinom. Seketika Naga Pratala menjadi sembuh. tetapi belum juga memperoleh petunjuk. dan . Syarif Hidayat dianjurkan agar pergi ke pulau Majeti (Mardada) menemui pertapa di sana. Atas anjurannya. dan mengucapkan taubat. sudah empat orang syekh dari Mekah yang tiba di tanah Jawa. waruju kang dadi aji. lamon arep ya pinanggi ( Anakmu yang muda itu akan menjadi raja. ia shalat hajat dua rakaat. namun yang langgeng hanyalah negaranya. Syarif Hidayat kemudian mengajak Syekh Nataullah bersama-sama mengambil cincin tersebut. Banisrail kratonira. sedangkan Syarif Hidayat jatuh di Pulau Surandil. Di sana. Ia selalu berdoa agar anaknya mendapat lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Ia menawarkan kepada Syarif Hidayat bahwa rotinya adalah roti sorga. Di sebuah cabang kay yang tinggi. lebih baik berusaha mendapatkan cincin Mulikat yang berada di tangan Nabi Sulaiman. Syekh Nataullah mencoba merebut cincin tersebut. mung kang dadi lara brangta. ujarnya : wondening anakira iku. Syekh Kamarullah pergi ke Jawa dan menetap di gunung Muriya dengan gelar Syekh Ampeldenta. Ia menjelaskan bahwa barang siapa memiliki cincin Mulikat. jenazah Nabi Sulaeman seolah-olah hidup dan memberikan cincin Mulikat kepadanya. kendi itu meramalkan bahwa kesultanan yang kelak akan didirikan olehnya tidak akan langgeng. 30 bait.Syarif Hidayat mulai mengembara mencari Nabi Muhammad. keratonnya di Baniisrail. Karena ia hanya menghabiskan setengahnya. 28 bait. dan Syarif Hidayat hanya menjawab : yen lamon isun pinanggi. bukan raja-rajanya. Lalu. Tiba-tiba. Cerita dalam pupuh ini diselingi oleh kisah Rarasantang yang merindukan Syarif Hidayat. ia memberikan sebuah cincin pusaka bernama Marembut yang berkhasiat dapat melihat segala isi bumi dan langit. Rarasantang kembali ke Pulau Jawa menantikan anaknya di Gunung Jati menuruti pesan Syekh Datuk Kahfi. Di sana. sebaiknya kembalilah engkau ke Pulau Jawa. Dengan demikan. Pulau Mardada dihuni oleh binatang buas dan berbisa yang sedang menjaga sebuah keranda biduri. ia mendengar suara. Nabi Aliyas ( Ilyas ) menyamar sebagai seorang wanita pembawa roti. Setelah berkata demikian. Syarif Hidayat kemudian bertemu dengan Syekh Kamarullah. Meskipun kemudian air kendi itu dihabiskan. Ketika Syarif Hidayat berada di makam Nabi Sulaeman. Setelah itu. Kendi itu mempersilahkan Syarif Hidayat meminumnya. membaca shalawat nabi.

Selanjutnya. dinding jalal. ia meninggalkan sepucuk surat dan meminta agar Syarif Hidayat menyusul ke Gunung Gundul. Tidak demikian halnya jika dua buah itu dihabiskan sekaligus. buah Kalam Muksan yang sebuah lagi segera dimakan. Di langit ketujuh Syarif Hidayat “bertemu” dengan Nabi Muhammad yang sedang tafakur. Nabi Ibrahim memberi nama Saripulla. ia tiba di langit ketujuh dan melihat cahaya terang benderang. yakni para fakir. antara lain. Syarif Hidayat diperintahkan agar pergi ke tanah Jawa. Akhirnya. Wanita pemberi petunjuk itu hilang seketika dan tibatiba di angkasa tampak seorang penunggang kuda. terutama tentang makna asasi kalimat syahadat dan perbedaannya dengan zikir satari. serta tetap memelihara dan menjaga syareat. ia mencegatnya di tengah . Syarif Hidayat melesat ke angkasa lalu membonceng di ekor kuda. Ia segera menyusul ke Gunung Gundul. Nabi Musa. Abdul Sapari menyatakan bahwa tindakan itu menjadi pertanda bahwa kelak akan timbul tantangan-tantangan di saat Syarif Hidayat menjadi sulltan. Asi. Syarif Hidayat lalu turun dari langit ketujuh ke puncak Mesjid Sungsang di Ajrak dan kembali ke Gunung Jati. Ia ingin mendengar penjelasan langsung dari Nabi Muhammad. atas petunjuk cincin Marembut. Nabi Muhammad menjawab pertanyaan-pertanyaan Syarif Hidayat dan menganugerahkan jubah akbar. Syarif Hidayat berkeras tak mau berguru pada aksara. pertama kali ia sampai di pintu dunia dan melihat orang-orang yang mati sabil serta mukmin yang alim dan kuat beribadat. dan berguru kepada Syekh Nurjati di Gunung Jati. dan meniti sirotol mustakim. kitab Al qur’an. ia bertemu dengan bundanya yang sudah menjadi pertapa wanita bernama Babu Dampul. Syekh Nurjati berusaha menghindari pertemuan dengan Syarif Hidayat. Dalam perjalanan mikraj. Kures. dan Nabi Musa memberi nama Syekh Marut. tetapi Syekh Nurjati pergi ke Gunung Jati. Di langit kedua. Di langit keempat. sementara sebuah lagi disimpan untuk lain waktu. Nabi Khidir—penunggang kuda—menyentakkan kudanya hingga Syarif Hidayat terpelanting dan jatuh di negeri Ajrak di hadapan Abdul Sapari. Mereka juga menghadiahi nama baru bagi Syarif Hidayat. 27 bait. Nabi Adam memberi nama Syekh Kamil. dialah Nabi Khidir yang dapat memberi petunjuk. Nabi Ibrahim. Karena itu. dan Izrail memberinya nama Syekh Garda Pangisepsari. dan Turki. ia bertemu dengan ribuan malaikat yang dipimpin oleh Jibril. ia bertemu dengan Nabi Isa yang menghadiahkan nama Syarif Amanatunggal. Pupuh kelimabelas Kinanti. Inggris. Akhirnya. Di sana. Pancingan. ia bertemu dengan roh-roh wanita yang setia dan patuh pada suami. Para pemimpin malaikat juga memberinya nama. Dari situ. Ia pingsan seketika. Israfil memberi nama Syekh Sekar. dan segala macam ilmu telah lengkap di dunia. Apalagi karena di dunia sudah ada wakilnya. ia akan mengerti berbagai macam bahasa Arab. ia bertemu dengan ribuan nabi. Syarif Hidayat melihat neraka. Abdul Sapari segera memanggil patih Sadasatir untuk memasukkan Syarif Hidayat ke bubungan mesjid. ia tidak boleh mengajar umat manusia. namun rasanya sangat pahit dan sangat menyakitkan seperti sakitnya orang menghadapi sakratul maut. Di langit ketiga. Israfil. Nabi Aliyas juga memberi petunjuk bahwa jika hendak mencari Muhammad ikutilah seseorang yang menunggang kuda di angkasa. Ketika tamunya datang.barang siapa yang memakan roti itu. Akan tetapi. puji-pujian. haji. sebuah dimakan habis oleh Syarif Hidayat dan terasa manis sekali. 26 bait. Nabi Muhammad menjelaskan bahwa ia sudah meninggal. Mikail memberi nama Syekh Surya. Abdul Sapari memberinya dua butir buah kalam muksan. dan Izrail. Mikail. Syarif Hidayat mikraj ke langit. sedangkan Syekh Nurjati telah pindah ke gua Dalam. Di langit kelima. antara lain. Pupuh keenambelas Sinom. Nabi Adam. Malaikat Jibril memberi nama Syekh Jabar. Akhirnya.

saat ia menanam jagung. Atas anjuran Syekh Ampeldenta. jenazah Raja Keling kemudian dimandikan dan dikubur. Syarif Hidayat melanjutkan perjalanannya menemui Pangeran Kendal yang sedang bertapa membisu—siang malam berjalan sepanjang jalan tanpa berkata-kata. Pangeran Makdum disuruh tidur di tepi pantai. Syarif Hidayat melihat ke mana sebenarnya kepergian Syekh Nurjati. Syekh Nurjati lenyap dan tidak pernah muncul lagi sebagai Syekh Nurjati melainkan sudah bernama Pangeran Panjunan atau Syekh Siti Jenar. Syarif Arifin. datanglah Syarif Hidayat. kelak di waktu para wali berkumpul. dan pergi ke Gunung Muria hendak menemui Syekh Kamarullah yang bergelar Syekh Ampeldenta. Kemudian. Seperti halnya ketika bertemu Syekh Damarmaya.jalan. Syekh Kamarullah sedang memberi wejangan kepada murid-muridnya agar dengan sungguh-sungguh mencari arti dan makna kalimah syahadat. Ki Dares tengah bersenandung seraya memahat enau. Tetapi. Atas anjurannya. atau Ki Dares jika sedang enau. ia tidak mau menjadi raja. Lalu. Syarif Hidayat menyarankan kepada Syekh Damarmaya apabila ingin mengetahui makna syahadat datanglah ke Cirebon. namanya menjadi Syekh Jagung atau Syekh Majagung. Pupuh kedelapanbelas Dangdanggula. Sebelumnya mereka menemui Syekh Ampel di Gunung Muria. keduanya mendiskusikan ilmu agama. Giliran selanjutnya mendatangi Pangeran Makdum yang sedang bertapa denga tidur di pantai serta pergi ke Madura menemui Pangeran Kajoran yang sedang bertapa dengan menentang matahari. siang malam terus menerus mandi dan tak pernah tidur seolah-olah airlah yang menjadi tumpuan harapan. Di Gunung Gajah. Ketika Syarif Hidayat tiba di Mesir. Pupuh ketujuhbelas Amarandana. ia diminta oleh adiknya. Suatu ketika. dan kelak jika sudah menjadi sultan bergelar Sultan Jatipurba. ia melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Mesir. Ia . Setelah murid-muridnya pergi. Syarif Hidayat kemudian meneruskan perjalanan dan bertemu dengan putra mahkota Keling sedang melarung jenazah ayahandanya. Dengan perantaraan cincin Marembut. dan ia berkeinginan untuk berguru kepadanya. Tetapi. Semua pertapa yang ditemuinya diundang ke Cirebon. Ia telah mengetahui akan kedatangan Syarif Hidayat. Lalu. datanglah Syarif Hidayat. Keduanya mendiskusikan ilmu agama. ia beserta negaranya menghilang ke dasar laut. 48 bait. Syarif Hidayat tiba di sana lalu membaca syadat serta merta air sungai tempat mandi Syekh Nataullah lenyap. Selesai mengutarakan pesan-pesannya. Sebelum tamunya datang. Syekh Bayanullah ternyata telah berganti nama menjadi Pajarakan. pergilah Syarif Hidayat ke Gunung Gajah menemui Syekh Bayanullah yang berasal dari Mekah. dan Pangeran Kajoran harus bertapa menentang matahari. Pangeran Kendal disuruh bertapa membisu. Ki Dares kagum melihat keampuhan kalimah syahadat yang diucapkan oleh Syarif Hidayat yang dapat merontokkan buah pinang dan mengubahnya menjadi emas. dan bergelar Sunan Sasmita. Syarif Hidayat melanjutkan perjalanannya ke Nusakambangan untuk menemui Syekh Nataullaah yang telah bergelar Syekh Damarmaya yang mengamalkan ilmu makdum sarpin. Cerita beralih pada kisah seorang raja di negara Atasangin yang masih beragama Budha. Syekh Nurjati memberi nama syarif Hidayat denga nama Pangeran Carbon. Saat itu. Sesudah itu. untuk memangku jabatan sebagai Raja Mesir. ia menjumpai ibunya di Gunung Jati. Syarif Hidayat menjelaskan sekelumit ilmu kepada Pangeran Kendal dan menganjurkan supaya pergi ke Cirebon. 25 bait.

Ia segera bersiap-siap pegi ke Gunung Jati beserta anaknya. ia memilih jalan kemuliaan. Pupuh Kesembilanbelas Asmarandana.000 dinar. terlebih dahulu telah datang tamu dari Gunung Muria. pemabuk. Ia memiliki seorang anak perempuan bernama Pakungwati yang sudah menginjak remaja dan teramat cantik.tetap memilih sebagai ulama. jika mengantuk jangan lekas-lekas tidur. Walangsungsang. Sebelum Nyi Indang Geulis tiba di Gunung jati. Ratna Gandum berniat mengikutinya. Keduanya selamat sampai di Pulau Jawa dan menetap di Gunung Jati. Syarif Hidayat pergi ke Rum mengunjungi pamannya. ia akan kehilangan jalan kemuliaan. penjudi. semuanya boleh ikut menghabiskan hartanya. Nama kecilnya adalah Nurkamal. Nurkamal bertemu dengan kakek-kakek yang mempunyai dongeng berharg yang dapat menuntun manusia menuju kemuliaan.000 hari kematian orang tuanya. Ia memanggil Patih Sutiman dengan maksud menggadaikan negeri Tuban kepada Patih Sutiman seharga 2. Semuanya sepakat dengan rencana itu. tetapi dilarang oleh orang tuanya. Ia menyerahkan kendaga kepada Syarif Hidayat yang ternyata isinya sorban dan surat dari uaknya. Tersebutlah Nyi Indang Geulis di Kebon Pesisir. Akhirnya. Sunan Kalijaga adalah anak Dipati Tuban.000 dinar. Akhirnya. Akhirnya. Gunng Jati semakin ramai sebagai pusat agama islam. Itu berarti. yakni Syekh Ampeldenta beserta murid-muridnya. pemadat. Meskipun demikian. Si Kakek juga memberi sebuah baju tambal yang bernama si Gundhil yang berkhasiat dapat berjalan dengan cepat di angkasa dan memberi nama Nurkamal dengan sebutan syarif Durakhman. dan ia berniat untuk bersedekah di pasar. Ia hanya meminta kepada adiknya seorang kemenakannya yang bernama Pulunggana untuk diajak berkelana. negara dan rumah Kadipaten sudah digadaikan. uang dan hartanya sudah habis ketika Nurkamal harus menyelenggarakan selamatan 1. kedua. ia sudah tidak mempunyai rumah lagi. Ia adalah anak tunggal yang telah menjadi yatim piatu sejak menjelang masa akil-baligh. Lalu. Sejak saat itu. Durakhman pergi ke Kerajaan rawan. Di pintu gerbang. Nurkamal bingung sejenak. Menyusul kemudian Nyi Indang Geulis bersama Nyi Pakungwati. Berita tentang wali yang berasal dari Mekah yang bermukim di Gunung Jati mengingatkan Indang Geulis akan pesan suaminya. Setiap hari. Tak lupa pula. jangan suka membuka rahasia orang lain. Ia bercita-cita ingin menjadi manusia yang terpuji dan mulia. lalu ke negeri Cina dan mengabdikan dirinya pada raja Cina. ia membagi-bagikan sedekah kepada para menteri dan seluruh rakyatnya. ia memaksa dan akhirnya melarikan diri mengikuti Syarif Hidayat. . ketiga. Suryadiwangsa. Mulailah si Kakek mendongeng yang berintikan empat hal : Pertama. Ketika Syarif Hidayat hendak pulang ke Pulau Jawa. Suatu ketika. Dari Mesir. dan mengabdi pada Adipati Urawan. Sedekahnya dibagikan tanpa pilih bulu. Jika bersedekah. Pupuh ini menceritakan kisah Sunan Kalijaga sebagai kisah selingan dalam cerita Sunan Gunung Jati. jika dongeng dibeli. Nurkamal menyetujui untuk membeli dongeng si Kakek seharga 2. ia membawa kendaga yang ditinggalkan suaminya. jangan menolak rezeki. jika mendapat istri yang cantik jangan tergesa-gesa menidurinya. ia urung sedekah. dan keempat. da para pelaku perbuatan maksiat. Tujuan utamanya adalah membicarakan penyerangan terhadap negara Majapahit yang masih beragama Budha. Raja Yutta. 18 bait. Syarif Hidayat menikah dengan Pakungwati dan mulailah pembangunan negara ( kota) Cirebon yang dimulai dengan pembangunan alun-alun dan istana yang kemudian terkenal dengan nama istana Pakungwati. Raja Cina mempunyai seorang putri yang teramat cantik bernama Ratna Gandum yang jath cinta kepada Syarif Hidayat.

Tiba-itba dari aurat Ratu Diriliwungan keluar seekor kelabang putih menyerang Durakman namun berhasil ditangkap dan dibanting ke lantai. terpaksa Patih Judipati menuruti isi surat itu : kepala anaknya segera ia penggal dan Raden Turna meninggal seketika. rakyat Diriliwugan berkumpul denga membawa keranda. Di malam hari. Kedatangan Durakman diketahui oleh para penjaga. mereka menjawab bahwa setiap orang yang menikah dengan Ratu Diriliwungan. cumbu rayu istrinya tidak ia hiraukan bahkan ia pura-pura tidur. 25 bait. Seketika.Adipati Urawan sangat sayang kepada Syarif Durakman. Adipati Urawan menjelaskan pada istrinya –Dewi Srigading– bahwa Durakman akan di bunuh oleh Patih Judipati. Syekh Ampeldenta yang mengetahui bahwa tamunya merupakan calon wali penutup tidak berani menerima sembahnya. Keesokan harinya. ia di ajak berburu ke hutan. Ratu Diriliwungan bersumpah setia kepada Durakman. bahkan mengajar pun ia tidak berani. Ketika ia tiba di kadipaten. Sementara itu. Di negeri Diriliwungan. Durakhman tiba di rumah Patih Judipati yang menyatakan diutus sang Adipati untuk mengambil mayat Raden Turna. Durakman di suruh mengambil senjatanya. Durakman lalu menceritakan pengalamannya membeli dongeng seharga 2. Akhirnya.Pupuh keduapuluh Pangkur 26 bait. Durakman tersesat ke puri di belakang istana. mengadukan bahwa Durakman telah berlaku tidak senonoh kepada dirinya. kebetulan ada orang yang melakukan hajatan dan meminta Durakhman untuk mencicipi makanan yng dihidangkan. Lalu. Durakman segera kembali ke hutan dengan membawa tombak Sang Adipati.Di sana. Jika tidak. kelabang itu berubah wujud menjadi sebilah keris yang dinamakan keris Kalamunyeng–di kemudian hari. Ketika ditanya oleh Durakman. keris ini menjadi pusaka raja-raja Jawa. Dalam perjalanan. secara diam-diam. Ia akan dibebaskan asal bersedia kawin dengan Sang Ratu. anak Patih Judipati. ia melihat istri adipati sedang bermesraan dengan Raden Turna. Ia tinggalkan Durakhman dan segera menyampaikan surat tersebut kepada ayahnya.000 dinar. Durakman bertemu dengan Raden Turna. sementara Durakman hanya duduk termangu. Durakhman teringat pada dongeng si Kakek bahwa tidak boleh menolak rejeki sehingga ia pun singgah dan ikut berkenduri. Setelah membaca isi surat. ia melihat banyak kuburan. Adapun Durakman melanjutkan perjalanan mencari ilmu ke Ampel. Tanpa pikir panjang. keesokan harinya pasti meninggal. Adipati Urawan menulis sepucuk surat kepada Patih Judipati yang isinya bahwa orang yang membawa surat harus di bunuh. Ratu Diriliwungan merasa kesal dan sangat lelah sehingga akhirnya tertidur. Patih Judipati sendiri yang di penggal kepalanya. Tidak lama kemudian. Raden Turna tidak sabar menunggu kenduri sehingga. Lalu ia ditangkap dan dihadapkan pada Ratu Diriliwungan. Istri adipati yang takut rahasianya terbongkar segera menyusul suaminya ke hutan dengan kereta. ketika akan tidur Durakman teringat kembali akan dongeng si Kakek bahwa istri yang cantik jangan segera ditiduri. Karenanya. Sang Adipati sadar akan apa yang terjadi. dan memberi petunjuk kepada Durakman supaya mengabdi pada seorang raja perempuan di negeri Diriliwungan. Adipati Urawan terkejut melihat kedatangan Durakman yang membawa mayatTurna.Suatu hari. Pupuh keduapuluh satu Dangdanggendis. Di tengah perjalana. Durakman bersedia menikahinya. Keduanya berjalan bersama ke kepatihan. ia mengambil surat untuk ayahnya. dan ia memilih menceburkan diri ke laut yang kemudian dikenal dengan sebutan Ratu Kidul. Ia hanya memberi petunjuk jalan ke arah .tetapi senjata Sang Adipati Urawan tertinggal di istana.

Sunan Jati. ia berjalan ke tengah alun-alun dan membaca mantra aji sikir. ia menemui Sunan Kali yang di suruhnya menunggu di pintu gerbang istana. Syarif Hidayat pergi ke Lebaksungsang menemui Cakrabuana yang sedang bertapa sambil . Pupuh keduapuluh empat Sinom. Ketika Sunan Kali telah sadar. Dengan kesaktian pusakanya. sekaligus menjadi senopati. sebilah Ecis. Dalam hatinya. 14 bait. Dicertakan bahwa Prabu Siliwangi masih bersedih hati karena semua putranya meninggalkan istana. Lokajaya lalu dikubur hidup-hidup dengan tujuan agar tubuh Lokajaya bersih dari segala dosa. bahkan pati yang ditugasi mencarinya pun tidak kembali ke kerajaan. Barangsiapa dapat mengalahkan Majapahit. lalu pusaka Ecis ditancapkan ke tanah. tetapi selalu gagal dan banyak korban berjatuhan dihajar oleh Adipati Terung. ia merasa malu kalau sampai tunduk kepada cucunya. Pupuh ini menceritakan proses pengislaman keraton Pajajaran oleh Sunan Jati. negara dan rakyat Pajajaran lenyap yang tertinggal hanyalah sebuah balai. sudah tiga kali Ampel mencoba menyerang Majapahit. Selama rumput ligundi hitam belum di cabut. Ki Dares kembali ke hutan Japura untuk menggali Lokajaya. Raden Patah merasa sakit hati karena ia tidak diangkat menjadi adipati. Ia pun pergi ke Ampel guna menghadap Syekh Ampeldenta untuk berguru kepadanya. Berkat kesaktiannya. Ternyata. Lalu. suami-istri itu tidak putus-putusnya berdoa memohon ampunan Allah sehingga ketika pedang Lokajaya bertubi-tubi menghantamnya ternyata tidak mempan. Pada waktu yang hampir bersamaan. Lokajaya memohon ampun kepada Ki Dares dan meminta brguru kepadanya. Oleh Ki Dares. Lalu. Ia lalu diangkat menjadi Adipati Bintaro. Ia telah mendapat kesempurnaan dan bergelar Sunan Kali. 9 bait. Seketika. Dalam pada itu. sementara Raden Patah dinasehati supaya bersabar dan diharapkan kelak akan menjadi raja. Syarif Hidayat yang datang kemudian menyebut orang-orang Pajajaran yang bersembunyi di hutan seperti harimau. Pupuh keduapuluh tiga Kinanti. Dalam ketakutannya. Tersebutlah Ki Paderesan atau Ki Dares di Gunung Gajah hendak pergi ke Cirebon mencari guru agama Islam bersama-sama istrinya. Prabu Siliwangi mengetahui kedatangan cucunya.kesempurnaan. Raja Brawijaya sedang menerima kedatangan dua orang putranya dari Palembang : Raden Patah dan Raden Husen. Setelah meninggalkan tamunya di pintu gerbang. dengan berpura-pura hendak menyampaikan sesuatu kepada Syarif Hidayat. 14 bait. Syekh Ampel mencari orang yang berani melawa Adipati Terung. Pupuh keduapuluh dua Sinom. tubuh Lokajaya seperti mati dan beratnya seringan kapas. Suami-istri itu berjalan melewati hutan Japura dan bertemu dengan Lokajaya yang segera menghadangnya. Syarif Hidayat langsung berangkat ke Pajajaran. Ki Dares menganjurkan agar Sunan Kali mencari Sunan Jati. ia akan diangkat menjadi raja. Setelah beberapa lama. Syarif Hidayat yang sudah mengetahui kedatangan Sunan Kali menyongsong kedatangan tamunya dengan menyamar sebagai seorang haji. Pusaka Ecis berubah pula menjadi rumput ligundi hitam. Akhirnya. di keraton Majapahit. Nyi Mukena. orang-orang Pajajaran berubah menjadi harimau. mereka belum akan menjadi manusia. Seketika itu juga. Raden Husen diangkat menjadi Adipati Terung. Cerita kembali ke Ki Dares. Durakman dianjurkan supaya menjadi perampok di hutan Japura dengan nama Lokajaya dan membunuh setiap orang yang melewati hutan Japura. Raden Patah bersedia memimpin pasukan islam untuk menyerang Majapahit. Sebenarnya . ia sedang’Mikraj’ menemui roh Nabi ( Muhammad). Karena itu.

Waktu itu. . pertapa itu adalah seorang raja zaman Budha bernama Konteya Darmakusuma atau Judhistira. Syarif Hidayat yang kemudian datang menemuinya menyatakan tidak mau mengajar di sembarang tempat karena pelajaran akan diberikan di tepi sebuah sungai. dan menikah dengan seorang bidadari. Syarif Hidayat datang menjumpainya. Judhistira bernama Samiaji karena sama-sama mengkaji Surat Kalimasada dengan Durakhman. Lalu. 22 bait. tangannya mencoret-coret tanah membuat gambargambar yang tersusun menjadi sebuah cerita wayang. Durakhman bertemu dengan Nabi Kilir (Nabi Khidir) yang menasehatinya agar bertapa di Gunung Dieng. Pisau di tangan Durakhman seketika lenyap dan sebagai gantinya tampak seorang pertapa. Ia berusaha menyelam ke dalam air. Syarif Hidayat belum juga datang. Ucapan salam dari Syarif Hidayat tidak dihiraukan karena asyiknya berbuka. Ternyata. ia melihat sebuah pulau yang cemerlang dengan hiasan aneka warna yang dikenal dengan nama Pulau Hening. Jika merasa lelah duduk. Jika merasa lelah berdiri. Nawangsari. juga sudah menikah dengan putra Majapahit. Sejak saat itu. Jaka Tarub alias Ki Bentong ingin sekali menjadi wali. kemirinya berjatuhan ke sungai. tetapi Syekh Bentong tidak mampu melakukannya.bersawah. ia belum bernama Samiaji. Terakhir. Saking marahnya. ketika tengah berbuka dari tapanya. Pupuh keduapuluh enam Balakbak. Raden Bondan. Syarif Hidayat meminta agar bebeknya dihidupkan kembali. Lalu. Beberapa waktu lamanya ia menunggu. tiba-tiba ada cahaya gemerlapan.Dengan membaca syahadat. Cerita kembali kepada Durakhman yang tengah menunggu panggilan Sunan Jati. Tiba-tiba. Setelah wayang-wayang tersebut lengkap. Ia bertapa memati raga. Sudah sembilan bulan ia menanti di pintu gerbang tanpa tidur sekejappun. Itulah sebabnya di depan istana Cirebon terdapat sebuah tempat yang dinamakan Lemahwungkuk. tiba-tiba datang air bah. Nabi Kilir memberi bekal sebuah pisau. Pupuh keduapuluh lima Kinanti. tetapi oleh Syarif Hidayat hanya dianjurkan supaya pergi ke Cirebon. Di Pulau Hening. Cakrabuana diminta pulang ke Cirebon menghadiri pertemuan para wali. Durakhman memanjat pohon itu. lalu membaca syahadat. Lalu. Dengan nama Samiaji. yang ikut mengerjakan ladangnya. Dialah yang dulu memiliki azimat Kalimasada. Ketika Durakhman tengah bertapa. Pada suatu saat. 28 bait. Syarif Hidayat dapat menghidupkan kembali bebeknya. Syekh Bentong sadar bahwa kalimat syahadat itulah yang ia cari. Putrinya. ia pergi ke Mengajang menemui Syekh Bentong yang sebenarnya adalah putra Raja Majapahit bernama Banjaransari yang lebih di kenal dengan nama Jaka Tarub. ia menyerahkan Surat Kalimasada yang selama dipegangnya belum pernah ia baca karena tidak dapat membaca apa yang tertulis didalamnya. Ketika tengah meraba-raba buah kemiri. Akhirnya. dan Durakhman hanyut terbawa air hingga ke laut dan tenggelam ke dasarnya. Judhistira menceritakan seluruh cerita wayang kepada Durakhman. dan Durakhman harus membawa 100 buah kemiri untuk menghitung ilmu. ia pun duduk bersandar di gerbang. tetapi kemiri tak ditemukannya. Belum sampai setengah batang. Di dasar laut. Jaka Tarub telah berhasil membuka hutan Penganjang. Syarif Hidayat memetik selembar daun api-api. Durakhman kemudian membaca Surat Kalimasada diikuti oleh Konteya Darmakusuma. ia menyatakan ingin berguru kepadanya. seketika terciptalah seekor bebek yang kemudian merebut makanan Syekh Bentong hingga habis. Karena lamanya menunggu di sungai. bebek itu dipukul dan dibanting hingga mati oleh Syekh Bentong. Gambar-gambar wayang di tanah itu ternyata lepas menjadi wayang-wayang yang dapat melakonkan segala macam cerita. Durakhman berangkat ke tepi sungai. ia berdiri membungkukkan badan.

Meskipun demikian. Tetapi. ia bertemu dengan seorang tua yang memberinya sebuah panah bernama si Hantu. tetapi ia berjanji suatu saat akan datang ke Cirebon apabila Gunung Jati memancarkan sembilan cahaya. Akhirnya. Orang tua itu tidak lain adalah Sunan Jati. Adipati Terung terus memaksa. 19 bait. dan Japan yang diharapkan membantu Majapahit ternyata tidak ada yang bersedia. Pupuh ketigapuluh satu Asmaranda. Pupuh ketigapuluh Sinom. Raja Brawijaya mengutus Adipati Terung untuk memanggil Raden Patah ke Majapahit karena Brawijaya berniat menyerahkan tahta kepadanya. Adipati Terung—dengan menggenggam keris pusaka si Gagak—maju ke medan perang. Setelah pertemuan tersebut. Meskipun panglima perangnya telah gugur. Adipati Terung berusaha mencari Raden Patah sampai ke bonang. Raden Patah berhasil membunuh adiknya sendiri. tidak ada jalan lain kecuali mempersiapkan pasukan untuk berperang. Panembahan Paluamba membaca aji sikir yang berakibat raja serta para pembesar Majapahit menghilang ke dunia siluman. Pupuh keduapuluh sembilan Dangdanggula. Tak lama kemudian. Waleri. Tegal. dan dinikahkan dengan kemenakan sunan Jati yang berasa dari Mesir. 33 bait. sementara Raden Patah tetap bertahan. Ketika itu. Akhirnya. Disana. 11 bait. para wali pun . Semuanya berpihak kepada para wali. Adipati Terung dengan panah Hantu. Para Bupati Tuban. baru saja ia beranjak pergi. Tak seorangpun tentara Bonang yang berani melawan Adipati Terung. Kemudian. Agak bingung juga Durakhman menyaksikan semua itu. Samiaji belum bersedia. tetapi Raden Patah tidak mau pergi ke Majapahit sebelum rajanya masuk islam. Setibanya di istana. Pupuh ini menceritakan pertemuan para wali di Cirebon. Sementara itu. Nyi Mas Ratu Pulunggana. Bersamaan dengan itu. Tinggal Adipati Terung seorang yang memimpin tentara Majapahit. Dalam peperangan yang berlangsung kemudian. Ketika Sunan Gunung Jati baru kembali dari Mekah. ia duduk saja menunggu disana selama sembilan malam. Pupuh keduapuluh tujuh Durma. Raden Patah diresmikan menjadi raja di Bintaro. 17 bait. Raden Patah yang terlempar ke Gunung Kumbang bertapa disana tujuh bulan lamanya. para wali seluruhnya kembali ke Demak untuk merayakan penobatan dan pernikahan Raden Patah. Di Losari. Ia pun segera berangkat menuju ke sana. dan berkumpul di Tunjungbang. dalam peperangan yang berlangsung. pasukan Bonang tidak mampu melawan pasukan Majapahit. Segala sesuatu yang diperolehnya di Dieng ia bawa. Demikian pula Raden Patah. 22 bait. ia mendapat petunjuk Tuhan bahwa untuk mengalahkan Adipati Terung ia harus berguru kepada Sunan Jatipurba di Cirebon sebagai Puseurbumi. Pupuh keduapuluh delapan Pangkur. raja dan para pembesar Majapahit tetap tidak mau memeluk agama islam. Lalu. terdengar suara mempersilahkan duduk yang keluar dari meja dan kursi. ia membawa batu Mukadas dan peta kota Mekah untuk dijadikan contoh pembuatan masjid agung. Lumajang. Cerita kembali pada kisah para wali yang tengah berkumpul di Bonang mereka sepakat untuk menemui Syarif Hidayat di cirebon.berarti pula ia menjadi pemeluk agama islam. keluar teko serta cangkir mempersilahkan minum. Cerita kembali ke keraton Majapahit. Durakhman meminta agar Samiaji pergi bersama ke Gunung Jati. durakhman yang telah menyelesaikan tapanya di Gunung Dieng langsung pergi ke Cirebon. ia pun kalah dan terlempar ke Gunung Kumbang. tanpa seorangpun. ternyata baru saja para wali meninggalkan cirebon menuju Demak.

Ki Judi. Seorang murid syarif Hidayat bernama Ki Gedeng Palumbon sudah tiga tahun belajar agama islam. ia meninggal dan dikebumikan di Jatimulya. Ki Gebang. Pangeran tuban alias Durakhman. Tak lama kemudian. Di tengah jalan. ia mengundurkan diri karena kecewa terhadap pelajaran yang diterimanya. Syekh Bentong bergelar Suhunan Bentong. Ki Kaliwedhi. Naksabandiyah. dan takbir. Pangeran Kajoran bergelar Sunan Kejamus atau Pangeran Kejaksan. namun merasa bosan karena berulang kali ia hanya hanya disuruh menghafal kalimat syahadat. Ki Gedeng Palumbon terkejut dan kagum. tetapi Syarif Hidayat justru segera memeluk Durakhman. dan ia tetap hendak berguru kepada Sunan Jati. seperti Satariyyah. Oleh Sunan Jati. Kebetulan. Melihat keadaan itu. Ia pun kembali ke Cirebon dan ingin berguru lagi kepada Sunan Jati. disebabkan oleh ilmu yang diajarkan Sunan Jati. Mayat yang membesar itu. Pangeran Tuban bermaksud menyembahnya. dialah yang akan menjadi suaminya. Ki Cakrabuana bergelar Sunan Jelang. azan. lalu menyerahkan Surat Kalimusada yang ternyata bunyinya sama dengan Kalimat Syahadat. 38 bait. Jenazah Ki gedeng Kemunig membengkak besar sekali. salat. Ki Gedeng Palumbon berusaha mempengaruhi Ki Gedeng Kemuning karena menurutnya untuk apa berguru kepada Sunan Jati yang diajarkannya hanya syahadat. datanglah seorang murid Sunan Jati yang berasal dari Gebang bernama Kamil. Syekh Kamarullah bergelar Kanjeng Sunan Bonang. ia disuruh bertapa di Gunung Cigugur. Bersamaan dengan itu. Mulamula. dan tak lama kemdian. Ki Gedeng pulang ke Kuningan. Ki Gedeng Mundu. Syekh Nusakambangan bergelar Sunan Kudus. Ki Gedeng Kemuning bersama Ki Gedeng Pamijahan. Syekh Giri Gajah bergelar Sultan Giri Gajah. Ki gedeng Palumbon juga melayat. Pupuh ketigapuluh dua Sinom. Kitab tersebut ternyata berisi ketentuan pangkat dan sebutan para wali. Nyi Panguragan atau Ratu Emas Gandasari mengadakan sayembara : Barang siapa yang mampu mengalahkan dirinya. syahadat. zakat. Akan tetapi. dan Ki Kalijati diajarkan berbagai macam ilmu. Lalu. dan berbagai jenis tarekat. Oleh Sunan Jati. Melalui sayembara itu. Ki Gedeng Babadan. Menurut kitab tersebut. Pada kesempatan itu. para wali membuat singgasana kerajaan dan masing-masing mengeluarkan ilmunya berupa cahaya sehingga berpencaran sembilan macam cahaya yang memancar sampai ke gunung Dieng—mengingatkan pada janji Samiaji yang akan segera datang ke Cirebon bila ada sembilan cahaya bersinar. Akhirnya. Selain itu. dan wali penutup Suhunan Kalijaga bergelar Suhunan Adi. Syarif Hidayat bergelar Kanjeng Sinuhun Cirebon. mayat Ki Gedeng Kemuning menjadi semakin besar dan mengeluarkan bau busuk. Selesai berguru. Kiyai Wanasaba. mengecil dan berganti menyebarkan bau harum. Kedatangannya berniat memandikan mayat. Pupuh ini menceritakankisah sayembara memperebutkan Putri Panguragan. serta Muhammadiyah. Ki Bungko. bahkan para wali pun tidak ada yang dapat melihat selain Pangeran Tuban. banyak orang yang ingin tampil untuk mencoba kesaktiannya guna . Samiaji tidak bersedia menerima sembah para wali. komat. ia meninggal. Ketika melihat Syarif Hidayat. 18 bait. Ki Jopak. Ternyata. puasa. Pangeran Kendal bergelar Pangeran Karangkendal atau Sunan Kedaton. Pangeran Panjunan bergelar Sunan Sasmita. ia bertemu dengan Ki Gedeng Kemuning yang hendak berguru kepada Sunan Jati.berdatangan ke Cirebon. jika ia laki-laki. diserahkan pula sebuah kitab kepada Sunan Jati yang di dalamnya tidak terlihat adanya tulisan. antara lain. Ki Gedeng Kemuning tidak terpengarh oleh bujuk rayunya. Pupuh ketigapuluh tiga Kinanti. menurut Ki Gedeng Palumbon. Ia pun kembali ke kampung halamannya.

PUPUH KETIGAPULUH LIMA Menggalang. Dalem Kiban. Akhirnya. 15 bait. 14 bait. Ki Anggarunting . serta para mantri. Magelung meneruskan perjalanan hingga sampai di tempat sayembara dan memasuki arena pertandingan. Pangeran Arya Kemuning anak Ki Gedeng Kemuning sangat rindu pada Sunan Jati dan bersiap-siap hendak menghadap ke Cirebon diiringi oleh Patih Waruangga dan Anggasura. 8 bait. Lalu. Kedatangan Sultan Demak di Cirebon bermaksud membicarakan perkawinan putrinya Pulungnyawa dengan putra Sunan Jati. dan Dalem Kiban guna membicarakan negara Cirebon di bawah pimpinan Sunan Jati. Namun. Dalam pertandingan ini. Dinamai Pangeran Magelung karena rambutnya digelung karena sejak kecil hingga dewasa tidak ada pisau cukur yang mempan untuk memotong rambutnya. Setelah persiapan selesai. serta kitab Fakulwahab. Perkawinan akan segera dilangsungkan di Demak. Pupuh ketigapuluh enam Sinom. yakni meminta pajak terasi. para wali—Sunan Kalijaga. Ia pergi bersama Ki Anggawaru. ia berada di Pulau Kuntul (Bangau). Utusan Arya Kemuning. Ratu Emas Gandasari ternyata dapat dikalahkan oleh Pangeran Magelung. Sekarang. sementara musuh dari Galuh diserahkan kepada Arya Kemuning yang segera mengatur barisannya di Gunug Gundul. Tetapi. Dalem Ciomas. Kadang-kadang. datanglah Arya Kuningan yang mengabarkan adanya pasukan Galuh yang akan menyerang Cirebon. kakek yang menggunting rambutnya sudah tidak ada. Pertemuan tersebut mengambil keputusan. Dalam pada itu. Para senapati galuh telah mempersiapka diri. Tak lama kemudian. ditugasi menyelidiki kekuatan pasukan Galuh. antara lain. Pupuh ketigapuluh empat Dangdanggula. Setibanya di Karanggetas. Pada suatu hari. Suradipa. Sanghyang Gempol. Pangeran Magelung dijodohkan dengan Ratu Emas Gandasari. Ketika Magelung menoleh. pasukan Galuh mengadakan perkemahan di perjalanan. Barisan pasukan dari kuningan yang berjalan ke arah barat bertemu dengan pasukan Galuh. Ki Anggarunting. Pupuh ketigapuluh sembilan Durma. Sunan Giri. Menurut kitab Babul. kecuali kelak di akhir zaman. para wali tetap berangkat ke Demak. dan Kyai Limunding. Sanghyag Sutem. Dalem Ciamis. pasukan Galuh segera berangkat menuju Cirebon. PUPUH KETIGAPULUH TUJUH Dangdanggula. Pupuh ini menceritakan persiapan Kerajaan Galuh yang berniat menyerang Keraton Cirebon. 24 bait. Ketika para wali bersiap-siap hendak berangkat ke Demak. dan Sunan Kudus— sering berkumpul untuk membicarakan syareat Rasul. Dalem Ciomas. 17 bait. Ketika hampir tertangkap. usul fikh. antara lain. Namun.mengalahkan Gandasari. Sanghyang Sutem. mereka berjanji tidak akan berkumpul selagi masih di dunia. Celengigel. gandasari berlindung pada Sunan Jati. ia tinggal di Ujungsori. pulau bangau itu bernama pulau Kencana atau pulau Karas atau di bangsal Karangsuwung. ia bertemu dengan seorang kakek-kakek yang mampu memotong rambutnya hanya dengan jari tangan. Jika ke barat. Raden Patah juga pergi ke Cirebon —saat para wali masih berkumpul untuk membangun masjid dan mendiskusikan agama Islam. Pupuh ketigapuluh delapan Asmaranda. 13 bait. Raja Galuh mengumpulkan para ponggawanya. Sanghyang Gempol. Ia pergi ke Cirebon untuk menemui sunan Jati. tak seorangpun yang dapat mengalahkannya hingga datanglah seorang satria dari negeri Syam bernama Pangeran Magelung. kediaman Ratu Emas Gandasari tidak hanya satu. Bersamaan dengan itu. Sunan Bonang. Sementara itu. Dalam perjalanan menuju Cirebon.

salah seorang sakti dari Galuh yang mengendarai kuda terbang. Sunan Jati tidak menyetujuinya. Demikian asyiknya mereka berlaga. PUPUH KEEMPATPULUH DUA Sinom. Ke arah mana pun Sanghyang Gempol pergi dan bersembunyi. ia mendengar suara yang berasal dari sebatang pohon randu yang isinya menyatakan bahwa ia telah dimaafkan oleh kemenakannya dan diminta segera membantu pasukan Cirebon yang sedang terdesak. 10 bait. prajurit sudah tidak ikut bertempur. Ia menyesal karena telah mendahului kehendak kemenakannya. Perang tanding antara Arya Kemuning yang mengendarai kuda Wisnu melawan dipati Kiban yang mengendarai gajah berlangsung seimbang dan lama sekali. pasukan Kuningan terdesak. Mereka hanya disuruh bersorak-sorai memberi semangat kepada para pimpinannya yang sedang melakukan perang tanding. Tetapi. Ki Kuwu Sangkan seperti orang linglung. Ia mendengar suara di angkasa yang menantang Sunan Jati. Pada saat pasukan Cirebon terdesak mundur. 10 bait. Tiba-tiba. Itulah suara Sanghyang Gempol. Kemudian pihak Cirebon menyusun bala bantuan dan segera diberangkatkan ke medan perang d bawah pimpinan Patih Keling. mereka pun lari mengundurkan diri. Dalam pertempuran pertama. dan golok Cabang segera melesat ke udara mengejar Sanghyang Gempol. Munurut Sunan Jati. dan ia pun berangkat ke medan perang. 27 bait. Kuwu Sangkan alias Cakrabuwana memohohon izin kepada Sunan Jati untuk membantu pasukan Kuningan ke medan perang. bareng. Pada waktu itu. Pasukan Galuh yang dipimpin oleh senapati Dipati Kiban yang mengendarai seekor gajah terus melakukan serangan. dua-duanya tercebur ke laut dan lenyap dari pandangan mata. Tak ayal lagi.bertemu dengan Dipasara dan Kyai Limunding dari pihak Galuh. Arya Kemuning maju membantu yang membuat barisan Palimanan berantakan. Dalam pertempuran lanjutan. karena pimpinannya terdesak. Kemudian. PUPUH KEEMPATPULUH SATU Pangkur. Serangan Dipati Kiban ini dihadapi oleh Dalem Kuningan. Barisan pasukan Ciamis pun diterjang oleh kuda tunggang Arya Kemuning yang bernama Wisnu. 18 bait. sepeninggal Kyai Sangkan datanglah Anggasura yang melaporkan keadaan peperangan kepada Sunan Jati hingga hilangnya Arya Kemuning bersama Dalem Kiban. Sunan Jati. Cakrabuwana alias Ki Kuwu Sangkan langsung menuju medan pertempuran. Ki Kuwu Sangkan masih tetap bertafakur di gunung Panawarjati. Tetapi. Ia pun tersesat ke gunung Panawarjati. dorong mendorong hingga ke ujungtuwa di tepi pantai. golok selalu membuntuti. dan akhirnya tafakur disana. keduanya masih tetap bertempur di lautan. PUPUH KEEMPAT PULUH< Asmarandana. Kesaktian para pemimpin pasukan Galuh tak terlawan oleh para panglima pasukan Carbon. umbul-umbul. kedua belah pihak mengundurkan diri dan melapor kepada rajanya masing-masing. PUPUH KEEMPATPULUH TIGA Pangkur. pasukan Cirebon beserta para Manggalayuda terdesak hebat oleh pasukan Galuh. namun belum ada tanda-tanda siapa yang akan kalah. Ki Kuwu Sangkan tetap memaksakan diri. kopiah. Selesai . Melihat senapatinya lenyap. Cakrabuwana teringat akan segala jenis pusakanya seperti badhong. Meskipun sudah berlangsung lama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful