Anda di halaman 1dari 2

STUDI KANDUNGAN BAKTERIOLOGIS AIR SUMUR GALI HUBUNGANNYA DENGAN

KEJADIAN DIARE DI DESA PATTONTONGAN KECAMATAN MANDAI KABUPATEN MAROS

Oleh: Nurjab L. Lakuaja K11104214


Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar 2006

ABSTRAK

Air merupakan bagian dari kehidupaan manusia, hewan maupun tumbuhan. Air juga dapat
merugikan apabila terjadi pencemaran pada air. Pencemaran air dapat terjadi karena adanya
cemaran dari bahan-bahan kimia baik berupa bahan kimia organik dan anorganik sehingga air
yang tercemar dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Untuk mencegah hal tersebut, maka
air yang digunakan haruslah air bersih yang memenuhi syarat-syarat kesehatan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan banteriologis air sumur gali dan
kaitannya dengan kejadian diare pada masyarakat di Desa Pattontongan Kecamatan Mandai
Kabupaten Maros Tahun 2006. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional dengan
pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua sumur gali yang
dipergunakan airnya sebagai air minum di Desa Pattontongan Kecamatan Mandai Kabupaten
Maros. Pengambilan sampel dilakukan dengan secara purposive sampling pada 4 Dusun yang
ada di Desa Pattontongan, sebanyak 15 sumur yang digunakan masyarakat sebagai sumber air
minum.

Hasil penelitian menunjukan bahwa semua sumur tidak memenuhi syarat dari parameter
MPN Coli. Sedangkan penderita diare di daerah penelitian sebanyak 21 orang. Ada hubungan
konstruksi sumur gali, kandungan bakteriologis air sumur gali dengan kejadian diare. Ada
hubungan konstruksi jaga, kandungan bakteriologis air sumur gali, dengan kejadian diare. Ada
hubungan konstruksi SPAL, kandungan bakteriologis air sumur gali dengan kejadian diare. Ada
hubungan jarak sumur dengan sumber pencemar terhadap kandungan bakteriologis air sumur
gali dengan kejadian diare.

Dari penelitian ini disarankan untuk agar memperhatikan pengaturan jarak, perbaikan
kontruksi dan penempatan sumur gali yang memenuhi syarat. Diharapkan agar masyarakat
membuat jamban keluarga. Bagi Dinas Kesehatan hendakanya melakukan penelitian sampel
air sumur gali setiap tahun, untuk memantau kualitas air sebagai tindak lanjut dari pencegahan
dan penanggulangan bakteri tersebut. Perbaikan kualitas air dapat dilaksanakan dengan
pemberian kaporit dengan menggunakan tabung ehlor secara periodik minimal 6 bulan sekali.

Daftar Pustaka : 22 (1990-2006)