Anda di halaman 1dari 12

REKAYASA LINGKUNGAN

OLEH :

Made Roy Rama Sandi


0855011029

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS LAMPUNG 2010

Made Roy Rama Sandi

0855011029

PENCEMARAN RADIOAKTIVITAS LINGKUNGAN

Pencemaran radioaktivitas lingkungan, baik yang melalui udara maupun melalui air, pada akhirnya akan dapat mencemari manusia. Oleh karena itu, masalah pengaturan dan pengwasan radioaktivitas lingkungan perlu dilaksanakan dengan baik.Untuk dapat mengetahui masalah pencemaran radioaktivitas lingkungan, terlebih dahulu harus diketahui kemungkinan sumbersumber pencemaran radioaktivitas lingkungan. Sumber pencemaran lingkungan dapat berasal dari beberapa faktor. 1. Penambangan dan Pengolahan Bahan Nuklir Di dalam penambangan uranium kontaminan yang dapat menyebabkan pencemaran adalah Randon (Rn) termasuk anak turunannya. Di samping itu debu - debu yang mengandung pemancar Alpha yang berumur panjang sering dijumpai dalam tambang uranium. Radioisotop utama yang paling berbahaya adalah Radon dengan anak turunannya yang berumur pendek seperti : Po
218

(RaA)

Po

214

(RaB)

Bi 214 (RaC)

Po 214 (RaC1 )

Radon yang berupa gas inert dengan mudah keluar masuk saluran pernapasan dan hanya sedikit saja yang teringgal di dalam paru - paru. Sedangkan anak turunannya cendrung mudah tertinggal di dalam paru - paru. Beberapa radioisotop pemancar Alpha yang berumur panjang di jumpai di dalam penambangan uranium adalah : U238 U234 Th230 Ra226

Di dalam pengolahan biji uranium (Uranium mills) Radon dan anak turunannya tidak begitu menimbulkan masalah bila dibandingkan dengan masalah debu - debu yang keluar pada saat peleburan biji uranium. Sedangkan pada tempat penimbunan biji uranium, Radon dan anak turunannya masih besar pengaruhnya terhadap kenaikan radioaktivitas lingkungan. Pada penambangan Thorium dalam medan terbuka, kemungkinan untuk menghirup zarah radioaktif tanpa sengaja ke dalam paru - paru lebih kecil bila dibandingkan dengan penambangan uranium yang dilakukan di dalam tanah (gua).Pencemaran radioaktivitas lingkungan pada penambangan Thorium pada umumnya berasal dari Thoron dan debu - debunya selama proses peleburan.

Made Roy Rama Sandi

0855011029

2. Proses Pengkayaan Bahan Bakar Nuklir Pada umumnya dalam proses pengkayaan uranium dengan cara difusi gas, sumber pencemaran radioaktivitas lingkungan berasal dari kebocoran uranium hexafluorida. Apabila keadaan sekililingnya lembab maka akan terjadi asam hidro fluorida yang bersifat korosif dan dapat merusak gelas. Dalam hal ini pencemaran yang lebih besar bahayanya adalah pencemaran kimianya (asam hexafluorida) dari pada pencemaran uraniumnya, karena sifat iritasi asam hexafluoride sangat tinggi. Dalam proses fabrikasi bahan bakar nuklir, seperti rolling, extruding, sumber pencemaran pada umumnya berasal dari bubuk oksida bahan bakar. Pada saat pembakaran metal, bahan uranium dan Plutonium bisa keluar dalam bentuk bubuk oxida maupun debu logam. 3. Operasi Reaktor Nuklir Selama reactor nuklir beroperasi akan terjadi reaksi fisi pada bahan bakarnya dan mengasilkan radioisotop - radioisotop hasil pembelahan yang dapat lepas dari udara. Radioisotop - radioisotop tersebut antara lain : Xenon, Krypton Iodine, dan Bromine. Xenon dan Krypton berbentuk gas sedangkan Iodine dan Bromine berbentuk bahan volatile. Apabila reaktor beroperasi dengan bahan bakar yang cacat (retak), maka selain nuklida hasil belahan yang akan keluar akan ikut keluar pula uranium dan plutonium. Untuk reaktor yang menggunakan air berat sebagai moderatornya maka akan banyak dijumpai Tritium pada udara sekelilingnya. Pada reaktor homogen, yaitu reaktor yang bahan bakar dan bahan moderatornya berada dalam satu larutan, maka bahan hasil fisi tersebut di atas langsung dilepaskan dari bahan bakarnya. Dalam reaktor heterogen, yang pendingin primernya dapat berupa udara, air atau logam cair, maka bahan fisi dapat terlepas kependingin primernya. Reaktor dengan pendingin primer udara, kontaminan utamanya adalah Ar41. Di samping itu, Oksigen, Nitrogen, dan Neon yang ada di udara mungkin dapat menjadi radioaktif akibat teraktivitasi oleh neutron. Dalam operasi normal debu- debu yang telah teraktivitasi dan juga bahan- bahan hasil fisi lainnya akan ditangkap dan dibersihkan seperlunya oleh filter khusus sebelum dihembuskan keluar melalui cerobong. Apabila semua peralatan reaktor nuklir berjalan baik dan semua prosedur kerja ditepati pada saat reaktor nuklir beroperasi, sebenarnya tidak perlu dikwatirkan masalah pencemaran radioaktivitas lingkungan oleh reactor nuklir. 4. Reprocessing Bahan Bakar Pada pelarutan bahan bakar akan dilepaskan gas- gas dan bahan volatile yang radioaktif, terutama : Xe133, Kr85, I131, dan Br82. Dari ke empat radioisotop tersebut yang paling banyak dikelurkan adalah I131. Gas - gas tersebut setelah melalui proses pembersihan seperlunya akan dikeluarkan ke lingkungan melalui cerobong. Seringkali pada proses ini ada radionuklida yang secara khusus harus dipisahkan dari campurannya. Apabila radionuklia yang harus dipisahkan
Made Roy Rama Sandi 0855011029

dalam bentuk volatile maka akan sulit untuk melakukannya. Begitu juga dalam proses pemisahan secara kimia. Pada saat proses pemurnian bahan hasil, maka bahan- bahan pengkayaan mungkin dapat keluar bersama - sama radionuklida deret uranium,seperti Amerecium, melalui ventilasi udara. 5. Pengelolaan Limbah Radioktif Limbah radioaktif dengan aktivitas tinggi yang berasal dari tempat reprocessing ditimbun dalam tangki di bawah tanah. Seringkali digunakan sream jets untuk memindahkan limbah radioaktif tersebut dari satu tangki ke tangki yang lain. Pada saat pemindahan tersebut mungkin terjadi percikan cairan radioaktif dan ini dapat merupakan pencemaran zarah radioaktif ke udara dan ke lingkungan. Apabila hal iniberlangsung dalam waktu cukup lama maka percikan tersebut dapat menjadi tumpukan limbah yang dapat tertiup angin ke tempat yang lebih jauh apabila tumpukan tersebut telah mongering. Proses insenerasi limbah radioaktif dapat juga menimbulkan gas dan radioaktif. Particulate radioaktif mungkin pula terhembus ke udara pada saat dilakukan pembersihan terhadap abunya. 6. Penggunaan Radioisotop Dalam Bidang Kedokteran Pada sat ini pemakain radioisotop di berbagai bidang ilmu pengetahuan sudah sangat meluas. Radioisotop yang digunakan dapat berupa gas, cairan, padatan atau dalambentuk volatile. Beberapa gas radioaktif yang digunakan antara lain : C14 O12, C14 H4, S35O2 , H3, dan gas H32O. Pemakaian serbuk zat radioaktif banyak juga digunakan dan umumnya dikerjakan di dalam lemari asam atau glove boxes.Dalam bidang kedokteran, I131 banyak dipakai untuk terapi thyroid. Xe133 digunakan untuk diagnosis paru- paru atau untuk mempelajari aliran darah. Kedua radioisotop tersebut sangat volatile sehingga ada kemungkinan akan terhembuskan keluar dari tubuh pasien yang aedang menjalani terapi maupun diagnosis dengan kedua radioisotop tersebut. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran radioaktivitas ke udara. 7. Proses Dekontaminasi dan Dekomisioning Fasilitas Nuklir Pada dekomisioning suatu Fasilitas nuklir, kontaminasi udara oleh zat radiaktif dapat berasal dari dekontaminasi, pembersihan dan pembongkaran komponen peralatan. Apabila disertai dengan pembongkaran dinding beton reaktor, maka tingkat pencemaran zat radioaktif akan lebih besar lagi. Radionulida yang keluar pada saat dekomisioning dan dekontaminasi suatu fasilitas nukilir tergantung kepada jenis dan fungsi fasilitas nuklir tesebut. Sebagai contoh, pada saat dekomisioning reaktror daya nuklida - nuklida yang akan keluar : Co60, Ni63, C14, Ni59, dan Fe55 .
Made Roy Rama Sandi

0855011029

Kalau suatu laboratorium riset dikenakan dekomisioning, maka kegiatan yang ada di laboratorium tersebut ikut menentukan jenis radionuklida yang akan menjadi kontaminan lingkungan. Di dalam melakukan dekomisioning dan pembongkaran suatu fasilitas nuklir, masalah pengawasan kontaminasi lingkungan harus dilakukan dengan ketat. Keselamatan para pekerja terhadap bahaya radiasi harus diutamakan. Kemungkinan penyebaran radioaktivitas ke lingkungan sedapat mungkin dapat dihindari. Semua peralatan yang telah terkontaminasi harus dibersihkan dengan cermat, sedangkan barang - barang yang tidak mungkin di dekontaminasi lagiharus digolongkan sebagai limbah radioaktif untuk disimpan atau dikelola lebig lanjut. 8. Percobaan dan Ledakan Bom Atom Ledakan bom atom adalah suatu reaksi pembelahan yang menghasilkan neutron dengan jumlah tak terkendali. Lain halnya dengan reaksi inti yang terjadi pada reaktor dimana jumlah reaktor yang dihasilkan dapat dikendalikan. Pada ledakan bom nuklir selain dihasilkan radioisotop hasil pembelahan dihasilkan juga radiasi gamma, neutron dan panas yang sangat tinggi. Panas yang dihasilkan pada ledakan nuklir ini diperkirakan mencapai beberapa juta derajat celcius, sehingga banyak bahan yang diuapkan. Selain dari pada itu panas yang sangat tinggi juga akan mengubah tekanan udara secara tiba - tiba yang akan menyebabkan terjadinya badai kencang. Suhu yang sangat tinggi tersebut dinamakan bola api yang di dalamnya terkandung leburan bahan - bahan nuklir hasil belahan, dan campuran gas radioaktif. Setelah bola api menjadi dingin, bahan- bahan nuklir yang menguap dan menjadi gas akan membentuk padatan berupa debu - debu radioaktif yang akan jatuh kembali ke bumi. Debu - debu radioaktif ini disebut : jatuhan debu radiaktif atau lebih dikenal dengan istilah fall out. Kekuatan ledakan bom nuklir akan menentukan kapan jatuhan tersebut sampai ke bumi, serta ikut menentukan macam dan jenis jatuhan. Pada saat terjadi ledakan bom nuklir, bahan-bahan radioaktif yang terjadi akan tersebar ke dalam lapisan-lapisan atmosfer bumi. Dalam ledakan tersebut akan dihasilkan antara 30 - 40 radioisotop baru yang masih akan meluruh lagi menjadi unsur-unsur lain yang radioaktif, sehingga jumlah radioisotope hasil ledakan akan mencapai lebih dari 200 unsur. Tinggi sebaran debu radioaktif pada lapisan atmosfer bumi menentukan waktu dan letak jatuhan debu radioaktif tersebut untuk sampai di bumi. Jatuhan debu radioaktif dibagi menjadi : 1. Jatuhan awal yang merupakan jatuhan local. 2. Jatuhan tertunda yang masih dibagi lagi menjadi : a. Jatuhan troposfer b. Jatuhan stratosfer

Made Roy Rama Sandi

0855011029

a . Jatuhan Awal

Jatuhan awal yang merupakan jatuhan lokal terjadi bila ledakan bom nuklir hanya berkekuatan sekitar beberapa ribu kilo ton. Mengingat akan kekuatan bomnya maka tinggi ledakan tidak akan menembus lapisan troposfer. Ketinggian ledakan relative rendah. Ketika ledakan terjadi, bola api yang suhunya mencapai jutaan derajat celcius akan menghisap sejumlah besar tanah, air, dan bahan-bahan lain menjadi uap dan gas. Pada kondensasi bahan-bahan akan turun kembali ke bumi dalam waktu 24 jam. Karena ukuran bahan radioaktif ini relative besar maka turunnya cepat. Pengaruh angina akan membawa jatuhan sampai 45 km dari lokasi ledakan.
b. Jatuhan Troposfer

Ledakan yang dapat mencapai ketinggian lapisan troposfer, berarti ledakannya kuat, sehingga debu-debu radioaktif dapat tersebar ke segala penjuru dunia. Debu radioaktif akan jatuh ke bumi bersama-sama hujan atau salju dalam waktu kurang lebih 1 hari sampai 4 minggu.
c. Jatuhan Stratosfer

Ledakan bom nuklir dengan kekuatan beberapa megaton akan dapat mencapai ketinggian stratosfer. Pada ledakan ini debu radioaktif akan tersebar ke seluruh dunia, akan tetapi sulit diramalkan bagaimana, kapan, dan di mana debu radioaktif tersebut akan jatuh ke bumi. Diperkirakan debu radioaktif akan melayang di lapisan atmosfer selama 5 tahun, dan setelah itu baru jatuh ke bumi. Pada saat dunia sedang dilanda demam percobaan bom atom, yang terjadi di sekitar tahun 1960-an . Ledakan bom atom selain menaikkan cacah latar, juga ikut menaikkan tingkat radioaktivitas lingkungan akibat jatuhnya debu radioaktif ke bumi. Hal ini antara lain dapat dilihat dari kenaikan radioaktivitas yang terdapat pada air laut .

Simpulan Pencemaran lingkungan oleh radioaktif banyak disebabkan oleh beberapa faktor terutama yang paling sering dijumpai adalah oleh nuklir yang belakangan ini banyak dimanfaatkan untuk sumber pembangkit energi yang cukup menjanjikan, apabila kita bijak dalam menggunakannya serta sudah didukung oleh teknologi yang canggih maka penggunaan nuklir pun bisa menggantikan penggunaan sumber energi fosil yang sudah mulai menipis seiring meningkatnya populasi penduduk dunia, sedangkan apabila pemanfaatan nuklir tidak didukung oleh teknologi dan SDM yang ahli dibidangnya maka niscaya pemanfaatan energi nuklir pun justru akan berbalik menjadi bencana yang dapat merusak lingkungan bahkan akan membawa bencana bagi manusia itu sendiri.
Made Roy Rama Sandi

0855011029

LAMPIRAN

Made Roy Rama Sandi

0855011029

Tabel Radionuklida Primordial Nuklida Lambang Umurparo Keterangan

Uranium 235 Uranium 238

235

7,04x108 0,72% dari uranium alam tahun 4,47x109 99,2745% dari uranium alam; tahun pada batuan terdapat 0,5 - 4,7 ppm uranium alam 1,41x1010 Pada batuan terdapat 1,6 - 20 tahun ppm. 1,60x103 Terdapat di batu kapur tahun 3,82 hari Gas mulia

238

Thorium 232 Radium 226 Radon 222 Kalium 40

232

Th

226

Ra

222

Rn

40

1,28x109 Terdapat di tanah tahun

Made Roy Rama Sandi

0855011029

Tabel Radionuklida Kosmogenik Nuklida Lambang Umurparo 5.730 tahun Interaksi


14

Sumber

Karbon 14 Tritium 3 Berilium 7

14

N(n,p)14C

12,3 tahun Interaksi 6Li(n,a)3H

Be

53,28 hari Interaksi sinar kosmik dengan unsur N dan O

Tabel Radionuklida Buatan Manusia Nuklida Lambang Umurparo


3

Sumber

Tritium 3

12,3 tahun

Dihasilkan dari uji-coba senjata nuklir, reaktor nuklir, dan fasilitas olah-ulang bahan bakar nuklir. Produk fisi yang dihasilkan dari uji-coba senjata nuklir, reaktor nuklir. 131I sering digunakan untuk mengobati penyakit yang berkaitan dengan kelenjar thyroid.
Made Roy Rama Sandi

Iodium 131

131

8,04 hari

0855011029

Iodium 129

129

1,57x107 Produk fisi yang dihasilkan dari tahun uji-coba senjata nuklir dan reaktor nuklir. 30,17 tahun Produk fisi yang dihasilkan dari uji-coba senjata nuklir dan reaktor nuklir. Produk fisi yang dihasilkan dari uji-coba senjata nuklir dan reaktor nuklir.

Cesium 137

137

Cs

Stronsium 90

90

Sr

28,78 tahun

Technesium 99m

99m

Tc

6,03 jam Produk peluruhan dari 99Mo, digunakan dalam diagnosis kedokteran. 2,11x105 Produk peluruhan tahun
2,41x104 tahun Dihasilkan akibat
238

Technesium 99
Plutonium 239

99

Tc

99m

Tc.

239

Pu

U ditembaki neutron.

Made Roy Rama Sandi

0855011029

Tabel Radioaktivitas Alamiah yang Terdapat Pada Tubuh Manusia Nuklida Uranium Thorium Kalium 40 Radium Karbon 14 Tritium Polonium Massa Nuklida 90 g 30 g 17 mg 31 pg 95 g 0,06 pg 0,2 pg Asupan Sehari-hari 1.9 g 3 g 0,39 mg 2,3 pg 1,8 g 0,003 pg 0,6 g

Tabel Konsentrasi Uranium, Thorium dan Kalium dalam Bahan Bangunan Uranium (ppm) Granit Batu pasir (sandstone) Semen Batako kapur (limestone concrete) Batako semen (sandstone concrete) Papan Partisi (dry wallboard) 4,7 0,45 Thorium (ppm) 2 1,7 Kalium (ppm) 4 1,4

3,4 2,3

5,1 2,1

0,8 0,3

0,8

2,1

1,3

1,0

0,3

Made Roy Rama Sandi

0855011029

Gypsum Kayu Batu bata tanah liat (clay brick)

13,7 8,2

16,1 10,8

0,02 11,3 2,3

Efek Radiasi Terhadap Manusia

Made Roy Rama Sandi

0855011029