Anda di halaman 1dari 8

GAMPONG KUMBANG TRUENG CAMPLI KECAMATAN GLUMPANG BAROKABUPATEN PIDIE

Nomor Lampiran Perihal : 01/KTB/VII/2012 : 1 (satu) eks : Permohonan bantuan dana untuk budidaya semangka tanpa biji Kumbang Tr. Campli, 16 Juli 2012 Kepada Yth Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pidie diSigli

KELOMPOK TANI BANTEUKA

Bissmillahirrahmanirrahim Assalamualaikum Wr. Wb. Syukur alhamdulillah kami ucapkan kepada pemilik sekalian alam dan segenap isinya, yang telah memberikan kenikmatan iman, islam dan ikhsan sehingga kami dapat menyusun sebuah proposal budidaya tanaman semangkan non biji ini. Tak lupa juga kami persembahkan selawat teriring salam kepangkuan alam Nabi Muhammad SAW yang telah membawa manusia dari alam jahiliyah ke alam islamiah, juga kepada keluarga dan sahabat Beliau sekalian. Pada kesempatan ini, kami ingin menyampaikan proposal budidaya tanaman semangka tanpa biji kepada Bapak dalam rangka meningkatkan peran aktif Kelompok Tani Banteuka Gampong Kumbang Trueng Campli Kecamatan Glumpang Baro Kabupaten Pidie dalam mengembangkan sektor pertanian untuk mensejahterakan para pengurus dan anggota kelompok tani dalam hal perekonomian sehingga kami dapat meningkatkan pendidikan bagi anak-anak kami dalam menggapai asa dan cita-cita luhurnya untuk mewujudkan bangsa yang sejahtera dan bermartabat. Untuk menjalankan kegiatan budidaya tanaman semangka ini, Kelompok Tani Banteuka sangat terbatas dalam hal permodalan awal. Oleh karenanya Kami memohon bantuan dana modal pada Bapak untuk melaksanakan kegiatan tersebut, dengan estimasi sebesar Rp. 149,325,000 (Seratus empat puluh sembilan juta tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah). Sebagai bahan pertimbangan Bapak, turut kami lampirkan: 1. Rekomendasi Camat Glumpang Baro 2. Proposal Demikian permohonan ini kami sampaikan, dengan izin Allah SWT melalui Bapak, bantuan dana tersebut dapat terkabul hendaknya. Atas perhatian dan bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih. Billahi taufiq walhidayah, Wassalamualaikum Wr. Wb. Ketua, Sekretaris,

Syukri Umar Mengetahui: Koordinator BPP Glumpang Baro

M. Isnaini Keuchik Gampong Kumbang Tr. Campli

Tembusan: 1. Camat Glumpang Baro 2. Koordinator BPP Glumpang Baro 3. Keuchik Gampong Kumbang Tr. Campli 4. Pertinggal

Abubakar, A.Md Nip. 19621231 1986 1 097

T. Syamsuddin

GAMPONG KUMBANG TRUENG CAMPLI KECAMATAN GLUMPANG BAROKABUPATEN PIDIE


PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Usahatani budidaya tanaman semangka tanpa biji merupakan salah satu peluang usaha yang sangat prospektif untuk dikembangkan di Kabupaten Pidie. Hal ini dilatar belakangi oleh karakteristik alam yang didominasi oleh areal pertanian yang sangat luas. Semangka merupakan jenis buah-buahan yang cukup akrab bagi masyarakat Indonesia. Buah ini banyak di konsumsi untuk kebutuhan nutrisi harian keluarga hingga disajikan sebagai buah pelengkap pada acara-acara besar seperti pernikahan dan lain-lain. Kandungan airnya yang tinggi di samping kandungan vitamin dan mineralnya menjadikan buah ini banyak digemari oleh masyarakat luas. Tanaman semangka ini tidak memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang rumit. Dengan tingkat konsumsi masyarakat (penyerapan pasar) yang tinggi serta pengembangan yang relatif mudah, usaha budidaya semangka ini memiliki potensi untuk ditekuni sebagai peluang usaha agrobisnis. Pada umumnya, tanaman semangka dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai buah segar, tetapi ada yang memanfaatkan daun dan buah semangka muda untuk bahan sayur-mayur. Di samping daging buah yang di konsumsi, semangka yang dibudidayakan untuk dimanfaatkan bijinya, yang memiliki aroma dan rasa tawar, bijinya diolah menjadi makanan ringan yang disebut kuwaci (sejenis makanan ringan). Kulit semangka juga dibuat asinan/acar seperti buah ketimun atau jenis labu-labuan lainnya. Semangka banyak dibudidayakan di negara-negara seperti Cina, Jepang, India dan negara-negara sekitarnya. Sementara sentra penanaman di Indonesia terdapat di Jawa Tengah (D.I. Yogyakarta, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulonprogo); di Jawa Barat (Indramayu, Karawang); di Jawa Timur ( Banyuwangi, Malang); dan di Lampung, dengan rata-rata produksi 30 ton/ha/tahun. Untuk meningkatkan kualitas produksi serta harga jual semangka sebagai salah satu alternatifnya adalah mengutamakan jenis tanaman semangka yang bernilai ekonomi tinggi ataupun jenis semangka yang banyak di gemari oleh masyarakat luas seperti misalnya semangka tanpa biji, semangka kuning dsb. Dengan demikian usaha budidaya semangka tanpa biji sangat layak dilaksanakan. TUJUAN dan MANFAAT 1. Tujuan Umum Membangkitkan sektor usaha swasta terutama di bidang pertanian khususnya budidaya tanaman semangka tanpa biji. Mengurangi angka pengangguran kalangan pemuda di pedesaan. Meningkatkat sistem budidaya konvensional ke sistem budidaya secara intensif yang lebih baik. Opatimalisasi pemanfaatan lahan tidur yang selama ini terbengkalai dan tidak dimanfaatkan secara optimal. 2. Tujuan Khusus Memperoleh keuntungan bagi anggota Kelompok Tani Banteuka Memafaatkan potensi sumber daya alam secara optimal Membangun Kelompok Tani Banteuka yang berbasis usaha dan berkelanjutan PELAKSANAAN KEGIATAN A. Pembibitan 1. Persyaratan Benih: Pemilihan jenis benih semangka yang disemaikan adalah: Hibrida import, terutama benih jenis Triploid (non biji) yang mempunyai kulit biji yang sangat keras. 2. Penyiapan Benih: Jenis benih Hibrida impor, terutama jenis bibit triploid setelah dipilih disiapkan alat bantu untuk menyayat/merenggangkan sedikit karena tanpa direnggangkan biji tersebut sulit untuk berkecambah.

KELOMPOK TANI BANTEUKA

GAMPONG KUMBANG TRUENG CAMPLI KECAMATAN GLUMPANG BAROKABUPATEN PIDIE


3. Teknik Penyemaian Benih: Perenggangan bibit biji semangka terlebih dahulu supaya untuk mempermudah dalam proses pertumbuhannya; Perendaman biji dalam suatu satuan obat yang diramu dari bahan-bahan: 1 liter air hangat suhu 20-25 derajat C selama 10-30 menit, diangkat dan ditiriskan sampai air tidak mengalir lagi dan bibit siap dikecambahkan. 4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian: Kantong-kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan serupa rumah kaca mini dan untuk salah satu ujungnya terbuka dengan pinggiran yang terbuka. Pemupukan dilakukan lewat daun untuk memacu perkembangan bibit dicampur dengan obat, dilakukan rutin setiap 3 hari sekali. 5. Pemindahan Bibit: Setelah pengecambahan dilakukan penyemaian bibit menggunakan kantong-kantong plastik berukuran: 12 cm x (0,2 - 0,3 )mm. Setelah bibit berumur 12-14 hari dan telah berdaun 2-3 helai, dipindahkan ke areal penanaman yang telah diolah. B. Pengolahan Media Tanam 1. Persiapan: Bila areal bekas kebun, perlu dibersihkan dari tanaman terdahulu yang masih tumbuh. Bila bekas persawahan, dikeringkan dulu beberapa hari sampai tanah itu mudah dicangkul, kemudian diteliti pH tanahnya. 2. Pembukaan Lahan: Lahan yang ditanami dilakukan pembalikan tanah untuk menghancurkan tanah hingga menjadi bongkahan-bongkahan yang merata. 3. Pembentukan Bedengan: Tanaman semangka membutuhkan bedengan supaya air yang terkandung di dalam tanah mudah mengalir keluar melalui saluran drainase yang dibuat. Jumlah bedengan tergantung jumlah baris tanam yang dikehendaki. Lebar bedengan 7-8 meter, tergantung tebal tipis dan tinggi bedengan (tinggi bedengan minimum 20 cm). 4. Pengapuran: Dilakukan dengan pemberian jenis kapur pertanian yang me-ngandung unsur Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) yang bersifat menetralkan keasaman tanah dan menetralkan racun dari ion logam yang terdapat didalam tanah. Dengan kapur Karbonat/kapur dolomit. Penggunaan kapur per 1000 m 2 pada pH tanah 4-5 diperlukan 150-200 kg dolomit , untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH >6 dibutuhkan dolomit sebanyak 50 kg. 5. Pemupukan: Pupuk yang dipakai adalah pupuk organik dan pupuk buatan. Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang berasal dari hewan sapi/kerbau dan dipilih pupuk kandang yang sudah matang. Pupuk kandang berguna untuk membantu memulihkan kondisi tanah yang kurang subur, dengan dosis 2 kg/ bedengan. Caranya, ditaburkan disekeliling baris bedengan secara merata. 6. Lain-lain : Bedengan perlu disiangi, disiram dan dilapisi jerami kering setebal 2-3 cm dan plastik mulsa dengan lebar plastik 110-150 cm agar menghambat penguapan air dan tumbuh tanaman liar. C. Teknik Penanaman 1. Pembuatan Lubang Tanaman: Penanaman bibit semangka pada lahan lapangan, setelah persemaian berumur 14 hari dan telah tumbuh daun 2-3 lembar. Sambil menunggu bibit cukup besar dilakukan pelubangan pada lahan dengan kedalaman 810 cm. Persiapan pelubangan lahan tanaman dilakukan 1 minggu sebelum bibit dipindah ke darat. Berjarak 20-30 cm dari tepi bedengan dengan jarak antara lubang sekitar 80-100 cm/tergantung tebal tipisnya bedengan. 2. Cara Penanaman: Setelah dilakukan pelubangan, areal penanaman disiram secara massal supaya tanah siap menerima penanaman bibit sampai menggenangi areal sekitar tinggi bedengan, dan dibiarkan sampai air meresap. Sebelum batang bibit

KELOMPOK TANI BANTEUKA

GAMPONG KUMBANG TRUENG CAMPLI KECAMATAN GLUMPANG BAROKABUPATEN PIDIE


ditanam dilakukan perendaman, agar mudah pelepasan bibit menggunakan kantong plastik yang ada. D. Pemeliharaan Tanaman 1. Penjarangan dan Penyulaman: Tanaman semangka yang berumur 3-5 hari perlu diperhatikan, apabila tumbuh terlalu lebat/tanaman mati dilakukan penyulaman/diganti dengan bibit baru yang telah disiapkan dari bibit cadangan. Dilakukan penjarangan bila tanaman terlalu lebat dengan memangkas daun dan batang yang tidak diperlukan, karena menghalangi sinar matahari yang membantu perkembangan tanaman. 2. Penyiangan : Tanaman semangka cukup mempunyai dua buah saja, dengan pengaturan cabang primer yang cenderung banyak. Dipelihara 2-3 cabang tanpa memotong ranting sekunder. Perlu penyiangan pada ranting yang tidak berguna, ujung.cabang sekunder dipangkas dan disisakan 2 helai daun. Cabang sekunder yang tumbuh pada ruas yang ada buah ditebang karena mengganggu pertumbuhan buah. Pengaturan cabang utama dan cabang primer agar semua daun pada tiap cabang tidak saling menutupi, sehingga pembagian sinar merata, yang mempengaruhi pertumbuhan baik pohon/buahnya. 3. Pembubunan: Lahan penanaman semangka dilakukan pembubunan tanah agar akar menyerap makanan secara maksimal dan dilakukan setelah beberapa hari penanaman. 4. Perempalan: Dilakukan melalui penyortiran dan pengambilan tunas-tunas muda yang tidak berguna karena mempengaruhi pertumbuhan pohon/buah semangka yang sedang berkembang. Perempelan dilakukan untuk mengurangi tanaman yang terlalu lebat akibat banyak tunas-tunas muda yang kurang bermanfaat. 5. Pemupukan: Pemberian pupuk organik pada saat sebelum tanam tidak akan semuanya terserap, maka dilakukan pemupukan susulan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pada pertumbuhan vegetatif diperlukan pupuk daun (Topsil D), pada fase pembentukan buah dan pemasakan diperlukan pemupukan Topsis B untuk memperbaiki kualitas buah yang dihasilkan. Pemberian pupuk daun dicampur dengan insekstisida dan fungisida yang disemprotkan bersamaan secara rutin. Adapun penyemprotan dilakukan sebagai berikut: 1. Pupuk daun diberikan pada saat 7, 14, 21, 28 dan 35 hari setelah tanam; 2. Pupuk buah diberikan pada saat 45 dan 55 hari setelah tanam; 3. ZA dan NPK (perbandingan 1:1) dilakukan 21 hari setelah tanam sebanyak 300 ml, 25 hari setelah tanam sebanyak 400 ml dan 55 hari setelah tanam sebanyak 400 ml. 6. Pengairan dan Penyiraman: Sistim irigasi yang digunakan sistem Farrow Irrigation: air dialirkan melalui saluran diantara bedengan, frekuensi pemberian air pada musim kemarau 4-6 hari dengan volume pengairan tidak berlebihan. Bila dengan pompa air sumur (diesel air) penyiraman dilakukan dengan bantuan slang plastik yang cukup besar sehingga lebih cepat. Tanaman semangka memerlukan air secara terus menerus dan tidak kekurangan air. 7. Waktu Penyemprotan Pestisida: Selain pupuk daun, insktisida dan fungisida, ada obat lain yaitu ZPZ (zat perangsang tumbuhan); bahan perata dan perekat pupuk makro (Pm) berbentuk cairan. Dosis ZPT: 7,5 cc. Penyemprotan campuran obat dilakukan setelah tanaman berusia >20 hari di lahan. Selanjutnya dilakukan tiap 5 hari sekali hingga umur 70 hari. Penyemprotan dilakukan dengan sprayer untuk areal yang tidak terlalu luas dan menggunakan mesin bertenaga diesel bila luas lahan ribuan hektar. Penyemprotan dilakukan pagi dan sore hari tergantung kebutuhan dan kondisi cuaca. 8. Pemeliharaan Lain: Seleksi calon buah merupakan pekerjaan yang penting untuk memperoleh kualitas yang baik (berat buah cukup besar, terletak antara 1,0-1,5 m

KELOMPOK TANI BANTEUKA

GAMPONG KUMBANG TRUENG CAMPLI KECAMATAN GLUMPANG BAROKABUPATEN PIDIE


dari perakaran tanaman), calon buah yang dekat dengan perakaran berukuran kecil karena umur tanaman relatif muda (ukuran sebesar telur ayam dalam bentuk yang baik dan tidak cacat). Setiap tanaman diperlukan calon buah 1-2 buah, sisanya di pangkas. Setiap calon buah 2 kg sering dibalik guna menghindari warna yang kurang baik akibat ketidak-merataan terkena sinar matahari, sehingga warna kurang menarik dan menurunkan harga jual buah itu sendiri. E. Hama dan Penyakit 1. Hama Hama yang sering dijumpai pada tanaman semangka adalah Hama Thrips, Ulat perusak daun, Tungau, Ulat tanah, Kutu putih dan Lalat buah 2. Penyakit Jenis penyakit pada tanaman semangka yang sering ditemui adalah Layu Fusarium, Bercak daun, Antraknosa, Busuk semai, Busuk buah, Karat daun ASPEK KELEMBAGAAN DAN PERENCANAAN Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan memajukan kelompok, maka Kelompok Tani Banteuka membuat sebuah usaha budidaya semangka tanpa biji yang berkelanjutan. Pendapatan anggota kelompok tani itu diambil dari keuntungan usaha. Pembagian hasil usaha akan dibagi dalam 3 komponen, yaitu: 1) Pengurus dan anggota Kelompok Tani Banteuka memperoleh 75% dari keuntungan usaha. 2) Kas kelompok 25 % dari keuntungan usaha. 3) Kas dana nantinya akan digunakan untuk pengembengan Kelompok Tani Banteuk kedepannya. SUSUNAN PENGURUS DAN ANGGOTA No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Nama Syukri Umar M. Isnaini Sanusi Basuri Safwan Laila Musliadi Yusuf Muslem Jailani Jamaluddin Fauzan Jabatan Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Anggota Alamat Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli Trueng Campli 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Tanda Tangan

KELOMPOK TANI BANTEUKA

GAMPONG KUMBANG TRUENG CAMPLI KECAMATAN GLUMPANG BAROKABUPATEN PIDIE


RENCANA ANGGARAN BIAYA
No. A 1 2 3 4 5 B 1 2 3 4 5 C 1 2 3 4 5 D 1 2 3 E 1 2 3 4 5 6 7 F 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 G 1 2 3 4 5 6 7 H 1 Jenis Item Lahan Sewa lahan per musim Pembuatan bedengan Pupuk kotoran ayam Kapur dolomit Mulsa plastik (@10 kg per gulungan) Persemaian Bibit semangka tanpa biji 1000 gram Bibit cadangan Polibag semai Plastik transparan Tenaga persemaian Kebutuhan pupuk Urea (@250 kg/ha) ZA (@520 kg/ha) SP-36 (@200 kg/ha) KCl (@455 kg/ha) Pupuk susulan NPK (@100 kg/ha) Penanaman Penebaran pupuk dan mulsa plastik Furadan (@10 kg/ha) Pindah tanam Pemeliharaan Pengairan Pengukuran ranting Pemupukan susulan dan penyemprotan Penyerbukan Seleksi buah Pembalikan tanah Pemangkasan ranting Pestisida/Fungisida/ZPT Virtako (@7 botol/ ha, volume 50 cc) Growmore (@ 15 pak/ha, volume 500 gr) Demolish (@15 botol/ha, volume 50 cc) Alika (@15 botol/ha, volume 50 cc) Supermax (ZPT) (@7 botol/ha, volume 1 ltr) Mamigro (@ 5 sachet/ha, volume 2,5 ons) Nutrisi kalsium (@20 kg/ha) Super kalsium (@15 botol/ha, volume 1 ltr) Santamicro 1 Santamicro 2 Peralatan Kerja Mesin Pompa Tank sprayer Selang air Selang pengisap Sepatu boots Cangkul Solar Lain-lain Gubuk jaga Satuan Ha Ha Ton Kg Gulung Pak Pak Kg Meter HKW Kg Kg Kg Kg Kg HKP Kg HKP HKP HKP HKP HKP HKP HKP HKP Botol Pak Botol Botol Botol Buah Kg Botol Kotak Kotak Unit Unit Gulung Meter Pasang Buah Liter Unit Volume 5 5 20 2500 50 50 2 15 100 50 1250 2600 1000 2275 500 50 50 50 25 10 50 30 15 15 30 35 75 75 75 35 75 100 75 5 5 1 5 1 8 20 15 200 1 Harga Satuan (Rp) 2,000,00 0 2,000,00 0 100,000 1,000 250,000 800,000 800,000 20,000 5,000 10,000 2,500 2,000 3,000 7,000 2,500 10,000 7,000 8,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 10,000 98,000 30,000 95,000 55,000 42,000 25,000 20,000 40,000 25,000 25,000 2,500,00 0 500,000 650,000 150,000 100,000 100,000 4,500 1,000,00 0 Jumlah (Rp) 10,000,000 10,000,000 2,000,000 2,500,000 12,500,000 37,000,000 40,000,000 1,600,000 300,000 500,000 500,000 42,900,000 3,125,000 5,200,000 3,000,000 15,925,000 1,250,000 28,500,000 500,000 350,000 400,000 1,250,000 250,000 100,000 500,000 300,000 150,000 150,000 300,000 1,750,000 3,430,000 2,250,000 7,125,000 4,125,000 1,470,000 1,875,000 2,000,000 3,000,000 125,000 125,000 25,525,000 2,500,000 2,500,000 650,000 1,200,000 2,000,000 1,500,000 900,000 11,250,000 1,000,000

KELOMPOK TANI BANTEUKA

GAMPONG KUMBANG TRUENG CAMPLI KECAMATAN GLUMPANG BAROKABUPATEN PIDIE


2 Tenaga jaga kebun Jumlah (A+ B+C+D+E+F+G+H) HKP 15 10,000 Rp. 150,000 1,150,000 149,325,000

KELOMPOK TANI BANTEUKA

PENUTUP Demikian proposal ini kami sampaikan kepada Bapak agar sudi kiranya dapat memberikan bantuan dana budidaya tanaman semangka tanpa biji sebagai wujud meningkatkan partisipasi Kelompok Tani Banteuka dalam meningkatkan produksi tanaman hortikulturan dan tehntunya dapat meningkatkan income bagi keluarga para pengurus dan anggota Kelompok Tani Banteuka Gampong Kumbang Trueng Campli Kecamatan Glumpang Baro Kabupaten Pidie.

Wassalamualaikum Wr. Wb. Ketua, Sekretaris,

Syukri Umar Mengetahui: Koordinator BPP Glumpang Baro

M. Isnaini

Keuchik Gampong Kumbang Tr. Campli

Abubakar, A.Md Nip. 19621231 1986 1 097

T. Syamsuddin

GAMPONG KUMBANG TRUENG CAMPLI KECAMATAN GLUMPANG BARO KECAMATAN GLUMPANG BAROKABUPATEN PIDIE
Jln. Tgk. Syik Di Trueng Campli No. Cot Glumpang, Kode Pos 24183

PEMERINTAH KABUPATEN KELOMPOK TANI BANTEUKAPIDIE

REKOMENDASI
Nomor : 451.41 / 100 / 2012

1. Sehubungan dengan Permohonan Kelompok Tani Banteuka Gampong

Kumbang Trueng Campli Kecamatan Glumpang Baro Kabupaten Pidie Nomor:


01/KTB/VII/2012, Tanggal 16 Juli 2012, Perihal Permohonan Bantuan Dana

untuk Budidaya Tanaman Semangka Tanpa Biji yang dialamatkan kepada Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pidie di Sigli, dan tembusannya turut disampaikan kepada kami. 2. Untuk maksud tersebut dipihak kami tidak menaruh keberatan dan mendukung sepenuhnya sejauh tersedianya dana untuk itu serta tidak bertentangan dengan Peraturan Pemerintah dan Perundang-undangan yang berlaku. 3. Demikianlah Rekomendasi ini diperbuat untuk mendapat pertimbangan seperlunya dan terima kasih.

Cot Glumpang,

Juli 2012

Camat Glumpang Baro,

FARIZAL, AP Pembina/ Nip. 19731231 199412 1 001