Anda di halaman 1dari 1

Gejala Klinis Gambaran klinis dari dacriocystitis kronis dibagai dalam 4 stadium 4: 1.

Stadium dacryocystitis catarhalis kronis Karakteristiknya adalah inflamasi ringan dari sakus lakrimalis yang berhubungan dengan sumbatan NLD. Pada stadium ini symptom yang ada adalah mata berair dan terkadang kemerahan ringan pada canthus dalam.Ketika sakus lakrimalis ditusuk,bisa terjadi regurgitasi cairan yang jernih atau serpihan mucus berfibrin. Pemeriksaan Penunjang : Dacryocystography : sumbatan pada NLD,ukuran sakus lacrimal yang normal dengan mukosa yang sehat. 2. Stadium mucocoele lacrimal Sumbatan kronis mengakibatkan distensi dari sakus lakrimal. Karakteristiknya adalah epifora yang konstan yang berhubungan dengan bengkak pada bawah canthus dalam. Cairan seperti susu atau cairan mukus bergelatin beregurgitasi dari puctum bawah ketika pembengkakan ditekan.Terkadang terjadi penyumbatan pada kedua pintu masuk kanaliculi ke sakus lacrimal dan terlihat pembengkakan yang besar yang tidak tetap dengan tes regurgitasi yang negative.Ini disebut encysted mucocele. Pemeriksaan Penunjang : Dacryocystography : sakus yang melebar dengan sumbatan pada NLD. 3. Stadium dacryocystitis kronis supuratif Karena infeksi pyogenic, cairan mukoid yang dikeluarkan berubah menjadi purulent,merubah mucocele menjadi pyocoele.Kondisi ini karakteristiknya adalah epifora, berhubungan dengan konjungtivitis rekuren dan pembengkakan pada canthus dalam dengan eritema ringan pada kulitnya.Pada regurgitasi, keluar cairan purulent dari punctum bawah. Jika pembukaan dari kanalikuli tersumbat pada saat ini terbentuklah encysted pyocoele. 4. Stadium sakus lakrimal fibrotic kronis Infeksi low grade yang berulang pada jangka waktu yang lama mengakibatkan terbentuknya jaringan fibrosis pada sakus serta mengecilnya sakus karena penebalan mukosa yang sering berhubungan dengan epifora persisten dan discharge. Pemeriksaan penunjang : Dacryocystography : Sakus lacrimalis yang kecil dengan lipatan yang ireguler pada mukosa.