Anda di halaman 1dari 68

Bab IV Pipe Stress Analysis

Pipe Stress Analysis


1
BAB V
PIPE STRESS ANALYSIS
Why ?
Statics
General State of Stress
Tegangan Pada Pipa
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
2
4.1 Introduction
Untuk merancang/modifikasi sistem perpipaan, engineer
harus memahami perilaku sistem dibawah pembebanan dan
juga persyaratan Code yang harus dipenuhi
Parameter fisik yang dapat digunakan untuk quantifikasi
perilaku suatu mechanical system antara lain : percepatan,
kecepatan, temperatur, gaya dalam & momen, stress, strain,
perpindahan, reaksi tumpuan, dll
Nilai batas yang diijinkan untuk setiap parameter ditetapkan
untuk mencegah kegagalan system
Code: piping design requirement : pipe stress analysis
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
3
Untuk menjaga tegangan di dalam pipa dan fitings tetap
dalam range yang diijinkan Code
Untuk menjaga nozzle loadings dalam range yang diijinkan
manufacturers recognized standard (NEMA, API610, API617,
dll)
Untuk menjaga tegangan bejana tekan pada piping
connection dalam range ASME section VIII allowable level
Untuk menghitung design load yang diperlukan untuk
menentukan support dan restraints
Untuk menentukan perpindahan pipa interference checks
Untuk mengatasi problem getaran pada sistem perpipaan
Untuk membantu optimasi design sistem perpipaan
Why do we perform stress analysis ??
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
4
Typical pipe stress documentation
Data masukan :
dimensi dan jenis material
parameter operasi : temperatur, tekanan, fluida
parameter beban : berat isolasi, perpindahan, angin, gempa, dll
Code yang digunakan
Pemodelan : Node, elemen, tumpuan
Aturan penempatan node:
definisi geometri : system start, interseksi, perubahan arah, end
perubahan parameter operasi : perubahan temp, tekanan, isolasi
definisi parameter kekakuan elemen : perubahan ukuran pipa,
expansion joint, valve
posisi kondisi batas : restrain, anchor
massa terkonsentrasi : refinement dynamic model
aplikasi pembebanan : aplikasi gaya, berat isolasi, gempa, snow, dll
pengambilan informasi dari hasil analisis : gaya dalam, stress,
displacement, reaksi tumpuan, dll
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
5
4.2 Statics Review
Gaya & Momen
Force is a vector quantity with the direction and
magnitude of the push (compression), pull (tension),
or shear effects.
Moment is a vector quantity with the direction and
magnitude of twisting and bending effects
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
6
Kesetimbangan
Sebuah benda dikatakan dalam keadaan setimbang jika
resultan dari gaya-gaya dan momen yang bekerja pada
benda tersebut adalah nol
0 M 0 F 0 F 0 F
z y x
= E = E = E = E
Diagram benda bebas
Diagram benda bebas adalah suatu keadaan dimana sebuah
benda atau kombinasi dari beberapa benda digambarkan
menjadi sebuah benda tunggal yang diisolasi dari benda-
benda sekitarnya. Benda-benda yang berinterakasi dengan
benda yang diisolasikan tersebut dihilangkan dan digantikan
dengan gaya atau momen
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
7
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
8
Reaksi tumpuan
Reaksi pada
tumpuan
tergantung pada
jenis tumpuan
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
9
Gaya-gaya dalam dan momen lentur
Gaya-gaya dalam dan momen di dalam
benda/struktur dapat dicari dengan membuat
potongan semu pada posisi yang diinginkan
kesetimbangan
Komponen gaya-gaya dalam :
1. Gaya aksial, F
xx
cenderung menimbulkan
perpanjangan atau
perpendekan
2. Gaya geser, F
xy
, F
xz
- cenderung
menimbulkan geseran
antara bagian satu
dengan yang lain
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
10
3. Momen puntir, M
xx
, - cenderung menimbulkan puntiran (twist)
terhadap sumbu longitudinal
4. Momen bending, M
xy
, M
xz
cenderung menimbulkan
bend/lentur
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
11
Contoh Soal
Silinder hidrolik memberikan tekanan sebesar P pada titik B,
tentukanlah diagram gaya-gaya dalam elemen BCD.
Diketahui P = 900 lb, A
DF
= 0,125 in
2

Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
12
Momen dalam sistem
perpipaan - Bend
M
i
= momen in-plane
M
o
= momen out-plane
M
t
= momen torsi
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
13
Momen dalam sistem perpipaan - percabangan
M
i
= momen in-plane
M
o
= momen out-plane
M
t
= momen torsi
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
14
4.3 Stress Review
4.3.1 Stress State pada suatu titik
Jika sebuah benda tiga dimensi mendapat beban, maka perlu dicari
intensitas gaya pada setiap titik di dalam benda.
Buat potongan khayal yang melalui titik 0 dengan vektor normal .
Penampang dibagi menjadi beberapa elemen kecil AA.
Setiap elemen kecil penampang terdapat gaya dalam AF.

Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
15
Definisi stress vector :


Stress vector ini adalah intensitas gaya pada
seluruh penampang dan arahnya tidak harus sama
antara satu dengan yang lain.

A
F
lim T
0 A
A
A
=
A
Resultan gaya pada penampang Stress vector
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
16
Dengan mendefinisikan sistem koordinat kartesian,
sumbu x sejajar n dan sumbu y, z pada bidang, maka
komponen stress vector T adalah
k j i T
xz xy x
t + t + o =
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
17
(
(
(

o t t
t o t
t t o
= o
z zy zx
yz y yx
xz xy x
ij
Dengan membuat potongan imaginer tegak lurus
terhadap sumbu y dan juga sumbu z, maka akan
didapatkan elemen tegangan sebagai berikut.
Elemen tegangan 3D
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
18
4.3.2 Tegangan Bidang (Plane Stress)
Plane stress adalah kondisi tegangan dalam bidang (2
dimensi), semua tegangan tegak lurus bidang berharga
nol. (o
z
= t
xz
= t
yz
= 0), sehingga komponen tegangan
plane stress adalah:
(

o t
t o
= o
y yx
xy x
ij
Elemen tegangan 2D
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
19
4.3.3 Tegangan akibat beban aksial
Prismatik bar dengan panjang L
1
dan luas penampang A
1

mendapat beban normal P
Material bersifat elastis linear
Asumsi berat bar sangat kecil
dibandingkan beban P
Bar akan mengalami
pertambahan panjang atau
deformasi o
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
20
Modulus Young (modulus elastisitas) adalah slope dari kurva P/A vs o/L
Hubungan linear:
L
E
A
P o
=
AE
PL
= o
Tegangan normal didefinisikan sebagai perbandingan antara beban
aksial terhadap luas penampangnya
A
P
= o
(+) = tarik
(-) = tekan
Regangan normal dedefinisikan sebagai perbandingan antara
pertambahan panjang (deformasi) terhadap panjang semula bar
L
o
= c
Hubungan tegangan-regangan:
E c = o Hookess Law
Pada saat bar bertambah panjang dalam arah longitudinal, juga
akan mengalami kontraksi dalam arah melintang
al longitudin regangan
melintang regangan
= v
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
21
Perubahan panjang atau deformasi yang terjadi Regangan
normal yang terjadi:
A B
u - u = o
o > 0 = ekstensi
o < 0 = kontraksi
Hubungan regangan - perpindahan
L
u u
L
A B

=
o
= c
Hubungan gaya dan perpindahan
AE
FL
) u u (
A B
= = o
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
22
Prosedur Analisis :
1. Statika
Diagram benda bebas
Keseimbangan
Reaksi-reaksi tumpuan
Gaya-gaya dalam batang
2. Tegangan
3. Hubungan gaya-deformasi (Hukum Hookes)
4. Hubungan deformasi-perpindahan
Struktur statis tak tentu :
Ketiga tahap, yaitu keseimbangan, hubungan gaya-deformasi, geometri
deformasi harus dilakukan secara bersamaan untuk mendapatkan
reaksi tumpuan dan gaya-gaya dalam
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
23
Contoh Soal
Silinder hidrolik memberikan tekanan sebesar P pada titik B. Jika
lengan BCD adalah benda kaku, tentukanlah tegangan normal
dan regangan normal bar DF.
Diketahui E
DF
= 30 x 10
6
psi, P = 900 lb, A
DF
= 0,125 in
2

pin
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
24
Pengaruh Temperatur
Perubahan temperatur akan mengakibatkan perubahan panjang
pada bar dengan ujung bebas
Thermal strain

T
T
A o = c
o = koefisien ekspansi thermal
AT = perubahan temperatur
Koefisien ekspansi thermal
beberapa jenis logam
Jenis material 10
-6
/
0
F 10
-6
/
0
C
Aluminium 12 23
Bronze 10 19
Copper 9.5 17
Structural steel 6.5 12
Tungsten 2.4 4.5
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
25
Perubahan panjang

o T
L . T . .L T A o = c = o
Hukum Hooke yang melibatkan efek temperatur
T .
E
A o +
o
= c
Tegangan akibat beban dan temperatur
T . E . - E. A o c = o
( ) T . . A . E u u
L
A . E
F
A B
A o =
Hubungan gaya perpindahan
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
26
Contoh Soal
Dua buah pipa dengan diameter nominal 3 in pada potongan AB
dan 2 in pada potongan BC disambung pada titik B dan dijepit di
antara 2 dinding seperti pada gambar. Tentukan tegangan di
masing-masing pipa dan perpindahan titik B akibat peningkatan
temperatur AT = 100
o
F. Jika E = 30.000ksi dan o = 6,5 x 10
-6

/
o
F, A
AB
= 2,23 in
2
dan A
BC
= 1,07 in
2
.
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
27
Solusi
1) Statika
Dari diagram benda bebas
F
AB
= R
F
AB
= F
BC

F
BC
= R
2) Hubungan gaya perpindahan
Untuk pipa AB Untuk pipa BC
T EA EA F
EA
F
AB AB AB AB
AB
AB
AB
A o e =
= e
T EA EA F
EA
F
BC BC BC BC
BC
BC
BC
A o e =
= e
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
28
3) Geometri
Perpindahan pada titik A, B dan C ditunjukkan pada gambar
dengan kondisi batas u
A
= u
C
= 0
AB
B
AB
A B
AB
L
u
L
u u
=

= e
BC
B
BC
B C
BC
L
u
L
u u
=

= e
T EA
L
u
EA T EA
L
u
EA
BC
BC
B
BC AB
AB
B
AB
A o = A o
BC AB
F F =
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
29
kemudian dapat dicari U
B

( )
inch
3
B
6
B
BC AB
BC
BC
AB
AB
B
10 x 08 , 7 u
16 , 1 x 100 x 10 x 5 , 6
24
07 , 1
36
23 , 2
u
A A T
L
A
L
A
u

=
=
|
.
|

\
|
+
A o =
|
|
.
|

\
|
+
4) Tegangan
Tentukan R = F
BC

R = -30,33 kips
Sehingga tegangan-tegangan yang terjadi
ksi
ksi
3 , 28
A
R
6 , 13
A
R
BC
BC
AB
AB
= = o
= = o
keduanya adalah tegangan tekan
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
30
4.4.3 Tegangan akibat beban puntir (torsi)
Sebuah benda linear elastis yang mendapat beban torsi akan
mengalami deformasi sudut atau twist
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
31
Diagram benda bebas elemen Ax
Sudut twist : tan = CC/Ax
untuk yang kecil tan ~
CC = rA|
Untuk Ax 0 :
x
r
A
| A
=
u =
|
= r
dx
rd
u = laju perubahan sudut rotasi (twist)
= regangan geser
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
32
Hubungan tegangan-regangan geser
= t . G
G = modulus geser
Tegangan geser pada jarak r
dari sumbu poros
dx
d
Gr
|
= t
Keseimbangan pada penampang
T dA r
A
= t
} T dA r
dx
d
G
A
2
=
|
}
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
33
Definisi : Momen inersia polar
32
) d D (
J
4 4
t
=
}
=
A
2
dA r J
32
d
J
4
t
=
pipa
poros bulat
Jadi deformasi sudut (twist)
akibat beban torsi adalah
dx
GJ
T
d = |
distribusi tegangan geser
pada penampang
J
Tr
= t
Hubungan Torsi - twist
} }
= |
|
|
B
x
A
x
B
A
dx
GJ
T
d
( )
A B
L
GJ
T | | =
A constant
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
34
Analogi
beban
aksial -
torsi
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
35
Contoh Soal
Sebuah poros baja AB dengan panjang 1.5 m mendapat beban
momen puntir T = 1100 N.m pada titik B seperti ditunjukkan
pada gambar. Jika diameter poros 50 mm, tentukanlah
tegangan geser maksimum dan sudut puntiran pada potongan
B. Ujung A dijepit pada dinding dan G = 80 Gpa, abaikan berat
porosnya sendiri.
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
36
Solusi
1) Statika : DBB
Dari diagram
benda bebas
diketahui bahwa
akibat T pada A,
maka reaksi
momen puntir
pada batang
sepanjang sumbu
x sama dengan
T
Gambar
3.12
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
37
( )
4 7
4
3 4
m 10 x 136 , 6
32
10 x 50
32
d
J

=
t
=
t
=
( )( )
( )( )
rad 10 x 36 , 3
m 10 x 136 , 6 m / N 10 x 80
m 5 , 1 m . N 1100
2
4 7 2 9
B

= = |
o
B
93 , 1 = |
2) Tegangan geser maksimumpada poros terjadi pada
permukaan luar di jari-jari a = d/
( )( )
MPa 8 , 44
m 10 x 136 , 6
m . N 1100 m 10 x 25
J
T
2
d
4 7
3
max
= =
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
= t

2) Hubungan gaya-deformasi
Karena poros dijepit, maka |
A
= 0,
sedangkan sudut puntir yang
terjadi pada B adalah
GJ
TL
B
= |
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
38
4.4.4 Tegangan akibat beban bending
Geometri dan deformasi
Regangan normal

=
u
= c
y
ds
d
y
x
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
39
Tegangan normal dan keseimbangan
Untuk mendapatkan distribusi tegangan perlu digunakan
hubungan gaya-deformasi. Hukum Hooke:

= c = o
y
E . E
x x
2D
Keseimbangan pada penampang:
0 dA F
A
x x
= o =
}
M dA y M
A
x z
= o =
}

0 dA z M
A
x y
= o =
}

Bab IV Pipe Stress Analysis


Pipe Stress Analysis
40
Tegangan dan regangan akibat bending
z
x
EI
My y
=

= c
z
x
I
My
= o
}
= dA y I
2
z
dengan
Darri keseimbangan dan deformasi
} }
=

= o 0 ydA
E
dA y
A
x
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
41
Contoh Soal
Sebuah beam penampang segiempat dari kayu dengan panjang
L = 12 ft menerima beban P = 1000 lb pada titik tengahnya
seperti ditunjukkan pada gambar. Tentukanlah tegangan tarik
dan tekan maksimum karena lentur pada beam. Diketahui b = h
= 6 in. Abaikan berat beam sendiri.
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
42
Solusi
1) DBB & gaya-gaya dalam
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
43
Karakteristik kelakuan
material elastis linear
akibat beban geser
Tegangan geser
A
F
= t
= t G.
( ) v +
=
1 2
E
G
G = modulus geser
4.4.5 Tegangan akibat beban geser
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
44
Tegangan geser pada beam
Tegangan geser pada posisi y = y
1

( ) ( )
z
1
yx
bI
y Q x V
= t
}
=
1
A
ydA Q
First moment
of Inersia
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
45
Secara umum tegangan pada pipa dapat dibagi menjadi
dua : tegangan normal dan tegangan geser
Tegangan normal
1. Tegangan arah longitudinal longitudinal stress
2. Tegangan arah tangensial hoop stress
3. Tegangan arah radial radial stress
Tegangan geser
1. Tegangan akibat gaya geser shear stress
2. Tegangan akibat momen puntir torsional stress

4.5 Tegangan pada pipa
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
46
4.5.1 Longitudinal Stress
Tegangan yang bekerja dalam arah axial yang sejajar
dengan sumbu pipa
Akibat gaya dalam F
AX

m
AX
L
A
F
= o
o
L
= longitudinal stress
A
m
= luas penampang pipa
= t(d
o
2
d
i
2
)/4
= t d
m
t
d
0
= diameter luar
d
i
= diameter dalam
d
m
= diameter rata-rata
F
AX

Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
47
Contoh Soal
Sebuah pipa memiliki diameter luar sebesar 5 in dan ketebalan
0.375 in. Pipa tersebut diberi beban F = 200 lb pada salah satu
ujungnya, sedangkan ujung lainnya dijepit. Tentukan besar
tegangan yang terjadi pada pipa tersebut !
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
48
Contoh Soal
Sebuah pipa memiliki dua buah segmen dan mendapat beban
aksial sebesar F
C
= 1500 lb dan F
B
= 600 lb. Pipa tersebut
memiliki diameter luar sebesar 8.625 in dan tebal 0.5 in.
Tentukan tegangan yang terjadi pada tiap segmen !
F= 1500 lb
24 in 16 in
F= 600 lb
F= 1500 lb RA = 900 lb
A
RA = 900 lb
RA = 900 lb
FAB = 900 lb
FBC = 1500 lb
F= 600 lb
X (in)
24
F (lb)
900
0
40
1500
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
49
Longitudinal stress akibat internal pressure
m
i
L
A
PA
= o
P = design pressure
A
i
= luas penampang dalam
= t d
i
2
/4
Penyederhanaan
t d 4
Pd
) d d (
Pd
m
2
i
2
i
2
0
2
i
L
=

= o
t 4
Pd
0
L
= o
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
50
Longitudinal stress akibat momen bending
Tegangan bervariasi linier pada penampang, proporsional
thd jarak ke neutral axis
I
c M
B
LB
= o
M
B
= momen bending
c = jarak p.o.i ke sumbu netral
I = momen inersia penampang
= t(d
o
4
d
i
4
)/64
Tegangan maksimumdinding luar
Z
M
I
R M
B 0 B
max
LB
= = o
Z = section modulus
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
51
Z
M
t 4
Pd
A
F
B 0
m
AX
L
+ + = o
Total longitudinal stress
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
52
Contoh Soal
Sebuah pipa diberi beban F = 200 lb pada salah satu ujungnya,
sementara ujung yang lainnya dijepit. Pipa tersebut memiliki
diameter luar sebesar 8.625 in dan ketebalan 0.5 in. Tentukan
tegangan yang terjadi pada pipa !
F= 200 lb
40 in
A
B
F= 200 lb
A
B
MA
RAy
RAx = 0
X (in)
M (lb.in)
1
2
3
4
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
53
Contoh Soal
Sebuah pipa baja diberi tumpuan pada kedua ujungnya dan
mendapat beban F = 200 lb pada bagian tengahnya. Pipa
tersebut memiliki diameter luar sebesar 8.625 in dan ketebalan
0.5 in. Tentukan besar tegangan yang terjadi pada pipa !
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
54
4.5.2 Hoop Stress
Tegangan yang bekerja dalam arah tangensial
Besarnya bervariasi terhadap tebal dinding pipa
Lames equation
Penyederhanaan Thin walled cylinder
) r r (
r
r r
r P
2
i
2
o
2
2
o
2
i
2
i
SH

|
|
.
|

\
|
+
= o
r = radius p.o.i
t 2
Pd
tL 2
L Pd
i i
H
= = o
t 2
Pd
0
H
= o
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
55
Contoh Soal
Pada sebuah pipa bekerja tekanan internal sebesar 130 psi.
Pipa tersebut memiliki diameter luar sebesar 8.625 in dan
ketebalan 0.5 in. Tentukan besar tegangan yang terjadi pada
dinding pipa!
Diameter dalam pipa :
D
i
= D
o
2t = 8.625 2(0.5)
= 7.625 in
t
ot
ol
PIPA
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
56
4.5.3 Radial Stress
Tegangan yang bekerja dalam arah radial pipa
Besarnya bervariasi dari permukaan dalam ke
permukaan luar
) r r (
r
r r
r P
2
i
2
o
2
2
o
2
i
2
i
R

|
|
.
|

\
|

= o
Internal pressure o
max
pada permukaan dalam, dan o
min

pada permukaan luar opposite bending stress
Magnitude biasanya kecil sering diabaikan (traditionaly)
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
57
4.5.4 Shear Stress
Bekerja dalam arah penampang pipa
Akibat gaya geser :
m
max
A
VQ
= t
V = gaya geser
A
m
= luas penampang
Q = Shear form factor (1.33 for solid circular section)
Maksimum pada sumbu netral & minimum pada jarak
maks dari sumbu netral opposite bending stress
Magnitude relatif kecil diabaikan (traditionaly)
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
58
Shear stress akibat momen puntir
R
c M
T
= t
M
T
= momen puntir
c = jarak dari titik pusat
R = Torsional resistance
= t(d
o
4
d
i
4
)/32
Tegangan maksimum terjadi pada dinding luar :
Z 2
M
T
max
= t
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
59
Contoh Soal
Sebuah pipa mendapat momen puntir T = 1000 lb.in pada salah
satu ujungnya, sedangkan ujung yang lainnya dijepit. Pipa
tersebut memiliki diameter luar sebesar 8.625 in dan ketebalan
0.5 in. Tentukan besar tegangan yang terjadi !
DBB
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
60
Contoh Soal
Sebuah pipa memiliki dua buah segmen dan mendapat momen
puntir sebesar T
B
= 800 lb.in dan T
C
= 1500 lb.in. Pipa tersebut
memiliki diameter luar sebesar 8.625 in dan ketebalan 0.5 in.
Tentukan tegangan yang terjadi pada tiap segmen pipa !
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
61
Dalam perhitungan kekuatan, kita sering harus mengetahui tegangan
normal maksimum yang terjadi.
Tegangan normal maksimum dan minimum pada suatu elemen
tegangan disebut principal stress atau tegangan utama
Dapat diturunkan bahwa tegangan-tegangan utama pada elemen 3
dimensi adalah akar dari persamaan:
0 I I I
3
1
p 2
2
p 1
3
p
= o + o o
z yz xz
yz y xy
xz xy x
3
2
yz
2
xz
2
xy z y z x y x 2
z y x 1
I
I
I
o t t
t o t
t t o
=
t t t o o + o o + o o =
o + o + o =
4.6 Principal stresses (Tegangan-tegangan utama)
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
62
Principal stresses 2 Dimensi
2
xy
2
y x y x
2 , 1
2 2
t +
|
|
.
|

\
|
o o

o + o
= o
|
|
.
|

\
|
o + o
t
= u

y x
xy
1
p
2
tan
2
1
arah
Tegangan geser maksimum 2 Dimensi
2
xy
2
y x
max
2
t +
|
|
.
|

\
|
o o
= t
|
|
.
|

\
|
t
o o
= u

xy
y x
1
s
2
tan
2
1
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
63
Kondisi tegangan pada suatu elemen tegangan dapat
direpresentasikan secara geometris dengan lingkaran Mohr
Lingkaran Mohr untuk elemen 2 dimensi :
4.7 Lingkaran Mohr
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
64
Lingkaran Mohr 3 Dimensi
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
65
Piping auxiliaries Bends (elbow, mitter, dll), branch connection
(welding tee, fabricated tee, dll) memiliki :
1. karakteristik flesibilitas (h)
2. Flexibility factor (k)
3. Stress intensification factors (SIF)
4.8 Stress Intensification Factors
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
66
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
67
Bab IV Pipe Stress Analysis
Pipe Stress Analysis
68
END OF CHAPTER V