P. 1
Proposal

Proposal

|Views: 163|Likes:
Teman-teman berikut adalah Proposal Gerakan 1000 Buku 2013.
Teman-teman berikut adalah Proposal Gerakan 1000 Buku 2013.

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Komunitas Anak Muda Untuk Rote Ndao on Aug 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

03/16/2014

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

1

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

2

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

APRESIASI UNTUK GERAKAN 1000 BUKU

-

Anis Baswedan, Rektor Paramadina, Ketua Indonesia Mengajar

Kami tertarik untuk membantu komunitas anda dengan mengirimkan buku melalui program berbagi buku Kick Andy Foundation - Kick Andy Foundation Gerakan positif yang digagas oleh anak muda Rote saya siap menyumbangkan buku – buku dari perpustakaan pribadi saya - Ibrahim Agustinus Meda, Ketua DPRD NTT Mantap, saya siap dukung....! Tinggal tentukan jenis buku apa saja yang dibutuhkan, serta gimana pengorganisasian atau pengelolaannya. Salam sukses... - Semuel S Lusi, Penulis buku The Real You Is The Real Success Selamat kawan-kawan pegiat taman bacaan Sari Sandu. Bangga rasanya membaca berita ini. Kompas,edisi cetak, 15-12-12. Semoga kita tak pernah lelah bekerja di ladang Tuhan lewat pendidikan. Banggak bisa mngenal kakak kakak semua. - Marcella Chandra Wijayanti, Pengajar Muda Indonesia Mengajar Angkatan

ke - dua

Saya sangat bangga dengan forum ini. semoga generasi ini tidak hanya sekedar berhenti di Rotte saja namun bisa terus merambah wilayah lain di NTT mengingat struktur geografis di daerah kita yang masih membuat sebagian besar wilayah terpencil yang belum tersentuh. Ayo pemuda mari kita terus maju bersama tidak hanya mengatasnamakan suku tapi kita bisa berbuat sesuatu untuk NTT bersama2, tidak perlu tugu/monumen untuk mengukir jasa yg kamu buat tapi butuh ketulusan untuk berbagi, maju terus dan jangan berhenti karena mereka membutuhkan kalian. - Maya W. Tharamatha

3

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

Terima kasih untuk anak-anak muda Rote Ndao yang sudah menciptakan gerakan ini. Semoga gerakan ini bisa menjadi inspirasi buat anak-anak muda di daerah lainnya, untuk mencerdaskan, memajukan generasi-generasi yang akan datang, dan semuanya itu selalu dimulai dengan hal-hal yang kecil..... Maju terus GERAKAN SERIBU BUKU UNTUK ROTE NDAO.... - Yanti Lengo Kita semua "dipanggil" untuk melakukan yg terbaik buat sesama, namun terkadang kita mengacuhkannya. Gerakan 1000 Buku untuk Rote Ndao adalah salah panggilan tersebut. SALUT, Keep on going !!! - Petson C. Hangge Guys, you rock! I'd like so much to give a hand when I am back home by the next 2 years. Keep on the fire burning, brothers and sisters! ;D - D Julianc Mandala syalom.. thanx buaat gerakan seribu buku untuk rote ndao yg sdah mmbgikan seribu buku inspirasi untuk prubahan masa dpan rote ndao. . .GBU - Yoga Dethan Mudahan-mudahan gerakan ini membangkitkan habitus membaca... - Arky Manek Tak ada kt terlambat tuk melakukan hal baik. Give ur best for next generations!! - Yanri Tauho Mantap..!! saya sangat setuju dan mendukung kegiatan yg bermanfaat sperti ini.. Asalkan jangan di politisasi oleh orang2 yg hax ingin mencari Uang,jabatan,popularitas,untuk kepentingan pribadix...semoga success - Lexy Alexander jangan buat ini sebagai politik...!!! tapi buat lah ini dengan hati nurani untuk membangun Rote Ndao yg mempunyai calon2 pemimpin yg cerdas n jujur,yang bisa memimpin bangsa Indonesia menuju bangsa yg bersih dari KORUPSI. - Joyce Manafe

4

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

Entah kata apa yang bisa beta sampaikan kepada teman2 dibalik gerekan 1000 buku rote ndao selain aprisiasi yang ektra vagansa. Di tengah banyak anak muda yang memanfaatkan media ini utk membangun komunitas yang utopis dengan hanya bisa mengatakan ini salah dan itu salah tanpa memberi diri utk melakukan mana yang benar. Teman2 melangkah maju 1 step utk melakukan tindak nyata dengan gerakan ini, orang bijak berkata : perbuatan merupakan belati yang lebih tajam dari kata kata sepedis apaun. Gerakan ini menghujam permenungan saya, bahwa yang dibutuhkan oleh Rote Ndao untuk berubah adalah bukan dengan kritikan, cercaan, hinaan, tapi dengan sebuah langkah nyata, sekecil apapun yang keluar dari hati atas dasar kepedulian yang tulus bagi daerah ini, maka samar perubahan telah nampak di ujung harap, dan teman teman telah melakukanya. Maka tiada kata lain selain dukungan 100%. B langsung sa, b ada punya buku 5 saat ini, b langsung kasih ke salah satu dari kawan2... - Yanto Amalo Good Idea! Gerakan mencerdaskan Rote Ndao... Salut! - Sherley Lapudooh Siap dukung inovasi baik tman FB. - David Tungga Trims , menambahkan saya ke group ini. Seribu Buku Untuk Rote Ndao , Tentunya Bukan Hanya sekali Saja lalu ..... tunggu Pergantian pimpinan daerah , baru Program seribu buku ada lagi Khan ? - Rolland Ndoloe SALUTE, kiranya TUHAN Memberkati semua saudara - 2 yg sudah mlakukan pekerjaan baik,apapun bentuknya bagi kampung halaman kita smua. MALOLE &Sungguh terpuji.GBU,sodamolek - Willas Littik Saya berharap grup ini,,sebagai jalan untuk berjuang bersama mengumpulkan para donasi,,,yg punya kepedulian pada anak2 kita di rote,,ndao....'''bukan sebagai ajang,,,,saling menyerang,dan menyudutkan semua anggotanya,,,,THANKS

5

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

-

Bruce King Nitte

Ini langkah prtma yg hebat,,sbgai putra TUA NASU saya bhkan tdk prn memikirkan ini sblumnya,,Rote Ndao memiliki aset bangsa yg hebat dan era kompetitif ini akn trus brjlan. 100 Persen Suport from me - Jacob Jasen Mooy Rote memerlukan tulang2 keberanian yang penuh pngabdian tanpa pamrih. . - Siti Aysha Beta dukung kegiatan ini. karena beta ju kepingin lihat Rote Ndao berkembang seperti kabupaten yang lain..apa lagi buat generasi - 2 penerus Rote Ndao agar wawasan dan pemikirannya bisa lebih berpikir secara Global dengan menguasai bahasa inggris. Yang penting di sela2 kesibukan kita masing2 kita masih bisa meluangkan waktu utk memperhatikan org lain..Dan bwt semua yang tergerak hatix bisa berpartisipasi secara aktif..(just,talk less and do more)that's the key. - Peter Mandala Good job..i like it........... - Dedy Messakh Wow..ADorabLe @_@ - Ellen Patola awesome..... - Chywh-ll Manafe

6

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

PRAKATA Kami sadar akan konsekuensi logis dari sebuah kalimat sederhana “demi pengembangan SDM Rote Ndao”. Karena dibalik pernyataan itu terdapat segudang permasalahan pelik yang melingkupinya dan hanya untuk sebuah kemajuan kecil dibutuhkan sekian banyak aspek kompleks yang mempengaruhi. Manakala kami mengatakan Gerakan 1000 buku untuk Rote Ndao merupakan upaya yang didedikasikan “demi pengembangan SDM Rote Ndao” tidak bepretensi untuk menyelesaikan segala permasalahan pelik yang melingkupi atau menyentuh seluruh aspek demi kemajuan – kemajuan yang instan, namun Gerakan ini merupakan secuil dari pekerjaan besar seluruh entitas negeri ini untuk menggenapi janji kemerdekaan para pendiri bangsa, “ mencerdaskan kehidupan bangsa” . Ketika sebuah perubahan yang besar harus dimulai dari sebuah langkah kecil maka ini merupakan langkah kecil yang kami lakukan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membaca bagi masyarakat Rote ndao Ketika kegelapan tidak bisa diusir hanya dengan mengutukinya namun dengan menyalakan sebatang lilin kecil, maka Gerakan ini hanyalah sebatang lilin kecil yang dinyalakan untuk menerangi kampong – kampong kecil melalui hadirnya taman bacaan.. Ketika perubahan dimulai dari sebuah ketulusan, gerakan ini merupakan bukti dari kepedulian orang – orang yang bahkan namanya tidak pernah kami kenal, ataupun banyak yang namanya asing bagi kami, tetapi telah memberikan dukungan nyata melalui buku – buku yang telah mereka sumbangkan sehingga total yang sampai di tangan kami telah mencapai jumlah yang mencengangkan… 5.676 buah buku.

7

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

Begitu banyak inspirasi yang kami dapat dari cerita dibalik perjuangan buku – buku bisa sampai di tangan kami. Ada cerita tentang Richard, seorang pekerja bengkel. Ketika mengetahui Gerakan ini melalui Face book dia langsung mengumpulkan buku – buku bekas. Kemudian dengan menyisihkan sedikit dari gajinya yang terbatas memberanikan diri untuk datang ke Rote yang belum pernah di kunjunginya. Melalui perjuangan akhirnya buku – buku Richard sampai di tangan kami. Ada juga Fitria anandita umurnya mungkin baru 11 tahun namun ketika mengetahui teman – teman di tempat yang tidak pernah didengarnya membutuhkan buku – buku bacaan, Fitria langsung mengepakan beberapa buku cerita bergambarnya dan telah menjadi koleksi taman bacaan Sarisandu. Ada Juga Meri Ananda yang harus menabung agar dapat membeli buku paman Gober kesukaanya untuk dikirim kepada sahabat – sahabat yang tidak pernah dikenalnya. Ada juga sahabat kita yang berasal dari wamena, papua, mesti terbentang jarak yang jauh namun telah mengambil bagian yang nyata di dalam Gerakan ini. Dan masih banyak lagi cerita sahabat – sahabt kita yang berasal dari Surabaya, Jakarta, Pekan Baru, Kupang dan berbagai tempat lainya di Negeri ini yang telah menjadi donatur. Kalau ada Richard dengan keterbatasannya, Fitria dengan ketulusanya, Meri dengan pengorbanannya serta sahabat papua kita yang tidak pupus niat akibat bentangan geografis mau memberikan sumbangsih nyata bagi pengembangan SDM sebuah negeri yang tidak pernah dikenalnya, maka apa yang mereka lakukan membuat kami sadar bahwa Gerakan ini bukan sekedar mengumpulkan buku – buku yang ketika diurai hanyalah terdiri dari kertas dan percikan tinta yang membetuk pola huruf tertentu. Namun gerakan ini melampaui buku – buku, karena mempertemukan kami dengan orang – orang luar biasa

8

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

yang begitu peduli akan Rote Ndao, subuah tempat yang mungkin tidak mereka tahu letaknya dalam peta Indonesia. Kepedulian dan dukungan mereka merupakan lilin – lilin harapan yang terus menyala dalam hati kami, membakar semangat kami untuk terus berupaya mengekspansi taman bacaan sampai pada titik – titik terjauh Pulau ini, mengingat permintaan dan kebutuhan semakin bertambah. Untuk itu kepada merekalah buku ini dituliskan sebagai bentuk pertanggun jawaban dan bukti bahwa kami tidak menyia – yiakan pengorbanan mereka. Saat ini telah didirikan 7 taman bacaan yang tersebar di 3 Kecamatan serta akan terus bertambah jumlahnya agar mencapai visi kita bersama “ 1 kampung 1 taman bacaan”. Gerakan ini adalah sebuah tenunan kepedulian yang merupakan modal social demi sebuah perubahan. Modal social inilah yang membuat kami percaya bahwa tidak ada yang terlampau berat dipikul dan siap menanggung semua konsekuensi logis dari pernyataan di atas GERAKAN 1000 BUKU DEMI PENGEMBANGAN SDM ROTE NDAO

Medio Agustus 2013

Tim Penulis

9

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

“Perubahan tidak dimulai dari kepedulian yang hanya tinggal dalam pikiran dan kata - kata, tapi menerobos sampai pada ruang tindakan” (KAMU Rote Ndao)

10

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

“Dua kekuatan yang berhasil memengaruhi pendidikan manusia: seni dan sains. Keduanya bertemu dalam buku.” ―Maxim Gorky  LATAR BELAKANG

K

alau anda pernah menginjakan kaki di daerah Terselantan NKRI ini, maka pasti akan tercengang dengan kondisi alamnya. Anda akan terpapar dengan pandangan bukit – bukit tandus dengan ranting – ranting pohon yang meranggas karena kekurangan air. Anda pasti akan bertanya, bagaimana daerah yang kering dan tandus bisa menjadi tempat yang menghidupkan sekitar 124.000 jiwa.

11

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

Letak Geografis Kabupaten Rote Ndao berdampak pada Kondisi ilkim kering yang menyebabkan curah hujan sedikit setiap tahunnya. Produksi sector Primer menjadi minim dan hanya bersifat subsisten hingga tidak bisa berkontribusi secara signifikan dalam pembangunan daerah ini. Ketidaktersediaan sumber daya alam merupakan factor utama yang menyebabkan lambatnya perubahan di daerah yang disebut serambi depan NKRI. ketertinggalan, keterbatasan dan keterbelakangan merupakan pergelutan yang sangat sulit untuk lepas dari semua entitas di negeri yang dijulki Nusa sejuta lontar. “Walau dibelenggu oleh berbagai keterbatasan, sejarah mencatat bahwa dari pulau kering dan tandus ini terlahir generasi - generasi tangguh yang kiprahnya turut mewarnai perjalanan sejarah bangsa Indonesia Ada Profesor Dr. W. Z. Johannes yang merupakan ahli foto rontgen pertama di Indonesia, Prof Dr. Herman Johannes yang adalah Rektor pertama Universitas Gadjah Mada, Dr. Adrianus Mooy mantan Gubernur Bank Indonesia, Pdt. Dr. Oktavianus seorang Theolog Kristen terkemuka, I. C. W Nellu mantan Direktur Utama Bank Mandiri serta masih banyak lagi putera Rote yang memperoleh pencapaian luar biasa dalam medan karya mereka Berangkat dari fakta sejarah tersebut maka modal utama daerah ini adalah manusia Rote itu sendiri. “

12

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

Kita minim sumber daya alam tapi kita memiliki potensi sumber daya manusia yang mumpuni. Kita percaya bahwa pengembangan sumberdaya manusia merupakan kunci utama untuk membawa daerah ini keluar dari belenggu keterbatasan dan ketertinggalannya. Secara empiric kondisi pendidikan di kabupaten Rote Ndao masih jauh tertinggal dengan data Indeks Pembangunan Manusia untuk rata2 lama sekolah kita hanya 6.2 tahun (Tahun 2010). Berbagai sarana pendidikan yang berkaitan dengan pengembangan kognisi anak atau terkait dengan aspek kualitatif masih sangat kurang. “Berbagai upaya yang kompleks dan komprehensif dibutuhkan untuk kemajuan SDM yang mana salah satu diantaranya adalah dengan membiasakan budaya membaca. “

13

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

Dengan membaca generasi muda dapat membentangkan cakrawala pemikiran yang luas. Dengan membaca generasi muda dapat menjangkau jendela dunia di dalam pikiran mereka. Dari membaca pewaris – pewaris daerah ini dapat menguak tabir misteri kosmos. “Dan dari membaca mereka dapat melakukan pengembaraan kognitif sampai pada batasnya, hingga dapat menemukan eksistensi keberadaan mereka yaitu menjadi pribadi yang berkualitas dan berhasil sehingga berguna bagi diri mereka sendiri, bagi keluarga mereka, bagi daerah mereka dan bagi bangsa dan Negara tercinta.” Namun berbagai fasilitas yang dapat mendukung budaya membaca seperti ketersediaan taman bacaan atau perpustakaan di Rote Ndao belum ada sehingga budaya membaca masih sangat rendah. Disamping itu anak – anak rote lebih banyak mengisi waktu luang mereka dengan aktivitas bermain yang tidak memiliki unsur edukatif sama sekali. Oleh karena itu Komunitas Anak Muda (KAMU) Rote Ndao memandang perlu untuk mendirikan taman bacaan yang berada di pusat – pusat pemukiman dan aktivitas anak – anak sehingga dapat mengkonversi waktu bermain dengan aktivitas membaca yang memiliki nilai edukatif serta menanamkan budaya membaca sejak dini.  VISI #1 KAMPUNG 1 TAMAN BACAAN#

Dalam membangun budaya membaca tentunya dibutukhkan factor kunci yaitu keberadaan buku. Namun menurut kami keberadaan buku saja belumlah cukup apabila akses terhadap buku masih jauh.

14

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

“Oleh karena itu dengan visi 1 kampung 1 taman bacaan kami ingin mendekatkan akses buku kepada anak - anak.” Melalui bekerja sama dengan komunitas setempat untuk mendirikan Taman bacaan di pusat – pusat pemukiman yang merupakan linkungan tempat aktivitas anak – anak. Memberdayakan masyarakat peduli membaca Dalam konsep ini, pendekatan yang kami lakukan adalah dengan memberdayakan kampung peduli membaca. KAMU ROTE NDAO melakukan diskusi, sharing bersama relawan – relawan setempat berkaitan dengan isu SDM sebagai pilar pembangunan Rote Ndao serta ironisnya banyak waktu luang anak – anak sebagai generasi penerus yang terbuang untuk bermain dan solusi taman bacaan sebagai wadah anak – anak untuk mengkonversi waktu bermain mereka. Konklusi dari diskursus ini melahirkan kesadaran kritis dari relawan setempat bahwa keberadaan taman bacaan adalah sebuah kebutuhan untuk membiasakan budaya membaca sejak dini bagi anak – anak mereka.

15

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

Relawan sebagai kunci kreatifitas di taman bacaan Keputusan untuk mendirikan taman bacaan lahir dari kesadaran kritis komunitas setempat yang diikuti dengan komitmen pendirian Taman bacaan. Oleh karena itu pengelolaan taman bacaan adalah bersifat mandiri yang kepengurusan dan menejemennya ditangani langsung oleh masyarakat setempat – relawan - serta semua operasional ditanggung melalui kebersamaan. Sebagai langkah awal buku – buku disediakan oleh KAMU Rote Ndao melalui GERAKAN 1000 BUKU UNTUK ROTE NDAO. Namun tidak menutup kemungkinan bagi relawan – relawan setempat untuk mengusahakan tambahan buku melalui usaha dan kreatifitas mereka semisal melibatkan masyarakat lokal untuk berpartisipasi menyumbangkan buku – buku untuk diletakan di taman bacaan yang mereka dirikan. Proses pemberdayaan komunitas setempat begitu efektif karena mendapat respon yang baik dari masyarakat di beberapa titik. Ini terbukti dengan telah berdirinya 7 taman bacaan yang tersebar di berbagai wilayah

16

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

17

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

18

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

19

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

20

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

21

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

22

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

23

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

24

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

25

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

26

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

TUJUAN GERAKAN 1000 BUKU UNTUK ROTE NDAO Buku adalah media yang sangat efektif untuk mentransfer bukan saja pengetahuan tetapi juga nilai kepada anak, serta dapat menstimulasi kreativitas kemampuan berpikir empirik dan kemampuan linguistik anak. Membaca tidak hanya menjawab kebutuhan akademis tetapi juga kebutuhan budi pekerti yang berdampak terhadap pembentukan karakter anak. Anak-anak harus didorong sejak dini untuk menjadi anak yang gemar membaca. Namun persoalan di Rote Ndao adalah belum tersedianya buku – buku berkualitas yang bisa dikonsumsi oleh anak – anak, serta masyarakat umum oleh karena itu tujuan dari Gerekan 1000 buku untuk Rote Ndao adalah : 1. Membangun gerakan social untuk peduli kepada pengembangan SDM Rote Ndao melalui membaca 2. Mendorong kesadaran masyarakat Rote Ndao tentang pentingnya membaca 3. Mendorong pembentukan taman bacaan berbasis komunitas yang sudah eksis di masyarakat Rote Ndao, sekaligus membentuk kepengurusannya. 4. Mengumpulkan buku dari para donatur untuk kemudian didistribusi ke taman – taman bacaan yang sudah dibentuk (4 taman bacaan). 5. Memberikan pembekalan pada para pengurus taman bacaan mengenai pengelolaan taman bacaan.

27

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

BENTUK AKSI GERAKAN SERIBU BUKU. Berbagai upaya kreatif dilakukan untuk mendapatkan buku demi mencapai “visi 1 kampung 1 taman bacaan” diantarannya 1. Melalui internet.  Facebook Dengan memanfaatkan media jejaring facebook KAMU Rote ndao meninisiasi sebuah grup yang di beri nama GERAKAN SERIBU BUKU UNTUK ROTE NDAO. Grup ini telah memiliki anggota sebanyak 3267 orang dan menjadi media yang aktif menkampanyekan upaya peningkatan budaya membaca. Sampai saat ini telah mendapat banyak respon dari anggotanya dengan upaya nyata menyumbangkan buku. Selain itu Grup ini juga sebagai media komunikasi, informasi, dan akuntabilitas antara KAMU Rote Ndao dengan para penyumbang.  Blog (http://kamurotendao.wordpress.com) Melalui Blok ini menjadi media untuk menyebarluaskan tentang kebutuhan buku dan visi 1 kampung 1 taman bacaan. Dalam blog ini di sampaikan progress kegiatan di setiap taman bacaan sebagai media informasi bagi public tentang perkembangan Taman Bacaan 2. Bermitra dengan Lembaga/perseorangan KAMU Rote Ndao juga menjalin mitra dengan Lembaga/perseorangan yang perduli untuk memberikan dukungan dalam berbagai bentuk. Pendekatan – pendekatan dilakukan dengan memberikan proposal. 3. DROP BOX Metode ini dilakukan dengan bekerja sama dengan pengelola tempat – tempat public seperti café, restaurant

28

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

serta fasilitas public lainya untuk meletakan kotak – kotak sumbangan buku (Drop box). Setiap pengunjung yang datang bisa memberikan sumbangan buku – buku untuk nantinya dipaket dan dikirm ke Rote. Saat ini KAMU ROTE NDAO telah meiliki 1 tempat Drop Box di Filos Cafe Jakarta. KAMU ROTE NDAO sementara melakukan komunikasi dengan beberapa tempat public lainya untuk meletakan Drop Box GERAKAN 1000 BUKU UNTUK ROTE NDAO. 4. Melalui Papan Reklame yang di pasang di tempat strategis sebagai media sosialisasi bagi public. Papan Reklame ini terletak di jalur utama Kota Ba’a yang merupakan media komunikasi kami dalam menyampaikan informasi berkatian dengan Gerakan ini 
BAGAIMANA KALAU MAU MENYUMBANG?

Bagi anda yang ingin mengambil bagian dalam Gerakan ini boleh mengunjungi Blog Kami : (http://kamurotendao.wordpress.com). Atau Grup Facebook :

GERAKAN SERIBU BUKU UNTUK ROTE NDAO untuk mendapat informasi pengiriman.
Dan bisa juga mengirimkan secara langsung ke alamat :

1. Sdr. Adi Patola, Kantor Bappeda, Kompleks Perkantoran Bumi Ti’I Langga Permai – Ba’a - Rote (085239317201) 2. Sdr. Sherwin Ufi, Kantor Dinas Kesehatan, Kompleks Perkantoran Bumi Ti’I Langga Permai – Ba’a - Rote (085339035444) 3. Atau mengantarkan langsung ke Drop Box kami di Café Hugo, Jakarta 4. Perwakilan Jakarta : Defren Manafe (081289278485) 5. Perwakilan Kupang : Jefta Pato (085239825648)

29

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

BUKU – BUKU APA SAJA YANG BISA DISUMBANG?

Dengan visi : “1 kampung 1 taman bacaan” membutuhkan keberadaan buku yang cukub banyak. Rencana ekspansi taman bacaan melalui mendekatkan akses anak – anak terhadap buku membutukan ketersediaan buku yang kontinyu. Berbagai ragam buku yang diperlukan adalah sebagai berikut: 1. Buku pelajaran SD – SMA 2. Buku cerita bergambar untuk anak 3. Buku pengetahuan umum 4. Buku – buku Novel 5. Majalah 6. Bacaan popular 7. Dan bacaan lainya yang punya unsur edukatif  JUMLAH BUKU YANG DIBUTUHKAN TAHUN 2013 Dalam mencapai target 2013 untuk mendirikan 15 taman bacaan yang tersebar di Kab. Rote Ndao maka jumlah buku yang dibutuhkan tahun ini adalah sebanyak 3.500 buah buku. Masing masing taman bacaan akan didistribusikan buku sebagai stimulant sebesar 250 buah buku.

30

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

ENGLISH CLUB DAN BIMBINGAN MIPA SEBAGAI ADITIONAL PROGRAM DEMI MENDORONG KEDINAMISAN AKTIVITAS DI TAMAN BACAAN

M

Membangun generasi tangguh dengan figtihng spirit yang luar biasa untuk memenangkan pertarungan dalam berbagai bidang dan level, diperlukan upaya komprehensif, sistematis, integrative dan sustainable. Oleh karena itu kami melihat peluang dari taman bacaan yang menjadi tempat aktivitas anak - anak dan pemuda untuk membaca dapat memberikan kesempatan diapliaksikannya program lain yang terintegratif, sehingga memberikan pengkayaan kognisi bagi anak dan pemuda. Dengan demikian sebagai aditional program maka pada taman bacaan binaan Komunitas Anak Muda Rote Ndao akan dilakukan English Club dan bimbingan belajar khusus MIPA. English Club. Era globalisasi yang sangat kompetitif mensyaratkan seorang pemenang harus memiliki wawasan yang mengglobal dan mempunyai kemampuan komunikasi yang luas, sehingga dapat menangkap berbagai oportuniti yang berseliweran dalam semesta pengembaraannya. Komunikasi merupakan instrument mutlak yang dapat dipakai sebagai sarana membangun relasi social agar dapat menghantarkan generasi penerus Rote ndao dalam memuncaki berbagai kompetisi di kemudian hari. Dan kunci komunikasi era global adalah penguasaan Bahasa inggris. Maka itu Komunitas Anak Muda

31

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

Rote Ndao menginisiasi kegiatan English Club bagi anak – anak setingkat SD untuk memberikan pengenalan dan secara perlahan - lahan menuju pada penguasaan bahasa internasional ini. Bimbingan Belajar MIPA Entah karena latar belakang budaya atau mungkin karakter, sehingga kecenderungan anak anak Rote Ndao dalam mengarahkan studi mereka adalah pada bidang – bidang social dan bukan eksakta. Hal ini terlihat pada pemilihan jurusan studi waktu kuliah, anak - anak kita lebih memilih jurusan imu sosial seperti Hukum, Fisip, ekonomi dll dari pada Teknik, Kesehatan, MIPA dll. Pelajaran MIPA seperti momok yang menakutkan bagi anak - anak. Mereka berpikir bahwa ilmu – Ilmu eksakta adalah sesuatu yang memberatkan. Sehingga berdampak pada terjadi kekosongan stock ketika daerah ini membutuhkan tenaga – tenaga berlatar belakang pendidikan MIPA seperti Kesehatan, teknik, guru – guru MIPA dll. Oleh karena itu Komunitas Anak Muda Rote Ndao menginisiasi bimbingan belajar MIPA bagi anak untuk mendukung pembelajaran dalam pendidikan formal mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan pelajaran MIPA menjadi mata pelajaran yang familiar bagi anak2 dan tidak sesulit dari yang dibayangkan

32

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

Pengajar Muda. Dari anggota komunitas yang berasal dari berbagai latar belakang kompetensi pendidikan, memungkinkan untuk menjalankan program ini sebagai pengajarnya. Kita menyebutnya sebagai pengajar muda, yang merupakan relawan yang dikirim ke taman bacaan binaan untuk memyumbangkan totalitas talenta mereka untuk dapat berbagi ilmu dengan anak – anak dan pemuda yang adalah pemilik dan pewaris daerah ini. Sehingga kegiatan ini akan bersifat mengikat, rutin dan dinamis untuk menjawab berbagai masukan yang didapat dalam proses pematangan GereaKan seribu Buku Untuk Rote Ndao dan Taman Bacaan, bahwa Aktivitas taman bacaan yang hanya membaca saja tanpa ada aktivitas lain yang dinamis akan membuat umur taman bacaan itu tidak akan bertahan lama.

33

“ Mari Katong wujudkkan 1 kampung 1 taman bacaan”

PENUTUP

Gerakan 1000 buku merupakan gerakan social yang didasarkan oleh keyakinan sekolompok anak muda, bahwa diluar sana masih banyak orang yang peduli terhadap keadaan bangsa/daerah ini dan merasa tidak nyaman terhadap dekadesnsi berbagai spectrum yang berdinamika di lingkungan sekitarnya. Kepedulian yang yang tidak sebatas pada ranah kognisi saja tapi menerobos sampai pada ruang tindakan. Sekecil apapun itu pasti turut memberi warna dalam perubahan daerah ini lebih baik kedepan termasuk dengan menyumbangka sebuath buku, karena 1 buku tersimpan seribu inspirasi. Tuhan Memberkati, SODA MOLEK.

Info Lanjut

Ba’a Agusutus 2013 GERAKAN SERIBU BUKU UNTUK ROTE NDAO KOORDINATOR

SHERWIN UFI

34

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->