Anda di halaman 1dari 39

Bike To Work

“Liukan Pekerja Bersepeda”

Hijau Itu Gampang

“Semuanya Bisa Jadi Pahlawan Lingkungan”

Tri Mumpuni

“Sang Climate Hero Penerang Desa”

Tri Mumpuni “Sang Climate Hero Penerang Desa” 1 2 3 4 5 6 7 8 9

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

Sapi Betina

“Punk Masuk Kampung”

36

37

38

39

 
 

1

Edisi 2

4

19

36

TANYA DIA

KOMUNITAS

ALBUM

“Daniel Mananta”

“Punk di Tengah Kampung”

 

37

7

22

FILM

PENDAPAT

GALERI

“Beras Tattoo”

9

KOMUNITAS “Bike To Work”

25

GERAI “Damn! I Love Indonesia”

11

KOLOM “Hijau Itu Gampang”

28

BACKPACK “Bayah : Surga Banten”

14

HIGIENIS “Selamatkan Antibiotik Selamat- kan Bumi”

30

ACARA “Teater Koma : Republik Petruk”

16

33

SOSOK “Tri Mumpuni : Sang Climate Hero Penerang Desa”

GADGET “BlackBerry Storm 9500”

35

18

e-TALASE

INSPIRASI “Remember Minamata”

“GadgetBling.com”

INSPIRASI “Remember Minamata” “GadgetBling.com” 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

Edisi 2

1 Edisi 2 Salam jumpa, Para pendownload yang budiman, amat beralasan mengapa hari kiamat banyak disebut

Salam jumpa, Para pendownload yang budiman, amat beralasan mengapa hari kiamat banyak disebut sebagai “the jugdement day” atau “hari pengadilan”. Ya, disaat itulah kita diadili, dimana akibat dari semua tingkah polah manusia berujung pada malapetaka, kehancuran dan kepunahan ras manusia.

Dari sekian banyak skenario kemungkinan kehancuran dunia ini, bencana akibat kerusakan alam selalu menjadi top rank. Karenanya, topik lingkungan tak akan pernah basi diperbincangkan dan tentu diperjuangkan. Tak basi pula

kiranya Myjalah memilihnya menjadi tema edisi ini, tanpa harus menunggu hari lingkungan hidup sedunia, atau hari

lahir Green Peace (prajurit pembela lingkungan nan gagah berani itu

Sejalan dengan moto Myjalah : “We take it from our every day life…”, kami hendak mengajak pendownload yang budiman untuk ambil bagian dalam menjaga lingkungan ini dengan aksi yang nggak jauh dari kemampuan dan kes- eharian kita. Seperti liputan tentang komunitas pekerja bersepeda B2W (dimana penulis sendiri adalah salah satu aktifisnya), Tas Plastik, atau sosok Tri Mumpuni Sang Pelopor Mikro Hidro.

),

atau momentum besar lainnya.

Bukan hanya tentang lingkungan hidup, kami juga mengajak pendownload yang budiman untuk lebih care pada lingkungan sosial. Di edisi ke dua ini, kami memberi apresiasi terhadap upaya komunitas punk “Komunitas Sapi Betina”, dengan Band Marjinal sebagai rohnya, untuk menyatu dan ambil bagian dalam solusi problem-problem masyarakat di Gang Setia Budi, Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Sebenarnya mereka sudah kita ulas di rubrik event edisi lalu, ketika berulang tahun di Newsmuseum Café. Namun kali ini kami men-shoot dari sudut yang berbeda, yakni dari upaya sosial mereka. Salut bro !!

Redaksi :

Oki Kukuh Basuki Irfan Nugroho Raga Erian Citra

Web :

Ibnu Hadi Sumitro

Promosi :

M. Andi Alfan

Kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan antusias yang diberikan pada edisi perdana MyJalah. Ada yang memuji, ada pula yang mengkritik, bahkan ada banyak rekan-rekan pendownload yang menyatakan ke

siapannya untuk mengisi kolom tetap sesuai dengan bidangnya masing-masing. Wow

kami menjadi lebih bersemangat dan jadi alasan yang kuat untuk berbenah memperbaiki diri

Terus terang, ini membuat

Selamat menikmati.

Tim MyJalah

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

TANYA DIA

“Daniel Mananta”

Model cover MyJalah edisi ini mulai dikenal sejak membawakan acara- acara di MTV Indonesia sebagai VJ. Dan kini wajahnya terus mewarnai layar kaca melalui acara Indonesian Idol. Salah satu orang yang cukup antusias setelah melihat MyJalah edisi perdana, sekarang saatnya kita cari tahu kabarnya melalui eMail yang langsung dibalas dari BBnya.

Nama Lengkap :

Daniel Mananta Tempat dan Tanggal Lahir :

Jakarta, 14 Agustus 1981 Hobi :

Nonton DVD seharian, baca komik jepang, travelling, tidur tanpa harus kebangun gara2 weker gw, makan maka- nan baru dan enak pastinya, download miyabi, dan masih banyak lagi Tokoh Favorit :

bokap gw, I always wanna be like him Buku Favorit :

Komik komik jepang Komputer :

PC dan Macbook Pro Operating System :

Windows XP and MacOS leopard. Mobile Phone :

Blackberry Bold and Sony Ericsson

w890i

Game Console :

I play handphone games and stupid pet society on facebook

none

Halo Daniel, apa kabar? Bisa cer- itain kesibukan kamu sekarang ini? Sekarang lagi punya pacar atau nggak? Hi juga! Sekarang lagi di jogja dan nunggu pesawat gua yg kebetulan delay sejam. Sambil nunggu pesawat, untung bisa isi interview dari myjalah sebagai pengisi waktu. Sekarang ini gw lagi sibuk shooting utk program Mtv Suka Suka gue, dan ngurusin clothing label gue ‘Damn! I love

Indonesia’. Soal pacar

kalo gw kebosenan nunggu pe- sawat dan malah ngisi interview ini, udah jelas donk artinya gak punya ‘seseorang’ yg bisa ditel- pon untuk killing time *sigh* -_-

Hmm,

Bikin acara apa untuk Imlek 2009? Apa aja harapan yang

kamu punya untuk Imlek kali ini?

Imlek kali ini rada aneh

ada gerhana matahari, gw mimpi aneh paginya yg bikin gw nangis pas gw bangun, gw ke tempat pembuatan keris buat shoot- ing dan dihinggapi kupu kupu segede dua jengkal tangan (no bullshit, gw ada foto yg bisa ngebuktiin), lalu gw juga dapat kabar buruk bgt yg bikin gw ga bisa tidur (sorry agak private, ga bisa diceritain deh) dan gw bo-

Selain

lak balik dari jogja - jakarta - lam- pung, dan besoknya lampung

- jakarta - jogja. So, kalo buat

harapan, gw berharap tahun ini

I have better luck in love, career

and social life. I wanna quit club- bing cus I’m bored

Apa (atau siapa) yang paling menginspirasi saat membuat label pakaian DAMN?Apa yang paling kamu harapkan dari label DAMN? (selain dari profit yang tinggi ya, hoho ) Gw udah punya ide utk nama DAMN (DAniel MaNanta) dari 3 tahun yang lalu. Tapi pas gw ngobrol sama temen gw yg tinggal di Indonesia seluruh hidupnya dan dia gak pernah ngomong satu kata pujian pun terhadap Indonesia, gw rada panas. Karena pas gw sempat sekolah di Australia selama 7 tahun, gw kangen banget sama semua hal2 yg Indonesia. Dari makanannya yg khas sampai non- tonin topeng monyet di pinggir jalan. Dan apalagi setelah negara kita marah2 sendiri ketika ke- budayaan batik kita ‘dicuri’ oleh negara tetangga. Dari situ gw mau care sama negara gw sendiri dan membuat perbedaan se- bagai generasi muda yg peduli

dan membuat perbedaan se- bagai generasi muda yg peduli akan tanah air. Jadinya gw bikin label
dan membuat perbedaan se- bagai generasi muda yg peduli akan tanah air. Jadinya gw bikin label

akan tanah air. Jadinya gw bikin label ‘Damn! I love Indonesia ’. Design batik nya ada sedikit, tapi gw lebih mengangkat design perwayangan. Gw mau bilang juga melalui media, kalau budaya kita bukan cuman batik saja. Kita juga harus peduli dengan budaya lainnya. Tujuan gw ada- lah dengan apa yg gw lakukan, siapa tau saja ada anak anak muda yg terinspirasi dengan apa yg gw lakukan dan ngelakuin hal

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

yg lain untuk memberi kontri- busi ke negara kita dgn skill nya mereka.

Ada keinginan untuk membuka storenya DAMN di luar negeri? Pastinya. Untuk Damn! I love Indonesia line gw berharap akan bisa membuka store secara nasional. Dan untuk Damn, bisa buka store di luar negeri. It would be a dream come true.

Seandainya Sandra Dewi dan Dian Sastro berebut ingin jadi model iklan DAMN, siapa yang kamu pilih? Hahahaha, dua dua nya mukanya

mirip

juga (kecuali kalo gratis)

Gw gak pilih dua duanya

Gw

pikir image Damn arahnya lebih

ke

Hahahahaha!!! Just jokin dude!

Johny Depp lah minimal!

Pengalaman apa yang paling seru selama jadi presenter? Banyaaaaaak banget. Jadi VJ MTV pengalaman dari interview band band atau artis lokal dan international yg sangat besar, nyobain olah raga extreme, mempermalukan diri di depan tv, sampe makan makanan yg gw pikir gak bakalan pernah gw ma- kan. Gw bangga banget juga bisa

jadi presenter indonesian idol, karena ikut terlibat dalam proses cerita sukses seseorang yg bukan siapa2 sampai dia menjadi idola seluruh Indonesia.

Ada pengalaman yang memalu- kan saat membawakan sebuah acara? Lebih suka bawain acara on-air atau off-air? Yup, lagi presentin acara mtv, gw ga sadar kalo di satu jam

acara itu berlangsung resleting

celana gw terbuka

Dan crew

sengaja gak ada yg bilang (those bastards!), untung ga ada Daniel Jr. yang ngintip krn penasaran dunia di luar boxer gw seperti apa. Gw lebih suka bawain on air karena sudah ada skrip. Tapi bawain off air juga ga kalah suka, karena bisa lebih gila tanpa harus takut di komplain sama lembaga sensor! Hehehe

Banyak VJ dan presenter yang masuk ke dunia film, bagaimana dengan kamu?Pilih mana, main film horor atau film “dewasa”? Hahaha, baru aja selesai shoot- ing film pertama gw, Macabre, dengan Julie Estelle, Danish, Aryo Bayu, Arifin Putera, dan banyak lagi! Film genre ‘slasher’ pertama di Indonesia. Bulan april

ini release

miss it! Kalau pemilihan film sih

tergantung skrip yah. Gak peduli horror atau dewasa, yg pen- ting skrip nya bagus, sesuai dgn image gw dan bisa menghibur penontonnya.

So make sure u dun

Kapan kira-kira ada rencana untuk menikah? Gw agak marriage-phobic. Bener bener masih belom siap buat married dan settle with a wife Jadi let’s skip this question yeee Hahahaha

Apa syarat utama untuk calon istri nanti? Calon istri pokoknya harus bisa masak, charming, sophisticated, looks like an angel in front of my friends by day, and she can be a bitch in front of me by night! Hahahahah

Menurut kamu mana yang lebih seru, menikah sambil diving atau sambil wall climbing? What kind of question is that dude? Nikah atau kawin?! Ha-

haha

diving bakalan gokil kali yah. Nikah maksudnya

Hmmm

Maybe sambil

Sekarang ini lagi suka denger

maksudnya Hmmm Maybe sambil Sekarang ini lagi suka denger 2 3 4 5 6 7 8

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

musik apa? Gw lagi gila sama Katy Perry (I know, ABG abis!), Lady Gaga, MGMT, Snow Patrol, Gym Class Heroes, John Legend, dan Fall Out Boy. All their latest album totally rocks! Kalo album lama, crossroad nya Bon Jovi. Lagu cocok buat curhat! Hahaha

Jika harus menyanyi, lebih baik nyanyi Keroncong atau Dang- dut?

How about kita bikin

aliran baru? Dang dut kroncong oriental (dut-cong-tal). Judul single pertamanya ‘cowo sipit jablay’. Hahaha

Hmmm

Pilih teman duet, Inul Daratista atau Krisdayanti? KD laaaaaah, inul lagi hamil! Ga

enak aja goyang nya

perutnya, bukan bokongnya Hahaha

Yg ngebor

Apa makanan yang paling kamu suka? Duh, gw omnivora, bener2 pe- makan segala. Ga peduli maka- nan apa, asal enak. Dan keban- yakan makanan pinggir jalan yg mantap!

Pernah makan menu ekstrim

seperti daging kelalawar, jantung ular, dsb? Akhir2 ini iyah. Ular (lengkap dengan empedunya), belalang goreng, kecoa air semur, mon-

ster laut ( jingkek)

cobain daging harimau! Hahaha,

susah, udah langka soalnya.

Gw mau

Suka olahraga? Yup, tapi cuman sempat nge gym. Dulu gw di tim sepak bola utama sekolah gw sebagai de- fender. Hohoho, membanggakan diri.

Jika harus menonton, lebih baik pertandingan catur atau sumo? Yah sumo laaaaah, ngeliat dua cowok obese saling peluk2an sampe ngeden! Where else can u get that?!

Mending ikut arung jeram yang paling deras atau naik bajaj seharian? Arung jeram paling deras of course. Gw mau ngerasain

kebuang di air terjun kayak di

film2

batu sih!

Mudah2an ga kejedot

Pilih Mobil Sport atau Speed Boat? Mobil sport. Speed boat susah

ngurusinnya

(haha, kesannya pernah beli)

Cepat karatan

Pilih surfing dengan bayaran 1000 dollar atau naik banana boat bareng Paris Hilton? Surfing dgn bayaran 1000 dollar dan duitnya buat ngebayar 5 cewek yg mirip paris hilton buat nemenin gw surfing.

Pilih jadi MC dengan seragam militer lengkap atau kostum kabuki? Kabuki donk. In case acara gw garing, tinggal harakiri!

Pilih terdampar di pulau atau kilang minyak?

Di pulau dan tiba2 ketemu

cewek yg udah tinggal di pulau

itu sendirian dan dibesarkan

sama gorilla dan binatang sekitar. Abis itu gw bikin film ‘Jane X - the shame of Tarzan’

Pilih tampil ala Elvis Presley atau Daniel Sahuleka? Elvis laaaah, imagining myself dengan rambut gondrong kribo dan pake baju ala F4 is a big turn off!

OK Daniel, Thanks. Yup, sama-sama.

F4 is a big turn off! OK Daniel, Thanks. Yup, sama-sama. 2 3 4 5 6

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

PENDAPAT

Salah satu cara sederhana untuk menjaga lingkungan adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan ber- motor yang mengakibatkan tingkat polusi udara yang tinggi. Berikut ini pendapat beberapa pembaca MyJalah yang kami kirimkan via eMail, dengan menanyakan sebuah pertanyaan sederhana :

Apakah anda mau melakukan Bike to Work, kenapa?

sederhana : Apakah anda mau melakukan Bike to Work, kenapa? Linggadewa Ke kantor naek sepeda Kebetulan

Linggadewa Ke kantor naek sepeda

Kebetulan gw orang yang suka naek sepeda, dulu waktu SD per- nah nekat tuch ke sekolah naek sepeda padahal ama nyokap

uda ngelarang gt tp gw tetep aja nekat ambil sepeda berangkat duluan, waktu itu naek anter jemput sekolah seharusnya?, emang bener tuh nasehat nyokap gw “hati-hati naek

sepedanya”

nyokap ngeluarin statement itu

di hari ketiga gw naek sepeda

baru banget 2 hari

kesekolah tabrakan gw ama mo- bil, huahuahuahuahuahuahua sepeda gw bengkok,kaki gw

luka2 lumayan

Tp klo sekarang naek sepeda

ke kantor gw liat sikon dolo deh

klo sekiranya udah ada jalan khusus bwt sepeda, kendaraan bermotor jg dibatasin, jarak dr kantor ama rumah gw gk terlalu

jauh knp nggak

gt

critanya

gw jg udah

empet bgt liat kondisi jalanan di jakarta kemana-mana asep knalpot, bikin gk sehat udara yg

kita hirup sehari-hari, gw jg uda ngebayangin tuh klo nanti nya karyawan sudirman,thamrin,kota semua pada bawa sepeda gt wah seru dah meskipun gw juga

belom bekerja nie

gan gk nie di Myjalah ?

ada lowon-

Gw dukung banget dah ber- sepeda ke kantor lebih sehat dan ampe kantor jg semangat bgt dan pas pulang juga masih konvoi ama sesama sepeda gt weleh weleh asik deh JAKARTA seandainya udara di JAKARTA ini sehat kan tambah okeh lagi

seandainya udara di JAKARTA ini sehat kan tambah okeh lagi Remo Bike to work??? enggak dech

Remo

Bike to work??? enggak dech

kantor gw jauhhhhh

di

cikarang Jakarta cikarang berapa kilo

ya????

gw jauhhhhh di cikarang Jakarta cikarang berapa kilo ya???? Prana Sunaryo N.G.O- CM Coordinator Bike to

Prana Sunaryo N.G.O- CM Coordinator Bike to work? Hemat BBM skalian berolahraga. Setuju dengan bike to work terlebih bila didukung dengan kbijakan2 yg kondusif bagi para pngendara speda itu. Seperti jalur sepeda & pengaturan emisi yg ketat.

itu. Seperti jalur sepeda & pengaturan emisi yg ketat. Erry Mau banget,,, tapi kondisi ling- kungan

Erry Mau banget,,, tapi kondisi ling- kungan dan kemampuan to beli sepeda yang bgiu rendah karena telah diketahui harga sepeda to

bike to work sangatlah mahal

harus mikir berlipat- lipat kali to

bike to work

jd

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

1 Ananta Dea Mauuuuu banget bike to work, Pratika Indri Iyaaa saya sangat ingin melaku- sehat

Ananta Dea Mauuuuu banget bike to work,

1 Ananta Dea Mauuuuu banget bike to work, Pratika Indri Iyaaa saya sangat ingin melaku- sehat

Pratika Indri

Iyaaa

saya sangat ingin melaku-

sehat siyh sebenernya. Tapi yang bikin gak sehat polusi di jakarta

kan bike to work. Selain karena menyenangkan bersepeda itu

ini

sama rumah/apartement/kos2an

jadi kalo jarak tempat kerja

bisa olahraga juga dan yang paling penting sayang

deket/masih satu lingkup sih gak

lingkungan

mengurangi polusi

masalah, coba kalo yang jauh gak

emisi

hemat

bensinpula

memungkinkan juga khaan se-

cuma sayang aja kondisi jalan

cara pagi2 bike to work bukan- nya sehat yang ada nanti malah

di indonesia belum senyaman jalan2 di belanda untuk ber-

sakit lagi gara manghirup udara2

sepeda

banyak pedagang kaki

yang kurang baik

lima dan kurang tertib

pedagang kaki yang kurang baik lima dan kurang tertib Hardy Yup, mau lah, kan untuk Ilham
pedagang kaki yang kurang baik lima dan kurang tertib Hardy Yup, mau lah, kan untuk Ilham

Hardy Yup, mau lah, kan untuk

Ilham Nugroho

bumi kita supaya polusi bisa

Sehat cuy

irit ongkos, no polusi

berkurang terutama di JAKARTA

and polisi

no polusi berkurang terutama di JAKARTA and polisi Andri Siagian Saya berminat menggunakan sepeda ke kantor

Andri Siagian Saya berminat menggunakan sepeda ke kantor karena Dengan bersepeda saya bisa melatih kekuatan lutut dan otot kaki saya. Sebab kunci dari keperkasaan Sex seorang pria berasal dari kekuatan lutut dan otot paha dan kaki.

pria berasal dari kekuatan lutut dan otot paha dan kaki. Mulia Rahmaningtyas Mau. Karena selain irit

Mulia Rahmaningtyas Mau. Karena selain irit ongkos juga bikin sehat krn sekalian olahraga. Selain itu, dgn menggunakan sepeda kita mendapatkan beberapa pengecualian yg ga didapat pengendara sepeda motor&mobil, diantaranya boleh

dengan nyantai lewat trotoar and lawan arah. Plus bisa motong jalan tikus yg super kecil. Dgn kerja naik sepeda, kita bisa jadi trendsetter dan lebih gaya. Bisa juga jadi lebih terkenal karna diomongin rekan sekantor. Hehehe

jadi lebih terkenal karna diomongin rekan sekantor. Hehehe Arie Hartanto Bike to Work itu bersepeda ke

Arie Hartanto

Bike to Work itu bersepeda ke

tempat kerja kan? Wah

saya sulit sekali untuk dilakukan karena selain jarak rumah de- ngan kantor yang terlalu jauh bila ditempuh dengan sepeda, juga karena lalu lintas di jalan- jalan kota Jakarta yang semrawut dan mengerikan buat pengguna sepeda. Bersepeda di jalanan kota Jakarta adalah hal yang sa- ngat berbahaya. Lebih baik naik kendaraan umum dan berjalan kaki daripada bersepeda. Jawa- ban saya jelas TIDAK.

buat

kaki daripada bersepeda. Jawa- ban saya jelas TIDAK. buat 2 3 4 5 6 7 8

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

KOMUNITAS

“Bike To Work”

Oleh : Irfan

Bertanyalah pada orang Jakar- ta tentang rutinitas apa yang paling menjengkelkan setiap hari, niscaya banyak yang menjawab: Terjebak macet!!

Sebuah jawaban yang tidak mengada-ada. Cobalah naik ke gedung bertingkat, tengok ke jendela dan anda akan melihat kepadatan bus kota, mobil, dan motor merayap bak ular naga panjangnya bukan kepalang (seperti lagu anak-anak ya?).

Ya, kita seolah terlambat me- nyadari kelalaian kita melakukan pembatasan jumlah kendaraan yang beroperasi di ibukota. Akibat dari semua itu, selain ke- rugian waktu (yang bagi se- bagian orang amat-amat berarti) tentu polusi udara yang kian hari kian parah. Setiap kita menghir- up udara, hanya sesak yang terasa. Amat tidak nyaman. Dan tentu membuat kualitas hidup kita menjadi semakin rendah.

Semua masalah pasti ada so- lusinya. Masih ada harapan untuk memperbaiki kondisi kemacetan dan polusi udara di Jakarta. Salah satu harapan itu muncul bersama para pengendara sepeda yang meliuk-liuk diantara kemacetan kota. Semakin hari semakin se- ring kita melihat mereka be- raksi di jam-jam berangkat kerja. Terkadang sedirian atau berke- lompok. Para pekerja bersepeda

inilah yang kemudian bergabung memben- tuk B2W, akronim dari Bike to Work.

Menurut situs resminya www.

b2w-indonesia.or.id,

B2W berawal dari sekelompok pengge- mar kegiatan sepeda gunung yang punya semangat, gagasan dan harapan akan terwujudnya udara bersih di perkotaan, lahirlah KOMUNITAS PEKERJA BERSEPEDA (Bike-to-Work Community) yang kemudian menggagas kampanye pertama penggunaan sepeda ke tempat kerja pada 6 Agustus 2004. Se- iring dengan ber- jalannya waktu, pemi- nat alternatif moda transportasi selain kendaraan bermotor ini semakin berkem- bang, hingga dirasa perlu untuk dibuat wadah agar gerakan ini dapat semakin tersosialisasi.

Pada 27 Agustus 2005 dilakukan

Deklarasi & Pernyataan Bersama Komunitas Bike to Work Indone- sia di Balai Kota DKI Jakarta, yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal kelahiran Komunitas B2W-Indonesia. Selanjutnya Komunitas ini bertekad meng- kampanyekan penggunaan

Komunitas ini bertekad meng- kampanyekan penggunaan 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

1 kerto, Meulaboh dan Ambon. Mereka juga sering dilibat- kan dalam seminar atau kampanye-kam- panye tentang

kerto, Meulaboh dan Ambon. Mereka juga sering dilibat- kan dalam seminar atau kampanye-kam- panye tentang ling- kungan hidup. Tak heran bila kemudian meraka menerima penghargaan Clean

Air Award dari Swiss Contact pada tahun

2006.

Pesatnya perkem- bangan pekerja bersepeda ini, selain karena murah meriah dan sehat, terkandung unsur

sepeda sebagai alternatif moda transportasi, terutama untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Kepengurusan B2W Indonesia yang pertama dibentuk pada 27 Januari 2006. Meraka juga dipercaya menyelenggarakan event pendahuluan Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (UN- FCCC) di Denpasar, Bali medio November 2007, berupa kam- panye bersepeda Jakarta – Bali, yang dilepas dan diterima oleh Presiden RI Bp. Susilo Bambang Yudhoyono.

Hingga saat ini aktivis B2W yang semula berjumlah 150 orang menjadi hampir 5000 dalam ku- run 2 tahun (berdasarkan mailing list). Dan hingga awal 2008 telah terbentuk 18 B2W-Wilayah yang tersebar seantero negeri, yaitu Aceh (NAD), Bandar Lampung, Bandung, Bali, Balikpapan, Cire- bon, Madiun, Makassar, Mata- ram, Mojokerto, Pangkalpinang, Pekanbaru, Sangatta, Semarang, Surabaya, Simeulue (Kepu- lauan), Tuban, dan Yogyakarta. Menyusul Palembang, Purwo-

lifestyle, adven- ture sekaligus entertain. Simak pendapat Ir. Nugroho, program- mer yang nyaris tiap hari pulang pergi Kalibata-Sudirman ber- sepeda, “Naik sepada asyik mas, sambil dengerin lagu-lagu metal di MP3 player, saya suka ngebut menerobos jalur hijau dan jalan- jalan pintas. Ngebayangin lagi cross country di pegunungan.

Hahaha

bila kadang-kadang berhasil mencatat waktu yang lebih cepat dari naik sepeda motor. Ada-ada

“ Dia juga mengatakan

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

http://dryae.blogspot.com/2007/07/funbike- 37

38

39

centro-margo-city-dan-kampanye.html

Kayaknya asyik juga nih, coba gabung B2W yuk!

Marilah kita sukseskan gerakan bike-to-work (b2w) dengan menjadi bagian dari komunitas b2w-Indonesia. Caranya mu- dah, yakni dengan 3M: Mulai bersepeda dari diri kita, mulai bersepeda dari jarak terdekat, dan mulai bersepeda sekarang juga.

Sesuai dengan misi yang telah mereka canangkan yakni “Ter- ciptanya Jalur Prioritas Sepeda” sebagai bagian dari Infrastruktur Bersepeda ternyata juga perlu ditopang oleh Fasilitas Ber- sepeda yang memadai, yakni; parkir sepeda yang layak dan fasilitas mandi umum yang cukup. Itu semua hanya dapat tercapai apabila pemerintah, pengelola perkantoran, pengelola fasilitas umum serta masyarakat secara bersama dan berkesinambungan mempunyai komitmen untuk meraihnya.

saja si mas yang asli Jogja ini.

komitmen untuk meraihnya. saja si mas yang asli Jogja ini. 1 0 MyJalah Edisi 2 -

1

KOLOM

“Hijau Itu Gampang”

Oleh : Oki

Sesekali waktu mungkin kita kerap mendapat ajakan melalui berbagai orang dan media untuk peduli akan keselamatan lingkungan. Tapi banyak yang langsung men- gacuhkannya, karena merasa tidak sempat untuk mengurus hal-hal seperti itu.

Suatu hari saya pernah melewati jembatan penyeberangan di daerah Thamrin dan dihadang oleh salah satu dari beberapa orang anggota Greenpeace yang mengajak orang-orang termasuk saya saat itu untuk bergabung dengan Greenpeace. “Pernah dengar Greenpeace mas sebe- lumnya?” ucap orang itu sambil memperlihatkan lembaran kertas yang penuh foto dokumentasi dengan logo Greenpeace di atasnya. Saya langsung menjawab sambil terus berlalu, “Udah mbak, dari jaman saya masih sekolah, terima kasih”. Dalam hati saya terpikir, “Mau latihan band aja nggak sempet-sempet, ini lagi, jadi anggota Greenpeace”. Terlebih saat itu yang ada di benak saya adalah jika menjadi anggota Greenpeace harus siap melanglang buana dengan kapal besar bertuliskan GREENPEACE. Wuah, belum ada waktu rasanya untuk melakukan hal-hal itu.

Tapi pada dasarnya saya ingin sekali ikut berperan dalam menyelamatkan lingkungan bumi ini. Zaman saya kecil dulu sempat juga ada cita-cita ingin menjadi Menteri Lingkungan Hidup agar bisa mengeluarkan keputusan-

Menteri Lingkungan Hidup agar bisa mengeluarkan keputusan- keputusan besar yang dapat menyelamatkan lingkungan di

keputusan besar yang dapat menyelamatkan lingkungan di negara ini, namun setelah melihat dan menyadari kinerja departe- men-departemen pemerintahan

di negara ini segera saya pupus-

kan keinginan menjadi menteri itu. Saat remaja dan bermain

di dunia punk, saya juga cukup

akrab dengan lirik-lirik lagu yang mengandung pesan kepedulian lingkungan seperti lagu dari

sebuah band punk dari Skot- landia, Oi Polloi yang berjudul

“Nuclear Waste”. Banyak sekali hal-hal besar yang menginspirasi untuk peduli dengan lingkungan, tapi dikarenakan kesibukan yang terus bertambah saat sekarang ini sebagai seorang pekerja, se- makin berkurang juga perhatian saya ke lingkungan.

Titik kebosanan akan hidup yang terlalu “berbahaya” akhir nya muncul ketika saya hidup sebagai anak kost. Begitu banyak kantung plastik yang menumpuk

anak kost. Begitu banyak kantung plastik yang menumpuk 2 3 4 5 6 7 8 9

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

di kamar kost saya hasil dari ber-

belanja perlengkapan sehari-hari

di toko swalayan sampai ketika

membeli pecel ayam untuk makan malam. Selain tidak ber- guna, saya juga membayangkan jika kantung-kantung plastik itu dibuang dan bergabung dengan

sampah-sampah lainnya, betapa abadinya plastik itu akan berada

di tempat pembuangan sampah.

Mungkin saat saya sudah men-

jadi debu di dalam tanah dan

cucu saya nanti mengawinkan anaknya, plastik-plastik itu akan tetap awet muda bersama jutaan ton sampah plastik lainnya.

Waaaaa

serem!

Adalah harus rasanya bagi kita semua untuk memulai berperan dalam penyelamatan lingkungan, mulai dari hal-hal yang kecil di sekitar kehidupan sehari-hari. Karena memang salah satu faktor

terbesar dari kerusakan ling- kungan di dunia ini adalah aktivitas-aktivitas kecil nan ber- bahaya yang dilakukan ratusan juta orang setiap hari. Seperti konsumsi plastik yang tidak per-

lu, polusi kendaraan bermotor,

penggunaan gas freon hingga penggunaan deterjen cuci secara

berlebihan. Tidak harus bagi

penggunaan deterjen cuci secara berlebihan. Tidak harus bagi kita untuk langsung bergabung ke dalam komunitas-komunitas

kita untuk langsung bergabung ke dalam komunitas-komunitas besar seperti Greenpeace, WWF dan lainnya, jika memang tidak ada waktu untuknya. Ba- nyak hal-hal kecil dalam aktivitas sehari-hari yang bisa dilakukan untuk hidup secara lebih hijau. Beberapa diantaranya adalah mengurangi konsumsi barang plastik, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan me- ngelola sampah dengan benar.

Kurangi Konsumsi Barang Plastik

Plastik banyak digunakan dalam berbagai bentuk dan tujuan sebagai kantung belanja dan kemasan produk seperti botol air mineral. Beberapa toko besar di sekitar kita seperti Carrefour sudah menyediakan produk tas belanja berbahan kain yang dapat ditukar jika sudah rusak untuk mengurangi penggunaan kantung plastik baru setiap kita berbelanja. Tentunya aktivitas yang dikenal dengan istilah “Bring Your Own Bag” dalam berbelanja ini boleh kita coba ketika kita belanja di berbagai

tempat. Agak risih ataupun malu memang ketika melakukan hal yang mirip dengan seorang ibu-ibu ketika berbelanja di pasar ini. Namun, jika kita me- ngetahui bahwa setiap menitnya ada 2 juta kantong plastik yang dibuang di dunia ini dan sampah plastik itu juga perlu waktu 500-1000 tahun agar dapat terurai, mudah-mudahan akan hilang sedikit demi sedikit rasa “tengsin” untuk membawa kan- tung belanja sendiri dari rumah. Saya sendiri sudah mencoba menolak pemberian kantong plastik jika benda belanjaan yang saya beli dapat saya pegang dengan kedua tangan, walau- pun satpam-satpam di gedung tempat saya bekerja suka ter- senyum melihat saya menenteng makanan yang saya beli dengan tangan.

Pembelian produk-produk berkemasan plastik juga perlu kita kurangi. Salah satu langkah kecil adalah dengan membeli produk berkemasan dalam porsi yang paling besar ketimbang membeli porsi kecil secara berulang-ulang, terutama untuk produk-produk bahan pokok yang sering kita konsumsi. Mem-

produk-produk bahan pokok yang sering kita konsumsi. Mem- 2 3 4 5 6 7 8 9

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

beri produk refill juga merupa- kan langkah yang cukup bijak- sana, sehingga kita tidak mem- beli produk baru dalam kemasan plastik dalam bentuk botol yang tebal dan solid, dimana butuh sejumlah besar plastik untuk membuatnya. Tidak sulit rasanya melakukan hal-hal tersebut jika kita mau mencobanya.

Kurangi Penggunaan Ken- daraan Bermotor

Mungkin untuk mengejar efisiensi waktu dan menem- puh jarak yang cukup jauh, kita kerap menggunakan kendaraan

bermotor pribadi untuk men- capai lokasi tempat kita bekerja. Namun bagaimana saat kita menjangkau tempat-tempat yang relatif dekat? Seperti ketika mau ke salon dekat rumah ataupun belanja ke swalayan depan komplek, apa masih perlu naik motor atau mobil? Terlebih lagi di saat langit cerah tanpa hujan, lebih seru rasanya jika kita pergi menuju ke tempat-tempat yang dekat dari rumah dengan berjalan kaki atau bersepeda. Selain membuat tubuh lebih sehat, dengan berjalan kaki kita lebih punya kesempatan untuk bertegur sapa dengan tetangga,

siapa tahu anak ketua RT yang kita tegur itu ternyata cantik jelita?

Kelola Sampah dengan Benar

Memang sistem pengelolaan sampah di negara kita ini masih sangat primitif dengan belum adanya implementasi yang serius dan menyeluruh dalam hal penanganan sampah. Tapi kita sebagai individu dapat me- ngenali karakter barang-barang yang sudah kita gunakan dan dapat menentukan penanganan- nya jika sudah tidak terpakai. Untuk sampah barang elektronik ada baiknya jangan kita gabung- kan dengan sampah-sampah makanan yang sekiranya akan dibuang ke tempat pembuang- an sampah umum di pinggiran kota sana. Sampah elektronik banyak mengandung merkuri dan racun-racun lainnya yang sangat berbahaya. Rasanya lebih baik sampah-sampah elektronik kita berikan saja ke tukang loak yang bisa “menangani” sampah itu untuk profesinya. Banyak juga produk yang sudah mencantum- kan teknik penanganannya jika sudah tidak terpakai lagi di bagian belakang kemasannya,

coba saja untuk meluangkan waktu untuk membaca dan mempelajarinya.

Sampah makanan dan hasil buangan kegiatan sehari-hari juga perlu kita perhatikan kemana mereka akan pergi. Kita bisa mencoba lebih kri- tis dengan bertanya kepada pengelola sampah di lingkungan kita, ke mana mereka membuang sampah-sampah kita. Jangan biarkan si pengelola sampah menikmati bayaran iuran sampah bulanan kita hanya dengan membuang sampah-sampah kita ke sungai yang ujung-ujungnya malah membuat banjir di tempat lain. Siapa yang tahu kalau da- erah luapan banjir akibat sampah itu ternyata daerah tempat ting- gal sepupu atau paman kita?

Masih banyak langkah-langkah penyelamatan lingkungan dalam bentuk mikro yang dapat kita lakukan tanpa usaha berarti. Tinggal kembali kepada ke- mauan kita pribadi untuk peduli terhadap satu-satunya planet yang dapat kita tinggali ini. Hijau itu gampang kan? Sip.

yang dapat kita tinggali ini. Hijau itu gampang kan? Sip. 2 3 4 5 6 7

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

HIGIENIS

“Selamatkan Antibiotik Selamatkan Bumi”

Oleh : Ian

Saat ini ada kondisi lain yang mengancam bumi, tidak seke- dar ozon yang menipis, tidak sekedar air yang berkurang, tidak sekedar udara dan laut yang tercemar, tetapi ada bahaya lain yang cukup serius namun kadang terabaikan, yaitu resistensi antibiotik.

Jika kita berpikir bahwa bumi perlu diselamatkan, maka hal yang satu ini, yang terkadang tidak kita sadari, juga perlu di- lestarikan demi keselamatan bumi. Antibiotik yang pada penemuannya pertama kali membawa perubahan yang signifikan dalam penanganan in- feksi, namun saat ini justru dalam keadaan terancam.

Antibiotik yang sekiranya hanya ditujukan untuk infeksi bakteri (organisme mikroskopik bersel tunggal), dengan adanya resis- tensi antibiotik saat ini menjadi sulit untuk mengatasi infeksi. Salah satu kasus adalah mening- katnya infeksi MRSA/methicillin- resistant Staphylococcus aureus hampir di seluruh belahan dunia, dimana angka kecacatan dan kematiannya akibat infeksi ini semakin meningkat. Bakteri yang resisten adalah bakteri yang memiliki ke- mampuan untuk menghalangi kerja antibiotik dengan berbagai mekanisme, yang hingga saat ini belum terkalahkan oleh manusia. Resistensi antibiotik timbul aki- bat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. Dalam tubuh kita terdapat bakteri jahat yang tidak

dapat menimbulkan penyakit karena ditekan oleh bakteri yang baik. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat, akan membunuh bakteri baik, sehingga bakteri jahat dapat menimbulkan pe- nyakit, akan tetapi bakteri jahat ini sudah bermutasi terlebih dahulu sehingga tidak mampu diatasi oleh antibiotik yang se- dang digunakan saat ini. Bakteri

oleh antibiotik yang se- dang digunakan saat ini. Bakteri baik suatu saat dapat menjadi bakteri jahat

baik suatu saat dapat menjadi bakteri jahat bila terlalu sering terpapar oleh antibiotik, inilah yang terjadi pada MRSA, dimana Staphylococcus aureus pada awalnya merupakan flora normal permukaan kulit, akibat peng- gunaan antibiotik yang tidak tepat, membuat tameng sendiri, sehingga saat menyebabkan in-

feksi, bakteri tersebut juga tidak dapat diatasi dengan antibiotik yang biasa digunakan.

Bahaya resistensi antibiotik

bukan masalah individu, tetapi merupakan masalah komunitas,

masalah dunia

sistensi antibiotik dapat menjadi masalah komunitas? Bakteri yang resisten terhadap antibiotik, dapat menularkan sifatnya ke bakteri lain, serta dapat ber- pindah dari satu individu ke in- dividu lainnya. Dapat dibayang- kan jika setiap individu menulari individu yang lainnya dengan bakteri resisten antibiotik, dan terus menulari maka bukan tidak mungkin komunitas yang ada akan dihinggapi kuman yang resisten dengan antibiotik.

Bagaimanan re-

Selain itu resistensi antibiotik ini juga memberikan dampak ekologi, dimana 80-90% bakteri (termasuk yang resisten antibi- otik) akan masuk kedalam tubuh (baik manusia dan hewan) dan tidak hancur begitu saja, tetapi ikut terbuang kembali ke tanah, ke air melalui urin atau tinja.

Mengatasi infeksi bakteri resisten antibiotik memerlukan antibiotik

infeksi bakteri resisten antibiotik memerlukan antibiotik 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

generasi terbaru. Sayangnya kecepatan penemuan antibiotik generasi terbaru tidak mampu menyaingi kecepatan bakteri mengubah dirinya menjadi resisten terhadap antibiotik. Untuk menemukan satu generasi yang lebih tinggi dari satu jenis anti-biotik dapat membutuhkan waktu hingga puluhan tahun, sementara waktu yang dibutuh- kan oleh bakteri untuk resisten terhadap antibiotik cukup dalam hitungan bulan saja. Resist- ensi antibiotik tidak membuat perjalanan penyakit menjadi lebih berat, akan tetapi mem- buat infeksi menjadi lebih sulit disembuhkan, bahkan hingga memerlukan perawatan khusus/ intensif, sehingga pada akhirnya akan merugikan waktu, merugi- kan uang (bukan hanya karena biaya rumah sakit yang lebih lama, tetapi juga mem- butuhkan antibiotik generasi yang lebih tinggi yang juga jauh lebih mahal harganya), bahkan dapat berujung kematian jika tubuh tidak dapat bertahan dengan infeksi tersebut. Sebagai catatan, semakin tinggi generasi antibiotik maka semakin mahal harga antibiotik tersebut, dan semakin tinggi pula risiko efek

samping yang ditimbulkan. Untuk itu mari selamatkan anti- biotik. Menyelamatkan anti- biotik menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya saya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga anda, sebagai bagian dari penduduk bumi ini.

Berikut ini adalah hal yang bisa kita lakukan untuk menyelamat- kan antibiotik:

Cuci tangan dengan meng- gunakan sabun biasa (bukan antiseptik) dan air mengalir cukup untuk menjaga tubuh kita dari masuknya bakteri/ kuman ke dalam tubuh, sebagai catatan infeksi baru terjadi apabila kuman/bak- teri mencapai jumlah koloni tertentu, dengan mencuci tangan menggunakan sabun, membantu untuk mengu- rangi koloni tersebut.

Tidak menggunakan produk antiseptik (sabun mandi, pembersih lantai, pen- cuci piring, detergen, dsb), kecuali untuk individu yang bekerja di laboratorium biol- ogis/medis, rumah sakit, atau lokasi yang terkontaminasi

(pengolahan limbah, dsb).

Tidak meminta antibiotik jika tidak diperlukan. Keluhan umum harian seperti batuk pilek baik akibat influenza ataupun selesma dan infeksi lainnya yang disebabkan oleh virus tidak membu- tuhkan antibiotik. Pastikan diagnosis yang diberikan oleh dokter anda dan tanya- kan penyebabnya, jika virus, tidak perlu antibiotik.jika membutuhkan anti-

biotik, maka habiskan anti- biotik sesuai dengan dosis yang dianjurkan, meskipun

keluhan sudah menghilang atau berkurang.tidak meng- gunakan antibiotik tanpa pengawasan dokter apalagi untuk penyakit yang mung- kin penyebabnya virus.

Antibiotik ialah obat yang dapat membunuh atau memperlahankan pertumbuhan bakteria. Contoh bakteria yang popular adalah Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Helicobacter pylori (perut inflamasi), Bacillus anthracis, Bakteria Salmonella dan sebagainya. Se- tengah bakteria dapat dicengah dengan suntikan vaksin, dan ke- banyakan bakteria infeksi dapat diobati dengan antibiotik. Antibiotik ialah salah satu kelas daripada obat anti-kuman, di mana kelas-kelas lain termasuk obat antivirus, anti-kulat dan anti-parasit. Antibi- otik tidak akan membahayakan seseorang dan ia digunakan untuk merawat infeksi. Perkataan ‘antibiotik’ diperkenalkan oleh Selman Waksman, pada permulaannya hanya berkaitan dengan formulasi berasal dari mikroorganisma. Pada zaman kini, perkataan ‘antibiotik’ juga digunakan sebagai sintetik anti-kuman, contohnya sulfonamide. Antibiotik ialah molekul berukuran kecil dengan keberatan molekul kurang daripada 2000. Antibiotik juga bukanlah enzim.

kurang daripada 2000. Antibiotik juga bukanlah enzim. 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

SOSOK

“Tri Mumpuni :

Sang Climate Hero Penerang Desa”

Dia menerangi desa dalam arti sebenarnya. Bersama suaminya, Iskandar Budisa- roso Kuntoadji, Tri Mumpuni Wiyatno membangun pem- bangkit listrik mini bertenaga air. Sudah 60 lokasi mereka terangi dengan listrik.

Listrik bukan tujuan utama kami, melainkan membangun potensi desa supaya mereka berdaya se- cara ekonomi,” kata Tri Mumpuni atau biasa dipanggil Puni dalam percakapan pekan lalu di Jakarta. Karena itu, meskipun telah melistriki banyak tempat, Puni yang menjadi Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka), lembaga swadaya yang dia dirikan bersama Iskan- dar pada 17 Agustus 1992, terus mengembangkan end use productivity, yaitu bagaimana masyarakat desa setelah memiliki listrik menggunakan listrik itu untuk kegiatan produktif sesuai potensi desa.

Dalam konteks krisis lingkungan Bumi saat ini, dengan pemana- san global yang menimbulkan berbagai perubahan iklim dan cuaca, apa yang dilakukan Puni dan Iskandar menjadi bermakna. “Agar pembangkit listrik tenaga air itu mampu berfungsi terus- menerus sepanjang tahun, setidaknya daerah tangkapan air di hulu harus dipertahankan seluas 30 kilometer persegi. Artinya, tidak ada penebangan hutan atau penggundulan vege- tasi,” kata Puni.

penebangan hutan atau penggundulan vege- tasi,” kata Puni. Pembangkit listrik mikrohidro juga ramah lingkungan karena

Pembangkit listrik mikrohidro juga ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil. Artinya, tidak menambah jumlah gas karbon dioksida ke atmosfer yang memperburuk efek rumah kaca penyebab naiknya suhu muka Bumi secara global.

“Climate Hero”

Belum genap setahun alumni Fakultas Sosial Ekonomi Institut Pertanian Bogor ini men- dapat predikat Climate Hero dari WWF International (2005), ia sudah menuai penghargaan lainnya, yakni sebagai Fellow Ashoka (2006). Tri Mumpuni,

karena inovasi-inovasi yang dilakukannya, menurut Global Ashoka, telah dianggap sukses menjadi agen perubahan. Ia dinilai berhasil memberdayakan masyarakat pedesaan sehingga desa-desa miskin dapat bang- kit dari keterpurukan mereka, bahkan mendapat keuntungan ekonomis berlipat ganda.

Bila menengok ke belakang, sepak terjangnya di bidang kelistrikan ini berawal pada sekitar tahun 1993, ketika ia dan suaminya, Iskandar, mendirikan sebuah yayasan: Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka). Yayasan yang embrionya telah terbentuk bertahun-tahun se- belumnya ini, dari semula berupaya membantu desa-desa terpencil untuk menyediakan lis- trik bagi mereka sendiri dengan menggunakan teknologi mikro- hidro.

Pembangkit Tenaga Listrik Mik- rohidro, sesuai namanya, meng- gunakan tenaga air berskala kecil yang menghasilkan energi di bawah 500 KW. Prinsip kerjanya, air sungai sebagian dialirkan ke sebuah saluran irigasi permanen. Air itu lantas ditampung dalam

saluran irigasi permanen. Air itu lantas ditampung dalam 2 3 4 5 6 7 8 9

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

1 kolam penampung dan kolam penenang. Sebanyak 1.100 liter air per detik kemudian dijatuh- kan dalam

kolam penampung dan kolam penenang. Sebanyak 1.100 liter air per detik kemudian dijatuh- kan dalam dua pipa pesat dari ketinggian 18,6 meter. Kekuatan air tersebut diubah oleh dua turbin kembar menjadi energi listrik, yang menghasilkan daya maksimal mencapai 120 kilowatt (KW). Daya sebanyak itu dapat menerangi sebuah desa. Bah- kan daya listrik tersebut dapat dijual kepada PLN, sehingga masyarakat memperoleh peng- hasilan. Penghasilan desa dari PLTMH yang umumnya dikelola melalui

koperasi ini bervariasi, bahkan hingga mencapai puluhan juta rupiah per bulannya. Tak heran bila sebuah desa yang memi- liki PLTMH dapat memberikan beasiswa kepada warganya. Masyarakat Desa Cicadas, Subang, misalnya, selain da- pat membangun infrastruktur desanya juga dapat menikmati siaran radio milik mereka sendiri, berkat pemasukan dari PLTMH ini.

PLTMH yang digagas Tri Mum- puni itu, kini tersebar dan menjadi model United Nations Economic Commission for Asia and the Pacific (UNESCAP), untuk pengembangan kemitraan privat-publik di Kawasan Asia Pasifik. Kiprah Tri juga meningkat karena kesibukannya menghadiri berbagai undangan dari institusi- institusi, baik swasta maupun pe- merintah, dari tataran nasional, regional, maupun internasional.

Para Peniru yang Gagal Teknologi mikrohidro yang di- gagas Ibeka ini lantas ditiru oleh banyak pihak, termasuk oleh mereka yang mencoba mencari keuntungan instan dari peman- faatan teknologi ini. Akibatnya,

banyak proyek mikrohidro yang justru gagal karena pengerjaan- nya yang asal-asalan. Di samping berorientasi proyek, para peniru umumnya tidak menangkap substansi pember- dayaan masyarakat yang menjadi ciri khas proyek PLTMH yang digagas Ibeka. Pemberdayaan masyarakat, menurut Tri, pa- dahal adalah faktor terpenting. Pengembangan masyarakat selalu menyangkut tiga faktor utama, yakni faktor teknologi, sosial, dan sumber daya. Apabila salah satu faktor ini nol, maka hasilnya pun nihil.

Proyek peniru umumnya mere- mehkan pentingnya aspek sosial, dan cenderung fokus pada faktor teknologinya saja. Bahkan karena berorientasi keuntungan, para peniru ini sering kali tak segan-segan menggunakan cara manipulatif. Tragisnya, cara-cara manipulatif itu mereka anggap sebagai hal wajar. Masyarakat kecil-lah yang kemudian men- jadi korban. Proyek “melistriki” desa dalam kasus semacam ini umumnya bukannya mendu- lang untung, tapi justru menjadi ajang pemborosan tak terkira. Pengembangan masyarakat

mustahil akan tercapai. Bisa dibayangkan, berapa besar kerugian negara bila para peniru ini sumber dananya berasal dari APBD atau APBN!

Kita bisa menjadi Tri Mum- puni yang lain. Minimal dengan menangkap soul-nya, Kecintaan pada lingkungan alam dan sosial, hemat energy, semangat ber- inovasi, kita bisa menjadi Puni- puni lain pada skup dan konteks kita masing-masing. Bravo Bu Puni !!! (Irfan)

dan konteks kita masing-masing. Bravo Bu Puni !!! (Irfan) 2 3 4 5 6 7 8

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

INSPIRASI

“Remember Minamata”

Apakah foto ini belum men- jadi inspirasi bagi anda? Untuk lebih peduli terhadap bahan-bahan kimia yang ber- bahaya bagi lingkungan dan kesehatan

Apakah foto ini belum men- jadi inspirasi bagi anda? Untuk lebih berempati pada rekan-rekan yang memilih mendedikasikan hidupnya pada gerakan Membela lingkungan

Apakah foto ini belum men- jadi inspirasi bagi anda? Untuk berbuat sekecil apa- pun. Agar kejadian serupa tak terulang.

Remember Minamata.

pun. Agar kejadian serupa tak terulang. Remember Minamata. (Tragedi ini terjadi di teluk minamata jepang pada

(Tragedi ini terjadi di teluk minamata jepang pada tahun1959. Pencemaran limbah merkuri oleh Chisso Corp, yang dibuang ke laut menyebabkan ikan-ikan diteluk itu tercemar. Penduduk ampung-kampung nelayan di teluk itu mengalami akibat menggiriskan dari ter- cemarnya ikan yang mereka konsumsi. Lebih dari 20.000 orang mengalami gangguan syaraf amat parah. Bayi-bayi lahir dengan kelainan fisik.)

syaraf amat parah. Bayi-bayi lahir dengan kelainan fisik.) 2 3 4 5 6 7 8 9

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

KOMUNITAS

“Punk di Tengah Kampung”

Oleh : Irfan

“Punk is not just a music, it’s about anarchy against mon- archy, otoritarian, oppressed

Begitulah

Sid Vicious(Sex Pistols) dalam buku Punk Bibble mencoba memberi ilustrasi tentang ideologi kaum Punk di Inggris Raya medio tahun 70-an. Se- iring berjalannya jaman, Punk lebih Identik dengan music keras minimalis, Jaket kulit berpaku dan rambut Mo- hawk. Punk sebagai lifestyle.

and injustice,

Namun, band punk Marjinal dan Komunitas Sapi Betinanya lain. Aktifitas mereka di rumah kontrakannya di Srengseng Sawah - Jaksel yang membaur di masyarakat dan melakukan kerja- kerja social, seperti kursus sablon gratis, membangkitkan kayalan pada ilustrasi Sid Vicious tentang akar ideologi para Punkers.

Malam itu, di sebuah rumah di Gang Setia Budi, Setu Baba- kan, Srengseng Sawah, tampak beberapa orang pemuda tengah gobrol santai diberanda depan sebuah rumah berukuran se- dang. Dua orang lainnya sedang asyik mengeringkan screen ce- takan sablon. Beberapa diantara mereka memiliki penampilan yang spesifik. Rambut gimbal dreadlock, tindik di kuping, T-shirt hitam bergambar dan tattoo di sekujur badan. Mereka adalah komunitas punk Sapi Betina.

Bob OI, salah seorang personel Marjinal, Band punk yang men- jadi roh komunitas ini menyam- but kami di beranda rumah kontrakan yang mereka ting- gali sejak 5 tahun silam. Bertolak belakang dengan penampilan

sejak 5 tahun silam. Bertolak belakang dengan penampilan sangar lengkap dengan kalung taring babinya, Bob ternyata

sangar lengkap dengan kalung taring babinya, Bob ternyata ramah dan enak diajak ngobrol. Ia terkesan kalem tapi nyambung bila diajak ngobrol tentang isu- isu kekinian. Dari serbuan brutal Israel ke Palestina hingga kondisi sosial-politik menjelang pemilu 2009. Mengalir.

Kami diperkenalkan pada dua orang punkers asal Lampung yang kebetulan singgah. Ko- munitas ini memang sering dis- inggahi para punkers dari ber- bagai pelosok tanah air. Beber- apa hari berselang, sekelompok punkers Makassar dan Cire- bon mampir juga. Nampaknya eksistensi Marjinal sebagai band

punk papan atas tanah air telah banyak mendapat pengakuan. Bob tak menampik hal itu, menu- rutnya selain intensitas mang- gung di beberapa kota, konsis- tensi mereka dalam mengangkat isu-isu sosial dalam lagu-lagu Marjinal telah menempatkan band pada posisi tertentu. “Tak banyak musisi yang konsisten mengangkat isu-isu sosial dan politik. Kebanyakan, masih me-

nyisakan satu atau dua lagu cinta yang menuruti selera pasar. Kalo kami, 100% (isu sosial semua-

red) hehe

”,

katanya singkat.

Segitunya, hingga beberapa peneliti dari luar negeri tertarik untuk melakukan studi tentang

dari luar negeri tertarik untuk melakukan studi tentang 2 3 4 5 6 7 8 9

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

mereka. Termasuk diantaranya adalah Ian Wilson, peneliti dari Murdoch University, Australia yang malam itu juga terlihat no- ngkrong disana. Mash, maha- siswa Antropologi Hombolt University, Berlin, Jerman malah bikin Video Dokumenter ber- judul “Welcome to Taring Babi”. Ya, Taring Babi adalah nama ko- munitas ini sebelum ganti nama menjadi Sapi Betina.

Lalu Bob Mempersilakan kami masuk keruang tengah. Disana kami dikenalkan dengan Mike (vokalis Marjinal) serta beberapa warga komunitas ini seperti Mu-

jib (seorang aktifis LSM), Gom- bloh dan umam. Mereka sedang asyik menikmati videoklip music dari sebuah PC. Beberapa mug kopi tersaji. Mengepulkan uap dan menyebarkan aroma khas, dan larutlah kami dalam obrolan hingga tak terasa jam menunjuk- kan pukul 3 dinihari.

Mike dengan rambut kriwil dreadlocknya menuturkan tentang awal mula mereka berdomisili di Gang Setia Budi menjadi buah bibir warga karena penampilan fisik mereka yang sangar bertato dan rambut Mohawk tegak bak bulu landak.

yang sangar bertato dan rambut Mohawk tegak bak bulu landak. Stigma (anggapan) miring tak ayal mereka

Stigma (anggapan) miring tak

ayal mereka terima. “Beberapa bulan tinggal, ada seorang bapak curhat ke saya mas. Katanya, warga menyangka kita ini sarang

pencopet, hahaha

mengenang beberapa kejadian menggelikan saat awal tinggal sana. Namun mereka segera sa- dar bahwa membuka diri adalah tuntutan keadaan. Taring Babi, nama komunitas ini pada saat itu, membuka pintu selebarnya bagi warga, khususnya para pemuda kampung yang ingin melihat sekaligus terlibat dalam aktifitas mereka.

”,ujar

Mike

Ketrampilan sablon kaos, emblem maupun sticker, cetak mencetak dengan teknik cungkil kayu (wood cut) pun mereka kembangkan bersama-sama

hingga bisa menjadi tambahan income bagi para pemuda. Anak-anak kecil pun tak merasa rikuh untuk belajar musik dan bernyanyi bersama anggota komunitas Taringbabi. Dengan ringan tangan mereka ber- gotong royong bersama warga memperbaiki jalan kampung. Jalanan yang biasanya becek menggenang disaat musim hujan, kini mulus beralas beton. Mike mengenang lagi, “Kami bahkan diajak piknik ibu-ibu pengajian mushola untuk jadi event organizernya.” Geli rasanya membayangkan anak-anak punk dengan penampilan sangarnya bersendau gurau dengan ibu-ibu pengajian.

Mike menambahkan, bahwa keputusan untuk hidup kolektif

Mike menambahkan, bahwa keputusan untuk hidup kolektif 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

bersama masyarakat ini sudah mereka jalani sejak lima tahun yang lalu. Rupanya mereka miliki pandangan baru bahwa bentuk perlawanan terhadap ketidak adilan dan penindasan, tak selamanya musti berdemon- strasi turun ke jalan. Mereka beranggapan bahwa membaur dengan masyarakat , mengetahui problem riil yang ada disana lalu berupaya menemukan solusi kongkret lebih bermanfaat bagi masyarakat. Inilah yang disebut Antonio Gramsci (seorang so- siolog asal Italia) sebagai intelec- tual organic. Intelektual yang tumbuh bersama masyarakat berikut segala problematikanya dan berupaya menemukan solusi. “Dulu Kami demonstran, tapi nampaknya sekarang sudah bukan saatnya”, sambung Mujib.

Selain Kegiatan pemberdayaan dengan konsep lifeskill seperti sablon, mereka juga membuat penerbitan bulletin yang di- namai Black Cat zine. Mereka juga mengorganisasikan event bertajuk kamiSan yang rutin digelar di Newmuseum Café. Bentuk kegiatannya macam- macam. Campur aduk bak gado-gado. Ada Pagelaran music

dari genre yang berbeda-beda. Dari punk, keroncong, marawis, jazz, blues, reggae, hingga tanjidor diakomodir. Jadi jangan heran bila di event ini awwda Keroncong Tugu yang legend- aries namun mulai terpinggirkan, atau reggae dengan bahasa dan

cengkok lokal dan memasukkan alat-alat musik lokal pula. Bebas. “Hidup ini kan warna-warni, kaya, dan limpah. Kita coba jembatani keragaman itu dalam

kamiSan

gomentari sikap openminding mereka terhadap scene music yang lain. Mereka juga mengelar diskusi dan bedah buku. Satu lagi pandangan orang bahwa anak-anak punk tertutup dan asosial runtuh ditangan mereka. Hmm, good idea bro

”,Ungkap

Mike men-

Ternyata perubahan mind set mereka berpengaruh pula pada cara bermusik mereka, terutama lirik. Pada medio 1997 – 1998, nyaris semua konten lagu mereka berisi kritik keras menjurus caci maki terhadap orba dan aparat yang represif. Lagu-lagu seperti Revolusi!… menggambarkan dengan lugas hal itu. Seiring berjalannya pola pikir, lirik mereka lebih membumi. Berisi

ajakan terhadap kaum marjinal untuk tetap bersemangat untuk struggle to life. Ada pula lagu tentang persatuan. Yup, Marjinal semakin dewasa, luar dalam.

Tak terasa angin dingin pagi hari mulai berembus. Asupan kafein dalam darah rasanya juga sudah mulai berkurang hingga mata menjadi berat. Tepat Pukul 3 dini hari, kami berpamitan. Persaudaraan baru telah terjalin diantara kami. Sebelum ber- pamitanpun kami sempat me- nyepakati adanya agenda-agen- da kerja bareng komunitas sapi betina dan Myjalah. Diantaranya adalah pelatihan singkat jurnalis- tik untuk membantu para musisi muda mengaktualisasikan diri lewat media tulis. Moga event ini bisa terealisir. Salut kawan

media tulis. Moga event ini bisa terealisir. Salut kawan 2 3 4 5 6 7 8
media tulis. Moga event ini bisa terealisir. Salut kawan 2 3 4 5 6 7 8

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

GALERI

1 GALERI Berbagai studio tattoo semakin merebak di berbagai penjuru daerah. Terlebih lagi di kota-kota besar
Berbagai studio tattoo semakin merebak di berbagai penjuru daerah. Terlebih lagi di kota-kota besar seperti
Berbagai studio tattoo semakin merebak di berbagai penjuru daerah. Terlebih
lagi di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, dsb. Kali ini
kami mencoba menampilkan sejumlah koleksi foto dari sebuah studio tattoo
bernama Beras Tattoo milik komunitas Sapi Betina yang juga dibahas pada bagian
lain MyJalah edisi kali ini. Yang sangat unik dari studio ini merupakan kesesuaian
namanya dengan cara pembayarannya, yaitu dengan “Beras”. Ya, beras atau yang
bahasa inggrisnya dikenal dengan kata “Rice”, makanan pokok negeri yang gemah
ripah loh jinawi ini. Setiap klien Beras Tattoo cukup membayar dengan sekarung
beras untuk satu sesinya (tambahan pembayaran lain seperti uang, iPod atau-
pun yang lainnya diserahkan kepada kerelaan klien sepertinya, hahaha
).
Tidak
sembarang beras yang diterima dalam kegiatan transaksinya, Beras tattoo hanya
menerima beras lokal (yang tidak diimpor oleh para importir konyol itu!). “Kami
hanya menerima beras lokal dalam rangka mendukung keberlangsungan para
petani lokal”, ujar Bob, salah satu anggota tim Beras Tattoo.

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

1 Jl. M. Kahfi II, Gg. Setia Budi No. 39 Srengseng Sawah, Jagakarsa Jakarta Selatan -
1 Jl. M. Kahfi II, Gg. Setia Budi No. 39 Srengseng Sawah, Jagakarsa Jakarta Selatan -

Jl. M. Kahfi II, Gg. Setia Budi No. 39 Srengseng Sawah, Jagakarsa Jakarta Selatan - 12077 Indonesia

(021) 955 101 26

Jagakarsa Jakarta Selatan - 12077 Indonesia (021) 955 101 26 2 3 4 5 6 7

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

GERAI

“Damn! I Love Indonesia”

Di tengah ramainya industri label pakaian di Indonesia, yang banyak muncul melalui tempat-tempat distribusi bernama distro, seorang Da- niel Mananta maju bersama label pakaiann yang bernama “DAMN! I Love Indonesia”. Pembawa acara Indonesian Idol di televisi ini tidak se- kedar menyajikan gaya baru melalui labelnya ini, tapi lebih kepada “semangat baru”.

Indonesia, negara yang kita ting- gali ini terkadang seperti biasa saja jika kita memikirkannya sambil lalu. Namun di saat Anda berada jauh di negeri orang, barulah terasa betapa banyak hal yang tidak dapat Anda temu- kan kecuali di Indonesia. Hal itu akan mampu membuat Anda merindukan Indonesia hingga

mengucapkan “DAMN! I Love Indonesia”. Begitulah kira-kira hal yang dirasakan Daniel Mananta, sehingga menginspirasi dirinya untuk melakukan sesuatu dalam rangka mewujudkan rasa cin- tanya kepada Indonesia.

Daniel dengan dukungan rekan- rekannya membuat sebuah

label pakaian yang diberi nama “DAMN! I Love Indonesia”. Mengambil inspirasi dari origi- nalitas kebudayaan Indonesia yang dikembangkan dengan cara urban, membuat “DAMN! I Love Indonesia” menjadi unik dan menarik. Sebagai produksi awal, desain–desain yang dikembang- kan antara lain diambil dari ka-

yang dikembang- kan antara lain diambil dari ka- 2 3 4 5 6 7 8 9

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

rakter Gareng dan Petruk, Arju- na, Barong, Batik dan Gunungan. Saat ini ‘DAMN! I Love Indone-

sia’ dapat diperoleh di Butik ‘The Other Culture’ yang terletak

di FX Lifestyle X’enter lantai 6

jakarta. Label DAMN! sendiri direncanakan akan berkembang mewakili berbagai macam ka- rakter design dan akan dipasar- kan secara internasional.

Saat MyJalah mendatangi Butik ‘The Other Culture’, Christian Widi Nugraha, salah satu part- ner Daniel membocorkan info tentang produk-produk barunya yang sebentar lagi akan dimun- culkan. “Untuk berikutnya akan kami sajikan sejumlah desain yang terinspirasi dari musik tradisional Indonesia, cerita rakyat Indonesia, pahlawan- pahlawan Indonesia, dan masih banyak lagi.”, ujar Widi. Coba aja padukan kaos bergambar Arjuna yang di desain modern

dari Damn dengan outfit favorit kamu sehari-hari. Dijamin orang

di sekeliling kamu akan berteriak

“Damn! I Love Indonesia”. Buruan deh kabur ke FX! (Oki)

“Damn! I Love Indonesia”. Buruan deh kabur ke FX! (Oki) 2 3 4 5 6 7
“Damn! I Love Indonesia”. Buruan deh kabur ke FX! (Oki) 2 3 4 5 6 7

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

1 The Other Culture Boutique, FX Lifestyle X’enter Lt. 6 Jl. Jend. Sudirman, Jakarta - Indonesia

The Other Culture Boutique, FX Lifestyle X’enter Lt. 6 Jl. Jend. Sudirman, Jakarta - Indonesia

X’enter Lt. 6 Jl. Jend. Sudirman, Jakarta - Indonesia 2 3 4 5 6 7 8

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

BACKPACK

“Bayah :

Surga Banten”

Oleh : Indit Foto : Salich Wicaksana

: Surga Banten” Oleh : Indit Foto : Salich Wicaksana Bayah mungkin masih ter- dengar asing

Bayah mungkin masih ter- dengar asing ditelinga kita. Padahal Bayah memiliki peman- dangan alam yang luar biasa indah. Bayah adalah sebuah kecamatan yang terletak di ka- bupaten Lebak, Propinsi Banten, Indonesia. Lokasinya sekitar 237 km dari Jakarta. Sekitar 6 jam. Untuk menuju ke Bayah, Anda bisa lewat Rangkasbitung-Mal- ingping dengan kondisi sebagian jalan bopeng-bopeng, atau bisa Pandeglang-Malingping dengan jarak tempuh lebih jauh. Untuk saat ini kendaraan yang menuju kesana masih minim. Sebaiknya disarankan menggunakan mobil pribadi atau bisa menyewa mo- bil travel yang bermuatan bisa sampai 15 orang. Untuk peng- inapan disana, ada beberapa rumah yang menyediakan home- stay dengan tarif terjangkau.

Pantai Sawarna ini juga ada salah satu daerah bernama Tanjung Layar. Mengapa dinama- kan demikian karena ada 2 buah batu yang tinggi menjulang membentuk seperti layar. Di- daerah ini ombaknya lebih besar lagi. Karenanya dilarang keras berenang di tempat ini.

Tempat tujuan wisata daerah yang pernah dibuat syuting film “Kamulah satu-satunya” ini antara lain adalah Pantai Sawarna. Pantai ini masih sepi dari pengunjung. Ibaratnya masih pantai perawan. Karenanya merupakan tempat yang sangat cocok untuk bersantai menikmati deburan ombak dilaut. Untuk musim sekarang ini, ombaknya cukup besar. Sehingga dila- rang untuk berenang. Biasanya pada musim- musim tertentu pantai ini juga dipakai untuk surfing. Sunset di Pan- tai Sawarna juga luar biasa indah. Sejuknya hawa dan angin pantai membawa kedamaian dihati. Di

Sejuknya hawa dan angin pantai membawa kedamaian dihati. Di 2 3 4 5 6 7 8
Sejuknya hawa dan angin pantai membawa kedamaian dihati. Di 2 3 4 5 6 7 8

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

Selain pantai yang indah, di Bayah juga bisa berwisata ke Goa. Goa-goa itu adalah bekas tambang batu bara pada zaman penjajahan Jepang. Ada Goa bekas Tan Malaka disini. ia per- nah menyamar sebagai mandor pertambangan batu bara deng-

an nama samaran Ilyas Husein. Tan Malaka sempat mengorgan- isasi para romusha, membentuk kelompok drama, dan menyele- saikan karya magnum opus-nya, Madilog. Untuk perjalanan ke Goa ini menempuh perjalanan yang tracknya cukup terjal. Ber-

jalan kaki sekitar 2 km. Jalanannya sempit dan dikanan-kiri sawah dan sungai. Apalagi jika musim penghujan seperti ini dipastikan jalanan becek dan licin. Maka itu berhati-hatilah.

jalanan becek dan licin. Maka itu berhati-hatilah. 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

ACARA

“Teater Koma :

Republik Petruk”

9 - 25 Januari 2009 Graha Bhakti Budaya PKJ - TIM

“Wah edan!!!”, di jaman modern ini ternyata masih ada pementasan teater yang sangat sulit untuk mendapatkan tiket masuk, kita harus booking sehari sebelum menikmati pementasan. Ini merupakan fenomena yang unik, dimana orang-orang saat ini menganggap menonton pemen- tasan teater adalah hal kuno dan ketinggalan jaman, mereka lebih memilih menonton bioskop atau menyaksikan pementasan band. Tetapi tidak untuk teater yang satu ini. Siapa yang tak kenal Teater Koma, khususnya bagi orang- orang yang aktif dalam dunia pementasan teater.

Teater Koma didirikan pada 1 Maret 1977 di Setiabudi Barat NO. 4, Jakarta Selatan. Kenapa dinamakan Teater Koma ? Koma, merupakan sebuah metafora yang mengartikan ‘gerak berkelanjutan, senantiasa berjalan, tiada ada henti, tak mengenal titik’. Teater Koma merupakan paguyuban kesenian, bukan perusahaan atau partai politik. Perkumpulan Kesenian non-profit, maksudnya bermain teater bukan sebagai pekerjaan yang menopang kehidupan- nya sehari-hari. Tetapi sebuah hobi yang dijalankan secara dedukatif, ikhlas dan gembira. Dalam produksinya, modal awal terkadang berasal dari kantong pribadi dan ditanggung ber- sama.

Di usianya yang sudah beranjak 32 tahun ini, Koma justru lebih memperlihatkan kreatifitasnya.

Mereka mempunyai pendirian “apa pun yang terjadi The Show Must Go On”, ada atau tidaknya dukungan dari pemerintah. Tea- ter Modern Indonesia harus tetap berkiprah. Inilah sikap teguh dari sebuah pilihan. Ikrar melakoni lakon yang sudah di- gariskan oleh kreatifitas. Sebuah lakon teater yang ‘koma’, senan- tiasa berkelanjutan dan hidup! Pementasan Koma kali me- nampilkan cerita Republik Petruk Karya & Sutradara N. Riantiarno.

Mengapa Republik Petruk dipilih Teater Koma ?

Lakon ini ibarat cermin buram negri kita. Lakon yang tragis, kocak, getir dan konyol. Kisah tentang pemimpin yang se- sungguhnya bukan pemimpin, melainkan hanya badut belaka. Petruk menjadi raja bergelar Prabu Belgeduwelbeh Tontong-

Petruk menjadi raja bergelar Prabu Belgeduwelbeh Tontong- 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

1

1 sot akibat tuah jimat titipan. Konon, jika sebuah negri ber- hasil dirajai Petruk, maka seakan

sot akibat tuah jimat titipan. Konon, jika sebuah negri ber- hasil dirajai Petruk, maka seakan hilang sudah harapan meraih masa depan yang lebih baik. Semua berhenti hanya pada wacana, bicara seakan berbuat, tersenyum seakan sudah berjasa dan janji-janji senilai sampah

saja. Jadi, haruskah berhenti? Atau menghentikan cara Petruk memerintah? Atau diam saja, menunggu segala hancur, licin tandas tanpa sisa sehingga kita tak lagi punya apa-apa? Inilah pertanyaan yang utama. Dan ra- sanya, sedah waktunya jawaban diperoleh. Kalau bukan seka-

rang, kapan lagi. Waktu sungguh mendesak. Perdagangan Global menghadang. Di mata dunia, dua opsi jadi taruhannya; apakah kita mampu jadi Arya atau malah di- paksa Paria? Anda yang berhak menjawab, bukan penguasa.

Republik Petruk adalah produk-

si Teater Koma yang merupakan Trilogi ketiga dari serial KISAH- KISAH REPUBLIK. Trilogi per- tama ; Republik Bagong, dipen- taskan sebagai produksi ke-95 di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, April hingga Mei 2001. Trilogi Kedua; Republik Togog, digelar sebagai produksi ke- 103, di Gedung Kesenian Jakarta dan GBB-TIM, Juli hingga Agus- tus dan Desember 2004. Dan sekarang trilogi ketiga; Republik Petruk, dipentaskan sebagai produksi ke-116 di GBB-TIM pada tanggal 9-25 Januari 2009.

Ringkas Cerita

Kisah bermula, saat Mustaka- weni berhasil mencuri Jimat Kalimasada, Pusaka Pandawa, dengan cara menyamar sebagai Gatotkaca. Srikandi, perempuan pahlawan itu, tak mampu me- rebut kembali Kalimasada. Pada saat bersamaan, datang satria bagus bernama Priambada. Dia sedang mencari ayahnya, Arjuna. Srikandi sedia menolong dengan syarat: Sang Satria harus merebut kembali Jimat Kalimasada. Priam- bada bersedia. Maka terjadilah perebutan yang asyik dan seru. Mustakaweni ternyata jatuh

perebutan yang asyik dan seru. Mustakaweni ternyata jatuh 2 3 4 5 6 7 8 9

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

1

hati dan membiarkan Priam- bada merebut Jimat Kalimasada, meski tetap pura-pura melawan. Karena kerepotan, Priambada menitipkan Jimat Kalimasada kepada Petruk.

Alkisah, dua dewa; Kaladurgi dan Kanekaratena, memprovokasi

Alkisah, dua dewa; Kaladurgi dan Kanekaratena, memprovokasi agar Petruk memanfaatkan tuah Jimat Kalimasada. ”Titipan

agar Petruk memanfaatkan tuah Jimat Kalimasada. ”Titipan harus dimaksimalkan, kekuasaan di depan mata, peluang tak bakal datang dua kali”. Akhirnya Petruk tergoda. Dan berkat tuah Jimat Kalimasada, Petruk berhasil me- naklukan Kerajaan Lojitenegara. Lalu dia diangkat sebagai Raja bergelar Prabu Petruk Belgedu- welbeh Tongtongsot.

Maka, terjadilah reformasi politik. Apa saja diperbolehkan. Korupsi, asal tidak ketahuan, oke-oke saja. Dengan lantang Petruk berkata; ‘Demokrasi yang kureformasi adalah; Serba Boleh Ye…’

Lojitengara makmur, pejabat ta- kut korupsi. Para polisi bersikap baik, dedikatif. KKN dan berba- gai penyelewengan, atas nama

demokrasi, memang baik… tapi terkendali. Prabu Belgedu- welbeh santai saja. Malah dia banyak makan, banyak menyanyi dan banyak menari. Raja-raja lain yang merasa terganggu dan menyerbu Lojitengara lalu di- kalahkan, tidak diperbudak oleh Petruk Belgeduwelbeh, melain- kan diangkat sebagai saudara dan direkrut jadi sekutu.

Tetapi pada akhirnya kerajaan Lojitengara runtuh oleh se- rangan yang dipimpin oleh saudaranya sendiri yaitu Gareng, dia diangkat oleh Yudistira untuk memimpin pasukan dan berhasil mengalahkan Petruk Belgedu- welbeh.

Jimat Kalimasada pun berhasil direbut, Petruk pun menyerah dan memohon maaf. Kaladurgi

dan Kanekaratena mengakui bahwa semua ini merupakan skenario mereka. Akhirnya me- reka semua hidup dengan damai tanpa adanya dendam dan perpecahan.

Itulah tadi ringkasan cerita dari pementasan Teater Koma dengan judul Republik Petruk, semoga dengan adanya Teater Koma yang sampai saat ini masih sangat eksis keberadaannya, memberikan suatu kebang- gaan bagi budaya bangsa ini serta memberikan motivasi bagi Teater – teater lain untuk bangkit dan terus berkreativitas dalam dunia seni pertunjukan. (Raga)

terus berkreativitas dalam dunia seni pertunjukan. (Raga) 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

GADGET

“BlackBerry Storm 9500”

BlackBerry Storm 9500 akhirnya muncul juga, meski hanya gambar yang terpam- pang di situs ponsel Jerman Vodafone, pertengahan Januari ini. BlackBerry per- tama yang menanamkan fungsi touchscreen keluaran Research In Motion (RIM) ini belum pernah diumumkan secara resmi sampai akhirnya muncul dan terpampang di website.

BlackBerry Storm 9500 banyak dibicarakan orang sebagai pe- saing kuat ponsel populer produksi Apple, iPhone. Lang- kah ini memang tak terlalu mengejutkan bila mengingat popularitas fitur ini yang mulai beranjak naik sejak dilepasnya produk iPhone beberapa waktu yang lalu. Namun apakah fitur ini

iPhone beberapa waktu yang lalu. Namun apakah fitur ini tampilan produk ini lumayan bagus, walaupun produk
iPhone beberapa waktu yang lalu. Namun apakah fitur ini tampilan produk ini lumayan bagus, walaupun produk

tampilan produk ini lumayan bagus, walaupun produk smart- phone lainnya juga membuat tampilan yang kurang lebih ham- pir sama. Hal ini kurang bagus karena Research In Motion terli- hat hanya mengandalkan fungsi dan fitur dari produk ini saja.

Yang menarik dari ponsel ini adalah kemampuan multi-touch screen dalam melakukan high- light atau hover tanpa harus memilih menu tersebut. Jadi untuk memilih aplikasi dari menu Anda harus benar-benar mene- kan icon tersebut sama sep- erti Anda menekan tombol. Ini sangat berguna saat Anda harus mengakses situs dengan tombol navigasi yang saling berdek