Anda di halaman 1dari 60

LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

PENINGKATAN KREATIFITAS BELAJAR SENI RUPA KELAS VIII/B SMPN 2 NGAWI MELALUI PRAKTEK BERKARYA SENI PATUNG DENGAN TEKNIK CARVING TAHUN AJARAN 2006/2007

Oleh : SUPARJO, SH., S.Pd., MM NIP. 131 678 266

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

SMPN 2 NGAWI
Alamat : Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 7 Ngawi

PEMERINTAH KABUPATEN NGAWI DINAS PENDIDIKAN DAN KABUPATEN

SMP NEGERI 2 NGAWI


Alamat : Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 7 Ngawi

SURAT KETERANGAN
Nomor : 422/626/404/109.51/2006 Yang bertanda tangan di bawah ini Kepala SMP Negeri 2 Ngawi menerangkan bahwa : Nama : Suparjo, SH., S.Pd., MM. NIP : 131 628 244 Pangkat, Gol/Ruang : Pembina / IV a Jabatan : Guru Unit Kerja : SMP Negeri 2 Ngawi Telah mengadakan penelitian ilmiah dan menyusun laporannya menjadi karya tulis ilmiah dengan judul PENINGKATAN KREATIFITAS BELAJAR SENI RUPA KELAS VIII/B SMPN 2 NGAWI MELALUI PRAKTEK BERKARYA SENI PATUNG DENGAN TEKNIK CARVING TAHUN AJARAN 2006/2007. Karya tulis tersebut telah didokumentasikan di Perpustakaan SMP Negeri 2 Ngawi dengan Nomor Induk Inventaris Perpustakaan : . Dan Nomor Klasifikasi : .. Surat Keterangan ini untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Ngawi, 29 Oktober 2006 Kepala Sekolah,

Drs. SUHARTOYO, S.Pd NIP. 130 532 310 Mengetahui Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ngawi

Drs. H. ABDULLAH ZAINI, M.Si Pembina Tk. I NIP. 130 406 646

PENGURUS DAERAH TINGKAT II PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

(PGRI)
KABUPATEN NGAWI SURAT KETERANGAN
No. : /PDII-PGRI/X/2006 Setelah membaca Karya Tulis dari Saudara Suparjo, SH., S.Pd. MM. NIP : 131 678 244 Unit Kerja SMP Negeri 2 Ngawi yang berjudul : PENINGKATAN KREATIFITAS BELAJAR SENI RUPA KELAS VIII/B SMPN 2 NGAWI MELALUI PRAKTEK BERKARYA SENI PATUNG DENGAN TEKNIK CARVING TAHUN AJARAN 2006/2007. Maka kami team pengkaji makalah yang dibentuk oleh pengurus PGRI Kabupaten Ngawi Nomor : 021/SK/PD.II-PGRI/IN-01 merekomendasikan Karya Tulis tersebut untuk diajukan pada penilaian pengembangan profesi yang merupakan prasyarat wajib bagi guru yang naik tingkat ke golongan IV-B ke atas. Ditetapkan di : Ngawi Tanggal : 29 Oktober 2006 Mengetahui, Pengurus PGRI Kab. Ngawi Ketua, Team Pengkaji Makalah PGRI Kabupaten Ngawi Ketua,

Drs.H.Abdullah Zaini, M.Si NPA. PGRI 1305000002

Drs. Ir.H.Heru Yudi Purwanto, M.Sc. Pembina Utama Muda NIP. 130 790 145

LAPORAN PENELITIAN
PENINGKATAN KREATIFITAS BELAJAR SENI RUPA KELAS VIII/B SMPN 2 NGAWI MELALUI PRAKTEK BERKARYA SENI PATUNG DENGAN TEKNIK CARVING TAHUN AJARAN 2006/2007

Oleh : SUPARJO, SH, S.Pd., MM. NIP. 131 678 244 TIDAK DIPUBLIKASIKAN, DISIMPAN DI PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 2 NGAWI

Ngawi, 29 Oktober 2006 MENGETAHUI KEPALA SMP NEGERI 2 NGAWI KEPALA PERPUSTAKAAN SMP NEGERI 2 NGAWI

Drs. SUHARTOYO, S.Pd NIP. 130 532 310

PURWANINGSIH NIP. 131 397 760

ABSTRAK Suparjo, SH, S.Pd.,MM Peningkatan Kreatifitas Belajar Seni Rupa Kelas VIII/B SMPN 2 Ngawi Melalui Praktek Berkarya Seni Paung Teknik Carving Tahun Ajaran 2006/2007. Kata kunci : Peningkatan kreatifitas, berkarya, seni patung, teknik carving Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nilai angka kredit dalam pengembangan profesi dan untuk mengetahui pengembangan kreatifitas, prestasi dalam pembuatan karya seni rupa tiga dimensi seni patung dengan teknik carving. Peningkatan menggunakan konsep Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memaparkan apa adanya. Sumber datanya adalah siswa kelas VIII/B. Penelitian ini sebagai upaya mengembangkan pendidikan seni lewat pembuatan seni patung teknik carving dan memberikan konsep pengajaran untuk dalam memahami dalam hal fungsi, tujuan serta sekaligus teknik pembuatannya. Prosedur penelitian dalam kegiatan menggunakan siklus satu dan dua dengan perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi. Hasil penelitian (1) dalam pembelajaran pembuatan seni patung dengan PTK ini mampu meningkatkan kreatifitas dan prestasi khususnya kelas VIII/B dan siswa pada umumnya. Semoga penelitian ini bermanfaat bagi semua pihak guna pengembangan pendidikan seni rupa patung.

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya saya dapat menyelesaikan revisi laporan penelitian ini dengan judul PENINGKATAN KREATIFITAS BELAJAR SENI RUPA KELAS XII 1 KARANGANYAR MELALUI PRAKTEK

IPA DAN RSBI SMAN BERKARYA SENI

PATUNG DENGAN TEKNIK CARVING TAHUN

AJARAN 2010/2011. Maksud dan tujuan penulisan laporan ini adalah untuk memperoleh angka kredit pengembangan profesi jabatan guru yang merupakan persyaratan wajib bagi guru yang akan naik pangkat dari golongan IV/a ke golongan IV/b dan seterusnya. Pada penulisan ini peneliti sampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Kepala SMAN 1 Karanganyar. 2. Rekan-rekan guru SMAN 1 Karanganyar. 3. Dan semua pihak yang telah membantu penyusunan laporan penelitian ini. Karena keterbatasan waktu dan kemampuan kami, maka dalam penulisan ini laporan penelitian tindakan kelas jauh dari sempurna. Untuk itu saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan dan perbaikan sangat kami harapkan agar berguna bagi semua pihak. Karanganyar, 18 Nopember 2010 Penyusun,

DAFTAR ISI

Halaman Judul ................................................................................................ Halaman Pengesahan ..................................................................................... Abstrak ........................................................................................................... Kata Pengantar ............................................................................................... Daftar Isi ........................................................................................................ BAB I PENDAHULUAN

i iii v vi vii

A. Latar Belakang Masalah ........................................................................... B. Identifikasi Masalah ................................................................................. C. Pembatasan Masalah ................................................................................ D. Rumusan Masalah .................................................................................... E. Tujuan Penelitian ..................................................................................... F. Manfaat Penelitian ................................................................................... BAB II KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA A. Pengertian Seni Patung ............................................................................ B. Fungsi Seni Patung ................................................................................... C. Tujuan Pembuatan Patung ....................................................................... D. Corak Patung ............................................................................................ E. Ragam Patung .......................................................................................... F. Media Karya Patung ................................................................................. G. Teknik Pembuatan Patung ....................................................................... H. Gaya Patung ............................................................................................. I. Nilai Patung .............................................................................................. vii

1 2 2 2 3 3

4 4 5 5 6 7 11 14 14

J. Model Patung ........................................................................................... K. Ukuran Patung .......................................................................................... L. Membuat Patung ...................................................................................... M. Kerangka Pemikiran ................................................................................. N. Hipotesis ................................................................................................... BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian .................................................................. B. Prosedur Penelitian .................................................................................. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Tempat Penelitian .................................................................... B. Deskripsi Data .......................................................................................... C. Hasil Penelitian ........................................................................................ D. Analisis Data ............................................................................................ E. Pembahasan Hasil Penelitian ................................................................... BAB V PENUTUP A. Kesimpulan .............................................................................................. B. Implikasi ................................................................................................... C. Saran ......................................................................................................... Daftar Pustaka ................................................................................................ Lampiran-Lampiran

15 16 17 22 23

24 25

28 28 28 45 45

48 48 49 50

viii
http://brankas_use.blogspot.com

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Seni patung adalah karya seni rupa tiga dimensi yang berfungsi sebagai sarana hiasan. Karya seni tersebut berkembang sejak mulai jaman purba, primitif, klasik, kontemporer. Karya seni patung modern saat ini mulai berkembang pesat seiring dengan kebutuhan dalam mengarungi perubahan gaya hidup di lingkungan kita. Dalam memahami teknik pembuatan, fungsi dan tujuan pembuatan seni patung ini perlu diketahui oleh masyarakat atau siswa. Karya seni tiga dimensi yang bentuknya menyerupai patung juga berkembang pesat di zaman modern. Karya seni rupa 3 dimensi patung khususnya memiliki teknik pembuatan yang berbeda-beda. Untuk itu peneliti akan membahas pembuatan patung dengan teknik carving dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi siswa SMAN 1

Karanganyar kelas XII dalam upaya meningkatkan kreatifitas bagi siswa. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi saat ini maju pesat. Proses pembuatan dan proses informasi berkembang pesat seiring dengan perkembangan zaman mobil, sepeda motor, robot, alat-alat berat dan ringan adalah buah dari perkembangan seni patung di zaman modern.

Situasi tersebut di atas menuntut pada guru seni rupa SMAN 1 Karanganyar melaksanakan kegiatan pembelajaran yang berkualitas. B. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka identifikasi masalah dalam penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut : 1. Seni patung adalah karya seni rupa tiga dimensi yang teknik pembuatannya beraneka ragam. 2. Dalam perwujudannya seni patung dengan teknik carving adalah yang paling disukai sebab mudah didapat alat dan bahannya dalam mewujudkan kreatifitas bagi siswa. C. Pembatasan Masalah 1. Dalam upaya meningkatkan kreatifitas dan prestasi siswa pembuatan karya seni rupa tiga dimensi perlu dilakukan. 2. Jenis karya seni rupa tiga dimensi yang dibuat siswa ada seni patung 3. Seni patung yang dibuat siswa adalah menggunakan teknik carving 4. Hasil penelitian ini diambil dari tes tertulis dalam bentuk angket dan hasil kegiatan praktek berkarya. D. Perumusan Masalah Rumusan masalah menurut Suharsini Arikunto (2006 : 143) adalah problem statement (formulation) yaitu rumusan masalah dalam kalimat pertanyaan

sedemikian sehingga terlihat unsur-unsur (who, what, where, when, how much/many).

Dari batasan berikut :

masalah diatas peneliti memberikan rumusan masalah sebagai

1. Kreatifitas jenis karya tiga dimensi apakah yang dilakukan siswa kelas XII SMAN 1 Karanganyar. 2. Dengan menggunakan teknik apakah siswa mewujudkan kualifitasnya. E. Tujuan Penelitian Menurut pendapat Suharsini Arikunto (2006 : 143) : Tujuan penelitian agar diuraikan tujuan penelitian yang ingin dicapai (umum dan khusus) sehingga tampak jelas indikator keberhasilannya. Indikator keberhasilan itu perlu ditulis karena akan menjadi target tindakan yang akan dilakukan. Tujuan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah : 1. Untuk meningkatkan kreatifitas bagi siswa. 2. Untuk meningkatkan prestasi pendidikan seni rupa patung menggunakan teknik carving. F. Manfaat Penelitian 1. Manfaat penelitian bagi siswa adalah untuk meningkatkan kreatifitas dalam penciptaan karya yang inovatif.

2. Manfaat penelitian bagi guru adalah untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan serta dalam upaya pengembangan pengajaran selanjutnya. 3. Sebagai wacana para pembaca dalam memahami seni rupa patung beserta teknik proses pembuatannya.

BAB II KAJIAN TEORI DAN PUSTAKA

A. Pengertian Seni Patung Menurut Soenarso dan Soeroto dalam bukunya kerajinan tangan dan seni rupa (1992 : 6) : Patung adalah semua karya dalam bentung dan ruang. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia : patung adalah benda tiruan, bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dipahat. Menurut pendapat Sulehan Yann dalam kamus 275 : Patung adalah lengkap Bahasa Indonesia hal

tiruan atas benda sesungguhnya dengan menggunakan

kayu, batu atau sejenisnya. Menurut FX Sutomo, Sutadi dan Sutejo Budi dalam bukunya kerajinan tangan dan kesenian SLTP 2 : 105 : Karya seni rupa tiga dimensi yang punya ukuran panjang lebar dan tebal memiliki volume dapat dilihat, diraba dan dinikmati dari berbagai arah. Menurut pendapat Sugiyanto (2006 : 57) Patung adalah karya seni rupa tiga dimensi yang memiliki volume dan isi.

B. Fungsi Patung Pada zaman dahulu dibuat untuk kepentingan keagamaan. Pada zaman Mesir kuno orang membuat patung untuk disembah. Pada perkembangan

selanjutnya patung banyak dibuat untuk kepentingan monumen yaitu untuk memperingati peristiwa atau kebesaran suatu bangsa. Apabila kita ingat patung yang ada di lubang buaya 7 jenderal, patung Sukarno Hatta dan patung pembebasan Irian Barat. Patung juga difungsikan untuk menghias taman. Secara umum fungsi seni patung tidak terlepas dari tujuan diciptakannya patung. C. Tujuan Pembuatan Patung Menurut pendapat Sugiyanto (2004 : 58) : Tujuan pembuatan patung adalah : 1. Patung religi : sebagai sarana untuk ibadah religi. 2. Patung monumen : untuk memperingati jasa seseorang, peristiwa yang terjadi. 3. Patung arsitektur yaitu patung yang ikut aktif berfungsi dalam konstruksi bangunan. 4. Patung dekorasi : untuk menghias bangunan. 5. Patung seni : patung yang diciptakan untuk mengamati keindahan bentuknya. 6. Patung kerajinan : patung hasil karya kerajinan. D. Corak Patung Di Indonesia pada masa lampau sudah dikenal patung primitif seperti yang terdapat di Irian Jaya (Asmad) dan Sulawesi Selatan (Toraja). Menurut pendapat

Musoiful Faqih M (2004 : 59) : Pada masa Hindu-Budha patung klasik terutama berkembang di Jawa dan Bali. Karya patung primitif dan klasik secara tradisional berlangsung turun temurun hingga sekarang. Selanjutnya primitif dan klasik disebut corak tradisional sedangkan patung di luar primitif dan klasik disebut patung yang bercorak modern. Dilihat Dari perwujudannya, ragam seni patung modern dapat dibedakan menjadi tiga : 1. Corak Imitatif 2. Corak Deformatif 3. Corak Non Viguratif

1. Corak Imitatif (Realis / Representatif) Corak ini merupakan tiruan dari bentuk alam (manusia, binatang dan tumbuhan). Perwujudannya berdasarkan fisio plastis atau bentuk fisik baik anatomi proporsi, maupun gerak. Patung corak realis tampak pada karya Hendro, Trubus, saptoto dan Edy Sunarso. 2. Corak Deformatif Patung corak ini bentuknya telah banyak berubah dari tiruan alam. Bentukbentuk alam digubah menurut gagasan imajinasi pematung. Pengubahan dan bentuk alam digubah menjadi bentuk baru yang keluar dari bentuk aslinya. Karya ini tampak pada karya But Mochtar G Sidarta. 3. Corak Nonfiguratif (Abstrak)

Patung ini secara umum sudah meninggalkan bentuk-bentuk alam untuk perwujudannya bersifat abstrak. E. Ragam Patung Penampilan patung bermacam-macam jenisnya. Hal ini dapat kita saksikan di rumah, di taman atau di museum. Jenis karya patung dapat dibedakan menjadi tiga yaitu patung dada, patung torso, patung lengkap. Menurut Dyah Purwani Seytaningsih (2004 : 60;61) ragam patung adalah : 1. Patung Dada Yang dimaksud dengan patung dada adalah penampilan karya patung sebatas dada hingga ke atas atau bagian kepala. 2. Patung Torso Torso disebut juga badan. Patung torso adalah penampilan karya patung yang hanya menampilkan bagian badan, dari dada, pinggang dan panggul. 3. Patung Lengkap Penampilan karya patung lengkap maksudnya terdiri dari badan, anggota badan bagian atas dan bagian bawah, serta kepala. F. Media Karya Patung Menurut Sugianto (2004 : 61) media karya patung adalah : Kalau kita akan membuat patung kita harus mempelajari dahulu tentang media berkarya patung. Yang dimaksud dengan media adalah bahan, alat dan teknik. Media berkarya patung adalah bahan, alat dan teknik yang digunakan dalam berkarya patung.

1. Bahan Pengetahuan akan bahan dalam berkarya patung amat penting karena setiap bahan memiliki sifat tertentu yang mempengaruhi hasil akhir karya yang dibuat. Pengetahuan itu meliputi apa dan bagaimana bahan tersebut. Oleh karena itu, mari kita bahas tentang bahan-bahan dalam berkarya patung. Bahan patung dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu lunak, sedang dan keras. a. Bahan Lunak Yang dimaksud bahan lunak adalah material yang empuk dan mudah dibentuk. Misalnya tanah liat, plastisin dan sabun. Bahan tanah liat untuk patung memang mudah didapat, namun tidak sembarang tanah liat baik untuk dibuat patung. Tanah liat yang baik untuk membuat patung harus memenuhi persyaratan, antara lain bersih dari kerikil, rumput, akar dan sebagainya. Selain itu daya susut tanah tidak lebih dari 10%, sehingga kalau kering nantinya tidak pecah atau hancur. Keadaan tanah liat juga harus cukup plastis, artinya mudah dibentuk, tidak terlalu lembek atau terlalu keras. Untuk bahan plastisin (lilin) dapat diperoleh di toko. Tingkat plastisitas lilin bermacam-macam, ada yang sangat lembek, cukup lembek dan agak lembek. Lilin yan sangat lembek sulit untuk dibentuk.

Bahan sabun mudah dibentuk, akan tetapi ukuran sabun yang ada dipasaran sangat kecil, baik itu sabun mandi atau sabun cuci batangan sehingga sulit bila kita hendak membuat karya yang berukuran besar. b. Bahan Sedang Bahan sedang artinya tidak lunak dan tidak keras. Yang termasuk bahan sedang antara lain kayu waru, kayu sengon, kayu randu dan kayu mahoni. Pembuatan patung dengan kayu biasanya dari bentuk

gelondongan (batangan) bukan dari bentuk papan. Oleh karena itu, sebelum membuat patung hendaknya mempersiapkan bahan sesuai kebutuhan. c. Bahan Keras Bahan keras dapat berupa kayu atau batu-batuan. Bahan keras kayu contohnya kayu jati, kayu sonokeling dan kayu ulin. Bahan batu-batuan antara lain batu padas, batu kranit, batu andesit dan batu pualam (marmer). Selain bahan-bahan tersebut di atas masih ada bahan yang dapat dipergunakan untuk membuat patung, yaitu semen, pasir, gips, kuningan, perunggu, emas dan sebagainya. 2. Alat Peralatan yang dipergunakan untuk membuat patung tergantung kepada bahan dan tekniknya. Adapun alat yang dipergunakan untuk membuat patung adalah sebagai berikut :

a. Butsir Butsir adalah alat bantu untuk membuat patung yang terbuat dari bahan kayu dan kawat. Bentuknya sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sesuai dengan bentuknya masing-masing. Panjangnya antara 10 cm hingga 15 cm. Butsir digunakan untuk membuat bentuk dari tanah liat. b. Meja Putar Yang dimaksud dengan meja putar adalah meja untuk berkarya patung dan dapat digerak-gerakkan dengan cara memutar. Fungsinya untuk memudahkan dalam mengontrol bentuk dari berbagai arah. c. Pahat Pahat jenisnya ada dua, yaitu pahat ukir untuk kayu dan pahat untuk batu. Pahat ukir bentuknya bervariasi, terdiri dari pahat kuku (lengkung), pahat pengikat (lurus), pahat pengot dan pahat kol. Satu set pahat ukir jumlahnya 32 buah. Pahat untuk batu disebut betel. Bentuknya lurus tebal, jumlahnya lebih sedikit. d. Palu Palu merupakan alat pelengkap pahat. Pahat tanpa palu tidak dapat berfungsi dengan baik. Palu untuk pahat ukir terbuat bahan kayu sawo atau kayu jambu biji. Palu dari bahan kayu disebut gandhen. Gandhen dibuat dari kayu agar tidak merusak pahat.

Palu untuk pahat betel terbuat dari besi atau disebut martil. Palu martil lebih kiat tekanannya, sehingga seringkali merusak bagian pangkal pahat betel. e. Cetakan Cetakan terbuat dari bahan gips. Kegunaannya untuk mencetak karya patung dari bahan cair. Bentuk cetakan tergantung kepada model cetakan. Alat cetakan sedikitnya terdiri dari dua bagian dan diberi pengunci. f. Kakatua Alat ini terbuat dari besi dan terbentuk seperti paruh burung kakatua. Kegunaannya memotong kawat. g. Senduk Adonan Senduk ini terbuat dari besi dan kayu. Bentuk senduk cukup lebar dengan tangkai dari kayu. Kegunaan alat ini untuk mengambil adonan dan menempelkannya pada kerangka patung. G. Teknik Pembuatan Patung untuk mengencangkan ikatan kawat dan

Yang dimaksud teknik adalah cara-cara melakukan sesuatu. Teknik pembuatan patung dibedakan menjadi empat yaitu : teknik membutsir, teknik memahat, teknik mencetak dan teknik konstruksi. a. Teknik Membutsir Membutsir yaitu membuat patung dengan cara memijit, menambah dan mengurangi bahan yang dibentuk, dengan dibantu alat butsir. Membuat patung dengan cara membutsir biasanya mempergunakan bahan tanah liat atau plastisin. Teknik membutsir lebih didominasi dengan kegiatan memijitmijit, menambah atau mengurangi bahan. Sedangkan butsir berfungsi sebagai alat bantu untuk mencapai bentuk yang diinginkan. b. Teknik Memahat / Carving Berbeda dengan teknik membutsir yang dapat dilakukan dengan memijit, menambah dan mengurangi, dalam teknik memahat hanya dapat dilakukan pengurangan. Biasanya yang dipahat bahan yang cukup padat seperti kayu atau batu. Dalam teknik memahat tidak bisa dilakukan penambahan atau penambalan. Oleh karena itu, dalam memakai teknik ini hendaknya lebih cermat dan tepat. Untuk menghasilkan pahatan yang bagus, ketajaman mata pahat perlu diperhatikan. c. Teknik Mencetak Teknik mencetak ada dua macam yaitu cetak tekan dan cetak tuang (cor). Dalam membuat patung dengan teknik mencetak biasanya digunakan teknik cetak tuang atau cor. Bahan yang dipergunakan untuk teknik ini

umumnya cair atau bahan yang dapat dicairkan. Misalnya semen, gips, fiberglass, perunggu atau emas. Proses mencetak meliputi beberapa tahapan, seperti : menyiapkan alat cetak (cetakan), menyiapkan bahan yang sudah dicairkan, menuangkan bahan pada cetakan hingga penuh, menunggu bahan sampai padat (mengkristal), kemudian membuka cetakan yang dilanjutkan dengan menghaluskan hasil cetakan. d. Teknik Konstruksi Konstruksi artinya bangunan atau susunan. Teknik konstruksi adalah membuat patung dengan cara menyusun bahan, baik dengan kerangka ataupun tanpa kerangka. Cara menyusunnya dapat direkatkan dengan lem, dilepa, atau dilas/dipatri. Bahan yang dipergunakan dapat berupa semen, pasir, kawat, besi, plastisin, bubur kertas, atau bahan bekas. Teknik Pembuatan Patung Menurut Suparjo (LKS Seni Rupa (2006 : 14)) berpendapat bahwa teknik pembuatan patung adalah : 1. Teknik Butsir (modeling) Membentuk patung dengan cara menambah dan mengurangi dengan menggunakan bahan lunak seperti tanah liat, malam (lilin), dll. 2. Teknik Pahat (carving)

Pembuatan patung dengan cara mengurangi bahan dengan cara mencukil, memotong, menoreh, memahat dan melubangi bahan keras dengan alat utama pahat. Misalnya : kayu, batu, dll. 3. Teknik Cetak (casting) Pembuatan patung dengan bahan dasar yang dicairkan lebih dulu kemudian dituang dalam cetakan berongga. Misalnya : emas, kuningan, perunggu, fiberglass, dll. 4. Teknik Sambung (constructing) Pembuatan patung dengan cara menyambung benda-benda keras baik dengan cara diikat, dipaku ataupun dilas. Misal dari logam, potongan kayu, benda-benda bekas, dll. 5. Teknik Plester Pembuatan patung dengan cara menempel/ mengoleskan bahan menggunakan bahan campuran semen dan pasir. Pembuatannya terlebih dahulu harus membuat kerangka dari kawat/ besi beton.

H. Gaya Patung Diantaranya Adalah : Menurut buku Yudistira untuk SLTP kelas 2 gaya patung diantaranya adalah : 1. Gaya klasik 2. Gaya magis monumental 3. Gaya simbolis

I. Nilai Pada Seni Patung Menurut FX. Sutomo, S.Pd. Sutadi, BA, Setyo Budi, S.Pd., dalam buku kerajinan tangan dan kesenian SLTP 2 penerbit Bina Pustaka Tama Surabaya halaman 108 patung juga mempunyai nilai, nilai yang terdapat pada patung antara lain : 1. Nilai estetis 2. Nilai ekonomi 3. Nilai kebangsaan Nilai estetis patung timbul karena dibuat dengan ungkapan jiwa yang halus, bahan dan teknik yang baik, sehingga menjadikan karya patung menarik dan indah. Karya patung indah bentuknya dikatakan memiliki nilai estetis. Nilai ekonomi patung timbul jika patung yang dibuat oleh seniman diminati orang dan mendatangkan uang. Semakin baik dan semakin tinggi kualitas karya yang dibuat semakin banyak nilai uangnya sehingga mendatangkan keuntungan dan dapat meningkatkan kesejahteraan. Nilai kebangsaan timbul karena patung yang dibuat oleh seniman asal pulau Bali/ Suku Asmat Irian Jaya, tentu mempunyai corak dan ciri khas budaya lingkungannya. Bila patung dari daerah tersebut berada di mancanegara, maka patung tersebut akan mempunyai nilai kebangsaan. Maksudnya ciri seni budaya yang terdapat pada patung tersebut akan menunjukkan citra bangsa.

J. Model Patung Menurut LKS Wajar Kertangkes untuk kelas 2 semester genap, patung dibedakan atas : a. Free standing Yaitu patung yang dibuat utuh dari kaki hingga kepala dalam posisi berdiri tegak. b. Zonde Patung dibuat secara utuh dan lengkap dengan posisi tidak berdiri, melainkan duduk bersila, jongkok, menunduk, tiarap dan lain-lain. c. Boos atau dada Pada umumnya patung dibuat setengah badan saja. d. Torso Patung yang dibuat hanya bagian-bagian badan. Misalnya : badan, kaki, kepala dan lain-lain.

K. Ukuran Patung Berdasarkan ukurannya, patung diklasifikasikan atas : a. Heroik atau kepahlawanan Patung jenis ini biasanya dibuat setengah ukuran dari ukuran sebenarnya. b. Colosal (kolosal)

Ukuran patung sangat besar. Misalnya : patung Budha di Jepang, patung Liberty di New York, patung-patung presiden Amerika Serikat yang dipahat di suatu pegunungan. c. Patung Xiulet (miniature) Amulet : Patung ini berukuran 2 cm meter (50 cm). Patung yang dibuat dengan ukuran kecil. Menurut LKS Kertakes Wajar kelas 2 Penerbit Graha Pustaka. Menurut jenisnya patung dibedakan menjadi : 1. Patung Jenis Imajinatif Jenis patung yang sengaja dibuat secara imajinatif (khayalan) abstrak/ tidak nyata. 2. Patung Jenis Figuratif Patung yang sengaja dibuat dan disesuaikan dengan benda yang ada, atau yang dilihatnya.

L. Membuat Patung Membuat Seni Patung Siklus I 1. Patung Bahan Lunak

Patung dari bahan lunak biasanya mempergunakan bahan tanah liat dan lilin. Teknik membuatnya dengan cara membutsir. Adapun langkah-langkah pengerjaannya sebagai berikut : a. Siapkan tanah liat atau plastisin b. Siapkan alat Bantu butsir dan air c. Siapkan meja putar (kalau ada) d. Siapkan gambar rancangan patung e. Tempatkan tanah liat atau plastisin di atas meja putar sedikit demi sedikit. f. Pijat-pijat bahan hingga mendekati bentuk yang diinginkan bisa global. g. Jika bahan kurang bisa ditambah, sebaliknya bila berlebih bisa dikurangi h. Sempurnakan bentuk dengan alat bantu butsir i. Berikan sentuhan akhir dengan pembentukan detail patung dan dihaluskan 2. Patung Sabun Patung dari bahan sabun dikerjakan dengan teknik memahat. Alat yang diperlukan adalah pahat ukir dan palu kayu (gandhen). Cobalah membuatnya dengan langkah-langkah berikut ini : a. Langkah 1 Siapkan sabun sesuai dengan ukuran pola yang kita gambar.

Pindahkan gambar/pola di atas permukaan kayu. Gambar pola pada kayu kelihatan dari semua sisi (atas, bawah, samping kiri, kanan, depan, belakang). b. Langkah 2 Berilah solatip melingkar pada balok. Selotip ini berfungsi sebagai pengikat jika dilakukan pemotongan/ sambungan. Tetapi, jika dipahat langsung tidak perlu menggunakan solatip. c. Langkah 3 Lakukan pemotongan dengan menggunakan gergaji dari

empat sisi/pisau. Pembentukan sedikit demi sedikit hingga mendekati bentuk global. d. Langkah

Buatlah bentuk global Bandingkan dengan gambar/pola. Usahakan mendekati bentuknya Gosoklah dengan menggunakan kertas gosok atau amplas Penggosokan dilakukan dengan dua tahap : Menggunakan amplas no. 150 Menggunakan amplas no. 250 atau 400 e. Langkah 5 Lanjutkan dengan membuat detail bentuk paruh, kepala, sayap dan ekor. Haluskan dengan amplas lagi. f. Langkah 6 Difinishing dengan menggunakan cat akrilik atau melamin. Catatan :

Pada proses membentuk dengan teknik memahat, urutan atau langkahlangkah terinci antara jenis benda/patung yang satu dengan yang lain berbeda, tergantung tingkat kesulitasn dari jenis petung yang dibuat. Membuat Seni Patung Siklus II Hal ini dilakukan karena diprediksi ada kegagalan bagi sebagian siswa untuk

mengatasi permasalahan terebut adalah : 1. Buatlah desain patung dengan menggunakan proyeksi eropa dengan 3 bidang untuk melihat posisi dan komposisi karya yang akan kita buat. Sehingga karya tersebut tampak dari atas, dari samping dan dari depan.

2 3 1

Benda seakan di dalam ruang dapat dilihat dari 3 arah yaitu bawah, samping dan depan.

Bila dibuka akan menjadi seperti berikut

1
Desain Patung Siklus II

PROYEKSI AMERIKA Membuat desain dengan proyeksi Amerika jadi benda tersebut seakan-akan berada di dalam ruang kaca sehingga benda yang akan kita buat bisa dilihat dari segala arah : 6 (enam arah).

2 4 6 5 1 3

Benda seakan di dalam kotak kaca dan bisa dilihat dari 6 arah

Apabila benda dibuka

5 3 2 4

1 6

Setelah desain yang kita inginkan jadi barulah kita siapkan : a. Alat yang berupa : pisau permes, Katter, paku, amplas, kertas, alas. b. Bahan : Sabun, cap tangan atau sunlight warna hijau. Apabila bahan dan alat telah tersedia : 1. Barulah kita memindahkan gambar kepada media sabun untuk dilakukan pembentukan global dengan mengurangi bahan yang dirasa tak diperlukan. 2. Setelah bentuk global selesai kegiatan selanjutnya adalah penyempurnaan bentuk detail yang kita inginkan. 3. Tahap ketiga ini adalah finishing karya. 4. Tahap keempat adalah penyajian karya untuk penilaian. M. Kerangka Pemikiran Dalam penelitian tindakan kelas ini peneliti memaparkan apa adanya. Setelah dilakukan penelitian dan didapat hasil selama pengamatan selanjutnya dilakukan perbaikan dengan menggunakan model tindakan sebagai berikut :

Perencanaan Refleksi Siklus I Pengamatan Perencanaan Refleksi Siklus II Pengamatan ? N. Hipotesis Sehubungan dengan masalah diatas (PTK) tersebut hipotesis yang dapat diajukan adalah : 1. Ada peningkatan prestasi membuat patung dengan teknik carving 2. Ada motivasi dalam mewujudkan karya 3. Ada peningkatan kreativitas bagi siswa Pelaksanaan Pelaksanaan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Pada bagian ini Suharsini Arikunto (2006 : 144) berpendapat : Sagor (1992) disebut deskripsi proses penelitian, yaitu peneliti diharapkan mampu menuliskan atau menguraikan langkah-langkah penelitian secara jelas dan padat. A. Waktu dan Tempat Penelitian 1) Yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas XII SMAN 1 Karanganyar. 2) Tempat penelitian adalah di SMAN 1 Karanganyar 3) Desain penelitian adalah dengan pretes dan postes. 4) Pelaksanaan tindakan pada tanggal 29 september s/d 14 Oktober tahun 2010. 5) Cara pemantauan - Monitoring dilakukan oleh guru mata pelajaran di dalam kelas. - Yang dipantau adalah : 1. Cara membuat patung 2. Hasil kerapian patung 3. Kreatifitas bentuk yang inovatif (artistik dan estetik) 6) Hasil analisis Diketahui dari format analisis.

7) Jenis data yang dianalisis adalah kelemahan dan kelebihan karya siswa mulai dari proses s/d selesai (hasil akhir) dengan cara dikelompokkan dan diprosentase selanjutnya diambil tindakan. 8) Yang melakukan pengambilan tindakan adalah peneliti menentukan sikap mengambil kesimpulan untuk melakukan siklus berikutnya sesuai analisis dan refleksinya. B. Prosedur Penelitian Dalam prosedur penelitian yang dibuat penulis adalah dengan konsep proses pentahapan : Perencanaan a. Membuat perencanaan (RPP) b. Menentukan jadwal pelaksanaan c. Menentukan waktu d. Menyiapkan alat dan bahan e. Menjelaskan program/materi f. Praktek membuat karya g. Menyiapkan sumber belajar h. Mengembangkan format evaluasi i. Mengembangkan format observasi Tindakan a. Tindakan yang dilakukan adalah demi perbaikan kelemahan siswa yang didasarkan pada SKM/KKM.

Pengamatan a. Melakukan observasi dengan memakai format observasi. b. Menilai hasil tindakan. Refleksi a. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu, jumlah dan waktu dan setiap macam tindakan. b. Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang scenario, SKM dan lain-lain. c. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi untuk digunakan pada siklus berikutnya. Siklus II a. Perencanaan - Identidikasi masalah dan alternatif pemecahan masalah b. Tindakan - Pelaksanaan program tindakan-tindakan c. Pengamatan - Pengumpulan data tindakan-tindakan d. Refleksi - Evaluasi tindakan-tindakan - Kesimpulan - Saran

Daftar rencana kegiatan peningkatan dan keberhasilan siswa kelas XII SMAN 1 Karanganyar dalam membuat patung carving. a. Jadwal Rencana Kegiatan Praktek berkarya membuat seni patung teknik carving bahan dari sabun. No 1. Rencana Kegiatan Persiapan Menyusun konsep pelaksanaan Menyepakati jadwal tugas Menyusun instrument Seminar konsep pelaksanaan Pelaksanaan Menyiapkan bahan dan alat Melakukan tindakan siklus I Melakukan tindakan siklus II Menyusun konsep laporan Seminar hasil penelitian Perbaikan Laporan Penggandaan hasil laporan Waktu (minggu ke) Okt 2010 1 X X X X X X X X X X X 2 3 4

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Diskripsi Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan masalah, tenaga, waktu dan dana. Selain mempertimbangkan hal tersebut diatas, penelitian ini dilakukan di Sekolah Menengah Atas Negeri Satu Karanganyar di wilayah Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar Propinsi Jawa Tengah.

Sampel yang kami ambil adalah siswa kelas XII IPA II dan RSBI. B. Deskripsi Data Data penelitian yang digunakan untuk menguji hipotesis meliputi : 1. Data kekurangan dan kelemahan siswa yang tidak memenuhi Standar Ketuntasan Mutu (SKM) 2. Data siswa yang memenuhi (SKM) C. Hasil Penelitian Untuk melakukan penelitian tindakan kelas pada siklus satu adalah peneliti melakukan persiapan yaitu : Membuat : - Perencanaan pembelajaran seni patung carving - Menentukan pokok bahasan - Mengembangkan skenario pembelajaran - Menentukan SKM

- Menyiapkan sumber belajar - Mengembangkan format evaluasi - Mengembangkan format observasi Tindakan : Tindakan yang diambil mengacu pada ketentuan SKM. Pengamatan yang kami lakukan dengan menggunakan format observasi. Menilai tindakan dengan menggunakan lembar penilaian yang selanjutnya pada tahapan yang disebut refleksi. Refleksi : Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan yang meliputi evaluasi mutu jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan. - Memperbaiki pelaksanaan tindakan - Evaluasi tindakan Satu Siklus II Perencanaan dengan mengidentifikasi masalah dan penetapan alternatif

pemecahan masalah kemudian melakukan pengembangan tindakan dua. Pada kegiatan tindakan dua ini kita membuat program tindakan untuk mengumpulkan data-data guna untuk mendapatkan refleksi apabila dalam siklus II ini sudah tuntas tak perlu dilanjutkan apabila belum tuntas perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya. Pembahasan Untuk melihat data yang konkrit baiklah akan kita bahas penelitian tindakan kelas dengan melihat pelaksanaan kegiatan secara cermat.

( Siklus I ) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Materi Pokok : SMPN 2 Ngawi : Seni Budaya (Seni Rupa) : VIII / 1 : Seni Patung mampu mempresentasikan tanggapan,

Standar Kompetensi : Siswa

menunjukkan sikap empati dan menghargai, berkreasi dalam berkarya seni rupa berdasarkan keragaman,

gagasan, bahan, alat, medium dan teknik dalam berkreasi seni rupa nusantara. Kompetensi Dasar : Mencipta karya seni dan memamerkan rupa dengan mengembangkan beragam gagasan kreatif yang digali dan keragaman proses teknik prosedur media materi dan seni nusantara. Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu : - Membuat karya seni patung dengan teknik carving - Membuat seni patung dengan beraneka model (dada, torso, lengkap)

- Memahami fungsi serta teknik pembuatan seni patung dengan baik

B. Materi Pelajaran - Setelah diberikan penjelasan, demonstrasi, serta contoh-contoh patung oleh guru siswa. - Membuat seni patung dengan teknik carving dengan menggunakan ide, gagasan sendiri dengan memilih model-model seni patung C. Metode Pembelajaran Ceramah, demonstrasi, pemberian tugas D. Sumber Belajar Buku Seni Rupa E. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Kegiatan pendahuluan - Memotivasi siswa 2. Kegiatan Inti - Membaca buku referensi - Melihat contoh karya - Memperhatikan guru mempresentasikan membuat patung - Praktek membuat patung 3. Penutup - Menilai siswa

F. Penilaian - Teknik tertulis : Buatlah langkah-langkah berkarya patung. - Pemberian tugas : Buatlah karya seni patung dengan teknik carving menggunakan bahan sabun, dengan memilih salah satu model untuk dikembangkan sendiri. Model patung : dada, torso, lengkap Ukuran Waktu : bebas : 40 menit

Ngawi, 2006 Guru Mata Pelajaran

SUPARJO, SH., S.Pd., MM. NIP. 131 678 244

Konsep Pelaksanaan Tahap A1 : 1. Alat yang berupa pemes, paku, carter dipersiapkan dan disediakan lebih dulu. 2. Bahan yang berupa sabut cap tangan sebagai obyek pembuatan karya patung dipersiapkan. 3. Guru memberikan arahan persiapan pembuatan patung dengan melihat contoh-contoh di buku sumber. 4. Guru memberikan contoh mendemonstrasikan pembuatan patung. 5. Setelah selesai memberikan tugas kepada siswa untuk membuat patung kepada siswa untuk membuat patung sesuai ide gagasan masing-masing. Tahap A2 : Menyepakati jadwal tugas kegiatan dilakukan pada minggu pertama, tanggal 3 Oktober 2006 s/d minggu keempat tanggal 24 Oktober 2006 bertempat di ruang kelas dengan pakaian seragam sekolah lengkap dengan membawa alat dan bahan. Tahap A3 : Menyusun Instrumen Pemberian Tugas Buatlah karya seni rupa tuga dimensi seni patung menggunakan teknik carving yaitu melakukan pembentukan karya dengan mengurangi bahan sedikit demi sedikit. Tahap A4 : Seminar Konsep Pelaksanaan

Memberikan penjelasan secara detail tentang sejarah perkembangan patung, fungsi dan teknik pembuatan seni patung dengan teknik carving. Tahap B : Pelaksanaan Menyiapkan alat dan bahan No Nama Alat 1. Pemes, silet, paku Nama Bahan Sabun, sunlight/ cap tangan dan sejenisnya

Jenis model patung yang dipilih siswa No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 Patung Dada (A) V V Patung Torso (B) V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V Patung Lengkap (C)

27 28 29 30 No 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 Jml Keterangan : 1. Yang membuat patung dada 2. Yang membuat patung torso : 7 siswa : 6 siswa Patung Dada (A) Patung Torso (B)

V V V V Patung Lengkap (C) V V V V V V V V V V 27

3. Yang membuat patung lengkap : 27 siswa Lembar Daftar Aspek Penilaian Siswa Seni Patung Teknik Carving No 1 2 3 4 5 6 Jenis Aspek Penilaian Kesesuaian ide dengan bentuk Kerapian dan kerajinan Proporsi Kreatifitas gerak patung Komposisi elemen dalam perwujudan Artistik yang dimunculkan 10 60 70 80 90 100 Kurang 10 60 10 60 10 60 10 60 10 60 Baik 70 80 70 80 70 80 70 - 80 70 80 Sangat Baik 90 100 90 100 90 100 90 100 90 100

7 8 9

Estetik hasil akhir karya Kesiapan alat Kesiapan bahan

10 60 10 60 10 60 10 60

70 80 70 80 70 80 70 80

90 100 90 100 90 100 90 100

10 Ketrampilan penggunaan alat

Lembar Daftar Penilaian Proses Kegiatan Membuat Seni Patung Teknik Carving Siklus I Siswa Kelas VIII/B SMPN 2 Ngawi
Hasil Rentang Skala Penilaian No Model Jumlah Kriteria Absn Patung 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penilaian Akhir 1 A 80 80 80 90 90 90 80 70 90 90 84 B 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 A A A A A A A A A B B B B B B B B B B C C C 70 80 80 90 90 90 80 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 70 80 80 90 90 80 80 70 90 80 80 80 80 90 80 90 80 90 90 90 70 80 80 90 90 90 80 70 90 80 70 80 80 80 90 90 80 70 90 80 70 80 80 90 90 90 80 90 90 80 70 80 80 90 80 90 80 70 90 90 80 70 80 80 70 90 80 70 90 80 90 80 80 90 90 90 80 70 90 80 50 70 40 50 50 50 80 50 50 90 70 80 80 70 90 90 80 70 90 80 80 80 70 90 90 90 80 70 90 80 60 80 60 70 50 60 60 70 60 60 80 80 70 80 90 90 80 80 90 80 50 80 60 80 70 50 80 70 60 70 70 70 80 90 90 90 80 90 90 80 90 80 80 90 90 90 80 70 90 80 60 80 80 90 50 70 80 80 60 70 70 80 80 90 90 90 80 70 90 90 90 80 80 90 90 90 80 80 90 80 70 80 80 90 70 90 80 70 90 80 85 90 81 85 82 81 84 82 79 84 58 80 82 63 82 67 83 84 69 83 85 80 B SB B B B B B B B B C B B C B C B B C B B B

24 25 26 27

C C C C

90 80 80 90 90 90 80 80 90 80 70 80 80 90 90 80 90 70 90 80 80 80 80 90 90 90 80 70 90 80 50 60 60 40 50 50 40 70 50 40

85 82 83 51

B B B C

Hasil Rentang Skala Penilaian No Model Jumlah Kriteria Absn Patung 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penilaian Akhir 28 C 70 80 80 90 90 80 80 70 90 90 82 B 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 C C A A B B B B C C C C 80 80 80 90 90 90 90 70 90 80 70 80 80 90 90 90 80 80 90 80 80 80 80 90 70 90 80 80 90 90 70 80 80 90 90 90 80 80 90 90 80 80 80 90 90 80 90 70 90 90 80 80 80 90 90 90 80 80 90 80 80 80 80 90 70 80 80 80 90 90 60 60 50 60 90 60 50 60 50 50 50 60 60 40 50 50 40 70 50 40 70 80 80 90 90 90 80 80 90 90 70 60 80 60 60 60 80 80 90 80 95 80 95 90 95 90 95 95 90 95 84 83 83 84 84 84 82 59 51 84 72 92 B B B B C C C C C B B SB

Keterangan nilai rata-rata < 70 dibawah SKM adalah nilai kurang dan perlu diambil tindakan pada siklus berikutnya. Dari data hasil penilaian didapat : 2 siswa sangat baik 28 siswa baik 10 siswa mendapatkan nilai kurang Pada Siklus I (Satu) Dari 40 siswa setelah dilakukan observasi (pengamatan dan penilaian) yang memenuhi unsur penilaian dan sesuai SKM adalah 30 siswa. Dengan kriteria 2

siswa sangat baik, masuk dalam rentang skala penilaian 90 100 dan 28 siswa mendapai nilai baik masuk dalam rentang skala penilaian 70 80. Sedangkan 10 siswa mendapat nilai kurang baik masuk dalam rentang skala penilaian 10 s/d 60 di bawah SKM 70. Dan perlu diambil tindakan perbaikan pada siklus II yaitu nomor absen : (15, 17, 27, 28, 30, 33, 35, 36, 37, 39) yang selanjutnya diberi angket pertanyaan kesulitan apa saja yang dirasakan siswa sehingga siswa mendapat nilai kurang memuaskan. Lembar Angket Kesulitan Siswa Dalam Membuat Patung Teknik Carving Siswa VIII/B SMPN 2 Ngawi Tahun 2006 / 2007 Nama Siswa No Absen Kelas : : :

Guru Mata Pelajaran : Suparjo, SH., S.Pd.,MM. Kesulitan yang saya hadapi dalam membuat karya seni patung teknik carving ini adalah : No 1 2 3 4 Ket : Kode A B C D Keterangan kesulitan yang dihadapi siswa Sulit mewujudkan karya sesuai ide Kekurangan waktu Sulit dalam pembentukan saat pengambilan bahan Kurang konsentrasi pada saat pembuatan karya

Pilih keterangan yang sesuai dengan keadaan anda boleh satu boleh lebih dari satu dengan melingkari kode A, B, C dan atau D.

Peneliti

SUPARJO, SH., S.Pd., MM NIP. 131 678 244 Setelah diberikan angket untuk tindakan perbaikan kelas maka didapat data dari 10 siswa yang tak memenuhi SKM No No Absen 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 12 15 17 20 27 33 34 35 36 37 Kode Pilihan yang dilingkari A A B A, C A A, C A C A, C A Jumlah Pilihan Satu Satu Satu Dua Satu Dua Satu Satu Dua Satu

Dari data diatas yang memilih : Satu alasan : dengan kode Lima siswa pada unsur kesulitan mewujudkan karya sesuai ide. Yang memilih dua alas an kesulitan dua berjumlah : 2 siswa yaitu Kode A dan C : Kesulitan mewujudkan ide dan kesulitan pembentukan pengambilan bahan. Sedang yang memilih : satu dengan kode C hanya satu yaitu kesulitan pembentukan saat pengambilan bahan.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa untuk tindakan perbaikan siswa pada unsur A dan C. Pada unsur A kesulitan yang dihadapi siswa adalah sulit dalam mewujudkan karya dan unsur C kesulitan pembentukan pada pengambilan bahan. Pada unsur A dan C ini dapat diatasi pada siklus kedua dengan cara memberikan pengajaran desain yang detail yaitu dengan desain proyeksi eropa 3 bidang yaitu bidang 1, 2 dan 3 sehingga benda yang akan dibuat bisa dilihat dari bawah, samping dan depan. Sedangkan untuk menambah kejelasan bisa diajarkan proyeksi Amerika yaitu dengan bidang 1, 2, 3, 4, 5, 6. Jadi benda yang akan kita buat pada desain/ rancangan patung bisa dilihat dari segala arah yang seakan-akan ada di dalam kaca. Untuk kegiatan selanjutnya peneliti membuat RPP untuk persiapan pengajaran pada penelitian tindakan kelas.

( Siklus II ) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah Mata Pelajaran Kelas / Semester Materi Pokok : SMPN 2 Ngawi : Seni Budaya : VIII / 1 : Seni Patung mampu mempresentasikan tanggapan,

Standar Kompetensi : Siswa

menunjukkan sikap empati dan menghargai, berkreasi dalam berkarya seni rupa berdasarkan keragaman,

gagasan, bahan, alat, medium dan teknik dalam berkreasi seni rupa nusantara. Kompetensi Dasar : Menciptakan karya seni dan memamerkannya dengan mengembangkan gagasan kreatif yang digali dari

keragaman proses, teknik, prosedur, media, materi dan seni nusantara. Alokasi Waktu : 2 x 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu : - Membuat desain patung dengan proyeksi Eropa Amerika. - Membuat patung dengan teknik carving dengan memilih model.

B. Materi Pelajaran Mendesain patung dengan proyeksi : 1. Eropa 2. Amerika Membuat patung dengan teknik carving C. Metode Pelajaran Demonstrasi dan pemberian tugas D. Sumber Belajar Majalah, Koran, guru E. Langkah-Langkah Kegiatan 1. Pendahuluan : Memotivasi siswa, menyiapkan alat dan bahan desain. 2. Kegiatan Inti : Praktek membuat patung dengan teknik carving bahan sabun. 3. Penutup : Menilai karya siswa. F. Penilaian

Teknik tertulis : Jelaskan fungsi desain dalam pembuatan patung! Pemberian tugas : Buatlah karya seni patung sesuai kreasimu dengan memilih model yang ada. Bahan : Sabun, Ukuran : Bebas, Waktu : 40 menit Ngawi, 2006 Guru Mata Pelajaran

SUPARJO, SH., S.Pd., MM. NIP. 131 678 244

Lembar Daftar Nilai Pada Siklus II Pembuatan Seni Patung Teknik Carving Siswa Kelas VIII/B SMPN 2 Ngawi
Hasil Rentang Skala Penilaian No Model Jumlah Kriteria Absn Patung 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penilaian Akhir 1 A 95 95 95 98 95 95 98 95 90 98 95,4 SB 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 A A A A A A A A A B B B 95 90 80 90 90 90 95 90 90 90 95 80 80 80 90 90 80 95 90 80 70 95 80 90 90 80 80 95 90 80 80 80 80 90 80 90 80 90 90 90 70 95 95 90 95 90 80 95 90 80 70 80 80 95 90 95 95 95 90 80 70 80 95 90 95 90 95 95 90 80 70 80 80 90 95 90 80 95 90 90 80 70 95 80 95 95 95 95 95 80 90 80 80 90 95 90 80 95 90 80 50 95 95 95 95 95 95 95 50 95 70 80 95 70 90 90 80 70 95 80 90 86 85 85 88 87 88 86 88 87 86 82 SB B B B B B B B B B B B

14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27

B B B B B B B C C C C C C C

80 80 95 90 90 90 95 95 95 80 60 80 95 95 95 95 95 95 60 60 80 80 70 80 90 90 80 80 90 80 80 80 85 80 80 50 80 95 95 80 95 95 95 90 90 90 80 90 90 95 90 95 95 95 90 90 80 95 95 95 90 80 80 90 80 70 80 80 90 70 70 80 95 90 95 90 95 95 90 90 90 80 80 90 90 90 80 80 90 80 95 80 80 90 95 90 95 95 90 80 90 80 80 90 90 90 80 80 90 80 95 80 85 90 90 80 90 95 90 95 80 80 85 90 90 90 80 95 90 80 95 95 95 95 95 50 95 70 95 95

89 83 82 80,5 91 92 81 89 85 89 85 89 86 88

B B B B SB SB B B B B B B B B

Hasil Rentang Skala Penilaian No Model Jumlah Kriteria Absn Patung 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Penilaian Akhir 28 C 95 80 80 90 90 80 80 95 90 90 87 B 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 C C A A B B B B C C C C 70 80 70 90 90 90 70 95 90 95 95 80 95 90 90 90 90 80 90 80 80 90 90 90 90 90 80 90 90 90 90 90 80 90 90 90 80 80 90 90 90 90 80 90 90 80 90 90 90 90 80 90 90 90 90 90 80 80 90 80 80 90 80 90 70 90 80 90 90 90 70 80 80 90 90 80 80 70 90 90 90 80 90 90 90 90 80 90 90 90 70 80 80 90 90 90 80 80 90 90 90 60 90 90 90 90 80 80 90 80 90 90 95 90 95 90 95 90 90 95 84 88 88 87 88 86 85 82 88 84 84 92 B B B B B B B B B B B SB

Dari data diatas dapat dibaca bahwa siswa yang diproses siklus awal tidak memenuhi SKM < 70 ternyata setelah mendapat tindakan perbaikan penjelasan 45
http://brankas_use.blogspot.com

desain dengan proyeksi Eropa dan Amerika. Dari ke 10 siswa mampu mengatasi masalahnya dan mendapat nilai dengan kriteria baik memenuhi SKM = 70. Dari data yang ada dapat kita lihat bahwa siswa diawal siklus kami ikutkan kembali pada siklus yang kedua guna menambah pengetahuan, ketrampilan dan kemahiran. Ternyata 25 siswa mengalami peningkatan kreatifitas dan prestasi dari baik menjadi sangat baik yaitu nomor absent 1 14, 18 26, 31 32, 40. Untuk siswa yang tetap pada posisi kriteria baik nomor absen (29, 36, 38) berjumlah 3 siswa. Sedangkan dari sepuluh siswa yang siklus satu tidak bisa memenuhi SKM, setelah dilakukan tindakan perbaikan pada siklus dua nilai dari criteria kurang menjadi baik. D. Analisis Data Setelah data informasi terkumpul dan terbukti dalam penelitian tindakan kelas pada siklus satu perlu dilakukan siklus lanjutan demi menuntaskan siswa yang tertinggal dengan mengatasi masalah yang menjadi beban pada siklus kedua. Setelah diadakan siklus II ternyata siswa kelas VIII/B SMPN 2 Ngawi : 1. Ada peningkatan prestasi dalam membuat patung dengan teknik carving. 2. Ada peningkatan motivasi karya inovatif. 3. Ada peningkatan kreatifitas bagi siswa. E. Pembahasan Hasil Penelitian 46
http://brankas_use.blogspot.com

Dari hasil deskripsi perolehan data dan analisis data maka dapat dijelaskan perubahan dan peningkatan prestasi dan kreatifitas bagi siswa setelah masalah kesulitannya teratasi. Dari siswa 86 (VIII/B) yang berjumlah 40 setelah dilakukan kegiatan pada siklus I membuat seni patung teknik carving dengan kriteria penilaian kurang, baik, dan sangat baik serta menggunakan aspek penilaian yang berjumlah 10 dengan rentang penilaian K = 10 6, B = 70 80, B = 90 100. Dengan standar ketentuan minimal 7,0 ternyata yang memenuhi SKM berjumlah 30 siswa sedang yang 10 tidak memenuhi SKM dan perlu dilakukan tindakan perbaikan di siklus ke II dengan mengatasi kesulitan yang menjadi masalah bagi siswa. Dari 10 siswa yang memiliki nilai kurang dari 70 tersebut adalah nomor absen (15, 17, 27, 28, 30, 33, 35, 36, 37, 39) yang selanjutnya diberi angket untuk mengetahui kesulitan yang menjadi masalah bagi siswa. Setelah diberi angket hasil angket selanjutnya dipelajari dan kemudian dicarikan jalan keluar pemecahannya dengan memberikan desain rancangan yang sebelumnya tidak diberikan mengingat siswa telah diberikan contoh baik dalam bentuk gambar ataupun karya nyata serta demonstrasi oleh guru. Setelah dilakukan kegiatan observasi dan penilaian pada siklus yang kedua dengan kriteria penilaian model pembuatan patung yang sama maka didapat hasil bahwa 10 siswa yang tidak memenuhi SKM 70 dengan perbaikan menggunakan desain proyeksi Eropa dan Amerika siswa mampu menciptakan karya lebih baik dan mampu menggunakan efisien waktu yang tepat dengan perolehan nilai. 47
http://brankas_use.blogspot.com

Nomor absen

15 dari 50 menjadi 70 17 dari 60 menjadi 80 27 dari 40 menjadi 70 28 dari 55 menjadi 75 30 dari 65 menjadi 70 31 dari 60 menjadi 80 33 dari 50 menjadi 80 35 dari 50 menjadi 70 36 dari 55 menjadi 70 37 dari 60 menjadi 75

Dari data diatas dapat dibaca bahwa siswa yang awalnya tidak memenuhi SKM 70 setelah diadakan tindakan perbaikan pada masalah dan kesulitan yang dihadapi ternyata ada peningkatan prestasi / nilai dan kreatifitas yang diikuti kenaikan prestasi pula oleh rekan yang sudah memenuhi SKM. Sehingga dari 40 siswa kelas VIII/B SMPN 2 Ngawi tuntas dalam pembelajaran pembuatan karya seni patung menggunakan teknik carving.

48
http://brankas_use.blogspot.com

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bagian ini secara berturut-turut yang didasarkan dari penelitian tindakan kelas, dari kajian teoritik, praktek pengolahan data serta saran-saran yang didasarkan pada kesimpulan. A. Kesimpulan Sehubungan dengan masalah penelitian yang diajukan maka dapat diambil kesimpulan dalam penelitian ini adalah : 1. Ada peningkatan prestasi dalam pembuat patung teknik carving 2. Ada motivasi dalam mewujudkan karya. 3. Ada peningkatan kreatifitas bagi siswa. B. Implikasi Dengan penelitian ini, para pendidik baik itu guru ataupun calon guru dalam upaya meningkatkan prestasi dan selanjutnya dapat digunakan sebagai gambaran akan pentingnya penelitian tindakan kelas sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi kreasi dan penciptaan karya yang inovatif dalam pembuatan karya seni patung teknik carving.

49
http://brankas_use.blogspot.com

C. Saran-Saran Berdasarkan implikasi di atas ada beberapa hal yang perlu peneliti sarankan demi peningkatan kualitas pembelajaran (seni rupa) seni patung khususnya sebagai berikut : 1. Perlunya diadakan pameran seni patung di sekolah untuk meningkatkan prestasi dan kreatifitas bagi siswa. 2. Perlunya ada perhatian dan dukungan yang maksimal bagi guru seni rupa dalam hal pengadaan alat dan bahan atau pembiayan. 3. Orang tua hendaknya mendukung kegiatan sekolah demi peningkatan keberhasilan putra-putrinya disekolah.

50
http://brankas_use.blogspot.com

DAFTAR PUSTAKA

Sugianto, 2004. Kesenian SMP. Jakarta. Erlangga Suharsini Arikunto, 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. PT. Bumi Aksara Suparjo, 2006. Aku Siap Hadapi EBTA Tulis Seni Rupa. SMPN 2 Ngawi Soedomo Notoadiwidjojo, 1975. Seni Rupa SMP. Surabaya Eddi Sukaryono, 1975. Pendidikan Seni Rupa. Surakarta, Widya Duta Sunarso, Suroto, 1992. Pendidikan Seni Rupa. Surakarta. Widya Duta Sugiyanto, 2004. Kesenian SMP. Jakarta. Erlangga Dyah Purwani Setyaningsi, 2004, Kesenian. Jakarta. Erlangga Suparjo. 2004. LKS Seni Rupa. SMPN 2 Ngawi Fx Sutomo, 1980. Kesenian SLTP. Surabaya. Bina Pustaka Tama

51
http://brankas_use.blogspot.com