Penilaian Berbasis Kelas

PENILAIAN BERBASIS KELAS PENDAHULUAN Kurikulum, proses pembelajaran, dan penilaian merupakan dari sekian banyak dimensi yang sangat penting dalam pendidikan. Ketiga dimensi tersebut saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Kurikulum merupakan penjabaran tujuan pendidikan yang menjadi landasan program pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan upaya yang dilakukan guru untuk mencapai tujuan yang dirumuskan dalam kurikulum. Penilaian merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur dan menilai tingkat pencapaian kurikulum dan berhasil tidaknya proses pembelajaran. Penilaian juga digunakan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada dalam proses pembelajaran, sehingga dapat dijadikan dasar untuk pengambilan keputusan. Misalnya apakah proses pembelajaran sudah baik dan dapat dilanjutkan atau masih perlu perbaikan dan penyempurnaan oleh sebab itu, disamping kurikulum yang cocok dan proses pembelajaran yang benar perlu ada sistem penilaian yang baik, searah dan terencana. Guru yang baik harus menguasai 3 dimensi metode dan penguasaan penilaian, apabila guru memiliki kelemahan salah satunya, maka hasilnya tidak maksimal. Salah satu penilaian dalam proses pembelajaran antara lain sebagai kegiatan menghimpun fakta-fakta dan dokumen peserta didik yang dapat dipercaya untuk melakukan kegiatan program, apabila kegiatan penilaian tersebut terjadi sebagai bagian dari progam pembelajaran di kelas oleh karena itu penilaian berfungsi membantu guru untuk merencanakan kurikulum dan pengajaran dalam proses belajar mengajar. Bahwa penilaian juga merupakan suatu proses menyimpulkan dan menafsirkan fakta-fakta dan membuat pertimbangan dasar yang profesional untuk mengambil kebijakan pada sekumpulan informasi, yaitu informasi tentang peserta didik. Program belajar peserta didik dapat dinilai dengan melihat perkembangan hasil pribadi dan prestasi peserta didik dan sekaligus dapat dibandingkan peserta Kelompok IV 1

Penilaian Berbasis Kelas

didik lain dalam kelompoknya. Bagi peserta didik penilaian yang tepat tidak hanya menunjukkan perilaku peserta didik yang lengkap, tetapi juga peserta didik yang hidup dan nyata yang sesuai dengan harapan orang tua, sekolah dan masyarakat. Tujuan penilaian berbasis kelas atau kemudian disebut penilaian kelas adalah (1) Menjamin agar proses pembelajaran peserta didik tetap sesuai dengan kurikulum. (2) Memeriksa kelemahan dan kelebihan yang dimiliki peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. (3) Mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dalam proses pembelajaran. (4) Menyimpulkan apakah peserta didik telah mencapai seluruh atau sebagian kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Kelompok IV

2

Penilaian Berbasis Kelas

PEMBAHASAN I. Pengertian Penilaian Berbasis Kelas Penilaian berbasis kelas merupakan salah satu pilar dalam kurikulum berbasis kompetensi. Penilaian berbasis kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai dengan daftar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Penilaian berbasis kelas dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan belajar-mengajar. Penilaian dapat dilakukan baik dalam suasana formal maupun informal, di dalam kelas, di luar kelas, terintegrasi dalam kegiatan belajar-mengajar atau dilakukan pada waktu yang khusus.Penilaian berbasis kelas dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti tes tertulis (paper and pencil test), penilaian hasil kerja siswa melalui kumpulan hasil kerja (karya) siswa (portofolio), penilaian produk 3 dimensi, dan penilaian, unjuk kerja (performance) siswa. Penilaian berbasis kelas merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkah-langkah perencanaan, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar siswa, pelaporan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar siswa. Penyempurnaan kurikulum adalah salah satu upaya peningkatan mutu pendidikan. Upaya itu berhasil jika ada perubahan pola kegiatan pembelajaran, dari yang berpusat pada guru kepada yang berpusat pada siswa, serta orientasi penilaian dari yang berorientasi diskriminasi siswa kepada yang berorientasi diferensiasi siswa. Keseluruhan perubahan itu akan menentukan hasil pendidikan. Ketepatan penilaian yang dilakukan sekolah, terutama yang berkaitan dengan penilaian berbasis kelas, memperlihatkan pencapaian hasil belajar siswa. Penilaian tersebut mempengaruhi pendekatan, kegiatan, dan sumber belajar yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran. Penilaian dan kegiatan pembelajaran bermuara pada penguasaan kompetensi yang diharapkan. Selama ini pelaksanaan penilaian di Kelompok IV 3

atau simbol lainnya. Mengungkapkan pemahamannya dengan kalimat sendiri secara lisan dan tertulis. b. yaitu: a. sosial. dan budaya) sebagai sumber dan media belajar. Hasil evaluasi pelaksanaan Kurikulum 1994 menunjukkan bahwa penilaian yang dilakukan di kelas kurang mampu memperlihatkan tuntutan hasil belajar siswa. Kelompok IV 4 . dan budaya. grafik. khususnya dalam bentuk gambar. Karena keterbatasan kemampuan dan waktu.Penilaian Berbasis Kelas kelas kurang mampu menggambarkan kemampuan siswa yang beragam karena cara dan alat yang digunakan kurang sesuai dan kurang bervariasi. d. diagram. Mengembangkan keterampilan fungsional sebagai hasil interaksi dengan lingkungan fisik. c. Menggunakan lingkungan (fisik. Mengekspresi gagasan. sosial. penilaian cenderung dilakukan dengan menggunakan cara dan alat yang lebih menyederhanakan tuntutan perolehan siswa.

Agar kumpulan informasi tersebut lebih valid dan dapat dipercaya maka diperlukan rancangan dan pengalaman kemampuan dan ketrampilan guru di kelas. yudikator dan materi PKn kelas II Tsanawiyah / SMP Standar Kompetensi Kemampuan memahami kedaulatan Kompetensi dasar Kemampuan mendiskusikan kedaulatan Indikator . Materi Pokok macam Proses terbentuknya . Umpan Balik Penilaian berbasis kelas dapat juga diartikan sebagai suatu aku balik (feed back loop) di kelas. penilaian berbasis kelas memiliki karakteristik yaitu. 1) Pusat Belajar dan berakar dalam Proses Pembelajaran. Karakteristik Penilaian berbasis Kelas Menurut Sumarna Supranata dan Muhammad hatta. Penilaian berbasis kelas dapat memberikan informasi dan petunjuk bagi guru dan peserta didik dalam membuat pertimbangan yang tujuan utamanya adalah untuk memperbaiki hasil belajar.Menyebutkan kedaulatan. Guru harus belajar lebih banyak tentang bagaimana peserta didik belajar. kompetensi dasar. . Contoh: Standar kompetensi. Guru maupun murid dapat dengan cepat dan mudah menggunakan penilaian berbasis kelas.Mengidentifikasi kedaulatan yang dianut negara Indonesia Negara 2). Informasi tentang perkembangan peserta didik dapat dikumpulkan untuk melakukan umpan balik perbaikan terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik.Penilaian Berbasis Kelas II.Menguraikan pentingnya suatu kedaulayan lagi sebuah kedaulatan negara. merespon teknik penilaian berbasis kelas Kelompok IV 5 .

umpan balik perbaikan pengajaran bagi guru dan pembelajaran bagi peserta didik. hasil penilaian dapat membantu guru untuk melakukan umpan balik yang berguna. Demikian juga apabila guru sudah rajin mengajar. 3. sehingga teknik penilaian berbasis kelas digunakam berdasarkan kompetensi peserta didik tersebut. 4. dasar yang harus diperhatikan yaitu: 1. dan melakukan pendekatan mengajar yang tepat untuk mencapai kompetensi dasar yang dituntut oleh kurikulum. Guru menentukan kompetensi peserta didik. 2.Penilaian Berbasis Kelas yang sangat berfariasi ditinjau dari segi jenisnya. Biasanya guru berasumsi bahwa jika peserta didik sudah belajar lebih rajin. Melalui penilaian berbasis kelas. kepada sekolah dan guru menjadi lebih mampu untuk memahami dan mempromosikan hasil belajar peserta didik. maka hasil belajar mereka akan sesuai dengan apa yang diajarkan oleh gurunya. Dalam penggunaan penilaian berbasis kelas. Guru memilih gaya pengajaran secara konsisten sehingga dapat diterapkan dengan peserta didik secara maksimal melalui teknik penilaian berbasis kelas. maka sudah dapat dipastikan peserta didik akan mencapai kompetensi yang dituntut dalam kurikulum. dan membantu peserta didik menjadi lebih efektif dalam belajar dan memiliki petunjuk penilaian diri. Guru memilih teknik penilaian berbasis kelas yang tepat untuk memberikan 5. Guru menjelaskan tujuan kegiatan pembelajaran peserta didik dan mampu menerapkannya dilaksanakan. sehingga teknik penilaian berbasis kelas dapat Kelompok IV 6 . Guru memahami lebih awal pembelajaran peserta didik dan mampu menerapkan pengajaran yang tepat sehngga teknik penilaian berbasis kelas dapat dilaksanakan. Dalam penilaian berbasis kelas dilakukan sesuai dengan jenis dan bentuk penilaian yang digunakan dikelas. Melalui teknik penilaian berbasis kelas.

Guru dan peserta didik mampu menggunakan informasi hasil belajar peserta didik secara maksimal melalui teknik penilaian berbasis kelas. Kelompok IV 7 . 8. Peserta didik perlu mengetahui teknik penilaian berbasis kelas yang digunakan di kelas. 7. Guru dan peserta didik menelaah hasil teknik penilaian berbasis kelas dan menentukan apakah terdapat perubahan.Penilaian Berbasis Kelas 6.

sehingga setiap penilai dalam melakukan perbaikkan mutu pembelajaran berbeda satu dengan yang lain. b. Memanfaatkan hasil penilaian berbasis kelas akan sangat beragam dari suatu penilaian dengan penilaian lain. c. yaitu: a. c. e. Tujuan Penilaian Berbasis Kelas Tujuan penilaian berbasis kelas atau kemudian disebut penilaian kelas adalah (1) Menjamin agar proses pembelajaran peserta didik tetap sesuai dengan kurikulum. Model penilaian berbasis kelas menitik beratkan pada aspek perbaikan mutu pengajaran bagi guru dan pembelajaran bagi peserta didik. Misalnya : seperti ujian akhir nasional. Prinsip-prinsip dasar yang harus digunakan dalam rangka pencapaian kompetensi. b. Tujuan program pembelajaran setiap mata pelajaran yang harus dicapai oleh peserta didik. d. Penilaian berbasis kelas juga harus memperhatikan hal-hal dalam penilaian berbasis kelas. Standar keberhasilan yang harus dicapai oleh peserta didik berdasarkan kriteria yang dijadikan rujukan. d. 8 . Penilaian berbasis kelas sebagai penilaian internal yang dilakukan guru merupakan bagian internal dari penilaian ekternal. Adil. Validitas. Terbuka.Penilaian Berbasis Kelas III. antara lain. (2) Memeriksa kelemahan dan kelebihan yang dimiliki peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. (3) Mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dalam proses pembelajaran. Kelompok IV Motivasi. (4) Menyimpulkan apakah peserta didik telah mencapai seluruh atau sebagian kompetensi yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu perlu ada kesepakatan dan penggunaan kriteria agar kualitas pencapaian kriteria akan selalu diperbaiki dari waktu ke waktu. a.

Penilaian Berbasis Kelas e. Menyeluruh. Kelompok IV 9 . Edukatif. Berkesinambungan. g. h. f. Bermakna.

Pelaksanaan pemberian tugas perlu memperhatikan hal sebagai berikut. Jenis-jenis Penilaian Berbasis Kelas Secara umum penilaian berbasis kelas antara lain terdiri atas ulangan harian. Jenis dan pemberian tugas harus didasarkan pada tujuan pemberian tugas yaitu untuk melatih peserta didik menerapkan atau menggunakan hasil pembelajarannya dan memperkaya wawasan pengetahuannya. Penilaian proyek dilakukan mulai dari pengumpulan. pemberian tugas. penilaian hasil kerja peserta didik. isian singkat. pengevaluasian. hingga penyajian data. pengorganisasian.Penilaian Berbasis Kelas IV. b. penilaian sikap dan penilaian portofolio. Tes perbuatan dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung yang memungkinkan terjadinya praktek. penilaian proyek. bersosialisasi dengan teman dan lain-lain. Tes tertulis dapat diberikan pada saat ulangan harian dan ulangan umum. Pemberian tugas dilakukan bisa dilakukan mulai awal kelas sesuai dengan akhir kelas sesuai dengan materi pelajaran dan perkembangan peserta didik. Bentuk tes tertulis dapat berupa pilihan ganda. Berbagai jenis penilaian berbasis kelas antara lain : tes tulis. Pengamatan dilakukan terhadap perilaku peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung. Tes tertulis merupakan alat penilaian berbasis kelas peserta didik memberilkan jawaban atas pertanyaan atau pertanyaan maupun tanggapan atas pertanyaan atau pertanyaan maupun tanggapan atas pertanyaan atau pertanyaan yang diberikan. dan uraian (esai). Banyaknya tugas mata pelajaran diusahakan tidak memberatkan peserta didik. Penilaian proyek adalah penilaian berbasis kelas terhadap tugas yang harus disesuaikan dalam waktu tertentu. Diupayakan pemberian tugas dapat mengembangkan kreatifitas dan rasa tanggung jawab serta kemandirian. a. menjodohkan. c. Karena mereka memerlukan waktu bermain. penilaian kinerja. pemberian tugas dan ulangan umum. Penilaian Produk adalah penilaian hasil kerja peserta didik terhadap penguasaan ketrampilan peserta didik dalam membuat suatu produk dan penilaian kualitas hasil kerja Kelompok IV 10 . tes perbuatan. benar salah.

b. pertanyan langsung. menurut Bartons dan Collins (1997) semua obyek portofolio atau avidence di bedakan menjadi empat macam yaitu a. d. Misalnya : Siswa diberi tugas untuk membuat kliping Koran tentang bencana alam di Indonesia. penggunaan skala sikap. Hasil karya peserta didik (arti facts). yaitu hasil kerja peserta didik yang dihasilkan di kelas. Pengukuran sikap dapat dilakukan dengan berbagai cara observasi perilaku. a. Sikap terhadap proses mata pelajaran. c. Sikap terhadap guru mata pelajaran. Produksi (productions) yaitu hasil kerja peserta didik yang dipersiapkan khusus untuk portofolio. Penilaian Portofolio. Sikap terhadap materi pembagian. ketrampilan. Reproduksi (reproduction) yaitu hasil kerja peserta didik yang dikerjakan di luar kelas. c. d. Sikap terhadap mata pelajaran. digunakan oleh guru dan peserta didik untuk memantau perkembangan pengetahuan. Pengesahan (affes tations) yaitu pernyataan dan hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru atau pihak lainnya tentang peserta didik. Kelompok IV 11 . Penilaian ini merupakan penilaian berbasis kelas terhadap sekumpulan karya peserta didik yang tersusun secara sistematis dan terorganisasi yang diambil selama proses pembelajaran dalam kurun waktu tertentu. b. laporan pribadi.Penilaian Berbasis Kelas peserta didik tertentu. Penilaian Sikap merupakan penilaian berbasis kelas. dan sikap peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. Penilaian sikap dalam berbagai mata pelajaran secara umum dapat dilakukan berkaiatan dengan berbagai obyek sikap antara lain. Terhadap suatu konsep psikologi yang komplek. selanjutnya siswa diberi tugas untuk mengomentarinya dan solusi untuk meringankan beban mereka.

Dari berbagai alat penilaian tertulis. memahami. Dalam melakukan pemeriksaan soal esai perlu diperhatikan hal-hal berikut:  Siapkan pedoman penilaian atau penskoran segera setelah menulis soal untuk memeriksa jawaban siswa kelak. Alat pilihan ganda dapat digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Kelemahan alat ini antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas. Cara-cara Penilaian a. dan menjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan berpikir rendah. dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya sendiri. misalnya mengemukakan pendapat.Penilaian Berbasis Kelas V. Penilaian Tertulis Penilaian tertulis biasanya diadakan untuk waktu yang terbatas dan dalam kondisi tertentu. yaitu siswa tidak mengembangkan sendiri jawabannya tetapi cenderung hanya menerka jawaban yang benar. alat penilaian jawaban benar-salah. dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal yang sudah dipelajari. Alat penilaian ini kurang dianjurkan pemakaiannya karena tidak menggambarkan kemampuan siswa yang sesungguhnya.  Berikan skor sesuai dengan tingkat kelengkapan dan kesempurnaan jawaban siswa. Hal ini menimbulkan kecenderungan siswa tidak belajar untuk memahami pelajaran tetapi menghafalkan soal dan jawabannya. dan menyimpulkan. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kemampuan.  Bacalah jawaban siswa lalu bandingkan dengan jawaban yang ada pada pedoman. Pilihan ganda mempunyai kelemahan. berpikir logis. Esai adalah alat penilaian yang menuntut siswa untuk mengingat. Semakin lengkap jawabannya semakin tinggi Kelompok IV 12 . isian singkat. yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan).

Penilaian unjuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. Cara penilaian ini lebih otentik daripada tes tertulis karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga konsistensi dan objektivitas pemberian skor. dan mengoperasikan suatu alat. semakin terpercaya hasil penilaian kemampuan siswa. kegiatan. pemecahan masalah dalam suatu kelompok. berpidato. dan perilaku siswa yang menyenangkan atau menjengkelkan. partisipasi siswa dalam diskusi kelompok kecil. dan melakukan aktivitas berbagai cabang olahraga. Semakin sering guru mengamati unjuk kerja siswa. atau interaksi siswa. dan diskusi. Penilaian dengan cara ini lebih tepat digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam berpidato. Penilaian dilakukan terhadap unjuk kerja. memainkan alat musik. menari. atau unjuk kerja. b. untuk menilai kemampuan berbicara siswa. seperti: diskusi dalam kelompok kecil. seperti bagus tidaknya tulisan. baru kemudian dilanjutkan memeriksa jawaban nomor berikutnya. Untuk menilai hasil belajar tersebut dibutuhkan pengamatan terhadap siswa ketika melakukannya. Kelompok IV 13 .Penilaian Berbasis Kelas skornya dan sebaliknya semakin kurang lengkap jawabannya semakin kecil skornya. Contoh. tingkah laku. perlu dilakukan pengamatan berbicara yang beragam. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks sebelum menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Penilaian Unjuk Kerja (Performance) Pada dokumen kurikulum tercantum banyak hasil belajar yang menggambarkan proses. menggunakan peralatan laboratorium.  Periksalah seluruh lembar jawaban siswa pada nomor yang sama.  Hindarkan faktor-faktor yang tidak relevan dalam pemberian skor. kedekatan hubungan guru dengan siswa. pembacaan puisi.

siswa mendapat nilai apabila kriteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh penilai. misalnya benar-salah. Dengan demikian nilai tengah tidak ada. Penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan menggunakan daftar cek (ya – tidak) atau skala rentang (sangat kompeten – kompeten – agak kompeten – tidak kompeten). Penilaian sebaiknya dilakukan oleh lebih dari satu orang agar faktor subjektivitas dapat diperkecil dan hasil penilaian lebih akurat. ). gambaran kemampuan siswa akan lebih utuh. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua pilihan mutlak.  Usahakan kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak. dapat diamatitidak dapat diamati.  Urutkan kemampuan yang akan dinilai berdasarkan urutan yang akan diamati. Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala rentang memungkinkan penilai memberi nilai tengah terhadap penguasaan Kelompok IV 14 . Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah cara mengamati dan memberi skor terhadap unjuk kerja siswa. dan melakukan wawancara. Dengan demikian. Pada penilaian unjuk kerja yang menggunakan daftar cek. Jika tidak dapat diamati... Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam membuat penilaian unjuk kerja adalah sebagai berikut:  Identifikasi semua langkah penting atau aspek yang diperlukan atau yang akan mempengaruhi hasil akhir. sehingga semua dapat diamati. perlu disediakan kriteria untuk setiap pilihan ( kompeten bila siswa……. agak kompeten bila …….. siswa tidak memperoleh nilai.Penilaian Berbasis Kelas bercerita.  Tuliskan kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas.  Bila menggunakan skala rentang.

Contoh penilaian untuk produk teknologi pada tahap perencanaan termasuk kriteria yang berkaitan dengan desain dan pemilihan bahan pada tahap produksi termasuk kriteria yang berkaitan dengan aplikasi proses dan kemampuan menggunakan alat dan pada tahap appraisal termasuk kriteria berkaitan dengan pencapaian tujuan yang diinginkan. alat. Cara analitik terhadap aspekaspek produk yang berbeda. pakaian. Penilaian produk ini tidak hanya melihat hasil akhirnya saja tetapi juga proses pembuatannya. menggunakan peralatan dengan aman. Contoh. Untuk produk penilaian biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. Kelompok IV 15 . kemampuan siswa menggunakan berbagai teknik menggambar. keramik. meliputi: menilai kemampuan siswa merencanakan. Cara holistik yang berdasarkan kesan keseluruhan dari produk. bercita rasa enak. Penilaian Produk Penilaian hasil kerja meliputi pula penilaian terhadap kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni. dan berpenampilan menarik. membakar kue dengan hasil baik. Tahap penilaian (appraisal). 2. menggali. Tahap pembuatan (produk). barang barang terbuat dari kayu. dan logam. meliputi: menilai kemampuan siswa membuat produk sesuai kegunaannya dan memenuhi kriteria keindahan. hasil karya seni (patung). dan mendesain produk. biasanya dilakukan pada tahap appraisal. seperti: makanan. meliputi: menilai kemampuan siswa menyeleksi dan menggunakan bahan.Penilaian Berbasis Kelas kompetensi tertentu karena pemberian nilai secara kontinuum di mana pilihan kategori nilai lebih dari dua. dan teknik. biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. 1. Tahap persiapan. c. 3. Pengembangan produk meliputi tiga tahap. plastik. dan mengembangkan gagasan.

Rekaman contoh-contoh berbicara siswa yang dikumpulkan secara terusmenerus dalam waktu tertentu dapat dimasukkan dalam portofolio berbicara. Penilaian Portofolio Portofolio merupakan kumpulan karya (hasil kerja) seorang siswa dalam satu periode. Dengan demikian. dan matematika. guru dapat mengumpulkan tulisan-tulisan siswa. seperti menganalisis masalah-masalah sosial. Kumpulan karya siswa itu merupakan refleksi perkembangan berbagai kompetensi. Karya tersebut harus selalu diberi tanggal sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. Pengumpulan dan penilaian karya siswa yang terus-menerus sebaiknya dijadikan titik sentral program pengajaran. Kelompok IV 16 . Perkembangan tersebut tidak dapat terlihat dari hasil pengujian. karena penilaian merupakan bagian dari proses pembelajaran. portofolio dapat memperlihatkan perkembangan kemajuan belajar siswa. Kumpulan karya ini menggambarkan taraf kemampuan/kompetensi yang telah dicapai seorang siswa. bahasa. Yang menjadi pertimbangan utama adalah guru seyogianya menggunakan penilaian portofolio sebagai bagian integral dari proses pembelajaran karena nilai diagnostik portofolio sangat berarti bagi guru.Penilaian Berbasis Kelas d. Di samping itu. seorang guru drama dapat menggunakan “videotape” untuk merekam latihan-latihan. kumpulan karya yang berkelanjutan lebih memperkuat hubungan pembelajaran dan penilaian. Guru bahasa asing dapat menggunakan portofolio audio untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan berbicara. Untuk melihat dan mendiagnosis kesulitan siswa dalam mengarang. Hal penting yang menjadi ciri portofolio adalah karya tersebut dapat diperbaiki jika siswa menghendakinya. Portofolio dapat digunakan untuk menilai perkembangan siswa dalam ilmu-ilmu sosial. seperti menulis karangan. Untuk mendapatkan hasil terbaik pada pertunjukan mendatang. seperti pemecahan masalah matematika.

dan sistematika penulisan. Kemungkinan karya yang dikumpulkan tidak sama antara siswa yang satu dan yang lain. Diskusikan dengan para siswa bagaimana menilai kualitas karya mereka. • Pastikan bahwa tiap siswa merasa memiliki portofolio. untuk kemampuan menulis karangan karya yang dikumpulkan adalah karangankarangan siswa. • Tentukan bersama siswa sampel-sampel karya apa saja yang akan dikumpulkan. Kelompok IV 17 . untuk kemampuan menulis karangan. keterampilan. Sebaiknya kriteria penilaian suatu karya dibahas dan disepakati bersama siswa sebelum siswa membuat karya tersebut. Dalam hal ini siswa perlu diberi penjelasan maksud penggunaan portofolio. pemilihan kosakata. • • Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap siswa dalam satu map atau folder. Dengan melihat portofolionya siswa dapat mengetahui kemampuan. Misalnya. Dengan demikian. kriteria penilaiannya misalnya: penggunaan tata bahasa. Untuk kemampuan menggambar. tetapi digunakan juga oleh siswa sendiri. siswa mengetahui harapan (standar) guru dan berusaha mencapai harapan atau standar itu. kelengkapan gagasan. Tentukan kriteria penilaian sampel-sampel karya siswa beserta pembobotannya bersama para siswa agar dicapai kesepakatan. karya yang dikumpulkan adalah gambar-gambar buatan siswa. Proses ini tidak akan terjadi secara spontan. tetapi membutuhkan waktu bagi siswa untuk belajar meyakini hasil penilaian mereka sendiri. Contoh.Penilaian Berbasis Kelas Berikut ini dikemukakan hal-hal pokok yang perlu diperhatikan dalam membuat portofolio di dalam kelas. dan minatnya. yaitu tidak semata-mata merupakan kumpulan hasil kerja sementara siswa yang digunakan hanya oleh guru untuk penilaian.

Hal ini dapat dilakukan pada saat membahas portofolio. Lagi pula. • Setelah suatu karya dinilai dan ternyata nilainya jelek atau belum memuaskan siswa. Kelompok IV 18 . kepada siswa dapat diberi kesempatan untuk memperbaiki lagi. misalnya setelah 2 minggu karya yang telah diperbaiki harus diserahkan kepada guru. Jika dianggap perlu. antara siswa dan guru perlu dibuat “kontrak” atau perjanjian mengenai jangka waktu perbaikan. pengetahuan dan sikap seseorang. undanglah orang tua siswa. Namun. Alat penilaian tertulis seperti pilihan ganda yang mengarah kepada hanya satu jawaban yang benar (convergent thinking). guru hendaknya mengembangkan alat-alat penilaian yang membedakan antara jenis-jenis kompetensi yang berbeda dari tiap tingkat pencapaian. Alat penilaian pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang cukup untuk dijadikan umpan-balik guna mendiagnosis atau memodifikasi pengalaman belajar. keterampilan. • Bila perlu. jadwalkan pertemuan untuk membahas portofolio. tidak mampu menilai keterampilan/kemampuan lain yang dimiliki siswa. Guru dapat membimbing siswa tentang bagaimana cara menilai dengan memberi keterangan tentang kelebihan atau kekurangan karya tersebut dan bagaimana cara memperbaikinya. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan.Penilaian Berbasis Kelas • Mintalah siswa menilai karyanya secara berkesinambungan. Hal ini amat menghambat penguasaan beragam kompetensi yang tercantum pada kurikulum secara utuh. Orang tua perlu diberi penjelasan tentang maksud dan tujuan portofolio sehingga mereka dapat membantu dan memotivasi anaknya. Karena itu. Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi prestasi dan kemajuan belajar siswa secara lengkap. interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena anak terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya.

sehingga prinsip akuntabilitas publik lebih terjamin. dan keanekaragaman kompetensi yang dinilai agar kemampuan siswa lebih rinci terpapar dan tergambarkan. guru lain maupun pengguna lulusan. afektif. • Tidak sekedar menerapkan penilaian tertulis dan lisan tetapi juga penilaian unjuk kerja. • Pemanfaatan berbagai cara dan alat penilaian mendorong penerapan pendekatan belajar aktif sehingga mengoptimalkan pengembangan kepribadian serta kemampuan bernalar dan bertindak siswa. orang tua. • Tujuan penilaian bergeser dari keperluan untuk klasifikasi siswa (diskriminasi) ke pelayanan individual siswa dalam mengembangkan kemampuannya (diferensiasi). portofolio dan tingkah laku untuk menjamin validitas penilaian. Pengumpulan informasi hasil belajar siswa dapat dilakukan dalam suasana formal dan informal. • Lebih cenderung menggunakan penilaian acuan kriteria (criterion referenced assessment) daripada penilaian acuan norma (normreferenced assessment). Penilaian kemajuan belajar siswa pada kurikulum berbasis kompetensi menghendaki ciri-ciri berikut ini.Penilaian Berbasis Kelas Hasil penilaian dapat menghasilkan rujukan terhadap pencapaian siswa dalam domain kognitif. sehingga hasil tersebut dapat menggambarkan profil siswa secara lengkap. Kelompok IV 19 . • Tujuan-tujuan pendidikan yang tercantum dalam kurikulum lebih terjamin dicapai karena kompetensi dasar yang dirumuskan dalam kurikulum menjadi acuan utama. dengan berbagai cara penilaian. objektivitas penilaian. • Profil kompetensi siswa sebagai hasil belajar memberikan informasi yang lebih lengkap dan mudah dipahami baik oleh siswa. dan psikomotor. produk.

kurang lebih 15 menit dan hanya menanyakan hal-hal yang prinsip saja dan bentuknya berupa isian singkat. Kelompok IV 20 . yaitu untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap bahan ajar yang baru diajarkan. Ulangan harian : Ulangan harian dilakukan secara periodik misalnya setelah I (satu) atau 2 (dua) kompetensi dasar selesai diajarkan. Bentuk soal yang digunakan sebaiknya bentuk uraian objektif atau yang non-objektif. sebaiknya guru menjelaskan kembali dengan menggunakan metode pembelajaran yang berbeda. atau teorema. Teknik bertanya yang baik adalah mengajukan pertanyaan ke kelas. 2. Namun bisa juga kuis diberikan setelah pembelajaran selesai. antara lain yaitu sebagai berikut. untuk mengetahui penguasaan pelajaran yang lalu secara singkat. dan kemudian memilih peserta didik secara acak untuk menjawab.Penilaian Berbasis Kelas VI. Biasanya kuis diberikan sebelum pelajaran baru dimulai. Kemudian guru menyimpulkan tentang jawaban peserta didik yang benar. Kuis : Waktu yang diperlukan relatif singkat. Jenis tagihan yang dapat dipakai dalam sistem penilaian berbasis kompetensi dasar dapat berkait dengan ranah kognitif ataupun psikomotor. 3. Jawaban peserta didik benar atau salah selalu diberikan ke peserta didik lain atau minta pendapatnya terhadap jawaban peserta didik yang pertama. memberi waktu sebentar untuk berpikir. Pertanyaan lisan di kelas : Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. Bila ada bagian pelajaran yang belum dikuasai. Jenis Tagihan Untuk memperoleh data dan informasi sebagai dasar penentuan tingkat keberhasilan peserta didik dalam penguasaan kompetensi dasar yang diajarkan diperlukan adanya berbagai jenis tagihan. prinsip. 1. Pertanyaan lisan ini bisa dilakukan di awal pelajaran atau di akhir pelajaran.

8. seperti Fisika. Tugas individu untuk mata pelajaran tertentu dapat terkait dengan ranah psikomotor. aplikasi. Proyek pada umumnya menggunakan data sesungguhnya dari lapangan. Bila mungkin peserta didik diminta untuk menggunakan data sungguhan atau melakukan pengamatan terhadap suatu gejala. Ulangan blok : Bentuk soal yang dipakai dalam ulangan blok. 5. analisis. 7. Tugas individu : Tugas individu dapat diberikan setiap minggu dengan bentuk tugas/soal uraian objektif atau non-objektif. dan analisis. 4.Penilaian Berbasis Kelas Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya mencakup pemahaman. seperti menugasi peserta didik untuk melakukan observasi lapangan dalam Geografi atau menugasi peserta didik untuk berlatih tari dan musik pada pelajaran Pendidikan Kesenian. Seperti halnya tugas individu. Tingkat berpikir yang terlibat mulai dari pemahaman sampai dengan evaluasi. atau semuanya bentuk uraian. tugas kelompok dapat terkait dengan ranah psikomotor. Laporan kerja praktik atau laporan praktikum : Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya. dan Biologi. Bentuk soal yang digunakan adalah uraian dengan tingkat berpikir yang tinggi yaitu aplikasi sampai evaluasi. campuran pilihan ganda dan uraian. 6. Peserta didik bisa diminta untuk mengamati suatu gejala dan melaporkannya. Kimia. Responsi atau ujian praktik : 21 Kelompok IV . bagian dari semester dapat berupa pilihan ganda. Tugas kelompok : Tugas kelompok digunakan untuk menilai kemampuan kerja kelompok. atau merencanakan sesuatu proyek. Materi yang diujikan berdasar kisi-kisi soal. bila mungkin sampai sintesis dan evaluasi. Tingkat berpikir yang terlibat sebaiknya aplikasi.

sedang bila dilakukan setelah praktek. seperti Fisika. dan Biologi yaitu untuk mengetahui penguasaan akhir baik dari ranah kognitif maupun psikomotor. Kelompok IV 22 . Ujian responsi bisa dilakukan diawal praktek atau setelah melakukan praktek. Kimia.Penilaian Berbasis Kelas Bentuk ini dipakai untuk mata pelajaran yang ada kegiatan praktikumnya. tujuannya untuk mengetahui kompetensi dasar praktek yang dicapai peserta didik dan yang belum. Ujian dilakukan sebelum praktek bertujuan untuk mengetahui kesiapan peserta didik melakukan praktek di laboratorium.

Pertanyaan lisan yang diajukan ke kelas harus jelas. Bentuk Uraian Objektif Kelompok IV 23 . Baik benar atau salah jawaban peserta didik. Hindari mengggunakan pilhan jawaban : semua benar atau semua salah. Tingkat berpikir untuk pertanyaan lisan di kelas cenderung rendah. g. 2. Panjang kalimat pilihan jawaban relatif sama. seperti pengetahuan dan pemahaman. 1977) adalah : a. Pilihan jawaban homogen dalam arti isi. Bentuk Pilihan Ganda Pedoman utama dalam pembuatan butir soal bentuk pilihan ganda (Ebel.Penilaian Berbasis Kelas VII. Bentuk soal uraian objektif sangat tepat digunakan untuk bidang Matematika dan IPA. i. Tidak ada petunjuk jawaban benar. Jangan menggunakan negatif ganda. b. j. Semua pilihan jawaban logis. memberi waktu untuk berpikir. jawaban tersebut ditawarkan lagi ke kelas untuk mengaktifkan kelas. Letak pilihan jawaban benar ditentukan secara acak. kemudian menunjuk peserta untuk menjawab pertanyaan. dan semua peserta didik harus diberi kesempatan yang sama. Bahasa Indonesia yang digunakan baku. Dalam melakukan pertanyaan di kelas prinsipnya adalah: mengajukan pertanyaan. Pilihan jawaban angka diurutkan. h. Pokok soal harus jelas. karena kunci jawabannya hanya satu. f. Bentuk Tagihan Tes Lisan di Kelas Pertanyaan lisan dapat digunakan untuk mengetahui taraf serap peserta didik untuk masalah yang berkaitan dengan kognitif. c. e. Pengerjaan 3. 1. Kalimat yang digunakan sesuai dengan tingkat perkembangan peserta tes. d.

Keunggulan bentuk tes ini dapat mengukur tingkat berpikir dari yang rendah sampai yang tinggi. Objektif di sini dalam arti apabila diperiksa oleh beberapa guru dalam bidang studi tersebut hasil penskorannya akan sama. Kelemahan bentuk tes ini adalah :     Penskoran sering dipengaruhi oleh subjektivitas penilai. Selain itu bentuk ini relatif mudah membuatnya. 1. yaitu mulai dari hapalan sampai dengan evaluasi. Jawaban tiap soal tidak panjang. Memerlukan waktu yang lama untuk memeriksa lembar jawaban . Bentuk Uraian Non-objektif Bentuk tes ini dikatakan non-objektif karena penilaian yang dilakukan cenderung dipengaruhi subjektivitas dari penilai. Setiap langkah ada skornya. Pertanyaan pada bentuk soal ini di antaranya adalah : hitunglah.dan Menyiapkan pedoman penskoran.Cakupan materi yang diujikan sangat terbatas. Namun demikian. tafsirkan. 2. 4.    Tidak melihat nama peserta ujian.Penilaian Berbasis Kelas soal ini melalui suatu prosedur atau langkah-langkah tertentu. menyusun. dan memadukan gagasan atau ide yang telah dimilikinya dengan menggunakan kata-katanya sendiri. sebaiknya hindarkan pertanyaan yang mengungkap hafalan seperti dengan pertanyaan yang dimulai dengan kata : apa. memilih. Memeriksa tiap butir secara keseluruhan tanpa istirahat. Bentuk tes ini menuntut kemampuan peserta didik untuk menyampaikan. Mengedit pertanyaan : Untuk menghindari kelemahan tersebut cara yang ditempuh adalah :  Langkah membuat tes ini adalah sebagai berikut. siapa. Menulis soal berdasarkan kisi-kisi pada indikator. buat kesimpulan dan sebagainya. Kelompok IV 24 . Adanya efek bluffing. di mana. sehingga bisa mencakup materi yang banyak.

Apakah waktu untuk mengerjakan tes cukup? Kaidah penulisan soal bentukuraian non-objektif : 1. sedang yang global dibaca secara keseluruhan untuk mengetahui ide pokok dari jawaban soal kemudian diberi skor. Ada tiga jenis soal bentuk ini. 2. bila. Buat pedoman penskoran. Apakah pertanyaan mudah dimengerti? 4. Apakah pemberian bobot skor sudah tepat? 7. 7. jenis melengkapi atau isian. 6. 5. Analitik berarti penskoran dilakukan bertahap sesuai kunci jawaban. bandingkan.Penilaian Berbasis Kelas 3. 2. Butir soal menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Buat kunci jawaban. 5. Apakah data yang digunakan benar? 5. Apakah kunci jawaban sudah benar? 8. Gunakan kata-kata: mengapa. 3. Kaidah-kaidah utama penyusunan soal bentuk ini adalah sebagai berikut. apa. yaitu: jenis pertanyaan. 3. 1. Rumusan kalimat soal harus komunikatif. dan jenis identifikasi atau asosiasi. 4. Penskoran bentuk tes ini bisa dilakukan secara analitik atau global. jelaskan. Hindari penggunaan kata-kata yang dapat ditafsirkan ganda. tafsirkan. Bentuk jawaban Singkat Bentuk jawaban singkat ditandai dengan adanya tempat kosong yang disediakan bagi pengambil tes untuk menuliskan jawabannya sesuai dengan petunjuk. buktikan. Apakah tata letak keseluruhan baik? 6. Jawaban yang benar hanya satu. 4. Kelompok IV 25 . uraikan. Hindari penggunakan pertanyaan: siapa. hitunglah. Buat petunjuk mengerjakan soal. Soal harus sesuai dengan indikator. Menggunakan bahasa Indonesia yang baku.

1. Kaidah-kaidah pokok penulisan soal jenis menjodohkan ini adalah sebagai berikut. dan yang sejenisnya digunakan sebagai premis. Hasil tes ini digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran sehingga kemampuan peserta didik mencapai pada tingkat yang diinginkan. Rumusan kalimat soal harus komunikatif. Penilaian ini menggunakan tes yang juga disebut dengan tes unjuk kerja. bagian dari diagram. Bentuk Menjodohkan Soal bentuk menjodohkan atau memasangkan terdiri dari suatu premis. Soal harus sesuai dengan indikator. Walau uraian namun batasnya harus jelas dan ditentukan Kelompok IV 26 . Alternatif jawaban harus “nyambung” atau berhubungan secara logis dengan premisnya. Bentuk tes ini digunakan untuk mengukur status peserta didik berdasarkan hasil kerja dari suatu tugas. Unjuk Kerja/Performance Penilaian unjuk kerja sering disebut dengan penilaian autentik atau penilaian alternatif yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan masalah-masalah di kehidupan nyata. 3. 1986). 7. suatu daftar kemungkinan jawaban. frase. 4. tanggal/tahun. Jadi pertanyaan butir soal cenderung pada tingkat aplikasi suatu prinsip atau konsep pada situasi yang baru. Hal-hal yang sama dapat pula digunakan sebagai alternatif jawaban. Tes unjuk kerja lebih banyak digunakan pada mata pelajaran yang ada prakteknya. 5. pernyataan. Biasanya nama. Butir soal menggunakan Bahasa Indonesiayang baik dan benar. istilah. Jumlah alternatif jawaban lebih banyak dari pada premis. Penilaian unjuk kerja berdasarkan pada analisis pekerjaan (Nathan & Cascio. dan suatu petunjuk untuk menjodohkan masing-masing premis itu dengan satu kemungkinan jawaban. Pertanyaan pada tes unjuk kerja berdasarkan pada tuntutan dari masyarakat dan lembaga lain yang terkait dengan pengetahuan yang harus dimiliki peserta didik. 2.Penilaian Berbasis Kelas 6.

8. tugas mengarang atau mengerjakan soal. Jadi semua tugas yang dikerjakan peserta didik dikumpulkan. mewakili sejumlah karya seseorang. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan penilaian portfolio adalah sebagai berikut. dalam bidang pendidikan berarti kumpulan dari tugas-tugas peserta didik. Kelompok IV 27 . Karya yang dikumpulkan adalah benar-benar karya yang bersangkutan. Menentukan contoh pekerjaan mana yang harus dikumpulkan. Karya yang dinilai meliputi hasil ujian. Permasalahan yang diujikan sedapat mungkin sama dengan masalah yang ada di kehidupan nyata. Portfolio Portfolio adalah kumpulan pekerjaan seseorang (Popham. 1. Kemudian dilakukan diskusi antara peserta didik dan guru untuk menentukan skornya. Inilah yang menjadi ciri utama perbedaan antara tes unjuk kerja dengan bentuk yang konvensional. Bentuk ujiannya cenderung bentuk uraian. tetapi tidak cocok untuk penilaian dengan skala yang luas (Marzano & Kendall. Portfolio cocok digunakan untuk penilaian di kelas.Penilaian Berbasis Kelas berdasarkan kebutuhan masyarakat. yaitu yang menilai keadaan a sesungguhnya. Jadi portfolio adalah suatu metode pengukuran dengan melibatkan peserta didik untuk menilai kemajuannya dalam bidang studi tersebut. 2. Prinsip penilaian portfolio adalah peserta didik dapat melakukan penilaian sendiri kemudian hasilnya di bahas. 1999). dari peserta didik. Penilaian porfolio pada dasarnya adalah menilai karya-karya individu untuk suatu mata pelajaran tertentu. Hal yang penting pada penilaian portfolio adalah mampu mengukur kemampuan membaca dan menulis yang lebih luas. 1996). dan di akhir satu unit program pembelajaran misalnya satu semester. Portfolio merupakan salah bentuk dari penilaian autentik. Penilaian dengan portfolio memerlukan kemampuan membaca yang baik. peserta didik menilai kemajuannya sendiri. dan tugastugas rumah.

Penilaian Berbasis Kelas 3. Penilaian sehingga penggunaannya juga harus sesuai dengan tujuan dan substansi yang diukur. dengan portfolio memiliki karakteristik tertentu. Mata pelajaran yang memiliki banyak tugas dan jumlah peserta didik yang tidak banyak. penilaian dengan cara portfolio akan lebih cocok. Menentukan kriteria untuk menilai portfolio. Meminta peserta didik untuk menilai secara terus menerus hasil portfolionya. Kelompok IV 28 . 5. Mengumpulkan dan menyimpan sampel karya. Dapat melibatkan orang tua dalam menilai portfolio. 7. 4. Merencanakan pertemuan dengan peserta didik yang dinilai. 6.

e. Penilaian berbasis kelas memiliki karakteristik yaitu. Bermakna. h.Penilaian Berbasis Kelas PENUTUP Kesimpulan dari makalah ini adalah penilaian berbasis kelas adalah proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk pemberian nilai terhadap hasil belajar siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya sehingga didapatkan potret/profil kemampuan siswa sesuai dengan daftar kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum. Validitas. Penilaian sikap dan Kelompok IV 29 . Adil. Umpan Balik. g. yaitu: a. Pemberian tugas. c. f. Menyeluruh. Prinsip-prinsip dasar yang harus digunakan dalam rangka pencapaian kompetensi. b. 1. Penilaian hasil kerja peserta didik. 2. f. Berbagai jenis penilaian berbasis kelas antara lain : a. b. e. Berkesinambungan. Tes tulis. Penilaian kinerja. Motivasi. d. Penilaian proyek. d. g. Terbuka. Tes perbuatan. Pusat Belajar dan berakar dalam Proses Pembelajaran. Edukatif. c.

Penilaian Berbasis Kelas h. Bentuk jawaban Singkat f. Bentuk Uraian Objektif d. Ulangan harian d. Responsi atau ujian praktik. Unjuk Kerja/Performance h. Jenis Tagihan dalam Penilaian kelas yaitu: a. Penilaian portofolio. Bentuk Menjodohkan g. Kuis b. Bentuk Pilihan Ganda c. Pertanyaan lisan di kelas c. Tes Lisan di Kelas b. Kelompok IV 30 . Bentuk Tagihan dalam penilaian berbasis kelas yaitu: a. Portofolio. Tugas kelompok f. Laporan kerja praktik atau laporan praktikum h. Bentuk Uraian Non-objektif e. Tugas individu e. Ulangan blok g.

California: Brooks/Cole Publishing Company. New York: McMillian Publishing Company. W. Departemen Pendidikan Nasional. & Cascio.Penilaian Berbasis Kelas Daftar Pustaka Allen. Gronlund. (2004). N. E. Press. M.. R. (1990). (1979). dan Linn. 1986). M. R.J. L. Nathan.W. Jakarta Ebel. Technical and legal aspects in Berk. Introduction to measurement theory. F. Baltimore: John Hopkin Univ.. A. B. Monterey. Performance assessment. New Jersey: Prentice Hall. (edit. “Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Sekolah Menengah Atas”. &Yen. (1986). L. Measurement and evaluation in teaching. R. Essentials of education measurement. R. Kelompok IV 31 . (1979).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.