Anda di halaman 1dari 2

CAPUT SUCCEDANEUM Caput succedaneum adalah edema di kulit kepala pada bagian presentasi kepala.

Dapat mengenai area kepala secara luas, atau hanya sebesar telur itik, pembengkakan dapat mencapai garis sutura dan edema ini secara bertahap diabsorpsi dan menghilang dlam 3 hari. Caput succedaneum terjadi karena adanya tekanan yang kuat pada kepala pada saat memasuki jalan lahir sehingga terjadi bendungan sirkulasi perifer dan limfe yang disertai dengan pengeluaran cairan tubuh ke jaringan ekstravaskuler. Keadaan ini bisa terjadi pada partuslama atau persalinan dengan Vaccum ektrasi.

PENYEBAB KEJANG Hie (Hipoksia Iskemik Ensefalopati) Perdarahan Gangguan Metabolik (Hipoglikemia, Hiponatremia, Hipomagnesia, Defisiensi Piriodoxin) Infeksi Intrakranial (Meningitis/Septikemia) Ensefalopati Bilirubin (Kernikterus) Infark Serebri Maternal Drug Withdrawal (Heroin, Barbiturates, Methadone, Cocaine, Morfin) Idiopatik

PENATALAKSANAAN KEJANG Pertahankan ventilasi dan perfusi yang adekuat. Obat lini pertama: fenobarbital IV dgn loading dose 20 mg/kg/kali, dpt diulangi hingga dosis maksimal 40 mg/kg/kali. Setelah 24 jam pemberian dosis awal, dilanjutkan dosis maintenance 2,5-5 mg/kg/hari, setiap 12 jam, dapat secara oral, IM atau IV disesuaikan dengan klinis pasien. Bila masih kejang, tambahkan obat lini ke-2 difenilhidantoin (fenitoin) IV. Dosis awal 15-20 mg/kg/kali dilarutkan dlm NaCl 0,9% dengan kecepatan 1 mg/kg/menit. Setelah 12 jam pemberian dosis awal diberikan dosis maintenance, yaitu: - BBLSR (<1500 g, <32 minggu) : 2 mg/kg/kali tiap 12 jam - NCB - Usia kronologis >2 minggu : 4-5 mg/kg/kali tiap 12 jam : 4-5 mg/kg/kali tiap 6 jam

Bila kejang masih tidak teratasi, pemberian obat diatas tetap dilanjutkan. Sebagai tambahan diberikan diazepam sebagai obat antikonvulsan lini ke-3 dosis 0,1-0,3 mg/kg/kali IV bolus perlahan diikuti 0,3 mg/kg/jam continuous drip (dilarutkan dgn NaCl 0,9% atau D5% jadi 0,5 mg/ml).

Pilihan lain : midazolam intermitten dosis 0,05-0,2 mg/kg/dose atau continuous drip dosis inisial 0,2 mg/kg IV bolus perlahan selanjutnya 0,4-0,6 mcg/kg/menit (maksimum 6 mcg/kg/menit).

Dapat dipertimbangkan obat antikonvulsan lini ke-3 lainnya : lorazepam (Ativan) dosis 0,05-0,1 mg/kg IV tiap 12 jam atau klonazepam (Rivotril) dosis awal 0,10,25 mg, 8 jam kemudian dilanjutkan dosis rumatan 0,01 mg/kg tiap 8 jam.

Bila kejang masih tidak teratasi, dapat diberikan tiopenton IV 4 mg/kg/kali diberikan selama > 5 menit, dilanjutkan continuous drip dosis 2 mg/kg/jam.