Anda di halaman 1dari 10

BAB II LAPORAN KASUS

SESI 1 Seorang wanita, 21 tahun datang ke poliklinik kebidanan RS Trisakti untuk memeriksa kehamilannya. Hari pertama haid terakhir tanggal 20 Februari 2013. Siklus haid teratur. Pasien sudah 2 kali memeriksakan kehamilan ke bidan dan dikatakan kehamilanya berkembang baik. SESI 2 Anamnesis : Saat ini pasien mengeluh cairan vagina menjadi lebih banyak dari biasanya dan disertai rasa tidak nyaman pada daerah pinggang dan panggul. Pada pemeriksaan fisik didapatkan: TD: RR: 110/80mmHg 20x/menit N: T: 84x/menit 37oC

Conjungtiva : tidak anemis Thorax: Jantung dan Paru paru dalam batas normal Abdomen: Status obstetrikus: Fundus uteri setengah pusat simpisis, ballottement (+), denyut jantung janin (djj) 152 dpm (denyut per menit). Inspeksi vulva uretra tenang. Genitalia : Status ginekologis: Inspekulo: Tampak dinding vagina dan serviks berwarna kebiruan, fluksus (-), flour albus (-), tidak tampak massa pada serviks dan vagina. Ekremitas: edema -/-

BAB III PEMBAHASAN

IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Usia Alamat Pekerjaan Status pernikahan Agama Status pendidikan :: Wanita : 21 tahun :::::-

ANAMNESIS TAMBAHAN1 Riwayat penyakit sekarang: Apakah ada mual dan muntah? Apakah ada perubahan payudara menjadi lebih besar dan kencang? Apakah ada peningkatan frekuensi buang air kecil? Apakah sering merasa lelah? Apakah sering merasa pusing? Apakah ada perubahan dalam selera makan? Apakah sudah pernah menjalani tes kehamilan?

Riwayat obstetrik: Sudah pernah mengandung sebelum ini? Sudah berapa kali?

Sudah

pernah melahirkan sebelum ini?

Sudah berapa kali? Bagaimana cara

persalinan? Berapa berat badan saat lahir? Adakah penyulit saat kehamilan yang lalu? Berapa jumlah anak yang hidup? Pernahkah mengalami keguguran?

Riwayat penyakit dahulu: Apakah ibu memiliki penyakit hipertensi, DM, asma, penyakit jantung, penyakit paru, epilepsi, atau penyakit sistemik lain? Apakah ibu pernah terkena infeksi virus? (Hepatitis B, HIV) Apakah ibu pernah mengalami trombosis vena dalam atau emboli paru? Apakah ibu memiliki riwayat gangguan psikiatri?

Riwayat penyakit keluarga: Apakah memiliki kerabat dengan penyakit genetik? (Sindrom Down, fenilketonuria, dll)

Riwayat kebiasaan: Apakah ibu seorang perokok? Apakah ibu suka minum minuman beralkohol?

Anamnesis tambahan setelah kasus 1 sesi 2 didapatkan: Sudah berapa lama mengalami gangguan tersebut? Apakah cairan berbau, berwarna atau disertai darah?

PEMERIKSAAN FISIK Pemeriksaan Tanda vital: Tekanan darah RR Nadi Temperatur 110/80 mmHg 20 x/menit Normal (<120/<80) Normal (16 20 x/menit) Hasil yang didapat Interpretasi

84 x/menit 37 C Conjungtiva Thorax Jantung Paru Dalam batas normal Tidak anemis

Normal (60 100 x/menit) Normal (36.5 37.2 C) Normal

Normal

Abdomen Status obstetrikus: Fundus uteri Ballottement Denyut jantung janin Inspeksi vulva uretra 152 dpm Tenang Genitalia Status ginekologis: (inspekulo) Dinding vagina, serviks Fluksus Fluor albus (-) Tidak tampak Normal, tidak terjadi infeksi massa Normal Berwarna kebiruan (-) Normal, Tanda Chadwick Normal Normal (120 160 dpm) Normal Setengah pusat simpisis (+) Usia kehamilan 16 minggu Menandakan adanya janin

pada serviks dan vagina Ekstremitas Edema -/Normal

Konjungtiva tidak anemis, hal ini disebabkan karena pada ibu hamil terjadi vasodilatasi pembuluh darah perifer, sehingga penilaian konjungtiva untuk melihat keadaan apakah ibu anemia tidak akurat dan perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium tambahan

Pada pemeriksaan abdomen didapatkan fundus uteri setinggi setengah pusat-simpisis yang menandakan usia kehamilan pasien adalah 16 minggu. Hal ini sesuai dengan perhitungan usia kehamilan dengan menggunakan HPHT pasien dan menandakan perkembangan janin dalam kandungan dalam keadaan normal. Ballottement positif menandakan adanya janin dalam uterus. Inspeksi vulva uretra tampak tenang menunjukkan tidak terdapat infeksi ataupun laserasi. Inspekulo pada pasien didapatkan tanda Chadwick yaitu perubahan warna vagina dan serviks menjadi kebiruan. Hal ini normal pada wanita hamil oleh karena terjadi peningkatan vaskularisasi dan kongesti.1 Fluor albus negatif menandakan tidak adanya keputihan yang diakibatkan dari infeksi. Pada pasien juga tidak tampak adanya massa pada serviks dan vagina. Pada ekstremitas tidak didapatkan edema. Edema ekstremitas bawah pada ibu hamil lebih sering ditemukan pada trimester akhir. Hal ini terjadi akibat penambahan tekanan vena di bagian bawah uterus dan mengakibatkan oklusi parsial vena kava.1 PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan tambahan yang perlu dilakukan adalah : Pengukuran tinggi dan berat badan ibu Berat badan ibu perlu diukur secara periodik untuk menilai status gizi ibu hamil. Pemeriksaan darah rutin Perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya anemia, infeksi sistemik, dan lain lain. Pemeriksaan USG abdomen Pemeriksaan USG abdomen pada kehamilan sangat penting untuk diagnosis awal kehamilan ektopik dan kehamilan anggur, selain itu dapat digunakan untuk melihat posisi dan kondisi plasenta, mengetahui jumlah bayi yang dikandung, menghitung usia kehamilan dan berat janin, mengetahui jenis kelamin bayi, dan mendiagnosis kelainan pada janin (anensefali, kelainan jantung, hidrosefalus). Urinalisa Perlu dilakukan untuk mendeteksi adanya protein di urin, infeksi saluran kemih. Pemeriksaan antibodi rubella, sifilis, antigen hepatitis B, golongan darah, dan faktor Rh.

DIAGNOSIS2 Pasien mengalami kehamilan normal, ditinjau dari gejala yang dialami pasien. Umur kehamilan: HPHT (Hari Pertama Haid terakhir): 20 Februari 2013 Tanggal pemeriksaan: 25 Juni 2013 Siklus: teratur (28 hari) Minggu Februari Maret April Mei Juni Jumlah 1 4 4 4 3 16 minggu Hari 1 3 2 3 4 13 hari

Umur kehamilan : 17 minggu 6 hari

Taksiran partus: HPHT(Hari Pertama Haid terakhir): 20 Februari 2013 Rumus : hari + 7, bulan +9, Maka taksiran partus: 27 November 2013 PENATALAKSANAAN2,3,4,5 Edukasi Kesehatan bagi Ibu Hamil 1. Memastikan Ibu akan kembali melakukan asuhan antenatal secara rutin Pada kehamilan normal, jadwal asuhan cukup empat kali (K1-K4). Minimal dilakukan sekali kunjungan antenatal hingga usia kehamilan 28 mingu, sekali kunjungan antenatal selama kehamilan 28-36 minggu, dan sebanyak dua kali kunjungan antenatal pada usia kehamilan di atas 36 minggu. Pemeriksaan yang harus dilakukan pada setiap kunjungan adalah : Fetus : Denyut jantung janin Ukuran

Jumlah cairan amnion Aktivitas Presentasi janin (pada akhir kehamilan) Ibu : Tekanan darah Berat badan Keluhan apabila ada (sakit kepala, perubahan penglihatan, sakit perut, mual muntah, perdarahan, dysuria) Tinggi fundus uteri

2.

Peningkatan berat badan Rekomendasi Penambahan Berat Badan untuk Wanita Hamil Berdasarkan BMI 2nd and 3rd TOTAL WEIGHT CATEGORY BASED ON BMI WEIGHT GAIN (kg) 12,5 - 18 1st TRIMESTER GAIN (kg) 2,3 TRIMESTER WEEKLY GAIN (kg) 0,49

Underweight (BMI < 19,8) Normal Weight (BMI = 19,826) Overweight (BMI > 26-29) Obese (BMI > 29)

11,5 - 16 7 - 11,5 6

1,6 0,9

0,44 0,3

3.

Nutrisi yang adekuat: Kalori: Memberitahukan kepada ibu tentang makanan cukup kalori & jumlah kalori yang dibutuhkan ibu hamil (2500 kal/hari). Protein: Memberitahukan kepada ibu tentang makanan yang mengandung protein tinggi & jumlah protein yang dibutuhkan (85 gr/hari) .

Jelaskan akibat dari defisiensi protein kelahiran prematur, anemia dan edema. Kalsium: Memberitahukan kepada ibu tentang makanan berkalsium & jumlah kalsium yang dibutuhkan (1,5 gr/hari) . Jelaskan akibat dari defisiensi kalsium riketsia pada bayi atau osteomalacia pada ibu. Zat besi: Memberitahukan kepada ibu tentang jumlah zat besi yang dibutuhkan (30 mg/hari) & manfaat zat besi dalam menjaga konsentrasi Hb. Jelaskan akibat dari defisiensi zat besi anemia defisiensi zat besi. Asam folat: Memberitahukan kepada ibu tentang jumlah asam folat yang dibutuhkan (400 mikrogram/hari)yang berguna untuk pematangan sel. Jelaskan akibat dari defisiensi asam folatanemia megaloblastik pada Ibu hamil.

4.

Perawatan gigi Paling tidak dibutuhkan dua kali pemeriksaan gigi selama kehamilan, yaitu pada trimester pertama dan ketiga. Penjadwalan trimester pertama terkait dengan hiperemesis dan ptialisme ( produksi liur yang berlebihan) sehingga kebersihan rongga mulut harus selalu terjaga. Sementara itu, trimester ketiga, terkait dengan adanya kebutuhan kalsium untuk pertumbuhan janinsehingga perlu diketahui apakah terdapat pengaruh yang merugikan pada gigi ibu hamil. Dianjurkan untuk selalu menyikat gigi setelah makan karena ibu hamil sangat rentan terhadap terjadinya caries dan gingivitis.

5.

Perawatan payudara Payudara perlu dipersiapkan sejak sebelum bayi lahir sehingga dapt berfungsi dengan baik pada saat diperlukan. Basuhan lembut setiap hari pada areola dan putting susu dapat mengurangi retak dan lecet pada area tersebut. Untuk sekresi yang mengering pada puting susu, lakukan bersihan dengan menggunakan gliserin dan alkohol. Karena payudara menegang, sensitifm dan menjadi lebih berat, maka sebaiknya gunakan penopang payudara yang sesuai (brassier).

6.

Kebersihan tubuh dan pakaian Kebersihan tubuh harus terjaga selama kehamilan. Perubahan anatomik pada perut, area genitalia/lipat paha, dan payudara menyebabkan lipatan-lipatan kulit menjadi lebih lembab dan mudah terinvestasi oleh mikroorganisme. Sebaiknya gunakan pancuran atau gayung pada saat mandi, tidak dianjurkan berenang dalam bathtub dan melalukan vaginal douche. Gunakan pakaian yang longgar, bersih dan nyaman dan hindarkan sepatu berhak tinggi dan alas kaki yang keras serta korset penahan perut.Lakukan gerakan tubuh ringa, misalnya berjalan kaki, terutama pada pagi hari. Jangan melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat dan hindarkan kerja fisik yang dapat menimbulkan kelelahan berlebihan. Beristirahat cukup, minimal 8 jam pada malam hari dan 2 jam pada siang hari. Ibu tidak dianjurkan merokok selama kehamilan karena dapat menimbulkan vasospaseme yang berakibat anoksia janin, BBLR, prematuritas , kelainan kongenital dan solusio plesenta.

7.

Pembatasan aktivitas sehari-hari Jangan melakukan pekerjaan rumah tangga yang berat dan hindarkan kerja fisik yang dapat menimbulkan kelelahan yang berlebihan.

8.

Latihan olahraga untuk ibu hamil Lakukan gerakan tubuh ringan, misalnya berjalan kaki, terutama pada pagi hari. Anjurkan untuk mengikuti senam hamil.

9.

Penyesuaian kebiasaan hidup Kebiasaan buang air besar selama kehamilan cenderung menjadi tidak teratur. Sehingga upayakan untuk minum banyak, makan-makanan yang mengandung serat seperti sayuran dan buah. Kebiasaan koitus, hubungan seksual tidak berbahaya untuk dilakukan kapan saja selama kehamilan, dengan syarat tidak ada penyulit kehamilan seperti ketuban pecah, persalinan premature, dan cervix inkompeten. hati-hati pada kehamilan muda, dan sebaiknya ditinggalkan di akhir masa kehamilan karena uterus yang menjadi lebih sensitif. Hindari merokok

Edukasi Gejala dan Tanda Bahaya Selama Kehamilan Deteksi dini gejala dan tanda bahaya selama kehamilan merupakan usaha terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan serius terhadap kehamilan ataupun keselamatan ibu hamil. Perdarahan Preeklampsi (hiperrefleksia, sakit kepala yang tidak membaik dengan pengobatan umum, gangguan penglihatan, nyeri epigastrik, oliguria, tekanan darah sistolik 20-30 mmHg dan diastolik 10-20 mmHg di atas normal, proteinuria, edema menyeluruh) Nyeri hebat di daerah abdominopelvikum Gejala lain yang harus diwaspadai adalah : Muntah berlebihan

Disuria Menggigil atau demam Ketuban pecah dini Uterus lebih besar atau lebih kecil dari usia kehamilan yang sesungguhnya

DAFTAR PUSTAKA 1. Mayo clinic staff. Pregnancy Week by Week. Available at

http://www.mayoclinic.com/health/pregnancy/PR00004. Accessed on June 29, 2013. 2. Saifuddin AB. Dalam: Rachimhadhi T, Wiknjosastro GH, Editors. Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. Edisi Keempat. Jakarta: Bina Pustaka Sarwono

Prawirohardjo; 2010. 3. Wirakusumah FF, Mose JC, Handono B. Obstetri Fisiologi Ilmu Kesehatan Reproduksi. 2nd ed. Jakarta: EGC; 2010. p. 110-21; 129-31; 152-3. 4. Cunningham, Donald M, Gant. Wiliam Obstetric. Edisi 21. Jakarta: EGC; 2002. 5. Mahan KL, Escott-Stump S. Krause's Food, Nutrition and Diet Therapy: 10th ed. New York, N.Y.: Saunders Elsevier; 2002.