1

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.12/Menhut-II/2013 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEBUN BIBIT RAKYAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 21 ayat (2) dan Pasal 34 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2008 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan telah ditetapkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.17/Menhut-II/2012 tentang Pedoman Teknis Kebun Bibit Rakyat: b. bahwa dalam rangka efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pembuatan Kebun Bibit Rakyat, Peraturan Menteri Kehutanan sebagaimana huruf a, perlu disempurnakan; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kehutanan tentang Pedoman Penyelenggaraan Kebun Bibit Rakyat; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 167, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3888) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UndangUndang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 86, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4412); 2. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737); /3. Peraturan…

2 3. Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2008 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 201, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4947); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 62, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5292); 5. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011; 6. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011; 7. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 155, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5334); 8. Keputusan Presiden Nomor 84/P Tahun 2009 tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu II sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomor 59/P Tahun 2011; 9. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.40/MenhutII/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kehutanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 405) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.33/Menhut-II/2012 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 779); MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEHUTANAN TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEBUN BIBIT RAKYAT. /Pasal 1...

3 Pasal 1 Pedoman Penyelenggaraan Kebun Bibit Rakyat adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran Peraturan ini. Pasal 2 Pedoman Penyelenggaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 menjadi acuan dalam penyelenggaraan Kebun Bibit Rakyat. Pasal 3 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.17/Menhut-II/2012 tentang Pedoman Teknis Kebun Bibit Rakyat, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 4 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia. Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal : 8 Februari 2013 MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA, ttd. ZULKIFLI HASAN Diundangkan di Jakarta Pada tanggal 13 Februari 2013 MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd. AMIR SYAMSUDIN BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2013 NOMOR 260 Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM DAN ORGANISASI, ttd. KRISNA RYA

. 2. Salah satu kegiatan untuk mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan dengan pemberdayaan masyarakat adalah pembangunan Kebun Bibit Rakyat (KBR). yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat (pro growth) sekaligus penyerapan tenaga kerja (pro job) dan mengurangi tingkat kemiskinan (pro poor) serta menurunkan emisi karbon (pro environment). getah. Maksud dan Tujuan 1. lahan kosong dan lahan tidak produktif merupakan salah satu upaya pemulihan kondisi DAS yang kritis. Tujuan Tujuannya adalah terlaksananya pembangunan Kebun Bibit Rakyat dan penanamannya secara efektif dan efisien. Bibit adalah tumbuhan muda hasil pengembangbiakan secara generatif atau secara vegetatif. Pengertian 1. Kebun Bibit Rakyat yang selanjutnya disingkat KBR adalah kebun bibit yang dikelola oleh kelompok masyarakat baik laki-laki maupun perempuan melalui pembuatan bibit berbagai jenis tanaman hutan dan/atau tanaman serbaguna (MPTS) yang pembiayaannya bersumber dari dana pemerintah. Tim Perencana adalah anggota kelompok masyarakat yang dipilih oleh anggota kelompok masyarakat pelaksana KBR dengan anggota paling sedikit 3 orang. Desa atau yang disebut dengan nama lain adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat. 6. /8.. Upaya tersebut memberikan hasil antara lain berupa kayu. 2.4 LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P. serat. Benih adalah bahan tanaman yang berupa bahan generatif (biji) atau bahan vegetatif yang digunakan untuk pengembangbiakan tanaman hutan. 7. berdasarkan asal usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jenis tanaman serbaguna (multi purpose tree species/MPTS) adalah jenis tanaman yang menghasilkan kayu dan bukan kayu (buah. buah. C. daun.buahan. Maksud Pedoman ini disusun untuk memberikan arahan kepada semua pihak yang terkait dengan program Kebun Bibit Rakyat.. 4. kulit dll. Tim. Kelompok masyarakat pelaksana KBR adalah kelompok masyarakat yang menyusun rencana. KBR dimaksud adalah untuk menyediakan bibit tanaman kayu-kayuan atau tanaman serbaguna (MPTS) dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sekaligus mendukung pemulihan fungsi dan daya dukung DAS. 3. pakan ternak.12/Menhut-II/2013 TENTANG : PEDOMAN PENYELENGGARAAN KEBUN BIBIT RAKYAT BAB I PENDAHULUAN A. Kebun Bibit Rakyat dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat. B.) 5. Bibit hasil Kebun Bibit Rakyat digunakan untuk merehabilitasi hutan dan lahan kritis serta kegiatan penghijauan lingkungan. getah. bertugas menyusun RUKK. melaksanakan dan mengawasi pembangunan KBR. Latar Belakang Rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di lahan kritis. bunga.

Direktur Jenderal adalah direktur jenderal yang diserahi tugas dan tanggung jawab di bidang bina pengelolaan daerah aliran sungai dan perhutanan sosial. Tim Pengawas adalah anggota kelompok masyarakat yang dipilih oleh anggota kelompok masyarakat pelaksana KBR dengan anggota paling sedikit 3 orang. . 10. Hutan Desa adalah hutan negara yang dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa serta belum dibebani izin/hak. Petugas Lapangan Penyuluhan Kehutanan (PLPK) pada Badan Pelaksana Penyuluhan atau Instansi penyelenggara penyuluhan di Kabupaten/Kota. atau oleh Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) untuk melaksanakan pembangunan dan penanaman bibit KBR 11. asal benih. antara lain memuat nama dan alamat kelompok. Hutan Kemasyarakatan adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat. 12. 16. 15. Sumber benih adalah suatu tegakan di dalam kawasan hutan dan di luar kawasan hutan yang dikelola guna memproduksi benih yang berkualitas. 13. jenis dan jumlah bibit. Dinas Kabupaten/Kota adalah Dinas Kabupaten/Kota yang diserahi tugas dan tanggung jawab di bidang Kehutanan.. bertugas mengawasi pelaksanaan pembangunan KBR sesuai RUKK. Rencana Usulan Kegiatan Kelompok yang selanjutnya disingkat RUKK adalah rencana pembangunan KBR yang disusun oleh kelompok. 14.. bertugas melaksanakan pembangunan KBR sesuai RUKK. lokasi. 9.5 8. komponen kegiatan dan rencana pemanfaatan bibit. Tim Pelaksana adalah anggota kelompok masyarakat yang dipilih oleh anggota kelompok masyarakat pelaksana KBR dengan anggota paling sedikit 3 orang. /BAB II. Pendampingan adalah penguatan kelembagaan kelompok masyarakat oleh Petugas Lapangan Kebun Bibit Rakyat/Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PLKBR/RHL).

B. Usulan KBR memuat antara lain identitas nama kelompok masyarakat. rencana dan sketsa lokasi/areal penanaman. Verifikasi. 3. terdapat lahan untuk penanaman bibit KBR. Aksesibilitas baik atau mudah dijangkau. F. penghijauan lingkungan pada fasilitas umum/fasilitas sosial (ruang terbuka hijau.. Usulan KBR diajukan oleh ketua kelompok masyarakat kepada Kepala BPDAS dengan tembusan Kepala Dinas Kabupaten/Kota. Topografi relatif datar (kemiringan lereng 0-8%). santri/siswa. Usulan KBR ditandatangani oleh ketua kelompok masyarakat dan diketahui oleh Kepala Desa/Lurah.. dll). 2. dan/atau lahan tidak produktif lainnya. Khusus untuk jenis mangrove. Sasaran Penggunaan Bibit KBR Bibit KBR digunakan untuk kegiatan hutan rakyat. Untuk usulan KBR pada Hutan Desa memuat identitas lembaga desa pengelola Hutan Desa dan ditandatangani oleh Ketua Lembaga Desa serta diketahui oleh Kepala Desa. 3. C. Pengajuan Usulan (Proposal) 1. Alokasi KBR Pada setiap desa calon lokasi KBR. rehabilitasi mangrove dan penanaman di kawasan hutan yang telah diarahkan sebagai areal kerja Hutan Kemasyarakatan (HKm)/Hutan Desa (HD) atau yang telah memiliki Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUPHKm) dan Hak Pengelolaan Hutan Desa (HPHD). 2. Persyaratan Calon Lokasi KBR 1. halaman sekolah/perkantoran/rumah ibadah/ pertokoan/ pasar. maupun anggota organisasi masyarakat lainnya. dan Format 4. Kriteria Desa/Kelurahan Calon Lokasi KBR Berada pada sasaran areal Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) berdasarkan Rencana Teknik Rehabilitasi Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai (RTkRHLDAS) atau Rencana Pengelolaan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RPRHL) atau Rencana Tahunan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RTnRHL). bebas banjir dan tanah longsor. Terdapat areal hutan/lahan untuk lokasi penanaman bibit KBR ekuivalen minimal 40 ha. kanan kiri sungai. daftar anggota kelompok. E. Format 3.6 BAB II PEMBUATAN KBR A. Persyaratan calon kelompok masyarakat KBR 1. cukup sinar matahari. dapat ditetapkan paling banyak 2 (dua) unit KBR dengan ketentuan: 1. Jumlah anggota paling sedikit 15 (lima belas) orang baik laki-laki maupun perempuan yang berdomisili di desa/kelurahan setempat. dan 2. . 4. Contoh usulan KBR sebagaimana tercantum dalam Format 1. persemaian berada pada lokasi yang dipengaruhi pasang surut air laut. /G. Format 2. kelompok masyarakat yang belum pernah mendapat kegiatan KBR atau Bantuan Langsung Masyarakat Pengembangan Perhutanan Masyarakat Pedesaan Berbasis Konservasi (BLM-PPMPBK). D. antara lain petani. dan 2. turus jalan. mahasiswa. tersedia sumber air. deskripsi lokasi/areal KBR.

5. 3. Usulan yang memenuhi persyaratan administrasi dilanjutkan dengan verifikasi teknis berupa kelayakan calon lokasi KBR. dan Direktorat Jenderal BPDASPS.7 G. calon lokasi penanaman. dan calon kelompok masyarakat di lapangan oleh BPDAS bersama Dinas Kabupaten/Kota. 7. Khusus untuk Hutan Desa bersama Dinas Provinsi. 4. 6. Penetapan KBR Kelompok masyarakat dan lokasi KBR ditetapkan dengan keputusan Kepala BPDAS dan disampaikan kepada kelompok yang bersangkutan dengan tembusan kepada Dinas Kabupaten/Kota. Verifikasi KBR dilaksanakan oleh Tim Verifikasi yang ditugaskan oleh Kepala BPDAS. Skema penetapan kelompok KBR sebagaimana tercantum pada gambar 1. Contoh formulir verifikasi administrasi dan formulir verifikasi teknis KBR sebagaimana tercantum dalam Format 5 dan Format 6. Hasil verifikasi teknis menjadi dasar Kepala BPDAS untuk menetapkan kelompok dan lokasi KBR. dan keabsahan kelompok. Pemeriksaan kelengkapan administrasi dilakukan oleh BPDAS terhadap organisasi kelompok. jumlah anggota. Verifikasi KBR 1. . Hasil verifikasi teknis akan disampaikan secara tertulis kepada Dinas Kabupaten/Kota untuk diinformasikan kepada calon kelompok KBR. Verifikasi KBR dilakukan 2 (dua) tahap yaitu pemeriksaan kelengkapan administrasi dan teknis. Gambar 1 : Skema Penetapan Kelompok KBR / I. Dinas Provinsi yang menangani kehutanan. Penyusunan... H. 2.

. lokasi persemaian dan penanaman. Surat Perjanjian Kerjasama (SPKS) SPKS adalah perjanjian antara kelompok masyarakat dengan Pejabat Pembuat Komitmen yang memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak dalam pelaksanaan pembuatan KBR. K. jenis dan jumlah bibit. Contoh RUKK sebagaimana tercantum dalam Format 7. 2. c. Pembayaran Tahap I sebesar 40 % dari keseluruhan dana dilakukan jika RUKK telah disetujui oleh PPK dan SPKS telah ditandatangani oleh Ketua Kelompok masyarakat pelaksana KBR dan PPK. f. disetujui oleh Ketua Kelompok. Contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Format 10. Pembayaran Tahap II sebesar 30 % dari keseluruhan dana dilakukan jika pembuatan KBR telah mencapai realisasi fisik minimal 30 %. 2. e. bahan dan peralatan. b. Pembayaran Tahap III sebesar 30 % dari keseluruhan dana dilakukan jika pembuatan KBR telah mencapai realisasi fisik minimal 60 %. SPKS ditandatangani oleh PPK dan Ketua Kelompok. nama dan alamat kelompok. baik generatif maupun vegetatif. sudah di dalam polybag/kantong/wadah lainnya. J. nama pengurus dan anggota. / Prosedur. d. Penyaluran Dana Berdasarkan usulan permintaan pembayaran dari kelompok masyarakat. 2. Contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Format 10. Realisasi fisik ini dibuktikan dengan berita acara pemeriksaan pekerjaan yang ditandatangani oleh tim pengawas dan diketahui oleh Ketua Tim Pelaksana. . dalam jumlah cukup dan sehat. RUKK disusun oleh Tim Perencana bersama anggota kelompok secara partisipatif dan dibimbing oleh tenaga pendamping. tata waktu. yaitu telah tersedia sarana dan prasarana serta benih generatif telah ditabur pada bedeng tabur atau benih vegetatif telah ditanam ke dalam media semai di dalam polybag/kantong/wadah lainnya. Mekanisme penyaluran dana dengan ketentuan sebagai berikut: 1. L.8 I. PPK melakukan penyaluran dana melalui KPPN setempat dengan mekanisme langsung (LS) ke rekening kelompok masyarakat pelaksana KBR melalui 3 (tiga) tahap. Penanggung jawab pengelola anggaran pembuatan KBR adalah KPA pada satuan kerja BPDAS dan PPK pada Dinas Kabupaten/Kota atau BPDAS. Ketua Kelompok dan Pendamping. Pembuatan KBR dilakukan secara swakelola oleh kelompok masyarakat dengan mekanisme Surat Perjanjian Kerjasama (SPKS). Ketua Kelompok dan Pendamping. yaitu semua bibit. Realisasi fisik ini dibuktikan dengan berita acara yang ditandatangani oleh Tim Pengawas dan diketahui oleh Ketua Tim Pelaksana. dan/atau g. dinilai oleh pendamping dan disahkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). contoh sebagaimana tercantum dalam Format 9. 3. RUKK ditandatangani oleh Ketua Tim Perencana. Pola Pelaksanaan KBR 1. jenis kegiatan dan rencana biaya. sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. RUKK memuat antara lain : a. Contoh SPKS sebagaimana tercantum dalam Format 8.. Penyusunan RUKK 1. 3.

9 Prosedur penyaluran dana sebagaimana tercantum pada gambar 2. sutera alam. Untuk jenis tanaman serbaguna termasuk jenis-jenis untuk mendukung Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) unggulan nasional (bambu. /O. pupuk. Jawa : 40. Gambar 2 : Prosedur Penyaluran Dana KBR. kultur jaringan). Benih/bahan tanaman untuk membuat bibit dapat berasal dari generatif (biji) maupun vegetatif (stek. dilampiri dengan bukti pembelian dan/atau pembayaran. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada BPDAS 3 Penerbitan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) Pejabat Penguji & Penerbit Surat Perintah Membayar (SPM) pada BPDAS 2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dishut Kab/Kota atau BPDAS 4 Penerbitan SPM KPPN 5 Penerbitan SP2D dan Transfer dana ke rekening kelompok 1 Ketua Kelompok Masyarakat KBR Penyaluran bertahap: -Tahap I 40 % -Tahap II 30% -Tahap III 30 % M. . Pertanggungjawaban Penggunaan Dana 1. Benih generatif jenis kayu-kayuan diutamakan berasal dari sumber benih bersertifikat. lebah madu dan rotan). gaharu. Jadwal. 2. N. Bagi kelompok masyarakat yang tidak memiliki NPWP pengenaan pajaknya sebesar 3%. okulasi. Standar Jumlah Bibit Setiap Kelompok Masyarakat Pelaksana KBR harus membuat bibit sebagai berikut : 1.000 batang per unit KBR Jenis tanaman KBR berupa kayu-kayuan dan tanaman serba guna (MPTS). dan sarana produksi lainnya sebesar 1. Pengenaan pungutan pajak penghasilan dilakukan terhadap pengadaan barang non bibit antara lain polybag. Luar Jawa : 25.5% dari total pembelian (PPh Pasal 22) bagi kelompok masyarakat yang memiliki NPWP.000 batang per unit KBR 2. cangkok. Pertanggungjawaban penggunaan dana dibuktikan dengan kwitansi bermaterai cukup dan ditandatangani oleh Ketua Kelompok. nyamplung.. Untuk jenis tanaman kayu-kayuan termasuk jenis tanaman mangrove dan hutan pantai..

Kelompok masyarakat KBR menyerahkan kepada PPK yang dituangkan dalam Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan. contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Format 12. 7. d. Kepala BPDAS menyerahkan kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota. b. Serah Terima Hasil Kegiatan 1.) Verifikasi Administrasi dan Teknis Penetapan KBR oleh Ka. P. Kegiatan T-1 Pengajuan usulan (dari klp masy. 2. /Q. 3. BPDAS Penyusunan RUKK dan SPKS Pelaksanaan KBR Penyusunan rancangan penanaman Penanaman Bibit KBR Pengendalian..10 O. Pendampingan. contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Format 14. contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Format 11. 8. c. 6. Jadwal Pelaksanaan Tata waktu pelaksanaan pembuatan KBR sebagaimana tabel berikut : Tabel: Jadwal Pelaksanaan KBR Bulan No. . 2. Bibit yang belum diserahterimakan dari BPDAS kepada Dinas Kabupaten/Kota harus dicatat sebagai barang persediaan. Kepala Dinas Kabupaten/Kota menyerahkan kepada Kelompok Masyarakat KBR yang dituangkan dalam berita acara serah terima pengelolaan dan pemanfaatan bibit KBR untuk dipelihara dan ditanam. pembinaan dan pelaporan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 1.. Serah terima bibit hasil KBR a. contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Format 13. PPK menyerahkan kepada Kepala BPDAS selaku KPA dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan. 4. 5.

2. 5) pembuatan laporan dan dokumentasi. dapat ditambah dari Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) dan penerimaan tenaga baru (recruitment) yang memenuhi kriteria yang ditetapkan Direktur Jenderal.11 Q. Pendamping bertugas: a. Pendamping KBR berasal dari Petugas Lapangan Kebun Bibit Rakyat/ Rehabilitasi Hutan dan Lahan (PL-KBR/RHL). Bersama tim pengawas kelompok melaksanakan evaluasi penanaman bibit KBR. 3) teknis pembuatan dan pemeliharaan bibit. b. c. Tenaga pendamping KBR ditetapkan oleh Kepala BPDAS setelah berkoordinasi dengan Dinas Kabupaten/Kota. bahan dan peralatan. . 3. Melakukan bimbingan kepada kelompok KBR antara lain : 1) penyusunan RUKK dan rancangan penanaman.. Badan Pelaksana Penyuluhan dan/atau Instansi penyelenggara penyuluhan di Kabupaten/Kota. Pendampingan 1. Membuat laporan tugas pendampingan setiap bulan kepada Kepala BPDAS. Petugas Lapangan Penyuluhan Kehutanan (PLPK) pada Badan Pelaksana Penyuluhan atau Instansi penyelenggara penyuluhan di Kabupaten/Kota.. 4) teknis penanaman. Kekurangan tenaga pendamping. 2) informasi penyediaan benih. / BAB III.

D. daftar pemilik lahan. Terhadap bibit yang sudah ditanam akan dilakukan evaluasi. 2.. luas. letak lokasi. . Rancangan penanaman yang telah disusun. dan f. dan tim perencana kelompok. Evaluasi penanaman dilakukan oleh Tim Pengawas bersama dengan pendamping yang hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Evaluasi Hasil Penanaman. jenis tanaman. Penanaman Bibit yang sudah siap tanam dapat ditanam pada tahun berjalan di lokasi sebagaimana ditentukan dalam RUKK dan Rancangan penanaman sedangkan insentif penanaman dibayar pada tahun berikutnya. d. Rancangan penanaman dinilai oleh Kepala BPDAS dan disahkan oleh kepala Dinas Kabupaten/Kota. peta lokasi penanaman (skala 1 : 2000) dan koordinatnya. Pembayaran insentif penanaman disalurkan sekaligus ke rekening kelompok masyarakat untuk dibagikan kepada anggota sesuai dengan Berita Acara Evaluasi Hasil Penanaman. Hasil evaluasi penanaman sebagai dasar untuk pembayaran insentif penanaman. 4. 4. lembar pengesahan 3. contoh Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Format 15 dan diketahui oleh Ketua Kelompok. Insentif penanaman dibayarkan sesuai jumlah bibit yang hidup. BPDAS. dituangkan dalam Rencana Tahunan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RTn RHL) sesuai peraturan perundang-undangan B. Pembayaran Insentif Penanaman 1. 5. Evaluasi hasil penanaman dilakukan sekurang kurangnya 1(satu) bulan setelah ditanam. 5. /BAB IV. Rancangan penanaman disusun sebelum pelaksanaan penanaman. e.12 BAB III PENANAMAN BIBIT KBR A.. c. PPK melakukan supervisi pelaksanaan evaluasi hasil penanaman bibit KBR oleh Tim Pengawas. b. Evaluasi Hasil Penanaman 1. Rancangan penanaman memuat : a. Penyusunan Rancangan 1. C. 2. Rancangan penanaman disusun oleh tim yang dibentuk oleh Kepala BPDAS yang terdiri dari unsur Dinas Kabupaten/Kota. 3. 2.

evaluasi dan pengawasan. 4. PEMBINAAN DAN PELAPORAN A. B. partisipatif dan akuntabel. Pengendalian dan pembinaan terhadap pembuatan KBR dimulai sejak perencanaan sampai dengan penanaman. PPK. contoh laporan sebagaimana tercantum dalam Format 16. evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan KBR oleh kelompok masyarakat. dan Kepala Dinas Provinsi. 2. Ketentuan lebih lanjut tentang monitoring dan evaluasi pelaksanaan KBR diatur lebih lanjut dengan Peraturan Direktur Jenderal. 4. BPDAS. Dinas Provinsi yang menangani kehutanan. Direktorat Jenderal BPDASPS melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap penyelenggaraan KBR oleh BPDAS. 3. . 5. contoh laporan sebagaimana tercantum dalam Format 17. PPK membuat laporan bulanan kepada KPA dari hasil rekapitulasi laporan kelompok masyarakat seperti tersebut pada butir 1 dan 2 dengan tembusan Kepala Dinas Kabupaten/Kota. Tim pelaksana membuat laporan bulanan kepada ketua kelompok masyarakat diketahui oleh Tim Pengawas. 3. 2.13 BAB IV PENGENDALIAN. Pengendalian dan pembinaan meliputi pemantauan. 5. BAB V PENUTUP Pedoman ini digunakan bagi seluruh jajaran kehutanan baik di pusat dan di daerah maupun kelompok masyarakat yang bersangkutan untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan KBR serta penanamannya yang dilaksanakan secara transparan. contoh laporan sebagaimana tercantum dalam Format 18. dan Dinas Kabupaten/Kota melakukan pemantauan. Dinas Provinsi yang menangani kehutanan dan Dinas Kabupaten/Kota melaporkan hasil pengendalian dan pembinaan kepada Direktur Jenderal. dan KPA dengan uraian sebagai berikut : 1. KPA (Kepala BPDAS) membuat laporan triwulan dari hasil rekapitulasi laporan PPK yang disampaikan kepada Direktur Jenderal dengan tembusan kepada Pejabat Eselon II Lingkup Ditjen BPDASPS. Pengendalian dan Pembinaan 1. Pelaporan Laporan kemajuan pembuatan KBR dan penanaman bibit KBR meliputi laporan kelompok masyarakat. Ketua kelompok membuat laporan bulanan kepada PPK diketahui oleh pendamping.

. Mengetahui Kepala Desa/Lurah (tempat. Kepada Yth...... Persemaian : Blok/Dusun …………. Kelompok Masyarakat : ……………………………………………………………………………… Alamat : ……………………………………………………………………………… Jumlah anggota : ……………………………………………………………………………… Lokasi a.....14 Format 1.................. Luas……… b.. Blok/Dusun …………...... (... Luas………….. Format 2........ Kepala BPDAS. dst Deskripsi calon lokasi KBR..... atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih. tgl/bln/th) Kelompok Masyarakat... Kecamatan ……… 3... : ……………………………........... calon lokasi penanaman dan data kelompok sebagaimana terlampir Demikian permohonan ini kami sampaikan. Kecamatan ……... Blok/Dusun …………. Kecamatan ……… 2...... Desa . …………………………………………………………… Di …………………………… Bersama ini dengan hormat kami sampaikan usulan kegiatan Kebun Bibit Rakyat (KBR). : ……………………………......... Contoh Usulan/proposal KBR Nomor Lampiran Perihal : ……………………………....... Desa .... .. Penanaman : 1.....) (Nama Ketua Kelompok) Tembusan: Kepala Dinas Kabupaten/Kota....... Luas…………................. Desa .

. Tanggal Pengukuhan 5.. Blok .. c.. PENGURUS KELOMPOK a. Pejabat yang Mengukuhkan b.. Mengetahui : Kepala Desa………… KETUA KELOMPOK (nama dan stempel) (nama) Format 3 .... ALAMAT KELOMPOK : : : : : RT…..15 Format 2.. Bendahara 3. 4.. Sekretaris c. KEGIATAN KELOMPOK 7.. JUMLAH ANGGOTA 6. Desa……… Kecamatan……… Kabupaten/Kota ……………….. Ketua b. NAMA KELOMPOK 2... 1.. (…………. DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK MASYARAKAT CALON PENERIMA KEGIATAN KEBUN BIBIT RAKYAT TAHUN.) orang : a. Provinsi……………… : : : : ……. PENGUKUHAN KELOMPOK a. .. b. TELP/HP KETUA KELOMPOK: Data-data yang kami sampaikan benar apa adanya. RW….. NO.

Kecamatan : ………………………………………………. 5. 14.… Luas KBR : ………………….. 11. 6. 8. Desa/Kelurahan : ………………………………………………. DAS/Sub DAS : ………………………………………………. Kabupaten/Kota : ……………………………………………….16 Format 3. 3. Jarak ke jalan : ……………………………………………….... Sketsa calon lokasi KBR: Format 4… . 1. Dusun/Blok : ………………………………………………. 12... m dpl Sumber air yang tersedia : ………………………………………. 7. 2.. Provinsi : ……………………………………………. 15. Topografi : ……………………………………………….. Contoh Deskripsi Calon Lokasi KBR DESKRIPSI CALON LOKASI KBR KELOMPOK MASYARAKAT………………………. 13. 4. Ketinggian dpl : ………………………………………………. Jarak sumber air dari calon KBR : ………………………………. 9.Ha Status lahan : ………………………………………………. Koordinat : ………………………………………………. 10..

.. Topografi : ………………………………………………. m dpl Jarak lokasi KBR ke lokasi penanaman : ……………………………. Ketinggian dpl : ………………………………………………. Contoh Deskripsi Rencana dan Sketsa lokasi/areal penanaman DESKRIPSI CALON LOKASI PENANAMAN/PEMANFAATAN BIBIT KBR KELOMPOK MASYARAKAT………………………..Ha dalam kawasan/luar kawasan/lahan milik/ lahan adat/. 9. 7. 10... Tujuan/fungsi penanaman : ………………………. 3... 2... (perlindungan/produksi/penghijauan lingkungan/hutan kemasyarakatan/ hutan desa) Sketsa calon lokasi penanaman : : : : : : : : DAFTAR… ........ 13.. 14. ………………………………………………… …………………. DAS/Sub DAS : ………………………………………………. 8.. Koordinat : ……………………………………………….... 4.... Dusun/Blok Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi Luas areal Status Lahan ………………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………………… ………………………………………………. 6... 11. 5.17 Format 4.. 1.... 12...

1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Nama 2 Jabatan dalam Kelompok 3 Ketua Bendahara Sekretaris Ketua Tim Perencana Anggota Anggota Anggota Dst Ketua Tim Pelaksana Anggota Anggota Anggota Dst Ketua Tim Pengawas Anggota Anggota Anggota Dst Alamat 4 No. Mengetahui : Kepala Desa……………… KETUA KELOMPOK (nama dan stempel) (nama) Format 5… .18 DAFTAR ANGGOTA KELOMPOK ……………. No. KTP/ Surat Ket. 5 *) Ketua. Sekretaris dan Bendahara Kelompok harus melampirkan fotocopy KTP atau Surat Keterangan Domisili.

. ………………………………………………………………. ………………………………………………………………. 3........ 1 1 2 PERSYARATAN 2 Pengurus Kelompok Pengukuhan Kelompok a. 4..... ………. Contoh Formulir Verifikasi Administrasi VERIFIKASI ADMINISTRASI KELOMPOK CALON PENERIMA KEGIATAN KBR TAHUN.... Tanggal Pengukuhan: Alamat kelompok Usulan diketahui Kepala Desa Daftar Anggota Jumlah Anggota Sketsa lokasi kegiatan Sketsa calon lokasi penanaman Ada Ada : Ada HASIL PENILAIAN 3 4 Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Sesuai Tidak Ada Tidak Ada Tidak Sesuai Tidak Ada Tidak ada KETERANGAN 5 3 4 5 6 7 8 Sesuai Ada Ada Sesuai Ada Ada Rekomendasi : Layak/Tidak Layak untuk ditindaklanjuti dengan verifikasi teknis... . Verifikator Nama NIP. 5.. ……………………………………………………………….. Pejabat yang Mengukuhkan b..... ... No..... ………………………………………………………………... Format 6..... 2....... Nama Kelompok Desa/Blok Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi : : : : : ………………………………………………………………..19 Format 5... 1......

... Nama ... layak/tidak layak untuk mendapatkan KBR... NIP ..... NIP . ……………………………………………………………….............. .. (Tanda tangan) 2.. No. Nama ........................... 2... (Tanda tangan) 3....... . Data hasil verifikasi teknis diatas adalah benar... Nama .... Verifikator : 1. (Tanda tangan) Format 7… .. Kesesuaian Alamat b....... ………………………………………………………………. 1 1 Nama Kelompok Desa/Blok Kecamatan Kabupaten/Kota Provinsi : : : : : ……………………………………………………………….... ………………………………………………………………..... ……………………………………………………………….. Kesesuaian Pengurus Terdapat lokasi KBR yang sesuai dengan ketentuan Terdapat lokasi calon penanaman bibit KBR yang sesuai dengan ketentuan 2 3 Tidak Sesuai Rekomendasi : Kelompok .. Kesesuaian nama Kelompok c...20 Format 6... 3. 1..... 4. HASIL PENILAIAN 3 Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai Tidak Tidak Tidak Tidak 4 Sesuai Sesuai Sesuai Sesuai KETERANGAN 5 PERSYARATAN *) 2 Keberadaan Kelompok : a.... NIP ... 5.... Contoh Formulir Verifikasi Teknis VERIFIKASI TEKNIS KELOMPOK CALON PENERIMA KEGIATAN KBR TAHUN.....

Papan nama b... batang 2) .. Pembuatan dan pemeliharaan bibit a.. Jenis.. Penyapihan c.... Kecamatan : d. Pembersihan rumput/alangalang/gulma g..... Jenis.21 Format 7.. Pemupukan e................. satuan A....... Bedeng sapih d..000 batang*) h.000/40... C........... Penyulaman f.......... c.. Target : Minimal 25......................... Kegiatan Volume. Pupuk dan insektisida e...... dst. Jenis Tanaman : 1) .. Sasaran : a.... jumlah ……………….... Maksud dan Tujuan : 3. .. b... Penanggulangan hama dan penyakit Pertemuan kelompok Total 5. Rincian kegiatan dan anggaran : No. Dusun/Blok : b..... jumlah .. Latar Belakang : 2. Pembuatan sarana dan prasarana a. Provinsi : f.batang 3) dst 4.... Kabupaten/Kota : e. Kelompok Masyarakat .……………………………. Penaburan b.. Bedeng tabur c... Contoh RUKK RENCANA USULAN KEGIATAN KELOMPOK (RUKK) Kegiatan Pembuatan KBR Tahun . Tata Waktu Biaya/Satuan (Rp) Total (Rp) B.. D........ dst Pembelian benih/stek a.......... Desa : c........... Penyiraman d... Koordinat Geografis : g... 1..... Jenis.

..22 5.... Calon Lokasi 1 ………………………….......... 2.. 2................ dst............................... III....... dst...... ...... Anggota : a......... a.............. dst Jumlah batang II Bulan ke III IV V dst 6......... b............................. Tim Pengawas(minimal 3 orang) 1. Sekretaris : ............ 2........ Format 8… . ................tgl/bln/tahun) Tim Perencana Kelompok Masyarakat ……… (Nama Ketua Kelompok) Dinilai oleh : Pendamping (Nama Ketua Tim Perencana) Disahkan oleh : Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Kabupaten/Kota/BPDAS........... Anggota : ................ Tim Pelaksana (minimal 3 orang) 1..... Ketua : ......... (tempat......... ……………………..... (Nama Pendamping) *) Coret yang tidak perlu Nama.... Uraian Kegiatan I 1. NIP......... 2 ………………………… 3 dst 7............................. Struktur Organisasi Kelompok Ketua : ..... b......... Bendahara : …………………................... .......... 3...... Anggota : .. Tata Waktu No.... 2.................... Tim Perencana (minimal 3 orang) 1................. . I..... ……………………... Rencana Pemanfataan No.... II.. Ketua : ............ Menyetujui : Ketua Kelompok Masyarakat ............. Ketua : .

... KABUPATEN/KOTA/BPDAS…………………………... selanjutnya disebut PIHAK KEDUA...... Tahun ……. Nama : …………………………………………………… Jabatan : Ketua Kelompok Alamat : .... Kecamatan …………………................ Anggaran 2.23 Format 8..000 batang*) yang terletak di Blok/Dukuh ……………. Kabupaten/Kota……………........000/40...... kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1... DENGAN KETUA KELOMPOK MASYARAKAT …………......... pertumbuhan normal (sehat dan batang berkayu).tanggal ……bulan………………………...... Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama kelompok………… yang berkedudukan di Desa/Kelurahan………… Kecamatan………... (2) Hasil pembuatan bibit dalam pelaksanaan pekerjaan ini meliputi bibit siap tanam dan mempunyai standar antara lain bibit berada di polybag/kantong/wadah lainnya di bedeng sapih.................... Provinsi ………………….....000 batang*) untuk penanaman pada lokasi yang ditetapkan sesuai dengan RUKK...... media kompak dengan tinggi bibit memadai untuk siap ditanam sesuai jenisnya.. Dengan ini menyatakan bahwa kedua belah pihak sepakat mengadakan kerjasama dalam pembuatan Kebun KBR untuk menghasilkan bibit ………………………(sebutkan jenisnya)………………………………... Desa …………………....... Pasal 2 .. Tahun dua ribu ………........ Pada hari ini………………………...........000/40..................... Kabupaten/kota…………………….. .. Nama : …………………………………………………… NIP : ………………………………………… Jabatan : Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ………...... DESA …………………………….... selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA. Alamat : ………. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kuasa Pengguna (KPA)………….. Contoh SPKS KOP SURAT --------------------------------------------------------------------------------------------SURAT PERJANJIAN KERJASAMA Nomor: …………………………… TENTANG: PEMBUATAN KEBUN BIBIT RAKYAT ANTARA PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN……………......... sejumlah paling sedikit 25.... sebagaimana diatur dalam pasal-pasal berikut: Pasal 1 LINGKUP PEKERJAAN (1) Lingkup pekerjaan dalam surat perjanjian kerjasama ini adalah pembuatan bibit paling sedikit 25..

Kewajiban PIHAK PERTAMA: a) mengusulkan pembayaran biaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan ketentuan. 2) menerima laporan kemajuan dan realisasi pekerjaan dari PIHAK KEDUA. tahun..000/40. yaitu semua bibit.. PIHAK PERTAMA mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut: a.....24 Pasal 2 JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan dari.. Pasal 4 HAK DAN KEWAJIBAN 1.... atas nama ..... baik generatif maupun vegetatif. Laporan tersebut ditandatangani oleh ketua Tim Pelaksana dan diketahui/disetujui oleh ketua Tim Pengawas serta Ketua Kelompok Masyarakat. b) mengevaluasi seluruh hasil pekerjaan pembuatan bibit KBR yang dilakukan oleh PIHAK KEDUA... sudah di dalam polybag/kantong/wadah lainnya sebanyak minimal 25.... c..sampai dengan.. (4) PIHAK PERTAMA membayarkan biaya pekerjaan kepada PIHAK KEDUA melalui rekening bersama nomor…... yaitu telah tersedia sarana dan prasarana serta benih generatif telah ditabur pada bedeng tabur atau benih vegetatif telah ditanam ke dalam media semai di dalam polybag/kantong/wadah lainnya.. Pembayaran Tahap I sebesar 40 % dari keseluruhan dana dilakukan jika RUKK telah disetujui oleh PIHAK PERTAMA dan SPKS telah ditandatangani oleh PIHAK KEDUA dan PIHAK PERTAMA..... Pasal 3 BIAYA DAN CARA PEMBAYARAN (1) Dalam pelaksanaan lingkup pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1.......... b. 2. 3) memutuskan perjanjian kerjasama secara sepihak apabila: a) PIHAK KEDUA tidak melaksanakan kegiatan yang nyata setelah menerima pembayaran Tahap I sebesar 40%(empat puluh perseratus).. (3) PIHAK PERTAMA membayarkan biaya pekerjaan kepada PIHAK KEDUA setelah PIHAK KEDUA menyampaikan laporan kepada PIHAK PERTAMA..... Pembayaran Tahap II sebesar 30 % dari keseluruhan dana dilakukan jika pembuatan KBR telah mencapai realisasi fisik minimal 30 %. (2) PIHAK PERTAMA membayar biaya pekerjaan kepada PIHAK KEDUA sebesar Rp………… (…………………………………) dengan tahapan sebagai berikut: a........ . PIHAK PERTAMA akan membayar biaya pelaksanaan pekerjaan dengan anggaran DIPA BA – 029 Balai Pengelolaan DAS ……………………….000 batang*). Hak PIHAK PERTAMA: 1) memberikan arahan dan mengawasi pekerjaan yang dilaksanakan oleh PIHAK KEDUA.... PIHAK KEDUA .. b..) pada Bank…………. b) PIHAK KEDUA tidak melaksanakan pekerjaan setelah menerima Pembayaran Tahap II sebesar 30% (tiga puluh perseratus).(kelompok masyarakat .... Pembayaran Tahap III sebesar 30 % dari keseluruhan dana dilakukan jika pembuatan KBR telah mencapai realisasi fisik minimal 60 %...........

Pasal 7 KEADAAN KAHAR (FORCE MAJEUR) (1) Dalam hal terjadi keadaan kahar (force majeur) maka ketidakmampuan PIHAK KEDUA untuk melaksanakan pekerjaan bukan merupakan kesalahan. tidak dapat dijadikan alasan untuk menunda pelaksanaan kegiatan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. PIHAK KEDUA menyerahkan hasil pekerjaan kepada PIHAK PERTAMA dengan menandatangani Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan.000/40.. (2) Keadaan kahar meliputi: peperangan.000 batang*). 7) membuat laporan akhir kepada PIHAK PERTAMA sebelum dilakukan serah terima pekerjaan. . Hak PIHAK KEDUA: 1) menerima pembayaran atas biaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan tahapan pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3. maka PIHAK KEDUA harus memberitahukan dengan dilampiri surat pernyataan kahar dari Pemerintah setempat atau Instansi yang berwenang kepada PIHAK PERTAMA paling lambat dalam waktu 14 (empat belas) hari sejak terjadinya keadaan kahar. revolusi. sehingga PIHAK KEDUA tidak dapat memenuhi kewajiban/kegiatan. (4) Selama proses penyelesaian dengan cara musyawarah atau melalui Pengadilan Negeri. 3) menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal penyelesaian pekerjaan yang telah ditetapkan. maka pihak yang merasa dirugikan berhak mengajukan keberatan secara lisan maupun tulisan. 6) membuat laporan kemajuan dan realisasi pekerjaan setiap bulan kepada PIHAK PERTAMA dalam rangkap 2 (dua). b.. 4) melakukan pemeliharaan bibit yang dihasilkan sampai dengan bibit siap tanam..25 2. kerusuhan. bencana alam. Pasal 6 PERSELISIHAN (1) Apabila salah satu PIHAK tidak memenuhi kewajiban sebagaimana kesepakatan yang tercantum dalam perjanjian ini. Kewajiban PIHAK KEDUA: 1) melaksanakan pekerjaan sebagaimana tercantum pada Pasal 1 berdasarkan Pedoman Teknis Pembuatan KBR yang telah ditetapkan. Pasal 8 . (3) Apabila dengan cara musyawarah tidak tercapai penyelesaian. 5) mengembalikan uang pembayaran Tahap I dan Tahap II yang sudah diterima apabila tidak melaksanakan kegiatan secara nyata di lapangan. bimbingan dan pendampingan dari PIHAK PERTAMA. PIHAK KEDUA mempunyai hak dan kewajiban sebagai berikut: a. 2) mendapat arahan. kedua belah pihak berkesepakatan untuk menunjuk Panitia Arbitrase di Pengadilan Negeri ………………….. (2) Apabila timbul perselisihan antar PIHAK PERTAMA dengan PIHAK KEDUA akan diselesaikan secara musyawarah dan mufakat berdasarkan azas kekeluargaan dan kebersamaan. (3) Apabila terjadi keadaan kahar. Pasal 5 SERAH TERIMA PEKERJAAN Setelah pelaksanaan pekerjaan selesai 100 %berupa tersedianya bibit siap tanam minimal 25.. 2) memberikan keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan yang dilakukan oleh PIHAK PERTAMA.

26 Pasal 8 KETENTUAN TAMBAHAN Perubahan-perubahan yang dikehendaki dan disepakati oleh kedua belah pihak maupun segala sesuatu yang belum diatur dalam perjanjian ini diatur/dituangkan dalam aturan yang merupakan satu kesatuan utuh dengan perjanjian ini serta mempunyai ketentuan hukum yang sama. (tempat. (2) Perjanjian ini dibuat 2 (dua) rangkap. tgl/bln/tahun) PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA (Nama Ketua Kelompok) *) Coret yang tidak perlu (Nama PPK) NIP…………………………………… Format 9… . masing-masing bermaterai cukup dan memiliki kekuatan hukum yang sama. Pasal 9 PENUTUP (1) Perjanjian ini dinyatakan sah dan mengikat serta berlaku sejak tanggal ditandatangani oleh kedua belah pihak.

......... Ketua *) Coret yang tidak perlu Format 10......................... dan dapat disampaikan kepada : Rekening atas nama kelompok Nomor Rekening Nama Bank Nilai Permintaan : ........ : Rp..... No Hal : : Pengajuan Pembayaran Kepada Yth.. (nama kelompok) .... ... ..... Hormat Kami....... atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih..... tentang ................................. dan SPKS Nomor ……………....... tanggal ........) Demikian surat ini kami sampaikan.............. Berdasarkan Keputusan Kepala BPDAS . Nomor......................... : .....(Penetapan KBR)...................... .... (nama kelompok masyarakat) : ... (...... bersama ini dengan hormat kami mengajukan pembayaran untuk kegiatan KBR tahap I/II/III*)......... serta RUKK KBR.... Contoh Format Permintaan Pembayaran PERMINTAAN PEMBAYARAN DARI KELOMPOK MASYARAKAT PELAKSANA KEGIATAN KBR TAHUN...... di ...................dengan huruf................... Pejabat Pembuat Komitmen .....27 Format 9. tanggal ...

... C. …………………………….. Contoh Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan BERITA ACARA HASIL PEMERIKSAAN PEKERJAAN PEMBUATAN KBR Pada hari ini. Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. Target Volume... Kabupaten ………. dst Hasil pekerjaan tersebut secara keseluruhan telah mencapai …… % (minimal 30 % atau 60%)*)... ……… tanggal ……...... d. Biaya Satuan (Rp) Pembuatan sarana dan prasarana a) Papan nama b) Bedeng tabur c) Bedeng sapih d) Pupuk dan insektisida e) Gubuk kerja f) Tandon air dst Pembelian benih/stek a) Jenis.... *) Coret yang tidak perlu Format 11.. dst. dengan hasil pekerjaan sebagai berikut : No. Pendamping . Dst……… 2.... A....... (Anggota) ……………………………....... Kecamatan ……………. .28 Format 10. Ketua Tim Pelaksana. (Ketua) 2... ……………… 2012 Mengetahui/Menyetujui : Tim Pengawas : 1. Propinsi…….... ………………………….... Tim Pengawas Kelompok KBR……………………….. Ketua Kelompok.. 1............ b) Jenis.. bulan …… tahun ……..... ………………........ 3. telah melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan pembuatan KBR Kelompok ……………… Dusun/Blok …………… Desa …………. Pembuatan dan pemeliharaan bibit a) Penaburan b) Penyapihan c) Penyiraman d) Pemupukan e) Penyulaman f) Pembersihan rumput/alangalang/gulma g) Penanggulangan hama dan penyakit Total Kegiatan Realisasi s/d saat ini Fisik Keuangan (%) (Rp) Keterangan B... 3..... …………………………....

........penerima KBR tahun... Alamat : ……………………………………… dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kelompok Masyarakat...... batang Demikian Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.. Tahun..... dengan rincian jenis bibit sebagai berikut : 1..... sebanyak ………………………............ …………………………………… .......29 Format 11.. …………………………………… . selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA...... lengkap dan cukup sesuai dengan SPKS Nomor........................ Provinsi : …………………………… Jumlah Bibit KBR : ........ batang 4. …………………………………… ........... PIHAK KESATU Nama PIHAK KEDUA Nama NIP..... Alamat : ……………………………………… dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Kuasa Pengguna Anggaran DIPA BA.......... batang 2..... .. batang Selanjutnya PIHAK KESATU menyerahkan hasil kegiatan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima hasil kegiatan dari PIHAK KESATU dalam keadaan baik. batang 3..... Format 12… . Nama : …………………………………………………… Jabatan : PPK Kegiatan KBR pada BPDAS... selaku Ketua Kelompok Pelaksana KBR Tahun . Contoh Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan dari Kelompok Masyarakat kepada PPK Kegiatan KBR BERITA ACARA SERAH TERIMA HASIL KEGIATAN ……………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini ………… tanggal ……… bulan……… tahun ………… kami yang bertandatangan dibawah ini : Nama : …………………………………………………… Jabatan : Ketua Kelompok Masyarakat...... sebanyak ……………………….... sebanyak ……………………….. sebanyak ………………………. dengan ini menyatakan bahwa PIHAK KESATU telah melaksanakan kegiatan pembuatan Kebun Bibit Rakyat di : Desa / Kelurahan : …………………………… Kecamatan : …………………………… Kabupaten/Kota : ........ 029 BPDAS .................... tanggal ..... …………………………………… ........ selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU.....

.. Kab/Kota........... Nama NIP.. sebagaimana terlampir..30 Format 12...... Contoh Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan dari PPK KBR kepada KPA pada BPDAS BERITA ACARA SERAH TERIMA HASIL KEGIATAN ……………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini ………… tanggal ……… bulan……… tahun ………… kami yang bertandatangan dibawah ini : Nama : …………………………………………………… Jabatan : PPK Kegiatan KBR pada Dinas..... ......... unit Jumlah Bibit KBR : ....................... Demikian Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya............. /BPDAS....... batang Selanjutnya PIHAK KESATU menyerahkan hasil kegiatan kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima hasil kegiatan dari PIHAK KESATU dalam keadaan baik......................... PIHAK KESATU PIHAK KEDUA Nama NIP.... Alamat : ……………………………………… selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU.. Format 13......... Kab/Kota..... lengkap dan cukup sesuai dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan KBR dari para Kelompok Masyarakat Pelaksana KBR kepada PPK Kegiatan KBR pada Dinas..... Provinsi : …………………………… Jumlah unit KBR : ....... dengan ini menyatakan bahwa PIHAK KESATU telah melaksanakan kegiatan pembuatan Kebun Bibit Rakyat di : Kabupaten/Kota : ... Nama Jabatan Alamat selanjutnya : …………………………………………………… : Kuasa Pengguna Anggaran pada BPDAS........ : ……………………………………… disebut sebagai PIHAK KEDUA...........

..........31 Format 13.............. dengan ini menyatakan bahwa PIHAK KESATU menyerahkan hasil pekerjaan pembuatan KBR kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima hasil pekerjaan tersebut dalam keadaan baik dan lengkap untuk selanjutnya dikelola dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya............................... Nama NIP.. unit ............................... Alamat : ……………………………………… dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama BPDAS .......... dengan rincian : Kabupaten/Kota Provinsi Jumlah unit KBR Jumlah Bibit KBR : : : : .... Format 14................. PIHAK KESATU PIHAK KEDUA Nama NIP.. …………………………… . Nama Jabatan Alamat selanjutnya : …………………………………………………… : Kepala Dinas ............ batang Demikian Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.......... ..... : ……………………………………… disebut sebagai PIHAK KEDUA.. selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU........ Contoh Berita Acara Serah Terima Hasil Kegiatan dari KPA BPDAS kepada Kepala Dinas BERITA ACARA SERAH TERIMA HASIL KEGIATAN ……………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini ………… tanggal ……… bulan……… tahun ………… kami yang bertandatangan dibawah ini : Nama : …………………………………………………… Jabatan : Kuasa Pengguna Anggaran pada BPDAS........

......................... Kecamatan .............. Contoh Berita Acara Serah Terima Pengelolaan dan Pemanfaatan Bibit KBR dari Kepala Dinas kepada Ketua Kelompok Masyarakat BERITA ACARA SERAH TERIMA PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN BIBIT KBR ……………………………………………………………………………… Nomor : ………………………………… Tanggal : ………………………………… Pada hari ini ………… tanggal ……… bulan……… tahun ………… kami yang bertandatangan dibawah ini : Nama : …………………………………………………… Jabatan : Kepala Dinas ......................................... PIHAK KESATU PIHAK KEDUA Nama NIP.. ……………………………. ............... Provinsi ..32 Format 14. Demikian Berita Acara Serah Terima Pengelolaan dan Pemanfaatan Bibit Kebun Bibit Rakyat (KBR) ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya... ... Nama Jabatan : …………………………………………………… : Ketua Kelompok Masyarakat. dengan rincian : Jenis Bibit : 1....... sebanyak.................. Alamat : ……………………………………… dalam hal bertindak untuk dan atas nama Kelompok Masyarakat.. selaku Ketua Kelompok Pelaksana KBR Tahun ...........batang 2.... selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA dengan ini menyatakan bahwa PIHAK KESATU menyerahkan hasil pekerjaan pembuatan KBR kepada PIHAK KEDUA dan PIHAK KEDUA menerima hasil pekerjaan tersebut dalam keadaan baik dan lengkap untuk selanjutnya dikelola dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya........................ Kabupaten ............................batang 3.......batang dst Lokasi KBR : Desa .. sebanyak.... selanjutnya disebut sebagai PIHAK KESATU........ sebanyak ............................... Nama Format 15… ... Alamat : ……………………………………… dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama BPDAS ..............

.. (Anggota) (Nama ... Ketua Kelompok ...... Kabupaten ……….... …………………………... …………………………...... ...... ……………… 2012 Pendamping Tim Pengawas : 1.. 1. dengan hasil pekerjaan sebagai berikut : No.) 3. Tim Pengawas Kelompok ………………………..33 Format 15 Contoh Berita Acara Evaluasi Hasil Penanaman BERITA ACARA EVALUASI HASIL PENANAMAN BIBIT KBR Pada hari ini... (Nama ... Dst……… Mengetahui. ………………. .... ............ Jumlah Bibit (Batang) Luasan (Ha) - II......... I....... bulan …… tahun ……..... .. 2....... ……… tanggal …….) Format 16 . Kecamatan ……………. Provinsi…….... Kegiatan Penghijauan Lingkungan Lokasi Tanam (Desa / Blok) 1. ... (Ketua) 2. telah melakukan evaluasi hasil penanaman bibi t KBR Kelompok ……………… Dusun/Blok …………… Desa …………... 3... .... ...... Hutan Rakyat Demikian Berita Acara ini dibuat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.... 2. 3..

.......... Tahun:......... Keterangan Rencana bulan ini 1.... ...... Penyediaan sarana dan prasarana persemaian : a... bedeng .... 3.. Uraian Kegiatan Target/ Realisasi s............ ...... bedeng ........ c.. jenis : a. ......... Kelompok Masyarakat : Lokasi Dusun/Blok : Desa/Kelurahan : Kecamatan : Kabupaten/Kota : Provinsi : Koordinat Geografis : No..34 Format 16... b..... alang/gulma e.......d.................. Pemupukan .... Penyediaan benih/bibit .. Contoh Laporan Kemajuan dan Realisasi KBR oleh Kelompok Masyarakat LAPORAN KEMAJUAN PELAKSANAAN KBR Bulan:..... Bedeng sapih ....... Pembersihan rumput/alang..... b... dst. . d.. Pemeliharaan bibit: a.. tgl/bln/th) Penanggung Jawab Ketua Kelompok Ttd (Nama) Format 17.. dst..................... Pelaksana Ketua Tim Pelaksana Ttd (Nama) Mengetahui Pendamping Ttd (Nama) (tempat.. .. Pembuatan bibit.. ... Bedeng tabur ... btg . btg ......... c....... 4............. Papan nama b... Penyulaman .... Penyiraman . ........ 2....... bh ....... dst. Penanggulangan hama dan penyakit ..........

................................ (tempat............................... Bulan ... (Nama ) NIP…………………………………… Format 18… ...... .......... Masukan dan rekomendasi : ...d............... Kabupaten : Provinsi : BPDAS : No................................. Contoh Laporan Kemajuan dan Realisasi KBR oleh PPK LAPORAN KEMAJUAN DAN REALISASI KBR Bulan: ........ Fisik Keuangan (%) (Rp) Keterangan: diisi kemajuan kegiatan Permasalahan : ................ Nama Lokasi Kelompok Masyarakat Koordinat Target Kegiatan Geografis Fisik Keuangan (%) (Rp) Total Realisasi Keterangan s................................ ............................. tgl/bln/th) Pejabat Pembuat Komitmen pada Dinas Kabupaten/Kota...............35 Format 17....................

......... 2... dst..... 2……....... ......... 3.................................. dst... dst... dst Keterangan 1... dst................ / Jumlah Kota KBR (unit) ............ ................................................. dst. tgl/bln/th) Kepala BPDAS............... ........ Permasalahan Masukan dan rekomendasi : : .... ...................... dst........... Realisasi s. .... 1............... .................. ..... ....... .... dst.... 1...... . .. ................. . ..... Nama Kelompok Masyarakat 1.................................... Realisasi KBR Kab. Keuangan Fisik (Rp) (%) Jenis dan Jumlah Bibit a.......... dst. ............... dst....... 3... 1......... ............ ..... .............. ... dst...... 3..................... II........... ......... ... .... dst........ .... ........... .................... 3.... b......................... Salinan sesuai dengan aslinya KEPALA BIRO HUKUM DAN ORGANISASI........................... dst............ 1............. .......... 2.................. ............. KRISNA RYA MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA.... .................. ................. ... b...... ........................ ..... .. ... BPDAS : I....36 Format 18....... .. 1............ ....... dst............. (Nama ) NIP……………………….......... .. Contoh Laporan Kemajuan dan Realisasi KBR oleh BPDAS LAPORAN KEMAJUAN DAN REALISASI KBR Triwulan .. ..... .... ........ .....d Triwulan ..... .. 2......... ... ttd.. ................. ... 1................. ttd........... .............. Penetapan Lokasi KBR No.................. ..... . ..... Tahun ...... 2........ ....... .......... ..... dst.................... . dst No.... dst a......................... ............. 2. ZULKIFLI HASAN ......... dst. 2.. ....................... (tempat...... 2.......... ...................... ..... ... . Provinsi Kabupaten Target KBR per kabupaten (unit) Realisasi triwulan ini (unit) Kecamatan Desa Koordinat Geografis Nama Kelompok Masyarakat Nomor dan Tanggal SK 1.. dst............ ...... .... dst...........