Anda di halaman 1dari 12

Informatika

Pelindung: Ketua Umum ICMI Orsat Kairo Pengarah: Drs. Ahmad Isrona Alfakhri Zakirman, Lc. Indra Gunawan, Lc. Penanggungjawab: Koordinator Departemen Media dan Komunikasi ICMI Orsat Kairo
Redaktur Ahli: Ahmad Satriawan Hariadi, Fajar Pradika, Lc., Hilmy Mubarok, Sayyid Zuhdi, S.S., Fitra Yuzarni, Rini Arianti, Nurul Azizah, Ayu Rizki Amalia Pemimpin Umum: Fakhry Emil Habib A Pemimpin Usaha: Lina Nabila Ahmad Pemimpin Redaksi: Achmad Fawatih Nurizqi Sekretaris Redaksi: Nisaul Mujahidah Dewan Redaksi:
Barmawi Mahral, Arif Yusuf, Ilham Sujefri, Khalid Mudtastir, Yusrizal, Akfini Bifadlika Ghofar, Rafika Nur Jannah

Editorial

Wujudkan Pemilu Berkualitas


personil dari kekeluargaan tak semestinya mengurangi keikhlasan panitia. Ditambah rentetan PPR yang begitu banyak, tak sedikit Masisir yang mengkritik dan mengkritisi kinerja PPR, karena banyak pula yang memuji mereka. Kualitas Pemilu Raya mereka pertaruhkan di sini, yaitu bagaimana merealisasikan moto mereka, Mari Wujudkan Pemilu yang Jujur, Adil dan Demokratis. Berbagai pihak pun ikut melibatkan diri, baik langsung terjun mengarahkan panitia atau sekedar memberi kritik, saran serta solusi atas permasalahan PPR. Tak ketinggalan para Timses tiap kandidat mulai tancap gas. Selain juga, peta perpolitikan tahun ini tampak semakin rumit dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini karena kedua pasang calon memiliki banyak kesamaan. Peta perpolitikan Masisir yang terus berganti tiap tahunnya membuat dinamika Masisir semakin berkembang, terutama suasana menjelang Pilpres. Semua berusaha memainkan perannya, meski pada momen-momen tertentu saja. Termasuk masalah pencalonan. Ada yang mengaku sudah bersiap sejak setahun dan sudah melakukan pendekatan persuasif, ada juga yang mendadak muncul. Memiliki hak pilih dan dipilih memang tak boleh disia-siakan. Semua di atas adalah proses. Proses menuju pemilu berkualitas untuk menghasilkan pemimpin berkualitas. Baik PPR, Capres-Cawapres dan Timses, masing-masing sedang berproses memainkan perannya. Begitu pula Masisir berproses mendewasakan diri. Termasuk proses memimpin dan dipimpin. Kita tak tahu apa yang akan terjadi, namun tugas kita hanya bekerja sebaik mungkin.

Reporter:

Abdi Zakaria, Assadullah Rouf, Ikhwan Hakim, Miftakhuddin Wibowo, Miftah Firdaus, Pangeran Arsyad Ihsanulhaq, Suhardi Junaidi, Aisyah Ummu Fadhilah, Farah Arifiatul Maula, Fatimah Nurul Khoiriyah, Hielya Abdurrahman, Kamila Etna Larasati, Khoirun Nisa, Nashirat Zimam Alhusna, Nur Fitria Qurrotu Aini, Rabbani Rizqi Fadhila, Raidah Sekar Harani, Ratih Ayu

Editor: Abdul Wahid Satunggal, Ahwazy Anhar, Kurniawan Saputra, Umar Abdulloh Layouter & Ilustrator: Miftah Firdaus, M Hanif Ilyas Distributor dan Periklanan: Lina Nabila Ahmad: +201142274707 Nisaul Mujahidah : +201144938061 Web Master: Lukmanul Hakim, Dana Ahmad Dahlani
Alamat Redaksi: Wisma Nusantara, 8 Wahran St. Rabea elAdawea , Nasr City, Cairo, Egypt. Telp / Mobile: 01113320397/01129739162 Email: informatika.icmi@gmail.com

Al-Intikhbu fi atabatil bb. Serangkaian pemilihan umum sudah di depan mata kita. Selain Pemilu 2014, yang terdekat dan tinggal menghitung jam adalah Pemilu Raya (PR) Presiden PPMI 2013-2014. Secara skala PR mungkin tak sedahsyat Pemilu Presiden Indonesia 2014, namun urgensi keduanya sama. Bahkan PR ini lebih penting. Mengapa? Karena ini langkah awal sekaligus batu loncatan. Langkah yang menentukan masa depan Masisir setahun ke depan. Jika Pemilu Presiden Indonesia gagal, memang kita ikut malu. Tapi lebih malu lagi sebagai Masisir, jika kita tak mampu menyukseskan pemilunya sendiri. Inilah PR kita. PR (Pemilu Raya) sebagai batu loncatan Pemilu 2014, karena PR akan turut menentukan kesuksesan Masisir pada Pemilu 2014. Panitia Pemilu Raya (PPR) sendiri sudah lama dibentuk. Mereka dipilih sejak bulan suci Ramadhan. Siang dan malamnya mereka korbankan demi suksesnya hajatan akbar Masisir ini sambil harapharap cemas, PPR nanti bagaimana, ya? Sukses atau tidak! Namun sadar atau tidak, mereka telah dibebani amanat mewakili seluruh elemen Masisir, jika gagal merekalah yang akan disalahkan, namun jika sukses nama mereka pula yang akan dikenang mewakili Masisir. Persiapan panitia, sejak pemilihan ketua PPR sampai permohonan pengiriman delegasi panitia dari tiap kekeluargaan banyak disorot. Kemudian rangkaian kegiatan lainnya, seperti pendaftaran calon kandidat Capres dan Cawapres, debat kandidat, masa kampanye dan sebagainya, serta acara puncak di hari-H. Memang, kendala kurangnya

PR (Pemilu Raya) sebagai batu loncatan Pemilu 2014, karena PR akan turut menentukan kesuksesan Masisir pada Pemilu 2014

Edisi Interaktif Pemilu Raya

Suara Mayoritas

Sorot

Menuju PPMI 1
ara pendukung setia tiap kubu mulai memainkan manuver-manuvernya, pencitraan pun menjadi hal lumrah dan kampanye dilakukan di mana-mana. Mesir memanas. Panas tersebut bukan disebabkan oleh demonstrasi pendukung Mursi ataupun oposisi yang saat ini masih berseteru, melainkan karena pemilihan presiden PPMI periode 2013-2014 segera digelar. Kamis (1/8) Panitia Pemilu Raya (PPR) telah mengumumkan kandidat pilpres yang lulus screening. Mereka adalah pasangan Amrizal Butubara-Sifrul Akhyar dan Abdullah Muttaqin-Agung Ramadhan. Sejak dimulai masa kampanye beberapa hari yang lalu, Timses kedua pasangan sibuk mengkampanyekan

pasangan yang mereka usung ke ranah publik. Semua cara dilakukan untuk meraih dukungan Masisir, mulai kampanye di dunia nyata bahkan merambah sampai dunia maya. Pasangan nomor

urut satu, Amrizal Batubara dan Sifrul Akhyar memulai aksi politiknya dengan membuat akun Facebook dan Twitter. Akun tersebut diluncurkan beberapa saat setelah pasangan calon tersebut dipastikan lulus untuk mengikuti pemilihan. Pasangan yang mengusung jargon Birrul for

PPMI itu juga membuat lagu kampanye yang berjudul One Birrul 4 PPMI. Sekilas lagu itu terdengar mirip dengan lagu yang dibuat oleh tim sukses Jokowi dengan judul One Direction dalam kampanyenya. Dengan lirik yang unik, Timses pasangan yang mengusung semboyan Loyalitas tanpa Batas, Progresif dan Rekonstruktif tersebut menyebarkannya melalui media sosial. Lagu Birrul ini asik dan unik, walaupun agak kocak di dalamnya, tapi sarat makna, visi dan misi mereka ke depan untuk PPMI, jadi keinget Jokowi pas nyalon di Jakarta kemarin, ujar Suchy Adhiyani, Mahasiswi yang berasal dari Jakarta. Sementara itu pasangan nomor urut dua Abdullah Muttaqin Ramadhan dan Agung Ramadhan juga telah memulai manuvernya di
Selengkapnya... Hal 4

Pemilu Raya Tersandung Panitia


awa dingin merasuk ke dalam kamar melalui jendela, namun di pojok ruangan kecil itu seorang pria berbadan subur masih tetap berkeringat. Rasa letih masih terpancar dari raut mukanya. Ia adalah ketua dua MPA PPMI, Wahid Hasyim. Ialah sang penanggung jawab pembentukan Panitia Pemilu Raya (PPR) tahun ini. Prosedur penjaringan kepanitiaan ini kami jalankan sejak sebulan lalu. Dengan melayangkan surat kepada tiap kekeluargaan, kami minta dua delegasi dari anggotanya untuk menjadi PPR, ya. Tapi dari sekian kekeluargaan, jumlah panitia yang diajukan kekeluargaan terhitung hanya 12 orang. Hal ini menjadi kendala besar bagi PPR yang berimbas pada mundurnya rentetan acara pemilu raya sekaligus sidang umum. Tsaqofina Hanifah, ketua WIHDAH, mengatakan penundaan kegiatan PPR tersebut disebabkan oleh keterlambatan konfirmasi perwakilan tiap kekeluargaan. Acara yang diagendakan pada tanggal 27-28 Juli akhirnya diundur hingga 11 Agustus untuk pemilu rakyat dan 13 Agustus
Selengkapnya... Hal 5

Gerbang

Jiwa Pemimpin
Oleh: Fakhry Emil Habib A* [Mahasiswa Indonesia di Mesir khususnya, hendaknya mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif bagi negara] enurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, memimpin diartikan membimbing, menuntun, mendidik, dan mengepalai. Makna-makna tersebut secara tak langsung memberitahukan tugas-tugas pokok pemimpin. Jadi, pemimpin bukan mereka yang selalu berkutat dengan urusan surat-menyurat. Bukan pula mereka yang setiap hari keliling sok perhatian agar disorot kemudian masuk koran. Namun terkadang makna dari memimpin sendiri telah bergeser tanpa disadari. Sering seseorang yang mengajukan diri sebagai pemimpin yang seharusnya melayani rakyat, saat naik tahta justru memperbudak rakyat. Yang awalnya ingin menegakkan agama, malah kenyataannya menjualnya. Semua Edisi Interaktif Pemilu Raya

dilakukannya untuk mendapatkan angka menjadi rakyat biasa. Namun sayang, lebih saat penghitungan suara, lalu Indonesia khususnya belum mempunyai 8 pemimpin seperti ini. berbalik setelah terpilih. Selengkapnya...Haltipe Dalam prakteknya, tanpa kita Sangat kasihan jika sosok ketiga sadari kita punya tiga model pemimpin. diangkat menjadi pemimpin. Entah, datang Sosok pertama, seseorang yang bernafsu dari mana, seolah tiba-tiba menjadi menguasai lalu dipilih menjadi pemimpin. pahlawan. Saat memimpin, ia tak punya Kedua, seseorang yang berjiwa pemimpin idealisme kokoh, hanya bergerak sesuai kemudian diberi kekuasaan menjalankan permintaan segelintir golongan. Yang idealisme kepemimpinannya. Sedang yang diuntungan tentu hanya pihak penyokong, ketiga, seseorang yang tak punya jiwa sementara rakyat tetap berada dalam kepemimpinan, namun diangkat menjadi cengkraman kemelaratan. pemimpin oleh golongan berkepentingan. Mahasiswa Indonesia di Mesir Saat seseorang yang bernafsu khususnya, hendaknya mempersiapkan menguasai diangkat menjadi pemimpin, diri menjadi pemimpin yang membawa dampaknya dapat kita lihat secara nyata. perubahan positif bagi negara. Saatnya Saat diberi kepercayaan mereka malah yang paham prinsip berusaha memperkaya diri, menumpuk orang-orang kepemimpinan ideal Nabi Muhammad harta dan berusaha mengembalikan modal SAW yang mengayomi rakyat. Jika saat menarik masa. Sosok kedua ialah sosok ideal. Ia pemimpin dapat mengayomi dan yang berusaha mengayomi semua rakyatnya, terpimpin memberi dukungan sepenuh termasuk para kriminal tak kenal hati, maka tak ragu lagi kepemimpinan kompromi. Tak muluk-muluk menjual akan memberi arti di dunia fana, juga di agama, namun tegas menyokong perkembangan religi. Bahkan, sering akhirat kekal. sosok ini tak mau dipilih menjadi pemimpin, karena sadar betapa besar *Penum Informatika tanggung jawabnya nanti. Jika bukan karena terpaksa, tentu ia masih tetap

Menuju PPMI 1 Halaman 3 dunia maya dengan membuat akun Facebook, Twitter dan Youtube. Selain itu, mereka juga memiliki website resmi Duo Ramadhan yang didalamnya berisi visi, misi, galeri foto dan video. Hal yang sangat kreatif dari pasangan Duo Ramadhan. Kita mudah kalau mau lihat tujuan, visi, misi dan galeri mereka, tinggal buka websitenya, gak usah repot-repot nanyain orangnya, kerenlah pokoknya, ujar Dzaki al-Amin, Mahasiswa yang berasal dari Banten. Peta perpolitikan Masisir yang terus berganti di tiap tahunnya itu membuat dinamika Masisir semakin berkembang, terutama suasana menjelang pilpres. Banyak pendekatan persuasif yang dilakukan oleh tiap kandidat menyebabkan mahasiswa Indonesia di Mesir terlibat langsung dalam perpolitikan, khususnya tatkala menentukan calon Presiden PPMI yang akan memimpin mereka setahun ke depan. Demikian mantan presiden PPMI, Abu Nashar Bukhari saat ditemui kru Infomatika, Ahad (4/8), mengatakan, Masisir ketika menganut student government system, maka mereka sudah masuk ke ranah politik, bahkan politik praktis. Ia lalu melanjutkan, Banyak hal posistif yang bisa diambil dalam pemilu ini dan di sini Masisir bisa belajar bagaimana bersikap jujur dalam berkampanye, juga bermain fair dan sportif terhadap lawan kandidat masing-masing. Menurutnya, peta perpolitikan tahun ini lebih rumit dari pada tahun sebelumnya. Hal ini karena kedua pasang calon memiliki beberapa kesamaan. Seperti Amrizal Batubara dan Abdullah Muttaqin

yang samasama berasal dari Gontor di bawah naungan IKPM. Begitu juga jika dilihat dari daerah asal, Muttaqin dan Sifrul sama -sama berasal dari kekeluargaan KSW. Doc. Google Perkiraan suara masih mengambang. Tidak bisa ditentukan dengan tepat. Semua kembali kepada calon masing-masing, bagaimana dia bisa berkoalisi terhadap unsur-unsur yang beragam di Masisir, juga bagaimana mereka menarik perhatian suara-suara yang masih bimbang dan belum menentukan pilihan, jelasnya. Ia lalu melanjutkan, Hendaknya Masisir tidak terpengaruh dengan isu pengkotak-kotakan atau politik dua golongan yang dapat merugikan kita sendiri. Jangan sampai dua kandidat yang bertarung dalam pilpres secara fair dan adil, tapi pendukung dan kroco-kroconya malah ribut. Dan juga Masisir agar tidak terpengaruh oleh selintingan tak jelas terhadap dua kandidat, kalau mau tau sebenarnya isu-isu yang tak jelas, tanyalah pada orangnya langsung, pesannya. Ketika ditanya tentang sosok presiden ideal, mahasiswa asal Cirebon ini berucap, Presiden ideal adalah presiden yang mampu menjadi contoh di segala bidang, baik dalam bidang keilmuan, ibadah, organisasi dan semuanya, karena dia adalah ikon Masisir, ujarnya. Hery Nuryahdin, mantan wakil presiden PPMI 2009 memiliki pandangan berbeda. Menurutnya, presiden PPMI ideal adalah presiden yang independen, bebas dari partai politik ataupun golongan. Pasalnya, menurut Hery, apabila PPMI sudah dicampuri oleh kepentingan kelompok tertentu, maka akan mengancam dinamika kemajemukan Masisir. Selain itu, Hery juga menjelaskan bahwa PPR tidak boleh memihak kepada kubu manapun. PPR harus berdiri di atas undang-undang yang telah ditetapkan. PPR tidak boleh berpihak pada kubu mana pun. Semuanya harus berjalan dengan undang-undang yang telah ditetapkan bersama, katanya. Ia menambahkan presiden yang terpilih tidak boleh mendahulukan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, namun harus mengedepankan kepentingan Masisir. Untuk presiden yang baru harus adil dan mengedepankan seluruh aspirasi Masisir, imbuhnya.(Abdi, Ikhwan, Kamila, Zia)

Foto Bareng: (dari kiri ke kanan) Capres no.1, presiden PPMI dan Capres no. 2

Doc.Google IKPM cab. Kairo Doc.

Edisi Interaktif Pemilu Raya

Pemilu Raya ... Sambungan hal. 3


untuk sidang umum. Kemudian terpaksa diundur lagi hingga tanggal 14 Agustus untuk Pemilu Raya dan 15 Agusutus untuk Sidang Umum dengangpertimbangan kemaslahatan bersama, serta kerapian agenda besar ini. Ketua PSU (Panitia Sidang Umum), Miftah Firdaus menegaskan bahwa PSU dan PPR berbeda kepanitiaan, namun keduanya sama-sama di bawah naungan MPA PPMI. Karena PPR lebih sakral, otomatis panitianya diusahakan dari seluruh kalangan, terutama kekeluargaan untuk menjaga netralitas, tuturnya menanggapi keterlambatan PSU akibat kemunduran PPR. Namun utusan itu memang semenjak awal susah dikumpulkan. Kita hanya bisa ikut kebijakan MPA PPMI, yang diwakilkan saudara Wahidul Kholis Assaumi, imbuh Miftah. Karena masalah minimnya anggota, MPA dan PPR pun mencari kolega lain yang dapat bekerjasama dalam kepanitiaan ini. Tak hanya anak lama, PPR pun merekrut anak baru guna melengkapi kekurangan panitia yang ada. Kekurangan (panitia, red.) dari kekeluargaan bisa kita tutupi melalui teman-teman yang direkomendasikan SC (Steering Committee). Saya sendiri ikut mencari. Alhamdulillah, semua sudah masuk secara sah dalam SK (Surat Keputusan) kepanitiaan. Karena sebelum disahkan, saya mesti kumpulkan dulu namanya dan menanyakan kesiapan mereka. Kalau tidak siap saya konfirmasi, tidak akan saya buat surat keputusannya, ucap Muhammad Reza Jamna, Ketua PPR tahun ini. Setelah mengalami bongkar pasang dan pengunduran diri beberapa anggota, hingga kini jumlah panitia 28 orang beserta SC. Dalam perjalanannya PPR yang dilantik pada 24 Juli, sampai saat ini telah menyelesaikan setengah perjalanannya menuju Pemilu Raya. Pendaftaran Capres- Cawapres telah dibuka sejak 27 Juli kemudian ditutup pada 30 Juli. Berbeda dengan tahun sebelumnya karena tahun ini screening dilakukan setelah perpanjangan waktu jika terdapat calon tunggal. Wahid Hasyim menuturkan adanya perpanjangan waktu, memberi kesempatan bagi salah satu capres-cawapres untuk melengkapi persyaratan. Hal ini, tambahnya, dikarenakan supaya tidak ada calon tunggal dalam Pemilu Raya kali ini. Screening tahun lalu yang diadakan pada malam hari raya hingga pagi hari menyebabkan sebagian yang bersangkutan tidak mengikuti salat Idul Fitri. Salah satu Capres tahun lalu, Jamil Abdul Latief, adalah tokoh utama sebuah organisasi saat pendaftaran tidak menyertakan surat pengunduran diri. Itu

merupakan kelengahan panitia sehingga saat screening memakan waktu yang lama, tutur Ima Hikmawati, Steering Committee PPR tahun lalu. Miftahul Ulum Rasmullah, BPA PPMI sekarang, mengatakan tidak ada perubahan dalam konteks UU, khususnya mengenai pendaftaran capres hingga screening yang tercatat dalam pasal 15-17. Tetapi, terdapat perubahan penafsiran UU mengenai perpanjangan waktu jika ada calon tunggal, yaitu dua opsi: perpanjangan

menilai kinerja PPR tahun ini bagus. Agenda yang tersusun pun sudah jelas, saling memahami satu dan yang lainnya. Kinerja PPR juga sudah baik dan jauh dari masalah. Sebenarnya kemarin saya ingin memilih ketua dari IKPM, cuma melihat banyaknya kesibukan mereka dan juga saya agak kurang enak, soalnya saya juga dari IKPM. Akhirnya, saya pilih orang HMM, Reza Jamna namanya. Selain karena sudah kenal, dia juga mau, bersedia dan semangat. Soalnya agak susah sekarang mencarinya, imbuh mantan MPA tersebut. Begitupun penilaian Capres Muttaqin, Kinerja PPR tahun ini bagus. Independen, tidak memihak salah satu pihak dan bersahabat, ujarnya. Walau secara umum rentetan acara PPR berjalan baik dan tak sedikit Masisir yang memuji kinerja mereka, namun banyak pula yang mengkritiknya. Menurut Tsabit Qodami, mahasiswa asal Jawa Tengah, kinerja PPR sudah maksimal. Karena masalah pembentukan PPR dilihat dari kinerja PPMI setahun ke belakang. Artinya, masalah minimnya utusan kekeluargaan adalah representasi dari silaturahim PPMI selama satu tahun itu. Ia menilai dalam PPR tidak ada masalah, tapi kinerja PPMI beserta atasannya yang perlu dibenahi. Kalau dia (PPMI, red) jarang silaturahim, ya, wajar kalau kekeluargaan apati (tidak Doc. Panitia Pemilu Raya respon atas permintaan perwakilan kepanitiaan PPR). Yang saya tahu, waktu setelah dinyatakan calon tunggal PPMI kesannya hanya dari DPP yang kerja. dalam screening atau perpanjangan waktu Padahal lembaga itu ada eksekutif, legislatif setelah dinyatakan calon tunggal dalam dan yudikatif. Selama ini yang dilihat pendaftaran. Hal ini yang menjadi landasan Masisir, ya, cuma DPP eksekutif, tambah proses pendaftaran Capres-Cawapres 2013 Tsabit. -2014. Dalam sistem pemilu demokrasi, Hingga Selasa (30/7) terdapat dua tak bisa dipungkiri adanya kalangan golput. pasangan yang mendaftar capres- Namun persoalan yang terjadi di ranah cawapres PPMI, yaitu pasangan Amrizal Masisir adalah angka golput lebih banyak Batubara-Sifrul Akhyar dan Abdullah Muttaqin Ramadhan-Agung Ramadhan. daripada angka pemilih. Menanggapi Tapi pasangan Amrizal Batubara-Sifrul masalah ini, Abu Nashor, Mantan presiden Akhyar ternyata belum melengkapi seluruh PPMI 2011-2012, menuturkan ada banyak persyaratan Capres-Cawapres dan diberi faktor, seperti jauhnya tempat pencoblosan, waktu 2x24 jam untuk melengkapi seluruh perbedaan pemilihan ideologi ataupun persyaratan Capres-Cawapres. sebagian Masisir yang antipati terhadap Setelah perpanjangan waktu 2x24 kata politik. Seharusnya ada penyadaran jam dan screening yang terkesan alot, akhirnya PPR menetapkan dua pasangan secara general atau menyeluruh kepada Capres-Cawapres PPMI 2013-2014. Nomor Masisir tentang urgensi PPMI sendiri. PPMI urut 1, Amrizal Batubara-Sifrul Akhyar, dan itu wajah kita semua, dunia internasional nomor urut 2 Abdullah Muttaqin Ramadhan akan menilai bagaimana mahasiswa Agung Ramadhan. Indonesia dari organisasi PPMI. Dan PPMI Debat Kandidat pada tanggal tiga seperti apa, dinilai dari presidennya. Agustus di aula KSW, dimulai pukul 14.00 Imbasnya ke siapa baik-buruknya? Ya, ke sampai maghrib. Menurut Assa Dullah Rouf, mahasiswa ushuluddin yang kita semua, saran Abu Nashor.(Raidah mengikuti acara tersebut, debat kali ini Sekar, Nur Fitria, Rabbani Rizqi) terlaksana dengan baik. Masisir yang hadir pun banyak dan terlihat begitu antusias mengikuti acara, sehingga aula tampak sesak. Panitia juga terlihat kompak, tambahnya. Capres Amrizal Batubara juga

Edisi Interaktif Pemilu Raya

Wawancara Amrizal Batubara:

Sosok Pemimpin Indah

esyi, Ya Habibi Kalimat ini seringkali terlontar dari sosok itu. Selain tampak akrab, hal ini juga menggambarkan keluwesan dan loyalitas Batubara. Pria yang mudah diterima di berbagai kalangan ini pun beberapa kali mengemban jabatan penting di berbagai organisasi Masisir. Ia menuturkan Saya mencalonkan diri ingin berkhidmat dan membawa perubahan kepada Masisir, yang belum dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya. Mahasiswa asal Medan yang juga sering melafalkan kata indah tersebut mengaku telah mendapat dukungan dari banyak kekeluargaan. Mari simak cuplikan wawancara Informatika dengan calon presiden PPMI 2013 -2014 ini. Selamat membaca!
Apakah alasan Anda mencalonkan diri menjadi kandidat presiden PPMI? Alasan saya mencalonkan diri yaitu ingin berkhidmat dan membawa perubahan kepada Masisir, perubahan yang belum dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya dan juga ingin membuat perbedaan dan tentu ke arah yang lebih baik. Akhir-akhir ini ada kekhawatiran di kalangan Masisir bahwa kedepannya PPMI akan di setir oleh satu pihak seperti golongan atau partai tertentu. Apa yang anda lakukan untuk meyakinkan Masisir bahwa Anda akan tetap menjaga independensi PPMI? Begini, penilaian masing-masing orang kan berbeda-beda dan itu wajar, ada yang menganggap saya diusung dari partai ataupun dari yang lainnya, namun sampai saat ini posisi saya di tengah, artinya tidak condong ke kiri dan tidak condong ke kanan, tegasnya begini saya bukan partai saya non partai, saya tidak dari partai. Dan ketika saya terpilih misalnya untuk lebih meyakinkan Masisir terhadap independensi PPMI saya akan jemput bola, istilah Jokowi blusukan, yaitu nantinya saya akan datangi mereka. Yang tidak senang, akan kita kasih pengertian dan yang senang, akan terus kita rangkul, ada itu orang-orangnya dan saya tahu. Perlu diketahui sampai saat ini saja banyak dari kekeluargaan yang mengajukan diri untuk bisa membantu saya nantinya di Dewan Pengurus dan ini jarang terjadi, biasanya kan meminta. Dari jargon yang Anda usung Loyalitas tanpa batas, Progresif dan Rekonstruktif dari sepemahaman saya Rekonstruktif kan artinya membangun kembali, apa sebenarnya maksud dari jargon tersebut, apakah ada yang salah dengan pemerintahan sebelumnya sehingga harus dibangun kembali? Maksud kita perbaikan saja, jika sudah baik kita pertahankan dan tingkatkan. Jika seandainya belum ada, kita adakan, kita tidak ingin menghukumi bahwa itu tidak baik, maknanya sesuatu yang sudah ada dan sedikit kurang sempurna kita sempurnakan. Namun satu hal yang baik itu kan ada standarnya untuk setiap masa pemerintahan, mungkin bisa jadi berubahubah. Jika standar mereka sudah baik, bisa jadi standar kita masih kurang, oleh karena itu kita ingin membuat standarisasi yang baik-baik dalam segala bidang, baik dari segi keilmuan, organisasi olahraga dan sebagainya. Dari kaca-mata Anda sendiri sebenarnya apa sih yang Masisir butuhkan saat ini? Untuk yang terpenting dan terdekuntuk semua golongan. Di kalangan Masisir sendiri ada beberapa pihak yang memang tidak peduli terhadap PPMI sendiri, nah ketika Anda terpilih apa yang Anda lakukan terhadap pihak-pihak tersebut? Mereka tidak peduli kan karena mereka tidak butuh sesuatu dari PPMI, karena mereka mungkin pernah kecewa terhadap PPMI, atau karena mereka sudah terlalu lama. Tapi insya Allah dengan gebrakan baru dan dengan sesuatu yang baru, kita ingin membuat mereka peduli, ketika mereka belum tahu, kita kasih tahu yang sebenarnya dan kita cari tahu apa sih yang mereka inginkan terutama yang sudah lama-lama, misalnya jika dibutukan untuk mendatangkan Grand Syaikh, kita akan usahakan. Misalnya Anda kalah dalam pertarungan kali ini, apakan Anda akan tetap membantu PPMI? Saya akan tetap bantu, toh saya masih tinggal di Wisma, maksudnya begini, dalam persaingan seperti ini kan wajar ada yang menang dan ada yang kalah, namun bagi yang tidak terbiasa kalah pasti akan menyakitkan bahkan banyak kejadian di Indonesia dalam Pilkada ketika sudah mengeluarkan dana banyak terus kalah, stres hingga ada yang bunuh diri. Jika menang, itu juga biasa. Artinya ketika saya sudah berusaha keras dengan Timses ketika kalah, saya harus bisa menerima dan akan tetap membantu sebisa saya. Apa yang Anda punya untuk menang? Saya mempunyai tim sukses yang bekerja keras mati-matian demi saya. Mau bagaimana pun mereka tetap berjuang. Itu dengan hati, dengan rasa pertemanan dan saya belum pernah merasakan yang seperti ini, kan jarang zaman sekarang biasanya banyak maunya. Dari misi dan program-program unggulan Anda banyak yang menyerempet ke dalam bidang akademik, nah sebenarnya apa sih yang salah dengan akademik Masisir selama ini? Sebenarnya tidak salah, cuman kurang dimaksimalkan saja, maksud saya Edisi Interaktif Pemilu Raya

Doc. Timses Birrul at saat ini adalah keamanan. Di tengah suasana perpolitikan Mesir yang tidak kondusif saat ini keamanan itu yang paling penting. Dan juga kan sebentar lagi ada pemilihan Presiden PPMI yang baru, oleh karena itu Masisir membutuhkan sosok pemimpin yang berdiri di tengah, artinya tidak condong ke salah satu pihak. Jika PPMI dikuasai oleh satu pihak misalnya, sebenarnya itu akan sedikit mencoreng citra PPMI. Ideologinya kan bermacammacam dan hanya masalah perbedaan idealisme saja, tapi dalam organisasi PPMI insya Allah saya bisa berdiri di atas dan

PPMI itu kan organisasi induk yang artinya mengayomi bukan membuat tandingan. Jadi kita maksimalkan lobi yang ada, seperti tadi misalnya mendatangkan Grand Syaikh, sebenarnya siapapun itu tergantung lobi, saya kenal baik dengan Dr Ibrahim Hud-Hud mantan Amid Kuliah Bahasa Arab, sekarang beliau wakil Rektor Universitas, karena saya mantan ketua Senat Bahasa Arab dan juga sering memanggil beliau dulu. Ini kan sudah ada tanda-tanda jalan ke sana, kita buat mereka bagian dari kita, kalau sudah seperti itu tanpa surat yang resmi pun bisa, artinya sudah dari hati ke hati. Kemarin saya coba melobi Amid Kuliah Syariah, beliau kan terkenal susah, nah kita coba buat gebrakan kalau yang sering dipanggil kan itu biasa makanya kita coba yang tidak biasa. Bagaimana Anda memandang kesuksesan sebuah pemerintahan? Kesuksesan sebuah pemerintahan terlihat dari suatu perubahan, artinya keilmuan apa yang dia tinggalkan, artinya juga sebuah karya. Dia ada karyanya atau tidak disitu, ada yang baru atau tidak dibuatnya, itu kan juga sebuah bukti kalau tidak ada karya sama saja, ataupun ada suatu perubahan, contohnya tidak ada JS, bagaimana menjadikan JS itu ada kembali, nah di situ, contoh dulunya tidak ada kaderisasi, maka bagaimana kita membuat kaderisasi? Bagaimana Anda memandang pemerintahan sebelumnya, yaitu pemerintahan Jamil sama Delfa? Bagus, saya kira bagus, artinya untuk dalam dan luar sudah bagus. Tapi saya pernah dengar dari teman-teman di keilmuannya saja kurang. Meski sebenarnya keilmuan sudah ada dan sudah bagus, tapi harus ditingkatkan kembali. Alasan Anda memilih Sifrul Akhyar untuk menjadi partner?

Kenapa saya memilih Sifrul, karena kekurangan yang ada pada saya bisa dia tambal, kalau saya kelebihannya orang lapangan kemudian diplomasi, kalau dia seorang konseptor dan ahli dalam bidang keilmuan, terutama tulis-menulis, jadi kita saling melengkapi kekurangan dan saling menutupi, itu kan yang namanya kepemimpinan. Terus terang saya tidak bisa kalau bekerja sendirian, misalnya Sekjen saya hilang, pasti saya kelimpungan. Dari visi dan misi Anda,

dalam persaingan seperti ini kan wajar ada yang menang dan ada yang kalah, namun bagi yang tidak terbiasa, kalah pasti akan menyakitkan

bagaimana Anda menjelaskannya secara global? Kalau secara global, visi dan misi kita adalah menciptakan sebuah karya, baik dari segi tulisan ataupun yang lainnya, namun yang kita tekankan disini dalam bidang keilmuannya, makanya saya memilih berpasangan dengan Sifrul, karena dia tepat di bidangnya. Kalau saya orang lapangan, tapi kalau orang lapangan duaduanya tidak baik nantinya. Begitu juga menurut saya kalau orang lapangan harus membantu.(Miftah Firdaus) di atas dan baru seorang konseptor yang mengimbangi saya di bawah, biar seimbang dan enaknya begitu. Waktu gelombang pertama pen-

daftaran Capres kemaren, Anda kan sempat tidak lolos screening, sebenarnya apa yang terjadi? Gagal itu karena kita tidak fotokopi lembaran lapor pendidikan, ini juga sebenarnya evaluasi buat PPR tahun ini, karena hal yang terpenting seperti itu mereka kecilkan tulisannya, bisa dilihat itu di pamflet yang mereka buat. Kami juga agak kurang teliti sedikit, soalnya berapa kali saya bersama Timses mengecek syaratsyarat itu ternyata kami tidak melihat itu, kita memang agak teledor tapi ini juga sebagai pelajaran untuk PPR agar lebih baik ke depan. Anda sudah siap menang dan jadi pemimpin? Iya, insya Allah siap. Menang dan jadi pemimpin kita akan mati-matian itu otomatis, orang yang memberikan kepercayaan kepada kita, insya Allah kita tidak akan mengecewakan, dalam waktu satu bulan kita akan berikan perubahan dan itu jelas karena itu sudah azzam kita, kalaupun saya mundur itu ada enam jabatan ditanganku tahun ini, itu sudah hilang semua, biasanya ada empat, bahkan lima sebelum-sebelumnya, itu saya lepas semua. Makanya kemarin saya mondarmandir, khusus untuk PPMI. Karena skalanya besar, artinya kita harus all out, tidak ada yang lain dan kita semua sudah berkorban baik harta, tenaga, waktu, maka kita harus sungguh-sungguh dalam hal ini. Kita harus siap menang dan kalau kalah ya itu sudah nasib, tapi kita akan tetap siap

Wawancara Sifrul Akhyar:

Dari Layouter Menuju Wakil Presiden

ifrul Akhyar Kastolani atau biasa dipanggil Sifrul. Pemuda asal Pekalongan yang aktif menulis ini juga pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi dan dewan redaksi di berbagai media Masisir. Mahasiswa Syariah Islamiah yang tinggal di Madinah Buuts itu juga dikenal mahir di bidang layout dan suka guyon, namun juga sering terlihat serius ketika berdiskusi. Ia mengatakan dipinang oleh Amrizal Batubara, Capres PPMI 2013-2014, untuk membantunya menggerakkan PPMI sebagai konseptor. Baginya, ini adalah momen untuk berkhidmat pada PPMI. Niat saya dari awal di sini untuk berkhidmat, tuturnya. Mari simak cuplikan wawancara Informatika dengan calon wakil presiden PPMI 2013-2014 ini. Selamat membaca!
Apa alasan Anda maju menjadi calon wakil Presiden PPMI? Sebenarnya saya bukan maju ataupun memajukan diri. Sebelumnya, saya ingin menceritakan kronologinya. Yaitu tentang pencalonan ini. Sebenarnya saya mendengar (isu pencalonan.red) sudah Edisi Interaktif Pemilu Raya lama, namun saya anggap itu guyonan saja dari teman-teman. Misalnya ketika ketemu saya, si A bicara Eh, ente jadi calon wakil presiden, ya? Biasanya saya jawab dengan guyonan juga, dan itu bukan satu atau dua orang. Akhirnya ketika mendekati Pemilu Raya, Batubara menelepon saya. Dia bilang Saya ingin berbicara dengan Antum! Ketika itu saya merasa bahwa dia akan membicarakan tentang pencalonan tersebut. Akhirnya, ketika itu kami bertemu di Wisma, dan memang benar tawaran itu. Ketika itu saya tidak langsung

menjawab, tapi justru saya nanya ke Batu- berbagai elemen. Sebenarnya apa yang bara, kenapa harus saya dan bukan yang lain? Ketika itu beliau menjawab alasan- dibutuhkan Masisir dari PPMI sendiri? alasanya. Setelah berdialog beberapa kali Peran PPMI sendiri, sebagai dan berpindah-pindah tempat, akhirnya wadah aspirasi masyarakat atau Masisir di saya minta waktu tiga hari untuk memikir- sini, (dalam hubungannya.red) dengan kan hal tersebut. Waktu tersebut saya KBRI misalnya. Wadah tersebut relatif tidak gunakan untuk konsultasi dengan teman- bisa dijangkau oleh organisasi-organisasi teman dan para senior. Ketika itu tidak ada lain. Masisir butuh hal tersebut. Dan tentu yang tidak mendukung saya, semuanya PPMI sendiri sebagai corong ataupun mendukung, kecuali dengan beberapa representasi suara Masisir sendiri, di sinilah catatan saja. Akhirnya, saya menerima dibutuhkan independensi PPMI. Sekaligus dengan alasan, di samping saya tidak ingin PPMI sebagai penyatu berbagai elemen mengecewakan mereka, saya juga anggap yang ada di Masisir ini. Saya kira hal ini merupakan pendidikan kepemimpinan bagi saya dan bagi Masisir umumya. Bisa disebutkan beberapa alasan Batubara memilih Anda? Di antaranya, Batubara kan orang lapangan. Karena beliau seorang eksekutor, maka beliau butuh seorang konseptor untuk saling melengkapi. Pembagian ini bukan berarti mutlak, tapi ini hanya secara garis besar saja. Nanti pada realitanya kita akan bekerja samasama. Dan juga supaya bisa merangkul semua elemen. Kita kan beda almamater, kekeluargaan dan daerah, kita juga ingin menunjukan kepada Masisir bahwa perbedaan bukan untuk saling menjauhkan, akan tetapi justru untuk saling mendekatkan. Satu lagi, saya ini kan orang media dan cenderung netral, itu juga termasuk alasan beliau memilih saya. Sempat dikatakan oleh saudara Batubara, bahwa beliau memilih Anda menjadi pasangannya Doc. Timses Birrul dalam pencalonan kandidat presiden tersebut yang kapasitasnya belum bisa PPMI untuk memajukkan keilmuan dijangkau oleh organisasi lain. Masisir? Dari jargon yang anda usung Kalau saya saja tidak! Di sini kita Loyalitas tanpa batas, Progresif dan apa sebenarnya saling kerja sama. Maksud Batubara agar Rekronstruktif, lebih fokus pada bidang akademis adalah maksud dari jargon tersebut? memberikan porsi yang besar pada bidang Loyalitas tanpa batas tertuju pada akademis dengan tidak mengesampingkan sosok Batubara. Menggambarkan sosok pada bidang yang lain. beliau. Terlihat dari sosoknya, hampir tidak Jika Anda terpilih apa yang ada yang meragukan loyalitas Batubara akan Anda lakukan untuk menjaga inde- terhadap PPMI. Kemudian juga progresif. pendensi PPMI? Bukan sekedar loyalitas, namun adanya Kita akan merangkul semua golon- keinginan bekerja untuk mencapai gan baik dalam membentuk kabinet atau kemajuan. Dan terakhir rekonstruktif, dalam berbagai kegiatan. Kita akan meli- artinya adalah perbaikan, bukan berarti batkan berbagai elemen yang ada di kami menganggap PPMI sekarang tidak Masisir ini. Ada kesan selama ini banyak progresif, tapi rekonstruktif di sini untuk kegiatan ataupun kabinet dikuasai oleh satu memaksimalkan yang ada dan golongan tertentu. Nah, memang tidak mu- memperbaiki yang kurang. Apa yang Anda dan Batubara dah merubah itu, butuh kerjasama dari

punya untuk menang dalam pemilihan Capres dan Cawapres PPMI tahun ini? Adanya keyakinan diri sendiri, kemudian amanat teman-teman dan masukan dari senior yang memberikan kami semangat dan keyakinan bahwa kami bisa menjadikan PPMI menjadi lebih baik. Juga keyakinan bahwa kita tidak akan bekerja sendirian ke depannya, insya Allah selalu ada yang mendukung dan membantu. Seandainya Anda kalah, apakah Anda akan tetap mendukung PPMI? Dalam sebuah kompetisi itu pasti ada yang menang dan kalah. Ini kembali lagi pada niat awal. Ketika seseorang maju dalam ajang pemilihan apapun, namun tidak mempunyai niat yang tulus, maka ketika kalah itu akan membuat

Berkhidmat itu mempunyai banyak cara, bukan hanya lewat PPMI saja... Ketika PPMI baik, kita akan mendukung dan jika PPMI melenceng, kita harus mengingatkannya.
mereka galau, sakit. Niat saya dari awal di sini untuk berkhidmat. Berkhidmat itu mempunyai banyak cara, bukan hanya lewat PPMI saja. Tapi kami akan mencoba salah satu cara ini. Ketika PPMI baik, kita akan mendukung dan jika PPMI melenceng kita harus mengingatkannya. Apakah anda sudah siap menang dan yakin untuk memimpin PPMI satu tahun? Insya Allah, dengan dukungan dari teman-teman dan senior yang tidak telah memberikan masukan buat kami, sehingga menambah keyakinan kami untuk dapat memimpin PPMI kelak. (Miftah F, Khoirun Nisa)

Edisi Interaktif Pemilu Raya

Wawancara Abdullah Muttaqin Ramadhan:

ria yang akrab disapa Muttaqin ini dikenal ramah dan kalem. Mahasiswa Fakultas Syariah Islamiah asal Purwokerto juga masyhur lewat suara emas dan grup nasyidnya. Muttaqin memang nampak sederhana, namun sebenarnya sosoknya sudah dikenal melanglang buana sebagai bendahara, penyanyi, qari, hafiz dan tentu saja organisatoris. Ia menuturkan bahwa dirinya siap menjadi presiden PPMI 2013-2014 jika nanti terpilih, Siap Memimpin dan Siap Dipimpin. Begitu pula jika kalah, ia mengaku akan tetap memberi dukungan bagi siapa pun yang terpilih menjadi Presiden PPMI. Berikut petikan wawancara Informatika dengan Abdullah Muttaqin Ramadhan, Capres nomor urut 2. Selamat membaca!
Apa alasan Anda maju sebagai kandidat pada pemilihan presiden PPMI tahun ini? Alasan saya untuk pencalonan kali ini, yaitu sesuai dengan moto saya, yang pertama adalah Inna shalt wa nusuk wa mahyya wa mamt lillhi rabbi-l-lamn. Yang kedua adalah Khairun-nsi ahsanuhum khuluqan wa `anfauhum lin ns, kemudian yang ketiga yaitu hidup sekali, hiduplah yang berarti. Tolong jelaskan maksud Anda tersebut? Wujud dari pencalonan ini adalah sebuah ibadah. Ibadah bisa bermacammacam dan termasuk berkhidmat di PPMI ini, tidak semua orang bisa menjalankan ibadah ini. Ketika sudah berniat untuk menjalankan ibadah ini, kemudian ada kesempatan dan dukungan, maka apa yang kita rencanakan insya Allah berhasil. Saya tidak berambisi untuk menjadi orang penting, tapi intinya khidmat. Khidmat untuk membangun Masisir dengan apa yang saya bisa dan teman-teman bisa. Tidak mungkin saya bisa bergerak sendiri, pasti ada doa, bantuan dan dukungan dari teman-teman Masisir. Pada pemilihan presiden kali ini, Anda mempunyai visi, Masisir yang kreatif, produktif dan kontributif, apa bentuk nyata dari visi Anda tersebut? Visi masuk kepada tujuan umum yang akan kita usahakan dan capai pada tahun ini dengan tidak mengesampingkan hal-hal yang bersifat urgen, seperti: Harmonisasi, kebersamaan, persatuan dan kerjasama. Hal tersebut wajib diwujudkan dan ditempuh oleh PPMI. Kami tidak mencantumkan hal tersebut, karena hal tersebut merupakan hal yang wajib ditempuh oleh sebuah organisasi seperti PPMI. Bisa jelaskan misi Anda yang tercantum dalam pencalonan presiden? Yang kita inginkan dari program PPMI itu kontinyu. Contoh dari bidang seni tarik suara saja dibagi menjadi band, nasyid, solawat, dan qari. Terus ada kaligrafi, semua punya wadah tersendiri, mungkin ada beberapa wadah yang kurang maksimal. Kami akan berusaha mendorong dan memfasilitasi semaksimal mungkin agar potensi-potensi yang ada terus Edisi Interaktif Pemilu Raya di Indonesia dalam hal akademis. Gambarannya dengan membuat blog mengenai agama, seperti syariah, ushuluddin, tarbiyah dan sebagainya. Dengan blog ini teman-teman Indonesia bisa menjadikannya sebagai rujukan. Sehingga manfaatnya pun dirasakan Masisir dan teman Indonesia juga. Selanjutnya, Anda juga mencantumkan misi yang lain seperti Membangun karakter Masisir yang peduli akan permasalahan umat Islam dan kemanusiaan secara global. Bagaimana cara Anda untuk membentuk karakter tersebut? Dalam pembentukan karakter harus bertahap. Untuk memberikan pemahaman kepada Masisir bagaimana bersikap melihat kondisi umat Islam di dunia ini dan kontribusi apa yang harus diberikan kepada mereka, dalam program unggulan tercantum akan diadakan workshop dunia Islam. Dengan diadakan workshop ini, Masisir sendiri akan terangsang untuk peduli terhadap permasalah umat Islam saat ini, minimal kami akan mendorong Masisir untuk berdoa dan jika dibutuhkan kita akan mendorong untuk penggalangan dana. Menurut Anda apa yang dibutuhkan oleh Masisir sekarang? Masisir itu perlu iklim yang kondusif dalam melakukan segala sesuatu. Iklim yang kondusif untuk belajar, berkarya, bekerja dan sebagainya. Seperti yang saya cantumkan di salah satu misi, Membentuk iklim produktif bagi Masisir. Jadi iklim tersebut bisa membentuk Masisir lebih kreatif, produktif dan kontributif dalam segala hal. PPMI sendiri tidak bisa mewujudkan iklim kondusif tanpa adanya dukungan dari Masisir sendiri. Dalam misi yang Anda cantumkan, adakah sesuatu yang baru, atau sama seperti tahun-tahun sebelumnya? Saya akui saya belum mempelajari misi tahun kemarin. Yang jelas ini misi yang kami buat. Dan kita juga akan berusaha maksimal untuk mencapai apa yang sudah kami rencanakan. Menurut Anda bagaimana kinerja PPMI periode ini? Saya lihat kinerja PPMI tahun

Capres yang Hafiz Quran

Doc. Pribadi berkembang. Salah satunya ada di program unggulan, yaitu Kreatifitas dan Karya Masisir, akan kami bantu kebutuhan yang ada. Selagi kreatifitas yang positif dan bermanfaat. Bagaimana gambaran acara Kreatifitas dan Karya Masisir yang akan diadakan? Kita akan bentuk seperti expo. Jadi di sana nanti terdiri dari berbagai stand yang menyuguhkan berbagai kreatifitas Masisir, seperti: sastra, musik dan sebagainya. Jadi dengan diadakan expo ini, memberikan gambaran umum kepada Masisir, terkhusus mahasiswa yang baru, bahwa di Mesir terdapat banyak kreatifitas. Kita juga bisa salurkan potensi mereka ke taraf yang lebih tinggi sehingga terwujud peran nyata Masisir untuk kemajuan Indonesia dan dunia. Salah satu misi Anda Menunjukkan peran nyata Masisir bagi kemajuan bangsa Indonesia. Bagaimana Anda mewujudkannya? Cara mewujudkannya, seperti yang sudah saya cantumkan dalam program unggulan melalui Forum Pecinta Talaqqi. Tujuan diadakan forum tersebut untuk mengakomodir dan memfasilitasi para pecinta talaqqi, serta berkontribusi bagi Masisir yang belum talaqqi dan teman

kemarin sudah lumayan bagus. Dengan jumlah DP yang tidak terlalu banyak. Dan mungkin itu sudah pilihan saudara Jamil sendiri yang mungkin merasa cukup dan mampu untuk menghandle semua kegiatan PPMI. Kemudian PPMI juga sudah merakyat. Koneksi dan jaringan sudah meluas internal maupun eksternal. Menurut saya ini merupakan prestasi tersendiri, yaitu berhasil mengadakan Simposium Kawasan Timur Tengah, sedangkan internal dengan perluasan jaringan dalam ruang lingkup Azhar yang terwujud dalam berbagai Halaqoh Ilmiyah. Apakah KSW memberi dukungan pada pencalonan Anda sebagai kandidat presiden PPMI? Dalam hal administratif KSW tidak memberikan dukungan secara langsung, namun secara tidak secara resmi mereka memberikan dukungannya. Tidak ada legitimasi khusus untuk mendukung saya, mereka netral, menganjurkan kami untuk berkompetisi secara sportif dan juga turut mendoakan kami. Darimana mayoritas pendukung Anda, dari kekeluargaankah atau ada instansi lain, seperti ormas atau almamater misalnya? Mayoritas pendukung saya lebih

akan menyinergikan berbagai Sebagai pemimpin, harus bisa kami kekeluargaan atau afiliatif. dalam perekrutan mengayomi anggotanya. Kita akan Contohnya anggota dewan pengurus. Jika Anda kalah, apakah lakukan hal yang terbaik. Kita Anda akan tetap membantu PPMI? komunikasikan dengan mereka, kita Saya akan tetap memberi dukungan untuk siapa saja yang akan menjabat menjadi Presiden blusukan kepada mereka... kepada personal. Dari angkatan Mustajid sendiri dan dari organisasi yang saya tekuni saat ini, yaitu Sinai. Bagaimana Anda merekrut Timses? Yang tercantum secara resmi 4 orang, dan mereka mempunyai legalitas hukum. Selebihnya tidak terdaftar secara langsung, tapi kita sudah mencoba menghimpun dari berbagai kekeluargaan dan organisasi. Di kalangan Masisir ada kekhawatiran bahwa PPMI nanti akan disetir oleh satu organisasi atau kelompok. Bagaimana cara Anda meyakinkan Masisir agar Indepensi PPMI tetap bersih? Sebagai pemimpin harus bisa mengayomi anggotanya. Kita akan lakukan hal yang terbaik. Kita komunikasikan dengan mereka, kita blusukan kepada mereka, kita mendekat mereka, kita tidak membeda-bedakan dalam bergaul dan

PPMI. Ustad Batubara pun juga demikian. Kita sudah berusaha sportif dan melakukan yang sebaik mungkin. Jika saya kalah saya akan tetap legowo. Dan apapun yang akan terjadi kita akan damai. Dan kita akan tetap menjadi teman. Apakah Anda sudah siap secara lahir dan batin untuk menjadi Presiden PPMI? Insya Allah saya siap lahir dan batin. Kita siap dipimpin dan siap memimpin. Karena kita sudah daftar dan akan berusaha semaksimal mungkin itu menunjukkan kesiapan kita. Kembali kepada niat awal kita, jika niat kita sudah mau berkuasa, maka ketika kita kalah, kita akan shock. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, tapi karena sudah diawali dengan niat baik, maka akan berakhir dengan baik juga.(Khoirun Nisa)

Wawancara

Agung Ramadhan:

Berkontribusi bagi Masisir, Indonesia dan Dunia

osok pemuda asal Riau, ini selain sibuk di berbagai organisasi Masisir, juga dikenal aktif di grup nasyid dan sering tampil di berbagai konser amal. Agung Ramadhan itulah namanya. Mahasiswa yang pernah menempuh pendidikan di Padang ini pernah menjabat sebagai koordinator Departemen Dalam Negeri PPMI 2011-2012. Warga KSMR ini juga sempat menjadi wakil ketua Konser Amal Opick untuk Palestina. Cawapres nomor urut dua ini mempunyai visi dan misi yang universal, salah satunya mewadahi karya-karya dan produk-produk Masisir untuk berkontribusi kepada Masisir, Indonesia dan dunia. Mari simak cuplikan wawancara Informatika bersama calon wakil presiden PPMI 2013-2014 ini. Selamat membaca!
Apa latar yang melatarbelakangi Visi dan misi, secara gamblang aja anda untuk maju menjadi calon wakil ya. Kita mengajukan misi Masisir Kreatif, Presiden PPMI tahun ini? Produktif dan Kontributif, sama-sama kita ketahui bahwa Masisir yang jumlahnya Pertama, yang melatarbelakangi cukup banyak pastinya mempunyai jiwasaya maju, yaitu amanah teman-teman. jiwa kreatif dan beragam. Jiwa-jiwa kreatif Sudah kita ketahui bersama, salah satu tersebut jika tidak diwadahi atau tidak syarat maju itu, minimal lima puluh tanda disalurkan dengan baik dan positif, maka tangan dari pendukung. Selain amanah dari akan terbuang sia-sia. Jadilah kita ingin mereka, saya juga melihat iktikad baik dari berusaha mewadahi, memfasilitasi dan Mas Abdullah Muttaqin Ramadhan. Tera- menyalurkan ke arah yang positif dan berkhir, tentunya belajar untuk memimpin dan manfaat agar nanti kita bisa menghasilkan dipimpin, karena kehidupan ini tidak lepas karya-karya. Nantinya dari hasil karya terdari dua hal tersebut yaitu: dipimpin dan sebut kita berusaha mengkontribusikannya, memimpin. Pastinya sepanjang hidup kita terutama untuk Masisir sendiri, Masisir untuk memimpin, minimal diri sendiri. Laki- yang lain dan juga untuk masyarakat Indolaki juga nantinya akan memimpin sebuah nesia tentunya, atau bahkan dunia. Dari mana sajakah asal keluarga. dukungan untuk Anda? Kemudian apa misi anda tahun Yang pertama, dari tanda tangan ini? enam puluh tiga teman-teman yang sudah Edisi Interaktif Pemilu Raya

Doc. Pribadi

10

kita laporkan ke PPR dan selanjutnya dari kekeluargaan masing-masing. Saya sendiri didukung penuh oleh kekeluargaan KSMR. Selanjutnya apa yang anda canangkan untuk programprogram kedepan? Kita mempunyai enam program unggulan, ini yang kita rencanakan. Bukan berarti kita meniadakan program-program regular lainnya, seperti wisuda dan Indonesian Games. Progam-program regular yang baik, insya Allah akan kita laksanakan terus. Tapi melihat kondisi Mesir, semoga ke depan Mesir bisa lebih aman sehingga kita bisa menjalankan program-program tersebut. Ada enam program unggulan. Pertama, Festival Karya dan Seni untuk Masisir, yang kedua, Batik Day Event, ini menghargai karya dari pendahu-pendahulu kita yang ada di Indonesia pada tanggal dua Oktober, insya Allah. Ketiga, GSM, Gerakan Sadar Menulis, ini untuk menggenjot lagi kesadaran mahasiswa dalam menulis, karena kita yang notabene mahasiwa apalagi muslim tak lepas dari dunia

Gerakan Sadar Menulis ini untuk menggenjot lagi kesadaran

mahasiswa dalam menulis, karena kita yang notabene mahasiwa apalagi muslim tak lepas dari dunia tulis menulis
tulis menulis. Keempat, Forum Pencinta Talaqqi, dalam beberapa tahun ke belakang kita melihat ada peningkatan walaupun tidak terlalu signifikan. Walaupun belum bisa mengalahkan Malaysia, namun Masisir mempunyai semangat yang lebih dari tahun sebelum-sebelumnya. Maka kita ingin membuat forum agar teman-teman yang talaqqi tersebut ilmunya dapat kita salurkan dan kita sebarkan ke Masisir lain, terutama untuk Indonesia pada umumnya.

Yang kelima, aksi One man, One book for Indonesia. Ini bukti kostribusi nyata bagi kita dan untuk Indonesia. Jika terpilih kita akan berusaha mengumpullkan satu buku dari Masisir untuk bekerjasama dengan kekeluargaan lain dan mengumpulkannya. Ini akan kita salurkan ke lembagalembaga pendidikan yang ada di Indonesia, tentunya yang membutuhkan, karena tidak setiap lembaga pendidikan di Indonesia mempunyai maraji atau maktabah atau buku-buku berasal dari bahasa Arab langsung yang mereka butuhkan. Kalau seperti pesantren-pesantren besar, missal Gontor atau semacamnya, mereka bisa bilang gak terlalu membutuhkan. Tapi yang di pelosokpelosok negeri, mereka sangat membutuhkan. Terakhir, Aksi Solidaritas untuk Dunia Islam, ini bukti nyata kita sebagai mahasiswa muslim terhadap isu-isu kemanusian yang ada, terutama isu yang menyangkut dunia Islam. (Assadullah)

Aktualita

Lebaran bersama Forum Jawa


kesenian tiap daerah ditampilkan dengan keunikannya masing-masing. Penangung jawab bidang seni Forum Jawa tahun ini sekaligus tuan rumah, Keluarga Paguyuban Masyarakat Jawa Barat (KPMJB), tampil membuka acara. mereka menampilkan beberapa kesenian khas daerahnya, seperti Gamelan KPMJB, Angklung KPMJB, Karinding Beatbox KPMJB dan Galung (Gamelan Calung) KPMJB. Tak kalah menarik, Keluarga Pelajar Jakarta (KPJ) dengan marawis yang menjadi ciri khas ibu kota tanah air. Lalu Kelompok Studi Wali Songo (KSW) menampilkan Campur Sari dan Kopajanya dan terakhir dari Keluarga Masyarakat Jawa Timur (Gamajatim) dengan Dangdut khasnya sekaligus menutup acara Pagelaran Seni Forum Jawa pada malam itu. Menurut Miftahuddin Wibowo, mahasiswa Fakultas Bahasa Arab asal Tegal, Karinding Beatbox dan Galung KPMJB yang dihadirkan oleh tuan rumah sungguh menarik dan unik. Dengan kekonyolan para pemainnya serta keunikannya membuat penonton tak beranjak dari tempatnya. Yang paling mengesankan tadi malam adalah KPMJB. Mereka mampu memadukan tradisi lama dengan kreativias pemuda. Buktinya, angklung bisa di upgrade dan dinyanyikan dengan lagu-lagu baru, serta terjalin komunikasi antar pemain dengan penonton lewat Karinding Beatbox dan Galung KPMJB, ujar Miftahuddin, mahasisiwa asal Tegal. (Farah) Kesenian Angklung KPMJB

ertempat di Pasangrahan KPMJB, Senin (12/8), digelar acara Pagelaran Seni Forum Jawa, bertemakan Mempotensikan Potensi dalam Ajang Pentas Seni, Demi Sebuah Silaturahmi. Pentas seni ini ternyata mendapatkan respon luar biasa dari para tamu undangan yang hadir. Ruangan bernuansa adat pasundan berkolaborasi dengan adat kejawen itu pun penuh sesak. Berbagai macam kreativitas dan Doc. KPMJB

Doc. Forum Jawa

Edisi Interaktif Pemilu Raya

11