Anda di halaman 1dari 5

Fertilisasi Definisi Fertilisasi Tindakan menjadikan gamet fertil atau mampu berkembang lebih lanjut; ini merupakan urutanurutan

kejadian yang dimulai dengan kontak antara spermatozoa dan ovum, dilanjutkan dengan fusi keduanya, yang merangsang lengkapnya maturasi ovum dengan pelepasan badan polar kedua. Lalu pronukleus-pronukleus pria dan wanita terbentuk dan melebur; diikuti sinapsis, yang mengembalikan jumlah kromosom yang diploid dan menghasilkan pewarisan biparental serta penentuan jenis kelamin. Proses fertilisasi menghasilkan pembentukan zigot dan berakhir dengan dimulainya pembelahan zigot. (kamus Dorland). Pembuahan adalah penyatuan gamet pria dan wanita, dalam keadaan normal terjadi di ampula, sepertiga atas oviduktus. (fisiologi Sherwood) Definisi Fertilitas : kemampuan mengandung atau menginduksi konsepsi. (kamus dorland) Proses Fertilisasi, Pembelahan, dan Implantasi A. Proses Fertilisasi Terdapat 3 proses penting: 1. Pengangkutan ovum oviduktus 2. Pengangkutan sperma ke oviduktus 3. Pembuahan

Pengangkutan ovum ke oviduktus Pada saat ovulasi ovum dengan cepat diambil oviduktus dengan bantuan fimbrie Fimbrie bersilia bergerak seperti gelombang kearah inferior. Ovum tersebut didorong oleh kontraksi peristaltik sampai di ampulla Konsepsi bs terjadi pd masa subur Ovum terdisintegrasi dlm 24 jam & sperma dpt bertahan selama 48 jam

Pengangkutan sperma ke oviduktus Setelah diejakulasi di vagina, sperma akan melewati kanalis servikalis, uterus dan menuju ampulla. Tiba di oviduktus 30 menit setelah ejakulasi karena di bantu juga oleh saluran reproduksi wanita Di serviks terdapat mukus yg tebal selama siklus mens karena progesteron tinggi dan menjadi tipis dapat ditembus sperma karena estrogen tinggi. Di uterus kontraksi miometrium mengaduk sperma hingga tersebar Setelah di oviduktus sperma bergerak melawan silia tapi sebagian ada yang membantu dan juga oleh kontraksi anti peristaltik karena estrogen Tapi dari penelitian-penelitian ovum tidak pasif Dari beberapa ratus juta hanya beberapa ribu yg berhasil ke oviduktus Sebelum membuahi, sperma harus mengalami : Kapasitasi : masa penyesuaian selama 7 jam (pengelupasan selubung glikoprotein dan protein plasma oleh sel mukosa oviduktus agar regio akrosom spermatozoa muncul) Proses Fertilisasi 1. Penembusan korona radiata 2. Penembusan zona pelusida 3. penyatuan oosit dan membran sel sperma Penembusan korona radiata Dari 200-300 juta spermatozoa, 300-500 yg mencapai tempat pembuahan. Hanya 1 yg bisa untuk pembuahan. Sperma yang mengalami kapasitasi dengan bebas menembus korona radiata Penembusan zona pelusida Pelepasan enzim2 akrosom memungkinkan sperma menembus zona pelusida shg akan bertemu dengan membran plasma oosit. Sperma hanya mampu menembus zona pelusida setelah berikatan dengan reseptor spesifik dipermukaan lapisan ini sperma masuk terus sampai dekat sekali dengan pronukleus wanita, inti sperma membengkak dan membentuk pronukleus pria, sedangkan ekornya terlepas dan berdegenerasi. Pronukleus wanita dan pria tidak dapat dibedakan lagi dan setelah itu mereka saling rapat membentuk zigot dalam waktu 1 jam. Sperma yang membuahi ovum mengaktifkan enzim2 ovum yg esensial untuk pembentukan embriogenesis penyatuan oosit dan membran sel sperma Menyatunya selaput oosit dan selaput yang meliputi bagian belakang kepala sperma Setelah masuk oosit,sel telur menanggapinya dgn 3 cara 1. Reaksi korteks dan zona 2. Melanjutkan pembelahan meiosis II 3. Penggiatan metabolik sel telur Reaksi kortikal & zona, terlepasnya butir-butir kortikal oosit mengakibatkan selaput oosit tak dapat ditembus lagi oleh spermatozoa lainnya serta zona pelusida mengubah struktur dan komposisinya untuk mencegah penambatan dan penetrasi sperma

Melanjutkan pembelahan meiosis II, oosit menyelesaikan pembelahan saat spermatozoa masuk Penggiatan sel metabolik telur, faktor penggiat dibawa oleh spermatozoa,Penggiatan setelah peleburan diperkirakan untuk mengulangi kembali peristiwa permulaan seluler dan molekuler yang berhubungan dengan awal embryogenesis.

Hasil fertilisasi Pengembalian menjadi jumlah kromosom diploid kembali Zigot mengandung kombinasi kromosom baru yang berbeda dari kedua orang tuanya. Penentuan Jenis Kelamin Sperma yang membawa kromosom X akan menghasilkan mudigah wanita (XX), sperma pembawa kromosom Y akan menghasilkan mudigah Pria (XY). Dimulainya Pembelahan Tanpa pembuahan, oosit biasanya akan berdegenerasi 24 jam setelah ovulasi.

Proses Pembelahan (Cleavage) dan Implantasi 1. 2. 3. 4. Stadium 2 sel 4 sel Morula(16 sel) Blastokista (32-64 sel)

Morula 1. Massa sel dalam membentuk jaringan mudigah sebenarnya. 2. Massa sel luar membentuk trofoblas yang selanjutnya menjadi plasenta. Blastokista Blastokista masuk ke uterus, terjadi pembentukan rongga blastokista berisi cairan. Blastokista : 1. Trofektoderm (bagian luar) 2. Massa sel dalam Blastokista setelah 2 hari dalam uterus, menetaslah dari zona pelusida. Lalu terjadilah proses-proses implantasi : 1. Trofektoderm berdiferensiasi menjadi trofoblas(berhubungan dengan sel epitel lumen uterus), sel trofoblas berdiferensiasi menjadi sel sitotrofoblas dan sel sinsitiotrofoblas. # sel sitotrofoblas : bersifat invasif, melewati stroma endometrium untuk mencapai pembuluh darah ibu, termasuk arteri spiralis endometrium. # Sel sinsitiotrofoblas : sel berukuran besar dan multinuklear yang berkembang dari lapisan sitotrofoblas. Sel ini menghasilkan hormon plasenta dan mentranspor zat-zat makanan dari ibu ke janin. Implantasi :pelekatan blastokista pada lapisan epitel uterus, penetrasinya melalui epitel, dan pada manusia penanamannya dilapisan padat endometrium, terjadi 6/7 hari setelah fertilisasi ovum. 2. Trofoblas menempel di dinding endometrium dan melakukan invasi dinding endometrium uterus. 3. Terbentuklah jaringan desidualis di sekitar daerah perlekatan zigot. Implantasi terjadi sekitar 7-10 hari setelah ovulasi, apabila zigot bertahan selama 14 hari setelah ovulasi, korpus luteum mensekresi progesteron. hCG (dari perkembangan trofoblas) disekresi ke dalam aliran darah ibu bekerja menyerupai hormon luteinasi, yaitu menunjang korpus luteum dengan menghambat regresi luteal.

Sumber : Fisiologi sherwood Embriologi kedokteran Langman Sistem Reproduksi At a Glance Kamus dorland Ilmu kebidanan sarwono (bikini daftar pustaka yang bagus ya .)