Anda di halaman 1dari 30

Oleh : Dody Eka Setiawan 0910211010

Sekilas tentang Oogenesis dan Spermatogenesis

Tindakan menjadikan gamet fertil atau mampu berkembang lebih lanjut; ini merupakan urutan-urutan kejadian yang dimulai dengan kontak antara spermatozoa dan ovum, dilanjutkan dengan fusi keduanya, yang merangsang lengkapnya maturasi ovum dengan pelepasan badan polar kedua. Lalu pronukleus-pronukleus pria dan wanita terbentuk dan melebur; diikuti sinapsis, yang mengembalikan jumlah kromosom yang diploid dan menghasilkan pewarisan biparental serta penentuan jenis kelamin. Proses fertilisasi menghasilkan pembentukan zigot dan berakhir dengan dimulainya pembelahan zigot.

Pembuahan adalah penyatuan gamet pria dan wanita, dalam keadaan normal terjadi di ampula, sepertiga atas oviduktus.

Definisi Fertilitas : kemampuan mengandung atau menginduksi konsepsi. (kamus dorland)

Terdapat 3 proses penting: 1. Pengangkutan ovum oviduktus 2. Pengangkutan sperma ke oviduktus 3. Pembuahan

Sherwood, Lauralee. Fisiologi manusia,edisis 2;Jakarta :EGC.2001

Pada saat ovulasi ovum dengan cepat diambil oviduktus dengan bantuan fimbrie Fimbrie bersilia bergerak seperti gelombang kearah inferior. Ovum tersebut didorong oleh kontraksi peristaltik sampai di ampulla Konsepsi bs terjadi pd masa subur Ovum terdisintegrasi dlm 24 jam & sperma dpt bertahan selama 48 jam

Setelah diejakulasi di vagina, sperma akan melewati kanalis servikalis, uterus dan menuju ampulla. Tiba di oviduktus 30 menit setelah ejakulasi karena di bantu juga oleh saluran reproduksi wanita Di serviks terdapat mukus yg tebal selama siklus mens karena progesteron estrogen dan menjadi tipis dapat ditembus sperma karena estrogen

Di uterus kontraksi miometrium mengaduk sperma hingga tersebar Setelah di oviduktus sperma bergerak melawan silia tapi sebagian ada yang membantu dan juga oleh kontraksi anti peristaltik karena estrogen Tapi dari penelitian-penelitian ovum tidak pasif Dari beberapa ratus juta hanya beberapa ribu yg berhasil ke oviduktus

Sebelum membuahi, sperma harus mengalami : Kapasitasi : masa penyesuaian selama 7 jam (pengelupasan selubung glikoprotein dan protein plasma oleh sel mukosa oviduktus agar regio akrosom spermatozoa muncul)

Penembusan korona radiata Penembusan zona pelusida penyatuan oosit dan membran sel sperma

Sadler, T.W.embriologi kedokteran langman;Jakarta:EGC

Dari 200-300 juta spermatozoa, 300-500 yg mencapai tempat pembuahan. Hanya 1 yg bisa untuk pembuahan.

Sperma yang mengalami kapasitasi dengan bebas menembus korona radiata

Sadler, T.W.embriologi kedokteran langman;Jakarta:EGC

Pelepasan enzim2 akrosom memungkinkan sperma menembus zona pelusida shg akan bertemu dengan membran plasma oosit. Sperma hanya mampu menembus zona pelusida setelah berikatan dengan reseptor spesifik dipermukaan lapisan ini

Sadler, T.W.embriologi kedokteran langman;Jakarta:EGC

sperma masuk terus sampai dekat sekali dengan pronukleus wanita, inti sperma membengkak dan membentuk pronukleus pria, sedangkan ekornya terlepas dan berdegenerasi. Pronukleus wanita dan pria tidak dapat dibedakan lagi dan setelah itu mereka saling rapat membentuk zigot dalam waktu 1 jam.
Sperma yang membuahi ovum mengaktifkan enzim2 ovum yg esensial untuk pembentukan embriogenesis

Sadler, T.W.embriologi kedokteran langman;Jakarta:EGC

Menyatunya selaput oosit dan selaput yang meliputi bagian belakang kepala sperma Setelah masuk oosit,sel telur menanggapinya dgn 3 cara 1. Reaksi korteks dan zona 2. Melanjutkan pembelahan meiosis II 3. Penggiatan metabolik sel telur

Sadler, T.W.embriologi kedokteran langman;Jakarta:EGC

Reaksi kortikal & zona, terlepasnya butir-butir kortikal oosit mengakibatkan selaput oosit tak dapat ditembus lagi oleh spermatozoa lainnya serta zona pelusida mengubah struktur dan komposisinya untuk mencegah penambatan dan penetrasi sperma
Melanjutkan pembelahan meiosis II, oosit menyelesaikan pembelahan saat spermatozoa masuk Penggiatan sel metabolik telur, faktor penggiat dibawa oleh spermatozoa,Penggiatan setelah peleburan diperkirakan untuk mengulangi kembali peristiwa permulaan seluler dan molekuler yang berhubungan dengan awal embriogenesis
Sadler, T.W.embriologi kedokteran langman;Jakarta:EGC

Pengembalian menjadi jumlah kromosom diploid kembali Zigot mengandung kombinasi kromosom baru yang berbeda dari kedua orang tuanya. Penentuan Jenis Kelamin Sperma yang membawa kromosom X akan menghasilkan mudigah wanita (XX), sperma pembawa kromosom Y akan menghasilkan mudigah Pria (XY). Dimulainya Pembelahan Tanpa pembuahan, oosit biasanya akan berdegenerasi 24 jam setelah ovulasi.
Sadler, T.W.embriologi kedokteran langman;Jakarta:EGC

1.

2.
3. 4.

Stadium 2 sel 4 sel Morula(16 sel) Blastokista (32-64 sel)

Morula 1. Massa sel dalam membentuk jaringan mudigah sebenarnya. 2. Massa sel luar membentuk trofoblas yang selanjutnya menjadi plasenta.

Blastokista Blastokista masuk ke uterus, terjadi pembentukan rongga blastokista berisi cairan. Blastokista : 1. Trofektoderm (bagian luar) 2. Massa sel dalam Blastokista setelah 2 hari dalam uterus, menetaslah dari zona pelusida. Lalu terjadilah proses-proses implantasi : 1. Trofektoderm berdiferensiasi menjadi trofoblas(berhubungan dengan sel epitel lumen uterus), sel trofoblas berdiferensiasi menjadi sel sitotrofoblas dan sel sinsitiotrofoblas.

# sel sitotrofoblas : bersifat invasif, melewati stroma endometrium untuk mencapai pembuluh darah ibu, termasuk arteri spiralis endometrium. # Sel sinsitiotrofoblas : sel berukuran besar dan multinuklear yang berkembang dari lapisan sitotrofoblas. Sel ini menghasilkan hormon plasenta dan mentranspor zat-zat makanan dari ibu ke janin. Implantasi :pelekatan blastokista pada lapisan epitel uterus, penetrasinya melalui epitel, dan pada manusia penanamannya dilapisan padat endometrium, terjadi 6/7 hari setelah fertilisasi ovum.

2. Trofoblas menempel di dinding endometrium dan melakukan invasi dinding endometrium uterus. 3. Terbentuklah jaringan desidualis di sekitar daerah perlekatan zigot. Implantasi terjadi sekitar 7-10 hari setelah ovulasi, apabila zigot bertahan selama 14 hari setelah ovulasi, korpus luteum mensekresi progesteron. hCG (dari perkembangan trofoblas) disekresi ke dalam aliran darah ibu bekerja menyerupai hormon luteinasi, yaitu menunjang korpus luteum dengan menghambat regresi luteal

CLEAVAGE AND IMPLANTATION

Human-Fertilization[ww w.sav ev id.com].flv

National-Geographic-F ecundacin[w ww .sav ev id.com].flv

Fisiologi sherwood Embriologi kedokteran Langman Sistem Reproduksi At a Glance Kamus dorland Ilmu kebidanan sarwono

Oleh : Dody Eka Setiawan