Anda di halaman 1dari 17

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI] BAB I PENDAHULUAN I.

1 Latar Belakang

July 27, 2013

Kontrol nyeri sangat penting dalam praktek operasi kedokteran gigi. Kontrol nyeri yang baik akan membantu operator dalam melakukan operasi dengan hati-hati, tidak terburuburu, tidak menjadi pengalaman operasi yang buruk bagi pasien dan dokter bedah. Sebagai tambahan pasien yang tenang akan sangat mambantu bagi seorang dokter gigi. Operasi dentoalveolar dan prosedur operasi gigi minor lainnya yang dilakukan pada pasien rawat jalan sangat tergantung pada anestesi lokal yang baik.

Menurut istilah, anestesi local (anestesi regional) adalah hilangnya rasa sakit pada bagian tubuh tertentu tanpa desertai dengan hilangnya kesadaran. Anestesi local merupakan aplikasi atau injeksi obat anestesi pada daerah spesifik tubuh, kebalikan dari anestesi umum yang meliputi seluruh tubuh dan otak. Local anestesi memblok secara reversible pada system konduksi saraf pada daerah tertentu sehingga terjadi kehilangan sensasi dan aktivitas motorik.

Untuk menghasilkan konduksi anestesi, anestesi local diinjeksikan pada permukaan tubuh. Anestesi lokal akan berdifusi masuk ke dalam syaraf dan menghambat serta memperlambat sinyal terhadap rasa nyeri, kontraksi otot, regulasi dari sirkulasi darah dan fungsi tubuh lainnya. Biasanya obat dengan dosis atau konsentrasi yang tinggi akan menghambat semua sensasi (nyeri, sentuhan, suhu, dan lain-lain) serta kontrol otot. Dosis atau konsentrasi akan menghambat sensasi nyeri dengan efek yang minimal pada kekuatan otot.

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI]

July 27, 2013

Anestesi local dapat memblok hampir setiap syaraf antara akhir dari syaraf perifer dan system syaraf pusat. Teknik perifer yang paling bagus adalah anestesi local pada permukaan kulit atau tubuh.

Manfaat dari anestesi local adalah sebagai berikut :

1. 2.

Digunakan sebagai diagnostic, untuk menentukan sumber nyeri. Digunakan sebagai terapi, local anestesi merupakan bagian dari terapi untuk kondisi operasi yang sangat nyeri, kemampuan dokter gigi dalam menghilangkan nyeri pada pasien meski bersifat sementara merupakan ukuran tercapainya tujuan terapi.

3.

Digunakan untuk kepentingan perioperatif dan postoperasi. Proses operasi yang bebas nyeri sebagian besar menggunakan anestesi local, mempunyai metode yang aman dan efektif untuk semua pasien operasi dentoalveolar.

4.

Digunakan untuk kepentingan postoperasi. Efek anestesi yang berlanjut sangat penting untuk mengurangi ketidaknyamanan pasien.

Keuntungan dari anestesi local yaitu :

1. 2. 3.

Tidak diperlukan persiapan khusus pada pasien Tidak membutuhkan alat dan tabung gas yang kompleks Tidak ada resiko obstruksi pernapasan. Durasi anestesi sedikitnya satu jam dan jika pasien setuju dapat diperpanjang sesuai kebutuhan operasi gigi minor atau adanya kesulitan dalam prosedur.

4. 5.

Pasien tetap sadar dan kooperatif dan tidak ada penanganan pasca anestesi. Pasien-pasien dengan penyakit serius, misalnya penyakit jantung biasanya dapat mentolerir pemberian anestesi lokal tanpa adanya resiko yang tidak diinginkan.

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI] 6. Tidak dibutuhkan ahli anestesi.

July 27, 2013

II.2

Tujuan

Adapun tujuan dari penulisan referat ini adalah :

1. Untuk mengetahui jenis-jenis anestesi lokal pada pencabutan gigi serta teknik penggunaan nya. 2. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian anestesi lokal , sehingga dapat dihindari komplikasi dari penggunaannya. 3. Untuk mengetahui jenis anestesi lokal yang terbaik dalam cabut gigi.

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI] BAB II

July 27, 2013

PEMBAHASAN

Definisi

Anastesi lokal adalah tindakan menghilangkan rasa sakit untuk sementara pada satu bagian tubuh dengan cara mengaplikasikan bahan topikal atau suntikan tanpa menghilangkan kesadaran.

Indikasi:

1. Menghilangkan rasa sakit pada gigi dan jaringan pendukung 2. Sedikit perubahan dari fisiologi normal pada pasien lemah 3. Insidensi morbiditas rendah 4. Pasien pulang tanpa pengantar 5. Tidak perlu tambahan tenaga terlatih 6. Teknik tidak sukar dilakukan 7. Persentase kegagalan kecil 8. Pasien tidak perlu berpuasa

Kontra Indikasi:

1. Pasien menolak / takut/ khawatir 2. Infeksi 3. Di bawah umur 4. Alergi 5. Bedah mulut besar
4 KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI] 6. Penderita gangguan mental 7. Anomali lain

July 27, 2013

Faktor-faktor pemilihan anestesi: Area yang dianestesi Durasi Kedalaman Adanya infeksi Kondisi pasien Umur pasien Hemostatistika

Anestesi Lokal di Kedokteran Gigi

1. Ester

2. Amida

3. Hidroksi

Pencegahan rasa sakit selama prosedur perawatan gigi dapat membangun hubungan baik antara dokter gigi dan pasien, membangun kepercayaan, menghilangkan rasa takut, cemas dan menunjukkan sikap positif dari dokter gigi.

Pada teknik anastesi ini kita lakukan penghambatan jalannya penghantar rangsangan dari pusat perifer. Dikenal dua cara yaitu :

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI]

July 27, 2013

1. Nerve blok yaitu : anestesi lokal dikenakan langsung pada syaraf, sehingga menghambat jalannya rangsangan dari daerah operasi yang diinnervasinya. 2. Field blok yaitu: disuntikkan pada sekeliling lapangan operasi, sehingga menghambat semua cabang syaraf proksimal sebelum masuk kedaerah operasi.

Anastesi blok berfugsi untuk mengontrol daerah pembedahaan. Kontraindikasi dari anastesi blok yaitu pada pasien dengan pendarahan, walaupun perdarahan terkontrol. Kesuksesan anastesi blok tergantung pada pengetahuan anatomi local dan teknik yang baik

Untuk mencapai keadaan anestesi lokal, dikenal beberapa cara pemberian, khusus dibidang kedokteran gigi yaitu : Anestesi topikal Anestesi infiltrasi Anestesi blok

Macam anastesi lokal : Anestesi topikal Diperoleh melalui aplikasi agen anestesi tertentu pada daerah kulit maupun membran mukosa yang dapat dipenetrasi untuk memblok ujung-ujung saraf superficial. Semua agen anestesi topical sama efektifnya sewaktu digunakan pada mukosa dan menganestesi dengan kedalaman 2-3 mm dari permukaan jaringan jika digunakan dengan tepat.

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI]

July 27, 2013

Anastesi Infiltrasi

Sering dilakukan pada anak-anak untuk rahang atas ataupun rahang bawah, mudah dikerjakan dan efektif. Daya penetrasinya pada anak cukup dalam karena komposisi tulang dan jaringan belum begitu kompak.Anestesi infiltrasi digunakan untuk menunjukkan tempat dalam jaringan dimana larutan anestesi didepositkan di dekat serabut terminal dari saraf yang berhubungan denganperiosteum bukal dan labial. Pada anak, bidang alveolar labio-bukal yang tipis umumnya banyak terdapat saluran vaskular dari pembuluh darah, maka teknik infiltrasi dapat digunakan dengan efektif untuk mendapat efek anestesi pada gigi-gigi susu atas dan bawah. Infiltrasi 0,5-1,0 ml larutan anestesi lokal cukup untuk menganestesi pulpa dari kebanyakan gigi anak. Penyuntikan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kesalahan insersi jarum yang terlalu dalam ke jaringan.

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI]

July 27, 2013

Anastesi Blok

Pencabutan molar tetap pada anak samaseperti orang dewasa nervus alveolaris inferiorharus diblok. Foramen mandibula pada anakterletak setingkat di bawah dataran oklusal gigi sulung, oleh karena itu injeksi dibuat lebih rendah dan lebih posterior daripada pasiendewasa

Macam Macam Anestesi Pada Pencabutan GIGI

1. Injeksi Supraperiosteal

Keringkan membran mukosa dan olesi dengan antiseptik. Pasien dilarang menutup mulut sebelum injeksi dilakukan. Dengan menggunakan kassa atau kapas yang diletakkan di antara jari dan membran mukosa mulut, tariklah pipi atau bibir serta membran mukosa yang bergerak ke arah bawah untuk rahang atas dan ke arah atas untuk rahang bawah, untuk memperjelas daerah lipatan mukobukal atau mukolabial.

Untuk memperjelas dapat diulaskan yodium pada jaringan tersebut. Membran mukosa akan berwarna lebih gelap, suntiklah jaringan pada lipatan mukosa dengan jarum mengarah

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI]

July 27, 2013

ke tulang dengan mempertahankan jarum sejajar bidang tulang. Lanjutkan tusukan jarum menyelusuri periosteum sampai ujungnya mencapai setinggi akar gigi. Untuk menghindari gembungan pada jaringan dan mengurangi rasa sakit, obat dikeluarkan secara perlahan. Anestesi akan terjadi dalam waktu 5 menit.

2. Nervus Alveolaris Superior Posterior

Untuk molar ketiga, kedua dan akar distal dan palatal molar pertama.Titik suntikan terletak pada lipatan mukobukal di atas gigi molar kedua atas, gerakkan jarum ke arah distal dan superior kemudian suntikkan obat anestesi 1-2 ml di atas apeks akar gigi molar ketiga.

Untuk melengkapi anestesi pada gigi molar pertama, dapat diberikan injeksi supraperiosteal di atas apeks akar premolar kedua. Injeksi ini cukup untuk prosedur operatif, sedangkan untuk ekstraksi atau bedah peri odontal, dilakukan penyuntikan pada nervi palatini minor sebagai tambahan.

3. Nervus Alveolaris Superior Medius

Untuk premolar pertama dan kedua, serta akar mesial gigi molar pertama. Titik suntikan adalah lipatan mukobukal di atas gigi premolar pertama. Jarum diarahkan ke suatu titik sedikit di atas apeks akar, kemudian suntikkan obat anestesi perlahan-lahan. Agar akurat, raba kontur tulang dengan hati-hati.

Injeksi ini cukup untuk prosedur operatif, sedangkan untuk ekstraksi atau bedah peri odontal, dilakukan injeksi palatinal.

4. Nervus Alveolaris Superior Anterior

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI]

July 27, 2013

Untuk keenam gigi anterior. Titik suntikan terletak pada lipatan mukolabial sedikit mesial dari gigi kaninus. Jarum diarahkan ke apeks kaninus, suntikkan obat di atas apeks akar gigi tersebut.

Injeksi ini sudah cukup untuk prosedur operatif. Untuk ekstraksi atau bedah, harus ditambahkan injeksi palatinal pada regio kaninus atau foramen insisivus.

5. Injeksi Blok

Obat anestesi disuntikkan pada suatu titik di antara otak dan daerah yang dioperasi, menembus batang saraf atau serabut saraf pada titik tempat anestesi disuntikkan sehingga memblok sensasi yang datang dari distal. Keuntungannya adalah hanya dengan sedikit titik suntikan dapat diperoleh daerah anestesi yang luas dan dapat menganestesi tempat-tempat yang merupakan kontraindikasi injeksi supraperiosteal.

Blok anestesi biasanya paling efektif pada molar kedua bawah. Jika blok menyeluruh pada salah satu sisi mandibular tidak diperlukan, atau bila karena alasan tertentu injeksi mandibular menjadi kontraindikasi, blok sebagian bisa dilakukan dengan injeksi mentalis.

Jika sulit melakukan anestesi terhadap gigi atas dengan menggunakan injeksi supraperiosteal atau jika diperlukan anestesi untuk beberapa gigi sekaligus, akan lebih efektif bila digunakan injeksi infraorbital atau zigomatik.

6. Injeksi Mandibular

Dilakukan palpasi fossa retromolaris dengan jari telunjuk sehingga kuku jari menempel pada linea oblikua. Dengan bagian belakang jarum suntik terletak di antara kedua pre molar pada sisi yang berlawanan jarum diarahkan sejajar dengan dataran oklusal gigi-gigi
10 KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI]

July 27, 2013

mandibula ke arah ramus dan jari. Jarum ditusukkan pada apeks trigonum pterygomandibu lar dan gerakan jarum di antara ramus dan ligamentum serta otot yang menutupi fasies interna ramus diteruskan sampai ujungnya kontak dengan dinding posterior sulkus mandibularis. Keluarkan 1,5 ml obat anestesi di sini (rata-rata kedalaman insersi jarum adalah 15 mm, tapi bervariasi tergantung ukuran mandibula dan proporsinya berubah sejalan dengan pertambahan umur). Dapat juga menganestesi nervus lingualis dengan cara mengeluarkan obat anestesi pada pertengahan perjalanan masuknya jarum.

7. Injeksi Mentalis

Untuk menganestesi gigi premolar dan kaninus untuk prosedur operatif. Untuk menganestesi gigi insisivus, serabut saraf yang bersimpangan dari sisi yang lain juga harus diblok.

Tentukan letak apeks gigi-gigi premolar bawah. Foramen biasanya terletak di salah satu apeks akar gigi premolar tersebut. Pipi ditarik ke arah bukal dari gigi premolar. Jarum dimasukkan ke dalam membran mukosa di antara kedua gigi premolar dengan jarak 10 mm eksternal dari permukaan bukal mandibula. Posisi jarum suntik membentuk sudut 45 terhadap permukaan bukal mandibula, mengarah ke apeks akar premolar kedua. Tusukkan jarum tersebut sampai menyentuh tulang. Masukkan 0,5 ml obat anestesi, tunggu sebentar. kemudian gerakkan ujung jarum tanpa menarik jarum keluar, sampai terasa masuk ke dalam foramen (jaga agar tetap membentuk sudut 45 agar jarum tidak terpeleset ke balik periosteum dan memperbesar kemungkinan masuknya jarum ke foramen), dan masukkan kembali 0,5 ml obat anestesi dengan hati-hati. Untuk ekstraksi harus dilakukan injeksi lingual.

11

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI] 8. Injeksi Lingual

July 27, 2013

Untuk gigi premolar dan gigi anterior, karena jaringan lunak pada permukaan lingual mandibula tidak teranestesi dengan injeksi foramen mental dan injeksi mandibular.

Jarum disuntikkan pada mukoperiosteum lingual setinggi setengah panjang akar gigi yang dianestesi. Karena posisi dari gigi insisivus, daerah ini sulit dicapai dengan jarum lurus. Jadi jarum sebaiknya dibengkokkan dengan cara menekannya di antara ibu jari dan jari lain.

9. Injeksi Nervus Nasopalatinus

Untuk ekstraksi gigi atau anestesi mukoperiosteum sepertiga anterior palatum, yaitu dari kaninus satu ke kaninus yang lain.

Titik suntikan terletak sepanjang papil insisivus yang berlokasi pada garis tengah rahang, di posterior gigi insisivus sentral. Ujung jarum diarahkan ke atas pada garis tengah menuju kanalis palatina anterior. Walau anestesi topikal bisa digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit pada daerah titik suntikan, anestesi ini mutlak harus dipakai untuk injeksi nasopalatinus. Sebaiknya dilakukan anestesi permulaan pada jaringan yang akan dilalui jarum.

10. Injeksi Nervus Palatinus Mayor

Untuk ekstraksi gigi atau anestesi mukoperiosteum palatum dari tuber maksila sampai ke regio kaninus dan dari garis tengah ke krista gingiva pada sisi bersangkutan.

Tentukan titik tengah garis khayal yang ditarik antara tepi gingiva molar ketiga atas di sepanjang akar palatalnya terhadap garis tengah rahang. Injeksikan obat anestesi sedikit
12 KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI]

July 27, 2013

mesial dari titik tersebut dari sisi kontralateral. Karena hanya bagian dari nervus palatinus mayor yang keluar dari foramen palatinum posterior yang akan dianestesi, jarum tidak perlu diteruskan sampai masuk ke foramen. Injeksi ke foramen atau penyuntikkan obat anestesi dalam jumlah besar pada orifisium foramen akan menyebabkan teranestesinya nervus palatinus medius sehingga palatum molle menjadi kebal. Akibatnya akan timbul gagging. Anestesi Pada Anak Anastesi Gigi-gigi Susu

Pada anak-anak, bidang alveolar labio-bukal yang tipis umumnya banyak terpeforasi oleh saluran vaskular. Untuk alas an inilah, maka teknik infiltrasi dapat digunakan dengan efektif untuk mendapat efektif untuk mendapat efek anastesi pada gigi-gigi susu atas tanpa perlu mendepositkan lebih dari 1 ml larutan secara perlahan-lahan di jaringan. Penyuntikan harus dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kesalahan dalam menentukan panjang akar dan insersi jarum yang terlalu dalam ke jaringan.

Pada anak yang masih muda, rasa tidak enak dari suntikan palatum yang digunakan untuk prosedur pencabutan gigi atau pemasangan matriks, dapat dihindari dengan cara sebagai berikut.

Setelah efek suntukan supraperiosteal pada sulkus labio-bukal diperoleh, jarum diinsersikan dari aspek labio-bukal, melalui ruang interproksimal, setinggi jaringan gingival yang melekat pada periosteum di bawahnya. Ujung jarum harus tetap berada pada papilla dan tidak boleh menyentuh tulang. Sejumlah kecil larutan anastesi local didepositkan perlahan sampai mukoperiosteum palatal atau lingual memucat. Sejumlah kecil larutan anastesi yang didepositkan dengan cara ini akan memberikan efek anastesi yang memadai pada jaringan palatum. Teknik ini dikenal sebagai suntikan interpapila dan sering digunakan oleh para ahli

13

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI]

July 27, 2013

pedodonti. Para ahli lainnya umumnya suka menggunakan suntikan jet atau suntikan intraligamental.

Suntikan Infraorbital

Karena teknik infiltrasi sangat efektif bila digunakan pada maksila, maka anastesi regional umumnya jarang dipergunakan. Walaupunn demikian, suntikan infraorbital akan sangat bermanfaat bila akan dilakukan pancabutan atau operasi besar pada daerah insisivus dan kaninus rahang atas. Suntikan ini juga dapat digunakan untuk menganastesi gigi anterior dimana teknik infiltrasi tidak mungkin dilakukan karena ada infeksi di daerah penyuntikan.

Teknik ini berdasar pada fakta bahwa larutan akan didepositkan pada orifice foramen infraorbital, berjalan sepanjang kanalis ke saraf gigi superior anterior dan superior tengah, menimbulkan anastesi pada gigi-gigi insicivus, kaninus dan premolar serta struktur pendukungnya. Larutan ini kadang-kadang dapat mencapai ganglion speno-palatina dan menganastesi lingkaran saraf dalam, namun seringkali masih diperlukan suntikan palatum tambahan.

Baik cara intraoral maupun ekstraoral dapat digunakan untuk blok infraorbital. Teknik infraorbital umumnya lebih popular dan memungkinkan jarum ditempatkan di luar lapang pandang pasien. Suntikan tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut ini.

Dengan ujung jari telunjuk lakukanlah palpasi linger infraorbital dan takikan infraorbital, kemudian geser jari sedikit ke bawah agar terletak tepat di atas foramen infraorbital. Dengan tetap mempertahankan posisi ujung jari tersebut, ibu jari dapat digunakan untuk membuka bibir atas dan mengekspos daerah yang akan disuntik.

14

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI] Kegagalan Anatesia

July 27, 2013

Banyak kasus kegagalan dalam mendapatkan anestesia yang memadai dengan injeksi anestetikum lokal. Beberapa mengkin gagal sama sekali, sedangkan lainnya hanya pada injeksi atau daerah mulut tertentu saja. Memang ada variasi individual dalam menerima efek obat-obatan tertentu. Pada pasien yang peka terhadap anestetikum lokal, sejumlah kecil anestetikum saja sudah dapat berdifusi dengan mudah dan memberikan efek anestesia yang kuat pada daerah yang luas, sedangkan pada pasien yang kurang peka diperlukan larutan yang lebih banyak dan waktu yang lebih lama.

Rasa takut bisa menyebabkan pasien menjadi gelisah meski sebenarnya ia tidak merasa takut. Anomali inervasi nervus atau variasi bentuk dan kepadatan tulang juga dapat menghambat usaha operator untuk mendapat efek anestesi yang layak. Kurangnya pengetahuan mengenai anatomi bisa mengakibatkan teknik anetesi yang digunakan kurang baik sehingga akhirnya menimbulkan kegagalan.

Kecerobohan, rasa percaya diri yang berlebihan, keacuhan atau operasi yang dilakukan sebelum efek anestesi maksimal, merupakan penyebab kegagalan pada beberap kasus. Operasi yang dilakukan sebelum efek anestesi yang memuaskan diperoleh, akan memberikan hasil akhir yang meragukan. Jaringan-jaringan yang mengalami peradangan dan infeksi kronis tidak mudah dianestesi.

Pada injeksi n.mentalis, kegagalan akan timbul apabila jarum tidak masuk ke dalam foramen mentale atau jika n.lingualis atau nn.cervicales superficiales tidak teranestesi.

15

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI] BAB III PENUTUP

July 27, 2013

KESIMPULAN

Anestesi local (anestesi regional) adalah hilangnya rasa sakit pada bagian tubuh tertentu tanpa desertai dengan hilangnya kesadaran. Anestesi local merupakan aplikasi atau injeksi obat anestesi pada daerah spesifik tubuh.

Anestesi blok berfungsi untuk mengontrol daerah pembedahaan. Kontraindikasi dari anastesi blok yaitu pada pasien dengan pendarahan, walaupun perdarahan terkontrol. Kesuksesan anastesi blok tergantung pada pengetahuan anatomi local dan teknik yang baik.

Kemudian, Pada teknik anastesi ini kita lakukan penghambatan jalannya penghantar rangsangan dari pusat perifer.

Dikenal dua cara yaitu :

Nerve blok yaitu : anestesi lokal dikenakan langsung pada syaraf, sehingga menghambat jalannya rangsangan dari daerah operasi yang diinnervasinya. Field blok yaitu: disuntikkan pada sekeliling lapangan operasi, sehingga menghambat semua cabang syaraf proksimal sebelum masuk kedaerah operasi.

16

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI

[ANESTESI PADA PENCABUTAN GIGI] DAFTAR PUSTAKA

July 27, 2013

1. Abdullah Fadillah. Teknik-teknik anestesi local. 2007. 2. Purwanto, drg. Petunjuk praktis anestesi local. 1993. Penerbit buku kedokteran. Jakarta: EGC 3. http://wikimed.blogbeken.com/anestesi-pada-pencabutan-gigi 4. http://www.scribd.com/doc/76682421/Anestesi-lokal-pada-PECABUTAN GIGI

17

KKS (KEPANITRAAN KLINIK SENIOR) ILMU KESEHATAN GIGI DAN MULUT RSUD.DR.RM.DJOELHAM-BINJAI